Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM HIDROLIK

Oleh:
Hafiz Nur C.

(6513040017)

Nailul Izzah Khalid

(6513040020)

Doni Rahmawan
(6513040032)

TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


POLITENIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Modern ini, aplikasi sistem hidrolik sanggat luas diberbagai bidang
indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang
besar,keakuratan dalam pengotrolan dan kemudahan dalam pengoperasian
menjadikan sistem hidrolik digunakan secara luas. Keunggulan lain dari
sistem hidrolik digunakan secara luas. Keunggulan lain dari sistem ini
adalah pengoperasian yang mudah dan dapat digabung dengan sistem lain
yang menghasilkan pengembangan aplikasi baru.
Di kehidupan manusia sistem hidrolik adalah hal yang sangat
penting namun kebanyakan masyarakat tidak menyadari adanya sistem
hidrolik disekitarnya. Misalnya di area pencuci mobil untuk memudahkan
mencuci bagian bawah mobil maka mobil harus dinaikkan keatas dengan
menggunakan hidrolik,kemudian penggunaan shock beker pada sepeda
motor atau mobil.
Maka dari itu didalam praktikum kali ini kami akan melakukan
praktikum Sistem Kontrol Hidrolik dengan merancang dan merancang
sistem hidrolik sederhana.

1.2

Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara merancang sistem konrol hidrolik sederhana?
2. Bagaimana cara merakit sistem kontrol hidrolik sederhana?

1.3

Tujuan
1. Mahasiswa mampu merancang sistem kontrol hidrolik secara sederhana
2.Mahasiswa mengetahui dan memahami komponen-komponen dasar
sistem kontrol hidrolik
3. Mahasiswa memahami simbol standart setiap komponen hidrolik
4.Mahasiswa mampu memahami gambar sistem hidrolik sederhana dan
mampu mengimplementasikan dalam bentuk rangkaian

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Pengertian Hidrolik


Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli,
untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja
berdasarkan prinsip Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu
akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang
kekuatannya. Hukum Archimedes (+250 sebelum Masehi)
Sistem hidrolik merupakan suatu bentuk perubahan atau pemindahan
daya dengan menggunakan media penghantar berupa fluida cair untuk
memperoleh daya yang lebih besar dari daya awal yang dikeluarkan.
Dimana fluida penghantar ini dinaikan tekanannya oleh pompa
pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan ke silinder kerja melalui
pipa-pipa saluran dan katup-katup. Gerakan translasi batang piston dari
silinder kerja yang diakibatkan oleh tekanan fluida pada ruang silinder
dimanfaatkan untuk gerak maju dan mundur. Keuntungan dari hidrolik
fleksibel untuk berbagai manuver pada beban minimum dan maksimum
(gerak maju mundur piston dan gerak bolak-balik putaran hidromotor),
fluida sekaligus bertindak sebagai pelumas,dapat bersinergi dengan
sistem;pneumatik,mekanik,elektrik maupun elektronik. Kerugian dari
hidrolik sendiri adalah fluida bertekanan tinggi membahayakan.

2.2 Dasar- dasar Sistem Hidrolik


Hukum Pascal
Prinsip dasar sistem hidrolik berasal dari hukum pascal, dimana
tekanan dalam fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai
berikut:
1. Tekanan bekerja tegak lurus pada permukaan bidang.
2. Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah.
3. Tekanan yang diberikan kesebagian fluida dalam tempat
tertutup, merambat secara seragam ke bagian lain fluida.

Dimana : P = F/A

F : Gaya tekan pada piston


A : Luas penampang
P : Tekana bejana tekan
Hidrostatik
Pada fluida yang diam tekanan fluida tekanan fluida hanya
tergantung pada ketinggian tidak tergantung pada bentuk wadahnya.
P = Pa + gh
Pada gambar disamping jika luas penampang dasarnya sama,

walaupun total volumenya mungkin berbeda


Transmisi Gaya Hidrolik
P1 = P2
F1 / A1 = F2 / A2
Sehingga dengan F1 yang kecil mampu mengangkat F2 yang besar
dengan tingkat penguatan (A2 / A1)
Contoh : dongkrak hidrolik

Silinder Hidrolik
Berfungsi sebagai penguat tekanan
F1 = F2

P1.A1 = P2.A2
Sehingga dengan P1 yang kecil mampu meningkatkan P2 dengan
tingkat penguatan (A1/A2) pada gambar dibawah.

Hidrodinamik
Pada fluida yang bergerak berlaku hukum kekekalan energi dan

hukum kekekalan masa.


Hukum kontinuitas
Laju aliran masa fluida yang masuk dan keluar sistem tetap.
m1 = m2
Q1 = Q2
v1.A1 = v2.A2
Hukum Bernouli
Jumlah
energi
pada
setiap titik
pada
sistem
konstan.
P+1/2v2+gh=k
P : energi tekan (hidrostatic energy)
1/2v2 : energi kinetik (hydrodynamic energy)
gh : energi potensial (gravitational energy)

2.3 Komponen beserta Fungsi & Simbol


Sistem hidrolik ini didukung oleh 3 unit komponen utama, yaitu:
1. Unit Tenaga, berfungsi sebagai sumber tenaga dengan liquid/ minyak
hidrolik.
Pada sistem ini, unit tenaga terdiri atas:

Penggerak mula yang berupa motor listrik atau motor bakar


Pompa hidrolik, putaran dari poros penggerak mula memutar

pompa hidrolik sehingga pompa hidrolik bekerja


Kelengkapan (accessories), seperti : pressure gauge, relief valve

Gambar terdiri atas tangki,pompa dan motor penggeraknya.

Tangki reservoir tempat penampung dari fluida cair. Bagian


bagian dari tangki sebagai berikut :
a. Filter udara
Pada saluran isap : menjaga pompa menjadi prioritas
Pada saluran tekan (pressure) : menjaga komponen

b.
c.
d.
e.
f.

sistem menjadi prioritas


Pada saluran balik : umum dipakai
Sambungan aliran balik
Plat penutup
Tutup lubang pengisi dengan saringan
Pipa isap pompa

g.

Saluran
pembuangan
Indikator tinggi
minyak

h.

maksimum
Indikator tinggi
minyak

minimum
i. Pipa aliran balik (dari sistem)
j. Plat befel

2.

Unit Penggerak
(A

ctuator),
berfungsi untuk
mengubah
tenaga

fluida

menjadi tenaga
mekanik.
Hidrolik
actuator

dapat

dibedakan menjadi dua macam yakni:


Penggerak lurus (linier Actuator) : silinder hidrolik (piston)
Penggerak putar : motor hidrolik, rotary actuator
3. Unit Pengatur, berfungsi sebagai pengatur gerak sistem hidrolik.
Unit ini biasanya diwujudkan dalam bentuk katup atau valve yang
macam-macamnya akan dibahas berikut ini :
Katup Pengarah (Directional Control Valve = DCV )
Katup (Valve) adalah suatu alat yang menerima perintah dari
luar untuk

melepas, menghentikan atau mengarahkan fluida

yang melalui katup tersebut. Contoh jenis katup pengarah :


Katup 4/3 Penggerak lever, Katup pengarah dengan piring
putar, katup dengan pegas biasa.

Macam-macam Katup Pengarah Khusus


1. Check Valve adalah katup satu arah, berfungsi sebagai
pengarah aliran dan juga sebagai pressure control
(pengontrol tekanan)
2. Pilot Operated Check Valve, Katup ini dirancang untuk
aliran cairan hidrolik yang dapat mengalir bebas pada
satu arah dan menutup pada arah lawannya, kecuali ada
tekanan cairan yang dapat membukanya.
3. Katup Pengatur Tekanan, Tekanan cairan hidrolik
diatur untuk berbagai tujuan misalnya untuk membatasi
tekanan operasional dalam sistem hidrolik, untuk
mengatur tekanan agar penggerak hidrolik dapat
bekerja secara berurutan, untuk mengurangi tekanan
yang mengalir dalam saluran tertentu menjadi kecil.

Macam-

macam

Katup

pengatur

tekanan

adalah:

Valve,

Relief
digunakan

untuk mengatur tekanan yang bekerja pada sistem dan


juga mencegah terjadinya beban lebih atau tekanan
yang melebihi kemampuan rangkaian hidrolik.

Sequence Valve, berfungsi untuk mengatur tekanan


untuk mengurutkan pekerjaan yaitu menggerakkan
silinder hidrolik yang satu kemudian baru yang lain.

Pressure reducing valve, berfungsi untuk menurunkan


tekanan fluida yang mengalir pada saluran kerja karena
penggerak yang akan menerimanya didesain dengan
tekanan yang lebih rendah.

Flow Control Valve, katup ini digunakan untuk


mengatur

volume

aliran

yang

berarti

mengatur

kecepatan gerak actuator (piston).

Fungsi katup ini adalah sebagai berikut:


a. Untuk membatasi kecepatan maksimum gerakan piston
atau motor hidrolik
b. Untuk membatasi daya yang bekerja pada sistem
c. Untuk menyeimbangkan aliran yang mengalir pada

cabang-cabang
rangkaian.
Macam-macam dari Flow Control Valve :
Fixed flow control yaitu: apabila pengaturan aliran tidak

dapat berubah-ubah yaitu melalui fixed orifice.


Variable flow control yaitu apabila pengaturan aliran

dapat berubah-ubah sesuai dengan keperluan


Flow control yang dilengkapi dengan check valve
Flow control yang dilengkapi dengan relief valve guna
menyeimbangkan tekanan

2.4 Perawatan
Untuk benar memelihara peralatan produksi, banyak hal harus
terjadi. Yang pertama adalah untuk memastikan peralatan bekerja di

lingkungan yang mungkin terbersih untuk daerah tanaman. Banyak


masalah di industri dapat dikoreksi dengan mengikuti pepatah lama yang
tentang kebersihan. Munculnya daerah sekitar sebagian besar peralatan
produksi adalah indikator yang baik kebijakan pemeliharaan perusahaan.
Hal ini juga umumnya merupakan indikasi yang baik dari kondisi
keseluruhan dari peralatan itu sendiri. Hal ini terutama berlaku peralatan
hidrolik.
Kotoran, minyak, dan sampah di sekitar peralatan produksi
menyembunyikan banyak masalah selain menjadi bahaya keamanan.
Karena pentingnya, keamanan dalam area kerja menyajikan serangkaian
masalah yang tidak boleh diabaikan. Tidak hanya pondasi dan pegangan
yakin masalah, tapi kebocoran dan bagian gagal tersembunyi. Bergerak
atau mengangkat peralatan berbahaya. Pekerjaan menjadi lebih
menyenangkan sehingga ketika lingkungan kerja yang menyenangkan
atau tidak aman.
Ketika kotoran masuk ke peralatan, peralatan terutama hidrolik, hal
itu menyebabkan operasi yang tidak menentu yang mengarah untuk
memakai dipercepat dan kegagalan sistem awal. Untuk memperbaiki
situasi ini, peralatan dan sekitarnya harus bersih, termasuk sistem
hidrolik.

BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
3.1
1.
2.
3.
4.
5.

Alat dan Bahan


Mesin hidrolik
Pompa hidrolik
Selang hidrolik
Piston
Manometer

6. Katup 4/3
7. Relief valve
8. Reducing valve
9. Sequence valve
10. Flow control valve
11. Hydromotor
3.2 Prosedur percobaan
1. Melakukan praktikum system hidrolik 1
2. Melakukan praktikum system hidrolik 2
3. Melakukan praktikum system hidrolik 3
4. Melakukan praktikum system hidrolik 4
5. Melakukan praktikum system hidrolik 5
6. Melakukan praktikum system hidrolik 6
7. Melakukan praktikum system hidrolik 7
8. Melakukan praktikum system hidrolik 8

BAB 4
ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Latihan Hidrolik 1

Tujuan

Mahasiswa mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana

Mahasiswa mampu merangkai sistem tersebut

Memahami karakteristik katup 4/3

Tabel Hasil Pengamatan

Seri
Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur

Mundur

Sesaat
10 bar
10 bar
15 bar

45 bar
0 bar
45 bar

Sesaat
20 bar
28 bar
10 bar

Max
0 bar
45 bar
45 bar

Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur

Mundur

G1
G2
G System

Sesaat
7 bar
10 bar
9 bar

45 bar
0 bar
45 bar

Sesaat
20 bar
28 bar
9 bar

Max
0 bar
45 bar
45 bar

G1
G2
G System

Paralel

Gambar Rangkaian

Seri

Paralel

Pertanyaan
1. Berapa tekanan G1, G2, G sistem sesaat setelah piston maju dan
ketika piston maju maksimum dan bagaimana kecepatan piston
majunya?
2. Berapa tekanan G1, G2, G sistem sesaat setelah piston mundur dan
ketika piston mundur maksimum dan bagaimana kecepatan piston
mundurnya?
3. Apa fungsi katup 4/3?
4. Apa fungsi relieve valve?
5. Sebutkan beberapa aplikasi sistem ini dilapangan?
6. Buatlah rangkaian serupa dengan dua piston yang diparalel
7. Apa kesimpulan anda?

Jawab

1. Tekanan piston maju dan maju maksimal


Seri : G1 = 10 bar dan 45 bar
G2 = 10 bar dan 0 bar
G system = 15 bar dan 45 bar
Paralel : G1 = 7 bar dan 45 bar
G2 = 10 bar dan 0 bar
G system = 9 bar dan 45 bar
2. Tekanan Piston mundur dan mundur maksimal
Seri : G1 = 20 bar dan 0 bar
G2 = 28 bar dan 45 bar
G system = 10 bar dan 45 bar
Paralel : G1 = 20 bar dan 0 bar
G2 = 28 bar dan 45 bar
G system = 9 bar dan 45 bar
3. Fungsi katup 4/3 adalah untuk menggerakkan piston
4. Fugsi relieve valve adalah untuk membuang sisa udara
5. Di lapangan relieve valve digunakan untuk service steam gas atau
peralatan yang memenuhi back pressure dimana penggunaannya
tidak menggunakan lifting atau gear
6. Rangkaian piston paralel

7. Kesimpulan dari praktikum 1 adalah hasil nilai dari percobaan


sistem hidrolik dengan rangkaian seri, maupun parallel itu berbeda.
Nilai antara percobaan dengan tekanan piston maju dan maju
maksimal, serta tekanan piston mundur dengan mundur maksimal
nilainya juga berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh cepat atau
lambatnya tekanan piston. Sehingga mempengaruhi nilai dari setiap
system seri maupun paralel. Dari percobaan ini juga dapat
diketahui bahwa fungsi dari fungsi katup 4/3 adalah untuk
menggerakkan piston,

dan fugsi relieve valve adalah untuk

membuang sisa udara. Selain itu dalam kehidupan sehari-hari telah


ditemukan aplikasi relieve valvedapat

digunakansalah satunya

sebagai untuk service steam gas.

4.2 Latihan Hidrolik 2

Tujuan

Mahasiswa mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana

Mahasiswa mampu merangkai sistem tersebut

Tabel Pengamatan
-

Memahami karakteristik relieve valve

Seri (Relieve Valve Tertutup)


Jenis G

Maju

G1
G2
G System

Sesaat
8 bar
9 bar
10 bar

Maju Max

Mundur Sesaat

Mundur

36 bar
0 bar
40 bar

15 bar
18 bar
5 bar

Max
0 bar
35 bar
38 bar

Seri (Relieve Valve Terbuka)


Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur Sesaat

Mundur

G1
G2
G System

Sesaat
6 bar
7 bar
8 bar

32 bar
2 bar
46 bar

15 bar
6 bar
5 bar

Max
0 bar
30 bar
40 bar

Paralel (Relieve Valve Tertutup)


Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur Sesaat

Mundur

G1
G2
G System

Sesaat
3 bar
2 bar
5 bar

7 bar
2 bar
7 bar

2 bar
7 bar
7 bar

Max
2 bar
6 bar
7 bar

Paralel (Relieve Valve Terbuka)


Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur Sesaat

Mundur

G1
G2
G System

Sesaat
7 bar
7 bar
5 bar

25 bar
0 Bar
35 bar

10 bar
5 bar
5 bar

Max
0 bar
25 bar
25 bar

Gambar Rangkaian

Seri

Paralel

Pertanyaan
1. Berapakah tekanan G1, G2, G system sesaat setelah piston maju dan
ketika piston maju maksimal?
2. Berapakah tekanan G1, G2, G system sesaat setelah piston mundur
dan ketika piston mundur maksimal?
3. Apa fungsi katup 4/3?
4. Apa pengaruh penambahan relieve valve terhadap system?
5. Sebutkan beberapa aplikasi system ini dilapangan?
6. Buatlah rangkaian serupa dengan dua piston yang diparalel
7. Apa kesimpulan anda?

Jawab
1. Tekanan piston ketika maju dan maju maksimal
-

Seri (Relieve Valve Tutup)


G1 = 8 bar dan 36 bar
G2 = 9 bar dan 0 bar
Gsystem = 10 bar dan 40 bar

Seri (Relieve Valve Buka)


G1 = 6 bar dan 32 bar
G2 = 7 bar dan 2 bar

Gsystem = 8 bar dan 46 bar


-

Paralel (Relieve Valve Tutup)


G1 = 3 bar dan 7 bar
G2 = 2 bar dan 2 bar
Gsystem = 5 bar dan 7 bar

Paralel (Relieve Valve Buka)


G1 = 7 bar dan 25 bar
G2 = 7 bar dan 0 bar
Gsystem = 5 bar dan 36 bar

2. Tekanan piston ketika mundur dan mundur maksimal


-

Seri (Relieve Valve Tutup)


G1 = 15 bar dan 0 bar
G2 = 18 bar dan 35 bar
Gsystem = 5 bar dan 38 bar

Seri (Relieve Valve Buka)


G1 = 15 bar dan 0 bar
G2 = 6 bar dan 30 bar
Gsystem = 5 bar dan 40 bar

Paralel (Relieve Valve Tutup)


G1 = 3 bar dan 7 bar
G2 = 2 bar dan 2 bar
Gsystem = 5 bar dan 7 bar

Paralel (Relieve Valve Buka)


G1 = 10 bar dan 0 bar
G2 = 5 bar dan 25 bar
Gsystem = 5 bar dan 25 bar

Fungsi katup 4/3 adalah untuk menggerakkan piston


Berpengaruh untuk mencegah terjadinya beban tekanan atau tekanan
berlebih dalam rangkaian

Aplikasi system ini terdapat pada alat service steam gas


Gambar rangkaian paralel

Kesimpulan dari percobaan ke 2 adalah percobaan hidrolik ini


menggunakan system seri dan parallel ( relieve terbuka dan tertutub).
Perbandingan nilai yang diperoleh yaitu sangat tipis. Adapun
perbedaan nilai yang diperoleh itu didasarkan pada faktor tekanan
yang di atur. Sebagai contohnya yaitu pada maju sesaat dan mundur
maksimal. Untuk maju maju sesaat tekanan agak melemah
sedangkan pada saat maju maksimal tekanannya sangat kuat,oleh
karena itu mempengaruhi nilai. Dari percobaan di atas dapat kita
ketahui bahwa fungsi relive valve adalah digunakan untuk mengatur
tekanan yang bekerja pada sistem dan juga mencegah terjadinya
beban lebih atau tekanan yang melebihi kemampuan rangkaian
hidrolik. Selain itu dapat diketahui bahwa fungsi katup 4/3 adalah
untuk mengontrol ataupun mengatur start, stop, dan arah, juga
tekanan perantara dibawah oleh sebuah pompa hidro atau disimpan
dalam suatu bejana.

4.3 Latihan Hidrolik 3

Tujuan
Mahasiswa mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana

Mahasiswa mampu merangkai sistem tersebut

Memahami karakteristik reducing valve

Tabel Pengamatan
-

Tertutup
Jenis G

Maju

G1
G2
G System

Sesaat
5 bar
0 bar
35 bar

Jenis G

Maju

G1
G2
G System

Sesaat
5 bar
5 bar
20 bar

Maju Max

Mundur Sesaat

Mundur

0 bar
10 bar
35 bar

15 bar
15 bar
35 bar

Max
5 bar
0 bar
35 bar

Maju Max

Mundur Sesaat

Mundur

7 bar
5 bar
20 bar

Max
0 bar
15 bar
35 bar

Terbuka

Gambar Rangkaian

30 bar
28 bar
30 bar

Pertanyaan
1. Berapa tekanna G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston maju dan
ketika maju maksimum?
2. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston mundur dan
3.
4.
5.
6.

ketika piston mundur maksimum?


Apa fungsi katup 4/3?
Apa fungsi reducing valve?
Sebutkan beberapa aplikasi system ini dilapangan
Apa kesimpulan anda?

Jawab
1. Piston maju dan maju maksimum
- Tertutup
G1 = 0 bar dan 35 bar
G2 = 5 bar dan 0 bar
Gsystem = 15 bar dan 35 bar
- Terbuka
G1 = 7 bar dan 0 bar
G2 = 5 bar dan 10 bar
Gsystem = 20 bar dan 35 bar
2. Piston mundur dan mundur maksimum
- Tertutup
G1 = 10 bar dan 0 bar
G2 = 20 bar dan 15 bar
Gsystem = 20 bar dan 35 bar
- Terbuka
G1 = 7 bar dan 30 bar

G2 = 5 bar dan 0 bar


Gsystem = 20 bar dan 30 bar
3. Fungsi katup 4/3 untuk menggerakkan piston
4. Pressure reducing valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan fluida
yang mengalir pada saluran kerja karena penggerak yang akan
menerimanya didesain dengan tekanan yang lebih rendah.
5. Tuas, pedal kaki, knop dan tombol tekan
6. Kesimpulan dari percobaan 3 yaitu pada sistem hidrolik jika
dipasang reducing valve menyebabkan tekanan yang diberikan pada
piston menurun, sehingga piston saat maju dan mundur bergerak
lambat.

4.4 Latihan Hidrolik 4

Tujuan

Mahasiswa mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana

Mahasiswa mampu merangkai sistem tersebut

Memahami karakteristik sequence valve

Tabel Pengamatan
-

Piston 1
Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur

Mundur

Sesaat
4 bar
2 bar
8 bar

30 bar
30 bar
30 bar

Sesaat
5 bar
5 bar
9 bar

Max
0 bar
0 bar
30 bar

Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur

Mundur

G1
G2
G System

Sesaat
4 bar
3 bar
9 bar

30 bar
30 bar
30 bar

Sesaat
5 bar
5 bar
9 bar

Max
0 bar
0 bar
30 bar

G1
G2
G System
-

Piston 2

Gambar Rangkaian

Pertanyaan
1. Berapa tekanna G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston 1 maju dan
ketika piston 1 maju maksimum?
2. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston 2 maju dan
ketika piston 2 maju maksimum?
3. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston 1 mundur dan
ketika piston 1 mundur maksimum?
4. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston 2 mundur dan
ketika piston 2 mundur maksimum?
5. Apa fungsi sequence valve?
6. Sebutkan beberapa aplikasi system ini dilapangan
7. Apa kesimpulan anda?

Jawab
1. Piston 1 maju dan maju maksimum
G1 = 4 bar dan 30 bar
G2 = 2 bar dan 30 bar
Gsystem = 8 bar dan 30 bar
2. Piston 2 maju dan maju maksimum
G1 = 4 bar dan 30 bar
G2 = 3 bar dan 30 bar
Gsystem = 9 bar dan 30 bar
3. Piston 1 mundur dan mundur maksimum
G1 = 5 bar dan 0 bar
G2 = 5 bar dan 0 bar
Gsystem = 9 bar dan 30 bar
4. Piston 2 mundur dan mundur maksimum
G1 = 5 bar dan 0 bar
G2 = 5 bar dan 0 bar
Gsystem = 9 bar dan 30 bar
5. Sequence Valve, berfungsi untuk mengatur tekanan untuk
mengurutkan pekerjaan yaitu menggerakkan silinder hidrolik yang
satu kemudian baru yang lain.
6. Biasanya dipakai pada kontrol pneumatik bila tekanan udara yang
spesifik dibutuhkan untuk menjalankan operasi/system
7. Pada sistem hidrolik, sequence valve digunakan untuk mengatur arah
aliran fluida untuk jumlah output lebih dari satu, agar gerakan output
(piston) berurutan.

4.5 Latihan Hidrolik 5

Tujuan

Mahasiswa mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana

Mahasiswa mampu merangkai sistem tersebut

Memahami karakteristik flow control valve

Tabel Pengamatan
-

Flow Control Valve sebelum B (Longgar)


Jenis G

Maju

G1
G2
G System

Sesaat
5 bar
7 bar
8 bar

Maju Max

Mundur

Mundur

42 bar
0 bar
42 bar

Sesaat
0 bar
2 bar
8 bar

Max
0 bar
41 bar
41 bar

Flow Control Valve sebelum B (Rapat)


Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur

Mundur

G1
G2
G System

Sesaat
5 bar
7 bar
8 bar

41 bar
0 bar
41 bar

Sesaat
11 bar
15 bar
7 bar

Max
0 bar
42 bar
42 bar

Flow Control Valve setelah A (Longgar)

Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur

Mundur

G1
G2
G System

Sesaat
0 bar
0 bar
8 bar

41 bar
0 bar
41 bar

Sesaat
14 bar
16 bar
7 bar

Max
0 bar
41 bar
41 bar

Maju Max

Mundur

Mundur

42 bar
0 bar
42 bar

Sesaat
14 bar
18 bar
7 bar

Max
0 bar
41 bar
41 bar

Flow Control Valve setelah A (Rapat)


Jenis G

Maju

G1
G2
G System

Sesaat
4 bar
5 bar
7 bar

Flow Control Valve sebelum P (Longgar)


Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur

Mundur

G1
G2
G System

Sesaat
0 bar
0 bar
40 bar

42 bar
0 bar
42 bar

Sesaat
0 bar
0 bar
40 bar

Max
0 bar
41 bar
41 bar

Flow Control Valve sebelum P (Rapat)


Jenis G

Maju

Maju Max

Mundur

Mundur

G1
G2
G System

Sesaat
3 bar
3 bar
11 bar

42 bar
0 bar
42 bar

Sesaat
10 bar
12 bar
11 bar

Max
0 bar
41 bar
41 bar

Gambar Rangkaian
-

Flow Control Valve di P

Flow Control Valve di A

Flow Control di B (setelah A dan sebelum P)

Pertanyaan
1. Berapa tekanan G1, G2, G system sesaat setelah piston maju dan
ketika piston maju maksimum dan bagaimana kecepatan pistonnya?
2. Berapa tekanan G1, G2, G system sesaat setelah piston mundur dan
ketika piston mundur maksimum dan bagaimana kecepatan
pistonnya?
3. Apa fungsi flow control valve?
4. Sebutkan beberapa aplikasai system ini dilapangan
5. Buatlah rangkaian serupa dengan posisi flow control valve dipasang
setelah A dan sebelum P (pada katup 4/3)?
6. Apakah tipe flow control diatas?
7. Apa kesimpulan anda?

Jawab
1. Piston maju dan maju maksimum dapat dilihat pada table
pengamatan disetiap section pada saat flow control valve di A, P atau
B secara rapat ataupun longgar

2. Piston mundur dan mundur maksimum dapat dilihat pada table


pengamatan disetiap section pada saat flow control valve di A, P atau
B secara rapat ataupun longgar
3. Flow Control Valve, katup ini digunakan untuk mengatur volume
aliran yang berarti mengatur kecepatan gerak actuator (piston).
4. Aplikasi system ini adalah:
a. Dongkrak hidrolik
b. Hydrostatic transmission, untuk menggerakkan peralatan
konstruksi, kendaraan berat, mesin pertanian dan
mentransmisikan tenaga ke aktuator tipe rotasi
5. Gambar Rangkaian flow control valve berada sebelum P sesudah A,
yaitu di B

6. Tipe flow control ini adalah flow control valve


7. Kesimpulan dari percobaan 5 ini adalah bahwa system hidrolik tipe
flow control dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu
biasanya digunakan salah satunya pada dongkrak hidrolik. Dalam
percobaan ini dapat menguji tipe flow control valve di A, P atau B
secara rapat ataupun longgar baik dalam keadaan piston maju dan
mundur sesaat ataupun maju dan mundur maksimal.

4.6 Latihan Hidrolik 6

Tujuan

Mahasiswa mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana

Mahasiswa mampu merangkai sistem tersebut

Memahami karakteristik flow control valve

Tabel Pengamatan
-

Flow Control Valve di setelah A


Jenis G
G1
G2
G System
Kecepatan

G1
G2
G System
Kecepatan

Terbuka
Forward
Reverse
20 bar
4 bar
4 bar
20 bar
23 bar
24 bar
24 rpm
24 rpm

Tertutup
Forward
Reverse
21 bar
0 bar
4 bar
40 bar
24 bar
40 bar
24 rpm
0 rpm

Flow Control Valve d P


Jenis G
G1
G2
G System
Kecepatan

Tertutup
Forward
Reverse
40 bar
4 bar
0 bar
21 bar
40 bar
24 bar
0 rpm
24 rpm

Flow Control Valve di B


Jenis G

Terbuka
Forward
Reverse
22 bar
4 bar
4 bar
20 bar
24 bar
24 bar
24 rpm
24 rpm

Gambar Rangkaian

Terbuka
Forward
Reverse
18 bar
4 bar
4 bar
17 bar
24 bar
24 bar
24 rpm
24 rpm

Tertutup
Forward
Reverse
4 bar
0 bar
0 bar
4 bar
39 bar
39 bar
0 rpm
0 rpm

Pertanyaan
1. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem ketika gerakan forward dan jika
flow controlnya di atur maka bagaimana kecepatannya?
2. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem ketika gerakan reserve dan jika
flow controlnya di atur maka bagaimana kecepatannya?
3. Apa fungsi flow control valve?
4. Sebutkan beberapa palikasi system ini dilapangan
5. Buatlah rangkaian serupa dengan posisi flow control valve dipasang
setelah A dan sebelum P (pada katup 4/3)?
6. Apa kesimpulan anda?

Jawab
1. Hasil tekanan G1, G2 dan Gsystem ketika gerakan forward dapat
dilihat di tabel pengamatan hidolik latihan 6.
2. Hasil tekanan G1, G2 dan Gsystem ketika gerakan reserve dapat
dilihat di tabel pengamatan hidolik latihan 6.
3. Flow Control Valve, katup ini digunakan untuk mengatur volume
aliran yang berarti mengatur kecepatan gerak actuator (piston)
4.

a.Dongkrak hidrolik

b. Hydrostatic transmission, untuk menggerakkan peralatan


konstruksi, kendaraan berat, mesin pertanian dan mentransmisikan
tenaga ke aktuator tipe rotasi
5.

Gambar rangkaian

6. Kesimpulan dari percobaan 6 ini adalah bahwa system hidrolik tipe


flow control dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu
biasanya digunakan salah satunya pada dongkrak hidrolik. Dalam
percobaan ini

dapat menguji tipe flow ketika

gerakan forward

maupun gerakan reserve. Hasil dari nilai pada saat forward maupun
pada saat reserve telah berbeda hal ini bisa disebebkan oleh longgar
rapatnya flow control pada saat di P.

4.7 Latihan Hidrolik 7

Tujuan
1.Mahasiswa mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana
2.Mahasiswa mampu merangkai sistem tersebut
3.Mahasiswa mampu memahami silinder loading

Tabel Pengamatan

Piston 1 maju
Maksimal
Sesaat
G1 G2 GS G1 G2 GS
40
0
14
4
-

Piston II mundur
Maksimal
Sesaat
G1 G2 GS G1 G2 GS
40
0
14
4
-

Piston 1 mundur
Maksimal
Sesaat
G1 G2 GS G1 G2 GS
0
40
4
14
-

Piston II maju
Maksimal
Sesaat
G1 G2 GS G1 G2 GS
0
40
4
14
-

Gambar Rangkaian

P T
M

Pertanyaan

1. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston I maju dan
sesaat setelah piston II mundur ?
2. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston I mundur
dan sesaat setelah piston II mundur minimum ?
3. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat stelah piston I mundur dan
sesaat setelah piston II maju ?
4. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston I mundur
maksimum dan sesaat setelah piston II maju minimum?
5. Apa funsi cylinder loading?
6. sebutkan beberapa aplikasi sistem dilapangan?
7. Apa kesimpulan anda?

Jawaban
1. Hasil tekanan G1, G2 dan Gsystem ketika gerakan forward dapat
dilihat di tabel pengamatan hidolik latihan 7.
2. Hasil tekanan G1, G2 dan Gsystem ketika gerakan reserve dapat
dilihat di tabel pengamatan hidolik latihan 7.
3. Hasil tekanan G1, G2 dan Gsystem ketika gerakan forward dapat
dilihat di tabel pengamatan hidolik latihan 7.
4. Hasil tekanan G1, G2 dan Gsystem ketika gerakan reserve dapat
dilihat di tabel pengamatan hidolik latihan 7.
5. Pada rangkaian diatas cylinder loading berfungsi untuk
menggerakkan dua piston secara bersamaan. Namun kedua piston
bergerak secara berlawanan.
6. Pengaplikasian sistem ini digunakan pada dongkrak dan alat
pembengkokan
7. Dalam praktikum ini dismipulkan bahwa penggunaan cylinder
loading adalah mempengaruhi pergerakkan piston. Jika cylinder itu
dipasang untuk menggabungkan kedua piston tersebut maka piston

akan bergerak bersamaan namun dengan arah yang berbeda.


8.
4.8 Latihan Hidrolik 8
Tujuan

1. Mahasiswa mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana


2. Mahasiswa mampu merangkai sistem tersebut
3. Mahasiswa mampu memahami karakteristik rangkaian regeneratif

Tabel Pengamatan

Piston Maju
Maksimum
Sesaat

Piston Mundur
Maksimum
Sesaat

GS

G1

G2

GS

G1

G2

GS

G1

G2

GS

G1

G2

45

45

44

40

31

43

45

45

35

18

31

45

45

44

40

31

43

45

45

35

18

31

Gambar Rangkaian

Pertanyaan
1. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston maju dan
ketika piston maju maksimum.
2. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston mundur dan
ketika piston mundur maksimum.
3. Apa fungsi rangkaian regeneratif ?
4. Sebutkan beberapa aplikasi sistem ini dilapangan ?
5. Apa kesimpulan anda ?

Jawab
1. Hasil tekanan G1, G2 dan Gsystem ketika gerakan forward dapat
dilihat di tabel pengamatan hidolik latihan 8.
2. Hasil tekanan G1, G2 dan Gsystem ketika gerakan forward dapat
dilihat di tabel pengamatan hidolik latihan 7.
3. Mendistribusikan oli yang telah dipakai langsung kembali ke
sistem.
4. Rem Hidrolik, penggerak turbin air, pompa hidrolik, dan mesin
kontruksi

BAB 5
KESIMPULAN
5.1. Kesimpulan
Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan
fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme.
Komponen penyusun system hidrolik adalah Fluida, pompa hidrolik,
motor, kopling, pompa roda gigi, tangki reservoir, filter, garis alir
fluida, shut off valve, pressure relief valve, power unit, manometer,
directional control valve, katup 3/2, katup 4/2, katup 4/3, sequence
valve, reducing valve, flow control valve, non return valve, dan
actuator.
Katup pengatur arah 4/3 ini merupakan perlengkapan untuk
mengontrol ataupun mengatur start, stop, dan arah, juga tekanan
perantara dibawah oleh sebuah pompa hidro atau disimpan dalam
suatu bejana. Sedangkan Fugsi relieve valve adalah untuk membuang
sisa udara.
Dalam kehidupan sehari-hari system hidrolik ini dapat
diaplikasikan lapangan yaitu contohnya relieve valve digunakan untuk
service steam gas atau peralatan yang memenuhi back pressure dimana
penggunaannya tidak menggunakan lifting atau gear. Selain itu dapat
digunakan sebagai dongkrak hidrolik, Hydrostatic transmission ( untuk
menggerakkan peralatan konstruksi, kendaraan berat, mesin pertanian
dan mentransmisikan tenaga ke aktuator tipe rotasi) dan lain lain.

DAFTAR PUSTAKA
http://m-edukasi.net/online/2008/sistemhidrolik/materi01c.html
http://jhoeydhyn.blogspot.com/2011/11/pengertian-sistem-hidrolik.html
Modul Praktikum Pneumatik Hidrolik PPNS-ITS