Anda di halaman 1dari 11

TUGAS B.

INDONESIA
MENULIS CERPEN KARYA SENDIRI
O
L
E
H
MUZDALIFAH
KELAS

IX D

MADRASAH TSANAWIAH NEGERI LAKUDO


2012

1. Judul /Tema :

PENYAKIT MISTERIUS

2. Sudut pandang: orang pertama

3.Watak Tokoh:
pintar

- aku,ayah,ibu,teman ayahku dan orang

4.Draf/Kerangka : - sakit tidak dikenal apa nama penyakit


dan apa sebabnya dikenalkan dengan orang pintar
yang bisa mengobati orang sakit menemui orang pintar itu
sembuh setelah diobati
5.Alur :
PENYAKIT MISTERIUS
Aku tidak seperti anak-anak pada biasanya yang
menghabiskan waktunya bermain bersama-sama.Aku hanya
bisa
menjalani
hari-hariku
dengan
berbaring
dan
menyelimuti tubuhku dengan selimut di atas tempat tidur
karena penyakit misteriusku, yang tengah aku derita saat
ini.
Tak sadar aku tiba-tiba berfikir jikala mungkin penyakit
yang tengah aku derita sekarang ini dapat membuatku
kehilangan orang tuaku dan orang-orang yang juga sayang
kepadaku,pasti mereka akan bersedih.Aku hanya bisa
meratapi dan menerima keadaanku saat ini,berharap akan
ada keajaiban yang datang Tuhan pada diriku.
Penyakit yang aku derita sekarang ini adalah badanku
melepuh ketika terkena hembusan angin yang tidak ditahu
apa sebabnya sampai bisa seperti itu.Aku juga pernah
bermimpi bahwa penyakitku ini akan membuatku pergi
selama-lamanya meninggalkan orang-orang yang sayang
padaku,terutama ayah,ibu dan saudara-saudaraku.Tapi aku
harus berusaha sekuat tenaga untuk melawan penyakitku
ini.
Biasanya sore hari adalah waktu untuk bermain,apa
mau dikata aku hanya bisa berbaring dan berbaring
saja.Aku hanya tidak mau membuat orang tuaku sedih
karena penyakitku yang membuatku selalu saja menangis
setiap saat badan-badanku ini melepuh karena terkena
hembusan angin.Kedua orang tuaku terus berusaha kesana
kemari mencari obat dan orang pintar agar bisa mengobati
penyakitku ini.Aku berdoa pada Tuhan agar penyakitku ini
bisa sembuh dan aku tidak akan membuat kedua orang
tuaku sedih.

Setelah dua bulan lebih mencarikan obat dan juga


orang pintar untukku belum juga didapatkan.Tiba-tiba ada
seorang teman ayah dan ibuku datang kerumahku.
Assalamualaikum wr.wb.!terdengar suara itu dari balik
pintu
Siapa kah itu,Bu? tanya Ayah
tidak tahu yah,biar Ibu yang membuka
Ayah!kata ibu..baiklah Bu ! ucap ayah lagi.

pintunya

Setelah pintu rumahku dibuka ternyata ada seorang


sahabat ayah dan ibuku datang memberi kabar gembira
bahwa
ada
seseorang
yang
dapat
mengobati
penyakitku.Betapa bahagianya kedua orang tuaku setelah
sekian lama mencari seseorang yang dapat mengobatiku
akhirnya telah ditemukan.Setelah mendengar kabar kabar
gembira itu,rencanya esok harinya aku akan langsung
dibawa untuk menemui orang pintar tersebut.
Aku yang sudah sempat putus asa akibat penyakitku
yang semakin hari semakin membuatku menderita karena
sudah menjalar disekujur tubuhku dan parahnya lagi sudah
hampir menembus tulang-tulangku kalau tidak segera
diobati Setelah mendengar kabar dari teman ayahku itu aku
lebuh semangat untuk sembuh dari penyakitku ini,padahal
sebelumnya aku berfikir umurku tidak akan lama
lagi.Ternyata semua tidaklah benar.Aku berdoa pada Tuhan
Ya Tuhan aku yakin bahwa engkau tidak akan memberikan
cobaan diluar kesanggupanku.
Keesokan harinya aku,orang tuaku serta ditemani
teman ayahku pergi menemui orang pintar yang dapat
mengobatiku.Dalam perjalanan kesana ternyata tidak
mudah karena jalanyang ditempuh jauh dan juga sangat
melelahkan. Bayangkan saja kami keluar dari rumah pagi
hari dan sampai di tempat tujuan pada sore hari.Setibanya
di tempat dimana orang pintar itu tinggal,tiba-tiba saja
terlintas dipikiranku bahwa setelah aku diobati aku ingin
seperti dulu dan harus sembuh itu yang aku pikirkan saat
itu
Sebelum aku diobati,orang tuaku dan teman ayahku
sempat berbincang-bincang sebentar dengan orang pintar
itu.Benar
atau
tidaknya
yang
kudengar
ini,bahwa
penyakitku disebabkan ada orang yang tidak suka kepada
kedua orang tuaku karena usaha mereka jualan gorengan

laris manis.Akibatnya aku dibuat seperti ini,kalau ambil


istilah sekarang penyakitku karena ilmu hitam yang dikirim
lewat angin oleh orang itu yang dimana kalau terkena
hembusan angin tubuhku akan melepuh dan terasa sangat
sakit.Pada saat itu aku sempat bertanya pada diriku sendiri
mengapa orang itu sangat tega (kejam) pada ayah dan
ibuku,apa salah mereka Ya Allah ?ucapku dalam hati.
Setelah lama berbincang-bincang aku pun mulai diobati
oleh orang pintar itu.akan kujilati anakmu inikata orang
pintar itu kepada kedua orang tuaku.Apa tidak cara lain
selainitu,pak?.tidak ada karena hanya dengan cara ini
anakmu bisa sembuh.katanya lagi. Ayah dan Ibuku hanya
mengiyakan perkataan orang pintar itu,sambil berharap
agar aku bisa benar-benar sembuh.Akhirnya badanku yang
terkena penyakit yang tidak ditahu apa namanya itu pun
dijilat oleh orang pintar itu.Dalam hati aku berkata semoga
orang ini tidak jijik dengan penyakitku yang sangat
mengerikan bagiku.
Setelah beberapa menit dia mengobatiku aku langsung
sembuh
dengan
cepatnya,terasa
seperti
disihir.Aku
bersyukur karena Allah memberiku umur panjang dan aku
cepat sembuh melalui orang pintar itu.Orang tuaku sampai
terheran-heran sendiri seakan tidak percaya aku bisa
sembuh.Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
orang pintar yang tidak mau memberi tahu siapa namanya
itu,dan kami juga memberinya uang walaupun jumlahnya
tidaklah banyak.Kami sangat bersyukur kepada Tuhan dan
akhirnya kami pulang dengan perasaan sangat senang
karena aku sudah bisa bermain seperti teman-temanku
yang lain.

DASAR-DASAR DIDAKTIK
Dasar-dasar didaktik oleh A.Haerullah, didaktik adalah bagian
dari paedagogik yaitu membentuk manusia dengan bahan
pengajaran.
Metodik
adalah
bagian
dari
didaktik
yang
membicarakan tentang bentuk dan cara mengajar. Metode ilmiah
adalah aturan pembuatan yang berturut-turut harus kita lakukan
dengan akal untuk memperoleh pengetahuan. Metode didaktik
adalah jalan yang dilalui manusia dengan pimpinan guru untuk
mendapatkan
pengetahuan,atau
untuk
belajar
sesuatu
kesepakatan.
Dalam proses pengertian pengetahuan dasar-dasar didaktik
yang luas, merupakan suatu aktifitas mengorganisasi untuk
mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan
anak, sehingga terjadi proses belajar atau dikatakan mengajar.
Sebagai upaya menciptakan kondisi yang objektif untuk
berlangsungnya belajar para siswa. Kondisi itu diciptakan
sedemikian rupa sehingga membantu perkembangan anak secara
optimal, baik jasmani maupun rohani, baik fisik maupun mental.
Pengertian mengajar seperti ini memberi petunjuk bahwa
fungsi pokok dalam mengajar adalah menyediakan kondisi yang
kondusif, sedang yang berperan aktif dan banyak melakukan
kegiatan adalah siswanya. Guru dalam hal ini membimbing, dan
menyediakan kondisi yang kondusif atau komponen-komponen
yang lain dalam proses belajar mengajar, termasuk misalnya

bagaimana dirinya sendiri, keadaan siswa, alat-alat peraga atau


media, metode dan sumber belajar lainnya.
Konsep
belajar
ini
memberikan
indikator
bahwa
pengajarannya lebih bersifat pupil centered(Berpusat pada
murid),Sehingga tercapailah hasil yang optimal, tercapainya tujuan
pembelajaran. Pembelajaran itu sangat dipengaruhi oleh
bagaimana aktifitas siswa dalam belajar. Proses belajar
menghasilkan hasil belajar. Namun harus juga diingat, sesuai
dengan uraian diatas meskipun tujuan pembelajaran itu
dirumuskan secara jelas dan baik,belum tentu hasil pengajaran
yang diperoleh mesti optimal,karena hasil yang baik itu dipengaruhi
oleh komponen-komponen yang lain dan terutama aktifitas siswa
sebagai subyek belajar.
Adapun hasil pengajaran itu dikatakan betul-betul baik,
apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Hasil itu tahan lama dan dapat digunakan dalam kehidupan
oleh siswa. Dalam hal ini guru akan senantiasa menjadi
pembimbing dan pelatih yang baik bagi para siswa yang
menghadapi ujian. Kalau hasil pengajaran itu tidak tahan
lama dan lekas menghilang, berarti hasil pengajaran itu tidak
efektif.
2. Hasil
itu
merupakan
pengetahuan
asli
atau
otentik,pengetahuan hasil proses belajar mengajar itu bagi
siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi
diri setiap siswa sehingga akan mendapat mempengaruhi
pandangan dan cara mendekati suatu permasalahan, Sebab
pengetahuan itu dihayati dan penuh makna bagi dirinya.
Dengan demikian, pengajaran adalah tambahan pada
perkembangan
spontan
ke
anak.
Belajar
berdasarkan
perkembangan spontan, sebab tanpa itu pekerjaan didaktik adalah
suatu hal yang mustahil. Anak hanya dapat mengerti sendiri,
menimbang dan memutuskan sendiri. Guru dapat menyajikan
macam-macam benda, pengetahuan dan kecekatan, pemecahan
macam-macan soal. Tetapi jika si anak tidak dapat mengerti sendiri,
maka hal itu adalah pengetahuan yang tidak bernilai. Konsep dasar
perencanaan pengajaran adalah menyusun langkah-langkah yang
akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Namun yang lebih utama adalah perencanaan yang dibuat harus
dapat dilaksanakan dengan mudah dan tepat sasaran.
Hadari Nawawi mengemukakan bahwa perencanaan berarti
menyusun langkah-langkah menyelesaikan suatu masalah atau
pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan

tertentu. Dalam hal ini perencanaan mencakup rangkaian kegiatan


untuk menentukan tujuan umum dan tujuan khusus suatu
organisasi atau lembaga pendidikan berdasarkan dukungan
informasi yang lengkap setelah tujuan ditetapkan. Perencanaan
berkaitan dengan penyusunan pola, rangkaian dan proses kegiatan
yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Singkatnya
efektifitas berkaitan dengan penyusunan rangkaian kegiatan untuk
mencapai tujuan, dapat diukur dengan terpenuhinya faktor
kerjasama, perumusan perencanaan program kerja dan upaya
impelementasi program kerja tersebut dalam mencapai tujuan.
Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan
sebagai proses penyusunan pelajaran, penggunaan media
pelajaran, penggunaan pendekatan dari metode pengajaran, dan
penilaian, alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa
tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Perencanaan program pengajaran, juga perlu memperhatikan
keadaan sekolah, ketersediaan sarana, tempat berlangsungnya
prasarana, perlengkapan dan alat bantu pengajaran menjadi
pendukung terlaksananya aktifitas siswa.
Data atau informasi tentang siswa dapat dimanfaatkan untuk
menyusun dan merencanakan pengajaran sempurna. Pengajaran
yang baik disusun dengan berpedoman kepada keadaan,
kemampuan, minat dan kebutuhan siswa. Hal ini secara real dapat
diketahui melalui proses dan hasil pengumpulan data. Sebelum
menyiapkan rencana pengajaran hendaknya mempelajari record
siswa. Melalui pemanfaatan record tersebut, guru akan
memperoleh gambaran umum tentang kondisi dan masalah siswa.
Record siswa juga dapat digunakan untuk mengadakan berbagai
usaha penyesuaian pelajaran dengan perbedaan individu.
Tiap siswa mempunyai kemampuan, kondisi kecekatan
belajar dan laim-lain yang berbeda. Karena perlu dikembangkan
sistem monitor,yaitu bantuan belajar siswa pandai atau belajar
tinggi. Dalam proses pembelajaran, guru dituntut memiliki
kemampuan dalam segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan
pendidikan dan pengajaran. Jika pada suatu saat memiliki
kekurangan dalam hal-hal tertentu, maka seorang guru
bersangkutan
belajar untuk meningkatkan kompetisinya baik
melalui jalur pendidikan, latihan maupun belajar mandiri dengan
melakukan langkah dengan teman sejawat secara intensif.
Perencanaan pengajaran dapat dilihat dari berbagai sudut
pandang yaitu :

1. Perencanaan pengajaran sebagai teknologi adalah suatu


perencanaan yang mendorong penggunaan teknik-teknik
yang dapat mengembangkan tingkah laku kongnitif dan teoriteori konstruktif terhadap solusi dan problem.
2. Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistemadi sebuah
susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk
menggerakan pembelajaran.
3. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah disiplin adalah
cabang
dari
dari
pengetahuan
yang
senantiasa
memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori tentang
strategi pengajaran dan implementasinya kepada strategi
tersebut.
4. Perencanaan pengajaran sebagai sains (science) adalah
mengekreasi secara detail spesifikasi dari pengembangan
implementasi,evaluasi dan pemeliharaan akan situasi
maupun fasilitas pembelanjaran terhadap unit-unit yang luas
maupun yang lebih sempit dari materi pembelajaran sebagai
tingkat kompleksitensnya.
5. Perencanaan pengajaran sebagai sebagai satuan proses
adalah pengembangan pengajaran secara sistematik yang
digunakan secara sistematik yang digunakan secara khusus
atau dasar teori-teori pembelajaran dalam perencanaan ini
dilakukan analisi kebutuhan dari proses belajar alur yang
sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran.
6. Perencanaan pengajaran sebagai satuan realitas adalah ide
pengajaran dikembangkan dengan memberikan hubungan
pengajaran dari waktu ke waktu dalam suatu proses yang
dikerjakan perencanaan dengan mengecek secara cermat
bahwa semua kegiatan telah sesuai dengan tuntunan sains
dan dilaksanakan secara sistematik.

TUGAS MANDIRI
MATA KULIAH : DESAIN INSTRUKSIONAL

DOSEN PEMBIMBING : Dra.SASMIN, M.Pd

D
I
S
U
S
U
N

OLEH
NAMA : ERNAWATI
NIM

: 102121051

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)YPIQ BAUBAU


TAHUN AKADEMIK 2012 / 2013

TPQ ALIKHLAS
Kel.Lakud
o
Kec.Laku
do