Anda di halaman 1dari 121

CERAMAH TINGKAT DASAR

CERAMAH TINGKAT DASAR PENGETAHUAN PRODUK BISNIS SYARIAH Divisi Pendidikan dan Pelatihan September 2015 RAHASIA Hanya

PENGETAHUAN PRODUK BISNIS SYARIAH

CERAMAH TINGKAT DASAR PENGETAHUAN PRODUK BISNIS SYARIAH Divisi Pendidikan dan Pelatihan September 2015 RAHASIA Hanya
CERAMAH TINGKAT DASAR PENGETAHUAN PRODUK BISNIS SYARIAH Divisi Pendidikan dan Pelatihan September 2015 RAHASIA Hanya
CERAMAH TINGKAT DASAR PENGETAHUAN PRODUK BISNIS SYARIAH Divisi Pendidikan dan Pelatihan September 2015 RAHASIA Hanya
CERAMAH TINGKAT DASAR PENGETAHUAN PRODUK BISNIS SYARIAH Divisi Pendidikan dan Pelatihan September 2015 RAHASIA Hanya
CERAMAH TINGKAT DASAR PENGETAHUAN PRODUK BISNIS SYARIAH Divisi Pendidikan dan Pelatihan September 2015 RAHASIA Hanya
CERAMAH TINGKAT DASAR PENGETAHUAN PRODUK BISNIS SYARIAH Divisi Pendidikan dan Pelatihan September 2015 RAHASIA Hanya
CERAMAH TINGKAT DASAR PENGETAHUAN PRODUK BISNIS SYARIAH Divisi Pendidikan dan Pelatihan September 2015 RAHASIA Hanya

Divisi Pendidikan dan Pelatihan September 2015

RAHASIA

Hanya dipergunakan di internal PT Pegadaian (Persero).

Aturan Main

Aturan Main Ponsel harap dinon-aktifkan Konsentrasi dan tidak mengobrol Bila mau bertanya tunggu jeda penjelasan
Aturan Main Ponsel harap dinon-aktifkan Konsentrasi dan tidak mengobrol Bila mau bertanya tunggu jeda penjelasan
Aturan Main Ponsel harap dinon-aktifkan Konsentrasi dan tidak mengobrol Bila mau bertanya tunggu jeda penjelasan
Aturan Main Ponsel harap dinon-aktifkan Konsentrasi dan tidak mengobrol Bila mau bertanya tunggu jeda penjelasan
Aturan Main Ponsel harap dinon-aktifkan Konsentrasi dan tidak mengobrol Bila mau bertanya tunggu jeda penjelasan
Aturan Main Ponsel harap dinon-aktifkan Konsentrasi dan tidak mengobrol Bila mau bertanya tunggu jeda penjelasan
Aturan Main Ponsel harap dinon-aktifkan Konsentrasi dan tidak mengobrol Bila mau bertanya tunggu jeda penjelasan
Ponsel harap dinon-aktifkan Konsentrasi dan tidak mengobrol Bila mau bertanya tunggu jeda penjelasan dengan
Ponsel harap dinon-aktifkan
Konsentrasi dan tidak mengobrol
Bila mau bertanya tunggu jeda penjelasan
dengan mengangkat tangan
Partisipasi aktif, bergembira
Bersedia berbagi ilmu dan pengetahuan
Berpikir terbuka

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

2
2

Tujuan Instruksional Pembelajaran

Tujuan Instruksional Pembelajaran Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu & hukum syariah, fitur,
Tujuan Instruksional Pembelajaran Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu & hukum syariah, fitur,
Tujuan Instruksional Pembelajaran Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu & hukum syariah, fitur,
Tujuan Instruksional Pembelajaran Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu & hukum syariah, fitur,
Tujuan Instruksional Pembelajaran Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu & hukum syariah, fitur,
Tujuan Instruksional Pembelajaran Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu & hukum syariah, fitur,
Tujuan Instruksional Pembelajaran Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu & hukum syariah, fitur,
Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu & hukum syariah, fitur, target nasabah,proses bisnis, resiko,
Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu
&
hukum syariah, fitur, target nasabah,proses bisnis, resiko,
sesuai dengan tingkatan kompetensi masing-masing dalam
menjalankan tugas pekerjaannya.
mema am
h
i d
an menger
ti
a as
t
l
a ar
t
b
e a
l
k
ang,
d
asar
aspe
k

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

3
3
11 Peran d an Fungs Strateg c Bus ness Un t Syar a i S
11
11
Peran d an Fungs Strateg c Bus ness Un t Syar a i S i
Peran
d
an Fungs Strateg c Bus ness Un t Syar a
i S
i
B
i
i
S
i
h

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

4
4

Produk & Layanan Syariah

Produk & Layanan Syariah Gadai RAHN Mikro Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM
Produk & Layanan Syariah Gadai RAHN Mikro Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM
Produk & Layanan Syariah Gadai RAHN Mikro Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM
Produk & Layanan Syariah Gadai RAHN Mikro Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM
Produk & Layanan Syariah Gadai RAHN Mikro Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM
Produk & Layanan Syariah Gadai RAHN Mikro Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM
Produk & Layanan Syariah Gadai RAHN Mikro Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM
Gadai RAHN Mikro Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah
Gadai
RAHN
Mikro
Pembiayaan
Fidusia
AMANAH
Syariah
Perdagangan Emas
Perdagangan
Emas
ARRUM
ARRUM
Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM LayananLayanan PPegadaianegadaian Emas Aneka Jasa Bisnis
Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM LayananLayanan PPegadaianegadaian Emas Aneka Jasa Bisnis
Pembiayaan Fidusia AMANAH Syariah Perdagangan Emas ARRUM LayananLayanan PPegadaianegadaian Emas Aneka Jasa Bisnis
LayananLayanan PPegadaianegadaian
LayananLayanan
PPegadaianegadaian
Emas
Emas
Aneka Jasa
Aneka Jasa
Bisnis Jasa Lainnya
Bisnis Jasa
Lainnya

Produk Syariah

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

5
5

Struktur Pengelolaan Bisnis Syariah

Struktur Pengelolaan Bisnis Syariah PegadaianPegadaian Unit Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Struktur Pengelolaan Bisnis Syariah PegadaianPegadaian Unit Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Struktur Pengelolaan Bisnis Syariah PegadaianPegadaian Unit Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Struktur Pengelolaan Bisnis Syariah PegadaianPegadaian Unit Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Struktur Pengelolaan Bisnis Syariah PegadaianPegadaian Unit Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Struktur Pengelolaan Bisnis Syariah PegadaianPegadaian Unit Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis
Struktur Pengelolaan Bisnis Syariah PegadaianPegadaian Unit Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis

PegadaianPegadaian

Unit Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis Jasa Bisnis Jasa Gadai
Unit Bisnis
Bisnis
Bisnis
Bisnis
Bisnis
Bisnis
Bisnis
Bisnis
Bisnis
Bisnis Jasa
Bisnis Jasa
Gadai
Gadai
Syariah
Syariah
Fidusia
Fidusia
Emas
Emas
Lainnya
Lainnya
Perusahaan
Anak
PT Balai Lelang
PT Balai Lelang
Artha Gasia
Artha Gasia

Maksud

Bisnis Syariah dikelola oleh Strategic Business Unit Syariah :

adalah unit bisnis independen di bawah perusahaan yang memiliki misi dan tujuan pengelolaan sesuai syariat Islam, memiliki tata pengelolaan yang terpisah di bawah pengawasan dan pembinaan direksi

Tujuan

Mengembangkan usaha yang focus pada segmen syariah Mengantisipasi persaingan bisnis syariah di masa mendatang Menciptakan kemandirian pengelolaan sesuai syariah Mendukung proses spin off

6
6

Peran dan Fungsi

Peran dan Fungsi Peran 1 Mengakomordir kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi dengan akad syariah 2

Peran

1
1

Mengakomordir kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi dengan akad syariah

2
2

Memanfaatkan potensi industry keuangan syariah di Indonesia yang sangat besar

3
3

Mempertahankan posisi sebagai leader di tengah tingkat persaingan dalam industry gadai yang semakin kompetitif

Fungsi

Mengelola bisnis sesuai syariat Islam dengan tata kelola yang terpisah di bawah pengawasan Direksi dalam rangka Menumbuhkan bisnis syariah *

Sumber : RJP 2015-2019 Kepdir 250 Tahun 2013

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

7
7

Peran dan Fungsi Produk Syariah -lanjutan

Mengakomordir kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi dengan akad syariah

kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi dengan akad syariah Kewajiban umat Islam untuk bertransaksi secara syariah

Kewajiban umat Islam untuk bertransaksi secara syariah Sesuai Fatwa MUI no.1 Tahun 2004 yang sebagian point nya adalah sebagai berikut

1. Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW, yakni riba nasi ah. Dengan demikian, praktek pembungaan uang termasuk salah satu bentuk riba, dan riba haram hukumnya.

2. Praktek pembungaan tersebut hukumnya adalah haram, baik dilakukan oleh Bank,

Asuransi Pasar Modal Pegadaian Koperasi dan Lembaga Keuangan lainnya maupun dilakukan oleh individu.

,

,

,

,

4. Untuk wilayah yang sudah ada kantor/jaringan Lembaga Keuangan Syari ah dan mudah dijangkau, tidak dibolehkan melakukan transaksi yang didasarkan kepada perhitungan bunga.

5. Untuk wilayah yang belum ada kantor /jaringan Lembaga Keuangan Syariah, diperbolehkan melakukan kegiatan transaksi di lembaga keuangan konvensional berdasarkan prinsip dharurat/hajat.

Riba adalah tambahan tanpa imbalan yang terjadi karena penangguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya, dan ini disebut riba nasiah

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

8
8

Latar Belakang Produk Syariah -lanjutan

Mengakomordir kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi dengan akad syariah

kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi dengan akad syariah lainnya aman terpercaya lokasinya dekat tidak dikenakan
lainnya aman terpercaya lokasinya dekat tidak dikenakan bunga cicilan ringan Pelaksanaannya bagus Kehalalan
lainnya
aman
terpercaya
lokasinya dekat
tidak dikenakan bunga
cicilan ringan
Pelaksanaannya bagus
Kehalalan terjamin
Ada pembagian laba
Dana cepat cair
Tidak ada jaminan
Proses Mudah
Persyaratan mudah
Proses Cepat
Biaya ringan
15,2
2,2
2,2
2,2
2,2
3
3
6,1
8,7
9,5
11,7
14,3
21,2
29,9
31,2

(masyarakat butuh layanan keuangan yang )

Biayanya ringan Proses cepat Syarat mudah Proses mudah Dana cepat cair

Proses cepat Syarat mudah Proses mudah Dana cepat cair Karakteristik ini ada di dalam produk dan

Karakteristik ini ada di dalam produk dan layanan PEGADAIAN

Sumber : Studi Micro Banking Di Indonesia 2014 - MARS

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

9
9

Peran dan Fungsi Produk Syariah -lanjutan

Memanfaatkan potensi industry keuangan syariah di Indonesia

Memanfaatkan potensi industry keuangan syariah di Indonesia Proyeksi Penduduk Muslim 2015-2020 Tahun Penduduk usia

Proyeksi Penduduk Muslim 2015-2020

Tahun

Penduduk usia 15-64

Proyeksi Penduduk Muslim usia 15-64

2015

89,930,908

78,401,766

2016

91,012,784

79,344,945

2017

91,553,721

79,816,534

2018

91,824,190

80,052,329

2019

92,094,659

80,288,124

2020

91,824,190

80,052,329

Sumber : BPS

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Sumber : BPS ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 Berdasarkan sensus 2010, mayoritas propinsi di Indonesia

Berdasarkan sensus 2010, mayoritas propinsi di Indonesia memiliki prosentase penduduk muslim yang tinggi yaitu rata-rata 87,18%

Di Tahun 2015 penduduk muslim usia produktif berjumlah +- 78 juta jiwa

10
10

Latar Belakang Produk Syariah

Strategi mempertahankan posisi sebagai leader

Produk Syariah Strategi mempertahankan posisi sebagai leader Pegadaian masih menguasai industri gadai di Indonesia, Namun

Pegadaian masih menguasai industri gadai di Indonesia, Namun para pesaing mulai bertumbuh dengan sangat pesat, sehingga perlu diwaspadai

PerbandinganPerbandingan OutstandingOutstanding LoanLoan GadaiGadai PegadaianPegadaian DenganDengan KompetitorKompetitor
PerbandinganPerbandingan OutstandingOutstanding LoanLoan GadaiGadai PegadaianPegadaian DenganDengan KompetitorKompetitor (2011)(2011)
BNI Syariah; 2,1%
BRI Syariah; 5,3%
Mega; 1,0%
Danamon; 0,1%
CIMB; 0,2%
BTPN; 0,2%
BSM; 10,8%
Pegadaian Syariah;
7,9%
Pegadaian; 72,4%
Estimasi market share belum memperhitungkan pesaing Pegadaian secara tidak langsung dalam industri microfinance seperti
Koperasi, BMT, PNM, rentenir, maupun gadai perorangan dikarenakan keterbatasan data

Sumber: Mandiri Sekuritas, Annual Report masing-masing perusahaan.

Pegadaian

Pegadaian Syariah

Bank Syariah

BRI Syariah

BNI Syariah

Mega Syariah

CIMB Syariah

BTPN

Danamon Syariah

Mandiri

19,8 Triliun

2,1 Triliun

2,9 Triliun

1,4 Triliun

588 Miliar

261 Miliar

67 Miliar

49 Miliar

40 Miliar

PertumbuhanPertumbuhan OutstandingOutstanding LoanLoan GadaiGadai PegadaianPegadaian DanDan KompetitorKompetitor (Rp(Rp Juta)Juta)

 

2009

2010

2011

CAGR

Pegadaian BSM BRI Syariah BNI Syariah *Pertumbuhan dalam 2 tahun terakhir

14.194.632

18.079.061

23.576.330

29%

42.000

587.000

2.950.000

738%

19.410

656.610

1.452.000

765%

-

44.903

588.347

1210%*

Sumber: Laporan Tahunan Masing-Masing Perusahaan

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

PerbandinganPerbandingan JumlahJumlah CabangCabang

2009

2010

2011

Pegadaian

BSM

BRI Syariah

BNI Syariah

3.297

390

58

-

4.920

507

1

1

95

59

4.586

669

101

59

Sumber: Laporan Tahunan Masing-Masing Perusahaan

11
11
22 k i i Pengantar Transa s Syar a h ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015
22
22

k

i

i

Pengantar Transa s Syar a

h

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

12
12

Pengertian Syariah

Pengertian Syariah Definisi Ekonomi Islam menekankan karakter komprehensif tentang subjek dan didasarkan atas nilai moral

Definisi Ekonomi Islam menekankan karakter komprehensif tentang subjek dan didasarkan atas nilai moral EKONOMI SYARIAH yang bertujuan mengkaji kesejahteraan manusia yang dicapai melalui pengorganisasian sumber alam berdasarkan kooperasi dan partisipasi

o

Syariah secara harfiah berarti sumber mata air

o

Syariah diartikan sumber petunjuk kehidupan manusia yang berasal dari Al Quran/Hadist dan petunjuk yang diturunkan langsung kepada manusia berupa aql (pemahaman)

o

Sistem Ekonomi Syariah atau Sistem Ekonomi Islam adalah system yang merujuk kepada Al-Quran/Hadist yang memiliki kemampuan untuk mensejahterakan seluruh manusia.

Sistem Ekonomi Syariah diperlukan untuk mengatasi masalah

1
1

Tidak terciptanya kemakmuran dan keadilan social dan tidak terdistribusinya sumber daya alam secara merata

2
2

Bergesernya fungsi uang dari posisi semula yaitu sebagai alat tukar . Uang saat ini menjadi komoditas yang dapat diperjualbelikan dan menimbulkan cost of money (interest)

3
3

Proses transfer kepemilikan yang tidak didasarkan atas prinsip kerelaan (at taradlin) tanpa melalui proses jual beli, utang piutang, sewa menyewa, gadai, dsb

4
4

Kegiatan transaksi yang tidak dibangun atas dasar tolong menolong (lost profit sharing)

 

­­­Sumber : Ekonomi Syariah, Prof. DR. Juhaya S. Pradja

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

13
13

Mengapa Akad Penting

Mengapa Akad Penting Transaksi secara syariah diidentifikasi berdasarkan cara/prosesnya Transaksi bisa dikatakan sesuai
Mengapa Akad Penting Transaksi secara syariah diidentifikasi berdasarkan cara/prosesnya Transaksi bisa dikatakan sesuai

Transaksi secara syariah diidentifikasi berdasarkan cara/prosesnya

secara syariah diidentifikasi berdasarkan cara/prosesnya Transaksi bisa dikatakan sesuai syariah jika dilaksanakan

Transaksi bisa dikatakan sesuai syariah jika dilaksanakan sesuai tuntunan Islam

sesuai syariah jika dilaksanakan sesuai tuntunan Islam Agar caranya benar sesuai syariah, maka pihak yang

Agar caranya benar sesuai syariah, maka pihak yang bertransaksi harus melakukan akad sesuai asas akad syariah dan tujuannya

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

14
14

Berbeda Caranya berbeda pula hasilnya

Berbeda Caranya berbeda pula hasilnya Di suatu ruangan kerja Hanya Wati yang memiliki pena Budi sangat
Berbeda Caranya berbeda pula hasilnya Di suatu ruangan kerja Hanya Wati yang memiliki pena Budi sangat

Di suatu ruangan kerja Hanya Wati yang memiliki pena Budi sangat membutuhkan pena untuk menulis

Bagaimana caranya agar Budi bisa menulis dengan menggunakan pena milik Wati?

Lakukan peragaan sbb

1. Budi berkata kepada wati : saya pinjam pena mu akad pinjam halal pena harus dikembalikan

2. Budi berkata kepada wati : saya minta pena mu halal pena menjadi milik Budi asal Wati Ikhlas

3. Budi berkata kepada wati : saya beli pena mu akad jual beli halal pena milik Budi tapi budi harus bayar

4. Budi berkata kepada wati : saya pinjam pena mu haram jika Budi tetap mengambil tapi wati tidak ikhlas

5. Budi tidak berkata apapun kepada wati & pena dipakai budi haram sama dengan mencuri

Perhatikan Proses yang dilakukan oleh Budi berbeda Hasilnya perbuatannya sama yaitu Budi memakai pena nya Wati Namun akibat hukumnya berbeda MAKA JANGAN REMEHKAN AKAD (cara melakukan perbuatannya)

15
15

Asas-asas Akad

Asas-asas Akad Akad secara etimologis berarti Ikatan (rabbath) atau mempererat Akad berarti kontrak yang berisi antara
Asas-asas Akad Akad secara etimologis berarti Ikatan (rabbath) atau mempererat Akad berarti kontrak yang berisi antara
Asas-asas Akad Akad secara etimologis berarti Ikatan (rabbath) atau mempererat Akad berarti kontrak yang berisi antara
Asas-asas Akad Akad secara etimologis berarti Ikatan (rabbath) atau mempererat Akad berarti kontrak yang berisi antara
Asas-asas Akad Akad secara etimologis berarti Ikatan (rabbath) atau mempererat Akad berarti kontrak yang berisi antara
Asas-asas Akad Akad secara etimologis berarti Ikatan (rabbath) atau mempererat Akad berarti kontrak yang berisi antara
Asas-asas Akad Akad secara etimologis berarti Ikatan (rabbath) atau mempererat Akad berarti kontrak yang berisi antara

Akad secara etimologis berarti Ikatan (rabbath) atau mempererat Akad berarti kontrak yang berisi antara ijab dan qabul yang yang menimbulkan akibat hukum pada objek akad.

qabul yang yang menimbulkan akibat hukum pada objek akad. ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 Asas Akad

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Asas

Akad

Syariah

Kebebasan (Al Hurriyah) Kesepakaan menjadi hukum bagi para pihak Kerelaan (Al Ridho) Ditandai dengan adanya ijab qabul

Keadilan (Al Adalah)

Kesetaraan (Al Musawah) Hak dan kewajibannya jelas Kejujuran (As Shidiq)

Tertulis (Al Kitabah) Sebagaimana tercantum di QS Al Baqarah 282

16
16

Tujuh Larangan Transaksi Sesuai Syariah

Tujuh Larangan Transaksi Sesuai Syariah Dalam melakukan transaksi Syariah, tidak diperbolehkan melakukan : ­­­Divisi

Dalam melakukan transaksi Syariah, tidak diperbolehkan melakukan :

melakukan transaksi Syariah, tidak diperbolehkan melakukan : ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 M aisir

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Maisir (Spekulasi)

Aniaya (zhalim)

Gh

arar (t

id

a

k

Haram

Riba

l

je as un

d

l

i

er y ng)

Iktinaz (Penimbunan Uang)

Bathil (Tidak memenuhi rukun dan syarat)

17
17

Pembagian akad Menurut Tujuannya

Pembagian akad Menurut Tujuannya Bentuk akad banyak sekali variasi jenisnya, jika dikelompokkan menurut tujuannya akad
Pembagian akad Menurut Tujuannya Bentuk akad banyak sekali variasi jenisnya, jika dikelompokkan menurut tujuannya akad

Bentuk akad banyak sekali variasi jenisnya, jika dikelompokkan menurut tujuannya akad dibagi menjadi tabbaru (bersifat sosial) tabbaru tidak murni (bersifat sosial namun banyak digunakan dalam aktivitas bisnis) dan muawadath (pertukaran)

Dari beragam jenis akad, Pegadaian hanya menggunakan akad rahn dan ijarah saja

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

18
18

Bagaimana Sebuah Produk Syariah Dibuat ?

Bagaimana Sebuah Produk Syariah Dibuat ? Produk/Layanan Pegadaian dibuat dengan cara mengidentifikasi jenis akadnya Proses

Produk/Layanan Pegadaian dibuat dengan cara mengidentifikasi jenis akadnya Proses bisnis disesuaikan dengan akadnya

Proses Produk
Proses
Produk
proses dikatakan sesuai prinsip syariah produk dikatakan sesuai dengan prinsip syariah apabila jika akadnya
proses
dikatakan
sesuai prinsip
syariah
produk
dikatakan
sesuai dengan
prinsip syariah
apabila
jika akadnya
sesuai syariah
prosesnya
sesuai syariah
19

Akad syariah PENTING diketahui dan difahami untuk memastikan suatu Produk syariah sudah sesuai dengan kaidah syariah

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Landasan Hukum Gadai Syariah

Landasan Hukum Gadai Syariah . Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah membeli makanan dengan berhutang dari seorang Yahudi,

.

Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah membeli makanan dengan berhutang dari seorang Yahudi, dan Nabi menggadaikan sebuah baju besi kepadanya.

Yahudi, dan Nabi menggadaikan sebuah baju besi kepadanya. ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 Gadai Syariah

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Gadai Syariah yang dijalankan oleh Pegadaian disusun berdasarkan dalil yang termaktub dalam Al Quran dan Hadist, serta sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW

20
20

Konsep Akad Gadai Syariah I – AKAD RAHN

Konsep Akad Gadai Syariah I – AKAD RAHN 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn
Konsep Akad Gadai Syariah I – AKAD RAHN 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn
Konsep Akad Gadai Syariah I – AKAD RAHN 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn
Konsep Akad Gadai Syariah I – AKAD RAHN 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn
Konsep Akad Gadai Syariah I – AKAD RAHN 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn
Konsep Akad Gadai Syariah I – AKAD RAHN 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn
Konsep Akad Gadai Syariah I – AKAD RAHN 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn
Konsep Akad Gadai Syariah I – AKAD RAHN 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn
1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman
1
RAHIN
(nasabah)
mengajukan
Uang pinjaman
1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn Pinjam 100 kembalikan 100 Disertai dengan penyerahan barang

Akad Rahn

Pinjam 100 kembalikan 100 Disertai dengan penyerahan barang jaminan

2

Murtahin

(Pegadaian) Memberikan Uang Pinjaman

3 mustajir (nasabah) Menanggung biaya pemeliharaan
3
mustajir
(nasabah)
Menanggung
biaya pemeliharaan
3 mustajir (nasabah) Menanggung biaya pemeliharaan 4 Muajjir (Pegadaian) Menyimpan/ Memelihara Barang jaminan
4 Muajjir (Pegadaian) Menyimpan/ Memelihara Barang jaminan
4
Muajjir
(Pegadaian)
Menyimpan/
Memelihara
Barang jaminan
Muajjir (Pegadaian) Menyimpan/ Memelihara Barang jaminan Akad Ijarah Rahin membayar ujrah (biaya Pemeliharaan barang)

Akad Ijarah

Rahin membayar ujrah (biaya Pemeliharaan barang)

(Pegadaian) Menyimpan/ Memelihara Barang jaminan Akad Ijarah Rahin membayar ujrah (biaya Pemeliharaan barang)

Konsep Akad Gadai Syariah II yang disebut RAHN TASJILY

Konsep Akad Gadai Syariah II yang disebut RAHN TASJILY 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad
Konsep Akad Gadai Syariah II yang disebut RAHN TASJILY 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad
Konsep Akad Gadai Syariah II yang disebut RAHN TASJILY 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad
Konsep Akad Gadai Syariah II yang disebut RAHN TASJILY 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad
Konsep Akad Gadai Syariah II yang disebut RAHN TASJILY 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad
Konsep Akad Gadai Syariah II yang disebut RAHN TASJILY 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad
Konsep Akad Gadai Syariah II yang disebut RAHN TASJILY 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad
Konsep Akad Gadai Syariah II yang disebut RAHN TASJILY 1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad
1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman
1
RAHIN
(nasabah)
mengajukan
Uang pinjaman
1 RAHIN (nasabah) mengajukan Uang pinjaman Akad Rahn Pinjam 100 kembalikan 100 Disertai dengan penyerahan barang

Akad Rahn

Pinjam 100 kembalikan 100 Disertai dengan penyerahan barang jaminan

2

Murtahin

(Pegadaian) Memberikan Uang Pinjaman

3 mustajir (nasabah) Menanggung biaya pemeliharaan
3
mustajir
(nasabah)
Menanggung
biaya pemeliharaan
3 mustajir (nasabah) Menanggung biaya pemeliharaan 4 Muajjir (Pegadaian) Menyimpan/ Memelihara Bukti Kepemilikan
4 Muajjir (Pegadaian) Menyimpan/ Memelihara Bukti Kepemilikan
4
Muajjir
(Pegadaian)
Menyimpan/
Memelihara
Bukti Kepemilikan
(Pegadaian) Menyimpan/ Memelihara Bukti Kepemilikan Akad Ijarah Rahin membayar ujrah (biaya Pemeliharaan barang)

Akad Ijarah

Rahin membayar ujrah (biaya Pemeliharaan barang)

Berdasarkan Fatwa DSN MUI 68 Tahun 2008 Rahn Tasjily adalah jaminan dalam bentuk barang atas utang tetapi barang jaminan tersebut tetap dalam penguasaan (pemanfaatan) Rahin dan bukti kepemilikannya diserahkan kepada murtahin

Istilah di Produk Syariah Akad Rahn

Istilah di Produk Syariah Akad Rahn MURTAHIN RAHIN (nasabah yang menggadaikan) (pegadaian yang menerima gadai)
MURTAHIN RAHIN (nasabah yang menggadaikan) (pegadaian yang menerima gadai) MARHUN BIH (uang pinjaman) MARHUN
MURTAHIN
RAHIN
(nasabah yang
menggadaikan)
(pegadaian yang
menerima gadai)
MARHUN BIH
(uang pinjaman)
MARHUN
(barang jaminan)

Sumber : Fatwa DSN MUI no 25/2002

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

23
23

Istilah di Produk Rahn akad Ijarah

Istilah di Produk Rahn akad Ijarah MUSTAJIR MUAJJIR (Pegadaian/yang menyewakan tempat) (nasabah/penyewa) MAJUR
MUSTAJIR MUAJJIR (Pegadaian/yang menyewakan tempat) (nasabah/penyewa) MAJUR (barang yang dititipkan) UJRAH (upah
MUSTAJIR
MUAJJIR (Pegadaian/yang
menyewakan tempat)
(nasabah/penyewa)
MAJUR (barang
yang dititipkan)
UJRAH (upah
sewa)

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

24
24

Aplikasi Akad di Pegadaian

Aplikasi Akad di Pegadaian Akad Landasan Syariah Produk Rahn Fatwa DSN MUI nomor 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn

Akad

Landasan Syariah

Produk

Rahn Fatwa DSN MUI nomor 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Pegadaian Rahn Fatwa DSN MUI nomor 26/DSN-MUI/III/2002
Rahn
Fatwa DSN MUI nomor 25/DSN-MUI/III/2002
tentang Rahn
Pegadaian Rahn
Fatwa DSN MUI nomor 26/DSN-MUI/III/2002
tentan
g Rahn Emas

Rahn Tasjily

Fatwa DSN MUI nomor 68/DSN-MUI/III/2008 tentang Rahn Tasjily

Pegadaian ARRUM, Pegadaian AMANAH

Murabahah Fatwa DSN MUI nomor 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah Pegadaian Mulia
Murabahah
Fatwa DSN MUI nomor 04/DSN-MUI/IV/2000
tentang Murabahah
Pegadaian Mulia

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

25
25

Sejarah Pegadaian Syariah

Sejarah Pegadaian Syariah Merupakan diversifikasi produk dari Divisi Usaha Lain Bekerja sama dengan Bank Muamalat

Merupakan diversifikasi produk dari Divisi Usaha Lain

Bekerja sama dengan Bank Muamalat Indonesia (BMI)

Divisi Syariah dibentuk mulai tahun 2004

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

26
26
PRODUK SYARIAH - RAHN ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 27

PRODUK SYARIAH - RAHN

PRODUK SYARIAH - RAHN ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 27

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

27
27

Definisi Produk Syariah - RAHN

Definisi Produk Syariah - RAHN Pegadaian Rahn yaitu Menahan salah satu Harta milik nasabah (rahin) sebagai
Pegadaian Rahn yaitu Menahan salah satu Harta milik nasabah (rahin) sebagai barang jaminan (marhun) atas
Pegadaian Rahn yaitu Menahan salah satu Harta milik
nasabah (rahin) sebagai barang jaminan (marhun) atas
hutang/pinjaman (marhun bih) yang diterimanya.
Atau merupakan akad menahan harta milik penggadai
oleh penerima gadai sebagai jaminan atas hutang yang
diterimanya
= (SOP Pegadaian Rahn) =

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

28
28

Target Nasabah RAHN

Target Nasabah RAHN dana keperluan Target Nasabah produk rahn adalah; yang Masyarakat membutuhkan konsumtif / produktif
Target Nasabah RAHN dana keperluan Target Nasabah produk rahn adalah; yang Masyarakat membutuhkan konsumtif / produktif
Target Nasabah RAHN dana keperluan Target Nasabah produk rahn adalah; yang Masyarakat membutuhkan konsumtif / produktif

dana

keperluan

Target

Nasabah

produk

rahn adalah; yang

Masyarakat

keperluan Target Nasabah produk rahn adalah; yang Masyarakat membutuhkan konsumtif / produktif dan memiliki agunan

membutuhkan

konsumtif / produktif dan memiliki agunan

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

29
29

Ringkasan Produk Rahn

3.5.1. Produk Pegadaian Rahn

Pemberian Pinjaman dengan sistem gadai sesuai syariah
Pemberian Pinjaman dengan sistem gadai sesuai syariah
Marhun ditaksir oleh penaksir. Marhun Bih diterima oleh nasabah tunai
Marhun ditaksir
oleh penaksir.
Marhun Bih diterima
oleh nasabah tunai

Nasabah datang dengan membawa agunan (marhun)

Nasabah menyetujui besaran pinjaman dan menandatangani Surat Bukti Rahn

PERSYARATAN :

Fotokopi KTP atau kartu identitas resmi lainnya. Jaminan berupa barang bergerak. Membawa BPKB dan STNK asli (khusus kendaraan) Menandatangani Surat Bukti RAHN (SBR).

JASA GADAI BERPRINSIP SYARIAH Menggunakan akad Syariah (Rahn) 15 PROSES LAYANAN 15 MENIT min Pinjaman
JASA GADAI BERPRINSIP SYARIAH
Menggunakan akad Syariah (Rahn)
15
PROSES LAYANAN 15 MENIT
min
Pinjaman mulai Rp50.000
BARANG JAMINAN DIASURANSIKAN
Jangka waktu 4 (empat) bulan
Pinjaman bisa diangsur, perpanjang atau pelunasan sekaligus
UJROH DIHITUNG PER 10 HARI
Nasabah dikenakan Biaya Pemeliharaan Barang (ujrah)
CARA BAYAR YANG FLEKSIBEL
PENGEMBALIAN KELEBIHAN LELANG
yang dihitung per 10 hari
LAYANAN PROFESIONAL

Penggolongan Marhun Bih

Penggolongan Marhun Bih Golongan Plafon Marhun Bih A 50.000 s.d. 500.000 B1 550.000 s.d. 1.000.000 B2

Golongan

Plafon Marhun Bih

A 50.000 s.d. 500.000
A
50.000
s.d.
500.000

B1

550.000

s.d.

1.000.000

B2 1.050.000 s.d. 2.500.000
B2
1.050.000
s.d.
2.500.000

B3

2.550.000

s.d.

5.000.000

C1 5.100.000 s.d. 10.000.000
C1
5.100.000
s.d.
10.000.000

C2

10.100.000

s.d.

15.000.000

C3 15.100.000 s.d. 20.000.000
C3
15.100.000
s.d.
20.000.000

D

20.100.000

s.d.

keatas

(PERDIR No. 96/2013), Tgl. 14-10-2013

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

31
31

Prosentase Marhun Bih Terhadap Taksiran - Rahn

Prosentase Marhun Bih Terhadap Taksiran - Rahn Golongan Marhun Bih Prosentasi Marhun Bih Terhadap Taksiran Pembulatan

Golongan

Marhun Bih

Prosentasi Marhun Bih Terhadap Taksiran

Pembulatan

A 50.000 s.d. 500.000 95% 10.000
A
50.000
s.d.
500.000
95%
10.000

B1

550.000

s.d.

1.000.000

92%

50.000

B2 1.050.000 s.d. 2.500.000 92% 50.000
B2
1.050.000
s.d.
2.500.000
92%
50.000

B3

2.550.000

s.d.

5.000.000

92%

50.000

C1 5.100.000 s.d. 10.000.000 92% 100.000
C1
5.100.000
s.d.
10.000.000
92%
100.000

C2

10.100.000

s.d.

15.000.000

92%

100.000

C3 15.100.000 s.d. 20.000.000 92% 100.000
C3
15.100.000
s.d.
20.000.000
92%
100.000

D 20.100.000

s.d.

keatas

93%

100.000

(PERDIR No. 96/2013), Tgl. 14-10-2013

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

32
32

Biaya Administrasi - Rahn

Biaya Administrasi - Rahn Golongan Marhun Bih Biaya Admin A 50.000 s.d. 500.000 2.000 B1 550.000

Golongan

Marhun Bih

Biaya Admin

A 50.000 s.d. 500.000 2.000
A
50.000
s.d.
500.000
2.000

B1

550.000

s.d.

1.000.000

8.000

B2 1.050.000 s.d. 2.500.000 15.000
B2
1.050.000
s.d.
2.500.000
15.000

B3

2.550.000

s.d.

5.000.000

25.000

C1 5.100.000 s.d. 10.000.000 40.000
C1
5.100.000
s.d.
10.000.000
40.000

C2

10.100.000

s.d.

15.000.000

60.000

C3 15.100.000 s.d. 20.000.000 80.000
C3
15.100.000
s.d.
20.000.000
80.000

D

20.100.000

s.d.

keatas

100.000

(PERDIR No. 96/2013), Tgl. 14-10-2013

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

33
33

Ujrah Rahn

Ujrah Rahn Golongan Marhun Bih Tarif Ujrah per 10 hari A 50.000 s.d. 500.000 0,45% B1

Golongan

Marhun Bih

Tarif Ujrah per 10 hari

A 50.000 s.d. 500.000 0,45%
A
50.000
s.d.
500.000
0,45%

B1

550.000

s.d.

1.000.000

0,71%

B2 1.050.000 s.d. 2.500.000 0,71%
B2
1.050.000
s.d.
2.500.000
0,71%

B3

2.550.000

s.d.

5.000.000

0,71%

C1 5.100.000 s.d. 10.000.000 0,71%
C1
5.100.000
s.d.
10.000.000
0,71%

C2

10.100.000

s.d.

15.000.000

0,71%

C3 15.100.000 s.d. 20.000.000 0,71%
C3
15.100.000
s.d.
20.000.000
0,71%

D kantong

20.100.000

s.d.

keatas

0,62%

D gudang 20.100.000 s.d. keatas 0,65%
D gudang
20.100.000
s.d.
keatas
0,65%

Apabila rahin meminjam uang di bawah plafon, diberikan diskon ujrah dengan table sesuai ketentuan

(PERDIR No. 19/2015), Tgl. 12-3-2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

34
34

Ujrah diskon ujrah atas MB permintaan

Ujrah diskon ujrah atas MB permintaan 35 (PERDIR No. 19/2015), Tgl. 12-3-2015 ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan
35
35

(PERDIR No. 19/2015), Tgl. 12-3-2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Ijarah

Ijarah Ijarah Dihitung dari nilai taksiran barang Besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan Marhun tidak boleh ditentukan

Ijarah

Ijarah Ijarah Dihitung dari nilai taksiran barang Besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan Marhun tidak boleh ditentukan

Dihitung dari nilai taksiran barang

Ijarah Ijarah Dihitung dari nilai taksiran barang Besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan Marhun tidak boleh ditentukan

Besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan Marhun tidak boleh ditentukan berdasarkan jumlah pinjaman. (Fatwa DSN MUI no.25/2002)

Jasa pengelolaan marhun ini dipungut untuk sewa tempat, pengamanan dan pemeliharaan marhun milik rahin selama digadaikan, besarnya tergantung nilai taksiran dan lamanya barang disimpan atau lamanya pinjaman. (POGS Bab

IV.A.2)

Pengenaan ujrah melalui taksiran memenuhi unsur keadilan barang yang memiliki nilai tinggi memiliki risiko biaya lebih tinggi sehingga wajar jika dikenakan ujrah lebih tinggi

Diskon Ujrah tidak boleh di akadkan, diskon merupakan hadiah yang diberikan Pegadaian Kepada Rahin

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

36
36

Diskon Ijarah

Diskon Ijarah Diskon diberikan dengan mempertimbangkan berkurangnya risiko MB tidak dikembalikan bersifat kebijakan
Diskon Ijarah Diskon diberikan dengan mempertimbangkan berkurangnya risiko MB tidak dikembalikan bersifat kebijakan

Diskon diberikan dengan mempertimbangkan berkurangnya risiko MB tidak dikembalikan bersifat kebijakan internal dan tidak diperjanjikan dalam akad

Tidak diperjanjikan maksudnya adalah

Boleh disampaikan kepada rahin sebatas pemberian informasi dan diupayakan agar rahin tidak semata menghubungkan MB dengan diskon Cara memberikan informasi

o

Memasang informasi diskon

o

Penjelasan saat akad

Diskon adalah wa ad (janji untuk melakukan sesuatu oleh satu pihak) bukan akad (perjanjian syari yang menimbulkan hak dan kewajiban)

Fatwa DSN no.23/DSN-MUI/III/2002 tanggal 28 Maret 2002 tentang perihal Potongan Pelunasan dalam Murabahah Fatwa DSN no.16/DSN-MUI/IX/2000 tanggal 16 September 2000 perihal Diskon Dalam Murabahah Surat Direksi tanggal 27 November 2006

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Simulasi menentukan taksiran & MB Permintaan

Simulasi menentukan taksiran & MB Permintaan Ujrah = Taksiran x tarif ujrah x (n/10) Keterangan :

Ujrah = Taksiran x tarif ujrah x (n/10)

Keterangan:

n = waktu dalam hari dengan pembulatan 10 hari

: n = waktu dalam hari dengan pembulatan 10 hari Bpk Fulan menggadaikan cincin Dtm 18

Bpk Fulan menggadaikan cincin Dtm 18 k berat 5 gram Apabila STL adalah sebagaimana

tertera pada informasi di samping

1. Berapakah taksiran, maksimum MB dan ujrah per 10 harinya

2. Berapakah Ujrah per 10 hari jika Bpk Fulan hanya meminjam uang Rp200.000

(PERDIR No. 19/2015), Tgl. 12-3-2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

38
38

Rahn dengan Tarif Khusus

Rahn dengan Tarif Khusus Tarif terendah dibanding pesaing Berlaku hanya untuk masa tertentu Target : pelaku

Tarif terendah dibanding pesaing

Rahn dengan Tarif Khusus Tarif terendah dibanding pesaing Berlaku hanya untuk masa tertentu Target : pelaku

Berlaku hanya untuk masa tertentu

Target : pelaku usaha yg sensitive dengan tingkat ujrah pasar

Proses bisnis sama dengan rahn

Marhun Bih Rp300 jt ke atas

Plafon Marhun Bih emas 86,5% x taksiran

Plafon Marhun bih gudang 93% x taksiran

Minimun marhun bih 25% x taksiran

Biaya admin Rp100.000

­­­Perdir 68 Tahun 2014 Tentang Perlakuan Khusus pada Rahn untuk Marhun Bih Tertentu

Marhun Bih Rp300 jt Rp499,9 juta = 0,5% taksiran Marhun Bih Rp500 juta ke atas = 0,45% taksiran

Alur Proses Pemberian Pinjaman Pegadaian RAHN

Alur Proses Pemberian Pinjaman Pegadaian RAHN Rahin Penaksir Kasir Pengelola Marhun 40 Datang ke Datang ke

Rahin

Penaksir

Kasir

Pengelola Marhun

40
40
Datang ke Datang ke SBRSBR Marhun Marhun loket loket BPd BPd IsiIsi FPPFPP Siapkan Siapkan
Datang ke
Datang ke
SBRSBR
Marhun
Marhun
loket
loket
BPd
BPd
IsiIsi FPPFPP
Siapkan
Siapkan
Menaksir
Menaksir
pembayaran
pembayaran
Marhun
Marhun
Marhun
Marhun
Waad
Waad
DistribusiDistribusi
BPd
BPd
Akad
Akad
Distribusi
Distribusi
StrukStruk
Marhun
Marhun
marhun &
marhun &
BPd
BPd
SBR
SBR
SBRSBR asliasli
ArsipkanArsipkan
PengelolaanPengelolaan
MarhunMarhun
UangUang
Formulir Permintaan Pinjaman
mengisi Form KYC untuk rahin baru & perubahan data
mengisi Form FPP untuk setiap pengajuan
Penyerahan Marhun dalam proses taksiran
isi kitir FPP
Rahin menerima kitir FPP

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Formulir

Formulir Jangan lupa ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 Gunakan kitir sebagai bukti serah terima Marhun yang
Jangan lupa
Jangan lupa

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Jangan lupa ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 Gunakan kitir sebagai bukti serah terima Marhun yang
Jangan lupa ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 Gunakan kitir sebagai bukti serah terima Marhun yang
Jangan lupa ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 Gunakan kitir sebagai bukti serah terima Marhun yang

Gunakan

kitir sebagai bukti serah terima Marhun

yang sedang dalam proses penaksiran

41
41

Alur Proses Pemberian Pinjaman Pegadaian RAHN

Alur Proses Pemberian Pinjaman Pegadaian RAHN Rahin Penaksir Kasir Pengelola Marhun Datang ke Datang ke
Alur Proses Pemberian Pinjaman Pegadaian RAHN Rahin Penaksir Kasir Pengelola Marhun Datang ke Datang ke

Rahin

Penaksir

Kasir

Pengelola Marhun

Datang ke Datang ke SBRSBR Marhun Marhun loket loket BPd BPd IsiIsi FPPFPP Siapkan Siapkan
Datang ke
Datang ke
SBRSBR
Marhun
Marhun
loket
loket
BPd
BPd
IsiIsi FPPFPP
Siapkan
Siapkan
Menaksir
Menaksir
pembayaran
pembayaran
Marhun
Marhun
Marhun
Marhun
Waad
Waad
DistribusiDistribusi
BPd
BPd
Akad
Akad
Distribusi
Distribusi
StrukStruk
Marhun
Marhun
marhun &
marhun &
BPd
BPd
SBR
SBR
SBRSBR asliasli
ArsipkanArsipkan
Pengelolaan
Pengelolaan
Marhun
Marhun
UangUang
Pengelolaan Pengelolaan Marhun Marhun UangUang Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu)

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam (QS. al-Muthaffifîn/83:1-6) maka penaksir tidak boleh menambah/mengurangi taksiran

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

42
42

Menentukan STL

Menentukan STL STL ditentukan berdasarkan harga pasar pusat emas Yang berpatokan kepada harga emas dunia (Harga
Menentukan STL STL ditentukan berdasarkan harga pasar pusat emas Yang berpatokan kepada harga emas dunia (Harga
Menentukan STL STL ditentukan berdasarkan harga pasar pusat emas Yang berpatokan kepada harga emas dunia (Harga
Menentukan STL STL ditentukan berdasarkan harga pasar pusat emas Yang berpatokan kepada harga emas dunia (Harga
Menentukan STL STL ditentukan berdasarkan harga pasar pusat emas Yang berpatokan kepada harga emas dunia (Harga

STL ditentukan berdasarkan harga pasar pusat emas Yang berpatokan kepada harga emas dunia

pasar pusat emas Yang berpatokan kepada harga emas dunia (Harga rata-rata Kitco x Kurs tengah) HPP
(Harga rata-rata Kitco x Kurs tengah) HPP emas = 31.1035
(Harga rata-rata Kitco x Kurs tengah)
HPP emas =
31.1035

Kurs Tengah (Kurs Jual + Beli Bank Mandiri, BRI, BCA) : 2

STL Perhiasan

= 95% x simple moving averange HPP

STL Lantakan

= 91% x simple moving averange HPP

SMA 30 hari terdapat kenaikan dengan selisih 1,5% atau lebih dibanding STL sebelumnya

SMA 5 hari

terdapat penurunan dengan selisih 1,5% atau lebih dibanding STL sebelumnya

­­­Perdir 73 Tahun 2014 dan Perdir 28 Tahun 2015

Alur Proses Pemberian Pinjaman Pegadaian RAHN

Alur Proses Pemberian Pinjaman Pegadaian RAHN Rahin Penaksir Kasir Pengelola Marhun Datang ke Datang ke
Alur Proses Pemberian Pinjaman Pegadaian RAHN Rahin Penaksir Kasir Pengelola Marhun Datang ke Datang ke

Rahin

Penaksir

Kasir

Pengelola Marhun

Datang ke Datang ke SBRSBR Marhun Marhun loket loket BPd BPd IsiIsi FPPFPP Siapkan Siapkan
Datang ke
Datang ke
SBRSBR
Marhun
Marhun
loket
loket
BPd
BPd
IsiIsi FPPFPP
Siapkan
Siapkan
Menaksir
Menaksir
pembayaran
pembayaran
Marhun
Marhun
Marhun
Marhun
Waad
Waad
DistribusiDistribusi
BPd
BPd
Akad
Akad
Distribusi
Distribusi
StrukStruk
MarhunMarhun
marhun &
marhun &
BPdBPd
SBR
SBR
SBRSBR asliasli
ArsipkanArsipkan
Pengelolaan
Pengelolaan
Marhun
Marhun
UangUang

Sebelum melakukan akad Penaksir harus menjelaskan ketentuan akad kepada rahin agar akad tidak rusak dan tidak menimbulkan complain di kemudian hari. Proses ini dikategorikan sebagai waad

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Hal yang merusak akad (rahin tidak rela)

Ikrah (Dipaksa) Yaitu suatu transaksi yang dilakukan karena dipaksa, ditekan & diancam oleh seseorang
Ikrah (Dipaksa) Yaitu suatu transaksi yang
dilakukan karena dipaksa, ditekan &
diancam oleh seseorang

Ghalat (Kesalahan) Yaitu kesalahan pada obyek akad,

Tadlis (penipuan, curang) pengurangan obyek akad dengan jumlah yang tidak sesuai sebagaimana yang disepakati dalam
Tadlis (penipuan, curang) pengurangan
obyek akad dengan jumlah yang tidak sesuai
sebagaimana yang disepakati dalam akad

Taghrir, gharar (ketidak-jelasan)

Ghabn (overcharging/OVER PRICING) 44
Ghabn (overcharging/OVER PRICING)
44

Surat Bukti Rahn

Surat Bukti Rahn 45 ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015
45
45
Surat Bukti Rahn 45 ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Surat Bukti Rahn

Surat Bukti Rahn 46 Jangan lupa Isi kolom pemberian kuasa jika yang melakukan penebusan bukan nasabah
46
46
Jangan lupa Isi kolom pemberian kuasa jika yang melakukan penebusan bukan nasabah yang namanya tertera
Jangan lupa
Isi kolom pemberian kuasa jika
yang melakukan penebusan bukan nasabah
yang namanya tertera di SBR + copy KTP

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Surat Bukti Rahn

Surat Bukti Rahn ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 47
Surat Bukti Rahn ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 47

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

47
47

Simulasi menghitung periode akad & ujrah

Simulasi menghitung periode akad & ujrah Tabel ujrah banyak digunakan oleh CPS/UPS bahkan CPP agar rahin

Tabel ujrah banyak digunakan oleh CPS/UPS bahkan CPP agar rahin dapat dengan mudah mengetahui kewajibannya

CPP agar rahin dapat dengan mudah mengetahui kewajibannya ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 Latihan Pada

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Latihan Pada tanggal 23 September 2015, Ibu Ani menggadaikan sepuluh gelang dtm 22 karat berat 100 gram. Data STL sebagaimana gambar di atas

Buatlah table alat bantu hitung ujrah sbb

Periode Ujrah 23 September 2015 48
Periode
Ujrah
23 September 2015
48

Menyimpan Marhun

Menyimpan Marhun SBRSBR Marhun Marhun BPd BPd Siapkan Siapkan Menaksir Menaksir pembayaran pembayaran Marhun
SBRSBR Marhun Marhun BPd BPd Siapkan Siapkan Menaksir Menaksir pembayaran pembayaran Marhun Marhun Waad Waad
SBRSBR
Marhun
Marhun
BPd
BPd
Siapkan
Siapkan
Menaksir
Menaksir
pembayaran
pembayaran
Marhun
Marhun
Waad
Waad
DistribusiDistribusi
Akad
Akad
Distribusi
Distribusi
StrukStruk
Marhun
Marhun
marhun &
marhun &
BPd
BPd
SBR
SBR
ArsipkanArsipkan
Pengelolaan
Pengelolaan
Marhun
Marhun

Meskipun marhun dikuasai oleh Pegadaian, marhun masih berstatus milik rahin dan harus dijaga kondisinya. Memakai marhun milik rahin adalah pelanggaran berat

Memakai marhun milik rahin adalah pelanggaran berat Hadis Nabi riwayat al-Syafi'i, al-Daraquthni dan Ibnu
Memakai marhun milik rahin adalah pelanggaran berat Hadis Nabi riwayat al-Syafi'i, al-Daraquthni dan Ibnu

Hadis Nabi riwayat al-Syafi'i, al-Daraquthni dan Ibnu Majah "Tidak terlepas kepemilikan barang gadai dari pemilik yang menggadaikannya. Ia memperoleh manfaat dan menanggung risikonya

Pendapat mayoritas ulama:

"Mayoritas ulama (selain Ahmad, pen) berpendapat bahwa penerima gadai tidak boleh memanfaatkan barang gadai sama sekali."

Fatwa MUI no.92 Tahun 2014

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

49
49

Alur Proses Pelunasan Pegadaian RAHN

Alur Proses Pelunasan Pegadaian RAHN Rahin Kasir Pengelola Marhun Datang ke Datang ke Kitir SBR Kitir
Alur Proses Pelunasan Pegadaian RAHN Rahin Kasir Pengelola Marhun Datang ke Datang ke Kitir SBR Kitir

Rahin

Kasir

Pengelola Marhun

Datang ke Datang ke Kitir SBR Kitir SBR SBR SBR CekCek && hitunghitung loket loket
Datang ke Datang ke Kitir SBR Kitir SBR SBR SBR CekCek && hitunghitung loket loket
Datang ke Datang ke Kitir SBR Kitir SBR SBR SBR CekCek && hitunghitung loket loket
Datang ke Datang ke Kitir SBR Kitir SBR SBR SBR CekCek && hitunghitung loket loket
Datang ke Datang ke Kitir SBR Kitir SBR SBR SBR CekCek && hitunghitung loket loket
Datang ke
Datang ke
Kitir SBR
Kitir SBR
SBR
SBR
CekCek && hitunghitung
loket
loket
Struk
Struk
KTP
KTP
Proses &
Proses &
UangUang
AmbilAmbil MarhunMarhun
cetak struk
cetak struk
StrukStruk
Serahkan
Serahkan
DistribusiDistribusi
marhun
marhun
Input di sistem
Input di sistem
Badan
Badan
SBR
SBR
Arsipkan
Arsipkan
struk & kitir
struk & kitir
Marhun
Marhun
Struk
Struk
di sistem Badan Badan SBR SBR Arsipkan Arsipkan struk & kitir struk & kitir Marhun Marhun
di sistem Badan Badan SBR SBR Arsipkan Arsipkan struk & kitir struk & kitir Marhun Marhun

KEPDIR NO. 203/US.100/2006, 14-11-2006

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

50
50

Pelunasan Pinjaman ( Marhun Bih ) Rahn

Pelunasan Pinjaman ( Marhun Bih ) Rahn Pelunasan Marhun Bih bisa dilakukan kapan saja sampai batas
Pelunasan Pinjaman ( Marhun Bih ) Rahn Pelunasan Marhun Bih bisa dilakukan kapan saja sampai batas

Pelunasan Marhun Bih bisa dilakukan kapan saja sampai batas waktu maksimal 120 hari dengan melakukan :

Pelunasan sekaligus dengan membayar Marhun Bih plus ujroh.

: Pelunasan sekaligus dengan membayar Marhun Bih plus ujroh. diangsur( dicicil ) atau melunasi sebagian dengan

diangsur( dicicil ) atau melunasi sebagian dengan membayar sebagian marhun bih, ujroh dan biaya administrasi dari akad baru.

marhun bih, ujroh dan biaya administrasi dari akad baru. Memperpanjang akad yaitu memperbarui akad dengan membayar

Memperpanjang akad yaitu memperbarui akad dengan membayar ujroh dan biaya adminstrasi akad baru.

(PERDIR No. 19/2014), Tgl. 20-03-2014

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

51
51

Alur Proses Gadai Ulang Pegadaian RAHN

Alur Proses Gadai Ulang Pegadaian RAHN Rahin Kasir Pengelola Marhun Penaksir Datang ke Datang ke loket
Alur Proses Gadai Ulang Pegadaian RAHN Rahin Kasir Pengelola Marhun Penaksir Datang ke Datang ke loket

Rahin

Kasir

Pengelola Marhun

Penaksir

Datang ke Datang ke loket loket StrukStruk SBR/Struk SBR/Struk CekCek && hitunghitung KTP KTP
Datang ke
Datang ke
loket
loket
StrukStruk
SBR/Struk
SBR/Struk
CekCek && hitunghitung
KTP
KTP
SBR/Struk CekCek && hitunghitung KTP KTP Proses & Proses & cetak struk cetak struk
SBR/Struk CekCek && hitunghitung KTP KTP Proses & Proses & cetak struk cetak struk

Proses &

Proses &

cetak struk

cetak struk

KTP Proses & Proses & cetak struk cetak struk DistribusiDistribusi UangUang StrukStruk Ambil Ambil

DistribusiDistribusi

& cetak struk cetak struk DistribusiDistribusi UangUang StrukStruk Ambil Ambil Marhun Marhun
& cetak struk cetak struk DistribusiDistribusi UangUang StrukStruk Ambil Ambil Marhun Marhun
UangUang
UangUang
StrukStruk
StrukStruk

Ambil

Ambil

Marhun

Marhun

MarhunMarhun TaksirTaksir UlangUlang Serahkan Serahkan marhun marhun
MarhunMarhun
TaksirTaksir UlangUlang
Serahkan
Serahkan
marhun
marhun
Serahkan Serahkan marhun marhun Simpan Simpan Marhun Marhun
Serahkan
Serahkan
marhun
marhun
Simpan
Simpan
Marhun
Marhun

KEPDIR NO. 203/US.100/2006, 14-11-2006

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

52
52

Pembayaran

Pembayaran Opini DPS Pegadaian tanggal 24 Maret 2015 a. Jika nasabah tidak mampu bayar, dapat ditunggu

Opini DPS Pegadaian tanggal 24 Maret 2015

a. Jika nasabah tidak mampu bayar, dapat ditunggu sampai mampu sesuai dengan komitmen dan kesungguhan untuk membayar. Jika kemapuan nasabah terbatas untuk membayarnya maka yang didahulukan adalah

1. Hutang pokok

2. Ujrah

3. Denda

b. Setiap perubahan perjanjian atau perpanjangan, harus tertera dalam akad pertama yang tercetak dalam SBR , selanjutnya biaya dan kewajiban pada akad berikutnya, harus tercantum dengan jelas dan disetujui oleh kedua belah pihak

c. Ulang rahn, cicil, minta tambah tidak perlu cetak SBR, cukup melampirkan struk namun nasabah diberikan penjelasan terlebih dahulu

Fatwa MUI no.92 Tahun 2014

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

53
53

Simulasi Pelunasan & Cicil

Simulasi Pelunasan & Cicil Pada tanggal 23 September 2015, Ibu Ani menggadaikan sepuluh gelang dtm 22

Pada tanggal 23 September 2015, Ibu Ani menggadaikan sepuluh gelang dtm 22 karat berat 100 gram. Data STL sebagaimana gambar di atas

1. Berapakah nilai taksirannya?

2. Berapakah jumlah uang pinjaman maksimum ?

3. Berapakah biaya administrasi yang harus dipungut?

4. Berapakah uang yang harus dibayar jika ditebus pada tanggal 12 Desember 2015

5. Berapakan uang yang dibayar Ibu Ani Jika Ibu Ani mengangsur 10 juta pada tanggal 6 November 2015, uang 10 juta belum termasuk ujrah dan admin

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

54
54

Proses Lelang Pegadaian RAHN

Proses Lelang Pegadaian RAHN Penjualan Marhun Fatwa MUI nomor 25 Tahun 2002 1. Apabila jatuh tempo,

Penjualan Marhun Fatwa MUI nomor 25 Tahun 2002

1. Apabila jatuh tempo, Murtahin harus memperingatkan Rahin untuk segera melunasi utangnya.

harus memperingatkan Rahin untuk segera melunasi utangnya. Fatwa MUI no.25 Tahun 2002 ­­­Divisi Pendidikan dan

Fatwa MUI no.25 Tahun 2002

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

2. Apabila Rahin tetap tidak dapat melunasi utangnya, maka Marhun dijual paksa/dieksekusi melalui lelang sesuai syariah.

3. Hasil penjualan Marhun digunakan untuk melunasi utang, biaya pemeliharaan dan penyimpanan yang belum dibayar serta biaya penjualan.

4. Kelebihan hasil penjualan menjadi milik Rahin dan kekurangannya menjadi kewajiban Rahin.

55
55

Ketentuan Lelang Pegadaian RAHN

Ketentuan Lelang Pegadaian RAHN 1. Dilakukan apabila pinjaman sudah berstatus MBDPL (Marhun Bih Dalam Proses Lelang)

1. Dilakukan apabila pinjaman sudah berstatus MBDPL (Marhun Bih Dalam Proses Lelang)

2. MB DPL adalah pinjaman Pegadian Rahn yang telah jatuh tempo dan sudah dilakukan perubahan status pinjaman sehingga beralih menjadi pinjaman dengan kolektibilitas DPK, KL dan M

3. Perubahan status MB aktif menjadi MB DPL disebut cutoff

4. Penjualan MDPL yang dilakukan di muka umum

5. dengan cara penawaran lisan dan/atau tertulis

6. dengan harga penawaran yang meningkat dan menurun untuk mencapai harga tertinggi

7. yang didahului dengan informasi atau pengumuman kepada masyarakat umum

PERDIR No. 33 Tahun 2014, PERDIR No.45 Tahun 2015 PERDIR No. 19 TAHUN 2014,

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

56
56

Ketentuan Lelang Pegadaian RAHN

Ketentuan Lelang Pegadaian RAHN Jadwal Lelang Rahn 1. HML = MB + Ujrah + BLL +

Jadwal Lelang Rahn

Ketentuan Lelang Pegadaian RAHN Jadwal Lelang Rahn 1. HML = MB + Ujrah + BLL +
1. HML = MB + Ujrah + BLL + (0,45% x taks)/15 hr 2. Rahin
1. HML = MB + Ujrah + BLL + (0,45% x taks)/15 hr
2. Rahin boleh membeli MB DPL dengan menyerahkan SBR asli dan menunjukkan
KTP dan membayar kewajiban sebesar MB + Ujrah + Biaya Pemeliharaan MBDPL
3. Biaya pemeliharaan per 15 hari = 0,65% x taksiran (maksimum 1,95%)

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

PERDIR No. 33 Tahun 2014, PERDIR No.45 Tahun 2015 PERDIR No. 19 TAHUN 2014,

57
57

Simulasi Lelang

Simulasi Lelang Pada tanggal 23 September 2015, Ibu Ani menggadaikan sepuluh gelang dtm 22 karat berat

Pada tanggal 23 September 2015, Ibu Ani menggadaikan sepuluh gelang dtm 22 karat berat 100 gram. Data STL sebagaimana gambar di atas

1. Tentukan tanggal Jatuh Tempo Pinjaman

2. Tentukan tanggal Jatuh Tempo Periode Pinjaman

3. Tentukan tanggal Cut off

4. Jika HDLE saat lelang sama dengan HDLE tanggal 23 September 2015, gelang tersebut harus dilelang seharga berapa?

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

58
58
PRODUK SYARIAH - AMANAH ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 59

PRODUK SYARIAH - AMANAH

PRODUK SYARIAH - AMANAH ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 59

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

59
59

1.1.1 Latar Belakang Pegadaian AMANAH

1.1.1 Latar Belakang Pegadaian AMANAH 1 Kendaraan bermotor sudah bukan lagi barang mewah, namun sudah menjadi
1
1

Kendaraan bermotor sudah bukan lagi barang mewah, namun sudah menjadi kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat

2
2

Keinginan masyarakat akan pembiayaan dengan skim Syariah

3
3

Semakin meningkatknya jumlah kendaraan bermotor.

4
4

Pangsa pasar pembiayaan pemilikan kendaraan bermotor luas dan terus bertumbuh.

PERDIR No. 51 Tahun 2013, 07 Mei 2013 dan PERDIR NO. 36 Tahun 2015 tgl. 28-04-2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

60
60

1.1.2 Pengertian

1.1.2 Pengertian Skim pemberian pinjaman kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap (karyawan) dan pengusaha mikro, guna
1.1.2 Pengertian Skim pemberian pinjaman kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap (karyawan) dan pengusaha mikro, guna
1.1.2 Pengertian Skim pemberian pinjaman kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap (karyawan) dan pengusaha mikro, guna

Skim pemberian pinjaman kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap (karyawan) dan pengusaha mikro, guna kepemilikan kendaraan bermotor .

dan pengusaha mikro, guna kepemilikan kendaraan bermotor . Kendaraan bermotor : kendaraan bermotor roda dua (sepeda

Kendaraan bermotor : kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor) dan kendaraan roda empat, baru atau bekas, dengan berbagai jenis termasuk pick up, namun tidak termasuk jenis truck dan mobil angkutan umum.

namun tidak termasuk jenis truck dan mobil angkutan umum. PERDIR No. 51 Tahun 2013, 07 Mei

PERDIR No. 51 Tahun 2013, 07 Mei 2013 dan PERDIR NO. 36 Tahun 2015 tgl. 28-04-2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

61
61

4.1.1 Target Nasabah AMANAH

4.1.1 Target Nasabah AMANAH Target Nasabah produk Amanah adalah; masyarakat yang berpenghasilan tetap (karyawan) dan
4.1.1 Target Nasabah AMANAH Target Nasabah produk Amanah adalah; masyarakat yang berpenghasilan tetap (karyawan) dan
4.1.1 Target Nasabah AMANAH Target Nasabah produk Amanah adalah; masyarakat yang berpenghasilan tetap (karyawan) dan
4.1.1 Target Nasabah AMANAH Target Nasabah produk Amanah adalah; masyarakat yang berpenghasilan tetap (karyawan) dan

Target

Nasabah

produk Amanah adalah;

masyarakat yang berpenghasilan tetap (karyawan) dan Pengusaha Mikro guna kepemilikan kendaraan bermotor .

tetap (karyawan) dan Pengusaha Mikro guna kepemilikan kendaraan bermotor . 62 ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015
62
62

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

3.1 Landasan Syariah Pegadaian AMANAH

3.1 Landasan Syariah Pegadaian AMANAH Landasan Qur an dan Hadist : Al-baqarah (2) : 280, 283

Landasan Qur an dan Hadist : an dan Hadist :

Al-baqarah (2) : 280, 283 Al-Maidah (5) : 1

Annisa (4) Hadist-hadist

: 29

Landasan Operasional283 Al-Maidah (5) : 1 Annisa (4) Hadist-hadist : 29 PERDIR No. 36 Tahun 2015 Tentang

PERDIR No. 36 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Teknis Amanah

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

2
2

Landasan Fatwa

Fatwa No. 68/DSN.MUI/III/2008 Tentang RAHN TASJILY Fatwa No. 92/DSN.MUI/IV/2014 Tentang Pembiayaan yang disertai RAHN

No. 68/DSN.MUI/III/2008 Tentang RAHN TASJILY Fatwa No. 92/DSN.MUI/IV/2014 Tentang Pembiayaan yang disertai RAHN 63
No. 68/DSN.MUI/III/2008 Tentang RAHN TASJILY Fatwa No. 92/DSN.MUI/IV/2014 Tentang Pembiayaan yang disertai RAHN 63
No. 68/DSN.MUI/III/2008 Tentang RAHN TASJILY Fatwa No. 92/DSN.MUI/IV/2014 Tentang Pembiayaan yang disertai RAHN 63
63
63

Prinsip Penyaluran

Prinsip Penyaluran 1. Hanya diperuntukan guna pembelian kendaraan dari showroom yang telah bekerja sama/ dipilih sendiri

1. Hanya diperuntukan guna pembelian kendaraan dari showroom yang telah bekerja sama/ dipilih sendiri atau perorangan

2. Dapat diberikan untuk pembelian kendaraan baru/ bekas

3. Pola pengikatan fidusia

4. Pinjaman diberikan melalui analisis & uji kelayakan

5. Dipasarkan & dijual di seluruh outlet CPS/ UPS, penyimpanan & administrasinya dilaksanakan di outlet yg memiliki fungsi/ tempat simpanan

6. Dapat dilakukan chanelling

7. Pelaksana AMANAH adalah tim mikro, asmen mikro, Deputi dan Pinwil

8. Menggunakan akad Rah Tasjily

9. Pembayaran dilakukan secara angsuran

prinsip penyaluran

Karyawan tetap

BUMN/BUMD

PNS

Karyawan tetap perusahaan swasta

Pengusaha Mikro

Karyawan tetap

Pegadaian

tetap BUMN/BUMD PNS Karyawan tetap perusahaan swasta Pengusaha Mikro Karyawan tetap Pegadaian siapa target pasarnya ?

siapa target pasarnya ?

Persyaratan AMANAH

Persyaratan AMANAH Pegawai Tetap Pengusaha Persyaratan Rahin Eksternal Internal Mikro Karyawan tetap Masa Kerja
Pegawai Tetap Pengusaha Persyaratan Rahin Eksternal Internal Mikro Karyawan tetap Masa Kerja minimal 2 tahun
Pegawai Tetap
Pengusaha
Persyaratan Rahin
Eksternal
Internal
Mikro
Karyawan tetap Masa Kerja minimal 2 tahun
-
-
Usia minimal 21 tahun, sisa masa kerja 1 thn sebelum
pensiun
-
Usia saat jatuh tempo Maksimal 70 tahun
Kendaraan digunakan di wilayah pemohon
-
Memiliki usaha produktif yg sah & berjalan min. 1 tahun
-
-
Memiliki Tempat Tinggal tetap
-
-
Dokumen
Copy KTP
Copy KK
-
Copy name tag
-
Copy SK pengangkatan sebagai pegawai tetap + legalisir
-
Copy NPWP (Khusus UP di atas Rp 50 juta)
-
-
Asli slip gaji + legalisir 2 bulan terakhir
-
-
Copy Surat Keterangan Usaha
-
-
Copy Rekening Tagihan Telepon/ listrik/ PBB terakhir
-
-
Formulir yang diisi
Formulir Aplikasi (Form Amanah 1)
Formulir Persetujuan Suami/Istri (Form Amanah 14)
-
Surat Keterangan sebagai Karyawan (Form Amanah 9)
-
-
Kuasa Potong gaji (Form Amanah 10)
(HANYA JIKA via bendahara)
-

Persyaratan Perusahaan tempat Rahin Bekerja

BUMN, BUMD, Instansi Pemerintah dan Swasta;
BUMN, BUMD, Instansi Pemerintah dan Swasta;

Khusus perusahaan swasta, telah memiliki surat izin usaha yang resmi dan masih berproduksi;

Usaha yang legal, tidak menjalankan usaha-usaha yang dilarang oleh Pemerintah;
Usaha yang legal, tidak menjalankan usaha-usaha yang
dilarang oleh Pemerintah;

Perusahaan minimal telah 5 tahun menjalankan usahanya

Laporan keuangan perusahaan 2 (dua) tahun terakhir menunjukkan adanya laba dan pertumbuhan usaha yang produktif
Laporan keuangan perusahaan 2 (dua) tahun terakhir
menunjukkan adanya laba dan pertumbuhan usaha
yang produktif

Turn over karyawan dalam kondisi wajar, dimana turn over karyawan tidak menunjukkan kecenderungan perusahaan melakukan rasionalisasi (PHK massal lebih dari 10 orang dalam 1 bulan)

karyawan tidak menunjukkan kecenderungan perusahaan melakukan rasionalisasi (PHK massal lebih dari 10 orang dalam 1 bulan)

Syarat Kendaraan yang dijaminkan ?

Syarat Kendaraan yang dijaminkan ? Mobil/ Motor PLAT HITAM yang pemegang merknya berasal dari negara Jepang,
Mobil/ Motor PLAT HITAM yang pemegang merknya berasal dari negara Jepang, Amerika, Eropa, Korea, Malaysia
Mobil/ Motor PLAT HITAM yang pemegang merknya berasal dari negara
Jepang, Amerika, Eropa, Korea, Malaysia & India

No Polisi harus satu wilayah dengan outlet penyelenggara (kecuali rahin Internal)

Kondisi kendaraan masih lengkap dan standar
Kondisi kendaraan masih lengkap dan standar

Mobil : Usia + akad = 10 tahun

Motor : Usia + akad = 6 tahun
Motor : Usia + akad = 6 tahun

Jangka waktu akad mobil 60 bulan dengan pilihan akad 3, 6, 12, 18, 24, 36, 48, 60 bulan Jangka waktu akadmotor 36 bulan dengan pilihan akad 3, 6, 12, 18, 24, 36 bulan

Nama di BPKB bisa atas nama pemohon, suami/istri, ayah, ibu, anak Rahin yang mengajukan pembiayaan
Nama di BPKB bisa atas nama pemohon, suami/istri, ayah, ibu, anak
Rahin yang mengajukan pembiayaan AMANAH dengan marhun kendaraan seken, dianjurkan
untuk segera dibaliknamakan

Pengelola AMANAH

Pengelola AMANAH Rahin Mengajukan Pinjaman Penyelenggara (CPS/UPS) Penjual Admin Pelaksana Pemutus UP Analisis
Rahin Mengajukan Pinjaman
Rahin
Mengajukan Pinjaman
Penyelenggara (CPS/UPS) Penjual Admin
Penyelenggara (CPS/UPS)
Penjual
Admin
Pelaksana Pemutus UP Analisis
Pelaksana
Pemutus UP
Analisis

Penyelenggara AMANAH

Seluruh CPS & UPS adalah penyelenggara

Outlet Penjual

Outlet Admin

-
-

Terdapat fungsi penyimpan dan tempat penyimpanan marhun Pelaksana kegiatan pemasaran, penjualan dan penagihan Tempat pembayaran angsuran dan/atau pelunasan Tempat penandatanganan akad dan pencairan Tempat Penyimpanan berkas dan marhun ARRUM Tempat administrasi marhun

Tempat penandatanganan akad dan pencairan Tempat Penyimpanan berkas dan marhun ARRUM Tempat administrasi marhun - -

-
-

-

Pengelola AMANAH

Pengelola AMANAH Rahin Mengajukan Pinjaman Penyelenggara (CPS/UPS) Penjual Admin Pelaksana Pemutus UP Analisis
Rahin Mengajukan Pinjaman
Rahin
Mengajukan Pinjaman
Penyelenggara (CPS/UPS) Penjual Admin
Penyelenggara (CPS/UPS)
Penjual
Admin
Pelaksana Pemutus UP Analisis
Pelaksana
Pemutus UP
Analisis

Pelaksana AMANAH

adalah

Fungsi

Tim Mikro (berkedudukan di Deputi)
Tim Mikro (berkedudukan di Deputi)

- Analis kredit

- Petugas Administrasi Mikro
- Petugas Administrasi Mikro

Asmen Mikro (berkedudukan di Deputi)

Analisis Administrasi Pemutus Pinjaman
Analisis
Administrasi
Pemutus Pinjaman
Deputi Pinwil Bidang Bisnis
Deputi Pinwil Bidang Bisnis

Pemimpin Wilayah

Batas Marhun Bih - AMANAH

Batas Marhun Bih - AMANAH Menentukan Batas Pinjaman   1. Berdasarkan Taksiran : UP = Taksiran

Menentukan Batas Pinjaman

 

1. Berdasarkan Taksiran :

UP = Taksiran Uang Muka*

* Uang muka mobil 25% Uang muka motor 20%

2. Berdasarkan Repayment Capacity

Penghasilan bersih dibagi angsuran = minimal 1,5

Sisa Penghasilan bersih minimal sebesar UMR

Batas Pinjaman

 

Minimum Rp 5.000.000,-

Maksimum Rp450.000.000,-

PERDIR No. 36 Tahun 2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

69
69

Simulasi Menentukan Marhun Bih AMANAH

Simulasi Menentukan Marhun Bih AMANAH Bpk Fulan PNS yang gaji bersihnya Rp2.000.000 ingin membeli sepeda motor

Bpk Fulan PNS yang gaji bersihnya Rp2.000.000 ingin membeli sepeda motor seharga Rp20.000.000

Jika dihitung berdasar taksiran, Bpk Fulan bisa memperoleh UP sbb

UP

= Rp20.000.000 (20% x Rp20.000.000)

= Rp20.000.000 Rp4.000.000

= Rp16.000.000

Jika dihitung berdasar RPC, Bpk Fulan bisa memperoleh UP sbb

UP

dihitung berdasar RPC, Bpk Fulan bisa memperoleh UP sbb UP PERDIR No. 36 Tahun 2015 ­­­Divisi

PERDIR No. 36 Tahun 2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

= (Ph bersih : 1,5) (1 : tenor) + 0,01

= (Rp2.000.000 : 1,5) : [ (1/12) + 0,01 ]

= Rp14.285.714

= (Rp2.000.000 : 1,5) : [ (1/24) + 0,01 ]

= Rp25.806.452

] = Rp14.285.714 = (Rp2.000.000 : 1,5) : [ (1/ 24 ) + 0,01 ] =

Opsi apa yang ditawarkan kepada Bpk Fulan

70
70

Batas Pemutus Pinjaman - AMANAH

Batas Pemutus Pinjaman - AMANAH KPP Asmen Mikro Minimum 5 juta, maksimum 25 juta KPP Deputy

KPP Asmen Mikro

Minimum 5 juta, maksimum 25 juta

KPP Deputy Pimwil

Minimum 25,1 juta, maksimum 50 juta

KPP Pimwil

Minimum 50,1 juta, maksimum 450 juta

Penandatanganan Akad dilakukan oleh PINCA

PERDIR No. 36 Tahun 2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

71
71

Biaya-Biaya Yang di Bayar RAHIN

Biaya-Biaya Yang di Bayar RAHIN Imbal Jasa Kafalah Bea admin Asuransi Kendaraan (TLO) NOTARIS Blokir Uang
Imbal Jasa Kafalah Bea admin Asuransi Kendaraan (TLO) NOTARIS Blokir Uang Muka Mu nah

Imbal Jasa Kafalah

Bea admin

Asuransi Kendaraan (TLO)

NOTARIS

Blokir

Uang Muka

Mu nah

Diskon Mu nah

Sesuai Tarif addendum Jamkrindo
Sesuai Tarif addendum Jamkrindo
Motor Rp70.000, Mobil Rp 200.000
Motor Rp70.000, Mobil Rp 200.000
Sesuai dengan tarif bawah OJK/PKS dengan Jasindo dan Ramayana Sesuai tarif di masing-masing daerah
Sesuai dengan tarif bawah OJK/PKS dengan Jasindo
dan Ramayana
Sesuai tarif di masing-masing daerah
Sesuai tarif di masing-masing daerah
Sesuai tarif di masing-masing daerah
di masing-masing daerah Sesuai tarif di masing-masing daerah 20% (motor) sesuai dengan ketentuan OJK 25% (mobil)
20% (motor) sesuai dengan ketentuan OJK 25% (mobil) sesuai dengan ketentuan OJK 0,8 % x
20% (motor) sesuai dengan ketentuan OJK
25% (mobil) sesuai dengan ketentuan OJK
0,8 % x taksiran
25% (mobil) sesuai dengan ketentuan OJK 0,8 % x taksiran Diberikan diskon mu nah kepada rahin
Diberikan diskon mu nah kepada rahin yang melakukan pelunasan sekaligus
Diberikan diskon mu nah kepada rahin yang
melakukan pelunasan sekaligus

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

72
72

Biaya-Biaya Yang di Bayar RAHIN -IJK

Biaya-Biaya Yang di Bayar RAHIN -IJK Jangka waktu Tarif IJK Minimal IJK 12 0,84% 18 0,90%

Jangka waktu

Tarif IJK

Minimal IJK

12 0,84%
12
0,84%

18

0,90%

24 1,14%
24
1,14%

36

1,38%

48 1,92%
48
1,92%

60

2,16%

Rp30.000
Rp30.000

Tata cara memperoleh penjaminan pinjaman

1. Mengajukan permohonan ke PT Jamkrindo paling lambat tgl 15 pada bulan berikutnya setelah akad

2. Mengisi formulir daftar nominative

3. Membuat surat pernyataan

4. Mengirim copy transfer pembayaran IJK

5. Jamkrindo akan menerbitkan sertifikat Kafalah selambatnya 15 hari setelah dokumen diterima

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

73
73

Biaya-Biaya Yang di Bayar RAHIN Asuransi Kendaraan

Biaya-Biaya Yang di Bayar RAHIN Asuransi Kendaraan   PERTANGGUNGAN TOTAL LOSS ONLY   Jenis kendaraan Non
 

PERTANGGUNGAN TOTAL LOSS ONLY

 

Jenis kendaraan Non Bus dan Non Truck

     
   

WILAYAH 1

WILAYAH 2

WILAYAH 3

KATEGORI

HP

MIN

MIN

MIN

1

0 s/d 125.000.000

0.47%

0.65%

0.36%

2

> 125.000.000 s/d 200.000.000

0.44%

0.44%

0.31%

3

> 200.000.000 s/d 400.000.000

0.29%

0.29%

0.29%

4

> 400.000.000 s/d 800.000.000

0.25%

0.25%

0.25%

5

> 800.000.000

0.20%

0.20%

0.20%

Jenis kendaraan Bus, Truck dan Pick UP

     
   

WILAYAH 1

WILAYAH 2

WILAYAH 3

KATEGORI

HP

MIN

MIN

MIN

6

Truck dan Pick Up (Semua HP)

0.53%

1.05%

0.49%

7

Bus (Semua HP)

0.18%

0.18%

0.18%

Jenis kendaraan Roda Dua

     
   

WILAYAH 1

WILAYAH 2

WILAYAH 3

KATEGORI

HP

MIN

MIN

MIN

8

(Semua HP)

0.76%

1.80%

0.67%

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

 

PERTANGGUNGAN COMPREHENSIVE

 

Jenis kendaraan Non Bus dan Non Truck

     

KATEGORI

HP

WILAYAH 1

WILAYAH 2

WILAYAH 3

1

0 s/d 125.000.000

3.82%

3.44%

2.53%

2

> 125.000.000 s/d 200.000.000

2.67%

2.47%

2.07%

3

> 200.000.000 s/d 400.000.000

1.71%

1.71%

1.40%

4

> 400.000.000 s/d 800.000.000

1.20%

1.20%

1.20%

5

> 800.000.000

1.05%

1.05%

1.05%

Jenis kendaraan Bus, Truck dan Pick UP

     

KATEGORI

HP

WILAYAH 1

WILAYAH 2

WILAYAH 3

6

Truck dan Pick Up (Semua HP)

1.33%

1.33%

1.33%

7

Bus (Semua HP)

0.71%

0.71%

0.71%

Jenis kendaraan Roda Dua

     

KATEGORI

HP

WILAYAH 1

WILAYAH 2

WILAYAH 3

8

(Semua HP)

2.11%

2.11%

2.11%

WIL1 = Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya WIL2 = DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten WIL3 = Selain Wilayah 1 dan Wilayah 2

74
74

Penjelasan Proses Pemberian Pinjaman AMANAH

Penjelasan Proses Pemberian Pinjaman AMANAH ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 75

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

75
75

Penjelasan Proses Pemberian Pinjaman AMANAH

Penjelasan Proses Pemberian Pinjaman AMANAH ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 76

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

76
76

Penjelasan Proses Pemberian Pinjaman AMANAH

Penjelasan Proses Pemberian Pinjaman AMANAH Scoring ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 77
Penjelasan Proses Pemberian Pinjaman AMANAH Scoring ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 77

Scoring

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

77
77

Scoring

Scoring Proses pengambilan keputusan pembiayaan AMANAH menggunakan pola penskoran dilakukan dengan mengevaluasi faktor-

Proses pengambilan keputusan pembiayaan AMANAH menggunakan pola penskoran

dilakukan dengan mengevaluasi faktor- faktor utama dalam “kemampuan membayar Rahin” yang memiliki pengaruh yang signifikan atas kegagalan dalam pengembalian pembiayaan.

Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi Aspek Keuangan Aspek Non Keuangan

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

Urutan skor penilaian yang digunakan dalam mengevaluasi aspek dan kriteria-kriteria

Skor

Tingkat Risiko

1 Sangat Baik
1 Sangat Baik

2 Baik

3 Cukup Baik
3 Cukup Baik

4 Tidak Baik

78
78

Scoring Amanah Bobot Skoring

Scoring Amanah Bobot Skoring •Masing-masing skor diberikan bobot •Nilai bobot kewenangan MR untuk menentukan

•Masing-masing skor diberikan bobot •Nilai bobot kewenangan MR untuk menentukan •Minimal skor adalah 11 •Maksimal skor adalah 39

Rating

Total Skor

Tingkat Risiko

Keputusan

1

20

Risiko Rendah

Layak/tidaknya diputuskan Asmen

2

32 s.d. > 20

Risiko bisa diterima

Layak/tidaknya diputuskan Deputi

3

> 32

Risiko tinggi

Layak/tidaknya diputuskan Kanwil

Scoring

Scoring     Standar Penilaian (Pertanyaan)       Faktor Penilaian 1 2 3 4
   

Standar Penilaian (Pertanyaan)

     

Faktor Penilaian

1

2

3

4

Sangat Baik

Baik

Cukup

Tidak Baik

Bobot

Skor

Penghasilan bersih dibagi angsuran

RPC > 3 kali

2 < RPC 3

1.5 < RPC 2

s.d. 1.5

2

 

Reputasi Calon

Gaya hidup sederhana dan tidak mempunyai permasalahan yang dapat mempengaruhi angsuran

Gaya hidup sederhana dan mempunyai sedikit permasalahan yang dapat mempengaruhi angsuran

 

Gaya hidup mewah di luar kemampuan calon rahin dan mempunyai permasalahan yang dapat mempengaruhi angsuran

   

Rahin

Informasi tidak ada karena rahin baru

2

 

Tidak pernah terlambat membayar ijaroh/ angsuran

Pernah terlambat

Sering Menunggak/ terlambat membayar ijaroh/ angsuran

Pernah barang jaminan terlelang/tereksekusi

   

Rekam jejak Calon Rahin

membayar ijaroh/

1

angsuran

Status Tempat

 

Milik orang tua/ mertua/ keluarga

       

Tinggal

Milik Sendiri

Sewa Kontrak

2

Lamanya bekerja

> 10 tahun

7 < masakerja 10

4 < masa kerja 7

s.d. 4 tahun

1

 
       

5 < usia kendaraan

   

Usia Kendaraan

0 tahun

1 < usia kendaraan 3

3 < usia kendaraan 5

10

1

Kondisi Kendaraan

100%

90% kondisi < 100%

80% usia kendaraan <

usia kendaraan <

1

 

90%

80%

merk kendaraan

Jepang

Korea

Eropa & Amerika

Malaysia & India

1

 

Hasil Scoring dituangkan ke dalam SKP

Hasil Scoring dituangkan ke dalam SKP PERDIR No. 36 Tahun 2015 ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015
PERDIR No. 36 Tahun 2015
PERDIR No. 36 Tahun 2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

81
81

Simulasi Analisa Kelayakan AMANAH

Simulasi Analisa Kelayakan AMANAH Bpk Fulan Foto Survey sebagaimana terlihat di samping PNS dengan masa kerja

Bpk Fulan Foto Survey sebagaimana terlihat di samping PNS dengan masa kerja 20 tahun Status K-5 Istri berjualan nasi uduk

Rumah KPR Bank Syariah 15 tahun, baru akad 6 bulan Pernah gadai Rp500.000 & Marhunnya terlelang Penghasilan per bulan

Gaji kotor

Rp 7.000.000

Pengeluaran

Rp 6.000.000

Hasil Warung

Rp 1.000.000

Pengeluaran Rp 6.000.000 Hasil Warung Rp 1.000.000 Mengajukan pinjaman AMANAH untuk membeli sepeda motor Yamaha

Mengajukan pinjaman AMANAH untuk membeli sepeda motor Yamaha Vixion baru Saudara diminta menilai hasil survey berdasarkan data di atas dan menentukan scorenya Hitung Pinjaman yang layak diberikan kepada Bpk Fulan

PERDIR No. 36 Tahun 2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

82
82

Simulasi Pemberian Pinjaman AMANAH

Simulasi Pemberian Pinjaman AMANAH Bpk Fulan akhirnya memutuskan membeli vario baru seharga Rp15.000.000 dan mengajukan

Bpk Fulan akhirnya memutuskan membeli vario baru seharga Rp15.000.000 dan mengajukan AMANAH tenor 1 tahun dengan Pinjaman Rp10.000.000

1. Berapa Uang Muka pembelian kendaraannya

2. Berapa IJK nya

3. Berapa Premi Asuransi Kendaraan TLO nya (abaikan biaya administrasi TLO)

4. Berapa biaya administrasinya

5. Isilah Formulir pengajuan IJK dan SPPA

administrasinya 5. Isilah Formulir pengajuan IJK dan SPPA PERDIR No. 36 Tahun 2015 ­­­Divisi Pendidikan dan

PERDIR No. 36 Tahun 2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

83
83

Cara Pembayaran Angsuran - AMANAH

Cara Pembayaran Angsuran - AMANAH Tempat bayar : Diseluruh Outlet Pegadaian Syariah (CPS) Batas akhir angsuran

Tempat bayar : Diseluruh Outlet Pegadaian Syariah (CPS)

Batas akhir angsuran setiap bulan adalah sama dengan tanggal akad

Besarnya Ta widh = (4% x angsuran x n) : 30

Angsuran lebih cepat diterima tanpa mengurangi angsuran

Pelunasan Dipercepat ada diskon ujrah

Macet : mekanisme pelunasan sekaligus + denda

PERDIR No. 36 Tahun 2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

84
84

Eksekusi AMANAH

Eksekusi AMANAH LANCAR DPK 1 - 30 hari KL >30 60 hari >90 90 30 60
LANCAR DPK 1 - 30 hari KL >30 60 hari >90 90 30 60 Bulan
LANCAR
DPK
1 - 30 hari
KL
>30 60 hari
>90
90
30
60
Bulan 4
Bulan 3
Bulan 0
Bulan 1
Bulan 2
Penarikan
Somasi
Angsur
menunggak
Menunggak
Marhun &
I, II, III
Lelang

DR 60 90 hari

0 Bulan 1 Bulan 2 Penarikan Somasi Angsur menunggak Menunggak Marhun & I, II, III Lelang

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

85
85
PRODUK SYARIAH - ARRUM ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 86

PRODUK SYARIAH - ARRUM

PRODUK SYARIAH - ARRUM ­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015 86

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

86
86

Latar Belakang Pegadaian ARRUM

Latar Belakang Pegadaian ARRUM 1 Usaha Mikro dan Kecil terus tumbuh 2 Mendukung program pemerintah dalam
1
1

Usaha Mikro dan Kecil terus tumbuh

2
2

Mendukung program pemerintah dalam menumbuhkan iklim usaha di Indonesia

3
3

Permintaan masyarakat akan skim pembiayaan syariah sangat tinggi

4
4

Tingkat risiko mikro/kecil jika dikelola dengan baik.

KEPDIR No. 01/US.2.00/2008, 31-01-2008

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

87
87

Pengertian ARRUM

Pengertian ARRUM Ar-Rahn untuk usaha Mikro (ARRUM) adalah skim k bagi usaha mikro dan kecil untuk
Ar-Rahn untuk usaha Mikro (ARRUM) adalah skim k bagi usaha mikro dan kecil untuk keperluan
Ar-Rahn untuk usaha Mikro
(ARRUM) adalah skim
k
bagi usaha mikro dan kecil
untuk keperluan usaha
yang didasarkan atas
kelayakan usaha dengan
jangka waktu tertentu.
pem
bi
ayaan yang
tuju an

KEPDIR No. 01/US.2.00/2008, 31-01-2008 PERDIR NO. 10/BISNIS I/2015, 12 Maret 2015

­­­Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2015

88
88

Keunggulan - ARRUM

Keunggulan - ARRUM Tidak diperlukan pembukaan rekening Menggunakan Akad Syariah Jaminan berupa kendaraan dan emas Kecuali

Tidak diperlukan pembukaan rekening

Menggunakan Akad Syariah

Jaminan berupa kendaraan dan emas

Kecuali emas, kendaraan dapat dipergunakan, yang disimpan di