Anda di halaman 1dari 9

BAB IV

RENCANA PENAMBANGAN

A. Sistem atau metode dan Tata Cara Penambangan


1. Sistem Penambangan
Dalam penambangan proses yang paling diperhatikan adalah proses

pemilahan metode penambangan yang sesuai berdasarkan geologi,

lingkungan pengendapan, dan kondisi alam tempat yang akan dilakukan

penambangan. Berikut ini hal-hal apa saja yang akan diperhitungkan

dalam pemilihan sistem penambangan:


a. Karakteristik Endapan
Setelah dilakukan peyelidikan lapangan didaptkan kondisi top soil

yang berada dikawasan penambangan PT. D Coal Mining Group

berupa lempung), overburden (batupasir, batulempung, batulanau),

dan batubara.
b. Faktor Ekonomi
Faktor Ekonomi dilihat dari besarnya cadanga terukur

(Measured) yang dapat ditambang dan dari segi kualitas batubara juga

harus di perhitungkan. Pertimbangan ekonomis akan mempengaruhi

hasil investasi, aliran kas, pengembalian, dan keuntungan. Dengan

cadangan Batubara adalah sebesar 1.477.280 MT, Overburden adalah

sebesa 9.866.702 bcm, dan umur tambang yang direncanakan adalah 3

tahun.

23
24

c. Faktor Teknologi
Saat ini telah berkembang aplikasi Program pertambangan yang

cukup hebat, sebut saja Minescape. Aplikasi yang memudahkan

memetakan dalam perhitungan cadangan, penentuan daerah yang di

tambang, bahkan denga minescape kita dapat membuat perencanaan

tambang berdasarkan prioritas pit yang akan di tambang.


d. Faktor Lingkungan
Dalam kegiatan penambangan kondisi yang harus juga sangat

diperhatikan. Faktor lingkungan ini bukan hanya meliputi faktor

lingkungan fisik tetapi sosial-ekonomi dan politik menjadi bagian dari

faktor lingkungan suatu tambang.


2. Tata Cara Penambangan
Tata cara penambangan terbuka dimulai dari pembersihan lahan,

pengupasan tanah pucuk, penggalian tanah penutup, pemompaan air

tambang (jika terdapat genangan air), penambangan batubara,

pengolahan dan pemurnian batubara, sampai ke pemasaran batubara.

Pembersihan Lahan (Land Clearing)

Pengupasan Tanah Pucuk ( Top Soil)

Penggalian Tanah Penutup (Over Burden)

Pemompaaan Air Tambang (Jika terdapat genangan air)

24
25

Penambangan Batubara

Pengolahan dan Pemurnian

Pemasaran

B. Tahapan Kegiatan Penambangan


Berdasarkan data hasil eksplorasi dan geologi batubara di Desa

Lalundu, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Dengan luas keseluruhan tambangseluas 4488,91 luas Pit 45.57 hektardan

luas infrastuktur 30 hektare. Akan dilakukan kegiatan penambangan adalah

sebagai berikut:
1. Persiapan

Kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan dalam tahap

penambangan. Kegiatan ini bertujuan mendukung kelancaran kegiatan

penambangan. Pada tahap ini akan dibangun jalan tambang (acces

road), stockpile, infrastruktur, pabrik, kantor dan sarana prasarana

penunjang lainnya. Alat yang digunakan dalam proses ini yaitu

Bulldozer Caterpillar D76 untuk membersihkan jalan dari semak dan

pohon-pohon yang berada dalam are pembangunan, Motor Grader

25
26

DEERE 670-CH sebagai perata jalan yang dibangun dan Tower Lamp

untuk penerangan ketika hari telah gelap.

2. Land Clearing

Pembersihan lahan ini dilaksanakan untuk memisahkan pepohonan

dari tanah tempat pohon tersebut tumbuh, sehingga nantinya tidak

tercampur dengan tanah subsoilnya. Pepohonan (tidak berbatang kayu

keras) yang dipisahkan ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai humus

pada saat pelaksanaan reklamasi. Proses pembersihan lahan ini dapat

dilakukan oleh Bulldozer D7T dan D9G. Sebagai alat pembabat atau

penebang, Buldoser mampu membersihkan lokasi dari semak-semak,

pohon besar atau kecil, sisa pohon yang sudah ditebang, menghilangkan

atau membuang bagian tanah atau batuan yang menghalangi pekerjaan-

pekerjaan selanjutnya. Seluruh pekerjaan ini dapat d yang digunakan

pada ikerjakan sebelum pemindahan tanah itu sendiri dilakukan atau

dikerjakan bersama-sama.

3. Pengupasan Top Soil


Dilakukan secara khusus agar tanah yang subur dapat terjaga dan

tanah ini akan dikembalikan lagi setelah penambangan selesai dengan

kondisi tanah pucuk akan dikembalikan seperti semula yaitu sebagai

tanah Top Soil atau tanah pucuk. Alat yang digunakan untuk pengupasan

Top Soil adalah Hydraulic Excavator PC 400 untuk loading dan untuk

hauling menggunakan Truck angkut dengan merek HINO Dutro 130 HD

Mixer.
27

Tanah pucuk dikupas pada kedalaman 00,5 meter atau tergantung

pada ketebalan lapisan yang biasa nya bervariasi dari tempat satu ke

tempat yang lain.


4. Pengupasan Overburden
Lapisan Over Burden terletak dibawah lapisan Top Soil dan Sub

Soil Pengupasan lapisan Over Burden dilakukan untuk kegiatan

pemindahan suatu lapisan tanah atau batuan yang berada diatas cadangan

bahan galian, agar bahan galian tersebut menjadi tersingkap. Alat loading

yang digunakan untuk pengupasan overburden adalah Excavaor

Catterpillar PC 800 dan PC 400 dengan alat angkut HINO FM 260 JD

dan HINO Dutro 130 HD Mixer.


5. Pemompaan air tambang (jika terdapat genangan air di pit).

Pemompaan air tambang dilakukan dengan menggunakan mesin

pompa Allight dan Caterpillar dengan kapasitas maksimal masing-

masing sekitar 200 lt/dt. Pompa ini tidak setiap saat digunakan,

penggunaannya hanya apabila kondisi tambang cukup terganggu dengan

adanya genangan air dalam jumlah banyak.

6. Penambangan Batubara
Setelah lapisan tanah penutup di buang, lapisan batubara yang akan

di bongkar dan loading dapat menggunakan alat Excavator Catterpillar

PC 800 dan PC 400 dan untuk hauling batubara menggunakan alat

angkut (loading) yaitu Truck HINO Dutro 130 HD Mixer.


7. Pengangkutan
Pada tahap ini batubara yang sudah di ambil melalui

penambangan maka akan dimuat dan diangkut menggunakan Truck

HINO Dutro 130 HD Mixer untuk ditumpuk di stockpile atau pada

27
28

tempat pengolahan. Dan kemudian batubara yang telah mengalami

pengolahan diangkut ke pelabuhan yang berjarak 25 km menggunakan

alat angkut Truck HINO FM 260 JD.


8. Pengolahan
Pada tahap ini batubara yang telah di tambang mengalami proses

pengolahan dengan tujuan pengolahan ini untuk meningkatkan

kualiatas atau harga jual batubara agar memenuhi kriteria dan syarat-

syarat dalam penjualannya atau juga sebagai bahan dasar industri lain.

Peningkatan nilai tambah yang lebih tinggi dapat dilakukan dengan

pencucian atau washing dengan tujuam untuk menurunkan kadar

abu. Pencucian dapat menghilangkan mineral-mineral yang

mengandung abu dan sulfur.


9. Pemasaran
Pada tahap ini batubara yang telah mengalami proses

pengolahan yang telah memenuhi syarat dan kriteria dalam penjualan

akan siap di jual kepada industry yang membutuhkan, disini

perusahaan melakukan penjualan ke PLTU Cilacap .

C. Rencana Produksi

Perencanaan operasional tambang direncanakan pada tahap

yang telah ditentukan sebelumnya. Dari hasil pemboran selama kegiatan

ekplorasi dari hasil yang diteliti dilaboratorium barubara memiliki kalori

6600 kcal/kg dengan jumlah cadangan batubara sebesar 1.477.280,09

MT, dan overburden dari batubara sebesar 9.866.702 bcm.

Dengan target produksi yaitu sebagai berikut :

Tabel 6. Rencana Produksi


29

Tahun Target Produksi (ton)


1 322.251,54
2 842.431,98
3 312596.57
T Total 1477280.09

D. Peralatan yang Digunakan

Adapun peralatan yang digunakan yaitu peralatan utama dan

peralatan pendukung. Peralatan utama yaitu digunakan untuk proses

pembersihan lahan, pengupasan tanah penutup, penambangan,

pengakutan, dan pengolahan. Sedangkan peralatan pendukung digunakan

untuk proses perapian jalan tambang, penerangan tambang pada saat

menambang dimalam hari, dan penyiraman jalan tambang.

Tabel 7. Jenis dan Tipe Alat

No Nama Alat Tipe Alat


1 Bulldozer Caterpillar D76
2 Bulldozer Caterpillar D9T
3 Hydraulic Excavator Komatsu PC 800
4 Hydraulic Excavator Komatsu PC 400
6 Truck HINO FM 260 JD
7 Truck HINO Dutro 130 HD Mixer
8 Motor Grader DEERE 670-CH
9 Compactor Sakai R2
10 Water Tunk Komatsu HD 465 WT
11 Water Pump MF 210 HV

E. Umur Tambang
Umur tambang dapat ditentukan berdasarkan jumlah cadangan

yang tertambang yaitu sebesar 1.477.280,09 MT dan Target Produksi

29
30

yang akan dicapai yaitu sebesar 350.000 MT/tahun. Jadi dari cadangan

dan target produksi dapat dibuat persamaan sebagai berikut yaitu :

Umur Tambang = Cadangan minebale / target produksi pertahun

= 1.477.280,09 MT / 350.000 MT/tahun

= 3 tahun

F. Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum

Terpasarkan
Dikarenakan produksi PT. D Coal Mining Group berkisar 350.000

MT/tahun sehingga produksi hanya 30.000 MT/bulan dan permintaan

batubara yang hampir sama banyaknya dengan hasil produksi, batubara

tidak terlalu lama berada di kawasan stockpile.

G. Rencana Pemanfaatan Bahan Galian dan Mineral Ikutan

Masalah pemanfatan bahan galian dan mineral ikutan akan dilakukan

pengoptimalisasian terhadap bahan galian dan mineral ikutan sesuai

dengan fungsi ekonomis bahan galian.

H. Rencana Penanganan/Perlakuan Sisa Cadangan Pada Pasca Tambang

Untuk perlakuan sisa cadangan pasca tambang akan dilakukan

sesuai dengan kebijakan konservasi dari bahan galian sendiri untuk

tercapainya pemanfaatan bahan galian baik dalam jangka panjang ataupun

pendek.
31

31