Anda di halaman 1dari 3

1

LEARNING OBJECTIVE
1. PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH interferensi terhadap imunitas koksidia.
PROTOZOA SEL PENCERNAAN, MELIPUTI: Kasus IBD (infectius bursal disease) dapat
memperparah kejadian koksidiosis.
ETIOLOGIS
stress yang disebabkan ketika vaksinasi, potong paruh,
PATOLOGIS panas, perubahan pakan.
Patogenesis: Siklus hidup dari eimeria secara langsung
GEJALA KLINIS yaitu tanpa melalui hewan lain untuk menularkan
penyakit ini. Ookista yang bersporulasi merupakan
DIAGNOSIS, & stadium infektif dari siklus hidup penyakit koksidia.
Ookista dapat juga ditularkan secara mekanik melalui
PENANGANAN/PENGENDALIAN
pekerja kandang, peralatan yang tercemar atau dalam
PENYAKIT
beberapa kasus yang pernah terjadi dapat disebarkan
melalui debu kandang dan litter dalam jangkauan
Balantidium coli pendek. Berat tidaknya penyakit ini tergantung dari
Balantidium coli adalah parasit protozoa yang terbesar jumlah protozoa yang termakan. Berdasarkan tingkat
yang menginfeksi orang. Organisme ini dijumpai pada keparahannya penyakit koksidiosis atau berak darah
daerah tropis dan juga daerah sub-tropis. Pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu:
protozoa ini berparasit pada babi, sedangkan strain Koksidiosis klinis (Eimeria tenella dan Eimeria
yang ada, beradaptasi terhadap hospes definitif lainnya necatrix). Koksidiosis subklinis (Eimeria maxima dan
termasuk orang. Protozoa B. coli hidup dalam caecum Eimeria acervulina).
dan colon manusia, babi, marmot, tikus dan hewan Gejala umum:
mamalia lainnya.
Ayam lesu lemah
Trophozoit akan memperbanyak diri dengan
pembelahan. Konjugasi hanya terjadi pada pemupukan Tidak mau makan
buatan, secara alamiah jarang terjadi konjugasi. Fase
cyste terjadi pada waktu inaktif dari parasit dan tidak Pertumbuhan terhambat
terjadi reproduksi secara sexual ataupun asexual.
Precyste terjadi setelah keluar melalui feses yang Bulu kusam dan berdiri
merupakan faktor yang penting dari epidemiologi
Ayam yang terinfeksi koksidiosis senang
penyakit. Infeksi terjadi bila cyste termakan oleh
bergerombol di sudut-sudut kandang
hospes yang biasanya terjadi karena kontaminasi
makanan dan minuman. Balantiudium coli biasanya Diare mukoid sampai berdarah.
mati pada pH 5,0; infeksi terjadi bila orang mengalami
kondisi yang buruk seperti malnutrisi dengan perut Kematian.
dalam kondisi mengandung asam lemah. Diagnosis: Diagnosis untuk penyakit koksidiosis
Patologik; Pada kondisi biasa, trophozoit memakan berdasarkan gejala klinis yang ditimbulkan. Dengan
organisme paramaecium dan partikel kecil jaringan. pemeriksaan feces akan ditemukan stadium oosista.
Tetapi kadang protozoa dapat memproduksi enzim Perubahan postmortum (lokasi lesi, tergantung
proteolytic yang dapat mendigesti epithel intestinum spesiesnya). Pemeriksaan kerokan mukosa usus yang
dari hospes. Organisme juga memproduksi mengalami lesi (skizon: usus tengah patognomonik
hyaluronidase yaitu enzim yang dapat memperbesar untuk Eimeria necatrix sedang pada sekum: (Eimeria
ulcer. Ulcer (borok) biasanya berbentuk kerucut dengan tenella). Pembuatan preparat histologi untuk
leher kecil seperti kubangan dalam submukosa (seperti menemukan berbagai stadium Eimeria.
ulcer dari amebik). Koloni dari ulcer tersebut Pencegahan: Kontrol ditujukan untuk pencegahan
menyebabkan terjadinya infiltrasi sel radang terhadap koksidiosis dengan koksidiostat dalam pakan
lympocyte, polymorphonuklear leukosit dan karena pengobatan setelah gejala klinis muncul akan
perdarahan. Bila kejadian berlanjut dapat meyebabkan terlambat.
perforasi dari usus besar dan menyebabkan dysentri. Perbaikan menejemen kandang pemberian vaksin
Pada fase ini sering terjadi kematian. coccidia (baik melalui pakan maupun air minum)
adalah yang perlu diperhatikan bagi pemilik unggas.
Coccidiasis Antikoksidia tidak boleh diberikan untuk ayam petelur
Etiologi: Berak darah atau sering disebut dengan serta penggunaan dosis harus tepat, dosis yang terlalu
koksidiosis disebabkan oleh protozoa dari genus tinggi dari dosis yang direkomendasikan dapat
Eimeria. menimbulkan efek seperti menghambat pertumbuhan,
Ada 9 tipe dari eimeria yang sering menyerang unggas toksisitas pada layer, berinteraksi dengan mineral dan
tapi yang pathogen hanya ada 2, yaitu: immunosupresif. Dosis yang tidak tepat juga
Eimeria tenella menyebabkan resistensi koksi terhadap obat-obat
Eimeria necatrix tertentu juga penggunaan antikoksidia perlu dirotasi.
Faktor predisposisi:
Koksidiosis juga menyebabkan immunosupresif Giardiasis pada Anjing
Kasus Mareks, pemakaian anti koksidia, menyebabkan Etiologi: Giardia lamblia (protozoa berflagel yang
2
memiliki stadium baik tropis maupun cystic).
Patogenesis: Infeksi Giardia lamblia dimulai dengan karena trauma benda tumpul, misalnya karena tertabrak
masuknya kista melalui saluran pencernaan, masuk ke mobil.
dalam usus. Proses selanjutnya adalah pelepasan Uremia
trophozoit, yang diinisiasi di dalam perut oleh asam Alergi, karena diet protein dan mungkin karena protein
lambung. Lingkungan perut yang asam (pH 2) dan pada bakteri.
pH duodenum yang mendekati netral sangat penting Karena penyebab radang atau reaksi imun. Seperti
untuk proses pelepasan trophozoit ini. Lymphoplasmacytic, eosinophilic, granulomatous, dan
Trophozoit kemudian membelah dan bermigrasi ke histiocytic.
dalam permukaan mikrovilus. Kolonisasi trophozoit Umur dan jenis kelamin tidak menentukan atau tidak
terbatas pada distal duodenum dan proksimal jejenum. berhubungan dengan Colitis, kecuali Histiocytic
Ketika trophozoit bercampur dengan isi usus dan arus ulcerative cilitis yang lebih sering menyerang anjing
feses serta perubahan lingkungan, akan menyebabkan Boxer muda.
trophozoit mengkista. Kista keluar melalui feses setelah Karena infeksi :
periode prepaten 6-14 hari (pada anjing). Siklus 1. Bakteri : Clostridia, Salmonela, E.coli,
berulang setelah kista masuk hospes yang tepat. Campylobacter, dan yang lain.
Giardiasis ditularkan melalui pakan dan minum yang
terkontaminasi kista. 2. Virus : Corona virus, dan pari virus.
Gejala Klinis
Asimptomatis dan dapat sembuh dengan sendirinya 3. Agen Jamur : Agen penyebab Histoplasmosis,
Gejala yang paling menonjol adalah diare pythiosis, dan protothecosis.
Berak menjadi lembut, berwarna pucat 4. Parasit cacing : cacing cambuk dan cacing kait.
Anak anjing atau kucing mengalami hambatan
pertumbuhan karena gangguan absorpsi nutrisi 5. Parasit protozoa : Trichomonas, Amoeba,
Diagnosa Balantidium, dan Giardia.
Diagnosa Giardiasis dengan mendeteksi trophozoit
Diet intoleran atau reaksi alergi. Dalam kasus ini,
dengan pemeriksaan mikroskopis terhadap preparat
Colitis sering terjadi reaksi pada spesifik protein, tapi
semar feses.
juga dapat dihubungkan dengan laktosa, lemak yang
Flotasi sentrifugal dengan zinc sulfat dapat membantu
tinggi dan makanan tambahan tertentu.
mendeteksi kista pada sampel feses.
Diet yang tidak baik, misalnya makanan yang sudah
Larutan iodin yang diteteskan pada slide dapat
basi, makan yang berlebihan, makan benda asing yang
membantu menampakkan organel spesifik kista
tercampur dalam makanan, serta perubahan diet yang
giardial.
mendadak.
Pancreatitis (radang pada prancreas), menyebabkan
Radang Usus (Colitis)
adanya darah dan mukus pada feses.
Colitis adalah penyakit radang pada kolon (Usus besar)
Gangguan pembekuan darah, karena gangguan fungsi
Sinonim:
hati, beberapa racun tikus, dan rendahnya total platelet
IBD (Inflamatori Bowel Disease)
(Thrombocytipenia) dapat menyebabkan adanya darah
SBS (Spastic Bowel Syndrome)
dalam feses.
IBS (Inflamatori Bowel Syndrome)
Gejala Klinis
Lymphositic Plasmacytic Inflamatori Bowel Disease
Colitis dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Sejarah penyakit
Lymphocytic-plasmacytic colitis, biasa dijumpai pada
anjing. Penyebab pastinya belum jelas, mungkin Perubahan konsistensi feses dari normal
disebabkan karena reaksi yang berlebihan dari sistem menjadi agak cair
imun. Tingginya defekasi dengan volume yang sedikit
Histiocytic ulceratif colitis, dicirikan dengan adanya
ulcer dan radang pada colon. Dijumpai pada anjing Fomitus dijumpai pada 30% anjing
Boxer muda.
Granulomatous colitis, tidak diketahui secara pasti. Diare kronis sering dengan mukus atau jarang
Granulomatous merupakan tipe sel radang yang
ditemukan pada radang Colon ini. Anjing dengan istiocytic ulseratif colitis sering
Eosinophilic colitis, dicirikan dengan adanya eosinophil menunjukkan pengurangan berat badan dan
pada radang, yaitu tipe sel darah putih yang dijumpai anoreksia
karena adanya reaksi alergi makanan atau karena Penurunan berat badan
infeksi parasit.
Etiologi: Penurunan nafsu makan
Traumatik : dari faktor internal, karena benda asing dan
Diagnosa
materi atau benda yang bersifat abrasif. Ada sebagian
Tes diagnosa dilakukan untuk mengidentifikasi colitis
anjing yang secara tidak sengaja makan rumput dan
dan membedakan dengan penyakit lain. Pemeriksaan
jerami. Serat yang tidak dapat dicerna dari makanan ini
secara lengkap dari sejarah individu, dengan
dapat mengiritasi usus besar. Faktor eksternal misalnya
3
menggunakan pengujian rektal dan abdominal palpasi
adalah langkah pertama untuk melakukan diagnosa
yang akurat. Pemeriksaan feses terhadap anjing yang
diduga menderita colitis, dilakukan untuk mengevaluasi
telur dari adanya predileksi dari cacing dan
membedakan dengan protozoa. Parasit adalah salah
satu penyebab colitis paling sering dalam kasus colitis
pada anjing.
Pemeriksaan darah juga perlu dilakukan untuk
mendukung adanya infeksi atau radang dengan
mengidentifikasi sel darah putih, untuk mengetahui
adanya anemia karena kehilangan darah secara kronis
yang terbawa dalam feses yang sering terjadi pada
kasus colitis.
Diagnosa dapat juga dilakukan dengan pengujian serum
secara biokimia, Test urinasi dapat dilakukan untuk
mengetahui fungsi ginjal. Pemeriksaan abdomen
dengan menggunakan sinar-X juga dapat membantu
untuk mengetahui adanya abnormalitas organ limpa
nodus dan kelenjar prostat yang mungkin dapat
menekan colon yang kemungkinan dapat menyebabkan
gejala colitis. Pemeriksaan dengan sinar-X
direkomendasikan terhadap anjing tua yang diduga
menderita kanker, sehingga perlu dilakukan evaluasi
apakah terjadi metastasis.
Uji terhadap serum trypsin like immunoreactivity
diperlukan untuk membantu diagnosa terhadap anjing
yang menderita colitis kronis. Uji ini akan membantu
identifikasi adanya kerusakan pada pancreas.

DAFTAR PUSTAKA

Beaver, P.C.; Jung, R.C; Cupp, E.W.; Clinical


Parasitology, Lea & Febiger, Philadelphia, 5th edition,
1984, 35-220

Hall, H.T.B., 1987. Diseases and Parasites of Livestock


in the Tropics 2nd Edition. England

Soulsby E.J.L. 1982. Helminths, Arthropods and


Protozoa of Domesticated Animals. The ELBS &
Bailliere Tindall. London

Urquhart G.M.,; Armour J.,; Duncan J.L.,; Dunn A.M.,;


and Jennings F.W. 1987. Veterinary Parasitology,
ELBS, England