Anda di halaman 1dari 14

Drs. Pristiadi Utomo, M.

Pd 0

PERSIAPAN UN TAHUN 2017

Bersiap Diri Menjelang UN


Untuk Hasil Yang Lebih Baik
Karena Sisa Waktu Makin Sempit

(Arsip Yang Terakhir Yang Tak Berakhir)

SMA NEGERI 14 SEMARANG


TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
0
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 1

RINGKASAN MATERI UN SESUAI SKL 2016-2017

A. Besaran, Satuan dan Vektor


STANDAR KOMPETENSI URAIAN
LULUSAN (SKL)
1. Memahami prinsip-prinsip Membaca pengukuran alat ukur panjang (jangka
pengukuran dan melakukan sorong) dan menentukan ketelitian hasil pengukuran
pengukuran besaran fisika sesuai alat ukur yang digunakan.
secara langsung dan tidak Membedakan besaran skalar dan vektor serta
langsung secara cermat, teliti, menjumlah / mengu rangkan besaran-besaran vektor
dan obyektif. dengan berbagai cara.

Membaca alat ukur harus tepat (akurat) dan teliti (presisi), dengan mempertimbangkan caara melihat dengan
tegak lurus dan satuan yang digunakan alat ukur.
Jangka sorong digunakan untuk ketebalan benda keras (kayu, logam) terdiri dari skala utama dan nonius.
Contoh:
4 5
Skala utama 47,0 mm
8
0,8mm
skala nonius 10
0 10
Hasil pengukuran 47,8 mm
20
Micrometer digunakan untuk mengukur benda keras dan agak lunak (karet) terdiri dari skala utama dan
putar. Contoh:
Skala utama 1,50 mm
21
Skala putar 100 =0,21 mm
Hasil pengukuran 1,71 mm
Micrometer memiliki ketelitian sampai 0,01 mm
Hasil pengukuran ditulis dengan angka penting, terdiri dari angka pasti dan satu angka taksiran.

Memasang amperemeter harus dilakukan seri, sedangkan voltmeter V


A
dilakukan secara parallel seperti gambar di samping.
Pembacaan voltmeter atau amperemeter sepertti contoh di samping.
Hasil pengukuran
4 6
V x12 4,8V 12 V A 4
8
10 2
0 100

3V

Resultan dua vector dapat dihitung dengan rumus

FR F12 F22 2 F1 .F2 . cos

Jika F1=F2=x, dengan sudut = 60o, maka FR = x3


Jika F1=F2=x, dengan sudut = 90o, maka FR = x2
Jika F1=F2=x, dengan sudut = 120o, maka FR = x
Resultan tiga vektor atau lebih dihitung dengan cara analisis (menguraikan vektor menjadi komponen-
komponennya)
Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
1
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 3

Fx F . cos
FR (Fx ) (Fy )
2 2
Fy F . sin
B. Mekanika
STANDAR URAIAN
KOMPETENSI
LULUSAN (SKL)
2. Menganalisis Menentukan besaran-besaran fisis gerak lurus
gejala alam dan
keteraturannya Menentukan berbagai besaran dalam hukum Newton dan
dalam cakupan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
mekanika benda Menentukan hubungan besaran-besaran fisis yang terkait dengan gaya
titik, benda tegar, gravitasi antar planet
kekekalan energi,
elastisitas, impuls, Menentukan letak titik berat dari berbagai benda homogen
dan momentum. Menganalisis hubungan besaran-besaran yang terkait dengan gerak
rotasi
Menjelaskan hubungan usaha dengan perubahan energi dalam
kehidupan sehari-hari dan menentukan besaran-besaran yang terkait
Menjelaskan sifat elastisitas benda dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan hukum kekekalan
energi mekanik
Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait dengan hukum
kekekalan momentum
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak dengan kecepatan konstan atau tetap
s t s o vt
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak dengan percepatan konstan, kecepatannya berubah
secara beraturan. Pada glbb berlaku persamaan berikut ini.
1 2
s vo .t a.t
v t vo a.t vt2 vo2 2a.s 2 F m.a
dan
Gerak melingkar beraturan (GMB) memliki kecepatan anguler () konstan, laju linier konstan, dan arah
kecepatan linier selalu berubah (tegak lurus jari-jari). Percepatan sentripetel (a s) selalu menuju pusat putaran.
Pada gmb berlaku persamaan berikut ini.
2 v2
2 . f a s 2 .R
T v .R R t o t
Gerak melingkar beraturan (GMB) memliki percepatan anguler () konstan, laju linier berubah beraturan.
1
t o a.t 2
2 2 o .t .t 2
t o 2
Hukum Newton 1 ( F 0 ) berlaku untuk benda diam dan bergerak lurus dengan kecepatan tetap. Hukum
Newton II ( F m.a ) berlaku pada benda yang bergerak dengan percepatan. Pada gerak melingkar
terdapat gaya sentripetal (Fs= m.as) yang arahnya menuju pusat putaran. Jika terdapat gesekan maka
gesekan selalu menghambat gerak.
Saat benda belum bergerak terjadi gesekan statis yang nilainya sama dengan gaya luar. Nilai maksimal
gesekan statis tergantung koefiseian gesek dan gaya normal. f s s .N
f k k .N
Jika benda bergerak, terjadi gesekan kinetis yang besarnya:
Gaya gravitasi berlaku pada setiap benda bermassa. Gaya gravitasi sebanding dengan massa
masing=masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Gaya gravitasi sering disebut gaya berat
(w). Besarnya gaya gravitasi adalah:
Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
3
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 5

M .m M
F G. g G
r2 F w m.g jadi r2

w g M R' 2
x 2
Perbandingan berat benda sebanding dengan percepatan gravitasi, jadi berlaku w' g ' M ' R
Titik berat merupakan titik tangkap resultan gaya berat. Kordinat titik berat Z (x o,yo) dihitung sebagai berikut.
x1 .m1 x 2 .m2 ... x1 . A1 x 2 . A2 ... x1 .V1 x 2 .V2 ...
xo
m1 m2 ... A1 A2 ... V1 V2 ...
y1 .m1 y 2 .m2 ... y1 . A1 y 2 . A2 ... y1 .V1 y 2 .V2 ...
yo
m1 m2 ... A1 A2 ... V1 V2 ...
Dinamika rotasi berlaku pada gerak melingkar dengan percepatan konstan atau gerak melingkar berubah
beraturan (GMBB). Percepatan gerak rotasi () tergantung pada momen gaya atau torsi (M) dan momen
inersia (I). Pada gmbb berlaku formula berikut ini.
M I . M F .d I k .( m.r 2 ) k = konstanta

Benda titik dan selinder rongga k=1


Selinder pejal k=
2
Bola berongga k= 3
2
Bola pejal k= 5
Persamaan gerak rotasi adalah:
1
t o .t t2 o2 2 . o .t .t 2
2
Usaha adalah perubahan energi. Kuantitas usaha terjadi jika ada perpindahan dan/ atau perubahan energi.
Energi kinetik (Ek) dan energi potensial (EP) merupakan energi mekanik (Em).
1
W m(vt2 v o2 )
W F .s 2 W m.g .h
1 1
Ek m.v 2 E p m.g.h Ep k (L) 2
2 2
Hukum kekekalan energi mekanik berlaku pada benda yang bergerak tanpa gaya luar.
E k 1 E p1 E k 2 E p 2

Pada benda elastis berlaku gaya pemulih (F) sebanding dengan perubahan panjang (L) dan kontantanya
(k). Konstanta pegas benda elastis bergantung pada luas penampang (A), panjang (L) dan modulus
elastisitasnya (E).
A E. A
k E. F .L
F k .L L L
Jika disusun seri kontanta pegas mengecil, jika disusun paralel makin besar
1 1 1
...
k p k1 k 2 ... k s k1 k 2

Gaya yang bekerja sesaat merupakan gaya impuls. Gaya impuls menimbulkan perubahan momentum (p)
atay impuls (I)
p m.v I m.(v'v) I F .t
Pada setiap tumbukan berlaku hukum kekakalan momentum .
m1 .v1 m2 .v 2 ... m1 .v' 2 m2 .v' 2 ...

Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
5
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 7

Pada tumbukan tidak elastis berlaku m1 .v1 m2 .v 2 ... (m1 m2 ...)v'

Pada tumbukan elastis sempurna berlaku v1 v'1 v 2 v' 2


(m p mb ).v'
vp
v ' 2 g .h mp h l (1 cos )
Pada ayunan balistik berlaku;

Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
7
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 9

C. Kalor dan Termodinamika


STANDAR KOMPETENSI URAIAN
LULUSAN (SKL)
3. Mendeskripsikan prinsip Menentukan proses perpindahan kalor dan azas Black
dan konsep konservasi
Mendeskripsikan azas Bernoulli dalam fluida dan
kalor sifat gas ideal, fluida
penerapannya
dan perubahannya yang
menyangkut hukum Menjelaskan variabel-variabel pada persamaan umum gas
termodinamika serta ideal
penerapannya dalam Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi energi
mesin kalor. kinetik gas
Menentukan berbagai besaran fisis dalam proses
termodinamika pada mesin kalor
Kalor mempengaruhi suhu benda, wujud, dan ukurannya (pemuaian). Banyaknya kalor yang diterima atau
dilepas bergantung pada massa (m), jenis, dan/ atau perubahan suhunya.
Q m.c.t Q m.L
Jika dua benda berbeda suhu atau wujudnya akan terjadi perpindahan kalor dari suhu tinggi ke suhu rendah.
Pada peristiwa pertukaran kalor berlaku Azas Black, yaitu
Qlepas Qterima

Perpindahan kalor dilakukan dengan cara konduksi (zat padat), konveksi (cair dan gas), dan radiasi (tanpa
perantara)
T
Q k . A. .t
L Q H . A.T .t Q .e. A.t.T 4

Aliran fuida pada penampang mengecil akan semakin cepat, sesuai dengan asas kontinuitas. A1 .v1 A2 .v 2
Pada aliran fluiada juga berlaku Azas Bernoulli, yang banyak dijumpai prinsip hukumnya seperti pada gaya
angkat pesawat, venturimeter, dan kebocoran tangki.
1 1
P 1 .v12 .g .h1 P2 .v 22 .g .h2
2 2
1
F p. A . A(v12 v 22 )
Gaya angkat pesawat 2

v 2 g .h
Kebocoran tangki
Persamaan umum gas ideal menggambarkan keadaan gas yang saling berpengaruh antara suhu, tekanan,
volume dan mol gas.
P.V n.R.T P.V N .k .T
m
n mol
MR N n.N A NA= Bilangan Avogadro
Energi kinetik gas bergantung pada suhu dan derajat kebebasan.
1
E k ( f ) kT
2 f = derajat kebebasan
Gas ideal (helium, neon, dan halogen lainnya) dan gas lain pada suhu rendah f=3
Diatomik (H2, O2, dll) pada suhu sedang (300 1000 K) f = 5
Diatomik (H2, O2, dll) pada suhu tinggi (lebih dari 1000K) f = 7
Usaha pada proses termodinamika

Proses isobarik W p.V

Proses isokhorik W = nol


Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
9
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 11

V2
W 2,3n.R.T log
Proses isotermik V1

Mesin Carnot bekerja diantara reservoir suhu tinggi (T 1) dan reservoir suhu rendah (T 2). Siklus Carnot terdiri
dari dua proses isotermik dan dua proses adiabatik.

Usaha per siklus W Q1 Q2

W T
x100% (1 2 ) x100%
Efisiensi mesin Q1 T1

D. Gelombang dan Optika


STANDAR KOMPETENSI URAIAN
LULUSAN (SKL)
4. Menerapkan konsep dan Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan pengamatan
prinsip optik dan menggunakan mikroskop/teropong
gelombang dalam berbagai
penyelesaian masalah dan Menjelaskan berbagai jenis gelombang elektromagnet serta
produk teknologi. manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
Menentukan besaran-besaran dan sifat gelombang berjalan
Menjelaskan terjadinya peristiwa interferensi dan difraksi
cahaya serta menentukan besaran-besaran yang terkait dengan
peristiwa tersebut
Menentukan intensitas dan taraf intensitas dari beberapa
sumber bunyi yang identik
Menentukan besaran-besaran yang menimbulkan efek Doppler
dan menentukan perubahan akibat efek Doppler tersebut
Persamaan gelombang berjalan
2
k v . f
Y A. sin( .t k .x) 2 . f k
Persamaan gelombang stasioner (hasil perpaduan gelombang dengan arah berlawanan).
lx
Y 2 A cos k .x. sin (t )
Ujung bebas v
lx
Y 2 A sin k .x. cos (t )
Ujung terikat v
Spektrum gelombang elektromagnetik yang dipancarkan matahari berdasarkan kenaikan frekuensi adalah
sebagai berikut.

Interferensi Gelombang
adalah perpaduan dua
gelombang yang koheren.
Hasilnya berupa interferensi
konstruktif atau maksimum
(jika selisih lintasan x = 0,
, 2, dst) dan interferensi
destruktif atau minimum (jika
3
selisih lintasan x = , 2
5
, 2 dst).
d. p
x d . sin
Interferensi celah ganda dan celah banyak (kisi) L
Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
11
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 13

Terang x = 0, , 2, dst
3 5
Gelap x = , 2 , 2 , dst
Difraksi adalah peristiwa lenturan gelombang karena melewati celah sempit. Difraksi pada celah tunggal
d. p
x d . sin
berlaku: L
Gelap x = n. n = orde difraksi
3 5
Terang x = 2 , 2 , dst
Intensitas bunyi tergantung pada jarak, panjang gelombang, frekuensi, cepat rambat dan amplitudo
gelombang.

1 I 1 r22
I 2
I , , f 2 , A 2 r I 2 r12
Taraf intensitas (satuan dB)
I
TI 10 log
Satu sumber bunyi Io

r1
TI 2 TI 1 20 log
Jika jarak sumber berubah r2

Jika terdapat beberapa sumber bunyi identik TI1 TI 2 20 log n


Efek Dopler merupakan gejala terjadinya perbedaan frekuensi antara sumber dan pendengar akibat gerak
relatif sumber dan pendengar.
v vp
f p fs ( )
v vs letakkan P di kiri dan S di kanan arah kanan positip
Alat optik digunakan untuk membantu penglihatan manusia seperti kaca mata, lup, mikroskop, dan
teropong.
Mikroskop memilki dua lensa positif, yaitu lensa opjektif dan okuler (f ob < fok)
s' ob
M ob
Perbesaran M M ob xM ok s ob

Pp
M ok 1
f ok untuk mata berakomodasi maksimum
Pp
M ok
f ok untuk mata tidak berakomodasi

Panjang mikroskop d s ' ob s ok


Sifat bayangan objektif: nyata, terbalik, diperbesar
Sifat bayangan okuler: maya, tegak, diperbesar
Teropong bintang memilki dua lensa positif, yaitu lensa objektif dan okuler (f ob > fok). Sifat banyangannya
adalah, maya, terbalik.
f ob
M
Perbesaran f ok

d f ob f ok
Panjang teropong

Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
13
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 15

Teropong bumi memilki tiga lensa positif, yaitu lensa objektif, okuler dan lensa pembalik (f ob > fok). Sifat
banyangannya adalah, maya, tegak.
f ob
M
Perbesaran f ok

d f ob f ok 4. f p
Panjang teropong

E. Listrik dan Magnet


STANDAR KOMPETENSI URAIAN
LULUSAN (SKL)
5. Menerapkan konsep dan Menentukan besaran-besaran yang terkait
prinsip kelistrikan dan dengan hukum Coulomb dan medan listrik
kemagnetan dalam Menentukan berbagai faktor yang
berbagai masalah dan mempengaruhi kapasitas kapasitor keping
produk teknologi. sejajar
Menentukan hasil pengukuran kuat arus dan
tegangan listrik
Menggunakan hukum Ohm dan hukum
Kirchoff untuk menentukan berbagai besaran
listrik dalam rangkaian tertutup
Menjelaskan timbulnya medan magnet
induksi di sekitar kawat berarus dan menentukan
besaranbesaran yang mempengaruhinya
Menjelaskan timbulnya gaya magnet (gaya
Lorentz) dan menentukan besaran-besaran yang
mempengaruhinya
Menentukan kaitan besaran-besaran fisis
pada peristiwa induksi Faraday
Menentukan besaran-besaran fisis pada
rangkaian arus bolak-balik yang mengandung
resistor, induktor, dan kapasitor

Hukum Coulomb menjelaskan bahwa antara dua muatan listrik terdapat gaya elektrostatik (tolak/tarik) yang
besarnya sebanding dengan besar muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
Q.q 1 1
F k k F
r2 4 .
Medan listrik adalah gaya per satuan muatan
F Q
E Ek
q r2
Di antara dua muatan listrik terdapat titik yang memiliki kuat medan nol

A Q B q C

Jika kedua muatan sama jenisnya, maka daerah B terdapat titik dengan kuat medan listrik nol
Jika kedua muatan beda jenisnya, maka daerah A atau C terdapat titik dengan kuat medan listrik nol
(letaknya selalu lebih dekat ke muatan yang lebih kecil)
Kapasitor mampu menyimpan muatan listrik atau energi listrik. Kapasitas kapasitor keping sejajar
bergantung pada luas penampang, jarak antar celah, dan isolator (dielektrikum) antara dua keping.
1 1 1 Q2 A
W
Q.V C.V 2 C K . o
Q C.V 2 2 2 C d
Rangkaian kapasitor seri memperkecil kapasitas rangkaian, sedangkan susunan paralel memperbesar
kapasitas rangkaian.
Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
15
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 17

1 1 1
...
C p C1 C 2 ... C s C1 C 2
Hukum Kirchoff menjelaskan arus listrik pada rangkaian tertutup dan bercabang.

Pada rangkaian bercabang I masuk I keluar

Pada loop tertutup E I ( R r ) Nol

Medan magnet disebabkan karena: ada magnet di seitarnya, atau ada arus listrik di sekitarnya. Adanya
medan magnet di sekitar arus listrik ditemukan oleh Oersted.
Besarnya induksi magnet (kuat medan magnet) di sekitar arus listrik bergantung pada: kuat arus, jarak, dan
panjang kawat.
o .I
B
Kawat lurus 2 .r
o .I
B
Kawat melingkar 2.r
N
B o I
Solenoida l
Interaksi antara medan magnet dan arus listrik, menimbulkan gaya magnetik (gaya Lorentz).
o .I 1 .I 2
F l
F B.i.l sin 2 .r F q.v.B
Prinsip gaya magnetik diterapkan pada motor listrik, meteran listrik, dll.
Induksi Faraday menjelaskan gejala terjadinya arus listrik akibat adanya perubahan medan magnet atau
fluks magnet.

N
t B.A. cos
Kawat bergerak (A berubah) B.l.v
B
N . A. cos .
Medan magnet berubah t

Sudut berubah (diputar) N .B. A.. sin


Arus bolak-balik yang dihasilkan generator dengan menerapkan prinsip induksi Faraday. Arus maupun
tegangan bolak balik memiliki nilai sinusoidal dengan persamaan.
mak sin t i i mak sin t i.Z
Z = impedansi, merupakan nilai hambatan total rangkaian dengan satuan ohm
Hambatan rangkaian arus bolak balik terdiri dari resistor, induktor, dan/ atau kapasitor.
Pada rangkaian resistor murni, arus dan tegangan sefase Z = R

Pada rangkaian induktor murni, tegangan mendahului arus dengan beda fase 2
Z X L .L

Pada rangkaian kapasitor murni, arus mendahului tegangan dengan beda fase 2
1
Z XC
.C
XL XC
tan
Pada rangkaian seri R-L-C, arus dan tegangan memiliki beda fase R

Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
17
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 19

Z R2 (X L X C )2
Impedansi rangkaian R-L-C

V R2 (V L VC ) 2
Tegangan total
Jika XL = XC, maka VL = VC, akan terjadi peristiwa resonansi. Pada saat resonansi nilai Z menjadi
minimum, sedangkan kuat arus menjadi maksimum.

Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
19
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 21

F. Fisika Modern
STANDAR KOMPETENSI URAIAN
LULUSAN (SKL)
6. Menjelaskan konsep dan Membedakan teori-teori atom
prinsip relativitas, teori
atom dan radioaktivitas Menjelaskan teori kuantum Planck dan
serta penerapannya. kaitannya dengan radiasi benda hitam
Menentukan besaran-besaran fisis pada
reaksi inti atom
Menentukan jenis-jenis zat radioaktif dan
mengidentifikasi manfaat radioisotop dalam
kehidupan

Kecepatan relatif menurut Galileo v v1 v 2

v1 v 2
v
v .v
1 1 2 2
Kecepatan relatif menurut Einstein c
t .t o
Relativitas waktu: waktu menurut acuan bergerak relatif lebih lama (dilatasi waktu-melar)
1

v
1 ( )2
c

Massa yang diukur menurut pengamat bergerak lebih besar m .mo


Lo
L
Panjang yang diukur menurut pengamat bergerak lebih pendek

Kesetaraan massa dan energi menurut Einstein E m.c 2


E Eo E k
Hubungan antara energi kinetik relativistik dengan energi diam dan energi total adalah
E k ( 1) E o E o mo .c 2

Teori atom Thomson:


Atom berbentuk bola terdiri dari muatan positip dan negatip
Muatan positip dan negatip tersebar secara merata seperti roti kismis
Teori atom Rutherford
Muatan posistip atom terpusat di tengah atom (inti atom)
Muatan negatif bergerak mengelilingi inti
Elektron yang bergerak akan kehilangan energi selama gerakannya sehingga memecarkan energi
kontinu
Teori atom Bohr
Muatan positif berada dalam inti atom
Elektron bergerak pada lintasan tertentu tanpa mengalami kehilangan energi
Elektron dapat pindah lintasan dengan menyerap atau melepas energi
h
L m.v.r n
Besar momentum sudut elektron 2

Radiasi benda hitam memiliki energi W e. . A.t.T 4


Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
21
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 23

Panjang gelombang yang semakin pendek jika suhu semakin tinggi


m .T C Hukum pergeseran Wien
Radiasi yang dipancarkan merupakan paket-paket energi secara diskrit, disebut kuantum.
c
E h. f h
Besar energi kuantum
h
p
Salah satu sifat kuantum adalah memiliki momentum (p).

Inti atom atau nuklida diberi lambang XA


z

Z = jumlah proton X = nama nuklida A = jumlah nukleon


A-z = jumlah neutron
Meskipun terdapat proton-proton saling tolak dalam inti, namun ikatan inti sangat kuat karena terdapat energi
ikat inti yang menghasilkan gaya inti. Gaya ikat inti jauh lebih kuat dari gaya elektrostatik, namun
jangkauannya sangat pendek (sekitar 10 -15 m).
Energi ikat inti muncul ketika terbentuk nuklida dari proton-netron yang kehilangan massa (defek massa -
m).
m ( z.m p ( A z ).mn ) mint i
Defek massa

Energi ikat inti E m.c 2 atau E m.x931MeV


Jika jumlah nukleon makin banyak (misalnya inti berat) maka volume nuklida makin besar, akibatnya makin
melebihi jangkauan gaya ikat inti. Nuklida akan tidak stabil dan melepas sebagian nukleonnnya (proton,
neutron, atau lainnya). Peristiwa ini dinamakan peluruhan dengan memancarkan radiasi untuk mencapai
kestabilan inti.
Waktu yang dibutuhkan isotop menjadi setengahnya disebut waktu paruh.
t
N 1 0,693
( )T T
N N o .e .t N0 2 A .N

Beberapa radiasi yang dipancarkan dalam reaksi inti.


Neutron 0 n1
Proton 1 p1
Detron 1 H2
Tritron 1 H3
Alpha 2 He4
Beta -1 0
Positron +1 0
Radiasi dari berbagai inti tidak stabil dinamakan radioisotop. Radioisotop banyak dimanfaatkan untuk
kehidupan manusia bidang industri, kedokteran-kesehatan, pertanian, dan lain-lain.
Radioisotop sebagai perunut:
I123 untuk deteksi gagal ginjal dan tumor gondok
Na24 untuk deteksi kedudukan penyempitan pembuluh darah (trombosit)
Silikon untuk kebocoran pipa saluran minyak
Untuk pengobatan membunuh sel kanker digunakan Co 60
Untuk sterilisasi digunakan sinar gamma
Radiasi sinar beta dari Sr90 untuk industri kertas (ketebalan)
Penentuan umur fosil dengan C14
Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
23
Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd 25

Lab Fisika Drs Pristiadi Utomo MPd Sukses UN Fisika Tahun 201 7
25