Anda di halaman 1dari 51

MODUL :

MESIN BUBUT

Disusun Oleh :
ARY RAMDHAN PRANATA

POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN


APRIL 2016
1.PETUNJUK PENGGUNAAN BAGI MAHASISWA / PESERTA

1
1. Penjelasan Bagi Mahasiswa / peserta
a. Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh

Baca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap


tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum
mengenai isi proses belajar anda

Buat catatan terhadap apa yang telah dibaca

Pikirkanlah bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh


berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang
telah anda miliki

Rencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan


anda

Coba kerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang


terdapat pada tahap belajar

Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat


menggabungkan pengetahuan anda.

Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan


oleh pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya

Ajukan pertanyaan kepada pelatih/pembimbing tentang


konsep sulit yang anda temukan

Menerapkan praktik kerja yang aman

Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan


praktik

Mempraktikkan keterampilan baru yang telah anda peroleh

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar


anda.

Jika ada sesuatu yang tidak anda mengerti pada pedoman Belajar,
tanyakan pada Instruktor untuk membantu anda.

2
b. Perlengkapan yang harus dipersiapkan
Perlengkapan praktek pengukuran pada Unit Kompetensi
M12.1A adalah dimaksudkan sebagai pengukuran di lingkungan
produksi atau di ruang kerja. Apabila dilakukan di ruang kerja
maka hendaknya pengukuran dilakukan diatas meja rata,
dengan suhu pada 20o celcius. Sedangkan apabila dilakukan di
lingkungan produksi harus menyesuaikan dengan lingkungan
produksi sendiri.

Perlengkapan-perlatan ukur meliputi : mistar baja, mistar


geser, height gauge, micrometer,dial indicator, jam
ukur( pupitas) dan blok gauge. Perlengkapan pendukung
adalah jangka kaki, jangka bengkok, jangka kaki berpegas, roll,
bola , kalkiber T kaliber tirus, kaliber mur/baut, vee blok,
batang sinus dan center sinus.

c. Hasil pelatihan
Mahasiswa / peserta dapat memilih alat ukur yang sesuai
dengan obyek benda ukur dan dapat melakukan pengukuran
secara benar yang dibuktikan dengan hasil pengukuran sesuai
dengan yang dipersyaratkan serta mahasiswa / peserta dapat
merawat dan menyimpan kembali pada posisi/tempat yang
seharusnya.

d. Prosedur sertifikasi
Assessor mengamati bahwa peralatan yang dipilih tepat sesuai
dengan obyek ukur/pembandingan sesuai dengan standar
prosedur operasi dengan memastikan bahwa penggunaan
peralatan pengukuran/pembandingan dilakukan sebagai mana
yang dibutuhkan serta dapat merawat, menyetel kembali
sesuai dengan standar pabrik, dan menyimpan pada
tempat/posisi yang seharusnya.

e. Peran instruktor dalam pembelajaran


Membantu anda untuk merencanakan proses belajar
3
Membimbing anda melalui tugas-tugas pelatihan yang
dijelaskan dalam tahap belajar
Membantu anda untuk memahami konsep dan praktik baru
dan untuk menjawab pertanyaan anda mengenai proses
belajar anda
Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang anda perlukan untuk belajar anda
Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika
diperlukan
Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk
membantu jika diperlukan.

f. Perlengkapan yang harus dipersiapkan


Perlengkapan yang harus di siapkan pada praktek
membubut meliputi yaitu:

Perlengkapan Kerja
i. Kunci chuck
ii. Kunci L
iii. Kunci Pas dan Ring
iv. Obeng (+) dan (-)
v. Pahat
vi. Gerinda
vii. Vernier Caliper ( jangka sorong)
viii. Diel Indicator
ix. Micrometer
x. Lap
xi. Plat
xii. Air Condisioner
Perlengkapan Keselamatan Kerja
1. Kaca mata
2. Sarung Tangan
3. Sepatu Safety
4. Helm
Perlengkapan diatas adalah perlengkapan keselamatan
kerja pada saat kita melakukan pembubutan agar kita
terhindar bahaya

4
g. Hasil pelatihan
Mahasiswa / peserta dapat mengetahui tentang apa saja
yang harus disiapkan pada saat membubut dan dapat
menyesuaikan alat dan fungsi nya.Mahasiswa juga dapat
mengetahui cara membubut dengan benar. Disini mahasiswa di
tuntut untuk membuktikan hasil pembubutan dengan benar
yang dibuktikan dengan di persyratkan oleh mahasiswa dan
dosen. Dapat merawat dan menyimpan kembali alat pada
posisi/tempat yang seharusnya

h. Prosedur sertifikasi
Assessor mengamati bahwa peralatan yang dipilih tepat sesuai
dengan yang akan di bubut dan sesuai dengan standar
prosedur operasi dengan memastikan bahwa penggunaan
peralatan membubut dilakukan sebagai mana yang dibutuhkan
serta dapat merawat, menyetel kembali sesuai dengan standar
pabrik, dan menyimpan pada tempat/posisi yang seharusnya

i. Peran Dosen dalam pembelajaran


Membantu anda untuk merencanakan proses belajar
Membimbing anda melalui tugas-tugas pelatihan yang
dijelaskan dalam tahap belajar
Membantu anda untuk memahami konsep dan praktik baru
dan untuk menjawab pertanyaan anda mengenai proses
belajar anda
Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang anda perlukan untuk belajar anda
Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika
diperlukan
Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk
membantu jika diperlukan.

5
2. ISI MATERI BAHASAN (URAIAN DAN CONTOH)

1. Latar belakang
Dimasa yang serba modern ini, sangat dibutuhkan tenaga yang
terampil baik di kota ataupun di desa. Karena dengan adanya teknologi
yang serba canggih ini juga sangat membantu dan mempermudah dalam
melakukan suatu pekerjaan.
Teknik membubut merupakan salah satu dasar dan merupakan
keterampilan yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa teknik mesin.
Pada umumnya setiap mahasiswa teknik mesin harus dapat memahami
serta menguasai teknik-teknik dalam membubut pada mesin bubut. Di
dalam praktikum mesin bubut ini juga akan membahas tentang cara dalam
proses membubut, pengenalan mesin bubut, alat-alat yang digunakan
dalam praktikum mesin bubut dan faktor-faktor keamanan selama
praktikum mesin bubut.
Dengan menguasai teknik-teknik dasar membubut, diharapkan agar
setiap mahasiswa teknik mesin mempunyai keahlian yang dapat diandalkan
untuk mengimbangi kemajuan teknologi.

2. Tujuan.
Adapun tujuan dari praktikum mesin bubut ialah :
1. Untuk melatih kemampuan mahasiswa teknik mesin dalam
mengoperasikan mesin bubut
2. Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui komponen
komponen dan fungsi dari mesin bubut.
3. Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui proses dan
langkah- langkah pengerjaan benda kerja dengan menggunakan mesin
bubut
4. Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui dari jenis-jenis
alat dan bahan yang digunakan dalam parktikum mesin bubut.
5. Agar setiap mahasiswa teknik mesin tebiasa dalam pembuatan setiap
laporan.
6
3. Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum mesin bubut ialah :
1. Setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengoperasikan mesin bubut
dengan baik.
2. Setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui cara kerja dari
mesin bubut.
3. Setiap mahasiswa teknik mesin mampu berkreatifitas sesuai dengan
keahliannya.
4. Setiap mahaiswa teknik mesin mampu menciptakan rasa tanggung
jawab dan kekompakan dalam tim.
5. Setiap mahasisiwa teknik mesin agar bisa lebih disiplin dan tepat
waktu dalam setiap pembuatan laporan.

7
BAB I

PENDAHULUAN

1.Pengertian Mesin Bubut


Mesin bubut mencakup segala mesin perkakas yang memproduksi
bentuk silindris yang mana prinsip kerjannya gerak makan dilakukan oleh
pahat dan gerak potong dilakukan benda kerja, pahat bergerak translasi,
benda kerja bergerak dengan berputar. Meskipun mesin ini terutama
disesuaikan untuk pekerjaan silindris, tetapi dapat juga digunakan untuk
pembubutan permukaan rata, berikut adalah gambar mesin bubut yang ada
pada model sekarang.
Ukuran dari mesin ini diukur dari jarak senter kepala tetap sampai
kesenter kepala lepas. Ini merupakan jarak terpanjang dari benda kerja yang
bisa dibubut. Dan tergantung pula pada tinggi atau jarak dari ujung senter ke
permukaan alas mesin (bed) yakni sebagai setengah diameter benda kerja
yang dapat dikerjakan

8
Gambar Mesin Bubut Standart

2.Cara Perawatan Pada Mesin Bubut

Perawatan Umum
Untuk menjaga agar mesin tidak cepat rusak diperlukan perawatan
dan pengoperasian yang benar dan seksama.prosedur perawatan
mesin bubut ini adalah:

Mesin bubut ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung

Dalam pelaksanaan perawatan seperti pengantian oli pelumasan


mesin dan pemberian grease,diharuskan memakai oli yang
dipersyaratkan oleh pabrik pembuat mesin

Setelah selesai mengoperasikan mesin,bersihkan bagian-bagian mesin


dari beram-beram hasil pemotongan dan cairan pendingin

Untuk pemasangan benda kerja pada poros utama,tidak diperkenakan


memukul benda kerja secara keras dengan mengunakan palu/hammer

9
Jaga dan perhatikan secara seksama selama pengoperasian
mesin,jangan sampai beram-beram yang halus dank eras terutama
beram besi tulang jatuh ke meja mesin dan terbawa oleh eretan.

Setelah selesai mengoperasikan mesin,atur semua handel-handel pada


posisi netral dan mematikan sumber tenaga mesin

Perawatan khusus
Perawatan khusus ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah
dibuat,berdasarkan pengalaman dan buku petunjuk perawatan yang
diberikan oleh pabrik pembuat mesin.

3.Penggolongan Pembubut

a. Pembubutan kecepatan
Pembubutan kecepatan yang paling sederhana dari segala
pembubutan, terdiri dari atas bangku, kepala tetap, ekor tetap dan
peluncur yang dapat disetel untuk mendukung pahat. Biasanya
digerakkan oleh moor kecepatan variable yang dipasangkan ke dalam
kepala tetap. Pembubutan kecepatan terutama digunakan dalam
pembubutan kayu, memberikan pusat pada silinder logam sebelum
dikerjakan lebih lanjut pada pembubut mesin, dan dalam pemusingan
logam.
a) Pengerjaan kayu
b) Pemusingan logam
c) Pemolesan

b. Pembubutan mesin

10
Yang membedakan dari pembubut kecepatan adalah mempunyai ciri
tambahan untuk mengendalikan kecepatan spindle dan untuk
menyangga dan mengendalikan hantaran dari pahat pemotong tetap.
a) Penggerak puli kerucut bertingkat
b) Penggerak roda gigi tangan
c) Penggerak kecepatan variable

c. Pembubut bangku
Nama pembubut bangku diberikan kepada pembubut kecil yang
dipasangkan pada bangku kerja. Dalam disainnya mempunyai cirri yang
sama dengan pembubut kecepatan atau pembubut mesin dan hanya
berbeda dalam ukuran dan pemasangannya. Disesuaikan untuk benda
kerja kecil, dan mempunyai kapasitas putaran maksimum sebesar 25 mm
pada plat muka.

d. Pembubut ruang perkakas


Pembubut ruang perkakas dilengkapi dengan segala perlengkapan yang
diperlukan untuk pekerjaan perkakas yang teliti, merupakan pembubut
kepala beroda tiga yang digerakkan secara tersendiri dengan kecepatan
spindel yang jangkaunya sangat luas.

e. Pembubut kegunaan khusus

f. Pembubut turet.
a) Horizontal
b) Vertical
c) Otomatis

4.Bagian-Bagian Mesin Bubut

a.Kepala tetap

11
Kepala tetap adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya disebelah
kiri mesin, dan bagian inilah yang memutar benda kerja yang di dalamnya
terdapat transmisi roda gigi. Pada Kepala tetap ini ditempatkan berbagai
bagian mesin yang memudahkan kita melakukan pekerjaan. beberapa
bagian yang ada di kepala tetap adalah Plat mesin; engkol pengatur
pasangan roda gigi;cakra bertingkat; motor penggerak mesin.Pada kepala
tetap ini pula kita memasang alat pemegang benda kerja sehingga aman
pada saat dikerjakan. Alat pemegang atau penjepit ini disebut Cekam.
Cekam ini dibedakan menjadi dua, yaitu Cekam rahang tiga dan cekam
rahang empat. Cekam rahang tiga pergerakan rahang penjepitnya adalah
serentak sehingga pada saat kita menggerakkan satu kunci penggeraknya,
maka ketiga rahang bergerak serentak. Cekam rahang empat, pada saat
kita menggerakkan kunci penggeraknya, maka rahang yang bergerak
adalah satu persatu.

b.Kepala lepas

Bagian dari mesin bubut yang letaknya disebelah kanan dari mesin
bubut, yang berfungsi untuk menopang benda kerja yang panjang. Pada
saat mengerjakan benda berukuran panjang, kemungkinan bengkok sangat
besar sehingga harus ditopang pada kedua ujung, yaitu di kepala tetap dan
kepala lepas ini. Beberapa bagian yang ada di kepala tetap adalah; Center
Putar, untuk memompang benda kerja,agar tidak terjadi gesekan,;
Handwill,; Pengunci poros,; Pengunci alas.

12
c. alas mesin/landasan

Alas/ meja mesin bubut digunakan sebagai tempat kedudukan kepala


lepas, eretan, penyangga diam (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya
pemakanan pada waktu pembubutan. Bentuk alas/ meja mesin bubut
bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang salah Psatu atau kedua
sisinya mempunyai ketinggian tertentu. Selain itu, alat/ meja mesin bubut
memilki permukaannya yang sangat halus, rata dan kedataran serta
kesejajaranya dengan ketelitian sangat tinggi, sehingga gerakan kepala
lepas dan eretan memanjang diatasnya pada saat melakukan penyayatan
dapat berjalan lancar dan stabil sehingga dapat menghasilkan pembubutan
yang presisi. Apabila alas ini sudah aus atau rusak, akan mengakibatkan
hasil pembubutan yang tidak baik atau sulit mendapatkan hasil pembubutan
yang sejajar.

d. Eretan

Eretan adalah alat yang digunakan untuk melakukan proses pemakanan


pada benda kerja dengan cara menggerakkan ke kiri dan ke kanan

13
sepanjang meja. Eretan utama akan bergerak sepanjang meja sambil
membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan pahat.

e. Tuas/handel

Tuas/ handel pada setiap mesin bubut dengan merk atau pabrikan yang berbeda,
pada umumnya memiliki posisi/ letak dan cara penggunaannya. Maka dari itu,
didalam mengatur tuas/ handel pada setiap melakukan proses pembubatan harus
berpedoman pada tabel-tabel petunjuk pengaturan yang terdapat pada mesin
bubut tersebut

f. penjepit/pemegang pahat

14
Penjepit/ pemegang pahat (Tools Post) digunakan untuk menjepit atau
memegang pahat. Bentuknya atau modelnya secara garis besar ada dua macam
yaitu, pemegang pahat standar dan pemegang dapat disetel (adjustable tool post).

Pemegang pahat standar

Pengertian rumah pahat standar adalah, didalam mengatur ketinggian


pahat bubut harus dengan memberi ganjal sampai dengan ketinggiannya
tercapai dan pengencangan pahat bubut dilakukan dengan dengan cara
yang standar, yaitu dengan mengencangkan baut-baut yang terdapat pada
pemegang pahat.Pemegang pahat standar, bila dilihat dari dudukannya
terdapat dua jenis yaitu, dudukan pahat satu dan empat. Pemegang pahat
dengan dudukan satu, hanya dapat digunakan untuk mengikat/ menjepit
pahat bubut sebanyak satu buah, sedangkan pemegang pahat dengan
dudukan empat dapat digunakan untuk mengikat/ menjepit pahat sebanyak
empat buah sekaligus, sehingga bila dalam proses pembubutan
membutuhkan beberapa bentuk pahat bubut akan lebih praktis prosesnya
bila dibandingkan menggunakan pemegang pahat dudukan satu

Pemegang Pahat Dapat disetel (Adjustable Tool Post)

Pengertian rumah pahat dapat disetel adalah, didalam mengatur


ketinggian pahat bubut dapat disetel ketinggiannya tanpa harus memberI
ganjal, karena pada bodi pemegang pahat sudah terdapat dudukan rumah
pahat yang desain konstruksinya disertai kelengkapan mekanik yang dengan
mudah dapat menyetel, mengencangkan dan mengatur ketinggian pahat
15
bubut. Jenis pemegang pahat dapat disetel ini bila dilihat dari konstruksi
dudukan rumah pahatnya terdapat dua jenis yaitu, pemegang pahat dapat
disetel dengan dudukan rumah pahat satu buah dan pemegang pahat dapat
disetel dengan dudukan rumah lebih dari satu/ multi.

Untuk jenis pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat satu
buah, karena hanya terdapat dudukan rumah pahat satu buah apabila ingin
mengganti jenis pahat yang lain harus melepas terlebih dahulu rumah pahat yang
sudah terpasang sebelumya. Sedangkan untuk jenis pemegang pahat dapat disetel
dengan dudukan rumah pahat lebih dari satu (multi), pada rumah pahatnya dapat
dipasang dua buah atau lebih rumah pahat, sehingga apabila dalam proses
pembubutan memerlukan beberapa jenis pahat bubut akan lebih mudah dan praktis
dalam menggunakannya, karena tidak harus melepas/ membongkar pasang rumah
pahat yang sudah terpasang sebelumnya

5.Prinsip kerja mesin bubut

Proses pembubutan adalah salah satu proses pemesinan yang


mengunakan pahat dengan satu mata potong untuk membuang material
dari permukaan benda kerja yang berputar. Pahat bergerak pada arah linier
sejajar dengan sumbu putar benda kerja seperti yang terlihat pada gambar.
Dengan mekanisme kerja seperti ini, maka Proses bubut memiliki
kekhususan untuk membuat benda kerja yang berbentuk silinder.

Benda kerja di cekan dengan poros spindel dengan bantuan chuck yang
memiliki rahang pada salah satu ujungnya. Poros spindel akan memutar
benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada

16
poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke
roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah
menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada
benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

6.Jenis Jenis Pembubutan

A. Pembubutan Panjang
Membubut benda panjang memerlukan peralatan tambahan yang biasa disebut
kacamata tetap (stationery steady rest) dan kacamata jalan (stationery steady
traveling). Peralatan ini digunakan untuk mendukung benda kerja yang panjang
sehingga kelenturan benda kerja akibat tekanan pemakanan saat dibubut dapat
dikurangi. Apabila tidak dijaga maka benda kerja cenderung tirus atau tidak
meratakesilindrisannya

B.Pembubutan tepi (facing)

Pengerjaan benda kerja terhadap tepi penampangnya atau tegak lurus


terhadap sumbu benda kerja.

C.Pembubutan silindris (turning)

Pengerjaan benda kerja dilakukan sepanjang garis sumbunya. Baik


pengerjaan tepi maupun pengerjaan silindris posisi dari sisi potong pahatnya
harus terletak senter terhadap garis sumbu dan ini berlaku untuk semua
proses pemotongan pada mesin bubut.

D.Pembubutan alur (grooving)

17
Pembubutan yang di lakukan di antara dua permukaan.

E.Pembubutan tirus (chamfering)


Membubut tirus dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya
dengan tambahan alat bubut taper akan tetapi cara ini selain membutuhkan
kelengkapan juga harus memasang perlengkapan tersebut di meja eretan.
Cara lain adalah dengan memiringkan eretan atas dan memajukan eretan
sebagai langkah pemakanan khususnya untuk benda tirus yang pendek.

Adapun caranya sebagai berikut:

Dengan memutar compound rest

Dengan menggeser sumbu tail stock

Dengan menggunakan taper attachment.

F.Pembubutan ulir atau alur (threading)

Bentuk ulir didapat dengan cara menggerinda pahat menjadi bentuk yang
sesuai dengan menggunakan referensi mal ulir (thread gauge). Atau bisa
juga menggunakan pahat tertentu ukurannya yangsudah di jual di pasaran,
biasanya untuk ulir-ulir standar.

18
G.Drilling

Membuat lubang awal pada benda kerja

H.Boring

Memperbesar lubang pada benda kerja.

I.Kartel (knurling)

Membuat profil atau grif pegangan pada benda kerja seperti pada pegangan
tang,obeng agar tidak licin.

J.Reaming

Memperhalus lubang pada benda kerja. Hal ini dilakukan untuk hasil
pembubutan dalam atau pengeboran di atas mesin bubut. Pada tingkatan
tertentu dibutuhkan kehalusan sesuai ketentuan. Untuk kegiatan tersebut
dipergunakan alat Reamer. Benda berlubang yang akan dihaluskan dikepit
pada cekam kepala tetap, sementara reamer dipasang pada hower dan
dijepit di senter kepala lepas. Pada saat proses penghalusan, posisi kepala
lepas didekatkan sehingga reamer dapat masuk ke lubang benda kerja.
Selanjutnya, mesin dinyalakan dan putaran reamer digerakkan memasuki
lubang sehingga geriginya bergesek dengan dinding lubang. Pada saat itulah
terjadi proses penghalusan dinding lubang.

19
7. Jenis-Jenis Mesin Bubut

Jenis mesin bubut pada garis besarnya diklasifikasikan dalam empat


kelompok, yaitu:

A.Mesin bubut ringan

Mesin bubut ini dimaksudkan untuk latihan dan pekerjaan ringan. Bentuk
peralatannya kecil dan sederhana. Dipergunakan untuk mengerjakan benda-
benda kerja yang berukuran kecil. Mesin ini terbagi atas mesin bubut bangku
dan model lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut bangku
dan model lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut yang
besar dan berat.

B.Mesin bubut sedang (medium lathe)

Konstruksi mesin ini lebih cermat dan dilengkapi dengan penggabungan


peralatan khusus. Oleh karena itu mesin ini digunakan untuk pekerjaan yang
lebih banyak variasinya dan lebih teliti. Fungsi utama adalah untuk
menghasilkan atau memperbaiki perkakas secara produksi.

C.Mesin bubut standar (Standard Lathe)

Mesin ini dibuat lebih berat, daya kudanya lebih besar daripada yang
dikerjakan mesin bubut ringan dan mesin ini merupakan standar dalam
pembuatan mesin-mesin bubut pada umumnya.

D.Mesin bubut meja panjang (long bed lathe)

Mesin ini termasuk mesin bubut industri yang digunakan untuk


mengerjakan pekerjaan-pekerjaan panjang dan besar, bahan roda gigi dan
lainnya.

20
8. Jenis lain mesin bubut secara prinsip

A.Mesin bubut centre lathe

Mesin bubut ini dirancang utnuk berbagai macam bentuk dan yang
paling umum digunakan, cara kerjanya benda kerja dipegang (dicekam) pada
poros spindle dengan bantuan chuck yang memiliki rahang pada salah satu
ujungnya, yaitu pada pusat sumbu putarnya, sementara ujung lainnya dapat
ditumpu dengan center lain.

B.Mesin Bubut Sabuk

Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa


sehingga memutar roda gigi yang digerakkan sabuk atau puli pada poros
spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda
gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi
gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda
kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

C.Mesin bubut vertical turning and boring milling

Mesin ini bekerja secara otomatis, pada pembuatan benda kerja yang
dibubut dari tangan, pekerjaan yang tidak dilakukan secara otomatis
hanyalah pemasangan batang-batang yang baru dan menyalurkan produk-
produk yang telah dikerjakan, oleh sebab itu satu pekerja dapat mengawasi
beberapa buah mesin otomatis dengan mudah.

21
D.Mesin bubut facing lathe

Sebuah mesin bubut terutama digunakan untuk membubut benda kerja


berbentuk piringan yang besar. Benda-benda kerjanya dikencangkan dengan
cakar-cakar yang dapat disetting pada sebuah pelat penyeting yang besar,
tidak terdapat kepala lepas.

E.Mesin Bubut Turret

Mesin bubut turret mempunyai ciri khusus terutama menyesuaikan


terhadap produksi. Ketrampilan pekerja dibuat pada mesin ini sehingga
memungkinkan bagi operator yang tidak berpengalaman untuk
memproduksi kembali suku cadang yang identik. Kebalikannya, pembubut
mesin memerlukan operator yang sangat terampil dan mengambil waktu
yang lebih lama untuk memproduksi kembali beberapa suku cadang yang
dimensinya sama.

Karakteristik utama dari mesin bubut jenis ini adalah bahwa pahat untuk
operasi berurutan dapat disetting dalam kesiagaan untuk penggunaaan
dalam urutan yang sesuai. Meskipun diperlukan keterampilan yang sangat
tinggi untuk mengunci dan mengatur pahat dengan tepat tapi satu kali
sudah benar maka hanya sedikit keterampilan untuk mengoperasikannya
dan banyak suku cadang dapat diproduksi sebelum pensettingan dilakukan
atau diperlukan kembali.

22
F.Mesin bubut Turret Jenis Sadel

Mempunyai turret yang dipasangkan langsung pada sadel yang bergerak


maju mundur dengan turret

G.Mesin bubut turret vertikal

Mesin bubut vertikal adalah sebuah mesin yang mirip Freis pengebor
vertikal, tetapi memiliki karakteristik pengaturan turret untuk memegang
pahat. Terdiri atas pencekam atau meja putar dalam kedudukan horizontal,
dengan turret yang dipasangkan di atas rel penyilang sebagai tambahan,
terdapat paling tidak satu kepala samping yang dilengkapi dengan turret
bujur sangkar untuk memegang pahat.

Semua pahat yang dipasangkan pada turret atau kepala samping


mempunyai perangkat penghenti masing-masing, sehingga panjang
pemotongan dapat sama dalam daur mesin yang berurutan. Pengaruhnya
adalah sama seperti bubut turret yang berdiri pada ujung kepala tetap. Dan
mempunyai segala ciri yang diperlukan untuk memudahkan pemuat,

23
pemegang dan pemesinan dari suku cadang yang diameternya besar dan
berat. Pada mesin ini hanya dilakukan pekerjaan pencekaman.

9. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja


Sebelum bekerja
Keselamatan kerja yang harus diperhatikan sebelum
melaksakan pekerja meliputi :

1. Persiapan dan pemakaian pelengkapan keselamatan kerja untuk si


pekerja yakni; pakaian kerja sepatu kerja , helm , sarung tangan dan lain-
lain.

2. Pemeriksaan alat-alat dan perlengkapan yang digunakan seperti;


pemeriksaan kepala palu , perlengkapan pengaman pada mesin-mesin
dan lain-lain

3. Pemeriksaan terhadap bahan yang akan dipekerjakan


seperti pemeriksaan sisi-sisi pelat yang tajam.

4. Lingkungan tempat bekerja juga perlu diperhatikan, sebab lingkungan


kerja yang nyaman dapat memberikan motivasi terhadapsi pekerja untuk
bekerja untuk bekerja untuk berja lebih kosenstrasi, sehingga
kemungkinan terjadinya kecelakaan kecil terjadi.

Alat yang harus di gunakan :

24
1.Katelpak/baju pelindung

2.kacamata Bubut

3.sarung tangan

4.Masker

25
5.Sepatu Safety

Sewaktu bekerja
Perhatikan keselamatan kerja sewaktu bekerja perlu mendapat perhatian
yang serius, sebab biasanya kecelakaan yang sering terjadi adalah
sewaktu melaksakan pekerjaan. Usaha-usaha yang diperlakukan untuk
menghindari atau mengurangi terjadinya kecelakaan dapat ditempuh
dengan jalan sebagai berikut:

1. Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.

2. Jangan coba-coba mengoperasikan mesin yang tidak mengetahui


prinsip-prinsip kerja yang benar tehadap pekerjaan- pekerjaan yang
dilakukan.

3. Si pekerja harus menguasai pengetahuan keselamatan kerja.

4. Konsentrsi penuh dalam bekerja.

26
10. Pengoperasian Mesin Bubut
Mesin bubut mempunyai primsip kerja sebagai berikut :

Poros spindel akan memutar benda kerja melalui roda gigi penghubung,
putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran
poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang
membawa pahat.

11. Penjepit Benda Kerja Atau Chuck


Chuck berfungsi sebagai untuk menjepit benda kerja yang berbentuk
selindris, persegi dan benda kerja yang permukaan rata. Ada beberapa jenis
chuck yaitu:
a. Chuck rahang 2
b. Chuck rahang 3
c. Chuck rahang 4
d. Chuck magnetic
a. chuck rahang 2
Digunakan untuk menjepit dan memutar bagian berbentuk tidak teratur
pada mesin bubut.

27
b. chuck rahang 3
Self Centering chuck ialah chuck yang biasanya memiliki rahan (jaw)
tiga buah yang masing-masing memiliki tiga pemutar untuk arah mengunci
dan membuka jepitan terhadap benda kerja, namun dalam pemakaiannya
jika salah satu dari lubang kunci ini diputar maka semua jaw akan bergerak
serempak mengunci atau membuka. Kendati pemakaiannya hanya untuk
memegang benda kerja yang berbentuk bulat atau bersegi tiga atau enam,
Chuck ini paling banyak digunakan karena sepat memposisikan benda kerja
pada posisi senter.

c. chuck rahang 4
Chuck rahang 4 yang bersifat independent ini dirancang untuk
memegang benda kerja segi empat, membubut bentuk eksentrik, bahkan
benda bersegi dengan posisi pembubutan jauh dari posisi senter benda
kerja.

28
d. chuck magnetic
Benda kerja dapat dipegang pada gerinda permukaan dan mesin
perkakas yang lain dengan menggunakan pencekam magnetis. Pencekam
magnetis mempunyai daya magnet dengan jenis magnet permanen atau
magnet yang dibangkitkan arus listrik. Semua benda yang dipegang pada
pencekam magnetis harus didemagnetisasi setelah pekerjaan selesai.

12. Alat Potong Mesin Bubut

Yang dimaksud dengan alat potong adalah alat/pisau yang digunakan


untuk menyayat
produk/benda kerja. Dalam pekerjaan pembubutan salah satu alat potong
yang
sering digunakan adalah pahat bubut. Jenis bahan pahat bubut yang banyak
digunakan di industri-industri dan bengkel-bengkel antara lain baja karbon,
HSS, karbida, diamond dan ceramik.

1. Geometris alat potong


Hal yang sangat penting diperhatikan adalah bagaimana alat potong
dapat menyayat dengan
baik, dan untuk dapat menyayat dengan baik alat potong diperlukan adanya
sudut
baji, sudut bebas dan sudut tatal sesuai ketentuan, yang semua Ini disebut
dengan istilah geometris alat potong. Sesuai dengan bahan dan bentuk

29
pisau,
geometris alat potong untuk penggunaan setiap jenis logam berbeda.

a. Pahat bubut rata kanan

Pahat bubut
rata kanan memilki sudut baji 80 dan sudut-sudut bebas lainnya
sebagaimana
gambar 26, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang
yang
pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi cekam.

b. Pahat bubut rata kiri

30
Pahat bubut
rata kiri memilki sudut baji 55, pada umumnya digunakan untuk
pembubutan rata
memanjang yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati
posisi
kepala lepas.

c. Pahat bubut muka

Pahat bubut muka memilki sudut baji 55, pada umumnya digunakan untuk
pembubutan rata
permukaan benda kerja (facing) yang pemakanannya dapat dimulai dari luar

31
benda kerja ke arah mendekati titik senter dan juga dapat dimulai dari titik
senter ke arah luar benda kerja tergantung arah putaran mesin.

d. Pahat bubut ulir

Pahat bubut ulir memilki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan
dibuat, sudut puncak
55 adalah untuk membuat ulir jenis whitwhort. Sedangkan untuk
pembuatan
ulir jenis metrik sudut puncak pahat ulirnya dibuat 60.

2. Penggunaan pahat bubut luar

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa salahsatu alat potong yang sering


digunakan pada
proses pembubutan adalah pahat bubut. Bentuk, jenis dan bahan pahat ada
32
bermacam-macam yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Prosesnya
adalah
benda kerja yang akan dibubut bergerak berputar sedangkan pahatnya
bergerak
memanjang, melintang atau menyudut tergantung pada hasil pembubutan
yang
diinginkan.

3. Pahat bubut dalam

Sealin pahat bubut luar, pada proses pembubutan juga sering menggunakan
pahat bubut
dalam. Pahat jenis ini digunakan untuk membubut bagian dalam atau
memperbesar
lubang yang sebelumnya telah dikerjakan dengan mata bor. Bentuknya juga
bermacam-macam dapat berupa pahat potong, pahat alur ataupun pahat
ulir, ada
yang diikat pada tangkai pahat. Bentuk ada yang khusus sehingga tidak
diperlukan
tangkai pahat. Contoh pemakaian pahat bubut dalam ketika memperbesar
lubang dan
membubut rata bagian dalam.
33
4. Pahat potong

Pahat potong adalah jenis pahat potong yang menggunakan tangkai


digunakan untuk
memotong benda kerja.

5. Pahat bentuk

Pahat bentuk digunakan untuk membentuk permukaan benda kerja,


bentuknya sangat banyak dan

34
dapat diasah sesuai bentuk yang dikehendaki operatornya. adalah jenis-jenis
pahat berbentuk radius.

6. Pahat keras

Pahat keras yaitu pahat yang terbuat dari logam keras yang mengandung
bahan karbon tinggi
yang dipadu dengan bahan-bahan lainnya, seperti Cemented
Carbid, Tungsten,
Wide dan lain-lain. Pahat jenis ini tahan terhadap suhu kerja sampai dengan
kurang lebih 1000 C, sehingga tahan aus/gesekan tetapi getas/rapuh dan
dalam
pengoperasiannya tidak harus menggunakan pendingin, sehingga cocok
untuk
mengerjakan baja, besi tuang, dan jenis baja lainnya dengan pemakanan
yang
tebal namun tidak boleh mendapat tekanan yang besar. Di pasaran pahat
jenis ini
ada yang berbentuk segi tiga, segi empat dan lain-lain yang pengikatan
dalam
tangkainya dengan cara dipateri keras (brassing) atau dijepit
menggunakan tangkai dan baut khusus

7. Bor senter

35
Bor senter digunakan untuk membuat lubang senter diujung benda kerja
sebagai tempat
kedudukan senter putar atau tetap yang kedalamannnya disesuaikan dengan
kebutuhan yaitu sekitar 1/3 2/3 dari panjang bagian yang tirus pada bor
senter tersebut. Pembuatan lubang senter pada benda kerja diperlukan
apabila
memilki ukuran yang relatif panjang atau untuk mengawali pekerjaan
pengeboran.

8. Kartel

Kartel adalah suatu alat yang digunakan untuk membuat alur-alur kecil pada
permukaan benda
kerja, agar tidak licin yang biasanya terdapat pada batang-batang penarik
atau
pemutar yang dipegang dengan tangan. Hasil pengkartelan ada yang belah
ketupat,
dan ada yang lurus tergantung gigi kartelnya

36
BAB II

Job Sheet

Bubut Bertingkat

A. Alat
a. Geometris alat potong
b. Pahat bubut luar
c. Pahat bubut dalam
d. Pahat potong
e. Pahat bentuk
f. Pahat keras
g. Bor senter
h. Kartel
i. Gergaji tangan
j. Kikir

B. Bahan

a. Besi tuang / ms st 37 1 x 100 mm

C. Tindakan keselamatan kerja

Sebelum bekerja
Keselamatan kerja yang harus diperhatikan sebelum melaksakan pekerja
meliputi :

1. Persiapan dan pemakaian pelengkapan keselamatan kerja untuk si pekerja


yakni; pakaian kerja sepatu kerja , helm , sarung tangan dan lain-lain.

2. Pemeriksaan alat-alat dan perlengkapan yang digunakan seperti;


pemeriksaan kepala palu , perlengkapan pengaman pada mesin-mesin dan
lain-lain

3. Pemeriksaan terhadap bahan yang akan dipekerjakan seperti pemeriksaan


sisi-sisi pelat yang tajam.

4. Lingkungan tempat bekerja juga perlu diperhatikan, sebab lingkungan kerja


yang nyaman dapat memberikan motivasi terhadapsi pekerja untuk bekerja
37
untuk bekerja untuk berja lebih kosenstrasi, sehingga kemungkinan
terjadinya kecelakaan kecil terjadi.

Sewaktu bekerja
Perhatikan keselamatan kerja sewaktu bekerja perlu mendapat perhatian
yang serius, sebab biasanya kecelakaan yang sering terjadi adalah sewaktu
melaksakan pekerjaan. Usaha-usaha yang diperlakukan untuk menghindari atau
mengurangi terjadinya kecelakaan dapat ditempuh dengan jalan sebagai
berikut:

1. Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.

2. Jangan coba-coba mengoperasikan mesin yang tidak mengetahui prinsip-


prinsip kerja yang benar tehadap pekerjaan- pekerjaan yang dilakukan.

3. Si pekerja harus menguasai pengetahuan keselamatan kerja.

4. Konsentrsi penuh dalam bekerja.

D. Langkah Kerja

Potong bahan sepanjang 1 x 100 mm


2. Kikir permukaan atas dan bawah
3. Hidupkan mesin bubut
4. Pasang bahan ke mesin bubut
5. Pastikan bahan terkunci kuat dengan mesin
6. Ratakan permukaan bahan
7. Lakukan juga pada sisi sebaliknya
8. Buatlah job pertama dengan 22 dan panjang 38 mm
9. Buatlah job kedua dengan 18 dengan panjang 57 mm
10.Buatlah job ketiga dengan 12 dengan panjang 42 mm
11.Buatlah job keempat kartel sepanjang 38 mm
12.Job terakhir finishing sudut 30o

E. Gambar Kerja

UKURAN
38

11 2
28 42 57 38 2
57

Nilai
JOB Kartel Sepanjang 38
5 s.d
4 mm
8

30

Nilai
JOB
Finishing Sudut 30 5 s.d
5
8

39
BAB III

PROSEDUR KERJA

Prosedur Umum
1. Alat dan bahan yang digunakan disiapkan
2. Gambar benda kerja dipelajari dan dipahami
3. Benda kerja diukur dengan menggunakan jangka sorong
4. Mata pahat diasah dengan menggunakan gerinda
5. Benda kerja dijepit pada chuck
6. Mesin diatur kecepatannya dengan melihat tabel
7. Mesin diaktifkan
8. Benda kerja di drill
9. Benda kerja difinishing
10. Mesin dinonaktifkan
11. Mesin dibersihkan
12. Alat dibersihkan dan disimpan
13. Ruangan dibersihkan

4.2 Prosedur Benda Kerja I Roda Gigi Lurus


1. Alat dan bahan yang digunakan disiapkan
2. Gambar benda kerja dipelajari dan dipahami
3. Benda kerja diukur menggunakan jangka sorong
4. Pahat diasah menggunakan gerinda
5. Benda kerja dijepit pada chuck dan dikunci dengan menggunakan kunci
chuck
6. Pahat dipasang pada rumah pahat dan dikunci dengan menggunakan
kunci kombinasi 8.
7. Rumah pahat dipasang pada tool post dan dikunci dengan menggunakan
kunci tool holder

40
8. Mata pahat dicenterkan dengan center putar pada kepala lepas
9. Mesin diaktifkan dengan cara memutar switch pada posisi on
10. Tombol bewarna putih ditekan
11. Tool post dimiringkan untuk melakukan pembubutan
12. Putaran chuck diaktifkan dengan cara menakan putaran chuck berlawanan
arah jarum jam
13. Air coolant diaktifkan
14. benda kerja dibubut denga kedalaman potong 3,5 mm dengan cara eretan
bawah diputar pada posisi 3,5 dan tuas otomatis di tekan
15. Setelah selesai tuas otomatis di nonaktifkan kemudian putaran spindle
dinonaktifkan
16. Benda kerja di finising dengan putaran spindle 400 rpm agar benda kerja
halus
17. Putaran spindle dinonaktifkan dan benda kerja dilepas dari chuck dengan
menggunakan kunci chuck
18. Benda kerja dibalik dan dipasang kembali pada chuck kemudian dikunci
dengan menggunakan kunci chuck
19. Pekerjaan no 14 17 diulangi untuk melakukan pekerjaan pada permukaan
benda kerja
20. Benda kerja di champer pada dua sisi benda kerja dengan ukuran 1,5 mm
21. Setelah selesai putaran chuck dinonaktifkan
22. Pahat drill dengan dimeter 15 dipasang pada kepala lepas dan dicenterkan
dengan benda kerja
23. Benda kerja di drill hingga benda kerja tembus
24. Setelah selesai putaran spindle dinonaktifkan
25. Pahat drill dengan dimeter 20 dipasang pada kepala lepas dan dicenterkan
dengan benda kerja
26. Benda kerja di drill hingga benda kerja tembus
27. Setelah selesai putaran spindle dinonaktifkan
28. Alat bantu dipasang pada tool post kemudian hasil benda kerja yang telah
di drill diperbesar diameternya hingga diameternya berukuran 21,71 mm
29. Putaran chuck dinonaktifkan dan benda kerja diperiksa
30. Alat bantu dibuka dari rumah pahat dan pahat bubut dipasang kembali
kemudian dikunci dengan menggunakan kunci kombinasi 8

41
31. Sisi benda kerja bagian dalam di champer dengan ukuran champer 1 mm
32. Setelah selesai putaran chuck dinonaktifkan dan benda kerja dilepas dari
chuck
33. Benda kerja dipasang kembali pada chuck dengan posisi dibalik kemudian
dikunci dengan menggunakan kunci chuck
34. Putaran chuck berlawanan arah jarum jam diaktifkan kembali
35. Benda kerja dibuat champer seperti prosedur no 24
36. Putaran chuck dinonaktifkan dengan mengembalikan tuas ke posisi netral
37. air coolant dinonaktifkan
38. Rumah pahat dibuka dari tool post dengan menggunakan kunci tool post
39. Benda kerja di buka dari chuck dengan menggunakan kunci chuck
40. Mesin dinonaktifkan dengan cara memutar switch berlawanan arah jarum
jam
41. Alat dan bahan dibersihkan dan disimpan
42. Ruangan tempat kerja dibersihkan dan disapu

4.3 Prosedur Benda Kerja Roda Pintu


1. Alat dan bahan yang digunakan disiapkan
2. Gambar benda kerja dipelajari dan dipahami
3. Benda kerja diukur menggunakan jangka sorong
4. Pahat diasah menggunakan gerinda
5. Benda kerja dijepit pada chuck dan dikunci dengan menggunakan kunci
chuck
6. Pahat dipasang pada rumah pahat dan dikunci dengan menggunakan
kunci pas-ring 8.
7. Rumah pahat dipasang pada tool post dan dikunci dengan menggunakan
kunci tool post
8. Mata pahat dicenterkan dengan center putar pada kepala lepas
9. Mesin diaktifkan dengan cara memutar switch pada posisi on
10. Tombol bewarna putih ditekan
11. Tool post dimiringkan untuk melakukan pembubutan
12. Putaran chuck diaktifkan dengan cara menakan putaran chuck berlawanan
arah jarum jam
13. Air coolant diaktifkan

42
14. benda kerja dibubut denga kedalaman potong 0.4 mm dengan cara eretan
bawah diputar pada posisi 0.4 dan tuas otomatis di tekan
15. Setelah selesai tuas otomatis di nonaktifkan kemudian putaran spindle
dinon-aktifkan
16. Benda kerja di finising dengan putaran spindle 400 rpm agar benda kerja
halus
17. Putaran spindle dinonaktifkan dan benda kerja dilepas dari chuck dengan
menggunakan kunci chuck
18. Benda kerja dibalik dan dipasang kembali pada chuck kemudian dikunci
dengan menggunakan kunci chuck
19. Benda kerja di champer pada dua sisi benda kerja dengan ukuran 1,5 mm
20. Setelah selesai putaran chuck dinon-aktifkan
21. Pahat drill dengan dimeter 15 dipasang pada kepala lepas dan dicenterkan
dengan benda kerja
22. Benda kerja di drill hingga benda kerja tembus
23. Setelah selesai putaran spindle dinon-aktifkan
24. Pahat drill dengan dimeter 20 dipasang pada kepala lepas dan dicenterkan
dengan benda kerja
25. Benda kerja di drill hingga kedalaman 12mm
26. Setelah selesai putaran spindle dinon-aktifkan
27. Alat bantu dipasang pada tool post kemudian hasil benda kerja yang telah
di drill diperbesar diameter yang 20mm hingga diameternya berukuran
24mm
28. Putaran chuck dinonaktifkan dan benda kerja diperiksa
29. benda kerja dilepas pada chuck
30. benda kerja di pasang pada mandrel
31. mandrel dipasang pada chuck
32. spindel diaktifkan
33. pahat di setting datumnya
34. benda kerja di chemper 1mm semua sisinya
35. spindel dinon-aktifkan
36. pahat diganti pahat sudut 900
37. spindel diaktifkan
38. pahat di setting datumnya

43
39. benda kerja dibubut dengan kedalaman 6mm
40. setelah selesai spindel dinon-aktifkan
41. coolant dinon-aktifkan
42. mesin dinon-aktifkan

4.4 Prosedur Benda Kerja III Baut Pengunci Handle


1. Alat dan bahan yang digunakan disiapkan
2. Gambar benda kerja dipelajari dan dipahami
3. Benda kerja diukur menggunakan jangka sorong
4. Pahat diasah dengan menggunakan gerinda
5. Benda kerja dijepit pada chuck dan dikunci dengan menggunakan kunci
chuck
6. Pahat dipasang pada rumah pahat dan dikunci dengan menggunakan
kunci kombinasi 8
7. Rumah pahat dipasang pada tool post dan dikunci dengan menggunakan
kunci tool post
8. Center putar dipasang pada kepala lepas
9. Mata pahat dicenterkan dengan ujung center kepala lepas
10. Pahat didekatkan pada benda kerja
11. Mesin diaktifkan dengan cara memutar switch searah jarum jam
12. Putaran chuck diaktifkan dengan cara memutar tuas spindle berlawanan
arah jarum jam
13. Benda kerja dibubut muka hingga permukaan benda kerja rata
14. Benda kerja dibubut rata dengan kedalaman potong 3 mm untuk
pembubutan kasar
15. Air coolant diaktifkan
16. Setelah selesai putaran chuck dinonaktifkan dan benda kerja diperiksa
17. Benda kerja rata sepanjang 109 mm dan kedalaman potong 4,5 mm
18. Setelah selesa benda kerja diperiksa jika telah sesuai dengan ukuran yang
dinginkan maka pekerjaan dilanjutkan
19. Benda kerja dibubut sepanjang 15 mm dan kedalaman 1 mm
20. Putaran chuck dinonaktifkan dan pahat dimiringkan 45
21. Benda kerja dichamper dengan ukuran 0,5 mm
22. Setelah selesai tuas otomatis untuk membuat ulir diaktifkan

44
23. Benda kerja dbuat ulir pada diameter 6 mm dan panjang 15 mm
24. Putaran chuck dinonaktifkan dengan cara mengembalikan tuas spindle
pada posisi netral
25. Air coolant dinonaktifkan
26. Mesin dinonaktifkan dengan cara memutar switch berlawanan arah jarum
jam
27. Benda kerja dilepas dari chuck dengan menggunakan kunci chuck
28. Rumah pahat dibuka dari tool post dengan menggunakan kunci tool post
29. Center putar dibuka dari kepala lepas
30. Mesin bubut dibersihkan
31. Alat dan bahan dibersihkan dan disimpan
32. Ruangan tempat kerja dibersihkan dan disapu

4.5 Prosedur Benda Kerja IV Handle


1. Alat dan bahan yang digunakan disiapkan
2. Gambar benda kerja dipelajari dan dipahami
3. Benda kerja diukur menggunakan jangka sorong
4. Pahat diasah menggunakan gerinda
5. Benda kerja dijepit pada chuck dan dikunci dengan menggunakan kunci
chuck
6. Pahat dipasang pada rumah pahat dan dikunci dengan menggunakan
kunci kombinasi 8.
7. Rumah pahat dipasang pada tool post dan dikunci dengan menggunakan
kunci tool post
8. Mata pahat dicenterkan dengan center putar pada kepala lepas
9. Mesin diaktifkan dengan cara memutar switch pada posisi on
10. Tombol bewarna putih ditekan
11. Tool post dimiringkan untuk melakukan pembubutan
12. Putaran chuck diaktifkan dengan cara menakan putaran chuck berlawanan
arah jarum jam
13. Air coolant diaktifkan
14. Benda kerja dibubut muka dengan pemakanan sedalam 2 mm hingga
permukaan benda kerja rata.
15. Benda kerja diperiksa jika belum rata maka pekerjaan diulang

45
16. Benda kerja dibuka dari chuck dan dijepit kembali dengan posisi
permukaannya dibalik kemudian dibubut muka sedalam 2 mm hingga ukuran
benda kerja menjadi 100 mm
17. Chuck drill dipasang pada kepala lepas dan mata drill dengan diameter 8
dipasangkan pada chuck drill dan dikunci dengan menggunakan kunci chuck
drill
18. Benda kerja di drill sedalam 100 mm
19. Benda kerja diperiksa jika telah sesuai dengan ukuran yang diinginkan
maka pekerjaan dilanjutkan
20. Benda kerja dibubut rata dengan dalam pemakanan 11 mm dan panjang
pemakanan 10 mm
21. Putaran chuck dinonaktifkan dan benda kerja diperiksa
22. Alat Bantu dipasang pada rumah pahat dan dikunci dengan menggunakan
kunci kombinasi 8
23. Benda kerja di bubut dalam dengan kedalaman 6 mm dan lebar
pemakanan 15 mm
24. Benda kerja diperiksa jika telah sesuai dengan ukuran yang diinginkan
maka pekerjaan dilanjutkan
25. Putaran chuck dinon-aktifkan dengan menekan tuas pada posisi netral
26. Alat bantu dibuka dari rumah pahat dan pahat dipasang pada rumah pahat
dan dikunci dengan menggunakan kunci pas-ring 8
27. Baut pada eretan atas dikendorkan kemudian eretan atas dimiringkan pada
posisi 6 dan baut eretas atas dikunci kembali
28. Pahat didekatkan dengan benda kerja dengan cara memutar eretan lintang
dan eretan bawah
29. Benda kerja dibuat tirus pada dimeter 10 mm dengan sudut 8
30. Putaran chuck dinonaktifkan dengan menarik tuas pada posisi netral
31. Air coolant dinon-aktifkan
32. Pahat dibuka dari rumah pahat dengan menggunakan kuci pas-ring 8
33. Rumah pahat dibuka dari tool post denga menggunakan kunci tool post
34. Benda kerja dibuka dari chuck dengan menggunakan kunci chuck
35. Mesin dinon aktifkan dengan cara memutar switch berlawanan arah jarum
jam
36. Mesin bubut dibersihkan

46
37. Alat dan bahan dibersihkan dan disimpan
38. Ruangan tempat kerja dibersihkan dan disapu

47
BAB IV

EVALUASI

EVALUASI
1. Apa yang di maksud dengan kerja mesin ?
2. Sebutkan jenis macam-maca mesin bubut ?
3. Sebutkan bagian-bagian utama di mesin bubut ?
4. Sebutkan alat keselamatan kerja di mesin bubut ?
5. Sebutkan macam-macam pahat
6. Sebutkan penggolongan pembubutan ?
7. Jelaskan cara perwatan kepala tetap kepala lepas ?
8. Jelaskan proses-proses pembubutan ?
9. Sebutkan pengertian pahat bubut muka ?
10. Sebutkan pengerti dari toleransi ?

PENYELESAIAN
1. Kerja mesin adalah Mesin bubut mencakup segala mesin
perkakas yang memproduksi bentuk silindris yang mana
prinsip kerjannya gerak makan dilakukan oleh pahat dan gerak
potong dilakukan benda kerja, pahat bergerak translasi, benda
kerja bergerak dengan berputar.
2. A. Mesin bubut turet horizontal
B. Mesin bubut turet vertikal
C. Mesin bubut turet otomatis
3. A. Kepala tetap
b. Kepala lepas
c. Eretan
d. Poros transportir dan poros pembawa
e. Landasan
f. Tuas /hendel
g. Penjepit/pemegang pahat

4. A. laju pelindung
B . kaca mata bubut
c. sarungtangan
d. sepatu saftey
e. masker
5. A. Pahat rata kiri
B pahatn bubut muka
c. pahat bubut ulir
d. pahat ulir
e. pahat bubut dalam

48
6. A. Pembubutan lurus
b. pembubutan tirus
c. pembubutan eksentris
d. pembubutan alur
e. pembubut profil
f. pembubut dalam
g.membuat lubang

7. Periksa bagian pengencang/ mulut pengunci terlihat aus atau


tidak, jika terjadi haus maka pengencangangan terjadi slip
Jika terjadi haus, perlu penambahan daging, dengan cara
pengelasan listrik Setelah dilas kemudian, fraislah ( Mesin
Milling) pengunci hingga terbentuk persegi, ( segi empat )
Setelah terbentuk rapihkann;ah bagian yang tajam agar tidak
melukai pekerja
a.Pembubutan Panjang
b. pembubutan ulir
c. pembubutan tirus
d. pembubutan eksterentik

8. Pahat bubut muka memilki sudut baji 55, pada umumnya


digunakan untuk pembubutan rata permukaan benda kerja
(facing) yang pemakanannya dapat dimulai dari luar benda
kerja ke arah mendekati titik senter dan juga dapat dimulai dari
titik senter ke arah luar benda kerja tergantung arah putaran
mesinnya.

9. Toleransi adalah ukuran atau takaran yang diizinkan pada suatu


pembuatan benda kerja , benda kerja yang dibuat tidak harus
pas dengan yang ditentukan tetapi boleh dari ukuran yang
ditentukan , toleransi terbagi dua yaitu tanda ( + ) dan
toleransi bawah dengan tanda ( - ).
Toleransi adalah nilai penyimpangan ( perbedaan
penyimpangan ) yang diizinkan dan sesuai fungsional ,
dalam pengerjaan suatu benda kerja dan toleransi yang
diizinkan dalam pembuatan benda kerja yaitu 0,1 mm.

49
5.2 Analisa
Pada saat penulis melaksanakan praktikum mesin bubut banyak
terdapat kesulitan dan kesalahan yang penulis alami diantaranya :
1. Benda kerja yang dibubut sering tidak rata.
2. Pada saat benda kerja berputar pada pencekam benda kerja mengalami
putaran yang tidak senter
3. Pada saat pembuatan tirus hasil permukaan benda kerja yang dihasilkan
kasar dan tidak rata
4. Ujung benda kerja dengan ujung benda kerja yang lain sering mengalami
perbedaan diameter pada saat melakukan pembubutan dengan
menggunakan eretan atas

Untuk mengatasi permasalahan di atas dapat diatasi dengan cara :


1. Pada ujung pahat ternyata masih runcing, dan penulis membuat radius
pada ujung pahat tersebut
2. Ketiga pengunci cekam harus dikunci kuat dengan menggunakan kunci
chuck.
3. Untuk pembuatan tirus mata pahat yang digunakan harus berbentuk
radius sesuai dengan ukuran radius mata pahat.dan sudut eretan atas
adalah 6 derajat.
4. Untuk menjalankan eretan atas, sudutnya haruslah dalam keadaan nol
derajat.

BAB V

KESIMPULAN

6.1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum Teknik mesin bubut ini mahasiswa dapat
menyimpulkan beberapa hal yaitu :

50
1. Ketajaman dan sudut mata pahat yang benar sangat berpengaruh pada
hasil permukaan benda kerja karena akan mengahasilkan permukaan yang
kasar.
2. P:ada saat melakukan pengasahan mata pahat sebaiknya dilakukan
secara perlahanlahan, agar sudut pahat yang dihasilkan sesuai dengan
yang telah ditentukan dan agar benda kerja yang dihasilkan permukaannya
rata.
3. Dalam melakukan proses di mesi bubut hendaklah dalam setiap
pembubutan collant diaktifkan agar permukaan benda kerja yang dihasilkan
licin dan mengkilap dan berpengaruh juga terhadap mata pahat bubut
4. Saat pembuatan lubang dan pembesaran lubang yang dilakukan oleh
mesin bubut terlebih dahulu benda kerja dijepit dngan kuat dan sebelum
proses dilakukan benda kerja disenter dahulu dengan senter yang terletak di
kepala lepas agar lubang yang dihasilkan lebih bagus dan lubang yang
dihasilkan pada permukaan benda kerja senter atau ditengah .

51