Anda di halaman 1dari 12

BAB 14.

PUSAT LISTRIK
TENAGA AIR MIKRO

14.1 PERKEMBANGAN PUSAT USTRIK TENAGA AIR MIKRO


Akhir-akhir ini dunia termasuk negara-negara maju,
memperhatikan pembangunan PLTA berkapasitas kecil. Pembagian
PLTA dengan kapasitas kecil pada umumnya adalah sebagai berikut:
a. PLTA Mikro < 100 kW
b. PLTA Mini 100 - 999 kW
c. PLTA Kecil 1000 - 10.000 kW

Dengan kemajuan teknik, tinggi H = l - 1,5 m dapat digunakan


dan kapasitas turbin dapat dibuat 4 - 5 kW. Salah satu sebab bagi
negara-negara maju memperhatikan pembangunan PLTA berkapasitas
kecil ini adalah harga minyak OPEC yang terus meningkat pada waktu
yang lalu, di samping bertambahnya kebutuhan listrik.
Sampai sekarang ini, pembangkitan listrik dengan tenaga air
merupakan pembangkitan yang paling ekonomis, sehingga potensi
tenaga air perlu dimanfaatkan. Di negara-negara maju pun potensi
tenaga air mikro/mini belum dimanfaatkan, sedangkan untuk daerah-
daerah terpencil pembangkitan listrik dengan PLTA Mikro/Mini masih
lebih menguntungkan dibandingkan dengan menghubungkan daerah
ini dengan hantaran tegangan tinggi dari sentral-sentral listrik yang
besar.
Amerika Serikat sebagai pemakai listrik yang terbesar
mempunyai program pengembangan Mikrohidro yang terbesar pula.
The Federal Power Comission telah menaksir bahwa potensi
Mikrohidro di Amerika adalah sekitar 113 x 106 kW.
Uni Sovyet dengan kebijaksanaan pemerintah tentang
penghematan pemakaian bahan bakar minyak, mulai mengadakan
penelitian tentang pembangunan PLTA Mikro/Mini, antara lain dengan

1
menggunakan air dari reservoar yang tadinya sama sekali tidak untuk
pembangkitan listrik.
Sekarang ini RRC mempunyai sentral-sentral mikrohidro yang
paling banyak yaitu 85.000 dengan 95%-nya berkapasitas kurang
dari 500 kW. Di negara-negara yang sedang berkembang pembangunan
PLTA Mikro merupakan cara yang tepat untuk memberikan listrik
kepada desa terpencil.
Di Indonesia salah satu program pemerintah adalah listrik masuk
desa. Untuk desa terpencil di daerah pegunungan, pembangunan PLTA
Mikro merupakan salah satu jawaban atas program pemerintah
tersebut karena menghubungkan desa ini dengan hantaran tegangan
tinggi tidaklah ekonomis.

14.2 DASAR-DASAR PERENCANAAN PLTA MIKRO


Dalam perencanaan PLTA berkapasitas kecil termasuk PLTA
Mikro, Prof. Dr. E. Mosonyi seorang ahli tenaga air dengan reputasi
internasional berpendapat:
a. Perkataan Mikro tidak berarti bahwa untuk perencanaan dan
pelaksanaan diperlukan juga otak "mikro" tetapi sebaliknya; PLTA
Mikro membutuhkan sarjana teknik yang di samping
berpengetahuan umum harus mempunyai pengetahuan yang tinggi.
b. Memang benar segala usaha perlu dilakukan untuk mengurangi
biaya investasi, beberapa kemungkinan perlu diteliti dengan
memperhatikan kondisi setempat.
c. Di negara-negara yang sedang berkembang perlu diperhatikan
struktur sosial dan demografi di samping keadaan ekonomi dan fisik,
juga masyarakat yang akan mendapat tenaga listrik perlu dipelajari.
d. PLTA untuk daerah pedesaan perlu mendapat perhatian yang khusus
mengingat kebutuhan irigasi dan industri rumah tangga.
e. Untuk desa pada pantai yang terisolir atau pada pulau yang kecil
perlu dipikirkan pembangunan PLTA pasang surut atau PLTA dengan
menggunakan energi ombak.

2
Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas dapat diambil langkah-
langkah berikut dalam perencanaan PLTA Mikro untuk suatu daerah
pedesaan.
a. Mempelajari bangunan air (irigasi, drainase dan lain-lain) yang
sudah ada di desa tersebut.
b. Meneliti bahan bangunan yang terdapat di tempat serta pendidikan
masyarakat desa.
c. Meneliti mesin yang hendak dipakai, lebih baik digunakan mesin
yang lebih mahal tetapi memerlukan biaya yang lebih sedikit dan
waktu yang lebih singkat untuk reparasi. [14.1]
Kemudian perencanaan suatu PLTA Mikro, terlebih untuk daerah
pedesaan di negara yang sedang berkembang, harus diusahakan biaya
per kWh sekecil mungkin. Biaya pembangkitan per kWh adalah:

Untuk mendapat biaya pembangkitan per kWh sekecil mungkin harus


diusahakan:
a. Biaya investasi yang sekecil mungkin antara lain dengan
a.l rencana PLTA yang sederhana
a.2 memakai bahan setempat
a.3 memakai turbin/generator yang standar
a.4 memakai kendali muatan elektronis (electronic load
controller) sebagai pengganti governor
a.5 memakai turbin tanpa rumah spiral (open flume setting)
b. Biaya eksploitasi yang sekecil mungkin antara lain dengan:
b.l Jangan memakai tenaga yang mahal khusus untuk eksploitasi dan
pengawasan sentral; sedapat mungkin tenaga ini diambil dari
penduduk desa dengan memperhatikan pendidikannya.
b.2 Diusahakan tidak memakai tenaga (remote control) atau
secara periodik dikirim tenaga dari kantor PLN yang terdekat

3
untuk memeriksa sentral (jadi gajinya tidak dibebankan pada
biaya eksploitasi sentral).
b.3 Memakai mesin yang tidak begitu memerlukan perawatan,
yang dapat dinilai dari penawaran pabrik mesin.
b.4 Untuk membersihkan saringan, membuang lumpur dan lain
sebagainya, dipakai tenaga dari desa secara periodik.
c. Besarnya jumlah kWh yang dibangkitkan berarti harus besar pula
jumlah kWh yang dipakai oleh desa. Usaha-usaha pemanfaatan kWh
yang dibangkitkan perlu diperluas dengan
c.1 Memperluas industri rumah tangga yang memakai tenaga
listrik.
c.2 Menggunakan tenaga listrik untuk keperluan bersama
sebagaimana telah dilaksanakan oleh Rupert Armstrong Evarts
Engineering di Nepal pada tahun 1979 untuk penyediaan air
panas dan unit pendinginan.
c.3 Mendirikan industri pedesaan yang baru'misalnya untuk
parut kelapa, penggergajian kayu, pipilan jagung, penggilingan
padi dan sebagainya.

14.3 RENCANA PUSAT LISTRIK TENAGA AIR MIKRO

14.3.1 Bagian Teknik Sipil


Seperti pada setiap PLTA maka perlu direncanakan:
a. bendungan dan tempat pemasukan
b. saluran dan pipa pesat
c. gedung sentral beserta alat elektro-mekanik
d. saluran pembuangan

Untuk memperkecil biaya pembangunan, kecuali dengan


memakai bahan setempat PLTA Mikro umumnya dapat direncanakan
dengan:
a. air langsung masuk pipa pesat, sehingga tidak memerlukan
saluran dari tempat pemasukan ke pipa pesat (Gambar 14.1).

4
b. langsung menggunakan beda tinggi muka air, tanpa pipa pesat, dan
tanpa rumah spiral (Gambar 14.2).
c. penempatan satu atau maksimal dua unit untuk memperkecil
biaya pembangunan gendung sentral.

Gambar 14.1 Contoh PLTA Mikro

Gambar 14.2 PLTA Mikro dengan turbin tanpa rumah spiral

14.3.2 Bagian Elektro Mekanik


Dengan perkembangan PLTA Mikro, semua pabrik turbin telah
mengadakan standardisasi pembuatan turbin/generator yang dilakukan
untuk menekan biaya pembangunan. Gambar 14.3 dan Gambar 14.4
memberikan 2 contoh turbin untuk PLTA Mikro.

5
Gambar 14.3 Tiga jenis turbin standar untuk PLTA mikro yang
diproduksi oleh VAST, beserta grafik pemandu pernilihan dents turbin
berdasarkan daya yang dibutuhkan.

Gambar 14.4 Turbogen turbin jenis Propeller (baling-baling)


untuk mikrohidro; terdiri dari 6 ukuran standar

6
Gambar 14.5 Turbin Banki

Gambar 14.6 Skema konstruksi turbin banki

Gambar 14.7 Efiseinsi turbin banki

Salah satu turbin yang sangat berguna bagi PLTA Mikro adalah
turbin Banki, yang semprotan airnya menumbuk turbin pada dua
tempat (Gambar 14.5), sehingga kecepatan air yang keluar sangat
kecil. [ 14.21 Perubahan arah air sebesar 90% dan tidak ada aliran

7
aksial; air bergerak pada bidang tegak lurus poros turbin. Skema
konstruksi turbin Banki diperlihatkan oleh Gambar 14.6. Kekurangan
mesin ini adalah letak turbin ini harus di atas muka air tertinggi dalam
saluran pembuangan, sehingga perbedaan tinggi antara air yang
keluar dan muka air dalam saluran tidak dapat digunakan.
Turbin Banki dapat dipakai pada H = 2 - 100 m dengan debit sebesar
20 - 2500 liter/detik. Efisicasinya diperlihatkan oleh Gambar 14.7. Di
samping turbin Banki sekarang dikembangkan juga turbin pipa.
Salah satu turbin yang sangat berguna bagi PLTA Mikro adalah
turbin Banki, yang semprotan airnya menumbuk turbin pada dua
tempat (Gambar 14.5), sehingga kecepatan air yang keluar sangat
kecil. [ 14.21 Perubahan arah air sebesar 90% dan tidak ada aliran
aksial; air bergerak pada bidang tegak lurus poros turbin. Skema
konstruksi turbin Banki diperlihatkan oleh Gambar 14.6. Kekurangan
mesin ini adalah letak turbin ini harus di atas muka air tertinggi dalam
saluran pembuangan, sehingga perbedaan tinggi antara air yang
keluar dan muka air dalam saluran tidak dapat digunakan.
Turbin Banki dapat dipakai pada H = 2 - 100 m dengan debit sebesar
20 - 2500 liter/detik. Efisicasinya diperlihatkan oleh Gambar 14.7. Di
samping turbin Banki sekarang dikembangkan juga turbin pipa.

8
Gambar 14.8 Turbin pipa

c. Rantai
Digunakan bila jarak kedua poros terlalu besar untuk menggunakan
roda gigi dan terlau kecil untuk memakai ban.

14.3.3 Kendali Muatan Elektronis (Electronic Load


Controller)
Pada suatu PLTA Mikro dikehendaki pula bahwa frekuensi dan
tegangan selalu konstan. Karena pemakaian yang selalu berubah dan
pemberian daya oleh turbin yang tidak konstan, maka frekuensi dan
tegangan pun selalu berubah. Agar keduanya konstan maka selalu
harus berlaku syarat:
energi yang dibangkitkan = energi yang dibutuhkan Ada dua cara
untuk memenuhi syarat ini yaitu
a. Mengatur agar energi yang dibangkitkan selalu sama dengan
energi yang dibutuhkan dengan menyesuaikan banyaknya air
(governor):

9
b. Mengatur energi yang diperlukan meskipun energi yang
dibangkitkan tetap besarnya (pengaturan elektronis).

Cara yang pertama telah dibicarakan, sedang cara yang kedua


didapat dengan memasang kendali muatan elektronis, yang card
kerjanya dioraikan sebagai berikut
a. Pada generator terdapat beban yang konstan untuk mencegah
perubahan putaran,
b. Energi yang dibangkitkan oleh PLTA Mikro dibagi atas 2 rangkaian
utama:
b.l rangkaian untuk para konsumen (prioritas)
b.2 rangkaian kedua yang umumnya terdiri dari resistor
Kendali muatan elektronis mempertahankan frekuensi pada
rangkaian utama dengan mengubah banyaknya resistor yang
diperlukan. Alat ini dapat menyesuaikan bila debit diubah secara
manual misalnya dengan mengubah kedudukan daun-daun turbin
pada turbin Kaplan.

10
Cara kerja Kendali IvIuatan Elektronis (KME = ELC) diperlihatkan
pada Tabel 14.1 di bawah ini [`14.1]

Tabel 14.1

KME (ELC) tidak dapat menghemat pemakaian air namun dapat


menghemat hingga 50% biaya turbin, generator, governor, sehingga
dapat dipakai turbin yang lebih sederhana.

Sumber:
[14.1] Proceedings First International Conference on small hydro,
Singapore 1984.
[14.2] Prof. Dr. E. Mosonyi: Wasserkraftwerke, Kleinstkraftwerke,
Die Banks Turbine.

Sumber gambar:
[14.2] Prof. Dr. E. Mosonyi : Niederdruck-Kleinstrakraftwerke
[14.3] World water July 1978
[14.4] World Water
[14.5]
[14.6] Prof Dr. E. Mosonyi : Klemstrakraftwerke Die Banki
Turbine
[14.7]

11
Gambar 14.9 Turbin pipa

12