Anda di halaman 1dari 23

BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM

PATOLOGI KLINIK

BLOK
BASIC SCIENCE OF BLOOD, SUPPORT AND MOVEMENT

Penyusun :

1. dr. Wahyu Siswandari, Sp.PK, MSi.Med


2. dr. Tri Lestari

LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2015
1
TATA TERTIB PRAKTIKUM

1. Mahasiswa wajib mengikuti semua kegiatan praktikum yang telah dijadwalkan


2. Mahasiswa wajib hadir 10 menit sebelum praktikum dimulai.
3. Mahasiswa wajib memakai jas praktikum.
4. Mahasiswa wajib mengisi daftar hadir praktikum setiap kali mengikuti kegiatan
praktikum
5. Sebelum praktikum dimulai dilakukan pretest, nilai pretest masuk dalam komponen
penilaian praktikum.
6. Praktikum dilaksanakan dengan tertib dan sungguh-sungguh.
7. Mahasiwa wajib mengikuti praktikum dengan tertib, dilarang merokok bersendau
gurau, tidak berbicara diluar konteks mata acara praktikum yang sedang berlangsung
dan atau melakukan kegiatan/perilaku yang dapat mengganggu kegiatan praktikum
8. Di dalam ruang praktikum, mahasiswa wajib bekerja dengan hati-hati untuk
menghindari kecelakaan di dalam ruang praktikum (laboratorium)
9. Mahasiswa wajib mengganti alat-alat praktikum. apabila merusakkan.
10. Tiap kelompok wajib membuat laporan sementara hasil praktikum dan disahkan oleh
dosen pembimbing praktikum.
11. Sebelum meninggalkan ruangan, pastikan alat-alat dan reagen praktikum dalam
keadaan bersih dan rapi.
12. Laporan kelompok dikumpulkan 3 hari setelah praktikum.
13. Mahasiswa yang berhalangan hadir dalam praktikum wajib memberitahukan secara
tertulis kepada seksi akademik atau ketua blok.
14. Ketidakhadiran dalam praktikum harus disertai dengan alasan yang dapat diterima.
Alasan yang dapat diterima untuk tidak hadir dalam praktikum adalah:
i) Ada anggota keluarga (Bapak, Ibu dan Adik/Kakak) yang meninggal
ii) Sakit, yang harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Ketua dan seksi
akademik blok BASIC SCIENCE OF BLOOD, SUPPORT AND MOVEMENT
berwenang memutuskan apakah surat keterangan sakit tersebut valid atau tidak
iii) Melaksanakan tugas dari Jurusan Kedokteran FK Unsoed, yang dibuktikan dengan
surat tugas dari Dekan FK.

2
PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN

A. BAHAN PEMERIKSAAN

Bahan/sampel darah sesuai dengan pemeriksaan yang akan dilakukan. Misal darah vena: untuk
pemeriksaan darah rutin, darah kapiler untuk hitung sel.
Macam bahan pemeriksaan :
1. Darah Vena
Bayi baru lahir : Vena Umbilicalis.
Bayi : Vena Jugularis Ekterna.
Dewasa : Semua Vena Superficial.
Terbaik Vena Mediana Cubiti.
2. Darah Kapiler
Anak : Ujung ibu jari kaki.
Dewasa : Ujung jari tangan.

1) DARAH KAPILER
Sampel darah kapiler dapat digunakan untuk pemeriksaan :
Hb.
Hitung sel.
Mikrohematokrit.
Golongan darah.
Parasit malaria.

2) DARAH VENA
Sampel darah yang didapat ditampung dengan atau tanpa antikoagulan. Dengan darah vena
dapat diperoleh bermacam macam sampel yaitu :
Whole Blood / darah penuh.
Plasma.
Serum.
Defibrinated Blood.
Clot Blood.

B. JENIS PEMERIKSAAN DARAH

1. Pemeriksaan Laju Endap Darah.


2. Identifikasi Sel (eritrosit, leukosit, trombosit)
3. Hitung jenis Leukosit / Diff. Count
4. Pemeriksaan Golongan Darah
5. Pemeriksaan Hemoglobin.
6. Pemeriksaan Hematokrit
7. Pemeriksaan Hitung Jumlah Leukosit.
8. Pemeriksaan Hitung Jumlah Eritrosit.

3
1. PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED)

Macam pemeriksaan Laju Endap Darah :


1. Westergreen.
2. Wintrobe ( juga dapat mengukur hematokrit sekaligus )
3. Cutler.
4. Hellige vollmer ( menggunakan darah kapiler )
Prinsip Pemeriksaan :
Apabila sejumlah darah diberi antikoagulan, diletakan dalam tabung gelas dalam posisi
tegak lurus maka sel sel akan mengendap, sebaliknya plasma akan bergerak ke atas. Hal
ini karena perbedaan berat jenis.

WESTERGREEN
Alat : Tabung Westergreen.
: Rak Westergreen.
Reagensia : Larutan Natrium Sitrat 3,8 %.
Bahan : Darah EDTA.
Cara pemeriksaan :
Isaplah dalam semprit steril 0,4 ml lar natrium sitrat 3,8 %, masukan dalam tabung
Hisaplah 1,6 ml darah, masukan tabung, campur dengan Na sitrat 3,8%, sehingga
mendapatkan 2,0 ml campuran.
Isaplah darah itu ke dalam pipet Westergreen sampai garis bertanda 0 mm, kemudian
biarkan pipet itu dalam keadaan tegak lurus dalam rak Westergreen selama 60 menit.
Bacalah tingginya lapisan plasma dg milimeter dan laporkanlah angka itu sebagai laju
endap darah.

Gambar :

Nilai rujukan menurut :

JENIS KELAMIN DACIE WESTERGREEN


PRIA 0 5 mm / jam 0 15 mm / jam
WANITA 0 7 mm / jam 0 20 mm / jam

Pemeliharaan alat :
Tidak boleh dicuci dengan deterjen.
Cuci dengan aquadest, bilas dengan aceton.

Catatan : kesalahan karena :


Sampel harus fresh kurang dari 2 jam, darah tidak beku diberi antikoagulan.
Alat kotor akan menyebabkan hemolisa.
Kolom tidak sesuai, misalnya sempit maka akan lebih lama.
4
Analisis : Terhisap gelembung udara.
Posisi tabung dalam rak miring.
Diletakan ditempat yang panas dan sebagainya.
Adanya vibrasi ( getaran )

2. IDENTIFIKASI SEL (ERITROSIT, LEUKOSIT, TROMBOST)

3. HITUNG JENIS LEUKOSIT / DIFF. COUNT


Membaca preparat hapus darah tepi .
Gambar :

I II III
IV V VI

Preparat darah tepi dibagi dalam beberapa zone seperti diatas. Bila dilihat dengan mikroskop
akan tampak sebagai berikut :

5
Gambar :

Zone I (Irreguler Zone II (Thin zone) Zone III Thick zone)


zone) 14% 45%
3%

Zone IV (Thin Zone V (even zone) Zone VI (Very thin zone)


Zone) 11% 14%
18%

Dengan pemeriksaan 10 x ( obyektif )


Orientasi seluruh lapangan pandang.
Periksa adanya sel sel asing, parasit.
Estimasi jumlah leukosit.
Dengan pembesaran 40 x ( obyektif )
Hitung jenis sel darah putih.
Morfologi sel darah merah.
Dengan pembesaran 100 x ( obyektif )
Penegasan.
Bangunan khas.
Estimasi Trombosit menurut Barbara Brown.

Arah perhitungan tertentu seperti dibawah ini :


Gambar :

6
Bandingkan ukuran masing masing sel dan amati bentuk inti, granula.
Stab / batang.

Segmen.

Eosinofil. Basofil

Limfosit. Monosit.

7
Tabel hitung jenis leukosit normal.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 jumlah
Eos
Bas
Staf
Sg
Limf
Mono
Jml 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100

Distribusi sel
Limfosit : di tengah.
Monosit : tepi / ekor.
Neutrofil : tepi / ekor.
Pelaporan :
Eos / Baso / Staf netro / Segmen netro / Limfo / Mono
Misal :
4 / - / 1 / 56 / 38 / 1.

Eritrosit berinti muda dilaporkan :./ 100 Leukosit.


Nilai normal menurut Miller :
Eosinofil : 1 4 %.
Basofil : 0 1 %.
Stab : 2 5 %.
Segmen : 50 70 %.
Limfosit : 20 40 %.
Monosit : 1 6 %.

4. PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO

Cara Gelas Obyek

Gambar :

Anti A anti B anti AB

Teteskan anti A, anti B, kontrol pada tempat yang berbeda, masing masing 1 tetes.
Kemudian masing masing ditetesi darah 1 tetes.
Aduk, perhatikan adanya aglutinasi.

INTERPRESTASI HASIL :
8
Anti A Anti B Anti A, Anti B Golongan Darah
- - - O
+ - + A
- + + B
+ + + AB

Reagen / Kit golongan darah :


Serum anti A Hijau / Biru.
Serum anti B Kuning.
Serum anti A, anti B Tidak berwarna.

Catatan :
Untuk membedakan poliaglutinasi, teteskan NaCl fisiologis.
Bila poliaglutinasi, aglutinasi akan hilang.

5. PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN
Metode yang dipergunakan :
A. Kolorimetri visual
1. Tallquis.
2. Spencer.
3. Haden Housser.
4. Sahli.
B. Kolorimetrik / Fotoelektrik

A.4. Metode SAHLI

Alat yang dipergunakan :


- Alat untuk mengambil darah vena atau kapiler.
- Hemometer Sahli.
Hemometer Sahli terdiri dari :
1. Tabung pengencer panjang 12 cm, dinding bergaris mulai angka 2 (bawah) s/d
22 ( atas )
2. Tabung standart Hb.
3. Pipet Hb dengan pipet karet panjang 12,5 terdapat angka 20 ul.
4. Pipet HCL.
5. Botol tempat aquadest dan HCL 0,1 N.
6. Batang pengaduk ( dari kaca )

Gambar :
9
Prinsip pemeriksaan :
Mengukur kadar Hb berdasar warna yang terjadi akibat perubahan Hb menjadi asam hematin
setelah penambahan HCL 0,1 N ( tidak semua Hb terukur ).
Sampel : - Darah vena.
- Darah kapiler.

Cara pemeriksaan :
- Isi tabung pengencer dengan HCL 0,1 N sampai angka 2 ( 5 tetes).
- Dengan pipet Hb hisap darah sampai angka 20 ul, jangan sampai ada gelembung
udara yang ikut terhisap.
- Hapus darah yang ada pada ujung pipet.
- Tuang darah kedalam tabung pengencer, bilas dengan HCL bila masih ada darah
dalam pipet, aduk sampai darah dan reagen tercampur.
- Diamkan 1 3 menit
- Tambahkan aquadest tetes demi tetes, aduk dengan batang kaca pengaduk.
- Bandingan larutan dalam tabung pengencer dengan warna larutan standart.
- Persamaan campuran dgn batang standard harus dicapai dalam waktu 3 5 menit
setelah darah tercampur dengan HCL.
- Bila sudah sama warnanya penambahan aquadest dihentikan, baca kadar Hb pada
skala yang ada di tabung pengencer / gr / 100 ml darah.

Nilai rujukan menurut Dacie :


- Dewasa laki laki : 12,5 18,0 gr %
- Dewasa wanita : 11,5 16,5 gr %
- Bayi < 3 bulan : 13,5 19,5 gr %
- Bayi > 3 bulan : 9,5 13,5 gr %
- Umur 1 tahun : 10,5 13,5 gr %
- Umur 3 6 tahun : 12,0 14,0 gr %
- Umur 10 12 tahun : 11,5 14,5 gr %

Catatan :
- Cara Sahli kurang teliti jika dibandingkan dengan cara cyanmethemoglobin tetapi
masih jauh lebih baik daripada Tallquis yang menggunakan kertas dan dicocokan
dengan kertas standar.
- Kesalahan sebesar 10 %.
- Kesalahan yang terjadi akibat :
1. Keadaan alat : - volume pipet tidak tepat.
10
- warna tabung standar sudah pucat.
2. Tehnik / pemeriksa : - Ketajaman mata berbeda beda.
- Intensitas sinar kurang.
- Terdapat gelembung udara.
- Darah pada ujung pipet tidak dihapus.
- Waktu tidak tepat satu menit, sehingga asam hematin
belum sempurna terbentuk.
3. Reagensia : HCL 0,1 N.
Bila menggunakan darah kapiler kemungkinan akan memberikan hasil yang
lebih rendah bila dipijit pijit pada waktu pengeluaran darah setelah
penusukan.

B. Cyanmethemoglobin ( Kalorimetri Fotometrik )

Reagen larutan Drabkin, yang terdiri dari :


Sodium Bikarbonat ( NaHCO3 ) 10,0 gram.
Potasium Ferrycyanida ( K3 Fe ( CN ) 6 ) 0,2 gram.
Aquadest 1000,0 cc.

Stabilitas :
Tahan 3 minggu 1 bulan.
Simpan dalam botol berwarna coklat, ditempat yang sejuk.

Prinsip pemeriksaan :

Hb ( Fe ++ ) Ferry Cyanida Hb ( Fe +++ )


Hemoglobin Methemoglobin

Hb ( Fe +++ ) KCN Hb ( Fe +++ ) CN


Methemoglobin Cyanmethemoglobin

Cara kerja :
Ke dalam tabung kolorimeter masukan 5,0 ml larutan Drabkin.
Dengan pipet hemoglobin diambil 20 ul darah ( kapiler, EDTA, atau oxalat ) bagian
luar ujung pipet dibersihkan, lalu darah itu dimasukan kedalam tabung kolorimeter
dengan membilas beberapa kali.
Campurlah isi tabung dengan membalikkannya beberapa kali.
Bacalah dalam spektrofotometer pada gelombang 540 nm,sebagai blanko digunakan
larutan Drabkin.
Kadar Hb ditentukan dari perbandingan absorbansinya dgn absorbansi standard
cyanmethemoglobin atau dibaca dari kurve tera.

Kesalahan yang mungkin terjadi :


Sampel.
Metode.
Analisis.
Alat.

11
Akurasi dipengaruhi :
Pipet : - akurat 20 ul.
- kering.
- bersih.
- tidak retak.
Tuang darah tepat diatas larutan reagen, bilaslah.
Waktu inkubasi tepat.
Alat : - Warming up 5 10 menit.
- Panjang gelombang 546 nm.
- Alat ditera.
Reagen tidak kadaluwarsa.

6. PEMERIKSAAN HEMATOKRIT

Nilai Hematokrit adalah :


Besarnya volume sel sel eritrosit seluruhnya didalam 100 mm3 darah dan
dinyatakan dalam %.
Prinsip pemeriksaan :
Darah dengan antikoagulan diputar / disentrifuge, kemudian dibandingkan panjang
kolom merah dengan kolom total.
Terdapat 2 metode pemeriksaan :
Makro Hematokrit tabung Wintrobe.
Mikro Hematokrit tabung kapiler.

Mikro Hematokrit
Alat :
Alat untuk memeperoleh darah vena / kapiler.
Pipet Hematokrit : panjang 7,5 cm.
diameter 1,2 mm.
Lampu spiritus / vasellin.
Sentrifuge yang dapat memutar dengan kecepatan 16.000 rpm.
Skala pembaca Ht.
Reagensia :
Heparin ( biasanya sudah melapisi lumen pipet kapiler Ht )
Bahan :
Darah vena / darah kapiler.
Cara pemeriksaan :
Bila menggunakan darah kapiler :
1. lakukan pengambilan darah kapiler :

Gambar :

12
2. Isi tabung kapiler dengan darah sampai 3/4 tabung.
Gambar :

3. Bakar ujung tabung yang kosong dengan lampu spiritus atau disumbat dengan
vasellin, hingga benar benar tertutup.
Gambar :

4. Sentrifuge dengan kecepatan 16.000 rpm selama 3 5 menit.


Gambar :

5. Baca dengan skala hematokrit panjang kolom merah.

Bila tidak punya skala Ht dipakai perhitungan :


Ht = Panjang kolom merah x 100 %
Panjang total kolom

Keuntungan mikro Hematokrit :


- Cepat, mudah.
- Kesalahan lebih kecil.
13
- Vol darah lebih sedikit.

Sumber kesalahan :
- Sentrifuge tidak benar.
- Lupa mengocok sampel.
- Penutupan ujung kapiler tidak rapat.
- Antikoagulan tidak tepat.
- Tabung kapiler tidak ditera

Nilai rujukan menurut DACIE :


Pria : 47 7 %.
Wanita : 42 5 %.
Bayi baru lahir : 54 10 %.
3 Bulan : 38 6 %.
3 6 bulan : 40 45 %.
10 12 tahun : 41 4 %

7. PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT

Alat yang digunakan :


Hemositometer : - Bilik hitung.
- Pipet Leukosit.
- Pipet Eritrosit.
- Bilik hitung

Kaca penutup.
Mikroskop.

Bilik hitung terbaik untuk pemeriksaan jumlah leukosit adalah bilik hitung Neubauer Improved
atau Burker karena mempunyai daerah perhitungan yang luas.
Neubauer Improved :
Luas seluruh bilik = 3 x 3 mm2.
Didalam bilik terdapat :
Kotak besar : 1 x 1 mm2.
Kotak sedang ada 2 macam :
Ditengah : 1/5 x 1/5 mm2.
Di empat sudut : x mm2.
Kotak kecil : 1/20 x 1/20 mm2.
Tinggi / dalam : 0,1 mm.
Kotak sedang : W : Leukosit ( 1,3,7,9 ) : x mm2.
R : Eritrosit ( 5 ) : 1/5 x 1/5 mm2.

14
Gambar :

Pipet Leukosit :
- Didalamnya terdapat bola berwarna putih.
- Mempunyai garis 0,5 1 11.
Gambar :

Reagensia :
Larutan Turk terdiri dari :
Gentian Violet 1 % : 1 ml.
Asam Acetat Glacial : 1 ml.
Aquadest ad : 100 ml.
Bahan :
Darah vena atau darah kapiler.
Prinsip pemeriksaan :
Menghitung sel leukosit di dalam suatu larutan yang merusak sel sel lain
dengan bilik hitung.

15
Cara kerja :
Bilik hitung dicari dengan mikroskop, cari kotak sedang di pojok ujung bilik hitung.
Hisap darah dengan pipet leukosit sampai angka 1 ( pengenceran = 10 kali ) atau
sampai 0,5 ( pengenceran = 20 kali ).
Gambar :

Hapus darah yang melekat pada ujung pipet.


Kemudian dengan ujung pipet yang sama hisap larutan Turk sampai garis tanda 11.
Hati hati jangan sampai ada gelembung udara
Angkatlah pipet dari cairan tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet
penghisap.
Kocok dengan arah horizontal selama 15 30 detik.

Gambar :

Buang 3 tetesan yang pertama.


Tuang pada bilik hitung yang telah ditutup dengan kaca penutup dan diletakan di
mikroskop.

Gambar :

Lakukan penghitungan sel leukosit dengan pembesaran obyektif 10 x atau 40 x.

Perhitungan :

Jumlah Leukosit = Jumlah leukosit x 16 x 10 (tinggi bilik hitung) x 10 (pengenceran)


Jumlah kotak

16
Contoh :
Dihitung dalam 12 kotak sedang = 90 sel Leukosit.
Pengenceran = 10 x.
90
Jumlah sel Leukosit = x 16 x 10 x 10 = 12.000 / mm3
12
Nilai rujukan menurut Dacie :
Dewasa pria : 4 11 ribu / mm3.
Dewasa wanita : 4 11 ribu / mm3.
Bayi : 10 25 ribu / mm3.
1 tahun : 6 18 ribu / mm3.
12 tahun : 4,5 13 ribu / mm3.

Kesalahan biasanya oleh karena :


Alat.
Reagensia.
Sampel.
Pemeriksa.

Perawatan alat :
Pipet leukosit :
Begitu selesai digunakan harus segera dicuci, dengan aquadest dan disemprot aceton.
Bila tersumbat jendalan darah diambil dengan kawat lembut.
Bila gagal rendam dalam larutan ( salah satu ):
Ethanol 95 %.
Asam Acetat 0,5 %.
Dikromat cleaning solution.
Larutan Sodium Bikarbonat 1 %.
Bilik hitung :
Bersihan secepat mungkin.
Rendam dalam larutan deterjen 2 3 jam.
Bilas air.
Bilas alkohol.
Keringkan dengan kain halus.

8. PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT


Alat :
Alat untuk mengambil darah vena / kapiler
Hemositometer :
- Bilik hitung Neubauer Improve.
- Kaca penutup.
- Pipet Eritrtosit : pipet dengan bola merah dengan skala
0,5 1 101.
- Mikroskop.
Reagen :
- Lar. Hayem tdd :
- Na2SO4 kristal : 5,0 gram.
17
- NaCl : 1,0 gram.
- HgCl2 : 0,5 gram.
- Aquadest : 200,0 ml.
Prinsip pemeriksaan :
Menghitung sel eritrosit dalam larutan yang menghancurkan sel sel lain.
Cara pemeriksaan :
Serupa menghitung sel Leukosit :
- Bilik hitung yang telah ditutup dengan kaca penutup diletakkan di bawah mikroskop.
- Cari kotak kecil / kotak eritrosit ( bila menggunakan bilik hitung Neubauer Improve
ada ditengah )
Gambar :

- Dengan pipet eritrosit, pipet darah sampai angka 1 ( pengencerran 100 x )


Atau sampai angka 0,5 ( pengenceran 200 x ). Bersihkan ujung pipet.
- pertahankan posisi pipet, hisap lar Hayem sampai angka 101.
- Bersihkan ujung pipet.
- Kocok dengan arah horizontal.
- Buang 3 tetes yang pertama.
- Teteskan ke bilik hitung lewat sela sela kaca penutup.

Perhitungan :
Jumlah eritrosit = jumlah eritrosit x 400 x 10 (tinggi bilik hitung) x 100 (pengenceran)
Jml kotak kecil yg dihitung

Contoh:
Didapatkan 460 sel eritrosit dalam 80 kotak kecil ( 1 / 5 x 1 / 5 mm ) maka:

Jumlah eritrosit = 460 x 400 x 10 x 100


80
= 2.300.000 / mm3

Nilai rujukan :
- Pria dewasa : 4,5 6,5 juta / mm3
- Wanita dewasa : 3,9 5,6 juta / mm3
- < 3 bulan : 4,0 5,6 juta / mm3
- 3 bulan : 3,2 4,5 juta / mm3
- 1 tahun : 3,6 5,0 juta / mm3
- 12 tahun : 4,2 5,2 juta / mm3

18
9. PEMERIKSAAN NILAI ERITROSIT RATA- RATA ( NILAI
INDEKS ERITROSIT )

TUJUAN :
Untuk memperkirakan :
- Ukuran Eritrosit rata rata.
- Banyaknya Hemoglobin tiap Eritrosit.
Macam :
1. MCV ( Mean Corpusculer Volume )
2. MCH ( Mean Corpusculer Hemoglobin )
3. MCHC ( Mean Corpusculer Hemoglobin Concentration )

1. MCV/V E R (Mean corpusculum volume/ volume eritrosit rata rata)


(Satuan Femtoliter)

MCV = VER = Hematokrit x 10


Jumlah Eritrosit (dalam juta)

Nilai normal = 82 92 Femtoliter.

2. MCH/H E R (Mean corpusculum hemoglobin/ Hemoglobin eritrosit rata rata)


Adalah : Banyaknya Hb pereritrosit, (Satuan Pikogram)
.
MCH = HER = Hemoglobin x 10
Jumlah Eritrosit (dalam juta)

Nilai normal : 27 32 Pikogram.

3. MCHC/KHER (Konsentrasi hemoglobin eritrosit rata rata)


Adalah : Kadar Hemoglobin Eritrosit yang didapat per Eritrosit. (Satuan : %).

MCHC = KHER = Hb x 100 %.


Ht

Nilai normal : 32 37 %.

19
PEMERIKSAAN KOAGULASI

PENDAHULUAN
Hemostasis adalah usaha tubuh menghentikan keluarnya darah dari pembuluh darah
dan mempertahan supaya darah tetap cair dan mengalir dalam pembuluh darah sehingga
keadaan faali tubuh dapat terpelihara.
Mekanisme hemostasis dipelihara oleh :
1. Sistem pembuluh darah.
2. Trombosit
3. Faktor-faktor koagulasi.
Kegagalan dalam proses hemostasis dapat menyebabkan perdarahan yang abnormal,
sedangkan kegagalan dalam memelihara viskositas supaya darah tetap cair mengakibatkan
trombosit.
Untuk mendeteksi adanya kelainan dalam proses hemostasis/ trombosis dilakukan
pemeriksaan skrining dengan tujuan untuk mengetahui/mengarahkan letak defek hemostasis
dan selanjutnya dapat dilakukan tes khusus untuk mencari kelainan tertentu.

Pemeriksaan skrining koagulasi antara lain :


1. Rumple Leed
2. Jumlah trombosit
3. Waktu perdarahan
4. Waktu pembekuan
5. Retraksi bekuan & konsistensi bekuan
6. Lysis bekuan
7. PPT
8. APPT
Waktu perdarahan, waktu pembekuan, PPT & APPT dipergunakan untuk pre operasi.
Dalam diktat ini hanya dibicarakan pemeriksaan skrining no. 1 , 3, 4.

10.PEMERIKSAAN RUMPLE LEED

Pemeriksaan rumple leed merupakan salah satu pemeriksaan penyaring untuk


mendeteksi kelainan sistem vaskuler dan trombosit.
Prinsip pemeriksaan :
Dengan melakukan bendungan terhadap vena pada tekanan tertentu, bila dinding kapiler
kurang kuat akan rusak/pecah oleh bendungan dan terjadi perdarahan di bawah kulit.
Alat dan reagen :
Alat : - tensimeter
- stetoskop
Reagen :-

Cara pemeriksaan :
1. Ukur tekanan sistole dan diastole, ambil rata-ratanya.
2. Lakukan bendungan pada lengan atas dengan tekanan rat-rata tersebut, maksimal 100
mmHg dan pertahankan selama 10 menit.
3. Baca hasilnya pada volar lengan bawah kira-kira 4 cm di bawah lipat siku dengan
penampang 5 cm.

Penilaian hasil :
Normal : bila dalam waktu 10 menit tak tampak perdarahan pada area pembacaan
20
atau timbul petechiae kurang dari 5 buah.
Positif : dalam waktu 10 menit timbul 10 atau lebih petechiae.
Negatif : dalam waktu 10 menit atau lebih tidak timbul petechiae atau kurang
dari 10 buah.

Catatan :
1. Bila dalam waktu kurang dari 10 menit sudah tampak lebih dari 10 buah petechiae,
percobaan dihentikan.
2. Bil adalm 10 menit tak tampak petechiae atau timbul bercak kurang dari 10 buah,
percobaan dihentikan, tunggu 5 menit dan ulangi pembacaanya. Bila tak ada perubahan
penilaiannya negatif.
3. Sebelum percobaan dihentikan apakah ada bekas gigitan nyamuk pada daerah volar
lengan bawah/noda hitam yang mungkin menyebabkan hasil menjadi positif palsu.
4. Bila rat-rata tekanan darah lebih dari 100 mmHg lakukan bendungan vena maksimal
pada tekanan 90 mmHG.

Arti klinis :
RL positif : - gangguan vaskuler
- gangguan trombosit.

Kegunaan pemeriksaan : untuk menguji kapiler dan fungsi trombosit.

11.PEMERIKSAAN WAKTU PERDARAHAN

Pemeriksaan ini terutama menilai faktor-faktor hemostasis yang letaknya


ekstravaskuler, tetapi keadaan dinding vaskuler dan trombosit juga berpengaruh.
Metode pemeriksaan :
1. DUKE
2. IVY

Metode DUKE
Prinsip pemeriksaan :
Mengukur / menghitung waktu yang digunakan saat keluarnya darah dari luka yang dibuat
dengan standart tertentu sampai berhentinya perdarahan lewat luka tersebut.
Alat dan Reagen :
Alat : 1. Lancet
2.Kapas alkohol
3. Gelas obyek
4. Kertas saring
5. Stop watch, penggaris
Reagen : (-)
Cara Pemeriksaan :
1. Cuping telinga tempat pemeriksaan dipijit-pijit atau digosok supaya hiperemis.
2. Bersihkan cuping telinga tersebut dengan kapas alkohol , biarkan kering.
3. Tusuk daerah tersebut (no. 2 ) dengan lancet sedalam 2-3 mm dan biarkan darah keluar
dengan bebas, saat darah keluar jalankan stopwatch.
4. Isap darah vena yang keluar dengan kertas saring tiap setengah menit sampai darah
berhenti mengalir jangan sampai kertas saring menyentuh luka, hentikan stopwatch saat
darah tidak dapat dihisap lagi, dan catat waktunya.
Catatan :
21
1. Pemeriksaan berhasil bila bercak pertama mempunyai penampang 3-5 mm.
2. Lakukan pada cuping telinga yang lain sebagai kontrol.
Penilaian hasil :
Normal : 1-3 menit.

12.PEMERIKSAAN WAKTU PEMBEKUAN

Waktu pembekuan adalah waktu yang diperlukan darah untuk membeku, hasilnya dapat
dijadikan ukuran aktivitas faktor-faktor koagulasi.
Metode pemeriksaan :
1. Gelas arloji.
2. Lee and White.

a. Metode Lee and White


Pemerikasaan waktu pembekuan dengan menggunakan darah lengkap seperti metode ini
merupakan pemeriksaan yang kasar tetapi masih dianggap yang terbaik.
Alat dan Reagen :
Alat : 1. Tabung reaksi
2. Alat pengambilan darah vena.
3. Stopwatch
4. Rak tabung
5. Inkubator ( kalau ada )
Reagen : (-)
Cara Pemeriksaan :
1. Siapkan 3 tabung reaksi yang bebas dari kotoran letakkan pada rak.
2. Ambil darah vena 5 ml secara legeartis, saat darah mulai keluar jalankan stopwatch
( catat waktunya ).
3. Masukkan sampel ( no.2 ) perlahan-lahan pada 3 tabung pertama dengan posisi miring
masing-masing 1,5 ml, sisanya masukan dalam tabung ke-3 sebagai kontrol.
4. Diamkan 2-3 menit kemudian setiap 0.5 menit tabung I catat waktunya. Bila sudah
timbul bekuan lakukan hal yang sama terhadap tabung ke-2 catat waktunya.
5. Amati tabung ke-3 apakah sudah timbul bekuan bila belum tampak bekuannya lakukan
hal yang sama seperti tabung yang lain.

Penilaian hasil :
Waktu pembekuan dinyatakan dengan menentukan rata-rata hasil pemeriksaan tabung I dan
tabung II tersebut.
Contoh : misal tabung I beku dalam waktu 9 menit, tabung II beku dalam waktu 10 menit,
maka waktu pembekuannya = ( 9+10 ) : 2 = 9,5 menit.
Arti klinis :
Normal : 9 15 menit.
Memanjang : kelainan beberapa faktor koagulasi ( koagulopati ) inhibitor dalam
darah misal heparin.
Catatan :
1. Pengambilan darah tidak boleh terlalu banyak tusukan supaya cairan jaringan tak ikut
masuk dalam darah ( mempercepat timbulnya bekuan darah )
2. Waktu pengambilan darah tidak boleh lebih dari 30 detik supaya tak terjadi proses
pembekuan sebelum pemeriksaan dikerjakan.
3. Alat-alat yang digunakan untuk pemeriksaan harus bebas kotoran dan kering.

22
23