Anda di halaman 1dari 2

Kopi 2

Rating Kelas
Kesesuaian Lahan
Kualitas dan Karakteristik Lahan Nilai
Aktual

Tempratur (tc)
Tempratur rerata (oC) harian 24,40 S1
Ketersediaa air (wa)
Curah hujan (mm) 2074,40 S1
Lamanya masa kering (bln)
Kelembaban udara (%)
Ketersediaan oksigen (oa)
Drainase Sedang S2
Media perakaran (rc)
Tekstur SiL S1
Bahan Kasar (%)
Kedalaman tanah (cm) 170 cm S1
Retensi hara (nr)
KTK liat (cmol) 39,28 S1
Kejenuhan basa (%) 40 S1
pH H2O 5,5 S1
C-organik (%) 4,42 S1
Toksisitas (xc)
Salinitas (dS/m) - -
Sodisitas (xn)
Alkalinitas/ESP (%) - -
Bahaya Sulfidik(xs)
Kedalaman sulfidik (cm) - -
Bahaya erosi (eh)
Lereng(%) 15 % S2
Bahaya erosi sedang S2
Bahaya banjir (fh)
Genangan F0 S1
Penyiapan lahan (lp)
Batuan di permukaan (%) <5 S1
Singkapan batuan % <5 S1
Ordo S
Kelas S2
Subkelas S2oa,eh

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan di UB Forest, Desa


Tawangargo, pada pengamatan titik K2.2, didapatkan data tempratur rerata harian
yaitu 24,40oC yang rating kelas kesesuaian lahanya adalah S1 dengan data
ketersediaan air berupa rerata curah hujan pertahun yang mencapai 2074,40 mm
dengan rating S1. Data ketersediaan oksigen berupa drainase yaitu sedang dengan
rating S2. Untuk karakterisitik lahan media perakaran yang dilihat dari teksturnya
pada minipit ini adalah lempung berdebu (SiL) dengan rating kelas kesesuaian
lahan yaitu S1 dan kedalaman tanah dengan rating S1. Pada data kualitas dan
karakteristik lahan retensi hara, didapatkan data KTK liat sebesar 39,28 cmol,
Kejenuhan basa 40%, pH H2O 5,5, dan C-organik 4,42% yang semuanya
termasuk kedalam rating kelas kesesuaian lahan aktual S1. Pada karakteristik
lahan bahaya erosi terdapat data lereng sebesar 15% dan bahaya erosi sedang yang
keduanya masuk kedalam rating kelas kesesuaian lahan aktual S2. Untuk bahaya
banjir didapatkan rating kelas kesesuaian lahan yaitu S1. Pada data penyiapan
lahan rating kelas kesesuaian lahannya adalah S1.
Berdasarkan data tersebut didapatkan bahwa ordo kesesuaian lahan pada
titik K2.2 adalah S yaitu suitable dengan kelas S2 (cukup sesuai). Menurut
Widiatmaka (2011), kelas S2 merupakan lahan yang mempunyai faktor pembatas,
dan faktor pembatas ini akan berpengaruh terhadap produktivitasnya, memerlukan
tambahan masukan (input). Pembatas tersebut biasanya dapat diatasi oleh petani
sendiri. Dan untuk subkelas S2oa,eh yaitu ketersediaan oksigen dan bahaya erosi.