Anda di halaman 1dari 7

Watter Trappen

I. Pengertian Water Trappen

Water trappen yaitu teknik mengapung di


air tanpa berpindah tempat. Jadi water
trappen bukan berenang. Teknik ini dapat
dilakukan dengan posisi tubuh tegak lurus
dalam air dan hanya menggerakkan bagian
kaki seperti kaki katak. Fungsi dari teknik ini
adalah untuk menghemat tenaga dan
mengurangi keluarnya keringat yang dapat
memicu dehidrasi. Pada saat bertahan hidup
di laut teknik ini sangat bermanfaat untuk
mempertahan diri sampai bantuan datang
untuk menolong.

Latihan dikolam renang teknik ini dapat


dikombinasikan dengan terjun paku. Pada
saat melakukan terjun paku dan tubuh sudah
muncul ke permukaan lakukan latihan water
trappen. Jika anda sudah menguasai minimal
15 menit anda dapat bertahan pengapung
tanpa berpindah tempat dan tanpa
merasakan kelelahan/ nafas tersengal-sengal.
Semakin lama anda mampu mengapung
semakin baik. Jika anda sudah cukup
menguasai teknik ini dapat dikembangkan
dengan mengatur nafas, gunakan pernafasan
perut dan cobalah teknik water trappen
dengan cara tidur terlentang. Kalo anda benar
melakukan tekniknya maka anda dapat
terapung tanpa menggerakan apa-apa
bahkan dapat tidur mengapung di air.

2. Prinsip Utama Water Trappen

LATIHAN RENANG GAYA WATER TRAPEN


Renang dengan menggunakan gaya
samping (bebas). Gaya ini diajarkan untuk
memberikan pertolongan dan penyelamatan
korban di dalam air (kolam). Prinsip utama
renang gaya water trapen adalah
a. Menguasai renang gaya bebas.
b. Mampu berenang
dengan satu atau dua
tangan.
c. Mampu
menahan napas
dalam waktu
yang relative
lama di dalam
air.

d. Mampu mengapung dengan


menggerakan
kaki di dalam air (di
tempat).

III. Cara Melakukan Water Trappen


a. Sikap awal berdiri di pinggir kolam,
kemudian terjun ke air dengan posisi
lurus, kedua tangan masuk ke dalam air
terlebih dahulu.

b. Meluncurkan di dalam air sejauh


mungkin, kemudian diteruskan dengan
melakukan gerakan berenang seperti gaya
bebas (cobalah dengan satu tangan).

c . Berhenti, kemudian lakukan gerakan


berenang di tempat dengan posisi berdiri
namun kedua kaki digerakkan berganti

(posisi badan
mengapung
vertical).

IV. Prosedur
penyelamatan diri di laut
Prosedur atau langkah-langka
penyelamatan diri jika terjadi kecelakaan di
laut :

1.
Segera tinggalkan kapal jika terjadi kebakaran atau kapal
karam, jangan lupa jika ada pelampung bawah serta pelampung untuk
memudahkan anda bertahan hidup. Jika tanda-tanda kebakaran/ karam
semakin besar maka langka awal yang harus diambil sesegera mungkin
untuk meninggalkan kapal. Jika terjadi kebakaran segera menjauh dari kapal
untuk menghindari ledakan ataupun kobaran api. Menjauhlah dari kapal
berlawanan dengan arah angin hal ini untuk menghindari kemungkinan
terkena kobaran api. Apabila terjadi kapal karam saat paling tepat adalah
sebelum seluruh badan kapal tenggelam, semakin anda terlambat
meninggalkan kapal semakin sulit untuk lolos dari maut. Saat badan kapal
semakin tenggelam akibat dari daya dorong kapal yang besar kedalam akan
terbentuk pusaran air yang sangat kuat dan besar sehingga apa yang ada

disekitar kapal tersebut akan ikut tersedot kedalam laut, oleh sebab itu
setelah berhasil keluar dari kapal sesegera mungkin menjauh sejauh-jauhnya
dari kapal yang tenggelam tersebut.
2.
Langkah selanjutnya setelah menjauh dari kapal manfaatkan
pelampung yang anda bawah atau segera membuat pelampung. Pada waktu
meninggalkan kapal sebaiknya pelampung tidak dikembangkan/ diisi udara
terlebih dahulu tujuannya untuk memudahkan pada waktu berenang
menjauhi kapal. Jika pelampung yang anda bawa tipe pelampung tiup isilah
udara melalui penting atau selang yang ada. Isi pelampung maksimal dari
volume atau sesuaikan agar mampu membantu daya apung tubuh anda.
Biasanya untuk pelampung tipe tiup dilengkapi dengan tabung udara darurat
yang berfungsi untuk mengisi pelampung dengan cepat, anda tinggal
menarik pin nya maka pelampung akan mengembang dengan cepat. Namun
begitu hindari pengisian dengan cara seperti ini kecuali memang anda sudah
tidak kuat untuk meniup dan sudah urgen. Setelah mendapatkan pelampung
usahakan tetap tenang dan kembali mengatur nafas anda agar anda tidak
panik dan tetap rileks.
3.
Usahakan untuk tetap bergerombol dengan orang lain, hal ini
selain memudahkan dalam melakukan pertolongan juga untuk membantu
agar mental tidak down. Untuk menghemat tenaga anda dapat membentuk
lingkarang atau formasi yang lain. Dengan membentuk formasi anda dapat
menolong/ membantu orang lain yang mungkin tidak mendapatkan
pelampung. Dengan membentuk formasi daya apung semakin kenyal dan
dapat membantu orang lain serta sling support.
4.
Usahakan jangan membuat luka yang bisa mengeluarkan darah
karena hal ini dapat merangsang ikan hiu ataupun hean lainnya untuk
menyerang.
5.

Buatlah tanda bahaya untuk meminta pertolongan.

6.
Jika memungkinkan dan dapat melihat garis pantai atau daratan
berusahalah untuk berenang kearah pantai. Untuk berenang kearah pantai
perhatikan gelombang yang ada, hindari untuk berada diatas gelombang
karena hal ini dapat menyebabkan anda dihempas gelombang.
7. Bila sudah berada didaratan tetapi tidak ada tanda-tanda
kehidupan langkah selanjutnya lakukan teknik Jungle Survival sambil
menunggu pertolongan datang.