Anda di halaman 1dari 25

SOP SUHU BADAN

No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Tatacara mengukur suhu badan dengan menggunakan


1. Pengertian thermometer
Untuk mengetahui suhu badan
Sebagai acuan untuk pengukuran suhu badan
2. Tujuan
3. Kebijakan Ada Petugas terampil dan Alat yang siap pakai
4. Referensi -
Memberi penjelasan kepada pasien.
Langkah Perawat mencuci tangan.
langkah Bila perlu baju pasien dibuka dan ketiak dikeringkan.
Termometer diperiksa apakah air raksa tepat pada angka nol.
Termometer dipasang pada reserviornya, jepitkan ditengah-
tengah ketiak dan lengan dilipat.
Setelah 5-10 menit termometer diangkat langsung dibaca.
Termometer dicelupkan kedalam larutan sabun, dilap dengan
kasa/ kertas tisue lalu dimasukkan ke larutan desinfektan lalu
dibersihkan dengan air bersih lalu dikeringkan.
Air raksa diturunkan kembali pada angka nol dan diletakkan
pada tempatnya.
Mencatat hasil kegiatan kedalam catatan perawatan.
Perawat cuci tangan.
Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
MENGHITUNG PERNAPASAN
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Menghitung jumlah pernafasan satu menit


5. Pengertian
Menghitung jumlah pernafasan dalam satu menit guna mengetahui
6. Tujuan
keadaan umum pasien dan kelainan pada fungsi pernafasan.

Dilakukan oleh perawat, mahasiswa keperawatan pada pasien baru


7. Kebijakan
dan pasien yang mengalami masalah pada fungsi pernafasannya.

8. Referensi -
4.1 Persiapan Alat
Langkah 4.1.1 Arloji tangan dengan penunjuk detik
langkah 4.1.2 Buku catatan dan alat tulis.
4.2 Persiapan Pasien

Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan

4.3 Pelaksanaan

4.3.1 Menghitung pernafasan selama satu menit

4.3.2 Mencatat hasil penghitungan pada l5 dan catatan


perkembangan keperawatan pasien

4.3.3 Bila ada kelainan segera laporkan kepada


penanggung jawab ruangan

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
PEMAKAIAN TENSIMETER
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Protap Penggunaan Alat Tekanan Darah (Tensimeter) adalah


9. Pengertian
prosedur tetap untuk Penggunaan Alat Tekanan Darah (Tensimeter).

Protap ini bertujuan sebagai acuan dalam Penggunaan Alat Tekanan


Tujuan
Darah (Tensimeter).

Setelah selesai menggunakan tensimeter, lepas dan gulung kembali


Kebijakan
mansetnya dengan logam pengait diletakkan di dalam.

Referensi -
4.1 Tekan tombol hitam kemudian buka tutupnya.
Langkah 4.2 Buka kunci air raksa.
langkah 4.3 Kemudian lilitkan mansetnya kependerita (pada lengan).
4.4 Pompa balon karetnya untuk menunjukan air raksa naik.
4.5 Putar kekiri tombol pada balon karet supaya air raksa turun dan
menghasilkan suara detak jantung.
4.6 Lepas dan gulung kembali mansetnya logam pengait ditaruh
didalamnya kain manset.
4.7 Letakkan pada tempatnya sesuai dengan posisinya.

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
TINDAKAN INJEKSI
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Injeksi/ suntik adalah tindakan memasukkan obat ke dalam tubuh


Pengertian
pasisen lewat alat suntik yang dimasukkan tubuh : sedalam kulit (ic);
atau sedalam bawah kulit (sc); atau sedalam otot (im); atau sampai
menembus aliran vena (iv)

Memasukkan obat ketubuh pasien agar lebih cepat bereaksi,


Tujuan
terutama bila pemberian lewat mulut tidak bisa dilakukan

Semua petugas harus mampu melaksanakannya dengan benar


Kebijakan
sesuai dengan protap

Referensi -
1. PROSEDUR
Langkah 4.1 Persiapan :
langkah
a. Spuit inj sesuai dengan penggunaan
b. Kapas alkohol
c. Obat injeksi sesuai dengan perintah dokter
d. Torniquet
e. Bantal pengalas
4.2 Pelaksanaan :

4.2.1 Injeksi I.C :

a. Isi spuit injeksi dengan obat yang telah ditentukan


b. Permukaan kulit didesinfeksi dengan kapas alkohol
c. Renggangkan permukaan kulit dengan tangan kiri
d. Masukkan jarumpada permukaan kulit dengan sudut
15-20 dan lubang jarum menghadap keatas
e. Masukkan obat pelan-pelan supaya permukaan kulit
yang disuntik mengembung
f. Setelah obat masuk, spuit ditarik dengan cepat
g. Bekas suntikan tidak boleh ditekan dengan kapas
alkohol
4.2.2 Injeksi S.C :

a. Isi spuit dengan obat yang telah ditentukan


b. Permukaan kulit di desinfeksi dengan kapas alkohol
c. Angkat sedikit permukaan kulit dengan tangan kiri
d. Masukkan jarum ke bawah kulit dengan sudut 45
dan lubang jarum menghadap keatas
e. Penghisap spuit ditarik sedikit untuk melihat apakah
ada darah atau tidak
.
Injeksi I.M :

a. Isi spuit dengan obat yang telah ditentukan


b. Permukaan kulit didesinfeksi dengan kapas alkohol
c. Permukaan kulit sedikit direnggangkan
d. Masukkan jarum tegak lurus dipermukaan kulit
e. Penghisap spuit ditarik sedikit untuk melihat apakah
ada darah atau tidak
f. Bila ada darah, obat tidak boleh dimasukkan,
masukkan spuit lebih dalam/ tarik sedikit dan
evaluasi ulang apakah ada darah pada spuit saat
dilakukan penarikan
g. Bila tidak ada darah, obat dimasukkan pelan-pelan
h. Setelah obat masuk semua, spuit ditarik dengan
cepat dan bekas suntikan ditekan dengan kapas
alkohol
4.2.4 Injeksi I.V :

a. Isi spuit dengan obat yang telah ditentukan


b. Tentukan pembuluh darah yang akan disuntik
c. Lakukan pembendungan darah proximalnya dengan
torniquet
d. Permukaan kulit didesinfeksi dengan kapas alkohol
e. Pasang pengalas di bagian bawah tempat yang
akan disuntik
f. Jarum ditusukkan dengan lubang jarum menghadap
keatas
g. Penghisap spuit ditarik sedikit untuk melihat apakah
ada darah atau tidak
h. Bila tidak ada darah, maka harus dicari lagi
pembuluh darah yang lebih proximal
i. Bila ada darah, obat dimasukkan pelan-pelan
j. Setelah obat masuk semua, jarum ditarik dengan
cepat dan bekas tusukan jarum ditekan dengan
kapas alkohol

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
PEMASANGAN KATETER
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Memasang kateter pada alat kelamin (uretra) pada pasien yang


Pengertian
tidak bisa BAK sendiri atau prosedur pengobatan

Menolong pasien BAK bagi pasien yang tidak bisa BAK sendiri
Tujuan
Untuk mengetahui jumlah urine

Mengetahui adanya kelainan urine

Melaksanakan prosedur pengobatan.

Observasi keadaan pasien setelah dipasang kateter, dan catat


Kebijakan
setiap urian yang keluar.

Referensi -
4.1 Persiapan alat yang diperlukan, meliputi :
Langkah a. Pincet anatomi dalam tempatnya
langkah b. Sarung tangan
c. Spuit 10 cc 1 buah
d. Aquabides secukupnya
e. Kapas svlon atau betadhin cair
f. Jelly
g. Kateter sesuai ukuran
h. Urobag
i. Plester
j. Gunting
k. Bengkok (Nierbeken)
l. Lidocain
4.2 Atur posisi pasien dan pakaian bagian bawah dilepas
4.3 Sarung tangan dipasang
4.4 Bersihkan daerah alat kelamin pasien dengan savlon
4.5 Memberi jelly atau pelumas pada ujung kateter (bila ada faktor
penyulit perlu diberikan lidocain jelly)
4.6 Pada laki-laki alat kelamin dipegang kearah atas
4.7 Masukkan kateter secara pelan-pelan sampai urine keluar
4.8 Menampung urine dalam urobag
4.9 Masukkan aquabidest sebanyak 25 cc kedalam balon kateter
melalui karet penguncinya
4.10 Catat jumlah urine yang keluar
4.11 Setelah selesai kateter diterik pelan-pelan sampai tak bisa
keluar, kemudian diplester dipaha.
4.12 Alat yang digunakan dibereskan perawat cuci tangan

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
PEMERIKSAAN
ELEKTROKARDIOGRAFI
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan potensial atau


Pengertian
perubahan voltage yang terdapat dalam jantung.

Grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung


yangdihubungkan dengan waktu.

Untuk mengetahui adanya kelainan kelainan dari irama jantung 9


Tujuan
aritmia

2.2 Untuk mengetahui adanya kelainan kelainan miocardium


seperti infark, hipertrofi atrial atau ventrikel.

2.3 Untuk mengetahui pengaruh / efek obat obat jantung


terutama digitalis dan quinidine.

2.4 Untuk mengetahui adanya gangguan gangguan elektrolit dan


perikarditis.

Dilakukan oleh perawat poli jantung pada pasien chek up, pasien
Kebijakan
yang mempunyai keluhan nyeri dada dan pasien konsulan dari poli
lain..

Referensi -
1.1 Siapkan alat monitor EKG lengkap dan siap pakai
Langkah 1.2 jelaskan pada pasien / keluarga tentang prosedur dan tujuan
langkah EKG
1.3 Lakukan cuci tangan
1.4 Atur posisi pasien sesuai dengan kondisi. Bila memungkinkan
posisi telentang dan datar
1.5 Buka dan longgarkan pakaian pasien bagian atas
1.6 Pastikan bahwa pasien bebas dari logam (kontak dari logam)
1.7 Bersihkan daerah dada, pergelangan tangan dan kedua tungkai
dari kotoran dan lemak dengan kapas alkohol
1.8 Oleskan jelly EKG pada pemukaan elektrode
1.9 Pasang manset elektroda pada pergelangan tangan dan kedua
tungkai
1.10 Hidupkan monitor EKG
1.11 Sambung kabel EKG pada kedua pergelangan tangan
dan tungkai pasien untuk rekaman ekstrimitas lead (I, II, III auN,
auL, auF) dengan cara sebagai berikut :
a. Warna merah pada tangan kanan

b. Warna hijau pada kaki kiri

c. Warna hitam pada kaki kanan

d. Warna kuning pada kaki kiri

Pasang elektrode dada untuk merekam precordial lead sebagai


berikut
a. Lakukan kalibnrasi dengan kecepatan 25 mv / detik
b. Lakukan perekaman secara berurutan sesuai dengan
pemilihan lead yang terdapat pada mesin EKG
c. Lakukan kalibrasi kembali setelah perekaman selesai
d. Catat identitas penderita pada hasil rekaman : nama,
umur, tenggal, dan jam rekaman serta nomor lead dan
nomor rekam medik
e. lakukan pencatatan pada berkas rekam medik pasien
bahwa telah dilakukan tindakan EKG
f. Rapikan pasien dan bersihkan alat-alat serta tempatkan
pada tempat semula

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Dalam poli BP
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
MENGUKUR TEKANAN DARAH
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Melakukan pengukuran tekanan darah arteri.


Pengertian
Untuk mengetahui tekanan darah pasien
Tujuan
Dilaksanakan oleh Perawat pada pasien yang mengalami gangguan
Kebijakan
pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh.

Referensi -
4.1 Persiapan alat :
Langkah 4.1.1 Tensimeter
langkah 4.1.2 Stetoskop
4.1.3 Catatan Tekanan darah
4.2 Pelaksanaan
4.2.1 Menjelaskan kepada pasien tujuan tindakan yang
akan dilakukan dan posisinya diatur sesuai
kebutuhan.
4.2.2 Membuka lengan baju atau digulung
4.2.3 Memasang manset tensimeter pada lengan atas
dengan pipa karetnya berada dibagian luar lengan.
Manset dipasang tidak terlalu kencang atau terlalu
longgar.
4.2.4 Memasang pompa tensimeter
4.2.5 Meraba denyut arteri brachialis lalu stetoskop
ditempatkan pada daerah tersebut.
4.2.6 Menutup skrup balon karet, pengunci air raksa dibuka.
Selanjutnya balon dipompa sampai denyut arteri tidak
terdengarlagi dan air raksa didalam pipa gelas naik.
4.2.7 Membuka skrup balon perlahan-lahan sehingga air
raksa turun perlahan-lahan. Sambil memperhatikan
turunnya air raksa, dengarkan bunyi denyutan
pertama dan terakhir.
4.2.8 Hasilnya dicatat.
4.2.9 Pasien dibereskan
4.2.10 Alat-alat dibereskan dan disimpan ditempatnya

Bagan alir -
Hal hal yang -
perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
MENIMBANG BERAT BADAN
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Menimbang berat badan dengan mempergunakan timbangan


Pengertian
badan.

2.1 Mengetahui berat badan dan perkembangan berat badan


Tujuan pasien
2.2 Membantu menentukan program pengobatan, diit dan lain-lain.
Dilakukan oleh Perawat, Mahasiswa Keperawatan pada pasien
Kebijakan
baru, ibu hamil, bayi dan anak-anak

Referensi -
4.1 Persiapan Alat : Timbangan
Langkah 4.2 Persiapan pasien
langkah Pasien dan keluarganya diberi penjelasan tentang tindakan
yang akan dilakukan.

4.3 Pelaksanaan
4.3.2 Bila pasien dapat berjalan, disuruh naik sendiri ke
atas timbangan.
4.3.3 Bacalah angka petunjuk jarum secara tepat, kemudian
hasilnya dicatat pada lembar curve BB / catatan
keperawatan.
4.4 Perhatian
4.4.1 Sebelum dipakai timbangan distel dengan alat
penunjuknya pada posisi nol.
4.4.2 Pasien anak-anak yang tidak dapat berjalan atau
berdiri harus digendong, hasilnya dikurangi berat
badan yang menggendong
4.4.3 Timbangan harus diletakkan di temapt yang terang
dan rata.

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
CUCI TANGAN
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Adalah tindakan membersihkan tangan bagi petugas kesehatan


Pengertian
yang dilakukan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
pembedahan maupun perawatan

Menghilangkan atau mengurangi mikroba yang ada pada kulit,


Tujuan
sehingga tidak menimbulkan kontaminasi silang pada diri sendiri
maupun pasien, satu sama lain.

Dilakukan oleh petugas kesehatan maupun peserta didik, yang


Kebijakan
berada di lingkup rumah sakit

Referensi -
4.1 Cuci tangan dibawah air yang mengalir
Langkah 4.2 Air yang pertama keluar dibuang, cuci tangan dengan air
langkah selanjutnya
4.3 Cuci tangan dengan sabun biasa maupun sabun antiseptik
yang tersedia, secukupnya
4.4 Gosoklah telapak tangan dengan telapak tangan
4.5 Telapak tangan kanan diatas punggung tangan kiri dan jari
saling menyilang, kemudian gosokkan, lakukan juga untuk
tangan yang sebaliknya.
4.6 Gosokkan telapak tangan kiri dengan telapak tangan kanan
dan jari salingmenyilang
4.7 Jari saling menggenggam, kemudian punggung jari kiri
menggosok telapak tangan kanan dan punggung jari kanan
menggosok telapak tangan kiri
4.8 Gosokan berputar ibu jari kanan pada punggung tangan kiri
dan jari yang lainnya di telapak tangan kiri, lakukan juga
untuk yang sebaliknya.
4.9 Gosokkan berputar jari kiri pada telapak tangan kanan dan
sebaliknya
4.10 Setiap tindakan/ poin dikerjakan selama 10 detik
4.11 Tutup kran dengan siku

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
PENYELESAIAN BERKAS REKAM
MEDIS YANG HILANG / TERLAMBAT
DATANG
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Rekam Medik adalah berkas yang berisikan catatan, dan dokumen


Pengertian
tentang identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan
dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan
kesehatan.

Supaya pelayanan lancar sesuai dengan nomor urut


Tujuan
Dilakukan oleh perawat di semua poliklinik IRJ
Kebijakan
Referensi -
1.1 Panggil klien yang bersangkutan dengan sopan
Langkah 1.2 Tanyakan nama indentitas klien
langkah 1.3 Catat identitas klien pada form yang tersedia
1.4 Tanyakan pada klien :
a. Apakah sudah mengambil nomer di Poliklinik di Loket ?

b. Apakah sudah mendatarkan di loket pendaftaran ?

c. Jam berapa daftar di loket pendaftaran ?

d. Apakah klien kontrol / daftar kunjungan baru ?

e. Apakah sudah benar tujuan Poliklinik yang dituju ?

1.5 Hubungi petugas Rekam Medik / tanyakan kepada petugas


pengantar berkas Rekam Medik Klien tentang keberadaan
berkas Rekam Medik Klien yang dimaksud.
1.6 Anjurkan Klien untuk tetap menunggu di ruang tunggu dan
jelaskan kepada klien, bahwa berkas Rekam Medik sedang
dalam proses (dicarikan)

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
MEMBUAT PERINCIAN TINDAKAN
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Mengisi Form rincian tindakan setelah pasien setuju dilakukan


Pengertian
tindakan

Membayar administrasi tindakan


Tujuan
Dilakukan oleh perawat setiap pasien dilakukan tindakan
Kebijakan
Referensi -
4.1 Ambil form rincian tindakan
Langkah 4.2 Catat identitas klien, nomor register dan jenis tindakan
langkah 4.3 Pastikan jumlah nominal sesuai dengan jenis tindakan
4.4 Berikan form rincian tindakan pada klien / keluarga dan anjurkan
membayar pada loket pembayaran
4.5 Mintalah bukti pembayaran pada klien
4.6 Bila sudah menyelesaikan bukti pembayaran, berikan resep
kepada pasien
4.7 Catat rincian tindakan klien pada buku perincian tindakan di
poliklinik

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
PENERIMAAN STATUS KLIEN
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Menerima berkas yang berisi identitas pasien, nomor register sesuai


Pengertian
dengan poli yang dituju dari Rekam Medik.

Untuk mencatat keluar pasien, hasil pemeriksaan dari terapi pasien


Tujuan
Dilakukan oleh perawat setiap pasien baru, pasien kontrol
Kebijakan
Referensi -
4.1 Terima status dari rekam medik (pengantar status)
Langkah 4.2 Pastikan bahwa status sesuai dengan poliklinik yang dituju
langkah 4.3 Panggil klien sesuai dengan statusnya.
4.4 Cocokkkan identitas klien dengan statusnya
4.5 Pastikan nomor register dan nama klien sesuai dengan statusnya
(bila klien ASKES cocokkan dengan identitas klien)
4.6 Lengkapi identitas status klien
4.7 Anamnesa sesuai dengan kelihan klien
Letakkan status klien yang sudah terpilah pada ruang pemeriksaan
Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
PERSIAPAN PELAYANAN DI POLI
KLINIK
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Menyiapkan bahan-bahan (blanko, resep, peralatan,dll) yang


Pengertian
diperlukan di Poliklinik.

Agar pelayanan lancar


Tujuan
Dilakukan oleh perawat / pekarya setiap hari sebelum pelayanan
Kebijakan
dimulai.

Referensi -
4.1 Pastikan ruangan dalam keadaan aman dan nyaman
Langkah 4.2 Kontrol listrik dan air
langkah 4.3 Lakukan kebersihan lingkungan (lantai, dinding, jendela, dan
pintu)
4.4 Lakukan kebersihan tempat tidur klien dan rapikan
4.5 Lakukan kebersihan meubelair
4.6 Siapkan blangko-blangko keperluan poliklinik (ATK)
4.7 Siapkan alat ukur tinggi badan dan berat badan dalam keadaan
bersih dan rapi
4.8 Siapkan alat untuk pemeriksaan medis
4.9 Siapkan alat-alat untuk tiondakan keperawatan dalam keadaan
bersih dan steril
4.10 Siapkan alat-alat untuk tindakan khusus misalnya : EKG, USG,
Audiometri, Refraksi, Tonometri, dll dalam keadaan bersih dan
rapi.
4.11 Siapkan obat-obatan untuk pelayanan di poliklinik.
4.12 Siapkan tempat sampah sesuai fungsinya (sampah medis
kuning dan sampah umum hitam)
4.13 Kontrol alat-alat komunikasi (telepon dan sound system)
4.14 Kontrol alat pemadam kebakaran
4.15 Bila ada komputer, bersihkan dan rapikan.

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
HECTING
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Luka adalah terputusnya kontinuitas dari suatu jaringan yang


Pengertian
disebabkan oleh karena trauma. Penjahitan luka adalah suatu
tindakan untuk mendekatkan tepi luka dengan benang sampai
sembuh dan cukup untuk menahan beban fisiologis.

Meningkatkan kualitas pelayanan perawatan luka agar tidak terjadi


Tujuan
infeksi lanjut.

Dilakukan oleh perawat yang terampil.


Kebijakan
Referensi -
1.1 Persiapan alat yang diperlukan, meliputi :
Langkah Bahan :
langkah
1. NS
2. Povidon iodine 10%
3. Perhidrol 3%
4. Lidocain 2%
5. Klorin 0,5%
6. Kasa steril
7. Plester
8. Spuit 3 cc
9. Benang side no 3.0
10. Benang catgut no 3.0

Alat :

1. Handscoon
2. Doek steril
3. Wadah dari logam
4. Needle holder
5. Jarum dengan ujung segitiga
6. Jarum dengan ujung bulat
7. Pinset anatomi
8. Pinset chirrurgis
9. Gunting benang
10. Gunting jaringan
11. Klem arteria berujung lurus/bengkok
12. Kain steril
1.2 Memberi salam dan melakukan anamnesis seperlunya
1.3 Memeriksa kegawatan medis
1.4 Memeriksa luka (lokasi, luas, jenis : robek/sayat/lecet,
fraktur, tanda infeksi)
1.5 Persetujuan tindakan medis
1.6 Persiapan pasien
1.7 Mempersiapkan anestesi
1.8 Mencuci tangan
1.9 Memakai sarung tangan
1.10 Melakukan aseptik antiseptik
1.11 Melakukan anestesi lokal (infiltrasi)
1.12 Melakukan debridement
1.13 Memasang doek steril
1.14 Eksplorasi luka hentikan perdarahan (dep/ligasi)
1.15 Aproksimasi tepi luka
1.16 Jahit lapis demi lapis
1.17 Jahit kulit satu-satu/jelujur/matras
1.18 Bersihkan luka dengan kasa povidon
1.19 Menutup luka dengan kasa povidon dan kasa steril
1.20 Dekontaminasi
1.21 Cuci tangan pasca tindakan
1.22 Perawatan pasca tindakan

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas
SOP
HECTING
No.Dokumen:440/C.IX.SOP.002/402.1
02.618/2016
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 2 Februari 2016

Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS
GEGER dr. SUNU STYOWATI
NIP. 197911282010011012

Membuka jahitan luka klien saat luka sudah mulai menutup dan
Pengertian
terbentuk jaringan konektif atau berdasarkan instruksi medik.

2.1 Membuka jahitan pada saat luka menutup dan jaringan konektif
Tujuan terbentuk.
2.2 Mengurangi pertumbuhan mikroorganisme dan mencegah
infeksi.
2.3 Membantu proses penyembuhan luka.

Dilakukan oleh perawat yang terampil.


Kebijakan
Referensi -
1.1 Persiapan yang diperlukan, meliputi :
Langkah Persiapan Alat :
langkah 1. Set angkat jahitan steril (pinset anatomis, kasa, dan lidi
kapas).
2. Kasa steril tambahan atau bantalan penutup (kalau perlu).
3. Handscoen bersih dan handscoen steril.
4. Handuk.
5. Bethadine, alkohol 70%, kapas bulat, dan lidi kapas steril.
6. Nierbeken/bengkok.
7. Korentang steril.
8. Kantong plastik tempat sampah.
9. Baki instrumen/meja dorong dan perlak/pengalas.
Persiapan Pasien :
1. Menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang tujuan dan
prosedur yang akan dilakukan.
2. Menjamin pemenuhan kebutuhan privacy pasien.
3. Mengatur ketinggian tempat tidur untuk memudahkan
pekerjaan.

1.2 Mencuci tangan.


1.3 Menyiapkan dan mendekatkan peralatan.
1.4 Membuka set angkat jahitan.
1.5 Menambahkan kasa steril dan lidi kapas steril secukupnya
kedalam set ganti balut.
1.6 Memakai handscoen bersih.
1.7 Meletakkan handuk menutup bagian tubuh privasi klien yang
terbuka.
1.8 Meletakkan perlak dibawah luka.
Mengatur posisi yang nyaman dan tepat untuk perawatan luka
Membuka plester searah tumbuhnya rambut dan
membuka balutan secara hati-hati, masukkan balutan
kotor kedalam kantong plastik yang sudah disediakan.
1.1 Membuka handscoen bersih dan ganti dengan handscoen
steril.
1.2 Membersihkan sekitar luka dengan alkohol swab. Beri
bethadine pada luka, dengan arah dari daerah bersih ke arah
kotor.
1.3 Memegang pinset anatomis dengan tangan yang tidak
dominan dan gunting pada tangan yang dominan.
1.4 Mengangkat simpul benang dengan vinset dan memasukkan
ujung gunting disela-sela antara benang dengan kulit.
1.5 Menggunting benang jahitan dan tarik secara perlahan-lahan.
1.6 Menggunting sisa benang yang ada dengan prosedur yang
sama satu-persatu, sambil diobservasi adanya luka jahitan
yang masih belum tertutup.
1.7 Membersihkan darah yang mengering pada daerah bekas
jahitan dengan cairan antiseptic / bethadine.
1.8 Menutup luka dengan kasa steril, lalu fiksasi dengan plester.
1.9 Membereskan alat-alat
1.10 Melepaskan handscoen dan mencuci tangan.

Bagan alir -

Hal hal yang -


perlu diperhatikan
Unit terkait Semua Unit / poli
Dokumen terkait Buku Harian Karyawan/Petugas