Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN BIOLOGI

PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI


MANUSIA

DISUSUN
OLEH

KELOMPOK 3:

MUHAMMAD SOFRAN
RAHMANIA
DEPIH
NURFAJRIANI BINTANG
WIWI SALSABILA SALEH
IQBAL RAHASIA
MUHAMMAD ALFIAN
THEO TEGUH PRIYONO
MUHAMMAD MUSTAAN DALIF

XI MIPA 1
Penyakit Pada Sistem Reproduksi
Penyakit pada sistem reproduksi manusia dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri yang
mempengaruhi kinerjanya. Penyakit yang menyerang sistem reproduksi manusia dinamakan
juga penyakit kelamin. Biasanya, penyakit kelamin ditularkan dari orang tua (yang terinfeksi)
kepada anaknya, melalui hubungan seksual, akibat tranfusi darah yang terinfeksi dan
menggunakan jarum suntik untuk obat terlarang atau narkoba. Penyakit kelamin ini tidak
pandang bulu dan dapat menyerang pria maupun wanita.
Sistem reproduksi pada manusia harus dijaga sebaik-baiknya. Selain untuk kesehatan, hal ini
dilakukan sebagai salah satu cara kita mengangungkan ciptaan Tuhan. Berikut ini adalah
berbagai jenis penyakit pada sistem reproduksi manusia yang perlu Anda ketahui.

1. GONORE (KENCING NANAH )


Kencing nanah atau gonore (bahasa Inggris: gonorrhea atau gonorrhoea) adalah penyakit
menular seksual. Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya,
terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan
menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan
gangguan reproduksi. Gonorhea merupakan penyakit infeksi yang menyerang
lapisan epitel (lapisan paling atas dari suatu jaringan). Bila tidak diobati, infeksi ini akan
menyebar ke jaringan yang lebih dalam. Biasanya membentuk koloni di daerah mukosa.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi
selaput lendir saluran reproduksi, termasuk leher rahim, rahim, saluran telur dan uretra pada
wanita, sedangkan pada laki-laki N. gonorrhoeae juga dapat menginfeksi selaput lendir dari
mulut, tenggorokan, mata, dan anus.
Gonore menular melalui kontak dengan penis, vagina, atau anus. Tidak harus ada ejakulasi
untuk terjadinya penularan atau terjangkitnya penyakit ini. Gonore juga dapat ditularkan ibu
kepada anaknya selama kelahiran. Orang yang terinfeksi gonore dan mendapatkan
pengobatan masih mungkin terinfeksi lagi kalau mereka melakukan hubungan seksual dengan
penderita gonore.
UPAYA PENCEGAHAN
a. Hindari Seks Bebas.
b. Berhubungan seks secara monogami, pastikan pasangan tidak terinfeksi.
c. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan penyakit.
d. Pastikan toilet yang digunakan higienis, hindari penggunaan toilet duduk di
tempat umum.
e. Makan makanan sehat

2. SIFILIS (RAJA SINGA)


Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri Troponema Pallidum.
Penularan melalui kontak seksual, melalui kontak langsung dan kongenital sifilis (melalui ibu
ke anak dalam uterus). Penyakit sifilis adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan
menahun walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun, tapi masih merupakan penyakit
yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh termasuk sistem peredaran
darah, saraf dan dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayi yang di kandungnya. Sehingga
menyebabkan kelainan bawaan pada bayi tersebut. Sifilis sering disebut sebagai Lues Raja
Singa.
CARA PENULARAN PENYAKIT SIFILIS
Harus terjadi kontak langsung dengan kulit orang yang telah terinfeksi disertai dengan
lesi infeksi sehingga bakteri bisa masuk ke tubuh manusia. Pada saat melakukan
hubungan seksual (misal) bakteri memasuki vagina melalui sepalut lendir dalam
vagina, anus atau mulut melalui lubang kecil. Sifilis sangat mudah menginfeksi orang
lain pada tahap 1 dan 2 selain itu juga dapat disebarkan per-plasenta.
CARA MENCEGAH PENYAKIT SIFILIS
Ada beberapa cara pencegahan sifilis, diantaranya adalah:
a. Berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama
b. Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual
c. Menghindari Alkohol dan obat-obat terlarang
d. Membicarakan secara terbuka mengenai riwayat penyakit kelamin yang dialami
bersama pasangan
e. Biasakan menggunakan kondom bila harus berhubungan seksual dengan orang
yang tidak dikenal

3. HIV/AIDS

Penyakit HIV atau AIDS merupakan (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau
syndrome penurunan kekebalan tubuh yang di dapat, adalah infeksi yang disebabkan oleh
virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit HIV atau AIDS merujuk
pada keadaan seseorang yang tidak lagi memiliki sistem kekebalan tubuh sehingga berbagai
macam penyakit dapat menyerang dan sangat sulit untuk disembuhkan. Hampir semua
penderita AIDS berakhir dengan kematian, karena hingga saat ini penyakit AIDS belum ada
obatnya
Gejala-gejala penyakit dari orang yang menderita AIDS adalah rasa lelah yang
berkepanjangan, sesak nafas, dan batuk yang berkepanjangan, pembesaran kelenjar (di leher,
ketiak, dan lipat paha) tanpa sebab yang jelas, bercak-bercak puti atau luka di mulut, mencret,
lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas, sering demam disertai dengan berkeringat pada
malam hari tanpa sebab yang jelas, berat badan menurun secara menyolok, bercak-bercak
merah kebiruan pada kulit (kanker kulit).
CARA PENULARANNYA
a. Berganti-ganti pasangan seksual, atau berhubungan seksual dengan orang yang
terinfeksi virus HIV
b. Memakai jarum suntik bekas orang yang terinfeksi HIV
c. Menerima tranfusi darah darah yang tercemar HIV
d. Ibu hamil yang terinfeksi HIV akan menularkan ke bayi dalam kandunganya

UPAYA PENCEGAHAN
a. Menjauhi segala bentuk penggunaan narkoba
b. Tidak sering ganti pasangan
c. Tidak terima transfusi darah dari orang yang mengidap hiv
d. Gunakan kondom, pencegahan HIV/AIDS yaitu dengan menggunakan kondom.
Kondom tidak hanya mencegah kehamilan saja tetapi juga bias digunakan untuk
mencegah penyakit kelamin yang menular termasuk HIV/AIDS.

4. VAGINITIS (KEPUTIHAN)
Vaginitis adalah infeksi pada vagina yang disebabkan oleh berbagai bakteri, parasit atau
jamur. Vaginitis adalah infeksi yang terjadi pada vagina secara langsung atau melalui
perineum
PENYEBAB DARI VAGINITIS
Jamur
Umumnya disebabkan oleh jamur candida albicans yang menyebabkan rasa gatal di
sekitar vulva / vagina. Warna cairan keputihan akibat jamur berwarna putih kekuning-
kuningan dengan bau yang khas.
Bakteri
Biasanya diakibatkan oleh bakteri gardnerella dan keputihannya disebut bacterial
vaginosis dengan ciri-ciri cairannya encer dengan warna putih keabu-abuan beraroma
amis. Keputihan akibat bakteri biasanya muncul saat kehamilan, gonta-ganti
pasangan, penggunaan alat kb spiral atau iud dan lain sebagainya.
Virus
Keputihan yang diakibatkan oleh virus biasanya bawaan dari penyakit hiv/aids,
condyloma, herpes dan lain-lain yang bisa memicu munculnya kanker rahim.
Keputihan virus herpes menular dari hubungan seksual dengan gejala ada luka
melepuh di sekeliling liang vagina dengan cairan gatal dan rasanya panas. Sedangkan
condyloma memiliki ciri gejala ada banyak kutil tubuh dengan cairan yang bau yang
sering menyerang ibu hamil
Parasit
Keputihan akibat parasit diakibatkan oleh parasit trichomonas vaginalis yang menular
dari kontak seks / hubungan seks dengan cairan yang berwarna kuning hijau kental
dengan bau tidak enak dan berbusa. Kadang bisa gatal dan membuat iritasi. Parasit
keputihan ini bisa menular lewat tukar-menukar peralatan mandi, pinjam-meninjam
pakaian dalam, menduduki kloset yang terkontaminasi, dan lain sebagainya.

UPAYA PENCEGAHAN
a. Hindari memakai pakaian ketat, seperti pakaian renang, pakaian olahraga, atau
stoking, untuk jangka waktu yang lama.
b. Selalu bersihkan dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air
besar.
c. Jangan menggunakan deodoran khusus untuk vagina.
d. Jangan membersihkan bagian dalam vagina dengan cara menyemprot (douching),
menggunakan sabun kecantikan, atau dengan pembersih berbahan antiseptik.
e. Jangan mencuci celana dalam dengan menggunakan sabun cuci dengan
kandungan kimia yang keras.

5. KLAMIDIA

Klamidia termasuk salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) pada manusia. Penyakit ini
merupakan salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia. Istilah infeksi klamidia juga
mengacu pada infeksi yang disebabkan oleh setiap jenis bakteriChlamydiaceae. Sebagai
contoh, bakteri C trachomatis hanya ditemukan pada manusia. Bakteri ini dapat merusak alat
reproduksi manusia dan penyakit mata.

Klamidia dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral. Selama
persalinan, seorang ibu yang mengalami infeksi klamidia juga berpotensi untuk menularkan
infeksi tersebut kepada bayinya.

Pada umumnya pada sebagian besar wanita yang mengidap klamidia pada awalnya tidak
merasakan gejala yang berarti sehingga mereka tidak mengetahui kalau dirinya terinfeksi
klamidia. Jika seorang wanita terinfeksi klamidia, kemungkinan besar dia pun akan
mengalami penyakit radang panggul yang bisa berujung pada kemandulan.

TANDA TANDA
1. Biasanya tidak terlihat gejala-gejala awal sehingga sebagian besar wanita yang
mengidap klamidia tidak menyadari kalau dirinya telah terinfeksi.
2. Kadang-kadang gejala yang terasa adalah timbul rasa panas seperti terbakar pada
panggul.

PENYEBAB
1. Sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.
2. Hubungan seksual yang tidak aman.
3. Terinfeksi oleh bakteri C. Trachomatis.

PENCEGAHAN
1. Setia pada pasangan dengan tidak berganti-ganti pasangan.
2. Menggunakan alat pengaman ketika berhubungan seksual tidak aman.

6. KUTU PUBIS
Penyakit kutu kemaluan disebabkan oleh parasit Pthirus pubis Serangan kutu yang hinggap
pada rambut di area vagina ini bisa membuat penderitanya merasa amat tidak nyaman. Kutu
ini ukurannya amat kecil, tetapi masih kasat mata dan berwarna kelabu kekuningan. Kutu
pubis beraksi dengan cara menancapkan kepalanya ke kulit, di mana ia mengisap darah dari
pembuluh darah yang kecil. Gejala terjangkit kutu pubis adalah gatal yang tidak
berkesudahan walau sudah digaruk. Pada beberapa orang, garukan yang kuat bahkan bisa
menimbulkan ruam alergi yang meningkatkan risiko infeksi bakteri.
CARA PENULARAN KUTU PUBIS
Dalam kondisi kenyang, kutu pubis dapat hidup di luar tubuh selama satu hari.
Karenanya, kutu tersebut bisa berpindah ke orang lain apabila ia jatuh ke pakaian
dalam, selimut, ataupun handuk. Telur kutu yang melekat pada kain dapat bertahan
sampai 6 hari, sehingga orang dapat tertular kutu pubis karena menggunakan pakaian,
handuk atau tidur di ranjang orang lain. Kutu pubis dapat dijumpai pula di ketiak dan
kulit kepala, biasanya karena terbawa dari area kemaluan melalui jari atau kuku.
PENCEGAHAN KUTU PUBIS
Menjaga kebersihan pribadi dan pasangan, serta sedapat mungkin jangan meminjam
pakaian (apalagi pakaian dalam) dan handuk orang lain.

7. BARTOLINITIS
Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan
pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa
nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring
pembengkakan pada kelamin yang memerah.
PENYEBAB BARTOLINITAS
Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks.
Jamur : kandida albikan.
Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.
Bakteri : neiseria gonore.
UPAYA PENCEGAHAN
a. Biasakan membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual.
b. Biasakan membersihkan diri, setelah buang air besar, dengan gerakan membasuh
dari depan ke belakang.
c. Berhati-hatilah saat menggunakan toilet umum. Siapa tahu, ada penderita radang
yang menggunakannya sebelum Anda.
d. Periksakan diri ke dokter jika mengalami keputihan cukup lama. Tak perlu malu
berkonsultasi dengan dokter kandungan sekalipun belum menikah. Karena
keputihan dapat dialami semua perempuan.
e. Hindari mengenakan celana ketat, karena dapat memicu kelembapan. Pilih
pakaian dalam dari bahan yang menyerap keringat agar daerah vital selalu kering.
f. Hindari melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan. Ingat, kuman juga
bisa berasal dari pasangan Anda

8. KANKER SERVIKS
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel
serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga
bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul.
Kanker servik adalah pertumbuhan sel bersifat abnormal yang terjadi pada servik uterus,
suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang
terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).
Kanker serviks ataupun lebih dikenali sebagai kanker leher rahim adalah tumor ganas yang
tumbuh di dalam leher rahim /serviks yang merupakan bagian terendah dari rahim yang
menempel pada puncak vagina. Pada penderita kanker serviks terdapat sekelompok jaringan
yang tumbuh secara terus- menerus yang tidak terbatas, tidak terkoordinasi dan tidak berguna
bagi tubuh, sehingga jaringan disekitarnya tidak dapat berfungsi dengan baik.
PENYEBAB KANKER SERVIKS
Penyebab utamanya adalah virus yang disebut Human Papilloma (HPV) yang dapat
menyebabkan kanker. Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa
menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya
asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat.
Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya
melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim
dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia
dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan
resiko 2x terkena kanker serviks). Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya
keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu
sering melahirkan.
UPAYA PENCEGAHAN
a. Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan
bergizi
b. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
c. Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
d. Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk
e. Hindari berhubungan intim saat usia dini
f. Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan
hubungan intim.
g. Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup
banyak, konsumsi vitamin c dan e.

9. TRIKOMONIASIS
Trikomoniasis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit
jenis Trichomonas vaginalis. Meskipun ini penyakit menular namun bisa disembuhkan.
Namun biasanya penyakit ini tidak mengembangkan gejala hingga benar-benar sudah buruk.
Pria dan wanita bisa terkena penyakit ini akibat hubungan seksual. Parasit ini paling sering
menyerang wanita, namun pria dapat terinfeksi dan menularkan ke pasangannya lewat kontak
seksual. Vagina merupakan tempat infeksi paling sering pada wanita, sedangkan uretra
(saluran kemih) merupakan tempat infeksi paling sering pada pria.

PENYEBAB
Trikomoniasis disebabkan oleh sejenis parasit berukuran kecil yang disebut Trichomonas
vaginalis. Parasit ini biasanya disebarkan melalui hubungan seks tanpa kondom atau
saling berbagai alat/mainan seks. Penyakit ini tidak bisa ditularkan melalui:
- Seks oral.
- Seks anal.
- Ciuman.
- Berbagi pemakaian alat makan, dudukan toilet, dan handuk.

CARA PENULARAN
Trikomoniasis menular melalui kontak seksual. Trichomonas vaginalis dapat
bertahan hidup pada benda-benda seperti baju-baju yang dicuci, dan dapat menular
dengan pinjam meminjam pakaian tersebut.

UPAYA PENCEGAHAN
a. Setia kepada pasangan Anda, jangan berganti-ganti.
b. Gunakan kondom saat berhubungan intim agar terhindar dari penyakit menular
seksual.
c. Pastikan alat/mainan seks yang digunakan bersih dan terbungkus kondom.
d. Tidak pinjam meminjam alat-alat pribadi seperti handuk karena parasit ini dapat
hidup di luar tubuh manusia selama 45 menit.
e. Bersihkan diri sendiri segera setelah berenang di tempat pemandian umum

10.URETHRITIS
Urethritis adalah salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan peradangan pada bagian
lapisan uretra, yaitu sebuah saluran kecil yang berfungsi untuk mengalirkan air kencing
ke luar tubuh. Pada pria saluran kecil ini juga berfungsi untuk mengeluarkan air mani.
Infeksi ini bisa menyebabkan pengaruh untuk bagian prostat, kandung kemih dan
bagian organ reproduksi. Jika sudah parah maka juga bisa menyebabkan infeksi
chlamydia dan herpes. Penyakit ini bisa terjadi pada pria dan wanita untuk semua umur.
Namun wanita memiliki resiko yang lebih besar karena anus yang lebih dekat ke bagian
saluran kencing.

PENYEBAB
a. Bakteri yang menyerang saluran kemih seperti, Nesseria Gonorrheae,
Escherichia coli, Chlamydia trachomatis,Triconomical Vaginalis.
b. Infeksi yang menyerang pada bagian uretra termasuk lewat saluran penis maupun
kelenjar prostat.
c. Infeksi yang menyebabkan chlamydia, sifilis, gonore, herpes dan HIV/AIDS.

UPAYA PENCEGAHAN
Untuk mencegah penyakit ini, sebaiknya tetap setia kepada pasangan Anda, menjaga
kebersihan organ intim dan gunakan kondom saat akan melakukan hubungan intim.

Daftar Pustaka
http://www.ilmudasar.com/2017/01/Gangguan-dan-Penyakit-pada-Sistem-Reproduksi-Manusia.html
http://hamsahpk4.blogspot.nl/2013/10/makalah-gangguan-sistem-reproduksi.html
http://nuruzwah22.blogspot.nl/2015/05/makalah-ipa-penyakit-dan-kelainan-pada.html
http://silmiafifh.blogspot.nl/2016/02/penyakit-pada-alat-reproduksi-manusia.html
http://abidin76.blogspot.com/2013/02/penularan-dan-pencegahan-penyakit-pada.html
http://www.alodokter.com/vaginosis-bakterialis
http://bidanku.com/kanker-serviks-ciri-ciri-penyebab-dan-pencegahan-kanker-serviks
http://minicriz.blogspot.nl/2013/02/trikomoniasis.html
http://priscanathasya.blogspot.com/2013/12/penyakit-menular-seksual.html