Anda di halaman 1dari 29

METODE

PELAKSANAAN
PEKERJAN
Rehabilitasi Ruang Kelas
Rusak Berat 2 Lokal Kantor 1
Lokal

2017

CV. CAHAYA BANGUN PERSADA


SIPIL KONTRAKTOR & SUPLIYER MATERIAL
Celep RT 021 CeleP, Kecamatan Kedawung
Metode palaksanaan

BAB I. PENDAHULUAN

I.1. PENDAHULUAN
Setelah mempelajari data-data kerangka acuan kerja proyek Pembangunan,
bersama ini kami mengajukan metode pelaksanaan sesuai dengan lingkup
data yang ada.

Pekerjaan ini adalah spesifikasi Pekerjaan bangunan yang mengutamakan


Fungsi dan utilitas. Mengingat waktu pelaksanaan yang cukup singkat (180
hari kalender) dan untuk mendapatkan hasil yang sesuai maka diperlukan
personil yg akan ditempatkan dilapangan.

Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya,


aplikasi teknologi ini banyak diterapkan dalam metode-metode pelaksanaan
pekerjaan konstruksi.

Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat dan aman, sangat membantu
dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga, target
waktu, biaya dan mutu sebagaimana ditetapkan, dapat tercapai.

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, adakalanya juga diperlukan suatu


metode terobosan untuk menyelesaikan pekerjan di lapangan. Khususnya
pada saat menghadapi kendala-kendala yang diakibatkan oleh kondisi
lapangan yang tidak sesuai dengan dugaan sebelumnya. Untuk itu, penerapan
metode pelaksanaan konstruksi yang sesuai kondisi lapangan, akan sangat
membantu dalam penyelesaian proyek konstruksi bersangkutan.

Untuk mencapai hasil yang optimal (sesuai dengan biaya, kualitas dan waktu),
proposal ini kami susun untuk dilaksanakan di lapangan sesuai budget dan
kualitas yang tinggi tanpa mengurangi faktor keselamatan (K-3) yang kini
sedang digalakkan.

I.2. KONTROL MUTU, TEKNIS & BIAYA


Untuk mendapatkan hasil mutu, waktu. Teknis & biaya yang sesuai dengan
spesifikasi, maka digunakan personil yang cakap dan terampil guna
penyelesaian pekerjaan tepat waktu sesuai dengan yang diputuskan bersama.

Page |2
Metode palaksanaan

Bagian kontrol mutu juga akan terus-menerus dan secara disiplin


menjalankan tugas mereka pada setiap tahapan pekerjaan untuk
mendapatkan standar mutu yang tinggi sesuai dengan spesifikasi.

Kontrol mutu juga mempunyai sistem kerja antara lain :

menjamin mutu dari material, peralatan, kecakapan personil, hasil akhir


yang sesuai dan hal-hal lain yang berhubungan dengan proyek yang sesuai
dengan perjanjian kontrak.
Memeriksa dan meninjau semua pengajuan yang berhubungan dengan
kontrol mutu yang akan dipergunakan di lapangan.
Mutu konstruksi.
Pengajuan klaim kecelakaan.
Hemat dari segi biaya dan waktu dengan mencegah cara kerja yang tidak
efisien.

Sistem kontrol mutu ini dipakai oleh semua personil yang secara langsung
maupun tidak langsung cepat mempengaruhi penampilan dari kontraktor
utama termasuk sub-kontraktor dan personil kantor pusat.

I.3. SISTEM KONTROL UNTUK SAFETY


Untuk menjaga kondisi keselamatan proyek dari kecelakaan dan kesehatan
terhadap personil/pekerjaan kami dan masyarakat dan menjaga dari
kerusakan terhadap material dan peralatan yang dapat meningkatkan
kualitas kerja dan kuantitas manpower kami sehingga dapat mencegah
terjadinya pelanggaran dari kontrak.

Kontraktor utama akan menyediakan prosedur yang sesuai dengan bagian


yang berhubungan dengan tim keselamatan dan kesehatan setempat.

Prosedur keselamatan secara umum digambarkan sebagaia berikut :

Indoktrinasi.
Instruksi dan pelatihan.
Administrasi untuk penyelidikan kecelakaan dan laporannya.
Personil keselamatan dan alur inspeksi.
Fasilitas toilet dan sanitair di lapangan.

Page |3
Metode palaksanaan

Fasilitas kesehatan /P3K.


Peralatan keamanan personil.
Bagian keamanan.
Metode penanganan material.
Personil pembersih lapangan.
Alat pemadam kebakaran.
Peralatan mekanik dan alat-alat ringan.
Tanda tanda.

I.4. ADMINISTRASI DAN PROSEDUR PADA PROYEK


1) Beberapa cara dalam berkomunikasi
Komunikasi pada proyek in akan dilaksanakan selama masa kontrak
berlangsung pada tingkatan jabatan yang bermacam-macam dan
dilaksanakan dengan cara-cara antara lain :

a. Pertemuan berkala.
b. Surat.
c. Pengiriman gambar-gambar.
d. Diskusi melalui telepon.
e. Faksimile.
f. Alat bantu lainnya seperti computer.

2) Pihak Yang berkomunikasi


Pihak-pihak yang terlibat langsung pada proyek dan mempunyai wewenang
dalam memutuskan adalah sebagai berikut :

a. Dinas terkait dalam pekerjaan ini.


b. Konsultan Teknik.
c. Kontraktor Pelaksana.
d. Pihak pemerintah atau pihak lain yang berwenang.
e. Supplier dan barang jadi (hasil pabrikasi) dari kontraktor.
f. Kantor pusat /cabang dari kontraktor utama.
g. Pihak-pihak yang ditunjuk oleh pemilik yang pendapatnya juga
diperlukan dalam memutuskan sesuatu pada proyek.

Page |4
Metode palaksanaan

3) Hal-hal yang dikomunikasikan


Untuk mengembangkan dan menjaga agar komunikasi dapat berjalan
dengan lancar dan efisien maka kontraktor utama diharuskan untuk
membuat flow komunikasi yang jelas untuk menyelesaikan suatu masalah
yang dalam hal ini terbagai atas antara lain :

a. Masalah-masalah teknik.
b. Pengadaan material.
c. Masalah-masalah yang menyangkut kemajuan (progres).
d. Masalah-masalah keselamatan dan keselamatan dan keamanan
termasuk masalah sanitari, kesehatan dan masalah lingkungan.
e. Masalah yang menyangkut fasilitas sementara, pemasangan alat dan
mesin untuk pekerjaan konstruksi.
f. Masalah keuangan dan masalah komersial lainnya seperti asuransi,
pembayaran dan pajak.
g. Masalah Jaminan Mutu.
h. Masalah Kontrak dan hokum.
i. Masalah umum termasuk masalah personil.
j. Ijin-ijin yang diperlukan, persetujuan dan lain-lain.
k. Hubungan dengan masyarakat.
l. Risalah Rapat.
m. Dan Lain-lain.

Page |5
Metode palaksanaan

BAB II. METODE PELAKSANAAN

II.1. PEKERJAAN PERSIAPAN


Pekerjaan persiapan disini termasuk penyediaan fasilitas sementara proyek,
peralatan dan mesin-mesin bantu yang akan dipakai dalam proyek. Fasilitas
sementara tersebut nantinya akan dibongkar bila proyek telah selesai.
Pekerjaan persiapan ini antara lain sebagai berikut :

1. Pekerjaan Pembersihan Awal dan Pasca


Pekerjaan pembersihan awal dilakukan lebih dahulu untuk
membersihkan lokasi dari berbagai macam sampah ( kotoran maupun
puing-puing ), dan juga tanaman yang harus di bongkar, akan tetapi
harus hati-hati agar akarnya tidak rusak dan mati. Sampah yang telah
di bersihkan di kumpulkan dan dibuang dengan menggunakan
dumptruk.

Pekerjaan pembersihan pasca dilakukan setelah pekerjaan struktur


selesai atau saat memasiki pekerjaan taman. Hal ini dimaksudkan untuk
menghindarkan tanaman dari material konstruksi yang bisa
mengakibatkan matinya tumbuhan.

2. Papan Nama Proyek


Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan Pembangunan, memasang
papan nama proyek yang dibuat dan dilaksanakan sesuai dengan gambar
rencana.

Gambar 4. Papan Nama Proyek

Page |6
Metode palaksanaan

3. Administrasi dan Dokumentasi


Kontraktor melaksanakan Pekerjaan Administrasi Proyek yang
diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. Baik berupa Kontrak,
Laporan laporan, Jadwal Waktu Pelaksanaan, Request request, Tes tes
yang diperlukan, dan Langkah langkah kerja.

-Dokumentasi berupa :

Foto Dokumentasi
Laporan Harian, Laporan Mingguan, laporan Bulanan
Back Up Data
Jadwal Waktu pelaksanaan
Request Pekerjaan
Shop Drawing

4. Pengadaan Air & Listrik Kerja


Penyediaan air kerja dengan membuat sumur pompa di tapak proyek
atau disulai dari luar. Air harus bersih,bebas dari debu, bebas dari
lumpur, minyak dan bahn-bahan kimia lainnya yang merusak.
Penyediaan air harus sesuai dengan petunjuk dan persetujuan rencana.

Penyediaan listrik diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat


selama masa pembangunan, atau penggunaan diesel untuk pembangkit
tenaga listrik hanya diperkenankan untuk penggunaan sementara atas
persetujuan pengawas. Daya listrik juga disediakan untuk mensuplai
kantor Direksi Lapangan, Lampu sementara untuk keperluan keamanan
juga akan disediakan oleh kontraktor.

II.2. PEKERJAAN BAGUNAN GEDUNG

1) Pekerjaan Sloof, Kolom dan Ring Beton Bertulang


a) Pekerjaan Acuan Beton
Untuk memperoleh bentuk beton sesuai dengan yang diinginkan maka
diperlukan acuan yang cukup kuat dan stabil untuk menahan gaya-
gaya yang bekerja (tanpa berubah bentuk) terutama pada saat
pengecoran berlangsung. Untuk kolom persegi direncanakan bahan

Page |7
Metode palaksanaan

acuan menggunakan kayu lapis yang diperkuat dengan balok-balok /


kaso-kaso kayu kamper / borneo.
Pada dasarnya, sistem acuan harus memenuhul kriteria-kriteria
sebaqai berikut:
Mudah dipasang dan dibongkar kembali tanpa menimbulkan
kerusakan dalam betas-betas tertentu.
Dapat digunakan berulang-kali.
Tidak menimbulkan kesulitan dalam transportasi baik vertikal
maupun horizontal.
Harus kuat, kaku dan stabil.
Ekonomis dan praktis.

Kalau untuk bekisting kolom, maka acuan diberi gapit dari kayu dan
diikat dengan klem-klem atau baut-baut penarik yang kuat.
penyokong-penyokong (support) dipasangkan pada acuan kolom
dengan maksud untuk mengatur kevertikalan acuan dan menjaga
kestabilan tegaknya. Acuan untuk dinding sama halnya dengan yang
terjadi pada kolom, maka pada dinding pun akan terjadi tekanan yang
besar pada acuan samping. Untuk menetralkan ke samping atau ke
sisi acuan ini dipakal 'tie form' yang dapat juga berfungsi sebagai
'separator' . Jarak 'tieform' atau 'separator' ini harus diperhitungkan
dengan cermat agar dinding tidak melendut dan disesuaikan dengan
bentuk exposed bila dikehendaki. Bekisting untuk dinding car lift/cor
tangga digunakan bekisting sama seperti pada dinding.
Pengendalian kelurusan kolom dari bawah s/d atas dicek lebih dahulu
oleh surveyor sebelum dicor. Pekerjaan bekisting kolom dilakukan
sebagai berikut :
Marking dilakukan untuk menentukan posisi bekisting secara tepat
Setelah pembesian dipasang sesuai gambar, bekisting dipasang.
Setelah terpasang bekisting kemudian disetel sehingga benar-benar
vertikal.
Untuk menahan tekanan pada saat pengecoran, akan dipasang
support dan beberapa pengikat.
Setelah selesai pengecoran dan beton mulai mengeras, maka
pemeliharaan hasil cor-an (curing) dilakukan.

Page |8
Metode palaksanaan

Sesudah beton cukup kuat untuk menahan bentuk/berat sendiri (+


24 jam), maka acuan dapat dibuka, dan permukaan beton di
"curing" sampai beberapa hari dengan pembasahan.
Sementara acuan yang dilepas diperbaiki / dibersihkan, maka
pembesian diatasnya dapat disiapkan.

b) Pembongkaran Acuan
Harus ada panduan yang diijinkan mengenai kapan bekisting dan
penyanggahnya dapat dibongkar dan instruksi yang jelas dari
pengawas bila ada kondisi yang khusus misalnya jika bekisting ingin
dibongkar lebih cepat dan lain-lain.
Acuan dan perancah beton dapat dilepas dan dibongkar apabila beton
sudah mengeras, dan setelah dilakukan perhitungan cukup kuat
untuk menahan beratnya sendiri, serta gaya-gaya yang mungkin akan
bekerja padanya, pada kolom dan dinding (acuan tegak), pada
umumnya pembongkaran dapat dilakukan setelah berumur 1 hari
minimum 6 jam, sedangkan pada balok tergantung pada beberapa hal,
yaitu berat beton sendiri, berat peralatan, panjang bentangan dan
perlu diperhitungkan pula pengaruh pembongkaran-pembongkaran
perancah di sate tempat lainnya yang mungkin menerima beban
tambahan. Biasanya setelah perancah dan acuan dibongkar masih
diperlukan penyokong untuk balok tersebut di beberapa tempat
dengan menggunakan 'steel support'.

c) Pembesian
Pekerjaan pembesian merupakan bagian dari pekerjaan struktur.
Pekerjaan ini memegang peranan penting dari aspek kualitas
pelaksanaan mengingat fungsi besi tulangan yang penting dalam
kekuatan struktur gedung. Berikut adalah metode pelaksanaan
pekerjaan pembesian mulai dari tahap penyimpanan hingga
pemasangan tulangan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap penyimpanan:

Page |9
Metode palaksanaan

Tumpukan besi jangan sampai bersentuhan dengan tanah. Oleh


karena itu harus digajal dengan balok beton. Besi harus berjarak
minimal 5 cm dari logam yang lain.
Besi harus terlindung dari kotoran, karat, benturan & minyak.

Cara pelaksanaan dalam tahap penyimpanan:

Setiap bandel besi harus terdiri dari satu jenis besi (bentuk dan
diameter).
Jarak antar ikatan adalah sekitar 2 m Di dalam label ditulis
panjang, tipe, nomer referensi & kode besi

Cara pemotongan dan pembengkokan besi tulangan adalah sebagai


berikut:

Gunakanlah meja yang kuat dan rata


Siapkanlah gambar acuan
Cek diameter besi
Cek kembali besi-besi yang telah dibengkokan
Cek ukuan mandrel benar-benar pas.
Inside Radius >2d untuk besi kekuatan rendah, 3d untuk besi
kekuatan tinggi
Jika ada besi yang susah dibengkokan maka boleh dipanaskan
dengan persetujuan engineer
Ikuti perubahan schedule pembesian & dapatkan dokumen terbaru
Pemasangan besi beton.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan besi tulangan


adalah sebagai berikut :
Besi harus bersih (dari kotoran , minyak).
Peletakan tulangan pembesian harus diatur sehingga ada ruang
tersedia untuk proses pemadatan beton
Jika ada besi yang perlu disambung maka harus ada overlapping
yang sesuai perhitungan atau spesifikasi teknis.
Suatu ketika mungkin perlu merakit tulangan dahulu di luar
bekisting baru kemudian meletakan sesuai posisinya.

P a g e | 10
Metode palaksanaan

Flow proses penyimpanan hingga pemasangan harus direncanakan


paling efektif dan efisien.

Cara pelaksanaan pemasangan besi tulangan pada pelat dan balok


lantai :

Pembesian pada plat lantai harus berada di atas dudukan berupa


beton (bisanya disebut tahu beton)
Ketinggian bantalan pembesian plat lantai tergantung dari
ketebalan selimut beton yang direncanakan

Cara pelaksanaan pemasangan besi tulangan pada kolom dan dinding:

Pembesian kolom dirakit dengan cetakan yang telah dibuat


Sejumlah ikatan dilakukan pada besi kolom sesuai tipe ikatan,
supaya susunan pembesian tersebut kuat untuk diangkat
Setelah kolom dirakit dan kuat, maka kolom siap diangkat
Rakitan pembesian kolom yang telah dipasang harus diikat ke
bekisting supaya kuat, jarak antar ikatan kira-kira setiap 1.5 m
Pemasangan pembesian pada dinding sama dengan pemasangan
pada kolom
Besi yang horizontal diikat pada besi yang vertikal

d) Pekerjaan Beton
Meliputi pekerjaan beton yang bertulang dan tidak bertulang dan
pelaksanaan yang benar untuk menghasilkan beton yang bermutu
baik. Maka perlu penyedian tenaga kerja yang terampil, alat bantu
yang memadai sesuai dengan fungsinya dan material/bahan
berdasarkan standart peraturan beton bertulang PB1 1971 dan
SK.SKNI.T-15.1991-03.

Portland camen
- Portland cament yang digunakan adalah jenis-jenis yang
memenuhi ketentuan-ketentuan dalam N1-1 atau menurut
standart Portland cemen yang digariskan oleh Asosiasi Semen
Indonesia.

P a g e | 11
Metode palaksanaan

- Semen yang digunakan harus berkualitas baik dan pada saat


digunakan harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras)
- Untuk menjaga mutu semen,cara penyimpanan harus
mengikuti syarat-syarat penyimpangan bahan tersebut.
Air
- Yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat PBI 1971.
- Air tawar yang dipakai harus bersih, tidak mengandung
minyak, asam alkali bahan-bahan organis dan bahan-bahan
lain yang dapat menurungkan mutu beton.
Kerikil/Batu Pecah
- Kerikil/batu pecah yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat
PBI 1971.
- Kerikil/batu pecah harus mempunyai gradasi yang baik, tidak
porous, memenuhi syarat kekerasannya.
- Kerikil tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1%
ditentukan terhadap berat kering. Apabila kadar lumpur
melampaui 1%, maka kerikil harus dicuci.
Pasir
- Pasir yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat PBI 1971.
- Pasir yang dipakai dapat berupa pasir alam, atau pasir buatan
yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu. Pasir harus
terdiri dari butir-butir yang tajam dan mempunyai gradasi
yang baik, tidak porous cukup syarat kekerasannya.
- Pasir tidak boleh mengandung lumpur lebuh dari 5%
ditentukan terhadap berat kering.

Aadapun pelaksanaan pengecoran beton adalah sebagai berikut :


Beton tidak bertulang/beton tumbuk/ rabat beton dibuat dengan
adukan. 1PC : 3 Psr : 5krl dipergunakan untuk lantai kerja,
lantai alas keramik untuk lantai kerja, lantai alas keramik, neut-
kusen dan rabat beton, ukuran disesuaikan dengan gambar.
Semua pekerjaan konstruksi beti pada bangunan dikerjakan
dengan mutu beton K -175. Semua pekerjaan konstruksi beton
harus memenuhi syarat-syarat PBI 1971.

P a g e | 12
Metode palaksanaan

Pengecoran beton dapat dilakukan setelah cara pemasangan


pembesian disetujui oleh Direksi Pelaksanaan secara tertulis dan
tersedian cukup bahan, perlatan serta tenaga kerja.

2) Pasangan Bata
Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu bata 1 : 6 ini dikerjakan setelah
pekerjaan untuk meninggukan bangunan . Pemasangan batu bata harus
mengikuti peraturan atau tahapan yang lazim dilakukan serta dibantu
dengan pemasangan profil dan penarikan benang agar diproleh hasil
pasangan yang baik, semua pasangan bata harus lurus, rata horizontal
maupun vertikal, setiap pasangan bata seluas 9 m2 harus diberikan
kolom praktis dan pada tumpuan bentang lebih dari 1 m diberi balok
latei demikian pula halnya dengan pertemuan antara pasangan atau
pada dinding yang berdiri bebas. Spesi yang digunakan untuk pasangan
batu bata disesuikan dengan spek, untuk pasangan rollag dan ruang
kedap air disesuaikan Spek
Pekerjaan pemasangan Batu bata ini meliputi pekerjaan dinding
bangunan tebal dan 1 batu pada seluruh detail yang disebutkan/
ditujukan pada gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi/konsultan
pengawas.
Semua pasanagan tembok dibuat tebal kurang lebih 14 cm. Pekerjaan
dinding harus dipatok (diukur) dan dibangun sesuai dengan ukuaran,
ketebalan dan ketinggian yang tercantum dalam gambar-gambar.
Batu bata pc atau batu cetak dipasang dengan loncatan bata untuk
tembok. Siar- siar tebal 10 mm dan merata padat.
Tiap tahap pemasanan dinding tidak boleh dilaksakan lebih dari
ketinggian 1 m
Setelah bata terpasangan dengan adukan, naad/siar-siar harus dikerok
sedalam 1 cm untuk menjamin plesteran ke dinding dengan baik dan
dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan bata
disiram air.
Bagian pemasangan Batu bata yang berhubungan dengan setiap
pekerjaan harus dibuat steck besi beton 4 10 mm jarak 75 cm, yang
terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan
bagian yang tertanam dalam pasnagan bata sekurang-kurangnya 30 cm,

P a g e | 13
Metode palaksanaan

kecuali bila satu dan lain hal ditentukan oleh Direksi/konsultan


Pengawas.

3) Pekerjaan Plesteran dan Acian


Pekerjaan plesteran dinding batu bata maupun batako merupakan
pekerjaan mudah, namun memerlukan perhatian dan metode cara
plesteran dinding yang baik sehingga dapat dihasilkan pekerjaan
plesteran yang baik, rata dan rapi. Beberapa Peralatan yang diperlukan
untuk melaksanakan pekerjaan plesteran dinding antara lain:
Meteran
Jidar alumunium / jidar kayu kaso
Roskam kayu / roskam besi
Kertas semen/ kertas bekas zak semen
Benang

Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan plesteran dinding yaitu :

triplek
kawat ayam ( digunakan pada plesteran yang memerlukan perkuatan
khusus atau pada plesteran dengan ketebalan lebih dari 3 cm )
air
semen

Berikut adalah langkah langkah pekerjaan plesteran :


Pasang dinding batu bata / atau batako sesuai dengan rencana
dinding yang sudah dibuat sebelumnya, pastikan dinding benar-benar
tegak dan rapi karena akan menghemat pekerjaan plesteran.
Basahi permukaan dinding batu bata/batako dengan menggunakan air
sampai basah dan rata dalam kondisi jenuh air.
Buat adukan untuk plesteran sesuai dengan perbandingan material
yang direncanakan.
pasang benang untuk menentukan ketegakan horizontal dan vertikal
untuk keperluan penggunaan caplakan atau kepalaan plesteran dan
cek kembali ketegakan dan kerataanya, ketebalan kepalaan plesteran
disesuaikan dengan rencana ketebalan plesteran yaitu sekitar 1.5 cm
s/d 3 cm.

P a g e | 14
Metode palaksanaan

tentukan letak instalasi mekanikal elektrikal yang tertanam dalam


plesteran , pastikan instalasi sudah terpasang semua agar tidak
terjadi pekerjaan bobok pasang dikemudian hari.
pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan , selalu mengecek kerataanya
dengan menggunakan alat jidar. setelah pekerjaan plesteran selesai
lakukan penyiraman selama +/- 7 hari agar tidak terjadi keretakan
dinding.
pekerjaan acian dinding baru bisa dimulai setelah plesteran dinding
benar-benar kering, kuat, karena jika terlalu terburu-buru melakukan
pekerjaan acian maka terjadi pemanasan pada dinding yang
menyebabkan finishing dinding menjadi retak-retak rambut.

4) Pekerjaan Langit Langit


Plafond digunakan sebagai penutup langit langit atap sehingga
memberikan keindahan dan menimbulkan rasa aman ketika melintas
dibawahnya. untuk mendapat hasil pekerjaan plafond yang maksimal,
diperlukan metode kerja pemasangan plafond yang tepat diantaranya
sebagai berikut:
Membersihkan langit langit yang akan dipasang plafond. material
yang tidak terpakai seperti multriplek bekas bekisting lantai beton
ada kemungkinan suatu saat dapat terlepas dan merusak plafond
dibawahnya, selain itu pembersihan lokasi juga dapat mempermudah
proses pemasangan plafond
Memasang penggantung plafond. pengecekan harus terus dilakukan
untuk memastikan setiap penggantung terikat kuat dan berada pada
posisi yang aman karena plafond harus terpasang dalam keadaan
kuat tanpa mengalami kerobohan sehingga membahayakan aktifitas
didalam sebuah ruangan, goyangan pada plafond yang seharusnya
terpasang diam juga dapat menyebabkan rasa was-was sehingga
muncul rasa takut untuk berada didalam ruangan tersebu
Tes beban gantung menggunakan beban pemberat. sebelum material
plafond diikat pada penggantung perlu di lakukan tes pembebanan
terlebih dahulu untuk memastikan material penggantung yang
digunakan kuat untuk menahan beban plafond secara keseluruhan.

P a g e | 15
Metode palaksanaan

Mengukur kedataran tiang penggantung dengan waterpass dan


rambu ukur. posisi yang datar diperlukan agar hasil akhir
pemasangan plafond rapi tidak bergelombang. Menentukan batas-
batas pemasangan dengan bantuan benang ukur.
Memasang rangka plafond untuk rang kayu. contoh pemasangan
rangka plaond yang menggunakan rangka kayu dapat dilihat pada
gambar dibawah
Pemasangan rangka plafond untuk rangka baja. penggunaan baja
sebagai rangka plafond dapat dilihat pada gambar ini
Pemasangan triplek plafond yang sudah dipabrikasi sebelumnya.
Mengecek kembali kedataran plafond yang sudah di pasang.

5) Pekerjaan Rangka atap


A. Lingkup pekerjaan
1. Pekerjaan konstruksi atap, terdiri dari kuda kuda, gording, ikatan angin,
silang gempa, rangka atap ( kaso dan reng ), papan list plank dan
sebagainya.
2. Pekerjaan rangka plafond.
3. Pekerjaan kusen pintu dan jendela, rangka daun pintu dan jendela dan
segala sesuatu yang termasuk pekerjaan ini.
B. Pekerjaan Konstruksi Atap
1. Semua kayu yang digunakan untuk konstruksi atap adalah kayu kias kuat
II dengan ukuran sesuai dengan gambar kerja.
- Balok kuda kuda uk.8/12 dan 6/12 cm memakai kayu klas II
- Balok gapit, ikatan angin, silang gempa = 2 x 6 / 12 kayu klas kuat II
- Kaso kaso 5/7 cm. Reng 2/3 cm dan papan listplank kayu klas II
Pelaksanaan Pekerjaan
1. Semua pekerjaan kayu yang tampak harus diserut rata dan licin hingga
memberikan penyelesaian yang baik dan sedikit penghalusan.
2. Pemasangan sambungan gording harus diletaka pada jarak 0.75 cm ( 1/4
bentang ) dan tumpuan serta tiap sambungan harus diperkuat dengan plat
simpai, besi begel 40.40.4 mm harus dipasang pada kaki kuda-kuda
antara balok tarik dan tekan tumpuan kuda kuda harus diikatkan di besi
tersebut pada balok tarik.
3. Kaso kaso dipasang setiap jarak 50 cm waterpass menurut kemiringan
atap, sedangkan reng di pasang setiap jarak 20 cm.

6) Pekerjaan Penutup Atap


A. Bahan penutup atap dipakai genteng plentong press kualitas baik dan
memenuhi persyaratan PUBB 1971.
B. Pemasangan bubungan digunakan adukan 1 Pc : 3 Ps ( kedap air ).

P a g e | 16
Metode palaksanaan

7) Pekerjaan Pintu dan Jendela

Kusen Pintu dan Jendela

Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang
rangka yang disebut Kusen, kusen untuk tempat tinggal terbuat dari kayu atau
logam. Kusen kayu memberikan penampilan yang hangat dan indah dari
tampilan tekstur serat-serat kayu yang dimilikinya, mempunyai nilai penyekat
panas yang baik dan pada umumnya tahan terhadap pengaruh cuaca. Rangka
jenis ini dapat berupa produk pabrik yang telah diselesaikan dengan
pelapisan cat, pewarnaan atau masih berupa kayu asli tanpa pelapisan. Kusen
dari bahan logam berbeda dari kayu,Kusen logam dapat terbuat dari
alumunium, baja atau baja tak berkarat (stainless-steel), warna alami logam
dapat ditutup dengan lapisan cat dan dirawat engan baik untuk mencegah
korosi.

Ukuranpenampang batang kayu untuk rangka pintu dan jendela adalah


sebagai berikut :

Pada pintu biasa dengan satu daun: 5/10 5/12 5/14 5/15 cm ,6/10 6/12 6/14
6/15 cm 7/12 cm
Pada pintu rangkap dengan dua daun:8/10 8/12 8/14 8/15 cm

Bagian-Bagian Kusen

Kusen terdiri atas :

P a g e | 17
Metode palaksanaan

1. Tiang
2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang
bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun
jendela.
4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam
tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau
kebelakang.
5. Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk
menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila
terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
6. Angkur, dipasang pada tiang berfungsi untuk memperkuat melekatnya
pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
7. Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk kusen
pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung
tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.

1. Pemasangan Kusen Pintu

P a g e | 18
Metode palaksanaan

Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;

1. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
dijangkau
2. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as
bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen.
3. Pasang angker pada kusen secukupnya.
4. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter
dari tinggi bouwplank.
5. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan
unting-unting.
6. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
7. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan
menjadi kokoh.
8. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen.
9. Bersihkan tempat sekelilingnya.

2. Pemasangan Kusen Jendela

P a g e | 19
Metode palaksanaan

Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;

1. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
dijangkau.
2. Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata dari as bouwplank.
3. Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
4. Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
5. Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
6. Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan pertolongan unting-
unting.
7. Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
8. Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada keadaan yang
benar.
9. Bersihkan tempat sekelilingnya.

3. Memasang Daun Pintu

P a g e | 20
Metode palaksanaan

Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap
atau mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan
menggunakan engsel sehingga dapat
berputar pada engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Namun, daun pintu ada
yang tidak berputar pada engsel, melainkan bergeser di depan kusennya. Pintu
tersebur dinamakan dengan pintu geser. Kedudukan daun pintu pada saat
ditutup melekat dengan sponing pada kusen pintu, kecuali pada bagian bawah,
kedudukannya dibuat beberapa cm di atas lantai.

Cara Pemasangan

1. Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.


2. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
3. Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
4. Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan
toleransi kelonggaran 3 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
5. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun
pintu (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi
bagian atas 25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah
(untuk pintu dengan 3 engsel)
6. Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik
kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel
yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas
pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
8. Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan
engselnya, kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah
daun pintu pada kusen pintunya.
9. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara
melepaskan pen.

P a g e | 21
Metode palaksanaan

11. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata
dan lurus dengan kusen.

4. Memasang Daun Jendela

Seperti halnya pintu, jendela terdiri atas kusen atau gawang dan daun jendela.
Kusen dipasang tetap atau mati di dalam tembok, sedang daunnya
digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel
sehingga dapat berputar pada engsel, berputar horizontal (ke kiri danke
kanan) atau berputar ertikal (ke atas dan ke bawah). Namun, ada jenis jendela
yang tetap atau mati, biasa disebut jendela mati engan tujuanuntuk
penerangan. Kedudukan daun jendela pada saat ditutup melekat dengan
sponing pada kusen jendela.

Cara Pemasangan

1. Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.


2. Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
3. Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
4. Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan
toleransi kelonggaran 3 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
5. Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun
jendela (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian
tepi (untuk putaran horizontal) atau engsel ditanam pada bagian ambang atas
daun jendela dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran vertikal).
6. Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik
kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat
engsel yang sesuai dengan engsel pada daun jendela.
7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas
pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen
8. Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan
engselnya, kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah
daun jendela pada kusen jendelanya.
9. Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara
melepaskan pen.

P a g e | 22
Metode palaksanaan

11. Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik,
rata dan lurus dengan kusen.

5. Pemasangan Kaca

Dengan sifat kaca yang sangat mudah pecah dan membutuhkan ekstra hati-
hati dalam penanganannya, sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal yang
penting pada saat memasang kaca pada daun pintu/jendela. Konstruksi
pemasangan kaca pada daun pintu/jendela dapat dilakukan dengan bermacam-
macam metode, tergantung dari ukuran kayu, material rangka
daun intu/jendela, fungsi, dan ketebalan kaca. Apabila kaca dengan tebal
kurang dari 4 mm, sebaiknya gunakan sistem rangka tempel, papan belakang
yang sekaligus daun pintu/jendela berfungsi sebagai penahan kaca agar stabil
dan tidak pecah, kemudian ditambahkan lis tempel di sekeliling kaca untuk
menahan kaca tetap pada posisinya. Bila tebal kaca lebih dari 5 mm, dapat
digunakan rangka kayu solid, bagian dalam rangka perlu dibuat satu lajur
takikan untuk penempatan kaca. Kemudian kaca ditahan dengan lis kecil di
sekeliling rangka kayu.

Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah sebagai berikut;

1. Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas.
Usahakan letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun
pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
2. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
3. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau
kain untuk memegang kaca.
4. Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun
pintu/jendela.
5. Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
6. Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang
dipasang lis kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca
karena gerakan martil.

8) Pekerjaan Listrik
Pengertian dan fungsi :
Suatu sistem instalasi/jaringan yang meliputi penerangan, instalasi
daya, box pembagi tegangan. Material penghantar listrik adalah kabel
(NYM) serta pipa baik PVC atau besi untuk pelindung hantaran yang
tertanam. Kabel penghantar yang biasa dipergunakan adalah merek
KABELINDO, SUPREME, TRANKA, dll. Merek dapat dikenali pada
pembungkus (isolasi) sepanjang kabel beserta jenis dan jumlah kawat
atau diameter kawat tembaganya.

P a g e | 23
Metode palaksanaan

Peralatan dan bahan listrik :


1. Saklar dan zekering-zekering
2. Stop kontak / stop kontak daya
3. Lampu penerangan

METODE PELAKSANAAN

1. Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus


diusahakantidak tampak dari luar (tertanam)
Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran.
Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok,
kolom beton harus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran,
kabel diusahakan dimasukkan bersamaan dengan pemasangan
sparing.
Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan
plesterandan acian dikerjakan.
Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah
yang mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan).
Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya
terlindung dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan
lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan
harus rata (untuk memudahkan penarikan kabel).
Jaringan arde harus dipasang tersendiri / terpisah dengan arde
penangkal petir.
tidak boleh ada sambungan
dihubungkan dengan elektroda pentanahan
ditanam sampai minimal mencapai air tanah
Pada hantaran di atas langit-langit, harus diklem pada bagian bawah
plat / balokatau pada balok kayu rangka langit-langit.
Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton
pada shaft harus diklem atau dengan papan dan kabeltrey bila
jaringan terlalu rumit (banyak).
Stop kontak dan saklar. Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm
dari lantai, saklar dipasang setinggi 150 cm dari lantai (bila tidak

P a g e | 24
Metode palaksanaan

ditentukan spesifikasinya). Pemasangan stop kontak dan saklar harus


rata dengan dinding.
Box / kotak Panel bodynya harus diarde, untuk menghindari adanya
arus.

9) Pekerjaan Cat
Mengecat bangunan terlihat simpel, tapi jika tanpa pengetahuan dan
tahapan yang benar hasil yang didapat pasti tidak memuaskan. Baik
dari segi umur maupun pengamatan secara visual, maka di kesempatan
ini saya akan mengulas sedikit tentang tahapan yang benar.

Pengecatan untuk tembok baru :


pertama : dinding yang baru selesai di aci (ditutup semen campur air
saja), perlu diberi lapisan under coating (alkali killer) sebagai lapis
persiapan sebelum tembok di cat. Lapisan ini juga sebagai pembatas agar
alkali yang dapat menimbulkan tingkat Ph(keasaman) permukaan
dinding menjadi berubah (diatas/dibawah 7) cirinya adalah terdapat
embun/air yang menempel pada permukaan dinding. Alkali killer sudah
banyak diaplikasikan khusus untuk dinding outdor, dan dihimbau
jangan menggunakan Plamir, karena plamir harus di campur dengan
lem agar dapat merekat pada tembok. Kita tahu lem plamir akan
mengembang jika terkena panas, dan akan menyusut kembali jika hawa
kembali dingin. Hal ini akan mengakibatkan mengelupasnya rekatannya
pada tembok kalo di teknik namanya rangkak-susut (kembang susut).
Alkali killer bekerja maksimal untuk menhindari hal tersebut. ini
beberapa foto tembok yang menggunakan plamir.

Pengecatan untuk tembok lama :


Proses ini tekniknya hampir sama, mungkin ada tambahan 1 kali proses
yaitu wall sealer. Bahan ini akan memperbaiki permukaan tembok yang
tidak rata, sehingga dinding tembok menjadi halus dan rata. Proses ini
dilakukan sebelum aplikasi alkali killer sama seperti proses dinding
baru. Jadi tahapannya :

P a g e | 25
Metode palaksanaan

a. Kerok cat lama (jika permukaan acian rusak, tambal dengan wall
sealer)
b. Amplas permukaan hingga dinding terlihat rata
c. Aplikasikan alkali killer (rekomendasi 2 kali lapis) diamkan dinding
selama 1 hari
d. Cat permukaan 2 kali tutup.

P a g e | 26
Metode palaksanaan

BAB III. PEKERJAAN PEMELIHARAN

a. PEMBERSIHAN LOKASI PEKERJAAN


Setelah pekerjaan selesai maka diadakan pembersihan dilokasi pekerjaan
dari sisa sisa material,kotoran bekas bongkaran dan kotoran lain yang
dapat menggangu kelancaran lalu lintas, bekas kotorandibuang diluar
lokasi pekerjaan

b. PENYERAHAN PEKERJAAN
1. Serah Terima Pertama / Provisional Hand Over (PHO)
Setelah pekerjaan selesai maka Penyedia Jasa mengajukan
permohonan untuk diadakanpemeriksaan pekerjaan dalam rangka
penyerahan yang pertama kalinya ( PHO ).Kegiatan Provisional Hand
Over (PHO)
Yang dimaksud dengan PHO adalah serah terima awal dari seluruh
pekerjaan fisik yangdilaksanakan oleh Kontraktor dengan baik dan
benar.
Pada umumnya dipersyaratkan bahwa PHO dapat diusulkan oleh
Penyedia Jasa jika pekerjaanfisik sudah mencapai prestasi 100%.
Tujuan : Memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang telah dikerjakan
oleh Penyedia Jasa,secara prinsip telah dapat diterima, namun secara
total Penyedia Jasa masih harus terusmemeliharanya sampai batas
FHO dinyatakan selesai.

Prosedur PHO :
Pekerjaan telah mencapai 100 % pekerjaan dari seluruh nilai kontrak
dan modifikasinya,Kontraktor mengajukan tertulis (request PHO)
kepada PPK untuk PHO.
PPK memberitahukan kepada PPHP untuk meneliti dan melakukan
pemeriksaaan dilapangan.
PPHP melakukan pemeriksaan di lapangan.
PPHP membuat daftar kerusakan dan kekurangan dari pekerjaan dan
hasil pengujian yangrelevan harus dilampirkan pada proses verbal
PHO (jika ada).

P a g e | 27
Metode palaksanaan

Penyedia Jasa segera melengkapi/memperbaiki


kekurangan/penyimpangan yang ada.
Dibuat Berita Acara PHO dan ditandatangani jika seluruh
persyaratan telah dipenuhi termasuk administrasi teknis dan
dokumentasi.

PENANGANAN PADA MASA PEMELIHARAAN


Perbaikan Selama Masa PemeliharaanKegiatan Pemeliharaan Pekerjaan
yang sudah di-serahterima-kan
Masa pemeliharaan adalah masa dimulainya pemeliharaan hasil
pekerjaan yang dihitungdari mulai tanggal Serah Terima Pertama (PHO)
sampai dengan berakhirnya masapemeliharaan sesuai kontrak.
Dalam masa pemeliharaan, jika ada kerusakan-kerusakan yang terjadi,
Penyedia Jasaharus segera melakukan perbaikan sesuai kondisi saat
diserahterimakan.

Prosedur:

Setelah melakukan perbaikan, Penyedia Jasa memberitahukan kepada


PPK.
PPK memberitahu PPHP untuk mengadakan pemeriksaan ulang.
Apabila menurut PPHP tidak ada kekurangan atau cacat lagi, maka
PPHP membuatBerita Acara pemeriksaan hasil perbaikan pekerjaan yang
disampaikan pada PPK.
Selama masa pemeliharaan harus ada kesepakatan antara PPK, Penyedia
Jasa dankonsultan tentang:
Personel pengawas yang dipertahankan
Personel Penyedia Jasa yang dipertahankan
Daftar peralatan yang masih akan digunakan

2. Serah Terima Kedua / Final Hand Over (FHO)


FHO adalah serah terima akhir dari seluruh pekerjaan fisik yang
dilaksanakan olehPenyedia Jasa dengan baik dan benar, setelah Penyedia
Jasa menyelesaikan seluruhperbaikan yang tertera pada daftar perbaikan

P a g e | 28
Metode palaksanaan

yang disusun oleh PPHP dan telah melewatimasa pemeliharaan sesuai


bunyi kontrak.
Tujuan : untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh
Penyedia Jasa telah selesai dan dapat diterima dengan baik.
Yang perlu diperhatikan adalah unsur-unsur :
Kelengkapan administrasi
Kondisi fisik pekerjaan yang baik dan benar sesuai spesifikasi teknik
Kesesuaian dengan perencanaan

Prosedur
PPK mengundang kembali PPHP, Konsultan untuk melaksanakan proses
FHO.
PPHP memeriksa ulang seluruh data yang terdapat pada daftar pekerjaan
yang harusdiperbaiki
PPHP akan memeriksa pekerjaan-pekerjaan dan mendokumentasikan
semuakerusakan
Jika telah dilakukan penyelesaian semua perbaikan pekerjaan, akan
dibuat berita acara FHO.Setelah proses verbal FHO dilaksanakan seperti
diuraikan dan kerusakan-kerusakan diperbaikiseperti dijelaskan maka
pada saat yang sama Retention Money yang masih tertingga
dikembaikan.Demikian Metode Pelaksanaan ini kami buat untuk dapa
dipergunakan sebagai acuan pelaksanaanpekerjaan di lapangan

Sragen , 21 Juli 2017

CV. CAHAYA BANGUN PERSADA

SUPARMAN
Direktur

P a g e | 29