Anda di halaman 1dari 16

Nyeri di Dada Kiri pada Penderita Jantung Koroner

Pamela Vasikha

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana NIM 102013407

Jln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat, 11510, Telp. (021) 5694-2061

Pamelavasikha@yahoo.com

Abstrak

Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam kehidupan manusia. Jantung
merupakan daging berongga sekepalan tangan dengan berat sekitar 300 gram yang merupakan
sumber kehidupan. Jantung berbentuk seperti kerucut tumpul. Ujung atas jantung melebar
mengarah ke bahu kanan sedangkan ujung bawahnya mengerucut (apeks) mengarah ke panggul
kiri. Posisi jantung berada di rongga tengah dada diapit paru-paru dan terlindung tulang dada
yang kokoh. Dua pertiga jantung terletak di sebelah kiri garis midsternal. Jantung merupakan
alat yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam bahasa latin, jantung disebut
dengan kardia. Terdapat berbagai macam gangguan / penyakit yang dapat menyebabkan fungsi
jantung tidak dapat berfungsi dengan normal. Dan untuk mendeteksi adanya suatu gangguan di
jantung atau tidak, terdapat juga berbagai macam cara atau pemeriksaan penunjang untuk
mendeteksi gangguan tersebut.

Kata kunci: Jantung, kardia, memompa darah, pemeiksaan penunjang jantung

Abstracts

Heart is one of the most important organs in the human life. The heart is a hollow fist meat
weighing about 300 grams which is the source of life. Heart shaped like a blunt cone. The upper
end of the heart leads to dilated right shoulder while the bottom end conical (apex) leads to the
left flank. The position of the heart was in the middle of the chest cavity flanked lungs and
sternum shielded solid. Two-thirds of the heart lies to the left of the line midsternal. The heart is
a tool that serves to pump blood throughout the body. In Latin, the heart is called the cardia.
There are a wide variety of disorders / diseases that can lead to heart function can not function
normally. And to detect the presence of a disturbance in the heart or not, there are also a variety
of ways or investigation to detect the disorder.

Key words: Heart, cardia, blood pumping, heart support test


Pendahuluan

Di dalam skenario 5, seorang laki-laki berusia 50 tahun , penderita jantung koroner,


mendadak merasa nyeri pada dada kiri dan segera dibawa ke IGD RS. Selanjutnya diobservasi
dan dilakukan berbagai pemeriksaan penunjang termasuk penderitaan kadar enzim darah untuk
mendeteksi serangan jantung. Jantung memiliki fungsi yaitu untuk memompa darah. Setiap kali
memompa, hampir setengah gelas (70 cc) darah keluar dari masing-masing bilik jantung. Jadi,
apabila dalam satu menit bilik jantung berdetak 75 kali, akan terpompa sekitar 5 liter darah.
Darah tersebut akan mengalir ke pembuluh darah di seluruh tubuh yang apabila dibentangkan
panjangnya sama dengan 100 ribu km atau jarak sejauh 2,5 kali mengitari bumi. Setiap hari,
jantung berdenyut rata-rata 100 ribu kali untuk memompa 9.500 liter darah ke seluruh tubuh.1

Penyakit jantung koroner terjadi ketika terjadi penyempitan atau penyumbatan pada liang
pembuluh koroner sehingga jantung sebagai organ pompa darah tubuh mengalami kekurangan
oksigen dan nutrisi. Pada 2002, penyakit jantung koroner bersama dengan stroke yang termasuk
penyakit kardiovaskular menyebabkan 17,5 juta kasus kematian di dunia. Sebagian besar
menimpa Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.1

Struktur Anatomi Makro Cardiovaskular

A. Jantung

Jantung merupakan organ berongga, berotot, dan berbentuk kerucut. Ia terletak di antara
paru-paru kiri dan kanan, di daerah yang disebut mediastinum, di belakang badan sternum, dan
dua pertiganya terletak di sisi kiri. Basis yang bentuk sirkular pada kerucut ini menghadap ke
atas dan ke kanan, sedangkan puncaknya mengarah ke bawah, ke depan, dan ke kiri. Puncak
jantung biasanya terletak setinggi ruang interkostal kelima, sekitar 9 cm dari garis tengah.
Ukuran jantung sekitar 12 cm dari basis ke puncak, dengan lebar sekitar 9 cm dan tebal sekitar 6
cm. Jantung dipisahkan dari basis ke puncaknya oleh partisi otot yang disebut septum.2

Membran yang membungkus dan melindungi jantung disebut pericardium. Perikardium


menahan posisi jantung agar tetap berada di dalam mediastinum, namun tetap memberikan
cukup kebebasan untuk kontraksi jantung yang cepat dan kuat. Perikardium terdiri dari dua
bagian, yaitu pericardium fibrosa pericardium serosa. Perikardium fibrosa terdiri dari jaringan
ikat yang kuat, padat dan tidak elastis. Sedangkan pericardium serosa lebih tipis dan lebih lembut
dan membentuk dua lapisan mengelilingi jantung. Lapisan parietal dari pericardium serosa
bergabung dengan pericardium fibrosa. Lapisan viseral dari pericardium serosa, disebut
epicardium, melekat kuat pada permukaan jantung. Di antara pericardium parietal dan viseral
terdapat cairan serosa yang diproduksi oleh sel pericardial. Cairan pericardial ini berfungsi untuk
mengurangi gesekan antara lapisan-lapisan pericardium serosa saat jantung berdenyut. Rongga
yang berisi cairan pericardial disebut sebagai kavitas pericardial. 3 Dua sinus penting yang
terletak di antara lapisan parietal dan viseral, yaitu: sinus transversus dan sinus obliquus. Sinus
transversus terletak diantara v. cava superior dan atrium kiri di posterior serta trunkus pulmonalis
dan aorta di anterior. Sedangkan sinus obliquus terletak di belakang atrium, sinus ini dibatasi
oleh v. cava inferior dan vv. pulmonalis. Pericardium mendapatkan pasokan darah dari cabang-
cabang perikardiocophrenicus dan a.thoracalis interna. Pericardium fibrosa dan lapisan parietalis
dari pericardium serosa dipersarafi oleh n. phrenicus. 4

Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan, yaitu epikardium (lapisan paling luar),
miokardium (lapisan bagian tengah), dan endokardium (lapisan paling dalam). Seperti yang telah
disebutkan di atas, lapisan epikardium merupakan lapisan viseral pericardium serosa yang
disusun oleh mesotelium dan jaringan ikat lunak, sehingga tekstur permukaan luar jantung
terlihat lunak dan licin. Sedangkan Miokardium merupakan jaringan otot jantung yang menyusun
hampir 95% dinding jantung. Miokardium bertanggung jawab untuk pemompaan jantung.
Meskipun menyerupai otot rangka, otot jantung ini bekerja involunter seperti otot polos dan
seratnya tersusun melingkari jantung. Lapisan terdalam dinding jantung, endokardium,
merupakan lapisan tipis endothelium yang menutupi lapisan tipis jaringan ikat dan membungkus
katup jantung.1

Pada dasarnya, jantung memiliki 2 sistem pompa yang terletak saling besisian di kanan-
kiri dan bekerja secara simultan. Setiap sistem mempunyai ruang penampung dan ruang pompa.
Ruang penampung di bagian superior disebut atrium (serambi) dan ruang pompa di bagian
inferior dinamakan ventrikel (bilik). Di antara ruang penampung dan ruang pompa, terdapat
katup (klep) searah sehingga otomatis darah hanya mengalir dari penampung ke pompa dan tidak
sebaliknya (kecuali terdapat gangguan katup).1

1. Atrium kanan

Atrium kanan membentuk batas kanan dari jantung dan menerima darah dari vena
kava superior di bagian posterior atas, vena kava inferior, dan sinus koroner di bagian lebih
bawah. Atrium kanan ini memiliki ketebalan sekitar 2-3 mm (0,08 0,12 in). Dinding posterior
dan anteriornya sangat berbeda, dinding posteriornya halus, sedangkan dinding anteriornya kasar
karena adanya bubungan otot yang disebut pectinate muscles. Antara atrium kanan dan kiri ada
sekat tipis yang dinamakan septum interatrial. Darah mengalir dari atrium kanan ke ventrikel
kanan melewati suatu katup yang dinamakan katup trikuspid atau katup atrioventrikular (AV)
kanan.3

2. Atrium Kiri

Atrium kiri memiliki ketebalan yang hampir sama dengan atrium kanan dan
membentuk hampir keseluruhan pangkal dari jantung.3 Atrium kiri menerima darah yang
teroksigenasi dari paru-paru melalui keempat vena pulmonalis. Antara vena pulmonalis dan
atrium kiri tidak terdapat katup. Atrium kiri memiliki dinding yang tipis dan bertekanan rendah.
Darah mengalir dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri melalui katup bicuspidalis / katup mitral.5
3. Ventrikel kanan

Ventrikel kanan membentuk permukaan anterior jantung dengan ketebalan sekitar


4-5 mm (0,16 0,2 in).3 Dinding ventrikel kanan terdapat beberapa rigi yang menonjol ke dalam,
yang dibentuk oleh berkas-berkas otot. Rigi-rigi yang menonjol ini menyebabkan dinding
bentrikel terlihat seperti busa yang dikenal sebagai trabeculae carneae. Juga terdapat musculi
papillares, yang menonjol ke dalam, melekat melalui basisnya pada dinding ventrikel, dan bebas
pada bagian tengahnya. Serta chorda tendineae yang menghubungkan salah satu cuspis dari
katup trikuspidalis dengan musculi papillares. Ventrikel kanan berhubungan dengan atrium
kanan melalui ostium atrioventriculare kanan dan dengan truncus pulmonalis melalui ostium
trunchi pulmonalis.5 Ventrikel kanan dan ventrikel kiri dipisahkan oleh septum interventrikular.3

4. Ventrikel Kiri

Ventrikel kiri merupakan bagian tertebal dari jantung, ketebalan sekitar 10-15 mm
(0,4-0,6 in) dan membentuk apeks dari jantung. Sama dengan ventrikel kanan, ventrikel kiri
mempunyai trabeculae carneae dan chordae tendineae yang menempel pada muskulus papilaris.
Darah dari ventrikel kiri ini akan melewati katup aorta ke ascending aorta. Sebagian darah akan
mengalir ke arteri koroner dan membawa darah ke dinding jantung.3 Ventrikel kiri berhubungan
dengan atrium kiri melalui ostium atrioventriculare kiri dan dengan aorta melalui ostium aortae.
Pada penampang melintang, ventrikel kiri berbentuk sirkular sedangkan ventrikel kanan
berebentuk seperti bulan sabit karena terdapat penonjolan septum interventriculare ke dalam
rongga ventrikel kanan.5

Di dalam jantung, terdapat 4 katup yaitu valva trikuspidalis, valva trunci pulmonalis,
valva bikuspidalis, dan valva aortae.

1. Valva tricuspidalis

Valva tricuspidalis melindungi ostium atrioventriculare dan terdiri atas tigacuspis


yang dibentuk oleh lipatan endokardium disertai sedikit jaringan fibrosa
yangmeliputinya: cuspis anterior, septalis, dan inferior (posterior). Cuspis anterior
terletak di anterior, cuspis septalis terletak berhadapan dengan septum intraventriculare
dan cuspis inferior atau posterior terletak di inferior. Basis cuspis melekat pada cincin
fibrosa rangka jantung, sedangkan ujung bebas dan permukaan ventrikularnyadilekatkan
pada chorda tendineae.5

2. Valva trunci pulmonalis

Valva melindungi ostium trunci pulmonalis dan terdiri atas tiga valvula
semilunaris yang dibentuk dari lipatan endocardioum disertai sedikit jaringan fibrosa
yang meliputinya. Pinggir bawah dan samping setiap cuspis yangmelengkung melekat
pada dinding arteri. Mulut muara cuspis mengarah ke atas,masuk ke dalam truncus
pulmonalis. Tidak ada chordae tendineae atau musculi papillares yang berhubungan
dengan cuspis valva ini; perlekatan sisi-sisi cuspis padadinding arteri mencegah cuspis
turun masuk ke dalam ventrikel. Pada pangkal truncus pulmonalis terdapat tiga pelebaran
yang dinamakan sinus, dan masing-masing terletak diluar dari setiap cuspis.5

3. Valva bicuspidalis / valve mitral

Valva bicuspidalis / valve mitral melindungi ostium atrioventriculare. Valva


terdiri atas duacuspis, cuspis anterior dan cuspis posterior, yang strukturnya sama dengan
cuspis padavalva tricuspidalis. Cuspis anterior lebih besar dan terletak antara
ostiumatrioventriculare dan ostium aortae. Perlekatan chordae tendineae ke cuspis
danmusculi papillares sama seperti valva tricuspidalis.5

4. Valva aortae

Valva aortae melindungi ostium aortae dan mempunyai struktur yang sama
dengan struktur valva truncus pulmonalis. Satu cuspis terletak di anterior
(valvulasemilunaris kanan) dan dua cuspis terletak di dinding posterior (valvula
semilunariskiri dan posterior). Di belakang setiap cuspis dinding aorta menonjol
membentuk sinusaortae. Sinus aortae anterior merupakan tempat asal arteria coronaria
kanan, dan sinus posterior kiri tempat asal arteria coronaria kiri.5
Gambar 1.1 Katup - katup Jantung5

Gambar 1.2 Struktur Makroskopis Jantung3

B. Pembuluh Darah

- Arteri

Arteri membawa darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh. Arteri terbesar
disebut aorta. Aorta berasal dari ventrikel kiri jantung, pangkal aorta: aorta ascenden ke arcus
aorta lalu ke aorta descenden (aorta thorakalis di rongga dada dan aorta abdominalis di rongga
perut) lalu berakhir sebagai a.illiaca communis sinistra dan dextra di rongga panggul. Arkus
aorta mempunyai tiga cabang utama yaitu trunkus brachiocephalicus / anonyma (bercabang
menjadi dua yaitu A. Carotis Communis Dextra dan A. Subclavia Dextra), A. carotis communis
sinistra dan A. subclavia sinistra.6
- Vena

Darah setelah melewati venula akan mengalir menuju vena (pembuluh balik).
Vena akan mengalirkan darah menuju jantung dan berhubungan langsung dengan jantung. Di
sepanjang vena terdapat katup yang menjaga agar darah tidak berbalik arah. Terdapat tiga jenis
vena yang masuk ke jantung, yaitu vena cava pulmonalis, vena cava superior dan vena cava
inferior. Vena cava pulmonalis adalah vena yang berasal dari paru-paru dan masuk ke jantung
melalui atrium kiri. Vena cava superior adalah vena yang membawa darah yang kaya CO2 dari
bagian anterior tubuh (atas) ke atrium kanan. Sedangkan vena cava inferior adalah vena yang
membawa darah kaya CO2 dari bagian posterior (bawah) tubuh.7

C. Persarafan Jantung

Jantung dipersarafi oleh serabut simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom melalui
plexus cardiacus yang terletak di bawah arcus aortae. Saraf simpatis berasal dari bagian
cervicale dan thoracale bagian atas truncus symphaticus, dan persarafan parasimpatis berasal dari
nervus vagus. Serabut-serabut postganglionik simpatis berakhir di nodus sinuatrialis dan nodus
atrioventricularis, serabut- serabut otot jantung, dan arteriae coronariae.Perangsangan serabut-
serabut saraf ini menghasilkan akselerasi jantung,meningkatnya daya kontraksi otot jantung, dan
dilatasi arteriae coronariae. Serabut-serabut postganglionik parasimpatis berakhir pada nodus
sinuatrialis,nodus atrioventricularis dan arteriae coronariae. Perangsangan saraf parasimpatis
mengakibatkan berkurangnya denyut dan daya kontraksi jantung dan konstriksi arteriae
coronariae. Serabut-serabut aferen yang berjalan bersama saraf simpatis membawa impuls saraf
yang biasanya tidak dapat disadari. Akan tetapi, bila suplai darah ke miokardium terganggu,
impuls rasa nyeri dirasakan melalui lintasan tersebut. Serabut-serabut aferen yang berjalan
bersama nervus vagus mengambil bagian dalam reflex kardiovaskular.5

D. Perdarahan Jantung

Jantung mendapatkan darah dari arteria coronaria dextra dan kiri, yang berasal
dari aorta ascendens tepat di atas valva aortae. Arteriae coronariae dan cabang-cabang utamanya
terdapat di permukaan jantung, terletak di dalam jaringan ikat subepicardial. Arteria coronaria
dextra berasal dari sinus anterior aortae dan berjalan kedepan di antara truncus pulmonalis dan
auricula dextra. Arteri ini berjalan turun hampir vertikal di dalam sulcus atrioventriculare dextra,
dan pada pinggir inferior jantung pembuluh ini melanjut ke posterior sepanjang sulcus
atrioventricularis untuk beranastomosis dengan ateria coronaria kiri di dalam sulcus
interventricularis posterior. Cabang-cabang arteria coronaria dextra berikut ini mendarahi atrium
dextrum dan ventriculus dexter, sebagian dari atrium sinistrum dan ventriculus sinister, dan
septum atrioventriculare. Arteria coronaria kiri, yang biasanya lebih besar dibandingkan dengan
arteria coronaria dextra, mendarahi sebagian besar jantung, termasuk sebagian besar atrium
sinister, ventriculus sinister, dan septum ventriculare. Arteria ini berasal dari posterior kiri sinus
aortae aorta ascendens dan berjalan ke depan di antara truncus pulmonalisdan auricula kiri.
Kemudian pembuluh ini berjalan di sulcus atrioventricularis dan bercabang dua menjadi ramus
interventricularis anterior dan ramus circumflexus.Terdapat anastomosis di antara cabang-cabang
terminal arteria coronariadextra dan kiri (sirkulasi kolateral), tetapi biasanya tidak cukup besar
untuk me-nyediakan suplai darah yang cukup untuk otot jantung apabila sebuah cabang
besar tersumbat oleh suatu penyakit. Penyumbatan mendadak dari sebuah cabang-cabang besar
atau salah satu arteria coronaria biasanya menyebabkan kematian otot jantung (infark
miokardium), walaupun kadang-kadang sirkulasi kolateral cukup untuk mempertahankan suplai
ke otot. Sebagian besar darah dari dinding jantung mengalir ke atrium kanan melalui sinus
coronarius, yang terletak pada bagian posterior sulcus atrioventricularis dan merupakan lanjutan
dari vena cardiaca magna. Pembuluh ini bermuara ke atrium dextrum sebelah kiri vena cava inferior.
Vena cardiaca parva dan vena cardiaca media merupakan cabang sinus coronarius. Sisanya dialirkan
ke atrium dextrum melalui vena ventriculi dextri anterior dan melalui vena-vena kecil yang
bermuara langsung ke ruang-ruang jantung.5

Struktur Mikroskopis Cardiovaskular

1. Jantung

Jantung manusia mampu berkontraksi terus-menerus tanpa istirahat sampai 4 miliar


kali. Hal ini disebabkan karena sel otot jantung memiliki mitokondria (mitokondria identik
dengan paru-paru manusia juga disebut biologic clock) yang jumlahnya banyak sekali, yaitu 40%
dari total volume otot jantung. Sebagai perbandingan, sel otot rangka hanya memiliki
mitokondria sebanyak 2% dari total volume sel. Sel-sel otot jantung bergaris seperti otot rangka
namun serabutnya bercabang dan mengadakan anastomosis membentuk apa yang disebut dengan
sinistum (net-like arrangement). Panjangnya kurang lebih 100 m dan lebarnya 15 m. Sel otot
jantung terdiri dari pita-pita filament yang terbuat dari protein kontraktil yang kuat. Walaupun
otot jantung kenyal dan kuat, kontraksi sel otot jantung berlangsung lebih lama, dan otot ini tidak
bisa menimbulkan potensial aksi yang cepat sehingga tidak bisa mengalami tetani (kram).8
Gambar 1.3 Struktur Mikroskopis Otot Jantung8

2. Pembuluh Darah

- Arteri

Setiap arteri memperlihatkan pola bentuk yang umum. Dinding arteri pada
umumnya terdiri atas 3 lapis/tunika, yaitu: tunika intima, tunika media, dan tunika adventisia.
Tunika intima terdiri dari selapis sel endotel di sebelah dalam, diluarnya diliputi oleh lapisan
subendotel yang merupakan jaringan ikat fibroelastis yang halus; dan yang laing luar (merupakan
batas antara tunika intima dan tunika berikutnya) berupa sabuk serat elastis yang disebut
membrana/tunika elastika interna yang mungkin tidak terdapat pada pembuluh lain.6

Tunika media terutama terdiri dari sel otot polos yang tersusun melingkar. Serat-
serat elastin dan kolagen dalam jumlah yang beragam terselip di antara sel-sel otot polos.
Sedankan tunika adventisia terutama terdiri atas jaringan ikat yang kebanyakan unsurnya
tersusun memanjang. Berbatasan dengan tunika media mungkin terdapat tunika elastika eksterna
yang terlihat jelas. Pembuluh arteri dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu: arteriol
(pembuluh darah arteri yang terkecil), arteri kecil sampai sedang (mempunyai banyak unsur otot)
dan arteri besar (terutama terdiri atas serat elastin).6
- Vena
Darah di dalam vena bertekanan sepersepuluh dari tekanan arteri dank arena itu
harus menampung volume darah lebih besar daripada sistem arteri. Diameter lumen vena
umumnya lebih besar daripada arteri, tetapi dindingnya jauh lebih tipis dikarenakan oleh
berkurangnya unsur otot dan elastinnya. Pembuluh vena digolongkan kedalam tiga golongan,
yaitu: venula, vena kecil dan sedang, serta vena besar. Banyak vena kecil dan vena sedang pada
ekstremitas bawah dilengkapi dengan katup yang mencegah aliran balik ke perifer. Katup ini
berupa lipatan berbentuk bulan sabit atau kantung akibat lipatan tunika intima setempat. Mereka
biasanya terdapat berpasangan menonjol ke dalam lumen dengan tepi bebasnya menghadap ke
arah jantung. Kedua permukaannya dilapisi endotel dan pada sisi yang menghadap aliran darah
jaringan ikat subendotel mengandung jalinan serat elastin.6

Gambar 1.4 Jenis-jenis Arteri dan Vena di Jantung6

Fungsi dan Mekanisme Kerja Cardiovaskular

Jantung berfungsi melakukan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Proses sirkulasi ini akan
bekerja dengan baik jika proses pemompaan berlangsung dengan baik. Pompa jantung bekerja
melalui tahapan yang disebut siklus jantung (cardiac cycle). Siklus jantung terdiri dari systole
dan diastole. Jantung berkontraksi secara berirama dengan pusat kendali impuls berasal dari
simpuls sinus. Pengisian darah di dalam ruang-ruang jantung terjadi selama diastole (diastolic
filling) dan pengeluarannya terjadi selama sistole (systolic ejection) secara berirama dan secara
serentak di jantung kanan dan kiri.2

Sistole atrium berlangsung setelah depolarisasi atrium selesai. Sistole atrium berperan
dalam menciptakan penambahan volume sebesar 30% dari pengisian ventrikel total dan
meningkatkan tekanan intratrium, 6 mmHg. Sedangkan 70% volume ventrikel didapat dari aliran
darah atrium ke ventrikel, yang terjadi segera setelah katup atrioventrikular terbuka. Periode
kontraksi atrium ini disebut fase pengisian cepat aktif pada waktu ventrikel berelaksasi.2

Dengan meningkatnya pengisian darah ke ventrikel, akan menyebabkan peningkatan


tekanan intra-ventrikel dan menutupnya katup atrioventrikular. Menjelang akhir diastole
ventrikel, terjadi peningkatan tekanan di atrium yang disebabkan kontraksi atrium. Kontraksi ini
akan mendorong sisa darah di atrium untuk mengalir ke ventrikel. Proses diastolic ventrikel
berakhir dengan menutupnya katup atrioventrikular. Dan volume darah yang terdapat dalam
ventrikel pada akhir diastolic disebut isi akhir diastolic (end diastolic volume / EDV) yang
jumlahnya mencapai 135 ml. EDV merupakan jumlah maksimum darah yang dapat ditampung
oleh ventrikel.2

Rangsangan otot ventrikel akan merangsang ventrikel untuk segera mulai berkontraksi.
Pada awal kontraksi, katup aorta dan katup semilunar belum terbuka. Untuk membuka katup
aorta, tekanan di dalam ventrikel harus melebihi tekanan katup aorta. Keadaan dimana kontraksi
ventrikel mulai terjadi namun belum ada pembukaan katup aorta ataupun pulmonalis disebut
sebagai kontraksi ventrikel isovolemik (iso=sama, volemik=volume) atau ada juga yang
menyebutnya kontraksi isometrik.2

Ketika tekanan ventrikel melebihi tekanan aorta karena pada saat yang sama katup aorta
terbuka dan darah mengalir dengan cepat ke dalam aorta. Jumlah darah yang dipompakan oleh
ventrikel jantung ke dalam pembuluh darah disebut sebagai stroke volume. Akan tetapi, pada
akhir sistolik tidak seluruh darah di ventrikel dapat dipompa keluar. Ada sebagian darah yang
masih berada di ventrikel yang disebut volume akhir sistolik (end-systolic volume). Pada waktu
terjadi systole ventrikel, darah mengalir keluar jantung ke sistem arteri dan proses ini
berlangsung sesuai dengan prinsip Frank-Starling.2

Saat tekanan ventrikel lebih rendah dibandingkan tekanan aorta, terjadi penutupan katup
aorta. Ketika katup aorta tertutup, katup atrioventrikular belum terbuka karena tekanan di dalam
ventrikel lebih tinggi dibandingkan tekanan atrium. Untuk menurunkan tekanan ventrikel, otot
ventrikel berelaksasi. Saat ini, belum ada darah yang masuk karena semua katup masih tertutup.
Interval ini disebut sebagai relaksasi ventrikel isovolumetrik. Otot ventrikel terus meregang
hingga tekanan di dalam ventrikel turun sampai dibawah tekanan atrium. Pada saat ini, katup
atrioventrikular terbuka dan dimulai pengisian ventrikel secara cepat.2
Gambar 1.5 Sistem Peredaran Darah2

Pemeriksaan Penunjang Cardiovaskular

- EKG (Elektrokardiograf)

Irama jantung yang normal akan tergambar sebagai pola EKG yang normal. Pola
hasil rekaman EKG normal menggambarkan setiap gelombang jantung akan dimulai dengan
gelombang P dan diikuti QRST sesuai dengan perjalanan impuls elektrofisiologi jantung.
Aktivitas aliran impuls elektrofisiologi dapat direkam melalui alat elektrokardiograf (EKG).
Grafik yang tercatat pada EKG menggambarkan peristiwa yang terjadi pada jantung. Gelombang
P menunjukan proses depolarisasi atrium, gelombang QRS menunjukan depolarisasi ventrikel
sedangkan gelombang T menunjukkan repolarisasi ventrikel. Pada kertas EKG, setiap kotak
kecilnya mewakili 0,04 detik (mesin EKG berjalan dengan kecepatan 25 mm/detik) sedangkan
kotak besar mewakili 0,2 detik.2

Gambar 1.6 EKG9

- Foto Thorax

Foto thorax atau sering disebut chest x-ray (CXR) adalah suatu proyeksi radiografi
dari thorax untuk mendiagnosis kondisi-kondisi yang mempengaruhi thorax, isi dan struktur-
struktur di dekatnya. Foto thorax menggunakan radiasi terionisasi dalam bentuk x-ray. Dosis
radiasi yang digunakan pada orang dewasa untuk membentuk radiografi adalah sekitar 0.06 mSv.
Foto thorax digunakan untuk mendiagnosis banyak kondisi yang melibatkan dinding thorax,
tulang thorax dan struktur yang berada di dalam kavitas thorax termasuk paru-paru, jantung dan
saluran-saluran yang besar. Pneumonia dan gagal jantung kongestif sering terdiagnosis oleh foto
thorax. CXR sering digunakan untuk skrining penyakit paru yang terkait dengan pekerjaan di
industri-industri seperti pertambangan dimana para pekerja terpapar oleh debu. Pada beberapa
kondisi, CXR baik untuk skrining tetapi buruk untuk diagnosis. Pada saat adanya dugaan
kelainan berdasarkan CXR, pemeriksaan imaging thorax tambahan dapat dilakukan untuk
mendiagnosis kondisi secara pasti atau mendapatkan bukti-bukti yang mengarah pada diagnosis
yang diperoleh dari CXR.2
Gambar 1.7 Hasil Foto Thorax Normal2

- CT Scan

Tomografi terkomputerisasi (CT Scan) merupakan kombinasi pemeriksaan sinar-x


jantung disertai dengan CT multiple yang menghasilkan gambaran arteri jantung yang sangat
detail. Pasien diberi pewarna radioaktif untuk memperlihatkan pembuluh darah, dan kemudian
dipaparkan sinar-x berseri yang menghasilkan gambaran irisan jantung. Irisan ini kemudian
dirangkai kembali oleh computer untuk menghasilkan gambaran yang dapat memberi informasi
rinci penyempitan arteri, termasuk yang disebabkan deposit kalsium dan lemak di arteri. Pada
teknik yang sedikit berbeda, yang disebut PET/CT Scan, PET (positron emission tomography)
digunakan untuk melengkapi CT yang memberi informasi lebih detail dibandingkan hanya CT
Scan saja.10

- Pemeriksaan Kadar Enzim Darah

Pemeriksaan kadar enzim jantung, seperti troponin dan CK-MB penting untuk
penderita serangan jantung. Peningkatan kadar enzim jantung yang signifikan merupakan
pertanda kerusakan otot jantung. Kenaikan kadar enzim jantung berkorelasi dengan seberapa
parahnya serangan jantung.1

- Ekokardiografi

Ekokardiografi merupakan baku emas dalam menentukan diagnosis HVK pada


penyakit jantung hipertensi. Ekokardiografi lebih sensitive dan spesifik daripada EKG dalam
mendiagnosis HVK (57% untuk HVK ringan dan 98% untuk HVK berat). HVK pada penyakit
jantung hipertensi simetris, sedangkan hipertrofi yang terjadi pada kardiomiopati asimetris.
Berdasarkan American Society of Echocardiography, ada dua macam teknik pemeriksaan, yaitu
teknik 2 dimensi dan teknik M mode. Teknik ekokardiografi ditentukan berdasarkan gelombang
suara berfrekuensi tinggi (ultrasound) yang melalui struktur intrakardiak. Pantulan yang terjadi
ditangkap dan diperagakan pada sebuah oscilloscope, sehingga ukuran atrium kiri, ventrikel kiri
dan kanan, dan aorta dapat ditemukan, demikian pula ketebalan dan pergerakan ventrikel kiri dan
septum interventrikuler.3

Pada M Mode, suatu sinar tunggal terbatas dari ultrasound diarahkan menuju
jantung dari sela iga keempat dan kelima di perbatasan parasternal kiri. Bayangan yang
dihasilkan oleh pantulan ultrasound direkam pada kertas yang bergerak dengan kecepatan
50mm/detik. Sedangkan pada ekokardiografi 2 dimensi bermanfaat untuk menggambarkan
hubungan structural yang kompleks, terutama pandangan jantung dari parasternal kiri dan posisi
apeks (for chamber view). Waktu penggambaran strukturan intrakardiak dengan teknik ini lebih
sulit dilakukan daripada dengan teknik M mode.3

- Ekokardiografi transesofagus (TEE)

TEE sangat sensitive untuk pencitraan aorta ascendens maupun descendens. Suatu
penanda eko khusus akan dimasukan melalui esophagus, dan ditempatkan di belakang jantung,
memungkinkan pencitraan pembuluh darah besar dan jantung, tanpa terhalang tulang-tulang iga
atau paru. Gambaran yang didapatkan berkualitas tinggi. Prosedur ini harus dilakukan oleh
operator yang sangat terampil dan merupakan teknik invasive, pasien memerlukan sedasi; karena
bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah sementara, yang dapat memicu perluasan diseksi,
oleh karena itu pemeriksaan ini hanya dilakukan di pusat kardiothoraks sebagai pendahuluan
sebelum dilakukan tindakan bedah segera.11

Kesimpulan

Jantung merupakan salah satu organ yang terpenting dalam tubuh kita. Fungsi jantung
adalah sebagai alat yang memompa darah ke seluruh tubuh. Karena fungsinya yang sangat
penting, maka jika terdapat sedikit saja gangguan pada jantung, dapat menyebabkan fungsi
jantung tidak dapat bekerja dengan baik. Terdapat berbagai macam penyakit atau gangguan yang
dapat mengenai jantung. Salah satunya adalah penyakit jantung koroner.Penyakit jantung
koroner terjadi ketika terjadi penyempitan atau penyumbatan pada liang pembuluh koroner
sehingga jantung sebagai organ pompa darah tubuh mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi.
Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang menjadi sebab dari 17,5 juta kasus
kematian di dunia. Untuk mendeteksi adanya gangguan di jantung, terdapat berbagai macam cara
untuk mendeteksinya, salah satunya adalah dengan EKG dan foto thoraks.

Daftar Pustaka

1. Yahya AF. Menaklukan pembunuh no. 1: mencegah dan mengatasi penyakit jantung koroner
secara tepat dan cepat. Bandung: Penerbit Qanita; 2010.h.5-7.

2. Ronny, Setiawan, Fatimah S. Fisiologi kardiovaskular: berbasis masalah keperawatan.

Jakarta: EGC; 2009.h.11-2, 14-20.

3. Waty M. Jantung dan sekitarnya. 2013.Diunduh dari

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/37925/4/Chapter%20II.pdf, 15 juni 2014.h.1

2, 13-4.

4. Faiz O, Moffat D. At a glance series anatomi. Jakarta: Erlangga; 2004.h.14-5.

5. Snell RS. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Jakarta: EGC; 2006.h.102-12.

6. Leeson CR, Leeson TS, Paparo AA. Buku ajar histology. Edisi ke-5. Jakarta: EGC; 2003.

7. Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. Mudah dan aktif belajar biologi untuk kelas XI

sekolah menengah atas/madrasah aliyah program ilmu pengetahuan alam. Jakarta: PT. Setia

Purna.h.68-9.

8. Kabo P. Mengungkap pengobatan penyakit jantung koroner: kesaksian seorang ahli jantung

dan ahli obat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama; 2008.h.13.

9. Dharma S. Sistematika intepretasi EKG: pedoman praktis. Jakarta: EGC; 2009.h.6.

10. Subekti NB. Buku saku patofisiologi. Diterjemahkan dari Corwin EJ. Handbook of

pathophysiology.Edisi ke-3. Jakarta: EGC; 2009.h.470.

11. Rahmalia A, Novianty C. At a glance medicine. Diterjemahkan dari Davey P. Medicine at a

glance. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2005.h.149.