Anda di halaman 1dari 5

NOMOR 1

Gizi masyarakat Gizi masyarakat adalah gizi yang berkaitan dengan gangguan gizi pada
kelompok masyarakat.berkaitan dengan masyarakat atau kelompok, menitik beratkan pada
preventif dan promotif menyangkut pada masalah kesehatan ekonomi, sosial budaya,
pendidikan, kependudukan dan sebagainya.

http://blog-keajinanku.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-gizi-gizi-masyarakat-gizi.html

NOMOR 2

A. SPESIFIK SURABAYA http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/45975

Faktor utama anak kurang gizi Di Surabaya adalah pola asuh orang tua, karena mengikuti masak
keinginan suaminya. Makanan anaknya disepelekan. Akibatnya anak malas makan, orang tua
tidak gemar menyuapin anaknya, terangnya.
Staff Seksi Gizi Dinkes Jatim, Lies Setiowati mengatakan, kasus gizi buruk di Jatim mengalami
penurunan selama periode tiga tahun ini. Dari keseluruhan jumlah balita di Jatim yang
jumlahnya mencapai 3.013.119 jiwa yang mengalami permasalahan gizi buruk sampai tahun
2014 sebanyak 2 persen atau turun dari periode 2 tahun sebelumnya yang mencapai 2,2 persen.

B. SPESIFIK JATIM

http://dinkes.surabaya.go.id/portal/artikel-kesehatan/permasalahan-gizi-buruk-bersifat-
multidimensi-yang-menyangkut-kemiskinan-gaya-hidup-dan-sosial-budaya/

Dalam pertemuan ahli gizi se-Jawa Timur itu, ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kita
mengalami problematika masalah gizi ganda. Prevalensi gizi kurang yang digambarkan dengan
balita pendek dan kurus masih relatif tinggi, sementara masalah gizi lebih atau kegemukan pada
balita dan dewasa sudah mulai meningkat.

Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 mengungkapkan bahwa pada saat ini sudah terdapat 11,9%
Balita gemuk, akan tetapi kejadian gemuk dan obese pada kelompok penduduk usia diatas 18
tahun sudah mengkhawatirkan. Dari total jumlah penduduk nasional usia diatas 18 tahun,
kejadian obesitas pada laki-laki mencapai 19,7 % dan pada perempuan 32,9%. Kelompok
perempuan lebih berisiko menderita gemuk dan obese dibandingkan kelompok laki-laki.

C SPESIFIK INDONESIA

http://acehgorevolusions.blogspot.co.id/

Masalah Gizi Masyarakat Di Indonesia


Kesempakatan global dalam bidang gizi menetapkan sasaran program perbaikan gizi yang
harus di capai oleh setiap Negara. Sasaran global tersebut sampai saat ini menjadi salah satu
acuan pokok dalam pembangunan program gizi disemua negara termasuk indonesia.
Pembangunan program gizi di indonesia selama 30 tahun terakhir menunjukkan hasil yang
positif.
Gambaran makro perkembangan keadaan gizi masyarakat menunjukkan kecendrungan yang
sejalan. Prevalensi kurang energiprotein pada balita turun 37,5% pada tahun 1989 menjadi
26,4% pada tahun 1990. Penurunan serupa terjadi pada prevalensi masalah gizi lain. Prevalensi
gangguan akibat kurang yodium, kurang vitamin A dan anemia gizi pada tahun 1998 masing
9,8%, 0,3%, dan 50,9%. Dibandingkan dengan sasaran global yang disepakati, keadaan gizi
masyarakat di indonesia masih jauh ketinggalan. Sebagai contoh pada tahun 2005 diharapkan
terjadi penurunan prevalensi kurang energy protein menjadi 20% , gangguan akibat yodium
menjadi 5% , anemia gizi menjadi 40%, dan bebas masalah kebutaan akibat kurang vitamin A.
Krisis ekonomi yang terjadi sejak 1997 semakin memperburuk keadaan gizi masyarakat.
Selama krisis, ada kecendrungan meningkatnya prevalensi gizi kurang dan gizi buruk terutama
pada kelompok umur 6-23 bulan. Munculnya maramus, kwasiorkor merupakan indikasih adanya
penurunan ketahanan pangan tingkat rumah tangga. Upaya untuk mencegah semakin
memburuknya keadaan gizi masyarakat di masa mendatang harus di lakukan segera dan
direncanakan sesuai masalah daerah sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan
desentralisasi. Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, undang-
undang nomor 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan
daerah, dan peraturan pemerintahan nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan
provinsi sebagai daerah otonom, mengatur kewenangan pemerintah daerah dalam merencanakan
dan melaksanakan pembangunan termasuk pembangunan di bidang gizi. Adanya kebijakan dan
strategi yang tepat, program yang sistematis mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan
pemantauan akan sangat mendukung pencapaian secara nasional.

NOMOR 3

A digilib.unila.ac.id/288/8/BAB%20II.pdf

Malnutrisi adalah keadaan dimana tubuh tidak mendapat asupan gizi yang cukup, malnutrisi dapat juga
disebut keadaaan yang disebabkan oleh ketidak seimbangan di antara pengambilan makanan dengan
kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesehatan

MALNUTRISI
B

Secara umum masalah kurang gizi disebabkan oleh banyak faktor. Pada tahun 1988 UNICEF
telah mengembangkan kerangka konsep makro, sebagai salah satu strategi untuk menanggulangi
masalah kurang gizi.
Penyebab langsung : Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang.
Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga
penyakit. Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya
dapat menderita gizi kurang. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makan,
maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit.
Penyebab tidak langsung : Terdapat tiga penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi
kurang yaitu :

1. Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai. Setiap keluarga diharapkan mampu
untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang
cukup baik jumlah maupun mutu gizinya.
2. Pola pengasuhan anak kurang memadai. Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat
menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang
dengan baik baik fisik, mental dan sosial.
3. Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. Sistim pelayanan kesehatan yang
ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan
dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan.

Ketiga faktor tersebut berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan
keluarga. Makin tinggi tingkat pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan, makin baik tingkat
ketahanan pangan keluarga, makin baik pola pengasuhan maka akan makin banyak keluarga
yang memanfaatkan pelayanan kesehatan.
https://books.google.co.id/books?id=LPNrDQAAQBAJ&pg=PA64&lpg=PA64&dq=KLASIFIKASI+MASALAH
+GIZI&source=bl&ots=rjffVI4qfP&sig=5_LzG0mas85vker28pQBIMa4e9U&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=o
nepage&q=KLASIFIKASI%20MASALAH%20GIZI&f=false