Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KIMIA ANORGANIK III

MEMBUAT SOAL UNSUR NIKEL

DISUSUN OLEH:
NADIA SEPRENA DEVI / 140303194047
PENDIDIKAN KIMIA A 2014

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
PRODI PENDIDIKAN KIMIA
2017
TUGAS 1 : MEMBUAT 5 SOAL
1. Jelaskan karakteristik, sifat fisika dan kimia dari unsur Nickel !
Jawaban :
a. Karakteristik
Lambang Ni
Nomor atom 28
Massa atom (g/mol) 58,69
Kelimpahan /ppm (dalam kerak bumi) 99
Konfigurasi elektron [Ar] 3d8 4s2
Densitas/g cm-3 (20C) 8,908
Titik leleh (C) 1455
Titik didih (C) 2920
Elektronegativitas 1,8
Jari-jari kovalen () 1,15
2+
Jari-jari kovalen () M 0,69
3+
Jari-jari kovalen () M 0,60h
0,561
E volt -0,24
Bilangan oksidasi +2, +3, +4
Elektronegativitas 1,91 (skala pauling)
Energi ionisasi Pertama : 737, 1 kJ.mol-1
Kedua : 1753,0 kJ.mol-1
Ketiga : 3395 kJ.mol-1
Jari-jari atom 124 pm
Jari-jari kovalen 124+4 pm
Jari0jari van der waals 163 pm

b. Sifat fisika
1) Ni berupa logam berwarna putih keperak-perakan dan mengkilat
2) Ni mempunyai sifat tahan karat
3) Ni tidak reaktif pada kondisi masif dan suhu normal.
4) Ni sering dilapisi pada logam lain untuk memberikan lapisan pelindung.
Namun, Ni tidak merusak ketika dipanaskan di udara.
5) Ni digunakan sebagai katalis
6) Ni dapat ditempa dan ditarik
7) Ni bersifat feromagnetik
8) Ni sebagai konduktor panas dan listrik yang cukup baik
9) Ni tergolong dalam grup logam besi-kobal, yang dapat menghasilkan alloy
yang sangat berharga

c. Sifat kimia
1) Ni pada suhu kamar bereaksi lambat dengan udara
2) Ni jika dibakar reaksi berlangsung cepat membentuk oksida NiO
3) Ni bereaksi dengan Cl2 membentuk klorida (NiCl2)
4) Ni bereaksi dengan uap H2O membentuk oksida NiO
5) Ni bereaksi dengan HCl encer dan asam sulfat encer, yang reaksinya
berlangsung lambat
6) Ni bereaksi dengan asam nitrat dan aquaregia, Ni segera larut
7) Ni tidak beraksi dengan basa alkali
8) Ni bereaksi dengan H2S menghasilkan endapan hitam

2. Jelaskan kelimpahan dialam unsur Nickel !


Jawaban :

ppm Kelimpahan realtif


Ni 99 22
Pd 0,015 69
Pt 0,01 70

Nikel ditemukan oleh Cronstedt pada tahun 1751 dalam mineral yang disebutnya
kupfernickel (nikolit). Nikel diperoleh secara komersial dari pentlandit (Fe,Ni)9S8 dan
pirotit di kawasan Sudbury Ontario, sebuah daerah yang menghasilkan 30% kebutuhan
dunia akan nikel. Sumber utama bijih nikel lainnya ditemukan di Kanada 25%, Uni
Soviet 24% dan Australia, Kaledonia Baru dan Indonesia 7%.
Bijih nikel yang terdapat dialam ini terbagi menjadi dua (2) jenis endapan, yaitu :
nikel oksida atau nikel laterite dan nikel sulfida

Bijih Nikel

Laterit Sulfida

Nikeliferos
Laterit Pentladit
limonit

3. Sebutkan oksida, halida dan senyawa dari unsur Nickel !


Jawaban :
a) Oksida nikel (NiO):
1. NiO berupa kristal padat hijau
2. NiO larut dalam ammonium, hidroksida, dan KCN
3. NiO dihasilkan dari pirolisis senyawa nikel(II) seperti hidroksida, nitrat, dan
karbonat, yang menghasilkan serbuk hijau terang.

b) Halida nikel (NiCl2):


1. NiCl2 memiliki struktur oktahedral
2. NiCl2 dihasilkan melarutkan nikel dalam asam klorida. Diklorida ini biasanya
ditemui sebagau heksahidrat yang berwarna hijau, tetapi bisa dehidrasi untuk
memberikan NiCl2 anhidrat menjadi berwarna kuning.
c) Senyawa nikel

(+II) (+III) (+IV) (+V) (+VI) Other


NiO (Ni2O3)h NiO2h - - -
NiF2 - - - - -
NiCl2 - - - - -
NiBr2 - - - - -
NiI2 - - - - -

[Ni2(CO)6]2- : dibuat dari pemansan logam Ni dan CO


Senyawa (0) : [Ni2(CO)4] ; [Ni2(CN)4] ; [Ni2(CO)2(PF3)2]
Senyawa (+II) : NiO ; NiF2 ; NiCl2 ; NiBr2 ; NiI2 ; [Ni(H2O)6]2+ ; [Ni(NH3)6]2+ ;
[Ni(H2O)4(NH3)]2+ ; [Ni(CN)4]2- ; [Ni(Cl)4]2-
Senyawa (+III) : Ni2O3.2H2O
Senyawa (III) : K3[NiF6]
Senyawa (IV) : K2[NiIVF6]
Kompleks Nikel
kompleks Warna
[Ni(H2O)4(en)]2+ Biru
[Ni(H2O)2(en)]2+ Biru tua
[Ni(en)3]2+ Ungu
[Ni(DMG)2]2+ Merah
[Ni(NH3)6]2+ Biru cerah
[Ni(CN)4]2+ Jingga

4. Bagaimana cara pembuatan dari unsur Nickel !


Jawaban :
Adapun tahap-tahap yang dilakukan untuk melakukan proses pengelolahan nikel
melalui beberapa tahap utama yaitu, crushing, Pengering, Pereduksi, peleburan,
Pemurni, dan Granulasi dan Pengemasan.
1. Kominusi adalah suatu proses untuk mengubah ukuran suatu bahan galian menjadi
lebih kecil, hal ini bertujuan untuk memisahkan atau melepaskan bahan galian
tersebut dari mineral pengotor yang melekat bersamanya:
Crusher yaitu suatu proses yang bertujuan untuk meliberalisasi mineral yang
diinginkan agar terpisah dengan mineral pengotor yang lain.
Grinding merupakan tahap pengurangan ukuran dalam batas ukuran halus yang
diinginkan.
2. Sizing merupakan proses pemilahan bijih yang telah melalui proses kominusi sesuai
ukuran yang dibutuhkan:
a. Pengayakan / Penyaringan (Screening / Sieving)
Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik
berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Produk dari proses
pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu antara lain :
Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).
Ukuran yang lebih kecil daripada ukur
b. Klasifikasi (Classification) adalah proses pemisahan partikel berdasarkan
kecepatan pengendapannya dalam suatu media (udara atau air). Klasifikasi
dilakukan dalam suatu alat yang disebut classifier.
Produk dari proses klasifikasi ada 2 (dua), yaitu antara lain:
Produk yang berukuran kecil/halus (slimes) mengalir di bagian atas
disebut overflow.
Produk yang berukuran lebih besar/kasar (sand) mengendap di bagian
bawah (dasar) disebut underflow.
3. Pengeringan (Drying)
Proses untuk membuang seluruh kandung air dari padatan yang berasal dari
konsentrat dengan cara penguapan (evaporization/evaporation). Peralatan atau cara
yang dipakai ada bermacam-macam, yaitu antara lain:
Hearth type drying/air dried/air baked, yaitu pengeringan yang dilakukan di
atas lantai oleh sinar matahari dan harus sering diaduk (dibolak-balik).
Shaft drier, ada dua macam, yaitu :
- tower drier, material (mineral) yang basah dijatuhkan di dalam saluran
silindris vertikal yang dialiri udara panas (800 1000).
- rotary drier, material yang basah dialirkan ke dalam silinder panjang yang
diputar pada posisi agak miring dan dialiri udara panas yang berlawanan
arah
4. Kalsinasi dan Reduksi di Tanur Pereduksi
Tujuannya untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi
sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi. Hasil akhir dari proses
ini disebut kalsin yang bertemperatur sekitar 7000oC.
5. Peleburan di Tanur Listrik
Untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan
matte dan Slag. Kalsin panas yang keluar dari tanur reduksi sebagai umpan tanur
pelebur dimasukkan kedalam surge bin lalu kemudian dibawa dengan transfer car
ke tempat penampungan. Furnace bertujuan untuk melebur kalsin hingga
terbentuk fase lelehan matte dan slag. Dinding furnace dilapisi dengan batu tahan
api yang didinginkan dengan media air melalui balok tembaga. Matte dan slag
akan terpisah berdasarka berat jenisnya. Slag kemudian diangkut kelokasi
pembuangan dengan kendaraan khusus.
6. Pengkayaan di Tanur Pemurni
Bertujuan untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27 persen
menjadi di atas 75 persen. Matte yang memiliki berat jenis lebih besar dari slag
diangkut ke tanur pemurni / converter untuk menjalani tahap pemurnian dan
pengayaan. Proses yang terjadi dalam tanur pemurni adalah peniupan udara dan
penambahan sililka. Silika ini akan mengikat besi oksida dan membentuk ikatan
yang memiliki berat jenis lebih rendah dari matte sehingga menjadi mudah untuk
dipisahkan
7. Granulasi dan Pengemasan
Untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap
diekspor setelah dikeringkan dan dikemas. Matte dituang kedalam tandis sembari
secara terus menerus disemprot dengan air bertekanan tinggi. Proses ini
menghasilkan nikel matte yang dingin yang berbentuk butiran-butiran halus.
Butiran-butiran ini kemudian disaring, dikeringkan dan siap dikemas.

5. Apa kegunaan dari unsur Nickel ! Beserta dampaknya !


Jawaban :
Kegunaan dari unsur Nikel :
- Nikrom : 60% Ni, 25% Fe, dan 15% Cr : pembuatan alat-alat laboratorium (tahan
asam), kawat pada alat pemanas.
- Alnico (Al, Ni, Fe dan Co) : sebagai bahan pembuat magnet yang kuat.
- Elektroplating (pelapisan besi, tembaga : [Ni(NH3)6]Cl2, [Ni(NH3)6]SO4).
- Serbuk nikel sebagai katalis seperti pada adisi H2 dalam proses pembuatan
mentega, juga pada cracking menyak bumi.
- Bata alloy :3-5 % Ni + logam lain (keras, elastis).
- Platinit : baja dengan kandungan 46% Ni yang mempunyai muai yang sama
dengan gelas dan invar : baja dengan kadar nikel 35% dengan sedikit Mn dan C.
Digunakan sebagai kawat listrik yang ditanam dalam kaca seperti pada bohlam
lampu pijar.
- Monel : 60% Ni dan 40% Cu : bahan pembuatan uang logam, instrumen tranmisi
listrik, dan baling-baling kapal laut.
- Nikel digunakan antara lain dalam produk-produk industri dan konsumen,
temasuk stainless steel, magnet, mata uang, baterai isi ulang, string gitar listrik
dan alloy khusus.
- Nikel digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan Karat dan alloy
lain yang bersifat tahan korosi, seperti Invar,Monel,dan Hastelloys.Alloy
tembaga-nikel berbentuk tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi
proses penghilangan garam untuk mengubah air laut menjadi air segar.
- Nikel digunakan pula dalam industri keramik.
- Nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi
minyak sayur (menjadikannya padat).
- Pembuatan magnet elnico.
- Baterai Penyimpanan Edison.
- Koin 5 sen Amerika mengandung 75% Cu dan 25% Ni, di kanada Nikel
digunakan antara 1922-1981 dengan kandungan 99,99% dan magnetic lain, di
Negara lain ada juga yang menggunakan nikel untuk mata uang koin.
Dampak dari unsur Nikel :
Dibidang kesehatan:
- Senyawa nikel berada di alam dalam konsentrasi yang rendah.
- Di makanan kita jumpai nikel di coklat dan lemak, tetapi bila sayuran
terkontaminasi nikel termakan, bisa juga membuat masalah kesehatan.
- Nikel juga ditemukan di rokok dan deterjen.
- Manusia terpapar oleh nikel melalui jalur : makanan, inhalasi, minum air, dan
merokok.
- Dalam jumlah yang kecil nikel diperlukan tubuh, tapi bila berlebihan, bisa
menimbulkan masalah kesehatan.
Mengkonsumsi nikel dalam jumlah besar berakibat:
1. resiko kanker paru-paru, hidung, larynx dan prostat
2. sakit dan pusing setelah terpapar gas nikel
3. emboli paru
4. kegagalan napas
5. cacat lahir
6. asma dan bronkhitis kronik
7. reaksi alergi seperti rash pada pemakaian perhiasan
8. sakit jantung

Dibidang lingkungan :
- Nikel dilepaskan ke udara oleh produk pembangkit listrik dan incenerator
sampah. Nikel tadi kemudian akan turun ke bumi dan juga dengan
bantuan air hujan.
- Nikel tidak diketahui apakah berakumulasi di hewan atau tumbuhan.
- Gerberding J.L (2005) melaporkan bahwa dalam konsentrasi tinggi nikel
di tanah berpasir merusak tanaman dan di permukaan air dapat
mengurangi tingkat pertumbuhan algae. Lebih lanjut dikatakan bahwa
nikel juga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme
- Kadar nikel di perairan tawar alami adalah 0,001 0,003 mg/liter
(Scoullos dan Hatzianestis, 1989,in Moore,1990in Effendi 2003);
sedangkan pada perairan laut berkisarantara 0,005 0,007 mg/liter (Mc
Neely et al., 1979).
- Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara langsung terhadap
kehidupan organisme, maupun efeknya secara tidak langsung terhadap
kesehatan manusia.