Anda di halaman 1dari 3

PENANGANAN OBAT RUSAK DAN

KADALUWARSA
Nomor Dokumen :
Nomor Revisi :
SOP Tanggal terbit :
Halaman halaman Halaman :

UPTD Puskesmas Kampar dr. ALIMORA


NIP. 19711123 200312 1 003
1. Pengertian Pengertian obat rusak dan kadaluarsa adalah merupakan kegiatan
memisahkan, melaporkan dan mengembalikan obat yang telah
rusak dan kadaluarsa keinstalasi farmasi kabupaten guna
dilakukan penghapusan dan pemusnahan oleh dinas kesehatan
agar tidak terkontaminasi oleh pasien.
2. Tujuan Menjamin mutu obat yang dipergunakan untuk pengobatan
pasien/pelanggan di puskesmas kampar.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Kampar No.
Tentang Pelayanan Farmasi.
4. Referensi Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Direktorat Bina
Farmasi Komunitas dan Klinik, Direktorat Jenderal Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan Republik
Indonesia Tahun 2006.
5. Langkah-langkah
1. Petugas obat menerima obat dari IFK dengan memeriksa
terlebih dahulu kesesuaian jenis, jumlah, taggal kadaluarsa dan
keadaan fisik obat.
2. Petugas obat melakukan pemeriksaan dan pemantauan secara
rutin terhadap tanggal kadaluarsa dan keadaan fisik obat yang
ada dalam penyimpanan.
3. Petugas obat memisahkan jika ditemukan obat dalam
persediaan telah rusak dan atau kadaluarsa.
4. Petugas obat menyimpan obat rusak dan kadaluarsa ditempat
perpisah.
5. Petugas obat mencatat semua obat yang telah rusak dan
kadaluarsa.
6. Petugas obat melaporkan semua obat rusak dan kadaluarsa
kepada kepala Puskesmas Kampar.
7. Kepala puskesmas memerintahkan petugas obat untuk
membuat berita acara serah terima obat rusak atau kadaluarsa.
8. Kepala puskesmas menandatangani berita acara serah terima
obat rusak atau kadaluarsa dan memerintahkan petugas obat
untuk menyerahkan ke IFK.
9. Pentugas obat menyerahkan obat rusak dan kadaluarsa kepada
IFK disertai berita acara serah terimanya.
10. Petugas obat mendokumentasikan berita acara serah terima
obat rusak atau kadaluarsa.
6. Diagram Alir

Petugas obat memeriksa


dan menerima obat dari
IFK.
.

Petugas obat melakukan


pemantauan rutinatas tanggal
kadaluarsa dan keadaan fisik obat
.

Petugas obat memisahkan jika


diketemukan obat kadaluarsa atau
rusak.
.

Petugas obat menyimpan obat rusak


dan kadaluarsa secara terpisah dari
obat lain.
.

Petugas obat membuat pencatatan


atas obat yang rusak/kadaluarsa.
.

Petugas melaporkan semua obat


kadaluarsa kepada kepala
Puskesmas.

Kepala puskesmas memerintahkan


kepada petugas obat untuk membuat
BA serah terima obat kadaluarsa
.

Kepala puskesmas memeriksa dan


menandatangani BA serah terima
obat rusak/kadaluarsa.

Petugas obat menyerahkan obat


rusak/kadaluarsa kepada IFK sesuai
dengan BA serah terima.

Petugas obat
mendokumentasik
an arsip BA serah
terima
.
7. Unit Terkait Gudang farmasi
8. Dokumen terkait - Buku penerimaan obat.
- Kartu stok obat.
- SBBK penerimaan obat dari IFK
- SBBK gudang obat puskesmas.
9. Rekaman Historis
Perubahan
No Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan
Tgl.