Anda di halaman 1dari 12

Analisis Biaya Operasi Alat Gali Muat dan Alat Angkut Pada Kegiatan

Pengupasan Overburden di PT. Haswi Kencana Indah Desa Semambu Dan


Muara Sekalo Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo
Provinsi Jambi

Dios Widodo (121016131201012)


Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Muara Bungo (UMB)
Jl. Lintas Sumatra Km. 06 Sungai Binjai Muara Bungo
e-mail : dioswidodo@gmail.com

Abstrak

PT. Haswi Kencana Indah merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan
batubara. Sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem tambang terbuka dengan metode
strip mine dengan melakukan back filling pada tahap akhir penambangan. PT. Haswi Kencana
Indah (HKI) menetapkan target produksi overburden (OB) perbulannya yaitu sebesar 100.000
BCM/bulan, pada penelitian ini penulis hanya melakukan penelitian pada satu fleet penambangan
dengan target produksi overburden 25.000 BCM/bulan. Produksi overburden untuk satu fleet
penambangan periode Februari 2017 sebelum optimalisasi per-jamnya yaitu sebesar 128,44
BCM/jam dan produksi per-bulan yaitu sebesar 18233,32BCM/bulan (73 %) dari target produksi
25.000 BCM/bulan, sehingga diketahui jika target produksi belum terpenuhi. Dengan rata-rata
biaya (Cost) operasional alat gali muat dan alat angkut periode Februari 2017 sebelum optimalisasi
adalah : 1) Biaya operasional per-jam Rp. 1.755.698,-/jam, 2) Biaya satuan pekerjaan yaitu sebesar
Rp. 13.669,-/BCM. 3) Biaya kepemilikan (Owning Cost) dan biaya operasi (Operating Cost) untuk
1 (satu) unit alat muat dan 3 (tiga) unit alat angkut adalah sebesar Rp. 257.222.473,-/bulan. Setelah
dilakukan optimalisasi terhadap waktu kerja efektif sehingga produktivitas alat gali muat dan alat
angkut mengalami peningkatan, untuk produksi per-jam setelah optimalisasi yaitu sebesar 138,07
BCM/jam dan untuk produksi per-bulan yaitu sebesar 21069,48 BCM/bulan (83%) dari target
produksi 25.000 BCM/bulan, diketahui untuk produksi overburden mengalami peningkatan
sebesar (11,23 %). Untuk biaya operasional alat gali muat dan alat angkut periode Februari 2017
setelah optimalisasi adalah : 1) Biaya operasional per-jam Rp. 1.743.715,-/jam, 2) Biaya satuan
pekerjaan yaitu sebesar Rp. 12.629,-/BCM. 3) Biaya kepemilikan dan biaya operasi untuk 1 (satu)
unit alat gali muat dan 3 (tiga) unit alat angkut adalah sebesar Rp. 274.267.812,-/bulan.
Berdasarkan nilai tukar rupiah tiga bulan terakhir per $ 1 USD = Rp. 13.299,- dan berdasarkan
batasan biaya yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar $ 1 USD/BCM, maka untuk pembiayaan
kegiatan pengupasan overburden setelah dilakukan optimalisasi efisien terhadap cash flow (< $ 1
USD/BCM).

Kata Kunci : Produksi, Overburden, Efisiensi Kerja, Biaya Kepemilikan dan Biaya Operasi,
Optimalisasi

1
2

I. PENDAHULUAN (bucket fill factor), nilai ketersediaan alat,


1.1. Latar Belakang serta efisiensi alat dan efisiensi kerja.
Pada dasarnya industri pertambangan 1.2. Rumusan Masalah
terdiri dari banyak kegiatan yang harus Adapun rumusan masalah pada
dilakukan. Diawali dari kegiatan propeksi, penelitian ini, yaitu :
eksplorasi, studi kelayakan, development, 1. Berapakah produktivitas alat gali muat
eksploitasi, pengolahan, sampai kepada dan alat angkut pada kegiatan
pemasaran yang mana dari semua kegiatan pengupasan overburden di PT. Haswi
tersebut saling berkaitan dan mendukung. Kencana Indah.
Dalam kegiatan penambangan batubara 2. Berapakah biaya (cost) operasi alat gali
yang menggunakan sistem tambang terbuka muat dan angkut yang dibutuhkan pada
dengan pengoperasian peralatan mekanis kegiatan pengupasan overburden di PT.
seperti backhoe untuk pemuatan dan Haswi Kencana Indah.
dumptruck untuk pengangkutan, maka 1.3. Batasan Masalah
kegiatan pengupasan overburden Adapun batasan masalah dalam
merupakan salah satu kegiatan yang sangat penelitian ini yaitu penulis hanya
berpengaruh terhadap pencapaian target membahas mengenai biaya operasional
produksi batubara. Semakin cepat kegiatan yang dibutuhkan untuk produktivitas alat
pengupasan lapisan tanah penutup gali muat dan alat angkut dalam kegiatan
(overburden) maka kegiatan selanjutnya pengupasan lapisan tanah penutup
juga akan semakin cepat. (overburden) dan tidak membahas
Oleh karena itu objek penelitian ini mengenai biaya operasional yang
ditekankan untuk dapat menganalisa dibutuhkan untuk produksi batubara.
komponen - komponen biaya dalam 1.4. Tujuan Penelitian
kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup Adapun tujuan dan mkasud dari
(overburden), khususnya mengenai biaya
penelitian ini yaitu :
produktivitas alat gali muat dan alat angkut
1. Mengetahui hasil produktivitas alat gali
dalam pencapaian target produksi
muat dan alat angkut pada kegiatan
pengupasan lapisan tanah penutup
pengupasan overburden di PT. Haswi
(overburden) yang berdasarkan analisa
Kencana Indah.
waktu edar (cycle time), faktor keserasian
2. Untuk mengetahui biaya (cost) operasi
alat (match factor), faktor pengisian bucket
alat gali muat dan alat angkut yang

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


3

dibutuhkan pada kegiatan pengupasan 1.5.4. Teknik Pengolahan Data


overburden di PT. Haswi Kencana Data yang sudah diperoleh data
Indah. primer maupun data sekunder yang
1.5. Metode Penelitian akan diolah menggunakan rumus-
1.5.1. Jenis Penelitian rumus yang ada pada landasan teori
Metode yang digunakan dalam dilakukan analisis dari pengolahan data
penelitian ini adalah metode penelitian tersebut.
deskriptif kuantitatif, yaitu data yang
diperoleh dari hasil penelitian berupa II. LANDASAN TEORI
nilai angka yang diambil secara 2.1. Produktivitas Alat Gali Muat dan
langsung yang dilakukan secara acak Alat Angkut
(random) dari pengamatan dilapangan. 2.1.1. Produktivitas Alat Gali Muat
Data yang diperoleh kemudian Untuk menentukan produktivitas
disajikan secara sistematik dan Alat Gali Muat menggunakan
dianalisis sehingga diperoleh hasil dan persamaan dibawah ini (Nurhakim,
solusi yang terbaik. 2004:19).
1.5.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Ctm = t1 + t2 + t3 + t4
Lokasi penelitian bertempat di Dimana :
PT. Haswi Kencana Indah (HKI) Desa Ctm = Cycle time ( detik )
Semambu dan Muara Sekalo t1 = Waktu digging ( detik )
Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo
t2 = Waktu swing muatan ( detik )
Provinsi Jambi. Adapun waktu t3 = Waktu dumping ( detik )
penelitian dimulai dari tanggal 07 t4 = Waktu swing kosong ( detik )
Februari 2017 sampai dengan 08 Maret
=
2017.
Dimana :
1.5.3. Teknik Pengumpulan Data
q = Produksi per-cycle alat gali muat
Data yang akan dihimpun berupa
( m3 )
data primer dan data sekunder, data
q1 = Bucket capacity/kapasitas bucket
primer yaitu pengambilan langsung
( m3 )
dilapangan sedangkan data sekunder
K = Bucket fill factor
yaitu di dapat dari perusahaan.

Kemudian untuk menghitung


produktivitas alat gali muat dapat

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


4

menggunakan persamaan dibawah ini Adapun produksi per-cycle alat


(Nurhakim, 2004 : 20) angkut ( q ) dihitung berdasarkan
rumus :
=
=
Dimana :
Dimana :
Q = Produktivitas per-jam alat gali q = Produksi per-cycle alat angkut (
muat ( m3/jam ) m3 )
q = Produksi per-cycle alat gali muat n = Jumlah bucket dalam pemuatan
( m3 ) material ke dump truck
Ctm = Cycle time alat gali muat ( detik ) q1 = Bucket capacity / Kapasitas
E = Job efficiency atau faktor bucket ( m3 )
efisiensi alat gali muat. K = Bucket fill factor.
2.1.2. Produktivitas Alat Angkut
Produktivitas dari alat angkut Produktivitas per-jam alat angkut
dipengaruhi oleh waktu siklusnya. ( Q ) dihitung berdasarkan rumus :
Waktu siklus dumptruck terdiri dari
=

waktu pemuatan, waktu pengangkutan,
Dimana :
waktu pembongkaran, waktu
Q = Produktivitas per-jam alat angkut
perjalanan dan waktu manuver.
( m3/jam )
Kemudian untuk perhitungan
q = Produksi per-cycle alat angkut (
produktivitas alat angkut dapat
m3 )
menggunakan persamaan dibawah ini
Cta = Cycle time angkut ( detik )
(Nurhakim, 2004).
E = Job efficiency atau faktor
Ctm = t1 + t2 + t3 + t4 + t5
efisiensi alat angkut.
Dimana :
Ctm = Cycle time dump truck ( detik )
Dalam pengolahan data, nilai Q
t1 = Waktu Manuver ( detik )
harus disajikan dalam satuan
t2 = Waktu loading ( detik )
BCM/jam. Oleh karena itu setelah nilai
t3 = Waktu travel muatan ( detik )
Q diperoleh dalam m/jam selanjutnya
t4 = Waktu dumping ( detik )
nilai Q akan dikalikan dengan swell
t5 = Waktu travel kosongan ( detik ).
factor sehingga nilai Q dalam satuan
BCM/jam.

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


5

2.2. Biaya Kepemilikan dan Biaya 2. Bunga, Pajak dan Asuransi


Operasi Bunga modal tidak hanya
2.2.1. Biaya Kepemilikan berlaku bagi peralatan yang dibeli
Biaya kepemilikan adalah biaya dengan sistem kredit, tetapi dapat
yang menunjukkan jumlah antara juga dari uang sendiri yang
penyusutan (depresiasi) alat, bunga dianggap sebagai pinjaman.
modal, pajak dan asuransi (Tenrisukki, Perhitungan bunga, pajak dan
2003). Biaya kepemilikan ini asuransi dapat disatukan dengan
merupakan biaya tetap (Fixed Cost), menggunakan rumus :
yaitu biaya yang tetap diperhitungkan (+)
Int&Ins =
meskipun alat tidak dioperasikan.
Dimana :
Biaya kepemilikan (Ownership ()( )
Faktor : 1
Cost) yang terdiri dari :

n : umur ekonomis alat (tahun)


1. Depresiasi
r : nilai sisa alat (%)
Depresiasi adalah penyisihan
Ins & Int: Asuransi & Bunga Bank
uang atau keuntungan dari
Sumber : Katalog alat berat konstruksi,
pemakaian suatu alat sehubungan
Dinas Pekerjaan Umum 2013
dengan menyusutnya nilai pakai
2.2.2. Biaya Operasi
atau kemampuan alat tersebut.
Biaya operasi (operating cost)
Sehingga setelah sekian tahun alat
adalah biaya - biaya yang harus
sudah tidak bisa dipakai lagi, tetapi
dikeluarkan untuk bisa mempekerjakan
sudah terkumpul uang untuk
suatu alat pemindahan tanah mekanis,
membeli alat yang baru. Depresiasi
dimana besar kecilnya biaya dapat
dapat dihitung dengan menggunakan
berubah - ubah sesuai dengan lama atau
rumus :
tidaknya alat beroperasi serta
.(.). ()
Depresiasi =
() bergantung pada besarnya produksi
Dimana : (output) yang dikehendaki.
*Alat yang menggunakan crawler, Ongkos operasi yang
harga ban tidak ada diperhitungkan terdiri dari :
H = Harga 1. Biaya Bahan bakar
Sumber : Tenrisukki, 2003 Kebutuhan bahan bakar dan
pelumas per jam berbeda untuk
setiap alat atau merk dari mesin.

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


6

Data data ini biasanya dapat 4. Biaya Perbaikan (Reparasi)


diperoleh dari pabrik produsen alat Biaya perbaikan ini
atau dealer alat yang bersangkutan merupakan biaya perbaikan dan
atau dari data lapangan. perawatan alat sesuai dengan
= . kondisinya. Makin keras alat bekerja
per jam makin besar pula biaya
Keterangan :
operasinya. Biaya perbaikan
Vol.Bahan bakar : L/jam
(reparasi) alat dapat ditentukan
Harga bahan bakar : Rp/L
dengan menggunakan formula
Sumber : Tenrisukki, 2003
berikut :
2. Biaya Pelumas, Gemuk, Filter
. ( )
Biaya Per =
Untuk bahan pelumas terdiri ()

dari ; oli mesin, oli transmisi, oli Dimana : Faktor perbaikan biasanya

hidrolis, oli final drive dan gemuk. ditentukan berdasarkan pengalaman


Sumber : Tenrisukki, 2003
= .
5. Biaya Hal hal Khusus
.
Biaya filter =
() Beberapa suku cadang yang
Keterangan : keausannya lebih cepat
Vol.Pelumas/Filter : L/jam dibandingkan suku cadang lainnya
Harga Pelumas/Filter : Rp/L yang tidak termasuk dalam biaya
Untuk perhitungan biaya perbaikan, tetapi dimasukkan dalam
filter ini biasanya diperhitungkan hal hal khusus.
sebesar 50 % dari jumlah biaya
Biaya Khusus =
()
pelumas, diluar biaya bahan bakar.
Sumber : Tenrisukki, 2003 Sumber : Tenrisukki, 2003

3. Biaya Penggantian Ban


6. Upah operator
Umur ban dari alat sangat
Untuk gaji atau upah operator
dipengaruhi oleh medan kerjanya di
di tentukan berdasarkan sistem
samping kecepatan dan tekanan
pengupahan operator, jika
angin. Selain itu kualitas ban yang
pengupahan operator dengan gaji
digunakan juga berpengaruh.
bulanan, maka dapat dihitung
dengan rumus sebagai berikut :
()
Biaya Ban = +
() Upah Opr=
()

Sumber : Tenrisukki, 2003

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


7

7. Biaya Satuan Pekerjaan kegiatan pengupasan overburden satu alat


Dari uraian diatas dapat gali muat Excavator Doosan LCV 500
disimpulkan bahwa biaya satuan dengan kapasitas bucket 3,2 m melayani
pekerjaan adalah akumulasi dari tiga unit alat angkut Mitsubishi Fuso 220
(biaya BBM, biaya pelumas dan PS dengan kapasitas bak 25 Mton.
filter, biaya penggantian ban, biaya 3.1. Produktivitas Alat Gali Muat dan
perbaikan dan biaya hal hal Alat Angkut
khusus serta upah operator). Dengan Target produksi overburden yang
kata lain biaya satuan pekerjaan direncanakan untuk pengupasan tanah
adalah biaya atau ongkos yang harus penutup di PT. Haswi Kencana Indah
dikeluarkan untuk memproduksi adalah sebesar 100.000 BCM/bulan, namun
material (overburden), dimana pada penelitian ini penulis hanya
jumlah produksi dinyatakan sebagai melakukan penelitian pada satu fleet
P (BCM), dan biaya pemakaian dengan target produksi 25.000 BCM/bulan.
peralatan dinyatakan sebagai B 3.1.1. Produksi Overburden Sebelum
(Rp/jam), maka dapat dihitung biaya Optimalisasi
satuan pekerjaan (Rp/BCM) yaitu Adapun produksi yang
dengan rumus : dihasilkan sebelum optimalisasi pada
bulan Februari 2017 untuk satu fleet
BSP =

yaitu hanya sebesar 18233,32
Dimana :
BCM/bulan (73 %) dari target 25.000
BSP = Biaya satuan pekerjaan
BCM/bulan, sehingga diketahui jika
(Rp/BCM)
target produksi belum terpenuhi.
B = Biaya pemakaian peralatan
TARGET PRODUKSI 25.000 BCM/bulan
(Rp/jam) (Satu fleet)

P = Produktivitas alat (BCM/jam)


27% TERCAPAI
Sumber : Tenrisukki, 2003
TIDAK
TERCAPAI
III. PEMBAHASAN 73%

Untuk kegiatan pengupasan


Sumber : Hasil pengolahan data Tugas Akhir, 2017
overburden di PT. Haswi Kencana Indah
Gambar 5.1
menggunakan kombinasi alat gali muat Grafik Produksi Overburden Sebelum Optimalisasi
Excavator Doosan LCV 500 dan alat angkut
Mitsubishi Fuso 220 PS. Dalam melakukan

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


8

3.1.2. Produksi Overburden Setelah dengan pencapaian target produksi


Optimalisasi untuk satu fleet yaitu sebesar
Jumlah produksi yang 18233,32 BCM/bulan (73%) dari
dihasilkan setelah optimalisasi pada target prouksi 25.000 BCM/bulan
bulan Februari 2017 untuk satu fleet dengan total biaya (cost) adalah
yaitu sebesar 21069,48 BCM/bulan sebesar Rp 257.222.473,-/bulan.
(84,23 %) dari target 25.000
Tabel 5.1
BCM/bulan, sehingga diketahui untuk Jumlah Biaya Produksi Overburden
Sebelum Optimalisasi
produksi overburden mengalami
Jumlah Biaya Jumlah Biaya
No Jenis Alat Operasional Operasional
peningkatan sebesar (11,23 %) setelah (Rp/jam) (Rp/bulan)
Doosan LCV
dilakukan perbaikan waktu kerja 1
500
Rp. 794.429 Rp. 112.777.140
Mitsubishi Fuso
efektif. 2
220 PS 01
Rp. 319.923 Rp. 48.641.096
Mitsubishi Fuso
3 Rp. 320.632 Rp. 47.940.897
TARGET PRODUKSI 25.000 BCM/bulan 220 PS 02
(Satu fleet) Mitsubishi Fuso
4 Rp. 320.714 Rp. 47.863.340
220 PS 03
Total Rp. 1.755.698 Rp. 257.222.473
16%
Sumber : Hasil pengolahan data Tugas Akhir, 2017
TERCAPAI

TIDAK
TERCAPAI 3.2.2. Biaya Kepemilikan dan Biaya
84% Operasi Setelah Optimalisasi
Sumber : Hasil pengolahan data Tugas Akhir, 2017 Adapun jumlah biaya operasi
Gambar 5.2 pengupasan overburden setelah
Grafik Produksi Overburden Setelah Optimalisasi
dilakukan optimalisasi pada bulan
3.2. Besaran Biaya Operasi Pengupasan Februari 2017 dengan pencapaian
Overburden target produksi untuk satu fleet yaitu
Dalam penentuan jumlah biaya sebesar 21069,48 BCM/bulan
operasi alat gali muat dan alat angkut pada (84,23%) dari target produksi 25.000
kegiatan pengupasan overburden BCM/bulan dengan total biaya (cost)
berdasarkan pada waktu atau lamanya kerja adalah sebesar Rp 274.267.812,-
alat serta biaya operasi untuk tiap - tiap alat /bulan.
yang digunakan dalam rupiah per-jam.
3.2.1. Biaya Kepemilikan dan Biaya
Operasi Sebelum Optimalisasi
Adapun besaran biaya operasi
pengupasan overburden sebelum
optimalisasi pada bulan Februari 2017

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


9

Tabel 5.2 jumlah produksi 21069,48


Jumlah Biaya Produksi Overburden
Setelah Optimalisasi BCM/bulan (84,23 %) dari target
Jumlah Biaya Jumlah Biaya
No Jenis Alat Operasional Operasional 25.000 BCM/bulan, sehingga dapat
(Rp/jam) (Rp/bulan)
1
Doosan LCV
Rp. 791.249 Rp. 120.744.596
memperkecil jumlah biaya satuan
500
Mitsubishi pekerjaan. Adapun biaya satuan
2 Fuso 220 PS Rp. 316.978 Rp. 51.743.496
01 pekerjaan setelah optimalisasi yaitu
Mitsubishi
3 Fuso 220 PS Rp. 317.815 Rp. 50.812.272
02 sebesar Rp. 12.629,-/BCM.
Mitsubishi
4 Fuso 220 PS Rp. 317.673 Rp. 50.967.448 Berdasarkan batasan biaya yang
03
Total Rp. 1.743.715 Rp. 274.267.812 ditetapkan oleh perusahaan sebesar $
Sumber : Hasil pengolahan data Tugas Akhir, 2017 1 USD/BCM, maka untuk
pembiayaan kegiatan pengupasan
3.2.3. Analisis Efisiensi Biaya Satuan
overburden setelah dilakukan
Pekerjaan
optimalisasi efisien terhadap cash
Setelah dilakukan perhitungan
flow (< $ 1 USD/BCM).
diketahui bahwa biaya (cost) untuk
Namun, pihak perusahaan harus
kegiatan pengupasan overburden
tetap melakukan berbagai perbaikan
sebelum optimalisasi periode Februari
terhadap faktor faktor yang
2017 yaitu sebesar Rp. 13.669/BCM.
menghambat produksi overburden
Berdasarkan nilai tukar rupiah tiga
seperti peningkatan efisiensi kerja dan
bulan terakhir per $ 1 USD = Rp.
perbaikan kondisi jalan, agar adanya
13.299 (Lampiran H), menurut hasil
peningkatan produktivitas alat gali
perhitungan dan analisa data yang
muat dan alat angkut pada kegiatan
penulis lakukan bahwa perusahaan
pengupasan overburden.
mengalami pemborosan biaya sebesar
Rp. 370/BCM, maka untuk jumlah
IV. PENUTUP
produksi overburden sebelum
4.1. Kesimpulan
optimalisasi sebesar 18233,32
Berdasarkan hasil perhitungan dan
BCM/bulan perusahaan mengalami
analisis data mengenai biaya operasi alat
pemborosan biaya sebesar = Rp.
gali muat dan alat angkut pada kegiatan
6.746.328,-/bulan untuk satu fleet.
pengupasan overburden, maka dapat
Namun, setelah dilakukan
diambil kesimpulan sebagai berikut :
optimalisasi produksi overburden
1. Jumlah produksi overburden pada bulan
mengalami peningkatan dengan
Februari 2017 sebelum optimalisasi

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


10

untuk satu fleet yaitu sebesar 18233,32 bulan sebelum dan sesudah
BCM/bulan (73 %) dan untuk produksi optimalisasi yaitu sebesar Rp.
overburden setelah optimalisasi yaitu 17.045.339,-/bulan. Dengaan
sebesar 21069,48 BCM/bulan (84,23 %) demikian diketahui adanya
dari target produksi sebesar 25.000 peningkatan biaya produksi secara
BCM/bulan. Sehingga adanya bulanan yang disebabkan oleh adanya
peningkatan produksi sebesar (11,23 %) peningkatan waktu kerja efektif dan
setelah dilakukan perbaikan pada waktu produksi overburden.
kerja efektif. 3. Berdasarkan analisis yang dilakukan
2. Berdasarkan hasil perhitungan dapat oleh penulis, bahwa jumlah biaya satuan
diketahui jumlah biaya operasional satu pekerjaan pada kegiatan pengupasan
unit alat gali muat Doosan LCV 500 dan overburden sebelum optimalisasi periode
3 unit alat angkut Mitsubishi Fuso 220 Februari 2017 yaitu sebesar Rp. 13.669,-
PS pada kegiatan pengupasan /BCM, dan untuk jumlah biaya satuan
overburden di PT. Haswi Kencana Indah pekerjaan setelah dilakukan optimalisasi
periode Februari 2017 untuk satu fleet, adalah sebesar Rp. 12.629,-BCM/jam.
yaitu : Berdasarkan batasan biaya pengupasan
a. Biaya produksi overburden per-jam overburden yang ditetapkan oleh
sebelum optimalisasi yaitu Rp. perusahaan sebesar $ 1 USD/BCM
1.755.698,-/jam dan biaya produksi dengan nilai tukar rupiah untuk tiga
overburden per-jam setelah bulan terakhir per $ 1 USD adalah Rp.
optimalisasi Rp. 1.743.715,-/jam. 13.299, maka untuk pembiayaan
Sehingga diketahui selisih biaya produksi overburden setelah dilakukan
produksi per-jam sebelum dan optimalisasi efisien terhadap cash flow
sesudah optimalisasi yaitu sebesar (< $ 1 USD/BCM).
Rp. 11.983,-/jam. 4. Dalam penentuan besaran biaya (Cost)
b. Biaya produksi overburden per-bulan produksi alat gali muat dan alat angkut
sebelum optimalisasi adalah Rp. pada kegiatan pengupasan overburden
257.222.473,-/bulan dan biaya banyak aspek yang harus perhitungkan,
produksi overburden per-bulan secara umum dalam penentuan besaran
setelah optimalisasi Rp. biaya pemakaian peralatan mekanis
274.267.812,-/bulan. Sehingga didasarkan atas biaya kepemilikan
diketahui selisih biaya produksi per- (Owning Cost) dan biaya operasi

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


11

(Operating Cost), selain itu juga 3. Perusahaan diharapkan dapat melakukan


didasarkan atas besarnya produksi yang efisiensi kerja dengan lebih baik lagi,
dihasilkan serta kapasitas alat tersebut. melalui pemaksimalan fungsi kerja
Oleh karena itu perlu diketahui cara departemen yang ada serta pembentukan
memperkirakan biaya produksi suatu alat divisi Repair and Maintenance, sehingga
per satuan volume. dapat mengontrol dan meningkatkan
kinerja perusahaan.
4.2. Saran 4. Semoga Skripsi ini dapat bermanfaat dan
Dalam meningkatkan produktivitas dapat menambah wawasan bagi pembaca
alat gali muat dan alat angkut serta serta dapat dijadikan sebagai acuan atau
memperkecil biaya (Cost) pengupasan referensi untuk penelitian selanjutnya.
overburden ada beberapa hal yang harus Khususnya bagi Mahasiswa Teknik
dilakukan, yaitu : Pertambangan Universitas Muara Bungo
1. Perlu adanya pengawasan terhadap yang ingin melaksanakan Tugas Akhir
waktu kerja yang telah ditetapkan untuk (TA).
mencegah hambatan - hambatan yang
terjadi selama bekerja, yaitu dengan
melakukan pengawasan langsung oleh
foreman. Agar adanya peningkatan
waktu kerja efektif yang dapat
menaikkan jumlah produksi. Sehingga
dapat memperkecil biaya (Cost) satuan
pekerjaan pada kegiatan pengupasan
tanah penutup (overburden).
2. Perlu diterapkannya budaya K3 yang
baik terhadap para pekerja agar dapat
mengurangi resiko kecelakaan kerja
yang dapat menyebabkan terhambatnya
kegiatan produktivitas, seperti
mewajibkan semua pekerja untuk
memakai safety atau APD (alat
perlengkapan diri) dan pelaksanaan
safety talk yang rutin setiap minggunya.

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017


12

DAFTAR PUSTAKA

Dinas Pekerjaan Umum, (2014), Katalog Alat Berat Konstruksi 2013, Kementerian
Pekerjaan Umum, Badan Penerbit Umum : Jakarta

Yanto Indonesianto, (2005), Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan Teknik Pertambangan,


UPN Veteran Yogyakarta: Yogyakarta.

Nurhakim, 2004, Program Studi TeknikPertambangan. Universitas Lampung Mangkurat,


Banjar Baru.

Projosumarto, Partanto, (1996), Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan Teknik


Pertambangan, Institut Teknologi Bandung.

Rochmanhadi,(1992), Kapasitas dan Produksi Alat - Alat Berat, Depertemen Pekerjaan


Umum: Jakarta.

Tenrisukki. A, 2003, Seri Diktat Kuliah Pemindahan Tanah Mekanis, Jakarta : Guna
Darma.

www.doosaninfracore.com/Handbook_Doosan_LCV_500 di akses tanggal 01 Maret 2017

www.ktbfuso.co.id/Handbook_Mitsubishi_Fuso_220_PS di akses tanggal 01 Maret 2017

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017