Anda di halaman 1dari 4

MASTITIS

No. Kode :
Terbitan :1
SOP No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku :
KABUPATEN Halaman : 1-4 UPT
PEMALANG PUSKESMAS
PADURAKSA

Ditetapkan Oleh : dr Ali Jamaluddin


Plt. Kepala UPT Puskesmas NIP. 197709112009031 002
Paduraksa

1. Pengertian No. ICPC-2 : X21 Breast symptom/complaint female other


No. ICD- X : N61 Inflammatory disorders of breast
Tingkat Kemampuan 4A
Masalah Kesehatan
Mastitis adalah peradangan payudara yang terjadi biasanya
pada masa nifas atau sampai 3 minggu setelah persalinan.
Kejadian mastitis berkisar 2-33% dari ibu menyusui dan lebih
kurang 10% kasus mastitis akan berkembang menjadi abses
(nanah), dengan gejala yang makin berat.
2. Tujuan Petugas dapat mendiagnosa, memberikan pengobatan dan
perawatan sesuai dengan prosedur pelayanan klinis
3. Kebijakan Kebijakan Kepala Puskesmas Warungpring No 440 / SK . 119
/VI / 2016 Tentang Pmberlakuan Standart Operasional Prosedur
Puskesmas Warungpring

4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
1. Nyeri dan bengkak pada daerah payudara, biasa pada
salah satu payudara
2. Adanya demam >380 C
3. Paling sering terjadi di minggu ke 3 - 4 postpartum

Gejala klinis
1. Demam disertai menggigil
2. Dapat disertai demam > 380C
3. Mialgia
4. Nyeri didaerah payudara
5. Sering terjadi di minggu ke3 dan ke4 postpartum,
namun dapat terjadi kapan saja selama menyusui

1 /4
Faktor Risiko
1. Primipara
2. Stress
3. Tehnik menyusui yang tidak benar, sehingga proses
pengosongan payudara tidak terjadi dengan baik.
(menyusui hanya pada satu posisi)
4. Penghisapan bayi yang kurang kuat, dapat
menyebabkan statis dan obstruksi kelenjar payudara.
5. Pemakaian bra yang terlalu ketat
6. Bentuk mulut bayi yang abnormal (ex: cleft lip or palate),
dapat menimbulkan trauma pada puting susu.
7. Terdapat luka pada payudara.
8. Riwayat mastitis sebelumnya saat menyusui.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana


(Objective)
Pemeriksaan fisik
1. Pemeriksaan tanda vital : nadi meningkat (takikardi).
2. Pemeriksaan payudara
2.1. payudara membengkak
2.2. lebih teraba hangat
2.3. kemerahan dengan batas tegas
2.4. adanya rasa nyeri
2.5. unilateral
2.6. dapat pula ditemukan luka pada payudara

Pemeriksaan penunjang : -
Penegakan Diagnostik(Assessment)
Diagnosis klinis
Diagnosis klinis dapat di tegakkan dengan anamnesa dan
pemeriksaan fisik.
Berdasarkan tempatnya, mastitis dapat dibedakan menjadi 3
macam, antara lain :
1. Mastitis yang menyebabkan abses dibawah areola
mammae.
2. Mastitis ditengah payudara yang menyebabkan abses
ditempat itu.
3. Mastitis pada jaringan dibawah dorsal kelenjar-kelenjar
yang menyebabkan abses antara payudara dan otot-
otot dibawahnya.

2 /4
Diagnosis Banding:-
Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
Non Medikamentosa
1. Ibu sebaiknya tirah baring dan mendapat asupan cairan
yang lebih banyak.
2. Sampel ASI sebaiknya dikultur dan diuji sensitivitas.
3. Sangga payudara ibu dengan bebat atau bra yang pas

Medikamentosa
1. Berikan antibiotika
1.1. Kloksasilin 500 mg per oral per 6 jam selama 10-14
hari
1.2. ATAU Eritromisin 250 mg per oral 3 x 1 sehari
selama10 hingga 14 hari
2. Analgetik parasetamol 3x500 mg per oral
3. Lakukan evaluasi setelah 3 hari.

Komplikasi:
1. Abses mammae
2. Sepsis

Konseling dan Edukasi


1. Memberikan pengetahuan akan pentingnya ASI dan
mendorong ibu untuk tetap menyusui,
2. Menyusui dapat dimulai dengan payudara yang tidak
sakit.
3. Pompa payudara dapat di lakukan pada payudara yang
sakit jika belum kosong setelah bayi menyusui.
4. Ibu dapat melakukan kompres dingin untuk mengurangi
bengkak dan nyeri.
5. Ibu harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk
menghindari infeksi yang tidak diinginkan.

Peralatan
1. Lampu
2. Kasa steril
3. Sarung tangan steril
4. Bisturi

Kriteria Rujukan
Jika terjadi komplikasi abses mammae dan sepsis.
3 /4
Prognosis
Prognosis pada umumnya bonam.
6. Diagram Alir

7 Unit Terkait R. Pemeriksaan Umum, R. KIA-KB-Imunisasi

8 Rekaman Historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai


diberlakukan

4 /4