Anda di halaman 1dari 2

Farhan Andika P.

F0314033

Febiasty N. M F0314034

Filma Ayu D. P F0314035

BAB 18

PENGAKUAN PENDAPATAN (REVENUE RECOGNITION)

LATAR BELAKANG

Pengakuan Pendapatan merupakan aktivitas yang paling berisiko dimanipulasi (top fraud risk) dan
adapun standar akuntansi yang digunakan, baik IFRS maupun GAAP, risiko atau kesalahan dan
ketidak akuratan dalam pelaporan pendapatan jumlahnya sangat besar
Baru-baru ini, IASB dan FASB mengeluarkan standar konvergensi pengakuan pendapatan berjudul
Revenue from Contracts with Costumers (pendapatan dari kontrak dengan pelanggan)

STANDAR BARU PENGAKUAN PENDAPATAN

Revenue from Contracts with Costumers mengadopsi pendekatan aset-kewajiban. Perusahaan :

a) Memperhitungkan pendapatan berdasarkan aset atau kewajiban yang timbul dari kontrak
dengan pelanggan
b) Diperlukan untuk menganalisis kontrak dengan pelanggan. Kontrak menunjukkan syarat dan
pengukuran yang dipertimbangkan

LIMA LANGKAH PROSES PENGAKUAN PENDAPATAN

1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan


2. Mengidentifikasi kewajiban kinerja terpisah dalam kontrak
3. Menentukan harga transaksi.
4. Mengalokasikan harga transaksi dengan kewajiban kinerja terpisah
5. Mengakui pendapatan ketika masing-masing kewajiban kinerja terpenuhi

LANGKAH 1-MENGIDENTIFIKASI KONTRAK DENGAN PELANGGAN

Kontrak adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih yang menimbulkan hak berlaku atau kewajiban.
Kontrak dapat berupa tertulis, lisan, atau tersirat dari praktek bisnis yang biasa. Perusahaan
menerapkan pedoman pendapatan untuk kontrak sesuai dengan kriteria berikut :

Menerapkan Pedoman Pendapatan untuk Kontrak, Mengabaikan Pedoman Pendapatan untuk


Jika : Kontrak, Jika :
a. Kontrak tersebut memiliki substansi komersial; a. Kontrak tidak dijalankan sepenuhnya
b. Para pihak dalam kontrak yang telah disetujui b. Masing-masing pihak secara sepihak dapat
kontrak dan berkomitmen untuk melakukan mengakhiri kontrak tanpa kompensasi.
kewajiban masing-masing;
c. Perusahaan dapat mengidentifikasi hak masing-
masing pihak mengenai barang atau jasa yang
akan ditransfer; dan
d. Perusahaan dapat mengidentifikasi syarat
pembayaran untuk barang dan jasa yang akan
ditransfer.
e. Hal ini kemungkinan besar kemungkinan bahwa
perusahaan akan mengumpulkan pertimbangan
untuk yang akan berhak.

Akuntansi Dasar

Pendapatan tidak dapat diakui sampai kontrak itu ada


Perusahaan memperoleh hak untuk menerima pertimbangan dan mengasumsikan kewajiban untuk
mentransfer barang atau jasa.
Hak dan kewajiban kinerja menimbulkan aset (bersih) atau kewajiban (bersih).
Perusahaan tidak mengakui aset atau kewajiban kontrak hingga satu atau kedua belah pihak
menjalankan kontrak tersebut
Kontrak aset = Hak menerima> kewajiban Kinerja
Kewajiban kontrak = Hak menerima <kewajiban Kinerja

Kontrak Modifikasi
Perusahaan terkadang mengubah sesuatu dalam kontrak ketika kontrak itu sedang berjalan, hal ini
sering disebut kontrak modifikasi
ketika modifikasi kontrak terjadi, perusahaan menentukan apakah kontrak baru (dan kinerja
kewajiban) hasil atau apakah itu merupakan modifikasi dari kontrak yang ada
Kewajiban Kinerja Terpisah
Sebuah akun perusahaan modifikasi kontrak sebagai kontrak baru jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
a. Barang atau jasa yang dijanjikan adalah berbeda (yaitu, perusahaan menjual secara terpisah dan
mereka tidak saling tergantung dengan barang dan jasa lainnya)
b. Perusahaan memiliki hak untuk menerima sejumlah pertimbangan yang mencerminkan harga jual
mandiri dari barang atau jasa yang dijanjikan

Prospektif Modifikasi

Perusahaan harus:

-Akun untuk efek perubahan di periode perubahan serta periode mendatang apakah perubahan
mempengaruhi keduanya

-Tidak mengubah hasil yang dilaporkan sebelumnya