Anda di halaman 1dari 11

PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKes HANG TUAH PEKANBARU
TA. 2015/2016

LAPORAN PENDAHULUAN
BATU GINJAL (NEFROLITIASIS)

A. KONSEP DASAR
1. Definisi
Batu saluran kemih adalah benda padat yang dibentuk oleh presipitasi berbagai zat
terlarut dalam urin pada saluran kemih (Pierce A Grace, 2006) dan dapat ditemukan disetiap
bagian ginjal sampai dengan kandung kemih dan ukurannnya bervariasi dari deposit
granuler yang kecil disebut pasir atau kerikil sampai dengan batu sebesar kandung kemih
yang berwarna orange (Suzzane C Smeltzer, 2002).
Pendapat lain menyebutkan batu saluran kemih adalah massa keras seperti batu yang
terbentuk disepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan,
penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu saluran kemih adalah Kristal padat dari larutan
mineral urine, biasa ditemukan di dalam ginjal atau ureter. Penyakit ini dikenal juga dengan
sebutan nephrolithiasis.

2. Etiologi
a. Faktor Endogen
Faktor genetik familial pada hiper sistinuria. Suatu kelainan herediter yang resesif
autosomal dari pengangkutan asam amino dimembran batas sikat tibuli proksimal.
Faktor hiperkalsiuria primer dan hiper oksaluria primer.
b. Faktor Eksogen
- Infeksi
Infeksi oleh bakteri yang memecahkan ureum dan membentuk amonium akan
mengubah Ph uriun menjadi alkali dan akan mengendapkan garam-garam fosfat
sehinggga akan mempercepat pembentukan batu yang telah ada.
- Obstruksi statis urine
Obstruksi dan statis urine memudahkan terjadinya infeksi yang meningkatkan resiko
terbentuknya batu saluran kemih
- Jenis kelamin
Lebih banyak ditemukan pada laki-laki
Ras : Lebih banyak ditemukan di Negara Afrika & asia, Amerika dan Eropa jaran
Keturunan Anggota keluarga batu saluran kemih lebih banyak mempunyai
kesempatan menderita batu saluran kemih
Air minum, orang yang banyak minum akan mengurangi terbentuknya batu,
sedangkan orang uang kurang minum kadar semua substansi meningkat, yang
mempermudah pembentukan batu
- Pekerjaan
Pekerja yang lebih banyak duduk lebih beresiko terkena batu dibanding dengan
pekerja yang banyak bergerak
- Makanan masyarakat yang lebih banyak makan protein hewani angka morbilitas batu
saluran kemih kurang, sedangkan orang yang kurang makan putih telur lebih beresiko
terkena batu saluran kemihmasyarakat ekonomi lemah lebih banyak terkena batu
saluran kemih
- Suhu
Daerah tropis atau kamar mesin yang menyebabkan keringat berlebihan beresiko
terkena batu saluiran kemih.

3. Klasifikasi
Klasifikasi batu saluran kemih menurut Joyce M Black dalam buku Medical Surgical
Nursing, 2001 hal 822-824 dan Basuki B Purnomo, 2000 hal 64-66 adalah:
a. Batu Kalsium
Batu kalsium merupakan jenis batu terbanyak, batu kalsium biasanya terdiri dari fosfat
atau kalsium oksalat. Dari bentuk partikel yang terkecil disebut pasir atau kerikil sampai
ke ukuran yang sangat besar staghorn yang berada di pelvis dan dapat masuk ke kaliks.
Faktor penyebab terjadinya batu kalsium adalah:
1) Hypercalsuria (peningkatan jumlah kalsium dalam urin) biasanya disebabkan oleh
komponen:
a) Peningkatan resopsi kalsium tulang, yang banyak terjadi pada hiperparatiroid
primer atau pada tumor paratiroid
b) Peningkatan absorbs kalsium pada usus yang biasanya dinamakan susu-alkali
syndrome, sarcoidosis
c) Gangguan kemampuan renal mereabsorbsi kalsium melalui tubulus ginjal
d) Abnormalitas struktur biasanya pada daerah pelvikalises ginjal
2) Hiperoksaluri: eksresi oksalat urine melebihi 45 gram perhari. Keadaan ini banyak
dijumpai pada pasien yang mengalami gangguan pada usus sehabis menjalani
pembedahan usus dan pasien yang banyak mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat
seperti teh, kopi instan, soft drink, jeruk sitrun, sayuran berdaun hijan banyak terutama
bayam
3) Hipositraturi: di dalam urin sitrat akan bereaksi menghalangi ikatan kalsium dengan
oksalat atau fosfat. Karena sitrat dapat bertindak sebagai penghambat pembentukan
batu kalsium. Hal ini dapat terjadi karena penyakit asidosis tubuli ginjal, sindrom
malabsorbsi atau pemakaian diuretic golongan thiazid dalam jangka waktu yang lama.
4) Hipomagnesuri: magnesium bertindak sebagai penghambat timbulnya batu kalsium,
karena didalam urin magnesium akan bereaksi dengan oksalat menjadi magnesium
oksalat sehingga mencegah ikatan kalsium oksalat
b. Batu struvit
Batu struvit dikenal juga dengan batu infeksi karena terbentuknya batu ini disebabkan
oleh adanya infeksi saluran kemih. Kuman penyebab infeksi ini adalah kuman golongan
pemecah urea atau urea spilitter yang dapat menghasilkan enzim urease dan merubah
urine menjadi basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak. Suasana ini memudahkan
garam-garam magnesium, ammonium fosfat, dan karbonat membentuk batu magnesium
ammonium fosfat (MAP). Kuman-kuman pemecah urea adalah proteus spp, klabsiella,
serratia, enterobakter, pseudomonas, dan stapillokokus
c. Batu asam urat
Factor yang menyebabkan terbentuknya batu asam urat adalah:
1) Urin yang terlalu asam yang dapat disebabkan oleh makanan yang banyak
mengandung purine, peminum alcohol
2) Volume urin yang jumlahnya sedikit (<2 liter perhari) atau dehidrasi.
3) Hiperurikosuri: kadar asam urat melebihi 850 mg/ 24jam. Asam urat yang berlebih
dalam urin bertindak sebagai inti batu untuk terbentuknya batu kalsium oksalat.

d. Batu sistin
Cystunuria mengakibatkan kerusakan metabolic secara congetinal yang mewarisi
pengahambat atosomonal. Batu sistin merupakan jenis yang timbul biasanya pada anak
kecil dan orang tua, jarang ditemukan pada usia
e. Batu xanthine
Batu xanthine terjadi karena kondisi hederiter hal ini terjadi karena defisiensi oksidasi
xathine.

4. Patofisiologi
Batu saluran kemih dapat terjadi dari beberapa faktor yaitu imobilisasi yang dapat
menyebabkan statis urin, peningkatan atau penurunan pH, diit makanan tertentu seperti;
tinggi oksalat, purin, dan kalsium. Ketiga factor tersebut dapat meningkatkan substansi dari
kalsium, oksalat, asam urat atau fosfat sehingga urin menjadi keruh dan menghambat aliran
urine yang merangsang pembentukan batu. Batu saluran kemih juga dapat diakibatkan oleh
ISK yang terdapat kuman pemecah urea yang dapat menghasilkan enzim urease yang
menghidrolisis urea menjadi amoniak yang memudahkan garam-garam magnesium,
ammonium, fosfat dan karbonat membentuk batu magnesium fosfat. Selain itu batu dapat
terbentuk dari penurunan sitrat dan magnesium yang merupakan faktor penghambat
pembentukan batu sehingga mempermudah terjadinya batu khususnya batu kalsium oksalat
dan kalsium fosfat. Ada batu di dalam saluran kemih, membuat terjadinya obstruksi,
obstruksi diatas kandung kemih dapat menyebabkan hidroureter karena ureter
membengakak oleh urine, hidroureter yang tidak diatasi dapat menyebabkan hidronefrosis.
Obstruksi juga menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik interstitium dan dapat
menyebabkan penurunan Glomerulus Filtration Rate (GFR). Obstruksi yang tidak diatasi
dapat menyebabkan kolapsnya nefron dan kapiler sehingga terjadi iskemia nefron karena
suplai darah terganggu, akhirnya dapat terjadi gagal ginjal. Setiap kali terjadi obstruksi
aliran urine (statis urine) maka infeksi bakteri meningkat dan menyebabkan pielonefrilitis,
ureteritis, dan sistitis.

5. Manifestasi Klinis
a. Hematuria
b. Piuria
c. Polakisuria/fregnancy
d. Urgency
e. Nyeri pinggang menjalar ke daerah pingggul, bersifat terus menerus pada daerah
pinggang.
f. Kolik ginjal yang terjadi tiba-tiba dan menghilang secara perlahan-lahan.
g. Rasa nyeri pada daerah pinggang, menjalar ke perut tengah bawah, selanjutnya kearah
penis atau vulva.Anorexia, muntah dan perut kembung
h. Hasil pemeriksaan laboratorium, dinyatakan urin tidak ditemukan adanya batu leukosit
meningkat.

6. Komplikasi
Batu yang terlelak pada piala ginjal atau ureter dapat memberikan komplikasi
obstruksi baik sebagian atau total. Hal tersebut dipengaruhi oleh :
a. Sempurnaya obstruksi
b. Lamanya obstruksi
c. Lokasi obstruksi
Adanya tidaknya infeksi
a. Infeksi
b. Obstruksi
c. Hidronephrosis.

7. Penatalaksanaan medis dan keperawatan


a. Menghilangkan obstruksi
b. Mengobati infeksi
c. Menghilangkan rasa nyeri.
d. Mencegah terjadinya gagal ginjal dan mengurangi kemungkinan rekurensi
e. Terapik medik dan simtomatik
1) Terapik medik => mengeluarkan batu ginjal atau melarutkan batu
2) Pengobatan Simtomatik = > mengusahakan agar nyeri khususnya kolik ginjal yang
terjadi menghilang dengan pemberian simpatolitik selain itu dapat diberikan minum
berlebihan disertai diuretikum bendofluezida 5 - 10 mg/hr.
f. Terapi mekanik
1) E S W L = > Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy
2) Terapi pembedahan
3) Jika tidak tersedia alat litotriptor
8. Web of Causation

Infeksi saluran kemih kronis. Gangguan metabolisme


(hiperparatiroidisme, hiperuresemia, hiperkalsiuria). Dehidrasi, benda asing,
Jaringan mati, inflamasi usus, masukan vitamin D yang berlebih

Pengendapan garam mineral, infeksi.
Mengubah pH urine dari asam menjadi alkalis

Pembentukan batu di ginjal
(Nefrolitiasis)

Obstruksi/penyumbatan di ginjal

Inflamasi/peradangan Peningkatan distensi Kurang pengetahuan


abdomen

Rangsang terhadap mediator


Anoreksia Cemas
reseptor nyeri

Presepsi nyeri Mual muntah

Output berlebihan
Gangguan rasa nyaman
nyeri
Gangguan pemenuhan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
Intoleransi aktivitas
B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu proses
yang sistematik dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk
mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien (Nursalam, 2000) yang terdiri
dari :
a. Identitas Klien
Identitas klien terdiri atas nama, jenis kelamin, usia, status perkawinan, agama, suku
bangsa, pendidikan, bahasa yang digunakan, pekerjaan dan alamat.
b. Riwayat Keperawatan
1) Riwayat kesehatan masa lalu
2) Apakah klien pernah menderita batu saluran kemih sebelumnya atau infeksi
saluran kemih, apakah klien pernah dirawat atau dioperasi sebelumnya
c. Riwayat kesehatan sekarang Biasanya klien mengalami nyeri pada sudut
kostovertebralis, dan didapatkan nyeri tekan dan nyeri ketok, biasanya klien
mengalami mual, muntah, hematuri, Buang Air Kecil (BAK) menetes, BAK tidak
tampias, rasa terbakar, penurunan haluaran urin, dorongan berkemih.
d. Riwayat kesehatan keluarga
Adakah riwayat batu saluran kemih dalam keluarga
e. Riwayat psikososial
Adakah ditemukan depresi, marah atau stress
f. Kebiasaan sehari-hari
1) Pola nutrisi : anoreksia, mual, diet tinggi purin, kalsium oksalat, dan atau fosfat.
Ketidakcukupan masukan cairan: tidak minum air dengan cukup
2) Pola eliminasi : penurunan haluaran urine, kandung kemih penuh, rasa terbakar
pada saat berkemih, dorongan berkemih, diare, hematuri, perubahan pola
berkemih,
3) Pola aktivitas: biasanya pada klien dengan batu saluran kemih jarang melakukan
aktivitas yang banyak duduk
g. Pemeriksaan fisik meliputi :
1) Inspeksi : perhatikan body language klien terhadap perilaku melindungi, dan
adanya ekspresi tegang
2) Palpasi : palpasi area CVA terhadap adanya nyeri tekan dan pembesaran ginjal
3) Perkusi : perkusi area CVA terhadap adanya nyeri ketok yang menjalar ke
abdomen bagian depan dan dapat ke area genitalia.
4) Auskultasi

2. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul


Diagnosa keperawatan klien adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respon
manusia (status kesehatan atau resiko pola) dari individu atau kelompok dimana
perawat secara akountabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara
pasti untuk menjaga status kesehatan menurunkan, membatasi, mencegah, dan merubah
(Nursalam, 2000). Diagnosa keperawatan pada klien dengan batu saluran kemih adalah
a. Nyeri berhubungan dengan trauma jaringan
b. Perubahan eliminasi urin berhubungan dengan obstruksi mekanik
c. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual/muntah
d. Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan tentang pengobatan
berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi

3. Intervensi
NO Diagnosa Tujuan-Kriteria Intervensi Rasional
Keperawatan yang diharapkan

1. Nyeri akut b/d Nyeri hilang 1. Catat lokasi,lamanya - Evaluasi tempat


peningkatan dengan spasme intensitas,penyebaran,pe obstruksi dan
frekuensi terkontrol. rhatikan tanda-tanda non kemajuan gerakan
/dorongan verbal,misalnya kalkulus
kontraksi Kriteria ; merintih,mengaduh dan
ureteral,trauma - Pasien tampak gelisahansietas.
jaringan,pembentu rileks. 2. Berikan tindakan - Meningkatkan
kan edema,iskemia - Pasien mampu nyaman,misalnya pijatan relaksasi,menurunk
seluler. tidur/istirahat punggung,ciptakan an tegangan otot,
dengan tenang lingkungan yang tenang.
- Tidak 3. Jelaskan penyebab nyeri - Membantu dalam
gelisah,tidak dan perubahan meningkatkan
merintih karakteristik nyeri. kemampuan
koping pasien serta
menurunkan
ansietas
KOLABORASI:
4. Berikan obat sesuai - Dipakai selama
dengan indikasi episode akut,untuk
- Narkotik menurunkan kolik
ureter dan relaksasi
otot.
- Antispasmodik - Menurunkan
refleks spasme shg.
Mengurangi nyeri
dan kolik.
- Kortikosteroid - Menurunkan
edema jaringan
,shg. Membantu
gerakan batu.
2. Perubahan Perubahan 1. Dorong meningkatkan - Membilas
eliminasi urine b/d eliminasi urine pemasukan cairan bakteri,darah.dan
stimulasi kandung tidak terjadi debris,membantu
kemih oleh lewatnya batu.
batu,iritasi Kriteria : 2. Catat adanya pengeluaran
- Identifikasi tipe
ginjal,atau - Haematuria tidak dalam urinek/p kirim ke
batudan alternatif
ureter,obstruksi ada. lab untuk dianalisa.
terapi
mekanik atau - Piuria tidak
- Retensi urine,
inflamsi. terjadi 3. Observasi keluhan
menyebabkan
- Rasa terbakar kandung kemih,palpasi dan
tidak ada. perhatikan output,dan distensi jaringan.,
- Dorongan ingin edema. potensial resiko
berkemih terus infeksi dan GGK.
berkurangi. f. Obserevasi perubahan
status mental.,prilaku - Ketidakseimbanga
atau tingkat kesadaran. n elektrolit
dpt.menjadi toksik
g. Kolaborasi ; pada SSP.
Berikan obat sesuai dgn - Meningkatkan
program; pH.urine
- diamox, alupurinol menurunkan
pembentukan batu
- Esidrix, Higroton asam.

- Amonium - Mencegah stasis


Klorida,Kalium,,atau urine Menurunkan
Natrium,fosfat,. pembentukan batu
fosfat
- Agen antigon, - Menurunkan
(Ziloprim) produksi asam urat
- Adanya ISK
- Antibiotik
potensuial
pembentukan batu.
- Nabic
- Mencegah
pembentukan
beberapa kalkuli.
- Asam Askorbat
- Mencegah
berulangnya
- Pertahankan patensi
pembentukan batu
kateter.
alkalin.
- Irigasi dgn. Asam atau
- Mencegah
larutan alkalin.
retensi,dan
komplikasi.
- Mengubah
pH.urine
mencegah
pembentukan batu.
3. Resiko tinggi Keseimbangan 1. Catat insiden muntah, - Mengesampingkan
kekurangan volume cairan adekuat diare, perhatikan kejadian
cairan b/d karakteristik, dan abdominal lain.
mual,muntah,diuresi Kriteria : frekuensi.
s pascaobstruksi. - Intake dan output - Mempertahankan
seimbang 2.Tingkatkan pemasukan keseimbangan
- Tanda vital stabil cairan 3-4 lt / hari dalam cairan dan
(TD 120/80 mmHg. toleransi jantung. homeostasis.
Nadi 60-100,
RR16-20, suhu 3. Awasi tanda vital,
36.5-37C) evaluasi nadi, turgor kulit - Penurunan
- Membran mukosa dan membran mukosa. LFG.merangasang
lembab produksi renin, yg.
- Turgor kulit baik. Bekerja
3. Timbang berat badan tiap meningktakan TD.
hari
- Peningkatan
4. Kolaborasi: BB.yang
- Awasi Hb,Ht,elektrolit, cepat,waspada
retensi
- Berikan cairan IV

- Berikan diet tepat,cairan - Mengkaji hidrasi,


jernih,makanan lembut kebutuhan
s/d toleransi intervensdi.

- Berikan obat s/d indikasi - Mempertahankan


antiemetik,(misal volume sirkulasi
compazin ) - Mempertahnakan
keseimbangan
nutruisi.

- Menurunkan mual
muntah
4. Kurang Pasien dapat 1. Kaji ulang proswes - Memberikan
pengetahuan memahami tentang penyakit dan harapan pengetahuan
tentang diet, dan diet,dan program masa datang dasar,membuat
kebutuhan pengobatan pilihan
pengobatan Kriteria : 2. Kaji ulang program diet, berdasarkan
-BerpartiSipasi dalam sesuai dengan indikasi informasi
program
pengobatan
- Menjalankan diet - Pemahaman
3. Diskusikan tentang: diet,memberikan
- Pemberian diet rtendah kesempatan untuk
purin,(membatasi daging memilih sesuai
berlemak,kalkun,tumbuhan dgn.
polong,gandum,alkohol) Informasi,mencega
- Pemberian diet rendah h kekambuhan.
Ca.(membatasi
susu,keju,sayur
hijau,yogurt.)
- Pemberian diet rendah - Menurunkan
oksalat membatasi pemasukan oral
konsumsi coklat,minuman thd.prekursor asam
kafein,bit,bayam. urat
- Diskusikan program obat- -Menurunkan
obatan ,hindfari obat yang resikopembentuka
dijual bebas dan baca n batu kalsium.
labelnya.
-Menurunkan
pembentukan batu
oksalat.
- Obat yang
diberikan untuk
mengasamkan
urin,atau
mengalkalikan,me
nghindari produk
kontraindikasi.