Anda di halaman 1dari 3

1

Energi Panas Bumi (Geothermal)

Andi Arif Asmoro, 2014 - 11 - 044, Muhammad Naufal Lukman H., 2014 - 11 - 014,

Abstract—Energi merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan baik kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Kebutuhan energi tersebut tentunya harus diimbangi dengan tersedianya pasokan energi yang cukup. Akan tetapi semakin berkembangnya proses kehidupan manusia, energi yang dibu- tuhkan semakin banyak sementara ketersediaan energi makin berkurang. Manusia dan semua mahluk hidup yang ada di bumi sangat bergantung terhadap energi. Energi yang saat ini banyak digunakan adalah energi fosil. Ketergantungan terhadap energi fosil menjadi bom waktu yang dapat meledak seketika. Energi fosil, seperti yang sudah kita ketahui sejak duduk di bangku seko- lah dasar, adalah energi yang tidak dapat diperbarui. Artinya suatu saat akan habis sehingga diperlukan upaya pencarian sumur minyak baru sebagai cadangan dan mencari alternatif- alternatif lainnya selain fosil yang sifatnya dapat diperbaharui untuk mencukupi kebutuhan energi masa depan

Index Terms—daya listrik, frekuensi, listrik arus bolak - balik

I. PENDAHULUAN

E NERGI Geothermal merupakan sumber energi terbarukan berupa energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disim-

pan di dalam inti bumi. Istilah geothermal berakar dari bahasa Yunani dimana kata, "geo", berarti bumi dan, "thermos", berarti panas, menjadi geothermal yang juga sering disebut panas bumi. Energi panas di inti bumi sebagian besar berasal

dari peluruhan radioaktif dari berbagai mineral di dalam inti bumi. Energi geothermal merupakan sumber energi bersih bila dibandingkan dengan bahan bakar fosil karena sumur geother- mal melepaskan sangat sedikit gas rumah kaca yang ter- perangkap jauh di dalam inti bumi, ini dapat diabaikan bila dibandingkan dengan jumlah gas rumah kaca yang dilepaskan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Ada cukup energi geothermal di dalam inti bumi, lebih dari kebutuhan energi dunia saat ini. Namun, sangat sedikit dari total energi panas bumi yang dimanfaatkan pada skala global karena dengan teknologi saat ini hanya daerah di dekat batas- batas tektonik yang menguntungkan untuk dieksploitasi.

II. PEMBAHASAN

Pada makalah ini, kami membahas 2 jurnal yang memiliki suatu tema yang hampir serupa yaitu, Energi Panas Bumi (Geothermal) yang ada di negara columbia dan indonesia, serta potensi untuk membangun Pembangkit Energi tersebut.

A. Jurnal I : energi panas bumi sebagai sumber energi alter- natif asli di columbia

negara columbia mengantisipasi kekurangan pasokan listrik diharapkan mencukupi permintaan energi oleh sekitar 45% dalam 20 tahun ke depan. ketergantungan pada bahan bakar fosil dan wacana yang sedang berlangsung pada perubahan

iklim telah mengakibatkan beralih ke arah alternatif energi karbon-netral. tujuan kebijakan energi di negara ini untuk mencukupi energi listrik pada tahun 2016 melalui sumber yang bersih atau terbarukan. negara columbia memiliki banyak sumber daya panas bumi dengan suhu yang luas cakupannya, tersedia untuk kedua pengembangan daya dan penggunaan langsung. dampak lingkungan yang lebih rendah membuat sumber daya panas bumi menjadi pilihan bagi pengemban- gan energi yang berkelanjutan sebagai bagian dari portofolio diversifikasi energi. Jurnal ini meninjau manfaat dan dampak dari pengembangan sumber daya panas bumi sebagai sum- ber energi alternatif komplemen teruntuk provinsi dan seba- gai sumber daya potensial untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam masyarakat pedesaan dan terpencil. Sumber daya panas bumi telah menyediakan listrik berbasis beban komersil di sekitar dunia sekitar satu abad (Fridleifsson 2001; Bertini 2010; Holm 2010). Sumber ini telah digunakan di Larderello, Italia, untuk pembangkit listrik sejak tahun 1904, dengan instalasi lain yang dilaporkan sekitar tahun 1916 (Fridleifsson 2001; Bertini et al 2006; Bertani 2010). Pada tahun 2010, lebih dari 10.000 MW pasokan energi dunia berasal dari sumber panas bumi (Tabel 2). Pada tahun yang sama, Amerika Serikat menghasilkan lebih dari 3000 MW energinya dari sumber panas bumi. Namun demikian, sumber daya ini telah diabaikan dalam proyeksi pasokan energi nasional karena persepsi luas bahwa sumber panas bumi hanya terkait dengan sistem entalpi yang tinggi, yang relatif sedikit untuk dijadikan dampak di tingkat nasional (Massachusetts Institute of Technology 2006). Persepsi ini telah menyebabkan rendahnya sumber daya panas bumi di United Sates dan, mungkin juga secara internasional

B. Jurnal II : Potensi investasi sumber daya panas bumi di indonesia

Jurnal ini berkaitan konversi energi. Jurnal ini membahas tentang pemanfaatan energy panas bumi yang ada di Indonesia. indonesia memiliki sekitar 40% kapasitas produksi energi panas bumi, namun tertinggal dari negara tetangga, seperti filipina, dalam mengembangkan sumber daya ini. ada rencana ambisius untuk meningkatkan produksi menjadi hampir 6 GWdan kemudianke 9.5 GW, dengan sebagian besar investasi berasal dari sektor swasta. dengan chevron menjadi satu- satunya perusahaan di luar negeri saat ini investasi di indone- sia, Jurnal ini mengeksplorasi potensi ekonomi. berdasarkan bentuk analisis sensitivitas telah dilakukan yang khususnya

di kawasan timur indonesia di mana kekurangan listrik yang

paling akut. untuk memenuhi peningkatan permintaan listrik (antara 7% dan 9% per tahun) indonesia perlu berinvestasi

$ 4- $ 5 milyar per tahun dalam generasi dan transmisi.

Rencana pembangunan listrik nasional (Kementerian Energi

2

dan sumber daya mineral, 2008) menunjukkan bahwa pada 2027 kebutuhan listrik akan mnjadi 813,000 GW, dengan rencana untuk tambahan 217,000 GW kapasitas. terlepas dari dampak ekologis investasi di batu bara pembangkit listrik, untuk menghindari krisis utang usaha dari impor migas, in- donesia harus melakukan diversifikasi sumber-sumber energi (badan Energi internasional, 2008). Memiliki kapasitas terbe- sar di dunia untuk energi panas bumi (sekitar dua-perlima dari sumber daya global), ini akan muncul menjadi rute yang jelas untuk diversifikasi indonesia. memang, indone- sia memiliki begitu banyak potensi panas bumi yang bisa mengekspor kapasitas tambahan ke negara-negara tetangga, seperti singapura dan Malaysia, memang potensi total setara dengan 11 milyar barel minyak. 265 bidang panas bumi telah diidentifikasi di indonesia, meskipun banyak di antaranya tidak cukup dekat dengan jaringan listrik menjadi ekonomis untuk mengeksploitasi (memang hampir setengah dari kapasitas ter- letak di daerah terpencil sumatera). secara total, ada rencana untuk mengembangkan sekitar seperlima dari Negara kapasitas yang paling cocok, sehingga hampir 6 GW akan tersedia dan dikembangkan lebih lanjut untuk 9.5 GW pada tahun 2025 pembangunan skala besar telah diidentifikasi untuk bali, Jawa, sulawesi dansumatera (di mana sebagian besar potensi terletak, selanjutnya bali, dan Jawa, yang menghubungkan ke jaringan Sumatra), namun demikian dibandingkan dengan Filipina(de wilde 2009) di mana 27% dari total energi berasal dari panas bumi bahkan rencana ini terlihat sederhana. secara total, investasi yang dibutuhkan untuk mencapai 6 GW adalah sekitar $ 12 milyar ($ 30 milyar atau untuk 9.5 GW penuh), yang diperkirakan bahwa 70% -80% akan berasal dari sektor swasta (meskipun bank dunia telah menjanjikan $ 300mn pinjaman, dengan potensi untuk lebih dari teknologi bersih- nya fund). saat ini proses tender untuk investor swasta adalah bahwa pemerintah, atau pemerintah daerah (seperti sekarang tanggung jawab mereka), melakukan survei awal dan kegiatan eksplorasi awal untuk menentukan lapangan. kemudian perusa- haan swasta melakukan eksplorasi lanjutan, studi kelayakan, eksploitasi dan kegiatan produksi uap. perusahaan swasta yang melakukan eksplorasi lanjutan diharapkankemudian memasok listrik.

III. TINJAUAN

a) Pada Jurnal I yang berjudul “energi panas bumi sebagai sumber energi alternatif asli di columbia” dengan penulis yang bernama Mory Ghomshei dan Robert Ellis intinya membahas mengenai potensi sumber daya energi yaitu energi panas bumi (geothermal) di negara Columbia yang bisa di manfaatkan. : Kelebihan dari metode ini adalah :

1) Memiliki sumber daya panas bumi yang luas cakupannya 2) Energi panas bumi dapat menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam masyarakat pedesaan kecil 3) Panas bumi (geothermal energy) merupakan salah satu sumber energi paling bersih. Jauh lebih bersih dari sumber energi fosil yang menimpulkan polusi atau emisi gas rumah kaca. Namun metode ini tidak lepas juga dari beberapa kelemahan yang mengiringinya.

Kelemahan dari metode ini adalah :

1) Sumber daya ini telah diabaikan dalam proyeksi pasokan energi nasional karena persepsi luas bahwa sumber panas bumi hanya trkait dengan sistem entalpi yang tinggi 2) Biaya modal yang tinggi. Pembangunan pembangkit listrik geothermal memerlukan biaya yang besar terutama pada eksploitasi dan pengeboran. 3) Belum dapat diterapkan pada jaringan listrik yang lebih besar, masih memerlukan pengembangan. b) Pada Jurnal II yang berjudul “Potensi investasi sum- ber daya panas bumi di indonesia” dengan penulis yang bernama Phil Smith intinya membahas mengenai membahas mengenai potensi sumber daya energi yaitu energi panas bumi (geothermal) di negara Columbia yang bisa di manfaatkan.:

Kelebihan dari metode ini adalah :

1) Indonesia memiliki sekitar 40% kapasitas produksi energi panas bumi 2) Memiliki kapasitas terbesar di dunia untuk energi panas bumi (sekitar 2/5 dari sumber daya global) 3) Memiliki potensi panas bumi yang bisa mengekspor ka- pasitas tambahan ke negara-negara tetangga, seperti singapura dan malaysia Namun metode ini tidak lepas juga dari beberapa kelemahan yang mengiringinya. Kelemahan dari metode ini adalah :

1) Meskipun memiliki banyak energi panas bumi, namun diantaranya tidak cukup dekat dengan jaringan listrik (memang hampir setengah dari kapasitas terletak di daerah terpencil sumatera) 2) Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga, seperti filipina dalam membangun sumber daya panas 3) Pembangkit listrik tenaga panas bumi hanya dapat diban- gun di sekitar lempeng tektonik di mana temperatur tinggi dari sumber panas bumi tersedia di dekat permukaan.

IV. SIMPULAN

Pembahasan energi panas bumi dalam penyediaan energi diatas menghasilkan beberapa simpulan, yaitu:

1. Energi panas bumi potensial untuk mengisi atau bahkan

mengganti kebutuhan sumber energi berbahan bakar fosil untuk pembangkitan tenaga listrik.

2. Potensi energi panas bumi di pulau Sumatra perlu dit-

ingkatkan pemanfaatannya untuk pembangkitan tenaga listrik dengan perhitungan kemungkinan penjualan energi listrik ke negara tetangga terdekat.

3. Dampak terhadap lingkungan relatif sangat kecil atau

dapat dikatakan tidak ada. Hal ini dikarenakan polusi yang timbul dapat dikontrol oleh sistim pemanfaatan energi panas bumi yang dipergunakan B. Saran

V.

I DE - I DE P ENGEMBANGAN

Dalam membahas suatu metode tentunya terdapat kelebihan dan kelemahan dari suatu metode. Namun dengan adanya metode - metode tersebut, sebagai pencari ilmu tentunya jurnal - jurnal tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi dalam mengembangkan berbagai metode untuk menyelasaikan permasalahan - permasalahan ketenaga listrikan salah satunya

3

yang telah kami bahas ini yaitu, Energi Panas Bumi (Geother- mal). Berikut poin - poin penjabaran mengenai ide kami untuk pengembangan isi jurnal :

1) Dikembangkan suatu metode dengan mempertemukan kedua jurnal ini untuk diintegrasikan. 2) Dengan mengembangkan energi panas bumi dapat men- jadi terobosan energi yang ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk pembangkit skala besar tanpa ada nya polusi 3) Jurnal seperti ini dapat dimanfaat kan untuk bahan pengajaran di kampus atau pun di instansi lainnya, supaya lebih banyak orang paham energi panas bumi. dengan orang paham energi panas bumi harapannya adalah beberapa tahun kedepan Indonesia dapat terlepas dari ketergantungan dengan menggunakan energi fosil yang suatu saat akan habis