Anda di halaman 1dari 5

SOP PENANGANAN ISPA (PNEUMONIA)

No. Kode :
Terbitan : 01
No. Revisi : 00
SOP Tgl. Mulai Berlaku : 2017

Puskesmas Sukatani Halaman : 1/5


Kepala Puskesmas
Sukatani

Dr Abdul Yayi
NIP.19731202 2008011 008
PENGERTIAN Suatu pemeriksaan yang dilakukan pada pasien yang datang ke Puskesmas
sehingga diketahui penyakitnya
TUJUAN Untuk menentukan diagnosa dan pemberian terapi pada balita sakit
KEBIJAKSANAAN Sebagai acuan penerapan langkah langkah melakukan penanganan atau
perawatan sehingga pasien mendapat pelayanan sesuai harapan
REFERENSI Sistem Manajemen Mutu ISO 90001-2008
STANDAR TENAGA Dokter, Bidan dan Perawat
STANDAR 1. SARANA NON MEDIS
SARANA DAN a. Meja 1-2 buah
PRASARANA b. Kursi 2-4 buah
c. Tempat tidur 1 buah
d. Blanko resep
e. Blanko rujukan
f. Wastafel dengan kran mengalir dan sabun cuci tangan
g. Tissue (lap tangan)
h. Kartu status anak
i. Computer
j. Form MTBS

2. SARANA MEDIS
a. Stetoskop
b. Thermometer
c. Soundtimer
d. Timbangan
e. Alcohol 70%
f. Kassa steril
g. Tempat sampah medis dan nom medis
PROSEDUR TETAP 1. Anamnesa
2. Pemeriksaan
3. Penegakkan diagnose
4. Pengobatan dan rujukan
5. Penyuluhan kepada orang tua

1/5
CARA 1. ANAMNESA
MELAKSANAKAN a. Identitas pasien
TIAP KEGIATAN b. Tanya apakah anak menderita batuk dan atau sukar bernapas, lama batuk
c. Tanya apakah anak 2 bulan - <5 tahun tidak bisa minum atau menetek;
apakah bayi <2 bulan kurang bisa minum atau menetek
d. Tanya apakah anak demam, berapa lama
e. Tanya apakah anak kejang

2. PEMERIKSAAN
Anak harus tenang dan dipangku ibu atau ditidurkan ditempat pemeriksaan
a. Frekwensi pernafasan yaitu dengan menghitung tarikan nafas pada
gerakan dinding dada dan melihatnya dengan hitungan waktu permenit
berapa kali
b. Apakah ada tarikan dinding dada/tarikan dinding dada kedalam dengan
cara melihat dinding dada bagian bawah pada celah intercosta dan
diamati apakah terjadi pada saat inspirasi
c. Apakah ada pernafasan cuping hidung : lihat pada cuping hidung yaitu
gerakan cuping hidung pada ekspirasi dan inspirasi
d. Mengukur suhu badan : dengan memakai thermometer, dimana
sebelumnya thermometer harus dibersihkan dengan kapas alcohol pada
ujungnya setelah itu digerak-gerakkan sampai air raksa pada titik 0, baru
diletakkan menempel pada ketiak dan dipertahankan selama 5 menit
setelah itu dilepas dan dilihat dengan sejajar dengan mata dan suhu
dicatat kemudian ujung thermometer dibersihkan dengan alcohol dan
diletakkan pada tempatnya
e. Apakah ada wheezing/stridor : dengan meletakkan stetoskop pada
dinding dada dan akan terdengar bunyi ngik pada waktu inspirasi itulah
suara wheezing. Begitu juga dengan stridor dengan mendekatkan telinga
pemeriksa ke mulut anak/bayi untuk lebih jelas mendenga stridor.
f. Ukuran berat badan yaitu dengan timbangan bayi, untuk anak>2 tahun
yaitu dengan timbangan injak

3. PENEGAKAN DIAGNOSA
a. Umur < 2 bulan
Bila :
nafas cepat>60x / menit
Tarikan dinding dada kuat
Maka itu adalah pneumonia berat
Bila :
nafas <60x / menit
Tarikan dinding dada negative
Maka bukan pneumonia
b. Umur 2 bulan <5 tahun
Bila ada tarikan dinding dada kedalam (bila ada wheezing berulang-
ulang)
Maka itu adalah Pneumonia Berat
Bila :
2/5
2 bulan < 12 bulan : 50 x /menit
12 bulan < 5 tahun : 40 x/menit
Maka itu adalah Pneumonia
Bila tarikan dinding dada kedalam negative
Nafas cepat negative
12 bulan < 5 tahun < 40x/menit
1 -<5 tahun < 40x/menit
Maka itu Bukan Pneumonia

4. PENGOBATAN DAN RUJUKAN


A. < 2 bulan
1. Pneumonia berat
Rujuk ke Rumah Sakit
Antibiotic yaitu kotrimoksasol 1/8 tab
Wheezing ada : obati dengan salbutamol <10 kg tablet W-
19 kg 1 tab
2. Bukan Pneumonia
Nasihat dan perawatan di rumah
Jaga agar tidak kedinginan dengan cara diberi selimut
ASI teruskan dan lebih sering
Bersihkan sumbatan hidung dan kapas lidi dimasukkan pada
lubang hidung untuk membersihkan lendirnya
Anjuran kontol bila
Nafas cepat
Sulit bernafas
Sulit minum
Kejang kejang
B. 2 bulan < 5 tahun
1. Pneumonia berat
Rujuk ke RS
Antibiotic dengan kotrimoksasol
2-6 bln tablet
6 bulan 3 tahun tablet
3 5 tahun 1 tablet
Wheezing ada obati dengan salbukanol
< 10 kg : tablet
10-19 kg 1 tablet
2. Pneumonia
Nasihat dan perawatan di rumah
Antibiotic selama 5 hari yaitu dengan kotrimoksasol
2 bln 6 bln tab
6 bln 3 th tab
3 th 5 th 1 tab
Anjuran control 2 hari/lebih cepat bila keadaan memburuk
Demam obati dengan paracetamol
2 bln 6 bln tab
3/5
6 bln 3 th tab
3 th 5 th 1 tab
Kompres dengan air biasa yang ditaruh pada baskom dengan
memakai saputangan handuk yang dikompreskan pada dahi anak
sebelumnya diperas lebih dulu
3. Bukan Pneumonia
Batuk >30 hari rujuk
Bila ada penyakit lain obati sesuai dengan penyakitnya
Nasehat untuk perawatan dirumah kemudian ibu diberi penjelasan
yang cukup jelas dan dimengerti oleh ibu. Dan ucapkan terima
kasih karena ibu sudah merawat anaknya dan ucapan semoga lekas
sembuh dan control kembali

5. PENYULUHAN KEPADA IBU BALITA


Menjelaskan pada ibu/pengantar (nafas sesak cepat, sulit minum, sakit
parah, kejang)
a. Anjuran control 2 hari kemudian pada anak dengan pneumonia
b. Kembali bila keadaan memburuk
c. Cara pemberian obat
d. Cara pengobatan / perawatan dirumah (makan cukup, bersihkan
hidung, minum lebih banyak dan obat obatan )
e. Menjaga makanan yang semakin memperparah penyakit missal
gorengan dan es
f. Hindari merokok dalam ruangan
Unit Terkait Loket,Klinik Umum,
Tim Mutu Puskesmas
Koordinator Pelayanan Puskesmas
Distribusi Loket,Klinik Umum,
Tim Mutu Puskesmas
Koordinator Pelayanan Puskesmas
Rekaman Historis

4/5
No Halman Yang Dirumah Perubahan Dipelukan tgl

Pelaksana Mutu Baku

Uraian Prosedur Ket

Ptg loket

perawat
px

apotek
dokter
Kelengkapan Waktu Output

1. Pasien ambil nomor antrian

2. Petugas loket memanggil sesuai nomor antrian dan


memasukkan ke dalam computer sambil menyerahkan status
pasien

3 Pasien masuk ke BP/KIA dan dianamnesa (tensi, suhu, RR,


nadi) sesuai keluhan oleh perawat

4 Setelah dilakukan anamnesa sesuai keluhan kemudian


dikonsulkan oleh dokter dan dilakukan pemeriksaan fisik
kemudian dokter memberikan resep obat untuk diserahkan ke
apotek. Jika perlu rujuk ke RS.

5 Apotek menerima resep dari dokter sesuai indikasi pasien


dan menyerahkan obat ke pasien tersebut.

6 Setelah menerima obat dari apotek pasien pulang.

5/5