Anda di halaman 1dari 6

A.

Anatomi dan fisiologi payudara


1.Anatomi payudara

Setiap manusia pada umunya mempunyai payudara, tetapi anatara laki-laki dan perempuan
berbeda dalam fungsinya payudara yang matang adalah salah satu tanda kelamin sekunder dari
seorang gadis dan merupakan salah satu organ yang indah dan menarik. Lebih dari itu untuk
mempertahankan kelangsungan hidup keturunannya maka organ ini menjadi sumber utama dari
kehidupan, karena air susu ibu atau (ASI) adalah makanan bayi yang sangat penting terutama pada
bulan bulan pertama kehidupan. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara yang beratnya
kurang lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.

Pada payudara terdapat 3 bagian utama, yaitu :

a. Korpus ( badan), yaitu bagian yang membesar. Alveolus, yaitu unit terkecil yang
memperoduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel
otot polos dan pembuluh darah. Lobus, yaitu kumpulan dari alveolus lobus, yaitu beberapa
lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada setiap payudara.
b. Aerola, yaitu bagian yang kehitaman letaknya mengelilingi puting susu dan berwarna
kegelapan yang disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen pada kulitnya.
Perubahan warna ini tergantung pada corak kulit dan adanya kehamilan. Pada wanita yang
corak kulitnya kuning langsat akan berwarna jingga kemerahan, bila kulitnya kehitaman
maka warnanya lebih gelap. Selama kehamilan warna akan menjadi lebih gelap, dan warna
ini akan lebih menetap selanjutnya, jadi tidak akan kembali lagi seperti warna asli semula.

2. Fisiologi payudara

Payudara mengalami 3 perubahan yang di pengaruhi hormon.

Perubahan yang pertama ialah mulai masa hidup anak melalui masa pubertas, masa
pertilitas, sampai kelimakterium dan monopous. Sejak pubertas pengaruh ekstrogen dan
progesteron yang di produksi ovarium dan juga hormon hipofise, telah menyababkan duktus
berkembang dan timbulnya atinus.

Perubahan yang kedua, adalah perubahan dengan daur menstruasi. Sekitar hari kedelapan
menstruasi payudara jadin lebih besar dan pada beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya
terjadi pembesaran maksimal.kadang-kadang timbul benjolan yang nyeri dan tidak rata selama
beberapa hari menjelang menstruasi payudara menjdai tegang dan nyeri sehingga pemeriksaan
fisik, terutama palpasi, tidak mungkin dilakukan.pada waktu itu pemeriksaan foto mammogram
tidak berguna karena kontraksi kelenjar terlalu besar.begitu menstruasi mulai semuanya
berkurang.

Perubahan ketiga terjadi waktu hamil dan menyusui.pada kehamilan payudara menjadi
besar karena epitel duktus lobul dan duktus aveolus berpoliferasi, dan tumbuh duktus baru.sekresi
hormon prolactin hipofisis anterior memicu laktasi.air susu diproduksi oleh sel-sel aveolus,
mengisi asinus, kemudian dikeluarkan melalui duktus keputing susu(samsuhidrajat,1997,hal:534-
535)

3.proses laktasi

Laktasi merupakan bagian terpadu dari proses reproduksi yang memberikan makanan bayi secara
ideal dan alamiah serta merupakan dasar biologik dan fisiologik yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan, air susu ibu (ASI) merupakan makanan ideal bagi pertumbuhan neonatus.sejumlsh
komponen yang terkandung didalamnya, asi sebagi sumber nutrisi untuk pertumbuhan dan
perlindungan pertama terhadap infeksi. Proses pembentukan air susu merupakan suatu proses yang
kompleks melibatkan hipotalamus, pitupitari dan payudara, yang sudah mulai saat fetus sampai
pada msa paska persalinan.asi yang dihasilkan memiliki komponen yang tidak konstan dan tidak
sama dari waktu ke waktu tergantung stadium laktasi.dengana terjadinya kehamilan pada wanita
akan berdampak pada pertumbuhan payudara dan proses pembentukan air susu (Laktasi).

Proses ini timbul setelah ari-ari atau plasenta lepas, plasenta mengandung hormon penghambat
prolactin (hormon plasenta) yang menghambat pembentukan asi setelah plasenta lepas, hormon
plasenta tersebut tak ada lagi sehingga susu pun keluar.

a. Pengaruh hormon
Mulai dari bulan ketiga kehamilan,tubuh wanita memperoduksi hormon yang mestimulasi
munculnya ASI dalam sistem payudara. Proses bekerjanya hormon dalam mengahsilakan
ASI adalah sebagai berikut :
1. Saat bayi menghisap,sejumalah sel saraf di payudara ibu mengirimkan pesan ke
hipotalamus.
2. Ketika menerima pesan itu,hipotalamus melepas rem penahan prilaktin.
3. Untuk mulai menghasilkan ASI prolaktin yang dihasilkan kelenjar pituitary
merangsang kelenjar-kelenjar susu di payudara ibu.

Hormon-hormon yang terlibat dalam proses pembentukan ASI adalah sebagai berikut
:

1. Progestron : Memengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveolu. Kadar progestron


dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ii menstimulasi produksi
ASI secara besar-besaran
2. Estrogen : Menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar
3. Prolaktin : Berperan dalam membesarkan alveoli pada masa kehamilan.
4. Oksitosin : Mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat melahirkan dan
setelah, seperti halnya juga dalam orgasme.
5. Human placenta lactogen (HPL) : Sejak bulan kedua kehamilan, plasenta
mengeluarkan banyak HPL yang berperan dalam pertumbuhan payudara puting
dan aerola sebelum melahirkan.
b. Proses pembentukan laktogen
Pada fase terakhir kehamilan, payudara wanita memasuki fase laktogenesis 1. Saat itu
payudara memproduksi kolostrum, yaitu berupa cairan kental yang kekuningan. Pada saat
itu, tingkat progesterone yang tinggi mencegah produksi ASI yang sebenarnya. Namun,
hal ini bukan merupakanaa masalah medis. Apabila ibu hamil mengeluarkan (bocor)
kolostrum sebelum bayinya lahir, hal ini bukan merupakan indikasi sedikit atau banyaknya
prodiksi ASI sebenarnya nanti.

2) Laktogenesis ll
Saat melahirkan, keluarnya plasenta menyebabkan turunnya tingkat hormon progesteron,
esterogeb, dan HPL secara tiba-tiba, namun hormon prolaktin tetap tinggi. Hal ini
menyebabkan produksi ASI besar-besaran yang dikenal denagan fase Laktogenesis ll.
Apabila payudara dirangsang, level prolaktin dalam darah meningkat, memuncak dalam
periode 45 menit, dan kemudian kembali ke level sebelum rangsangan tiga jam kemudian.
Keluarnya hormon prolaktin menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI,
dan hormon ini juga keluar dalam ASI itu sendiri. Penelitian mengindikasikan bahwa
jumlah prolaktin dalam susu lebih tinggi apabila produksi ASI lebih banyak, yaitu sekitar
pukul 02.00 dini hari hingga 06.00 pagi, sedangkan jumlah prolaktin rendah saat payudara
terasa penuh.
3) Laktogenesisi lll
Sistem kontrol hormon endokrin mengatur produksi ASI selama kehamilan dan beberapa
hari pertama ASI yang telah terkumpul di dalamnya mengalir ke saluran-saluran ductus.
Oksitosin akan bekerja memacu refleks pengeluaran ASI atau refleks oksitosin yang juga
disebut milk let down/milk ejection reflek (MER)/let-down reflek(LDR). Saat terjadi
LDR banyak ibu merasakan gejala sensasi sedikit nyeri juga ada yang merasa rileks namun
ada juga yang tidak merasakan apa-apa sama sekali.
Tanda yang bisa diamati saat terjadi LDR adalah keluarnya ASI dari payudara yang sedang
tidak digunakan, juga perubahan pola hisapan bayi dari cepat dan dangkal menjadi lambat,
dalama dan tanda bayi menelan ASI, terdengar suara bayi menelan ASI atau terlihat sedikit
susu di sudut mulut bayi.Pada saat itu ibu memerah LDR bisa diamti dengan tanda
keluarnya aliran ASI yang deras dari payudara. Jika ibu memompa atau memerah ASI, ASI
akan tampak memancar ke seluruh arah.

a. Adanya sensasi sakit seperti diperas atau menggelenyar di dalam payudara sesaat sebelum
ataua selama menyusui bayinya.

b. ASI mengalir dari payudara saat dia memikirkan bayinya, atau mendengar bayinya menagis.

c. ASI menetes dari payudara yang lain, ketika bayinya menyusu.

d. ASI mengalir dari payudara dalam semburan halus jika bayi melepaskan payudara saat
menyusu.

e) Adanya nyeri yang nyeri berasal dari kontraksi kadang diiringi dengan keluarnya darah
lochia selama menyusui di hari-hari pertama.

f.Isapan yang lambat dan tegukan oleh bayi,menunjukan ASI mengalir dan ditelan oleh bayi.

g. Ibu merasa haus

Menstimulasi reflek oksitosin aktif atau reflek pengeluaran ASI (let-down reflex 0 sangat penting
saat menyusui maupun memr ASI (let-down reflex 0 sangat penting saat menyusui maupun
memerah ASI untuk mengeluarkan ASI secara efektif dari payudara. Hanya sedikit ASI yang ada
di puting dan tanpa menstimulasi LDR akan banyak ASI yang masih tertinggal di jaringan
payudara ibu.

Cara membangkitkan lt-down reflek (LDR) dengan memanggil oksitosin :

a. Ibu menyusui bayi di tempat yang tenang dan nyaman

b. Lakukan relaksasi : Mandi air hangat, kompres hangat di punggung dan pundak, pijak
oksitosin, lakukan relaksasi pernafasan, minum hangat, pangcing pikiran-pikiran positif
(hypnobreastfeeding) dan ambil posisi yang nyaman.

c. Segera menyusui sebelum bayi menangis kelaparan. Kenali tanda bayi lapar. Jika bayi
terlanjur menangis biasaanya ibu akan panik dan stress sehingga sulit terjadi LDR.

d. Lakukan kontak kulit dengan bayi : Buka bedong, baju sarung tangan bayi, pakaian popok
saja. Jika dingin bisa pakaikan kaus kaki, topi serta ibu dan bayi berselimutan bersama. Tetapi
hangat dan tetap terjadi kontak kulit.

e. Rangsangan payudara : Pijat payudara dengan lembut atau usap kulit payudara dengan sisir
dari arah luar ke arah puting.

f. Lakukan stimulasi puting : Gulung-gulung, gelitikin atau puntir-[untir puting diantara jari
telunjuk dan ibu jari sampai terasa sensasi ASIA KELUAR

G. Kompres hangat di payudara, bisa juga menyemprotkan air hangat ke payudara (Misalnya
memakai shower ).

h. Ibu juga bisa meminta bantuan untuk pemijatan oksitosin. Pijat oksitosin dilakukan dengan
cara memijat area di sekitar tulang punggung (vertebra pars thoratica) untuk merangsang
keluarnya oksitosini. Oksitosin juga berfungsi menyebabkan kontraksi rahim. Kontrasi ini
membantu mengurang pendarahan, namun kadang dapat menyebabkan nyeri rahim dan
keluarnya darah selama menyusui di beberapa hari pertama. Nyerinya bisa sangat hebat.

3. Pemacu munculnya oksitosin :

Saat ibu merasa puas, bahagia,percaya diri bisa memberikan ASI pada bayinya,
memikirkan bayinya dengan penuh kasih dan perasaan positif lainnya akan membuat reflek
oksitosin bekerja. Begitu juga dengan sensasi menggendong,menyetuh, mencium, menatap
atau mendengar bayinya menangis juga dapat membantu reflek oksitosin. Oksitosin akan mulai
bekerja saat, ibu berharap bisa memberikan ASI bagi bayinya saat bayo mulai menghisap
payudaranya.

Penghambat munculnya oksitosin ;

a .Perasaan negatif, kesakitan ,khawatir, ragu-ragu, kecewa dan stress dalam keadaan darurat akan
menghambat reflek oksitosin juga mengakibatkan pancaran ASI-nya berhenti. Opiate dan
endorphin B yang dilepaskan saat seseorang dalam tekanan.

b. Jika oksitosin sedikit, maka LDR akan terhambat sehingga ASI tidak bisa keluar dari payudara
dari payudara (Neville 2001), meski payudara terasa kencang dan penuh. Payudara seperti tidak
bisa membuat ASI lagi, padahal payudara tetap memproduksi ASI, namun tidak hanya mengalir
keluar sehingga bayi susah mendapatkannya.

c. Efek ini hanyalah sementara dan dapat kembali seperti semula. Oleh sebab itu ibu menyusui
perlu mendapatkan dukungan dan kenyamanan untuk membuatnya tenang juga terus menyusui
bayinya. Apabila bayinya menyusu, ASI dapat keluar kembali.

d. Seorang ibu perlu berada dekat dengan bayinya, sehingga ia dapat melihat, menyentuh dan
meresponnya. Ini membantu tubuhnya untuk menyusui dan membantuASI-nya mengalir. Bila ibu
terpisah diantara waktu menyusui, reflek oksitosin mungkin tidak terlalu mudah bekerja. Oleh
karena itu, kontak kulit antara ibu dan bayi sangat penting untuk memfasilitasi terjadinya refleks
oksitosin.

e. Manfaat oksitosin tidak hanya untuk efek aliran ASI, namun juga bagi psikologis ibu dan bayi.

f. Oksitosin ini juga disebut sebagai hormon cinta karena membantu ibu mencintai bayinya dan
tenang. Oksitosin juga memiliki