0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
198 tayangan4 halaman

RPC (Remote Procedure Call)

1. RPC memungkinkan akses prosedur yang berada di komputer lain dengan server menyediakan layanan remote procedure dan client dapat mengaksesnya melalui socket. 2. ROI atau RMI merupakan pengembangan lebih lanjut dari RPC dengan mengimplementasikan konsep pemrograman berorientasi objek dengan memungkinkan pemanggilan method remote pada objek yang berada di komputer lain. 3. Perbedaan antara RPC dan RMI adalah RMI lebih fleksibel

Diunggah oleh

Merinda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
198 tayangan4 halaman

RPC (Remote Procedure Call)

1. RPC memungkinkan akses prosedur yang berada di komputer lain dengan server menyediakan layanan remote procedure dan client dapat mengaksesnya melalui socket. 2. ROI atau RMI merupakan pengembangan lebih lanjut dari RPC dengan mengimplementasikan konsep pemrograman berorientasi objek dengan memungkinkan pemanggilan method remote pada objek yang berada di komputer lain. 3. Perbedaan antara RPC dan RMI adalah RMI lebih fleksibel

Diunggah oleh

Merinda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

RPC (Remote Procedure Call)

Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk
mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah
server harus menyediakan layanan remote procedure. Pendekatan yang dilakuan adalah sebuah
server membuka socket, lalu menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server.
Bila client tidak tahu harus menghubungi port yang mana, client bisa me-request kepada sebuah
matchmaker pada sebuah RPC port yang tetap. Matchmaker akan memberikan port apa yang
digunakan oleh prosedur yang diminta client. RPC ini merupakan suatu protokol yang
menyediakan suatu mekanisme komunikasi antar proses yang mengijinkan suatu program untuk
berjalan pada suatu komputer tanpa terasa adanya eksekusi kode pada sistem yang jauh (remote
system).

1.1 Fitur RPC


Fitur-fitur dalam RPC diantaranya :
Batching calls
Fitur Batching calls mengijinkan client untuk mengirim message calls ke server dalam
jumlah besar secara sequence ( berurutan ). Batching menggunakan protokol streaming
byte seperti TCP / IP sebagai mediumnya. Pada saat melakukan batching, client tidak
menunggu server untuk memberikan reply terhadap tiap messages yang dikirim, begitu
pula dengan server yang tidak pernah mengirimkan messages reply.
Broadcasting Calls
Fitur Broadcasting mengijinkan klien untuk mengirimkan paket data ke jaringan dan
menunggu balasan dari network. FItur ini menggunakan protokol yang berbasiskan paket data
seperti UDP/IP sebagai mediumnya. Broadcast RPC membutuhkan layanan port mapper RPC
untuk mengimplementasikan fungsinya.
Callback Procedures
Fitur Callback Procedures mengijinkan server untuk bertindak sebagai klien dan
melakukan RPC callback ke proses yang dijalankan oleh klien.
Menggunakan select Subrutin
Fitur ini akan memeriksa deskripsi dari suatu file dan messages dalam antrian untuk
melihat apakah mereka siap untuk dibaca (diterima) atau ditulis (dikirim), atau mereka
dalam kondisi ditahan sementara. Prosedur ini mengijinkan server untuk menginterupsi
suatu aktivitas, memeriksa datanya, dan kemudian melanjutkan proses aktivitas tersebut.

1.2 Model dan Cara Kerja RPC


Prosedur call umumnya berkaitan dengan penggunaan stack, penyimpanan parameter yang
diterima dalam stack tersebut dan pengalokasian ruang untuk lokal variabel. Namun selain itu ada
yang disebut dengan Prosedur Call remote, yang berarti pelaksanaan proses diatas namun pada
suatu sistem lain yang berhubungan melalui suatu jaringan. Sistem prosedur remote ini memiliki
cara kerja yang sedikit banyak mirip, namun berbeda dengan prosedur call biasa.
Tiap prosedur yang dipanggil dalam RPC, maka proses ini harus berkoneksi dengan server
remote dengan mengirimkan semua parameter yang dibutuhkan, menunggu balasan dari server
dan melakukan proses kemudian selesai. Proses di atas disebut juga dengan stub pada sisi klien.
Sedangkan Stub pada sisi server adalah proses menunggu tiap message yang berisi permintaan
mengenai prosedur tertentu. Server harus membaca tiap parameter yang diberikan, kemudian
memberikan prosedur lokal yang sesuai dengan permintaan dan parameter. Kemudian setelah
eksekusi, server harus mengirimkan hasil kepada pihak pemanggil proses.

1.3 Kelebihan RPC


Relatif mudah digunakan
Pemanggilan remote procedure tidak jauh berbeda dibandingkan pemanggilan local
procedure. Sehingga pemrogram dapat berkonsentrasi pada software logic, Komunikasi
Hal. 6 Sistem Terdistribusi tidak perlu memikirkan low level details seperti socket,
marshalling & unmarshalling.
Robust (Sempurna)
Sejak th 1980-an RPC telah banyak digunakan dlm pengembangan mission-critical
application yg memerlukan scalability, fault tolerance, & reliability.

1.4 Kekurangan RPC


Tidak fleksibel terhadap perubahan
Static relationship between client & server at run-time.
Berdasarkan prosedural/structured programming yang sudah ketinggalan jaman
dibandingkan OOP.
2. ROI (Remote Object Invocation)

Meskipun teknologi RPC ini relatif sudah memberikan kenyamanan bagi developer, tapi
perkembangan yang terjadi di bidang pemrograman berorientasi objek akhirnya menuntut
kehadiran teknologi baru. ROI merupakan sebuah teknik pemanggilan method remote yang secara
umum lebih baik daripada RPC. ROI ini merupakan teknologi berbasis object yang sudah terbukti
bagus untuk pengembangan aplikasi stand alone. Ada dua istilah dalam remote object yaitu :
1. Proxy
Mirip dengan client stub dalam RPC dimana implementasi interface object sesungguhnya
berada di mesin yang lain. Proxy berjalan di address space client.
2. Skeleton
Mirip dengan server stub dalam RPC.

Implementasi dari ROI sendiri adalah RMI (Remote Method Invocation). RMI merupakan
teknologi DS yang memungkinkan sebuah JVM memanggil metode sebuah object yang berjalan
di JVM yang lain. RMI memungkinkan kita untuk mengirim obyek sebagai parameter dari remote
method. Dengan dibolehkannya program Java memanggil method pada remote obyek, RMI
membuat pengguna dapat mengembangkan aplikasi Java yang terdistribusi pada jaringan. Aplikasi
RMI sering terbagi menjadi dua bagian yaitu server dan client. Server mempunyai beberapa remote
objects, dan referencenya serta menunggu jika client ingin memanggil remote object tersebut.
Sedangkan Client mendapatkan remote refernce untuk satu atau lebih remote object di dalam
server, dan kemudian memanggil metode di dalamnya. RMI menyediakan mekanisme sehingga
server dan client dapat berkomunikasi dan tukar menukar informasi timbal balik. Aplikasi seperti
ini disebut dengan distributed object application.
Aplikasi terdistribusi dengan Java RMI terdiri atas interfaces and classes. Interfaces
mendifinisikan methods sedangkan class mengimplementasikan metode yang didefinisikan
didalam interfaces Objects (perwujudan dari class) yang mempunyai metode tersebut (yang dapat
dipanggil dari jauh) disebut dengan remote objects. Suatu object akan menjadi remote jika
mengimplementasikan suatu remote interface, yang mempunyai karakteristik sbb :
1. RMI memperlakukan remote object berbeda dengan yang non-remote object, ketika object
tersebut dikirim ke VM yang lain.
2. Selain membuat copy object ke VM penerima, RMI mengirim satu remote stub untuk satu
remote object.
Stub ini beraksi sebagai perwakilan lokal, proxy, untuk remote object tsb, dan untuk
pemanggilnya, remote reference.
Remote reference memanggil metode pada stub lokal, yang bertanggung jawab untuk
memanggil ke remote object.
Stub (untuk remote object) meng-implements remote interfaces yang remote object juga meng-
implements

Anda mungkin juga menyukai