Anda di halaman 1dari 2

1.

Menurut Thompson (1974) dalam bukunya Modern Transport Economics salah


satu alasan adanya perpindahan dalam dunia modern adalah:
“Industry requires a multiplicity of diverse to inputs which must be collected from
wide-ranging source and also, to permit the necessary level of specialisation,
extensive market areas must be tapped and served”
Jelaskan alasan tersebut dengan pemahaman anda!

Jawab:
penggalan kutipan Thompson mengatakan bahwa “industri memerlukan banyaknya keragaman.....”
yang berarti perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh
keanekaragaman industri daerah tersebut. Makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu
daerah atau negara, maka akan membuat suatu kemajuan, seperti: makin banyak jumlah industri
dan makin kompleks juga sifat kegiatan dan usaha tersebut, dan mendorong juga pangsa pasar yang
tinggi, sehingga membuat permintaan moda transportasi menjadi meningkat dan terjadilah
perpindahan. Jikalau area pemasaran sudah terpenuhi dan terlayani maka terjadilah perpindahan
tersebut

2. Jelaskan hubungan antara perkembangan kawasan industri dengan transportasi,


aksebilitas dan nilai tanah serta tata guna lahan!

Jawab:
aksebilitas merupakan penggabungan antara sistem pengaturan tata guna lahan secara geografis
dengan sistem jaringan transportasi yang menghubungkannya. Aksebilitas itu sendiri dapat
dikatakan sebagai kemudahan akses untuk berinteraksi dengan lokasi tata guna lahan satu dengan
lainnya, sistem transportasi itulah yang membuat suatu akses menjadi mudah atau sulit.
Tata guna lahan sendiri merupakan tempat terjadinya segala suatu kegiatan. Disinilah hubungan itu
terjadi, jikalau sistem transportasi nya terganggu (contohnya seperti macet) maka akan
mengakibatkan terganggu nya tata guna lahan (aktivitas manusia). Dan sebaliknya, sia sia juga jikalau
tidak ada transportasi yang melayani tata guna lahan tersebut pastinya akan terbengkalai.
Bergerak nya suatu industri dapat dikatakan maju jikalau banyaknya permintaan barang dari
masyarakat. Sehingga distribusi barang jadi meningkat. Untuk mendistribusikan barang
diperlukannya transportasi. Aksebilitas dapat dikatakan baik jikalau waktu tempuh transportasi
mempunyai kinerja yang baik. Kemacetan akan mengganggu tata guna lahan, sehingga berdampak
pada terganggunya perkembangan industri.

3. Menurut Button (1993) dalam transport Economics setidaknya ada 4 faktor yang
mempengaruhi permintaan transportasi. Sebut dan jelaskan 4 faktor tersebut!
Jawab:
1. Elastisitas
Elastisitas harga merupakan inti dari permintaan pada transportasi yang mengarahkan ke terjadinya
variasi biaya. Contohnya, elastisitas biaya -0.5 pada penggunaan kendaraan yang terambil dari biaya
operasional kendaraan akan mengakibatkan adanya peningkatan 1% pada biaya operasi dan
menyebabkan penurunan 0.5% jarak tempuh suatu kendaraan.
2. Biaya masuk
Biaya masuk merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan sebuah kendaraan pada
sistem transportasi. Di beberapa sektor, contohnya di maritim, transportasi udara, harga biaya
masuk nya sangat tinggi. Tidak seperti kendaraan truk, mobil, dll, hanya membutuhkan biaya yang
rendah. Biaya yang tinggi akan membuat suatu perusahaan mempertimbangkan dengan serius
jikalau ada permintaan tambahan sebelum menambahkan kapasitas penumpang/barang.
3. Penurunan Harga
Jikalau terjadi penurunan harga, maka yang terjadi adalah adanya peningkatan permintaan
transportasi. Namun terkadang penurunan harga tidak berbanding lurus dengan kualitas yang
disediakan. Moda transportasi tersebut bisa murah karena kurang fasilitas, atau rusak,dll.
4. Kualitas
Jikalau kualitas yang disediakan bagus, maka orang-orang tidak akan ragu untuk
memakai/menggunakan jasa transportasi tersebut. Inilah yang membuat demand pada transportasi
jadi meningkat

4. Dalam investasi dan operasional sarana transportasi dikenal adanya fixed cost dan
variable cost. Jelaskan dan berikan contoh apa yang dimaksud dengan fixed cost dan
variable cost dalaminvestasi operasional TransJakarta!

Jawab:
fixed cost adalah biaya yang dalam periode waktu tertentu jumlahnya tetap dan nilai nya tidak
bergantungan pada pengoperasian kendaraan. Contoh fixed cost pada transjakarta:
1. Biaya pengoperasian kendaraan
Biaya pengoperasian kendaraan dikeluarkan untuk biaya STNK, retribusi terminal, dll dan biaya
untuk pegawai diluar kondektur dan pengemudi
2. Gaji Karyawan Tetap
Karyawan tetap disini adalah para supir Transjakarta dan kondekturnya. Selain itu diberikan
tunjangan juga diluar gaji seperti seragam, biaya pengobatan,dll.
3. Asuransi
Asuransi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan jikalau nantinya terjadi kecelakaan
kerja atau hal-hal yang diluar perkiraan.
4. Biaya Bunga
Jikalau Transjakarta meminjam kendaraan kendaraan dari pihak ketiga maka adanya biaya bunga
dan berdasarkan pada laju inflasi.
5. Biaya Tambahan
Biaya ini merupakan biaya penting lainnya yang tidak termasuk golongan biaya diatas. Contoh dari
biaya tambahan seperti biaya listrik, biaya internet, biaya telepon, biaya PAM, dll.
Variable Cost adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan pengoperasian
kendaraan. Contoh dari variable cost pada transjakarta adalah:
1. Depresiasi
Depresiasi merupakan penyusutan kendaraan akibat pemakaian. Terjadi karena jarak tempuh
kendaraan dan umur kendaraan itu sendiri. Depresiasi diadakan dengan tujuan untuk
mengembalikan modal yang diinvestasikan dalam bentuk dana cadangan.
2. Biaya Bahan Bakar Kendaraan
3. Biaya Perawatan Ban
4. Biaya Perawatan OLI
5. Biaya pemeliharaan Kendaraan
Yang termasuk biaya pemeliharaan kendaraan seperti: biaya service dan pembelian alat suku
cadang.