Anda di halaman 1dari 3

BAHAN PERSENTASI

 SLIDE 1
PROFIL PERUSAHAAN
Nama Perusahaan : PT. PELABUHAN TANJUNG PRIOK
Alamat Perusahaan : Jl. Raya Pelabuhan No. 9 Jakarta Utara
Bentuk Hukum Perusahaan : BUMN
Bidang Usaha : Pelayanan Jasa Kapal, Jasa Barang, Jasa Fasilitas Pelabuhan
Dan disini kita akan membahas (masuk slide 2)

 SLIDE 2
Bacain aja

 SLIDE 3
 Stuffing (muat): atau bisa di sebut loading, yaitu proses pemuatan barang ke
dalam container.
 Shipper : pengirim barang. Kalo pemilik barang itu namanya owner. Kalo
penerima barang atau bisa jadi pemilik namanya consignee.
(Shipper:Shipper adalah Exportir atau si Pengirim barang.
Consignee : Consignee adalah Importir atau si Penerima barang.)

 Proses sales : yang menawarkan jasa pengiriman barang. Di sales ini ada
kesepakatan. Jadi missal eksportir mau kirim barang, dia nyari shipper dulu
baru terjadi proses sales. Adapun misalkan dari shipper langsung ke planner
itu gak bisa, jadi harus melalui proses sales dulu baru masuk ke
planner/administrasi.

 Planner/administrasi : tugasnya menginput barang (jenis barang, pemilik


barang, bobot barang, tujuan barang akan dikirim)

 Tally sheet :daftar/catatan perhitungan banyaknya muatan yang di bongkar


oleh kapal.

 Petugas lapangan :karyawan yang bertugas mengawasi kegiatan muat barang


ekspor.

 Pengecekan container: proses pengecekan stuffing/muat petikemas dimana


ini merupakan tugas pengecekan fisik dari beacukai ketika bongkar
container/peti kemas.
 Penyerahan container : bisa disebut sebagai system consignee, merupakan
ekspor barang yg dilakukan sesudah adanya kesepakatan antara eskportir
dengan shipper, yang selanjutnya diurus oleh shipper hingga sampai ke
consignee.

 Kegiatan stuffing : proses pemuatan barang eskpor ke dalam container.

 Penguncian seal : bertujuan supaya isi di dalam container nya ini aman.

 Administrasi : menerima booking konfirmasi dari pelayaran.

Proses pelayanan stuffing:


 Pengguna jasa mengajukan permintaan pelayanan stuffing kepada
pelaksana administrasi dengan dilengkapi DWI,SPK,RO dari pelayaran
yang telah di setujui
 Pelaksana administrasi menerima permintaan pelayanan dari pengguna
jasa dan melakukan verifikasi dokumen
 Pelaksana administrasi mengeluarkan tally sheet stuffing untuk
diserahkan kepada petugas operasional lapangan
 Pelaksana lapangan menerima DWI atau SPK atau RO dan tally sheet
dari pemilik barang tau shipper
 Pelaksana lapangan memilih petikemas yang akan di stuffing berdasarkan
kegiatan acc dari pihak pelayaran
 Setelah barang berada di area stuffing, pelaksana operator forklift atau
TKBM melakukan kegiatan stuffing
 Pada saat pelaksanaan stuffing, preflx nomor petikemas,nama barang,
jumlah barang dan kondisi barang dicatat dalam tally sheet oleh
pelaksana lapangan dan di tanda tangani oleh pengguna jasa.
 Selanjutnya, setelah selesai dilakukan stuffing, pintu petikemas di kunci
gembok jika masih proses dan di segel oleh pemilik barang jika barang
tersebut sudah full.
 Pelaksana lapangan menyerahkan DWI atau SPK dan tally sheet stuffing
yang telah dicatat nomor petikemas kepada pelaksana administrasi untuk
diinput.
 Pelaksana adminitrasi menyerahkan DWI atau SPK atau RO yang telah
diinput kepada pihak pelayaran.

 SLIDE 4
 Stripping (bongkar)
 Truk container masuk ke lapangan/terminal peti kemas
 Petugas gate in memeriksa fisik (segel) peti kemas dan dokumennya
 Bon bongkar diberikan ke petugas lapangan untuk bisa di bongkar/stripping
 Operator reach stacker menurunkan peti kemas dari truk ke lapangan dan
operator forklift membongkar isi peti kemas ke dalam gudang tertutup.
Sebelum di bongkar di cek juga oleh petugas bea cukai.
 Petugas billing mengurus SP2 (ada videonya)
 Petugas administrasi mencetak SP2 untuk diberikan ke supir truk
 Setelah di bongkar peti kemas tsb, peti kemas yang kosong tadi dibawa ke depo
container dengan membawa SP 2

Proses pelayanan peti kemas yg akan di stuffing:


 Pelaksana Gate Lapangan menerima surat jalan atau SP2 dari truck
pengangkt yang membawa petikemas isi dan cek fisik
 Supir truck pengangkut menyerahkan surat jalan atau SP2 kepada pihak
pelayaran untutk dibuatkan EIR IN petikemas isi
 Pelaksana administrasi menerima EIR petikemas isi yang di terima dan
mengeluarkan bon bongkar kepada supir truck pengangkut untuk
diserahkan kepada pelaksana operasional lapangan
 Pelaksana operasional lapangan menerima bon bongkar dan memberi
instruksi kepada pelaksana operator untuk melakukan lift off atau bongkar
petikemas di blok penumpakan petikemas isi atau di area stripping
 Petugas billing menerima EIR OUT untuk dibuatkan pranota sebagai
bahan dasar pencetakan nota
 Pelaksana adminitrasi menerima pranota dan mencetak SP2 petikemas

 SLIDE 5
DOKUMEN2 STUFFING DAN STRIPPPING:
 SPK adalah surat perintah kerja untuk pelaksana kegiatan stuffing dan
stripping
 EIR atau Equipment interchange receipt adalah dokumen yang berisi
tentang keadaan fisik kontainer
 Bon bongkar adalah dokumen yang berisi tentang jumlah buruh atau alat
yang dibutuhkan untuk kegiatan stuffing dan stripping
 Surat jalan adalah dokumen perintah jalan untuk supir yang dibuat oleh
pelayaran