Anda di halaman 1dari 25

MODUL KELOMPOK SAMUDERA

DI SUSUN OLEH :

1. Hafidzsyah Alfiana ( 5433163586 )


2. Sandra Aliftya Arum ( 5433163072 )
3. Rurin miniske ( 5433162891 )
4. Harji sunanda ( 5433164036 )
5. Wahyu wijaya ( 5433162873 )
6. Farid febrian putra ( 5433163109 )
7. Indra Lesmana ( 5433163285 )
8. Marsaleno dwi putra ( 5433163314 )
9. Wahab deva pradana ( 5433163022 )
10. Fadliyah nurbaya ( 5433163741)
11. Andika Eka putra ( 5433163909 )
12. Liviana rizha wulandari ( 5433163939 )
13. Ray salam ( 5433161533 )
14. Hanif fadhil alif ( 5433164142 )
15. Desya rezki amaliah ( 5433164705 )
16. Novita sari (5433164738 )
17. Fathul luthfi ( 5433164768 )
18. Nadhila aulia rahmi ( 5433164846 )
19. Rakha imaulanda H ( 5433164860 )
20. Riffo rahmansyah ( 5433164875 )

TRANSPORTASI 2016
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
DAFTAR ISI

Definisi menurut berbagai sumber …………………………………………. 1

Macam pelabuhan di tinjau dari berbagai fungsi, letak, jenis, dll …………3

Peranan dan fungsi pelabuhan ……………………………………………… 8

Fasilitas umum dan fasilitas penunjang di pelabuhan …...........................10

Jenis dermaga ………………………………………………………………….12

Pembagian wilayah pengelolaan pelabuhan di Indonesia ………………...16

Kriteria pemilihan letak pelabuhan ………………………………………… ..17

Pengaruh pelabuhan terhadap

perkembangan wilayah dan ekonomi ……………………………………… 22


SUB 1 : DEFINISI MENURUT BERBAGAI
SUMBER
PENGERTIAN TERMINAL PELABUHAN

Pengertian Pelabuhan Menurut Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 2001 Pasal 1 ayat 1,
tentang Kepelabuhanan, pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di
sekitarnya dengan batas – batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan
ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang
dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan
kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda
transportasi.

Menurut Triatmodjo (1992) pelabuhan (port) merupakan suatu daerah perairan yang
terlindung dari gelombang dan digunakan sebagai tempat berlabuhnya kapal maupun
kendaraan air lainnya yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan penumpang, barang
maupun hewan, reparasi, pengisian bahan bakar dan lain sebagainya yang dilengkapi dengan
dermaga tempat menambatkan kapal, kran-kran untuk bongkar muat barang, gudang transito,
serta tempat penyimpanan barang dalam waktu yang lebih lama, sementara menunggu
penyaluran ke daerah tujuan atau pengapalan selanjutnya. Selain itu, pelabuhan merupakan
pintu gerbang serta pemelancar hubungan antar daerah, pulau bahkan benua maupun antar
bangsa yang dapat memajukan daerah belakangnya atau juga dikenal dengan daerah
pengaruh. Daerah belakang ini merupakan daerah yang mempunyai hubungan kepentingan
ekonomi, Bengku, 9 maupun untuk kepentingan pertahanan yang dikenal dengan pangkalan
militer angkatan laut.

Menurut Robert Hronjeff dalam Planning and Design Airport, 1975 : Terminal adalah tempat
pertemuan dua sistem transportasi yang di lengkapi dengan fasilitas-fasilitas pelayanan dan
pemrosesan penumpang dan barang, serta administrasi.

Menurut Edward K Morlok Ahli Transportasi : Terminal adalah titik tempat penumpang dan
barang masuk dan keluar dalam satu jaringan sistem transportasi, dan menjadi titik
kemungkinan paling besar terjadinya kemacetan.

1
Menurut John Morris Dixon, seorang Jurnalis Arsitektur : Terminal adalah bangunan
dengan fungsi utama untuk memindahkan penumpang dan barang dari satu jenis kendaraan ke
kendaraan lain dalam satu jaringan transportasi.

Menurut GG Manem, 1959 : Terminal adalah suatu tempat yang mempunyai daerah yang
luas untuk menampung kegiatan penumpang dan barang serta merupakan stasiun penghubung
bagi suatu jalur angkutan.

FUNGSI TERMINAL PELABUHAN


a. Menurut John Morris Dixon, fungsi terminal adalah :
o Memuat penumpang atau barang keatas kendaraan transport.
o Memindahkan dari suatu kendaraan ke kendaraan lain.
o Menampung penumpang dan barang dari waktu tiba sampai dengan
waktu berangkat.
o Kemungkinan untuk memproses barang membungkus untuk di angkut.
o Menyediakan kenyamanan penumpang.
o Menyediakan dokumentasi perjalanan.
o Menentukan rute perjalanan.
o Penjualan/pemesanan tiket penumpang.
o Menyiapkan kendaraan, memelihara.
o Mengumpulkan penumpang atau barang untuk di angkut dan di turunkan
sampai tujuan.
b. Menurut Martin F Farris, fungsi terminal adalah:
 Pemusatan, dalam hal ini terminal sebagai tempat berkumpulnya pelaku
transportasi untuk melakukan perpindahan dengan tujuan tertentu.
 Penyebaran, dalam hal ini terminal sebagai tempat asal penyebaran
pelaku transportasi ke tujuan masing-masing
 Tempat pelayanan penumpang, seperti pelayanan tiket, pemeriksaan
barang, dsb. Dimana semuanya bertujuan untuk mempermudah
perjalanan.
 Tempat pelayanan kendaraan, seperti jasa perbaikan kendaraan
 Tempat pertukaran dan pergantian transportasi

2
SUB 2 : MACAM PELABUHAN DI TINJAU
DARI BERBAGAI FUNGSI, LETAK, JENIS

 Macam Pelabuhan

Menurut Triatmodjo (1992), Pelabuhan dapat dibedakan menjadi beberapa macam segi
tinjauan, yaitu segi penyelenggaraannya, segi pengusahaannya, fungsi dalam perdangangan
nasional dan internasional, segi kegunaan dan letak geografisnya.

1.1 Segi penyelenggaraan

1. Pelabuhan Umum
Pelabuhan ini diselenggarakan untuk kepentingan palayanan masyarakat umum, yang
dilakukan oleh pemerintah dan pelaksanaannya diberikan kepada badan usaha milik
Bengku yang didirikan untuk maksud tersebut. Di Bengkulu5, dibentuk empat badan
usaha milik Bengku yang berwenang mengelola pelabuhan umum duisahakan, yaitu PT.
Pelindo I berkedudukan di Medan, PT. Pelindo II di Jakarta, PT. Pelindo III di Surabaya
dan PT. Pelindo IV di Ujung Pandang. Pelabuhan pada perencaaan ini masuk pada
kawasan operasi PT. Pelindo IV, Ujung Pandang, sebagai pelabuhan umum.

2. Pelabuhan Khusus Pelabuhan ini merupakan pelabuhan yang digunakan untuk


kepentingan sendiri guna menunjang suatu kegiatan tertentu dan hanya digunakan
untuk kepentingan umum dengan keadaan tertentu dan dengan ijin khusus dari
Pemerintah. Pelabuhan ini dibangun oleh suatu perusahaan baik pemerintah ataupun
swasta yang digunakan untuk mengirim hasil produksi perusahaan 10 tersebut, salah
satu contoh adalah Pelabuhan LNG Arun di Aceh, yang digunakan untuk mengirim gas
alam cair ke daerah/Bengku lain, Pelabuhan Pabrik Aluminium di Sumatra Utara (Kuala
Tanjung), yang melayani import bahan baku bouksit dan eksport aluminium ke
daerah/Bengku lain.
3
1.2 Segi kegunaan

1. Pelabuhan Barang
Pelabuhan ini mempunyai dermaga yang dilengkapi dengan fasilitas untuk bongkar
muat barang, seperti:
a. Dermaga harus panjang dan mampu menampung seluruh panjang kapal
sekurang-kurangnya 80% dari panjang kapal. Hal ini disebabkan oleh proses
bongkar muat barang melalui bagian depan maupun belakang kapal dan juga di
bagian tengah kapal.
b. Pelabuhan barang harus memiliki halaman dermaga yang cukup lebar, untuk
keperluan bongkar muat barang, yang berfungsi untuk mempersiapkan barang
yang akan dimuat di kapal, maupun barang yang akan di bongkar dari kapal
dengan menggunakan kran. Bentuk halaman dermaga ini beranekaragam
tergantung pada jenis muatan yang ada, seperti :
1) Barang-barang potongan (general cargo), yaitu barang yang dikirim
dalam bentuk satuan seperti mobil, truk, mesin, serta barang yang
dibungkus dalam peti, karung, drum dan lain sebagainya.
2) Muatan lepas (bulk cargo), yaitu barang yang dimuat tanpa pembungkus,
seperti batu bara, biji besi, minyak dan lain sebagainya.
3) Peti kemas (Container), yaitu peti yang ulkurannya telah distandarisasi
dan teratur yang berfungsi sebagai pembungkus barang-barang yang
dikirim.
c. Mempunyai transito dibelakang halaman dermaga
d. Memiliki akses jalan maupun halaman untuk pengambilan/pemasukan barang
dari gudang maupun menuju gudang, serta adanya fasilitas reparasi.

2. Pelabuhan Penumpang
Seperti halnya pelabuhan barang, pelabuhan penumpang juga melayani bongkar muat
barang, namun pada pelabuhan penumpang, barang yang dibongkar cenderung lebih
sedikit. Pelabuhan penumpang, lebih melayani segala kegiatan yang berhubungan
dengan kebutuhan orang bepergian, oleh karena itu daerah belakang dermaga lebih
difungsikan sebagai stasiun/terminal penumpang yang dilengkapi dengan kantor
imigrasi, keamanan, direksi pelabuhan, maskapai pelayaran dan lain sebagainya.
4
3. Pelabuhan Campuran
Pelabuhan campuran ini lebih diutamakan untuk keperluan penumpang dan barang,
sedangkan untuk minyak masih menggunakan pipa pengalir. Pelabuhan ini biasanya
merupakan pelabuhan kecil atau pelabuhan yang masih berada dalam taraf
perkembangan.

4. Pelabuhan Minyak
Pelabuhan minyak merupakan pelabuhan yang menangani aktivitas pasokan minyak.
Letak pelabuhan ini biasanya jauh dari keperluan umum sebagai salah satu fakltor
keamanan. Pelabuhan ini juga biasanya tidak memerlukan dermaga/pangkalan yang
harus dapat menampung muatan Bengkulu yang besar, karena cukup dengan membuat
jembatan perancah atau tambatan yang lebih menjorok ke laut serta dilengkapi dengan
pipa-pipa penyalur yang diletakkan persis dibawah jembatan, terkecuali pada pipa yang
berada di dekat kapal harus diletakkan diatas jembatan guna memudahkan
penyambungan pipa menuju kapal. Pelabuhan ini juga dilengkapi dengan penambat
tambahan untuk mencegah kapal bergerak pada saat penyaluran minyak.

5. Pelabuhan Ikan
Pelabuhan ini lebih difungsikan untuk mengakomodasi para nelayan. Biasanya
pelabuhan ini dilengkapi dengan pasa lelang, alat pengawet, persediaan bahan bakar,
hingga tempat yang cukup luas untuk perawatan alat penangkap ikan. Pelabuhan ini
tidak membutuhkan perairan yang dalam, karena kapal penambat yang digunakan oleh
para nelayan tidaklah besar.

6. Pelabuhan Militer Pelabuhan ini lebih cenderung digunakan untuk aktivitas militer.
Pelabuhan ini memiliki daerah perairan yang cukup luas serta letak tempat bongkar
muat yang terpisah dan memiliki letak yang agak berjauhan. Pelabuhan ini berfungsi
untuk mengakomodasi aktifitas kapal perang.

5
1.3 Segi usaha
Jika ditinjau dari segi pengusahaannya, maka pelabuhan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
1) Pelabuhan yang diusahakan Pelabuhan ini sengaja diusahakan untuk memberikan
fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh setiap kapal yang memasuki pelabuhan,
dengan aktifitas tertentu, seperti bongkar muat, menaik-turunkan penumpang, dan
lain sebagainya. Pemakaian pelabuhan ini biasanya dikenakan biaya jasa, seperti
jasa labuh, jasa tambat, jasa pandu, jada tunda, jasa dermaga, jada penumpukan,
dan lain sebagainya.
2) Pelabuhan yang tidak diusahakan Pelabuhan ini hanya merupakan tempat singgah
kapal tanpa fasilitas bea cukai, bongkar muat dan lain sebagainya. Pelabuhan ini
merupakan pelabuhan yang disubsidi oleh pemerintah serta dikelola oleh Unit
Pelaksana Teknis Direktorat Jendral perhubungan Laut.

1.4 Segi fungsi perdagangan nasional dan internasional


Pelabuhan jika ditinjau dari segi fungsi dalam perdagangan nasional dan internasional dapat
dibedakan menjadi :

1) Pelabuhan laut Pelabuhan laut adalah pelabuhan yang bebas dimasuki oleh kapal-
kapal berbendera asing. Pelabuhan ini biasanya merupakan pelabuhan utama dan
ramai dikunjungi oleh kapal-kapal yang membawa barang ekspor/impor dari luar
negri.
2) Pelabuhan pantai Pelabuhan pantai adalah pelabuhan yang lebih dimanfaatkan
untuk perdagangan dalam negeri. Kapal asing yang hendak masuk harus memiliki
ijin khusus.

1.5 Segi letak geografis


Ditinjau dari segi letak geografis, pelabuhan dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Pelabuhan buatan Pelabuhan buatan adalah suatu daerah perairan yang dilindungi dari
pengaruh gelombang dengan membuat bangunan pemecah gelombang (breakwater),
yang merupakan pemecah perairan tertutup dari laut dan hanya dihubungkan oleh satu
celah yang berfungsi untuk keluar masuknya kapal. Di dalam daerah tersebut dilengkapi
dengan alat penambat.

6
2) Pelabuhan alam Pelabuhan alam merupakan daerah perairan yang terlindung dari badai
dan gelombang secara alami, misalnya oleh suatu pulau, jazirah atau terletak di teluk,
Bengkul dan muara sungai. Di daerah ini pengaruh gelombangnya sangat kecil.
3) Pelabuhan semi alam Pelabuhan semi alam merupakan campuran antara pelabuhan
buatan dan pelabuhan alam, misalnya pelabuhan yang terlindungi oleh pantai tetapi
pada alur masuk terdapat bangunan buatan untuk melindungi pelabuhan, contohnya
pelabuhan ini di Indonesia adalah pelabuhan Bengkulu.

7
SUB 3 : PERANAN DAN FUNGSI
PELABUHAN

A. Peranan Pelabuhan

Indonesia sebagai negara kepulauan atau maritim memiliki peranan yang sangat penting
bagi kehidupan sosial, ekonomi, pemerintahan, keamanan dan sebagainya. Bidang kegiatan
pelabuhan sangat sangat luas yang meliputi angkutan penumpang dan barang, penjagaan
pantai dan hidrografi.
Pelabuhan menjadi salah satu unsur penentu terhadap aktivitas perdagangan. Pelabuhan
yang di kelola secara baik dan efisien akan mendorong kemajuan perdagangan, bahkan industri
di daerah akan maju dengan sendirinya. Dan dari sinilah pelabuhan sangat berperan penting,
apabila kita melihat sejarah zaman dahulu beberapa kota metropolitan di Negara kepulauan
seperti Indonesia, pelabuhan turut membesarkan kota-kota tersebut. Pelabuhan menjadi
jembatan penghubung pembangunan jalan raya, jaringan rel kereta api dan pergudangan
tempat distribusi. Yang tidak kalah pentingnya peran pelabuhan adalah sebagai focal pointbagi
perekonomian maupun perdagangan dan menjadi kumpulan badan usaha seperti pelayaran
dan keagenan, pergudangan, freight forwarding, dan lain sebagainya.

 Bidang kegiatan pelabuhan dibagi menjadi 2, yaitu :


1. Niaga
Pelabuhan niaga adalah usaha pengangkutan barang terutama barang dagangan
melalui laut antar pulau.

2. Bukan Niaga
Bidang bukan niaga meliputi pelabuhan kapal patroli, survey kelautan, dll.

8
B. Fungsi Pelabuhan

Dalam hal ini ada 4 fungsi pelabuhan, yaitu diantaranya :


1) Gateway (pintu gerbang), pelabuhan berfungsi sebagai pintu yang di lalui orang dan
barang ke dalam maupun ke luar pelabuhan yang bersangkutan. Disebut sebagai pintu
karenan pelabuhan adalah jaran atau area resmi bagi lalu lintas perdagangan.
Masuk dan keluarnya barang harus melalui prosedur kepabeanan dan kekarantinaan,
jadi ada proses yang sudah tertata di pelabuhan. Dan jika lewat di luar jalan resmi itu
tidak dibenarkan.

2) Link (mata rantai), keberadaan pelabuhan pada hakikatnya memfasilitasi pemindahan


barang muatan antara moda transportasi darat (in-land transport)dan moda
transportasi laut (maritim transport)menyalurkan barang masuk dan keluar daerah
pabean secepat dan seefisien mungkin. Fungsinya sebagai link ini terdapat setidaknya
ada tiga unsur penting, yaitu :
1. Meyalurkan atau memindahkan barang muatan dari kapal kr truk.
2. Operasi pemindahan berlangsung cepat artinya minimum delay
3. Efisien dalam arti biaya

3) Interface (tatap muka), yang di maksud interface di sini adalah dalam arus distribusi
suatu barang mau tidak mau harus melewati area pelabuhan dua kali, yakni satu kali di
pelabuhan muat dan satu kali di pelabuhan bongkar. Dalam kegiatan tersebut pastinya
membutuhkan peralatan mekanis maupun non mekanis. Peralatan untuk memindahkan
muatan menjembatani kapal dengan truk atau kereta api atau truk dengan kapal. Pada
kegiatan tersebut fungsi pelabuhan adalah tatap muka (Interface).

4) Industrial Entity, dalam industry entity ini jika pelabuhan yang diselenggarakan secara
baik akan bertumbuh dan akan mengembangkan bidang usaha lain, sehingga area
pelabuhan menjadi zona industry terkait dengan kepelabuhanan, diantaranya akan
tumbuh perusahaan pelayaran yang bergerak di bidang, keagenan, pergudangan, PBM,
truking, dan lain sebagainya.

9
SUB 4 : FASILITAS UTAMA DAN PENUNJANG DI
PELABUHAN

FASILITAS UTAMA PELABUHAN


 ALUR PELAYARAN

Secara definisi adalah area lintasan kapal yang akan masuk dan keluar kolam pelabuhan.
Besaran Kedalaman alur pelayaran biasanya ditentukan berdasarkan formula: 1,1 draft
kapal penuh + 1 m; sedang untuk lebarnya dapat diestimasi bila satu jalur minimal 4,8 lebar
kapal sedangkan bila dua jalur minimal 7,6 lebar kapal.

 KOLAM PELAYARAN

Merupakan tempat dimana kapal dapat labuh dengan aman untuk B/M barang dengan

kedalaman aman sekitar 1,1 draft kapal penuh, dengan luas kolam dengan pengaturan:

• tambatan tunggal : lingkaran dengan jari-jari (panjang kapal, LOA) + 25 m)

• tambatan ganda : segiempat dengan panjang (LOA + 50 m) x lebar (LOA/2)

 PENAHAN GELOMBANG

Dikatakan penahan gelombang karena merupakan bangunan yang digunakan untuk


melindungi daerah perairan dari gangguan gelombang. Umumnya bertipe miring, tegak
(kaison) dan campuran

 MOORING BUOY

Secara definisi merupakan suatu fasilitas untuk mengikat kapal waktu labuh agar tak terjadi
pergeseran yang disebabkan gelombang, arus dan angin; tidak terjadi pergeseran posisi di
dalam kolam pelabuhan atau tengah laut dan sebagai alat bantu untuk berputarnya kapal.
Komponen utamanya adalah pelampung penambat, beton pemberat, jangkar dan rantai
antara jangkar dan pelampung

10
Fasilitas pelabuhan secara umum meliputi fasilitas pokok pelabuhan dan fasilitas
penunjang.

 DERMAGA

merupakan bangunan yang dirancang khusus pada suatu pelabuhan yang digunakan atau
tempat kapal untuk ditambatkan/merapat untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang dan
penumpang kapal. Bukan Cuma sebagai tempat untuk melakukan tempat bongkar muat barang
atau penumpang tetapi dermaga juga digunakan sebagai tempat melakukan pengisian bahan
bakar kapal, air bersih, air minum ataupun saluran kotor.

FASILITAS PENUNJANG PELABUHAN

Fasilitas penunjang pelabuhan terdiri dari gudang, lapangan penumpukan, terminal dan jalan.

1. Gudang

Gudang adalah bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang berasal dari
kapal atau yang akan dimuat ke kapal. Gudang dibedakan berdasarkan jenis (lini-I, untuk
penumpukan sementara dan lini-II sebagai tempat untuk melaksanakan konsolidasi/distribusi
barang, verlengstuk – bangunan dalam lini-II, namun statusnya lini-I, enterpot – bangunan diluar
pelabuhan, namun statusnya sebagai lini-I), penggunaan (gudang umum, gudang khusus –
untuk menyimpan barang-barang berbahaya, gudang CFS – untuk stuffing/stripping).

2. Lapangan Penumpukan

Lapangan penumpukan adalah lapangan di dekat dermaga yang digunakan untuk menyimpan
barang-barang yang tahan terhadap cuaca untuk dimuat atau setelah dibongkar dari kapal.

3. Terminal

Terminal adalah lokasi khusus yang diperuntukan sebagai tempat kegiatan pelayanan
bongkar/muat barang atau petikemas dan atau kegiatan naik/turun penumpang di dalam
pelabuhan. Jenis terminal meliputi terminal petikemas, terminal penumpang dan terminal
konvensional.

11
4. Jalan

Adalah suatu lintasan yang dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki, yang
menghubungkan antara terminal/lokasi yang lain, dimana fungsi utamanya adalah
memperlancar perpindahan kendaraan di pelabuhan.

SUB 5 : JENIS DERMAGA

1. Dermaga barang umum

Merupakan dermaga sebagai tempat melakukan aktivitas atau kegiatan bongkar muat
barang keatas kapal.

2. Dermaga khusus

Merupakan dermaga yang di buat khusus untuk di jadikan pengangkutan barang


khusus seperti contoh :Bahan bakar minyak dan lain sebagainya.

12
3. Dermaga petikemas

Merupakan dermaga yang ditempati untuk melakukan bongkar muat petikemas dengan
menggunakan crane atau alat angkat.

13
4. Dermaga curah

Merupakan dermaga untuk bongkar muat barang curah dan biasanya menggunakan
ban berjalan.

5. Dermaga kapal ikan

Merupakan dermaga untuk para kapal ikan

14
6. Dermaga marina

Merupakan dermaga yang biasanya ditempati untuk kapal speed boat, kapal pesiar.

15
SUB 6 : PEMBAGIAN PENGELOLAAN
PELABUHAN DI INDONESIA

Wilayah operasi PT Pelabuhan Indonesia terbagi menjadi 4 pelabuhan besar yaitu:


 PELABUHAN INDONESIA I (pelindo 1) , Wilayah kerja usaha PT Pelabuhan Indonesia I
(Persero) meliputi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utata (Sumut), Riau
dan Kepulauan Riau (Kepri).
Kantor pusat pelabuhan Indonesia I terletak di Medan
 PELABUHAN INDONESIA II (pelindo 2) , Wilayah operasi Pelindo II mencakup 10 provinsi
dan mengelola 12 pelabuhan yaitu :

 Pelabuhan Teluk Bayur di Provinsi Sumatera Barat


 Pelabuhan Jambi di Provinsi Jambi
 Pelabuhan Palembang di Provinsi Sumatera Selatan
 Pelabuhan Bengkulu di Provinsi Bengkulu
 Pelabuhan Panjang di Provinsi Lampung
 Pelabuhan Tanjung Pandan dan Pelabuhan Pangkal Balam di Provinsi Bangka Belitung
 Pelabuhan Banten di Provinsi Banten
 Pelabuhan Tanjung Priok dan Sunda Kelapa di Provinsi DKI Jakarta
 Pelabuhan Cirebon di Provinsi Jawa Barat
 Pelabuhan Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat
 Pelabuhan Pramuka (rencana) di Provinsi Jawa Barat

Kantor pusat pelabuhan Indonesia II terletak di DKI Jakarta

 PELABUHAN INDONESIA III (pelindo 3), Pelindo III mengelola sebanyak 43 pelabuhan yang
tersebar di 7 Provinsi yaitu :

 Jawa Timur
 Jawa Tengah
 Kalimantan Selatan
 Kalimantan Tengah
 Bali
 Nusa Tenggara Barat
 Nusa Tenggara Timur

Kantor Pusat Pelindo III terletak di Surabaya.

 PELABUHAN INDONESIA IV (pelindo 4), terletak di daerah Makassar ujung pandang

16
SUB 7 : KRITERIA PEMILIHAN
LETAK PELABUHAN

Pembangunan pelabuhan memakan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu diperlukan
suatu perhitungan dan pertimbangan yang masak untuk memutuskan pembangunan suatu
pelabuhan. Keputusan pembangunan pelabuhan biasanya didasarkan pada pertimbangan-
pertimbangan ekonomi, politik dan teknis. Ketiga dasar pertimbangan tersebut saling berkaitan,
tetapi biasanya yang paling menentukan adalah pertimbangan ekonomi.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan didalam pembangunan suatu pelabuhan adalah
kebutuhan akan pelabuhan dan pertimbangan ekonomi, volume perdagangan melalui laut, dan
adanya hubungan dengan daerah pedalaman baik melalui darat maupun air.
Kebutuhan akan pelabuhan timbul untuk memenuhi beberapa hal berikut ini :
1. Pembangunan pelabuhan yang didasarkan pada pertimbangan politik. Sebagai contoh
adalah pelabuhan militer yang diperlukan untuk mendukung keamanan suatu Negara,
misalnya pelabuhan Ujung di Surabaya sebagai pangkalan angkatan laut. demikian juga
pelabuhan perintis yang dibangun untuk membuka hubungan ekonomi dan sosial daerah
yang terpencil.
2. Pembangunan suatu pelabuhan diperlukan untuk melayani/meningkatkan kegiatan ekonomi
daerah dibelakangnya dan untuk menunjang kelancaran perdagangan antar pulau maupun
Negara (eksport, import). Pelabuhan ini banyak mendukung perkembangan kota didekatnya
dan daerah belakang.
3. Untuk mendukung kelancaran produksi suatu perusahaan/pabrik, sering diperlukan suatu
pelabuhan khusus. Pelabuhan ini akan melayani pemasaran/pengiriman hasil produksi
ataupun untuk mendatangkan bahan baku pabrik tersebut. Sebagai contoh adalah
pelabuhan kuala tanjung milik PT Inalum (Indonesia Asahan Aluminium) di sumatera utara,
sebagai prasarana untuk mengimpor biji bauksit dan pemasaran/pengiriman aluminium hasil
produksi perusahaan tersebut. Mengingat sifatnya sebagai pendukung dari proyek utama,
maka pertimbangan ekonomis tidak seketat seperti dalam pembangunan pelabuhan umum.

17
Sebelum memulai pembangunan pelabuhan umum harus dilakukan survey dan studi untuk
mengetahui volume perdagangan baik pada saat pembangunan maupun di masa mendatang
yang dapat di antisipasi dari daerah disekitarnya. Volume perdagangan ini penting untuk
menentukan layak tidaknya pelabuhan tersebut dibangun, pada pelabuhan khusus, produksi
dari suatu perusahaan biasanya sudah diketahui, sehingga pelabuhan dapat direncanakan
untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Setelah beberapa studi diatas dilakukan, selanjutnya ditetapkan lokasi secara umum
pelabuhan, fungsi utama pelabuhan, dan jenis serta volume barang yang dilayani. Langkah
berikutnya adalah membuat studi pendahuluan dan layout pelabuhan dalam persiapan untuk
membuat penyelidikan lapangan yang lebih lengkap yang diperlukan di dalam pembuatan
perencanaan akhir pelabuhan. Beberapa penyelidikan yang perlu dilakukan adalah survey
hidrografi, dan topografi; penyelidikan tanah di rencana lokasi pemecah gelombang, dermaga,
dan bangunan-bangunan pelabuhan lainnya; angin, arus, pasang surut dan gelombang.
Perencanaan pelabuhan harus memperhatikan berbagai faktor yang akan berpengaruh
pada bangunan-bangunan pelabuhan dan kapal-kapal yang berlabuh. Ada tiga faktor yang
harus diperhitungkan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu angin, pasang surut, dan
gelombang. Angin menimbulkan arus dan gelombang. Angin juga dapat menimbulkan tekanan
pada kapal dan bangunan pelabuhan. Pasang surut adalah penting di dalam menentukan
dimensi bangunan seperti pemecah gelombang, dermaga, pelampung penambat, kedalaman
alur pelayaran, perairan pelabuhan dan sebagainya. Gelombang yang menyerang bangunan
pantai akan menimbulkan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut. Bangunan harus
tetap aman terhadap gaya gelombang yang bekerja padanya. Selain itu gelombang juga akan
berpengaruh pada ketenangan di perairan pelabuhan.

2. Pemilihan Lokasi Pelabuhan


Pemilihan lokasi untuk membangun pelabuhan meliputi daerah pantai dan daratan.
Pemilihan lokasi tergantung pada beberapa faktor seperti kondisi tanah dan geologi, kedalaman
dan luas daerah perairan, perlindungan pelabuhan terhadap gelombang, arus dan sedimentasi,
daerah daratan yang cukup luas untuk menampung barang yang akan di bongkar muat, jalan-
jalan untuk transportasi, dan daerah industri di belakangnya. Tetapi biasanya faktor-faktor
tersebut tidak bisa semuanya terpenuhi, sehingga diperlukan suatu kompromi untuk
mendapatkan hasil optimal.
18
Berbagai faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi pelabuhan adalah sebagai
berikut :
1) Biaya pembangunan dan perawatan bangunan-bangunan pelabuhan, termasuk pengerukan
pertama yang harus dilakukan.
2) Biaya operasi dan pemeliharaan, terutama pengerukan endapan di alur dan kolam
pelabuhan.

3.Tinjauan topografi dan geologi


Keadaan topografi daratan dan bawah laut harus memungkinkan untuk membangun
suatu pelabuhan dan kemungkinan untuk pengembangan di masa mendatang. Daerah daratan
harus cukup luas untuk membangun suatu fasilitas pelabuhan seperti dermaga, jalan, gudang
dan juga daerah industri. Apabila daerah daratan sempit maka pantai harus cukup luas dan
dangkal untuk kemungkinan perluasan daratan dengan melakukan penimbunan pantai tersebut.
Selain keadaan tersebut, kondisi geologi perlu juga diteliti mengenai sulit tidaknya
melakukan pengerukan daerah perairan dan kemungkinan menggunakan hasil pengerukan
tersebut untuk menimbun tempat lain. Di beberapa tempat, daerah pantai (daratan) merupakan
daerah rawa yang sering tergenang air pada waktu air pasang dan merupakan tanah yang
mempunyai daya dukung sangat rendah untuk mendukung bangunan-bangunan di atasnya.
penggunaan bahan kerukan dasar laut untuk mereklamasi daerah rawa. daerah daratan
secara periodik dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Pada saat air surut daerah daratan
kering sedang pada waktu pasang tergenang air. daerah tersebut akan di bangun suatu
pelabuhan. Seperti terlihat dalam gambar 1.2.b. dibuat turap atau penahan tanah, yang
nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dermaga. Tanah hasil kerukan dasar laut digunakan
untuk menimbun daratan, dengan demikian diperoleh kedalaman perairan yang cukup untuk
kolam pelabuhan, sementara daerah rawa dapat direklamasi.

19
Tinjauan pelayaran
Pelabuhan yang dibangun harus mudah dilalui kapal-kapal yang akan
menggunakannya. Kapal yang berlayar dipengaruhi oleh faktor-faktor alam seperti angin,
gelombang dan arus yang dapat menimbulkan gaya-gaya yang bekerja pada badan kapal.
Faktor tersebut semakin besar apabila pelabuhan teletak di pantai yang terbuka ke laut., dan
sebaliknya pengaruhnya berkurang pda pelabuhan yang terletak di daerah yang terlindung
secara alam. Pada umumnya angin dan arus mempunyai arah tertentu yang dominan.
Diharapkan bahwa kapal-kapal yang sedang memasuki pelabuhan tidak mengalami dorongan
arus pada arah tegak lurus sisi kapal. Demikian juga, sedapat mungkin kapal-kapal harus
memasuki pelabuhan pada arah sejajar dengan arah angin dominan.

Tinjauan sedimentasi
Pengerukan untuk mendapatkan kedalaman yang cukup bagi pelayaran di daerah
perairan pelabuhan memerlukan biaya yang cukup besar. Pengerukan ini dapat dilakukan pada
waktu membangun pelabuhan maupun selama perawatan. Pengerukan selama perawatan
harus sedikit mungkin.
Pelabuhan harus dibuat sedemikian rupa sehingga sedimentasi yang terjadi harus
sesedikit mungkin (kalau bisa tidak ada). Untuk itu di dalam perencanaan pelabuhan harus
ditinjau permasalahan sedimentasi. Proses sedimentasi ini sulit ditanggulangi, oleh karena itu
masalah ini harus diteliti dengan baik untuk dapat memprediksi resiko pengendapan. Sedimen
yang ada pada daerah pantai bisa berupa pasir atau sedimen suspensi. Sedimen suspensi
biasanya berasal dari sungai-sungai yang bermuara di pantai.

Tinjauan gelombang dan arus


Gelombang menimbulkan gaya-gaya yang bekerja pada kapal dan bangunan
pelabuhan. Untuk menghindari gangguan gelombang terhadap kapal yang berlabuh maka
dibuat bangunan pelindung yang disebut pemecah gelombang.
Di dalam tinjauan pelayaran, diharapkan bahwa kapal-kapal dapat masuk ke pelabuhan
menurut alur pelayaran lurus (tanpa membelok) dan alur tersebut harus searah dengan arah
penjalaran gelombang terbesar dan arah arus. Suatu mulut pelabuhan yang besar akan
memudahkan kapal memasuki pelabuhan.

20
Akan tetapi pada umumnya persyaratan-persyaratan untuk kemudahan pelayaran tidak
bisa semuanya dipenuhi. Mulut pelabuhan yang besar dan menghadap arah datangnya
gelombang akan menyebabkan masuknya energi gelombang yang besar ke pelabuhan,
sehingga mengganggu kapal yang sedang bongkar muat barang. Demikian juga mulut
pelabuhan yang menghadap arah arus akan menyebabkan sedimentasi di pelabuhan.

Tinjauan kedalaman air


Kedalaman laut sangat berpengaruh pada perencanaan pelabuhan. Di laut yang
mengalami pasang surut variasi muka air kadang-kadang cukup besar. Menurut pengalaman,
tinggi pasang surut yang kurang dari 5 m masih dapat dibuat pelabuhan terbuka. Bila lebih dari
5 m, maka terpaksa dibuat suatu pelabuhan tertutup yang dilengkapi dengan pintu air untuk
memasukkan dan mengeluarkan kapal. Di sebagian besar perairan Indonesia, tinggi pasang
surut tidak lebih dari 2 m sehingga digunakan pelabuhan terbuka.
Untuk pelayaran, kapal-kapal memerlukan kedalaman air yang sama dengan sarat
(draft) kapal ditambah dengan suatu kedalaman tambahan. Kedalaman air untuk pelabuhan
didasarkan pada frekuensi kapal-kapal dengan ukuran tertentu yang masuk ke pelabuhan. Jika
kapal-kapal terbesar masuk ke pelabuhan hanya satu kali dalam beberapa hari, maka kapal
tersebut hanya boleh masuk pda waktu air pasang. Sedang kapal-kapal kecil harus dapat
masuk ke pelabuhan pada setiap saat.

21
SUB 8 : PENGARUH PELABUHAN
TERHADAP PERKEMBANGAN WILAYAH
DAN EKONOMI

Di Indonesia, pelabuhan merupakan prasarana transportasi yang penting, karena Indonesia


merupakan negara maritim sehingga dapat meningkatkan ekonomi negara

Dengan adanya pelabuhan, kegiatan ekonomi akan menjadi lancar, faktanya, barang-barang
eksport-import sebagian besar dikirim melalui transportasi laut/kapal, yang tentunya
membutuhkan pelabuhan untuk tempat kapal bersinggah. Hal itu dapat terjadi melihat jumlah
barang yang diangkut oleh kapal lebih banyak dibandingkan dengan diangkut oleh pesawat

Pelabuhan bukan hanya tempat merapat bagi sebuah kapal, tapi juga tempat peniympanan stok
barang, seperti cadangan minyak dan peti kemas, selain sebagai sarana transportasi manusia,
pelabuhan juga menjadi sarana transportasi untuk barang.

Pada PP No.10 Tahun 2012 juga dibahas peraturan peraturan tentang perpajakan dan cukai,
yang tentunya dapat meningkatkan ekonomi karena jika semakin baanyak kegiatan eksport
import melalui pelabuhan maka pajak yang diterima juga semakin besar dan itu pula yang
menambahkan pendapatan negara, dengan penambahan pendapatan negara, meka negara
dapat memenuhi semua kebutuhan tanpa harus meminjam dari negara lain, lalu semakin
banyak pajak yang diterima oleh suatu negara, pemerintah diharapkan dapat mengalokasikan
pendapatan tersebut dengan baik.

22
Kurangnya fasilitas pada pelabuhan juga akan berdampak pada meningkatnya waktu tunggu
kapal untuk bersandar dan melakukan bongkar muat kapal, dan itu juga akan berdampak
kemacetan dan menumpuk antrian distribusi sehingga kapal tidak dapat mengimbangi
banyaknya arus distribusi dan kemudian akan menimbulkan biaya biaya tambahan yang
berakibat tersendatnya perekonomian.

Pelabuhan berpengaruh juga terhadap perkembangan wilayah, dengan adanya pelabuhan


otomatis akan berkembangnya akses jalan,sarana transportasi dan kegiatan eksport import,
bongkar muat barang di daerah tersebut yang dapat meningkatkan perekonomian pada daerah
tersebut.

23