Anda di halaman 1dari 7

ANGGARAN DASAR

K ELOMPOK TANI “...................................................”


KAMPUNG ...................................................
KECAMATAN JULI
KABUPATEN BIREUEN

BAB I
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN LINGKUP KERJA
Pasal 1
(1) Kelompok Tani ini bernama Kelompok Tani “.............................................
.”, yang berada di Kampung ...................................................kecamatan
JULI KabupatenBIREUENACEH.
(2) Kelompok Tani ”...................................................” berdiri tanggal 20 Mei
2011 dan berkedudukan di Kampung. kecamatan JULI
Kabupaten BIREUENACEH.
(3) Wilayah kerja Kelompok Tani ”...................................................” melingkupi
Kampung.…………………. dan Kecamatan JULI
Kabupaten BIREUEN.
BAB II
AZAS, TUJUAN DAN SIFAT
Pasal 2
(1) Kelompok Tani ”...................................................” berazazkan Pancasila.
(2) Kelompok Tani ”...................................................” bertujuan sebagai
erikut :

1. Meningkatkan kesejahteraan anggota dan kemajuan wilayah kerja pada umumnya.


2. Menciptakan sumber pembiayaan dan penyediaan modal bagi anggota.
3. Menumbuhkan usaha – usaha agribisnis dan peternakan produktif bagi anggota.
4. Memperkuat posisi tawar dan jaringan komunikasi anggota.

(3) Kelompok Tani ”...................................................” bersifat kekeluargaan,


sosial dan profit.
BAB III
USAHA
Pasal 3
Untuk mencapai tujuan diatas, maka Kelompok Tani ”...................................................”
menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai berikut :
1. Mengusahakan pemupukan modal yang berasal dari simpanan anggota dan usaha lain yang
syah dan tidak bertentangan dengan tujuan Kelompok Tani .
2. Memberikan pelayanan pembiayaan kepada anggota untuk kegiatan–kegiatan produktif melalui
pelayanan yang cepat, layak dan tepat sasaran.
3. Mengusahakan program pelatihan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan anggota.
4. Menjalin kerjasama/kemitraan dengan pihak ketiga
5. Usaha–usaha lain yang syah dan bermanfaat bagi anggota serta tidak bertentangan dengan
maksud dan tujuan Kelompok Tani.
BAB IV
KEANGGOTAAN
Pasal 4
Yang dapat diterima menjadi anggota Kelompok Tani ”...................................................” adalah :
(1) Penduduk Desa dan Kecamatan tersebut diatas yang dibuktikan dengan
KTP dan tercatat sebagai anggota Kelompok Tani yang berkedudukan
di wilayah Kampung ................................... Desa ................................... Kecamatan JULI
Kabupaten BIREUEN.
(2) Bersedia untuk mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga, serta keputusan rapat anggota Kelompok Tani ”………………………..”.
(3) Menyetorkan simpanan pokok dan simpanan wajib yang besarannya
telah disepakati bersama kepada Kelompok Tani yang menjadi
kelompoknya.
(4) Pembayaran simpanan pokok dan simpanan wajib seperti pasal 3
diatas, terhitung mulai terdaftar sebagai anggota.
(5) Penerimaan dan pemberhentian keanggotaan didasarkan pada
kesepakatan bersama pengurus Kelompok Tani ”.............................................
.” atas dasar usulan dari kelompok tani.

Pasal 5
(1) Keanggotaan Kelompok Tani ”...................................................” berlaku
setelah tercatat dalam buku daftar anggota.
(2) Keanggotaan Kelompok Tani ”...................................................” melekat
pada diri anggota (kelompok tani) dan tidak bisa dipindahtangankan
kepada orang lain dengan dalih apapun.
(3) Anggota yang diberhentikan berhak memperoleh kembali simpanan
pokok dan simpanan wajib, sesuai dengan simpanan yang terdaftar di
dalam Kelompok Tani “...................................................”.
(4) Anggota yang melanggar ketentuan anggaran dasar, anggaran
rumah tangga dan dapat diberhentikan atas persetujuan rapat
pengurus Kelompok Tani “...................................................” dan dinyatakan
secara tertulis
(5) Anggota yang telah mengundurkan diri dari keanggotaan Kelompok
Tani “...................................................” dapat diterima kembali atas
persetujuan pengurus Kelompok Tani ”...................................................”.
(6) Anggota yang telah diberhentikan berdasarkan keputusan rapat
pengurus tidak dapat diterima kembali menjadi anggota Kelompok
Tani”...................................................”.
(7) Yang disebut anggota aktif adalah anggota yang melaksanakan
keputusan hasil rapat.

Pasal 6
(1) Setiap anggota Kelompok Tani ”...................................................”
berkewajiban :

1. Mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan Rapat Anggota, Keputusan
Rapat Pengurus dan Peraturan Khusus yang telah disepakati dalam rapat anggota dan atau
rapat pengurus.
2. Menjujung tinggi nama dan kehormatan Kelompok Tani ”...................................................”
3. Mengembangkan, memajukan dan memelihara kebersamaan bardasarkan atas azas
kekeluargaan.

(2) Setiap anggota Kelompok Tani ”...................................................” berhak :


1. Menghadiri, menyampaikan pendapat dan memberikan suara dalam rapat anggota.
2. Memilih dan dipilih menjadi anggota pengurus.
3. Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus.
4. Mendapat pelayanan dari pengurus.
BAB V
PENGURUS
Pasal 7
(1) Pengurus Kelompok Tani ”...................................................” dipilih dari dan
oleh rapat anggota atau rapat pengurus.
(2) Yang dapat dipilih sebagai pengurus Kelompok Tani ”……………………………...” adalah yang
memenuhi syarat :

1. Tercatat sebagai anggota kelompok tani mengacu pada bab IV pasal 4 dan 5 Anggaran Dasar
ini.
2. Jujur, aktif, terampil, berdedikasi dan memiliki kemampuan dalam mengelola dan memajukan
Kelompok Tani ”...................................................”
3. Dipilih menjadi pengurus dalam rapat anggota atau rapat pengurus Kelompok Tani
“...................................................” dengan jumlah suara lebih dari 2/3 dari jumlah suara
keseluruhan.

(3) Pengurus melaksanakan segala ketentuan yang tercantum dalam


AD/ART, Peraturan Khusus, Keputusan rapat pengurus dan Keputusan
Rapat Anggota Kelompok Tani ”...................................................”.
(4) Disahkan dengan Berita Acara dan penandatanganan Surat Keputusan
Pengangkatan Pengurus Kelompok Tani.

Pasal 8
(1) Masa jabatan pengurus berlangsung selama 5 (lima) tahun dan dapat
dipilih kembali maksimal 3 kali masa jabatan.
(2) Setelah masa jabatan pengurus selesai, pengurus dapat dipilih kembali
berdasarkan hasil rapat anggota atau rapat pengurus.
(3) Apabila pengurus mengundurkan diri sebelum masa jabatannya
selesai maka penggantian pengurus dilakukan selambat – lambatnya 1
(satu) bulan dan pemilihannya didasarkan pada bab V pasal 7
Anggaran dasar ini.
Pasal 9
(1) Kewajiban pengurus :

1. Memimpin organisasi Kelompok Tani ”...................................................”.


2. Menyelenggarakan rapat anggota, rapat pengurus dan rapat – rapat lain.
3. Melaksanakan hasil keputusan rapat anggota, rapat pengurus dan rapat – rapat lain.
4. Mengadakan hubungan langsung dengan pihak ketiga.
5. Menyelenggarakan administrasi organisasi dan keuangan dengan tertib.
6. Publikasi kegiatan organisasi.

(2) Hak Pengurus :


1. Melakukan tindakan hukum untuk dan atas nama Kelompok Tani
“...................................................”
2. Menerima uang kehormatan sesuai dengan keputusan hasil rapat anggota.
3. Mengusulkan rapat anggota luar biasa
BAB VI
PENGAWAS
Pasal 10
(1) Pengawas Kelompok Tani ”...................................................” dipilih dari
dan oleh rapat anggota dengan jumlah sebanyak – banyaknya 3 orang
yang terdiri dari 1 orang ketua dan 2 orang anggota.
(2) Yang dapat dipilih sebagai anggota pengawas Kelompok Tani
”...................................................” adalah yang memenuhi syarat :

1. Memiliki kemampuan mengelola Kelompok Tani ”...................................................”.


2. Dipilih menjadi pengawas dalam rapat anggota.
3. Telah menjadi anggota aktif seperti termaktup pada bab IV Anggaran Dasar ini.

(3) Pengawas melaksanakan segala ketentuan yang tercantum dalam


AD/ART dan Keputusan Rapat Anggota, Rapat Pengurus Kelompok
Tani “...................................................”.
(4) Mengucapkan sumpah dan janji sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga Kelompok Tani ”.............................................
.”.
(5) Disahkan dengan berita acara pengangkatan dan menandatangani
Surat Keputusan Pengangkatan sebagai pengawas.
Pasal 11
(1) Masa jabatan pengawas berlangsung selama 5 (lima) tahun.
(2) Setelah masa jabatan pengawas selesai, pengawas dapat dipilih
kembali berdasarkan hasil rapat anggota.

Pasal 12
(1) Kewajiban Pengawas :

1. Menghadiri rapat anggota, rapat pengurus dan rapat – rapat yang diadakan oleh Kelompok
Tani.
2. Memberikan pertimbangan, masukan dan mengawasi kegiatan Kelompok Tani
”...................................................”.
3. Mengadakan pemeriksaan secara periodik sesuai dengan kebutuhan.

(2) Hak Pengawas :


1. Menerima uang kehormatan sesuai dengan keputusan rapat
anggota.
2. Mengusulkan rapat anggota luar biasa.

BAB VII
ADMINISTRASI
Pasal 13
(1) Kelompok Tani ”...................................................” menyelenggarakan
pembukuan organisasi.
(2) Tahun buku Kelompok Tani ”...................................................” berjalan dari
tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

BAB VIII
PERTEMUAN ANGGOTA, RAPAT PENGURUS, RAPAT ANGGOTA
Pasal 14
(1) Pertemuan anggota adalah pertemuan Kelompok Tani (dihadiri oleh
anggota yang tergabung dalam kelompok tani).
(2) Rapat pengurus Kelompok Tani ”...................................................” adalah
Rapat pengurus yang dihadiri oleh pengurus Kelompok Tani
”...................................................” .
(3) Rapat pengurus pada pasal 14 ayat 2 dilakukan minimal 1 kali dalam 1
(satu) bulan yang tanggalnya disepakati oleh pengurus.
(4) Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam
Kelompok Tani ”...................................................”
(5) Setiap anggota mempunyai satu suara dalam rapat anggota.
(6) Rapat anggota diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu
tahun.
(7) Rapat anggota luar biasa dapat diadakan, bilamana :

1. Atas kehendak pengurus.


2. Atas permintaan tertulis dari 1/10 jumlah anggota.

(8) Tanggal dan tempat serta acara rapat anggota harus diberitahukan
sekurang-kurangnya 3 hari sebelum rapat dilaksanakan.
(9) Undangan rapat anggota disertai dengan laporan keuangan.
(10) Satu undangan rapat anggota, hanya berlaku untuk satu orang.

Pasal 15
(1) Rapat anggota dianggap syah, apabila dihadiri sekurang-kurangnya
2/3 dari jumlah anggota.
(2) Jika rapat anggota tidak dapat berlangsung karena tidak memenuhi
ketentuan pada ayat 1, maka rapat anggota dapat ditunda.
(3) Rapat anggota kedua dilaksanakan maksimum 3 bulan setelah
penundaan rapat anggota.
(4) Apabila rapat anggota kedua tidak dapat dilaksanakan karena tidak
mencapai quorum, maka diadakan rapat anggota luar biasa.
(5) Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan hikmah kebijaksanaan
dalam musyawarah.
(6) Apabila tidak tercapai kata mufakat, maka keputusan rapat diambil
berdasarkan suara terbanyak dari anggota yang hadir.
(7) Anggota yang tidak hadir, tidak dapat mewakilkan suaranya kepada
anggota yang lain.

Pasal 16
Untuk mengubah anggaran dasar harus diadakan rapat anggota khusus yang dihadiri 2/3 dari jumlah
anggota dan keputusan harus disetujui dengan suara terbanyak dari jumlah anggota yang hadir.

BAB IX
PERMODALAN
Pasal 17
Modal Kelompok Tani ”...................................................” diperoleh dari :
1. Simpanan Pokok
2. Simpanan Wajib
3. Simpanan Sukarela
4. Simpanan lain-lain
5. Sisa Hasil Usaha yang dianggarkan untuk cadangan modal
6. Hibah, bantuan langsung dari pemerintah, instansi, organisasi kemasyarakatan yang lain dan
lain – lain.
BAB X
SISA HASIL USAHA
Pasal 18
(1) Sisa Hasil Usaha (SHU) merupakan pendapatan Kelompok Tani
“...................................................” yang diperoleh dalam satu tahun tutup
buku, setelah dikurangi pajak dan biaya-biaya yang dikeluarkan
dalam satu tahun berjalan.
(2) Pembagian SHU digunakan untuk :
1. Anggota sesuai dengan jasanya
2. Anggota sesuai dengan simpanannya
3. Cadangan modal
4. Dana pengurus dan pengawas
5. Dana sosial.
6. Perhitungan besarnya pembagian SHU diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga
(ART) Kelompok Tani ”...................................................”.
BAB XI
PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN
Pasal 19
Kelompok Tani ”...................................................” dapat dibubarkan dengan ketentuan :
(1) Dengan memperhatikan pasal 14 ayat 7 Anggaran dasar ini, maka
rapat anggota luar biasa dapat mengambil keputusan untuk
membubarkan Kelompok Tani ”...................................................”.
(2) Kelompok Tani ”...................................................” dapat dibubarkan oleh
pemerintah sesuai dengan undang-undang yang berlaku, apabila :

1. Terdapat bukti-bukti bahwa organisasi Kelompok Tani ”...................................................”


tidak lagi memenuhi ketentuandan undang-undang.
2. Kegiatan Kelompok Tani ”...................................................” bertentangan dengan ketertiban
umum dan atau kesusilaan.
3. Kelompok Tani ”...................................................” dalam keadaan sedemikian rupa sehingga
tidak dapat diharapkan lagi untuk kelangsungan hidupnya.

(3) Kelompok Tani ”...................................................” ditinggalkan oleh


anggotanya atau bubar dengan sendirinya.
(4) Apabila terkena bencana alam sehingga menyebabkan Kelompok Tani
tidak dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan AD/ART Kelompok
Tani.

Pasal 20
(1) Dalam keadaan darurat, seperti pada pasal 19 ayat 2 sampai dengan 4
anggaran dasar ini, maka pemerintah dapat mengangkat seseorang
atau beberapa orang penyelesai yang mempunyai hak, wewenang dan
kewajiban sebagai berikut :

1. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama Kelompok Tani
”...................................................” serta mewakilinya di depan pengadilan.
2. Mewujudkan segala keterangan yang diperlukan.
3. Memanggil pengurus, anggota dan bekas anggota, baik satu persatu maupun bersama untuk
dimintai keterangan.
4. Mempergunakan sisa kekayaan Kelompok Tani ”...................................................” untuk
menyelesaikan sisa kewajiban Kelompok Tani ”...................................................”.
5. Menetapkan penyimpanan dan penggunaan segala arsip Kelompok Tani
”...................................................” .
6. Menetapkan pembayaran biaya penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah, maka
penyelesai membuat berita acara tentang penyelesaian itu.
7. Setelah berakhir penyelesaian menurut jangka waktu yang ditetapkan oleh pemerintah, maka
penyelesai membuat berita acara tentang penyelesaian itu.

(2) Pembayaran biaya penyelesaian didahulukan daripada pembayaran


hutang lainnya.

BAB XII
ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS
Pasal 21
(1) Rapat anggota menetapkan anggaran rumah tangga dan atau
peraturan khusus, yang memuat peraturan pelaksanaan daripada
ketentuan anggaran dasar dan tidak boleh bertentangan dengan
anggaran dasar ini.
(2) Penetapan perubahan anggaran rumah tangga dan peraturan khusus
dinyatakan syah apabila disetujui oleh lebih dari 50 % peserta yang
hadir dalam rapat anggota.

BAB XIII
PENUTUP
Pasal 22
(1) Akta anggaran dasar ini disetujui dan disyahkan oleh Rapat Anggota
pada tanggal …………………………. dan ditandatangani oleh pengurus dan
pengawas Kelompok Tani “...................................................” yang diberi
mandat oleh rapat anggota.
(2) Anggaran Dasar Kelompok Tani “...................................................” ini
berlaku sejak ditetapkan.

Ditetapkan di : Kampung.
Tanggal : ……………………………..

Kelompok Tani “...................................................”


KETUA : …………………………. ttd

SEKRETARIS :…………………………..

BENDAHARA :…………………………..

PENGAWAS : …………………………..