Anda di halaman 1dari 3

Konsep Dasar Termodinamika

Secara bahasa, kita dapat membagi kata termodinamika (Thermodynamics) ke dalam


2 kata, yaitu thermo- dan dynamic. Jika kita merujuk pada Cambridge School Dictionary,
thermo berarti sesuatu yang berkaitan dengan panas atau temperatur (relating to heat or
temperature), dan dynamic salah satu artinya (yang sekiranya mendekati konsep
termodinamika yang akan kita bahas) adalah berubah atau bergerak secara berkelanjutan
(continously changing or moving). Melihat dari sumber yang sama, termodinamika
(thermodynamics) diartikan sebagai bagian dari disiplin ilmu fisika yang membahas
tantang hubungan antara panas dan jenis energi lainnya.

Dalam pembahasan tentang termodinamika, kita perlu mengetahui beberapa konsep


konsep dasar yang berkaitan dengan termodinamika, konsep-konsep yang akan kita bahas
kali ini adalah konsep sistem, lingkungan, semesta, keadaan, proses, kesetimbangan, serta
temperatur.

1. Sistem adalah suatu kuantitaas yang dipilih untuk di analisis, kerja atau kalor dapat
berpindah dari atau menuju sistem (tapi tidak berlaku untuk semua sistem, selanjutnya akan
kita ketahui jenis sistem yang tidak memungkinkan/ kemungkinannya kecil perpindahan
kalor atau kerja ). Sistem dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

a) Sistem terbuka: memungkinkan terjadinya pertukaran massa atau kalor. Contohnya


adalah air dalam gelas yang terbuka.
b) Sistem tertutup: tidak memungkinkan terjadinya pertukaran massa, namun
memungkinkan terjadinya pertukaran kalor. Contohnya air dalam gelas yang
ditutup rapat.
c) Sistem terisolasi: tidak memungkinkan terjadinya pertukaran massa maupun kalor.
Contohnya pada air di dalam termos.

2. Lingkungan merupakan daerah yang berada diluar sistem.

3. Semesta merupakan gabungan antara sistem dan lingkungan.

4. Keadaan (state) merupakan nilai-nilai terukur pada suatu kondisi.

5. Proses adalah aktifitas perubahan suatu state menuju state lainnya. Ada empat jenis
proses termodinamika yang biasanya terjadi, yaitu:

 Proses isokhorik (volume konstan), pada kondisi ini W = 0, sehingga ∆U = Q


 Proses isobarik (tekanan konstan), pada kondisi ini, W = P . ∆V
 Proses isotermik (suhu konstan), pada kondisi ini, ∆U = 0
 Proses adiabatik (tidak ada penambahkurangan kalor), pada kondisi ini, Q = 0

6. Kesetimbangan (equilibrium) adalah kondisi dimana keadaan (state ) tidak berubah atau
tetap.

7. Temperatur adalah suatu properti yang menunjukkan apakah suatu objek berada dalam
kesetimbangan termal atau tidak dengan objek lain.
Referensi:

Cambridge School Dictionary CD-ROM Version 1.0, 2008, Cambridge University Press

Serway, Raymond A., John J. Jewett. 2004, Physics for Scientists and Engineers 6th
edition, [pdf], Thomson Brooks/Cole

Spakovszky, Z. S., ____, 16.Unified: Thermodynamics and Propulsion. Notes by E. M.


Greitzer, Z. S. Spakovszky, I. A. Waitz LATEX editing by D. Quattrochi 2007 [online]
(http://mit.edu/16.unified/www/FALL/thermodynamics/notes/, diakses tanggal 11
Desember 2012)

Sudjito, Saifuddin Baedoewie, Agung Sugeng, ----------------_____, Diktat


TERMODINAMIKA DASAR, [pdf] (
http://mesin.ub.ac.id/diktat_ajar/data/02_c_bab1n2_termo1.pdf, diakses tanggal 11
desember 2012)

________, ______, Internal Energy, [online], (http://hyperphysics.phy-


astr.gsu.edu/hbase/thermo/inteng.html, diakses tanggal 11 Desember 2012)

__________, ________, Termodinamika, [ppt],


(http://dosen.tf.itb.ac.id/~amoranto/ITENAS/Teknik%20Elektro/f2el%20Termodinamika.
ppt, diakses tanggal 11 Desember 2012)

________, _________, TERMODINAMIKA, [ppt]


(http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/32218/2/P09-TERMODINAMIKA.ppt,
diakses tanggal 11 Desember 2012)