Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam kurun waktu yang memiliki era global seperti saat ini Ilmu Pengetahuan

dan Teknologi (IPTEK) kian bergerak sangat cepat maju ke depan seiring dengan laju

pertumbuhan penduduk dan keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Negara – negara diseluruh belahan dunia terus berlomba untuk memajukan IPTEK agar

bisa berkompeten terutama dalam bidang industri. Berkembangnya IPTEK yang pesat

terus menerus menghasilkan penemuan dan inovasi yang lebih canggih dan ekonomis

sehingga diperoleh efektifitas dan efisiensi yang baik dari sumber daya yang ada.

PT. Gudang Garam merupakan industri rokok termuka di tanah air yang telah

berdiri sejak tahun 1958 di kota Kediri, Jawa Timur. Hingga kini, Gudang Garam sudah

terkenal luas baik di dalam negeri maupun mancanegara sebagai penghasil rokok kretek

berkualitas tinggi. Dalam perkembangannya terus berusaha meningkatkan

produktivitas, efisiensi serta kinerja perusahaan dengan mengutamakan faktor

keamanan dan keselamatan kerja bagi karyawan dalam proses kegiatannya, dan juga

dalam proses produksi yang dijalankan PT Gudang Garam banyak sekali menggunakan

mesin – mesin listrik yang juga telah dilengkapi oleh aplikasi teknologi – teknologi yang

dapat mempermudah penggunaan mesin – mesin listrik tersebut.

Motor listrik adalah pilihan utama sebagai mesin penggerak dalam industri saat

ini. Dari beberapa macam mesin listrik, motor induksi 3 phasa salah satu yang banyak

dipakai dalam dunia industri. Karena kehandalan dan kokohnya konstruksi motor, motor

listrik 3 phasa juga mempunyai arus yang rendah untuk dapat beroperasi.
Prinsip dari motor listrik yaitu mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.

Untuk menggerakkan peralatan dan mesin yang membantu pekerjaan, motor listrik

sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Motor listrik sangatlah berguna dalam membantu

pekerjaan manusia maupun fungsi lainnya sebagai hasil putaran tinggi.

Motor listrik 3 phasa adalah alat penggerak yang paling banyak digunakan di

dunia industri. Hal ini dikarenakan motor listrik harganya relatif murah, kokoh,

mempunyai konstruksi yang sederhana, dan perawatannya mudah, sehingga motor

listrik mulai menggeser penggunaan motor DC pada industri. Motor listrik memiliki

beberapa parameter yang bersifat non-linier, terutama resistansi rotor yang memiliki nilai

bervariasi untuk kondisi operasi yang berbeda. Hal ini yang menyebabkan pengaturan

pada motor listrik lebih rumit dibandingan dengan motor DC.

Motor listrik yang dibuat oleh pabrik biasanya dirancang untuk beroperasi

mendekati beban penuh, sehingga apabila beban turun dibawah beban tertentu maka

efisiensi motor turun dengan cepat. Mengoperasikan motor listrik dengan beban

dibawah beban tertentu tersebut memiliki dampak terhadap faktor dayanya.

Faktor daya yang tinggi sangat baik agar motor listrik beroperasi lebih efisien

serta menjaga agar biaya lebih rendah untuk seluruh sistem. Pada umumnya dalam

praktek dilapangan, pemilihan motor yang dilakukan berdasarkan perkiraan beban

tertinggi. Namun demikian hal ini membuat harga motor lebih mahal, padahal motor

listrik akan dioperasikan pada kapasitas penuh hanya untuk jangka waktu pendek.

Biasanya yang dilakukan adalah memasang kapasitor parallel dengan beban

untuk mengatasi rendahnya faktor daya. Pemasangan kapasitor yang terlalu kecil tidak

akan memberikan pengaruh yang berarti, sedangkan kapasitor yang terlalu besar akan

berdampak naiknya tegangan kerja motor. Apabila kenaikan tegangan kerja pada motor

listrik berlangsung lama, maka temperatur motor akan menjadi tinggi dan hal ini dapat
mengakibatkan motor terbakar. Pemasangan kapasitor yang sesuai diharapkan dapat

memperbaiki faktor daya. Untuk mendapatkan nilai kapasitor yang akan digunakan

maka dilakukan penelitian di PT Gudang Garam.

Berdasarkan uraian di atas, maka akan dilakukan pengujian lebih lanjut

mengenai “Analisa Dan Perbaikan Faktor Daya Pada Motor Listrik 3 Phasa di PT

Gudang Garam”.