Anda di halaman 1dari 20

BAB III

MASALAH DAN PERENCANAAN

A. Analisa Data
Masalah yang dapat diidentifikasi dari hasil pengkajian di ruang Dahlia
RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto adalah sebagai berikut:
1. Input (masukan)
a. Membutuhkan sumber daya yang cukup dari segi kualitas maupun
kuantitas. Tenaga kerja di ruang Dahlia masih kurang belum sesuai
dengan standar tenaga perawat menurut gilles, Douglas dan Depkes.
b. Standar Asuhan Keperawatan (SAK) masih belum lengkap terkait
dengan 10 besar penyakit selama 3 bulan terakhir dan masih perlu
penambahan SAK gangguan metabolisme protein dan infark
cerebral.

2. Proses
a. Ronde keperawatan belum dilakukan secara optimal.
b. Pelaksanaan pre dan post conference belum dilaksanakan maksimal.

3. Output
a. Pencatatan asuhan keperawatan masih kurang maksimal, terutama
dalam pengkajian (38,4%).
b. Penerapan sosialisasi cuci tangan pada pengunjung belum dilakukan
secara maksimal, sebagian besar pasien, keluarga atau pengunjung
yaitu sebesar 85% belum mendapatkan sosialisasi tentang cuci tangan
di lingkungan rumah sakit.
c. Discharge planning masih belum dilakukan secara maksimal, hanya
45,5% yang sudah dilakukan.
d. Injeksi intravena bolus masih menggunakan sarung tangan

113
B. Analisa SWOT

STRENGTH WEAKNES
 Di ruang Dahlia terdapatperawat yang  Sebagianbesarperawatmasihberpendidikan
berkualitastinggidenganpendidikanprofesinersyaitusebany DIII
ak 4 orang  Jumlah perawat yang masih kurang memadai
 Adanya pelatihan-pelatihan yang telah dilakukan oleh  Ada beberapa peralatan yang ysng kondidinya
perawat ruang Dahlia. kurang baik, seperti tempat tidur yang sudah
INTERNAL  Ruang dahlia memiliki peralatan medis yang cukup mulai rusak
lengkap untuk menunjang asuhan terhadap klient  Penerapan SAK masih kurang optimal
 Adanya bagian mutu pelayanan yang bertugas merancang  SAK 10 penyakit besar baru ada 80%
SAK  Sebelum melakukan tindakan terhadap
 Adanya sarana dan prasarana yang mendukung, seperti pasien, belum semua perawat melakukan cuci
tersedia hands rub disetiap tempat tidur pasien tangan terlebih dahulu
E
 Proses managemen sampah sudah terorganisir dengan  Kepatuhan cuci tangan dengan 6 langkah
K baik, pemilahan sampah infeksius dan non infeksius, masih belum optimal
S penggunaan safetybox untuk sampah medis tajam dan  Belum dilakukan secara rutin sosialisasi cuci
T berbahaya tangan kepada pasien, keluarga dan
E  Ketepatan identifikasi pasien sudah terlaksana dengan pengunjung
R baik  Penandan lokasi operasi pada pasien operasi
N  Komunikasi antar tim kesehatan sudah telaksana dengan belum dilakukan di ruang dahlia, namun
baik dilakukan di ruang operasi.
A
 Managemen obat-obatan beresiko tinggi sudah dikelola  Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan
L dengan baik kesehatan masih kurang terkait dengan cuci
 Pengurangan resiko pasien jatuh sudah dilaksanakan tangan sebelum melakukan tindakan ataupun
dengna baik dengan memasang tanda di bed pasien serta kontak dengan pasien
di catatan keperawatan  Penggunaan cairan, dan alat medis belum

114
 Sudah terdapat SPO pre dan post conference tercatat secara lengkap
 Memiliki visi dan misi yang baik  Proses pre dan post conference masih belum
 Selalu dilakukan meeting morning dan penyampaian maksimal
ringkasan hasil apel pagi

OPPORTUNITY 1. Sumber daya manusia berada di titik koordinat (1,3 ; 1. Pasien safety berada di titik koordinat (-0,3 ;
 Adanya program pelatihan/ 0,3) pada kuadran I (S O Strategi progresif) strategi 1,3) pada kuadrat II (WO Diversifikasi
seminar khusus tentang umum yang dapat dilakukan oleh RS adalah Strategi) yaitu ruangan seharusnya
manajemen keperawatan menggunakan kekuatan RS untuk mengambil memperbanyak ragam strategi untuk
 Adanya kerjasama yang baik keunggulan pada kesempatan yang ada. meningkatkan pelaksanaan patient safety.
antar mahasiswa Program Profesi 2. Sarana dan prasarana berada di titik koordinat (1 ; 1)
Ners dengan perawat klinik pada kuadran I (SO Strategi progresif), strategi umum
 Adanya kebijakan pemerintah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan kelebihan
tentang profesionalisasi perawat yang ada pada ruangan.
 Adanya program akreditasi RS 3. MPKP berada di titik koordinat (1,6 ; 0,5) pada kuadran
dari pemerintah dimana MPKP I (SO Strategi progresif), strategi umum dapat
merupakan salah satu penilaian memanfaatkan kelebihan yang ada pada ruangan.
 Sebagai rumah sakit milik
pemeritah, rumah sakit memiliki
kesempatan untuk mendapatkan
kucuran dana guna
memaksimalkan sarana dan
prasarana yang diperlukan
 Masyarakat sudah semakin pintar
dan dapat bekerjasama untuk
meningkatkan standar asuhan
keperawatan
 Sebagai rumah sakit pendidikan,

115
RSUD Margono Soekarjo
memiliki peluang untuk
melibatkan mahasiswa praktik
dalam promosi pencegahan
pengendalian infeksi melalui
pendidikan kesehatan terhadap
pasien, keluarga dan pengunjung
 Adanya SPO dan SAK
 Adanya mahasiswa praktik
manajemen yang dapat
bekerjasama dengan baik
 Adanya sistem penilaian
akreditasi yang dilaksanakan
setiap tahunnya
 Dukungan dan tuntutan
managemen dalam meningkatkan
mutu pelayanan
 Adanya mahasiswa praktik
manajemen yang dapat
bekerjasama dengan baik
THREATS 1. PPI berada di titik koordinat (-0,1 ; -0,5) pada kuadran 1. SAK berada di titik koordinat (1 ; -1) pada
 Ada tuntutan tinggi dari III (ST ubah strategi) yaitu ruangan sebaiknya merubah kuadrat IV (W T Strategi diversifikasi)
masyarakat untuk pelayanan yang pencana sebelumnya tentang proses pencegahan dan menjadikan kekuatan internal untuk
lebih profesional pengendalian infeksi menghadapi setiap ancaman.
 Makin tingginya kesadaran
masyarakat akan hukum
 Makin tinggi kesadaran
masyarakat akan pentingnya

116
kesehatan
 Kebijakan pemerintah tentang
BPJS
 Persaingan antar RS yang
semakin kuat
 Dengan banyaknya pasien yang
ditangani di ruang dahlia, alat-alat
yang digunakan harus rutin di
periksa atau diperbaiki
 karena kurangnya tenaga perawat,
dapat terjadi kemungkinan SAK
tidak dilakukan secara maksimal
 tuntutan masyarakat yang
semakin tinggi
 media yang sangat bebas
 Ada tuntutan dari masyarakat
yang semakin tinggi terhadap
peningkatan pelayanan
keperawatan yang lebih
profesional
 Makin tinggi kesadaran
masyarakat akan hukum
 Makin tinggi kesadaran
masyarakat akan pentingnya
kesehatan
 Bebasnya pers yang dapat
langsung menyebarkan informasi
dengan cepat

117
 Tuntutan masyarakat untuk
mendapatkan pelayanan yang
maksimal
 Tuntutan manajemen rumah sakit
dalam peningkatan mutu
pelayanan

118
Skoring Analisa SWOT
N JUMLAH
O ANALISA SWOT BOBOT RATING BOBOT X
RATING
1 SUMBER DAYA MANUSIA (MAN)
a. INTERNAL FAKTOR (IFAS)
STRENGHT
 Di ruang Dahlia terdapat perawat yang 0,7 4 2,8
berkualitas tinggi dengan pendidikan profesi
ners yaitu sebanyak 4 orang
 Adanya pelatihan-pelatihan yang telah 0,3 3 0,9
dilakukan oleh perawat ruang Dahlia.
Total 3,7
WEAKNESS
 Sebagian besar perawat masih berpendidikan 0,6 2 1,2
DIII
 Jumlah perawat yang masih kurang memadai 0,4 3 1,2
Total 2,4
b. EKSTERNAL FAKTOR (EFAS)
OPPORTUNITY
 Adanya program pelatihan/ seminar khusus 0,3 2 0,6
tentang manajemen keperawatan
 Adanya kerjasama yang baik antar 0,3 3 0,9
mahasiswa Program Profesi Ners dengan
perawat klinik
 Adanya kebijakan pemerintah tentang 0,2 2 0,4
profesionalisasi perawat
 Adanya program akreditasi RS dari 0,2 2 0,4
pemerintah dimana MPKP merupakan salah
satu penilaian
Total 2,3
THREAT
 Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk 0,2 2 0,4
pelayanan yang lebih profesional

119
 Makin tingginya kesadaran masyarakat akan 0,2 2 0,4
hukum
 Makin tinggi kesadaran masyarakat akan 0,3 2 0,6
pentingnya kesehatan
 Kebijakan pemerintah tentang BPJS 0,2 2 0,4
 Persaingan antar RS yang semakin kuat 0,1 2 0,2
Total 2,0
2 SARANA DAN PRASARANA (MATERIAL & MACHINE)
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT

 Ruang dahlia memiliki peralatan medis yang 1 3 3


cukup lengkap untuk menunjang asuhan
terhadap klient
Total 3
WEAKNESS

 Ada beberapa peralatan yang ysng 1 2 2


kondidinya kurang baik, seperti tempat tidur
yang sudah mulai rusak
Total 2
b. Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
 Sebagai rumah sakit milik pemeritah, rumah 1 3 3
sakit memiliki kesempatan untuk
mendapatkan kucuran dana guna
memaksimalkan sarana dan prasarana yang
diperlukan
Total 3
THREATENED

 Dengan banyaknya pasien yang ditangani di 1 2 2


ruang dahlia, alat-alat yang digunakan harus
rutin di periksa atau diperbaiki

120
Total 2
3 STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN (SAK)
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
 Adanya bagian mutu pelayanan yang 1 3 3
bertugas merancang SAK

Total 3
WEAKNESS
 Penerapan SAK masih kurang optimal 0,7 2 1,4
 SAK 10 penyakit besar baru ada 80% 0,3 2 0,6
Total 2,0
b. Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
 Masyarakat sudah semakin pintar dan dapat 1 2 2
bekerjasama untuk meningkatkan standar
asuhan keperawatan
Total 2
THREAT
 karena kurangnya tenaga perawat, dapat 1 3 3
terjadi kemungkinan SAK tidak dilakukan
secara maksimal
Total 3
4 PROSES PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
 Adanya sarana dan prasarana yang 0,7 3 2,1
mendukung, seperti tersedia hands rub
disetiap tempat tidur pasien
 Proses managemen sampah sudah 0,3 2 0,6
terorganisir dengan baik, pemilahan sampah
infeksius dan non infeksius, penggunaan
safetybox untuk sampah medis tajam dan
berbahaya
Total 2,7

121
WEAKNESS
 Sebelum melakukan tindakan terhadap 0,6 3 1,8
pasien, belum semua perawat melakukan
cuci tangan terlebih dahulu
 Kepatuhan cuci tangan dengan 6 langkah 0,3 2 0,6
masih belum optimal
 Belum dilakukan secara rutin sosialisasi cuci 0,1 2 0,2
tangan kepada pasien, keluarga dan
pengunjung
Total 2,8
b. Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
 Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUD 1 2 2
Margono Soekarjo memiliki peluang untuk
melibatkan mahasiswa praktik dalam promosi
pencegahan pengendalian infeksi melalui
pendidikan kesehatan terhadap pasien,
keluarga dan pengunjung

Total 2
THREATENED
 tuntutan masyarakat yang semakin tinggi 0,5 2 1
 media yang sangat bebas 0,5 3 1,5
Total 2.5
5 PELAKSANAAN PASIEN SAFETY (6 SASARAN KESELAMATAN PASIEN)
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
 Ketepatan identifikasi pasien sudah 0,2 3 0,6
terlaksana dengan baik
 Komunikasi antar tim kesehatan sudah 0,2 3 0,6
telaksana dengan baik
 Managemen obat-obatan beresiko tinggi 0,2 3 0,6
sudah dikelola dengan baik
 Penandaan lokasi, prosedur pasien oprasi 0,2 2 0,4
dudah dilaksanakan dengan baik

122
 Pengurangan resiko pasien jatuh sudah 0,2 1 0,2
dilaksanakan dengna baik dengan memasang
tanda di bed pasien serta di catatan
keperawatan
Total 2,4
WEAKNESS
 Penandan lokasi operasi pada pasien operasi 0,3 2 0,6
belum dilakukan di ruang dahlia, namun
dilakukan di ruang operasi.
 Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan 0,4 3 1,2
kesehatan masih kurang terkait dengan cuci
tangan sebelum melakukan tindakan ataupun
kontak dengan pasien
 Penggunaan cairan, dan alat medis belum 0,3 3 0,9
tercatat secara lengkap
Total 2,7
b. Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
 Adanya SPO dan SAK 0,4 4 1,6
 Adanya mahasiswa praktik manajemen yang 0,3 3 0,9
dapat bekerjasama dengan baik
 Adanya sistem penilaian akreditasi yang 0,3 2 0,6
dilaksanakan setiap tahunnya
Total 3,3
THREATENED
 Ada tuntutan dari masyarakat yang semakin 0,2 2 0,4
tinggi terhadap peningkatan pelayanan
keperawatan yang lebih profesional
 Makin tinggi kesadaran masyarakat akan 0,2 3 0,6
hukum
 Makin tinggi kesadaran masyarakat akan 0,3 2 0,6
pentingnya kesehatan

123
 Bebasnya pers yang dapat langsung 0,3 2 0,6
menyebarkan informasi dengan cepat
Total 2,2
6 MPKP
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
 Sudah terdapat SPO pre dan post conference 0,6 4 2,4
 Memiliki visi dan misi yang baik 0,2 3 0,6
 Selalu dilakukan meeting morning dan 0,2 3 0,6
penyampaian ringkasan hasil apel pagi
Total 3,6
WEAKNESS
 Proses pre dan post conference masih belum 1 3 3
maksimal
Total 3
b. Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
 Dukungan dan tuntutan managemen dalam 0,6 2 1,2
meningkatkan mutu pelayanan
 Adanya mahasiswa praktik manajemen yang 0,4 2 0,8
dapat bekerjasama dengan baik
Total 2,0
THREATENED
 Tuntutan masyarakat untuk mendapatkan 0,5 1 0,5
pelayanan yang maksimal
 Tuntutan manajemen rumah sakit dalam 0,5 2 1
peningkatan mutu pelayanan
Total 1,5

124
No Masalah IFAS EFAS

1 Sumber Daya Manusia 1,3 0,3


(MAN)
2 Sarana dan Prasarana 1 1
(Material & Machine)
3 Standar Asuhan 1 -1
Keperawatan SAK
4 Proses pencegahan dan -0,1 -0,5
pengendalian infeksi
5 Pelaksanaan pasien 1,3
safety (6 sasaran -0,3
keselamatan pasien)
6 MPKP 1,6 0,5

125
DIAGRAM SWOT

II I

III IV

Keterangan :

: Sumber Daya Manusia (SDM)


: Proses Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi
: Sarana Prasarana
: Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP)
:Standar Asuhan keperawatan (SAK)
: Pelaksanaan Patient Safety

126
Analisis SWOT
1. Sumber daya manusia berada di titik koordinat (1,3 ;0,3) pada kuadran I (S
O Strategi progresif) strategi umum yang dapat dilakukan oleh RS adalah
menggunakan kekuatan RS untuk mengambil keunggulan pada
kesempatan yang ada.
2. Sarana dan prasarana berada di titik koordinat (1 ; 1) pada kuadran I (SO
Strategi progresif), strategi umum yang dapat dilakukan adalah
memanfaatkan kelebihan yang ada pada ruangan.
3. SAK berada di titik koordinat (1 ; -1) pada kuadrat IV (W T Strategi
diversifikasi) menjadikan kekuatan internal untuk menghadapi setiap
ancaman.
4. PPI berada di titik koordinat (-0,1 ; -0,5) pada kuadran III(ST ubah
strategi) yaitu ruangan sebaiknya merubah pencana sebelumnya tentang
proses pencegahan dan pengendalian infeksi.
5. Pasien safety berada di titik koordinat (-0,3 ; 1,3) pada kuadrat II (WO
Diversifikasi Strategi) yaitu ruangan seharusnya memperbanyak ragam
strategi untuk meningkatkan pelaksanaan patient safety.
6. MPKP berada di titik koordinat (1,6 ; 0,5) pada kuadran I (SO Strategi
progresif), strategi umum dapat memanfaatkan kelebihan yang ada pada
ruangan.

1. Prioritas masalah
1. Belum dilaksanakannya penandaan resiko jatuh
2. Penerapan sosialisasi cuci tangan pada pengunjung belum dilakukan
secara maksimal, sebagian besar pasien, keluarga atau pengunjung yaitu
sebesar 85% belum mendapatkan sosialisasi tentang cuci tangan di
lingkungan rumah sakit.
3. Penggunaan sarung tangan saat injeksi intravena bolus.

127
2. Plan of Action
1. Sosialisasi penerapan cuci tangan terhadap pasien, keluarga dan
pengunjung.
Masalah :
Penerapan sosialisasi cuci tangan pada pengunjung belum dilakukan
secara maksimal, sebagian besar pasien, keluarga atau pengunjung yaitu
sebesar 85% belum mendapatkan sosialisasi tentang cuci tangan di
lingkungan rumah sakit.
Rencana :
1. Sosialisasi 6 langkah cuci tangan terhadap pasien, keluarga dan
pengunjung
2. Membuat dan membagikan leaflet tentang cuci tangan
3. Membuat poster cuci tangan

Target / sasaran :
Pasien, keluarga, dan pengunjung rumah sakit
Tujuan :
1. Pasien, keluarga dan pengunjung memahami pentingnya melakukan
cuci tangan di rumah sakit
2. Mengurangi resiko infeksi

Indikator Keberhasilan :
1. Pasien, keluarga dan pengunjung mengerti tentang pentingnya cuci
tangan
2. Pasien, keluarga dan pengunjung melakukan cuci tangan

Waktu pelaksanaan
Tanggal
No Kegiatan
19/ 20/ 22 sd
03 03 24/ 03
1 Koordinasi dengan KaRu X
2 Mencari sumber-sumber referensi x
3 Membuat sap x

128
4 Melaksanakan Sosialisasi Penerapan Cuci x x
Tangan Terhadap Pasien, Keluarga Dan
Pengunjung
5 Evaluasi x
Penanggung jawab :
1. Badi Nur Waluyo S.Kep
2. Dede Akhmad Hudori, S.Kep
3. Ahmad Tohirin, S.Kep
Tempat pelaksanaan :
Kegiatan sosialisasi cuci tangan dilakukan di ruang Dahlia
Rencana Kegiatan :
Kegiatan dilakukan dengan cara sosialisasi langsung terhadap pasien,
keluarga dan pengunjung di ruang Dahlia dengan media poster dan leaflet.

2. Sosialisasi Pengkajian dan penandaan pada pasien resiko jatuh

Masalah :
Penandaan pada pasien dengan resiko jatuh belum dilakukan secara
maksimal dengan hasil analisa evaluasi pelaksanaan patient safety untuk
pengurangan resiko jatuh sebesar 33,3%.
Rencana :
1. Sosialisasi pengkajian resiko jatuh
2. Memberikan tanda kuning di gelang identitas
3. Memberikan tanda resiko jatuh di bed pasien

Target / sasaran :
Perawat
Tujuan :
1. Perawat mampu menerapkan pengkajian resiko jatuh pada pasien
2. Perawat memberika tanda warna kuning di gelang identitas pasien

129
3. Perawat memberikan tanda resiko jatuh di bed pasien

Indikator Keberhasilan :
1. Terdapat pengkajian resiko jatuh di rekam medik pasien
2. Pasien dengan resiko diberikan tanda warna kuning di gelang
identitas dan tanda resiko jatuh di bed pasien

Waktu pelaksanaan
Tanggal
No Kegiatan
19/ 20/ 22 sd
03 03 24/ 03
1 Koordinasi dengan KaRu X
2 Mencari sumber-sumber referensi x
3 Melaksanakan Sosialisasi resiko jatuh x x
4 Evaluasi x
Penanggung jawab :
4. Anis Nur ‘Azizah S.Kep
5. Anggoro Pandu Pratama, S.Kep
6. Andreas Bambang Tri Pamungkas, S.Kep
Tempat pelaksanaan :
Kegiatan sosialisasi resiko jatuh dilakukan di ruang Dahlia
Rencana Kegiatan :
Kegiatan dilakukan dengan cara sosialisasi langsung pada saat
penerimaan pasien baru.

130
3. Sosialisasi penggunaan handscoon
Masalah :
Prosedur penggunaan hanscoon yang belum sesuai standar permenkes
yaitu masih digunakannya handscoon saat melakukan injeksi intravena
bolus.
Rencana :
1. Mensosialisasikan penerapan APD sarung tangan sesuai kebutuhan
2. Menerapkan penggunaan handscoon sesuai dengan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017
3. Mengevaluasi keberhasilan rencana tindakan

Target / sasaran :
Perawat di ruang Dahlia
Tujuan :
1. Menerapkan APD sarung tangan sesuai standar Permenkes RI no 27
tahun 2017
2. Meningkatkan efisiensi dalam penggunaan alat medis terutama sarung
tangan dan masker.

Waktu pelaksanaan
Tanggal
No Kegiatan 10/ 11/ 12/ 13/ 14/
04 04 04 04 04
1 Koordinasi dengan KaRu X
2 Mencari sumber-sumber referensi x
Melakukan sosialisasi penggunaan
4 x
APD hanscoon sesuai kebutuhan
5 Evaluasi x
Penanggung jawab :
1. Aniati Rahmawati Ulfa, S.Kep
2. Chandra Mokoginta, S.Kep

131
3. Anjar Wahyu, S.Kep
Tempat pelaksanaan :
Ruang Dahlia
Rencana Kegiatan :
Kegiatan dilakukan dengan cara mambuat SOP injeksi intravena bolus,
selanjutnya SOP tersebut disosialisasikan kepada seluruh perawat ruangan
untuk diterapkan. Selanjutnya dilakukan evaluasi terkait dilakukannya
SOP tersebut.

132