Anda di halaman 1dari 12

TUGAS KELOMPOK

PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Dosen Pengampu : Bapak Dani Ramdani

DISIAPKAN OLEH :

Ditto Nugraha Pratama 2301170359


Ibnu Yudhi Wibowo 2301170397
Riscky Wijaya 2301170459
Agisti Gayu Pratiwi 2301170309
Christin Puspitaningrum 2301170346

PROGRAM DIPLOMA III PAJAK ALIH PROGRAM


POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
TAHUN 2018
1. “The study of international taxation is the study of coordinating the tax authority of sovereign
countries”. Berilah pendapat atas pernyataan di atas secara singkat dan lugas!

Pendapat dari kelompok kami mengenai pernyataan tersebut adalah bahwa pada era globalisasi
sekarang kegiatan ekonomi telah melewati batas-batas yurisdiksi negara sehingga menimbulkan
permasalahan tersendiri khususnya di bidang perpajakan. Mengapa demikian? Karena pada hakikatnya,
setiap negara berdaulat untuk memungut pajak dari penduduk maupun bukan penduduk yang ada di
negaranya.
Selain itu, perbedaan prinsip atau asas yang dianut oleh masing-masing negara sangat beragam
sehingga hal ini juga menjadi cikal bakal munculnya pajak berganda international (international double
taxation) yang tentu saja akan menghambat kegiatan ekonomi terutama transaksi antar negara. Untuk
itulah perlunya study mengenai perpajakan internasional untuk mempelajari mengenai koordinasi antara
otoritas pajak dari negara-negara yang berdaulat serta perjanjian atau kesepakatan apa saja yang telah
diterapkan dalam rangka Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B).

2. Dalam taxation of inward and outward investment dikenal adanya istilah: Capital import
neutrality dan Capital export neutrality. Jelaskan dengan singkat dan lugas mengenai:

a. Capital Import Neutrality (CIN)


Pengertian Capital Import Neutrality adalah semua investor yang menanamkan modalnya di
suatu negara (baik investor lokal maupun asing yang memasukkan investasinya ke dalam negara
tersebut / capital imported) dikenai tarif pajak penghasilan yang sama dari investasinya yang
bersumber dari negara tersebut. Capital Import Neutrality dirancang untuk menciptakan netralitas
antara bagaimana suatu penghasilan yang dihasilkan dari modal yang diinvestasikan oleh investor
asing maupun investor lokal dikenai pajak sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial yang dapat
menyebabkan ketidakstabilan ekonomi akibat perubahan sikap para investor lokal.

b. Capital Export Neutrality


Pengertian Capital Export Neutrality adalah semua investor mendapatkan pengenaan tarif
pajak domestik yang sama walaupun mereka berinvestasi di negaranya sendiri ataupun di luar
negeri. Dengan demikian, setidaknya investor lokal dapat dengan bebas menentukan pilihan
investasinya apakah di negaranya sendiri ataupun luar negeri dengan pertimbangan dari hitung-
hitungan tarif pajak dan potensi penghasilan sebelum pajak dari masing-masing negara.
Untuk mencapai netralitas dalam ekspor modal, investor lokal suatu negara harus dikenai
pajak atas keseluruhan penghasilannya baik domestik maupun luar negeri (worldwide income tax).
Karena apabila negara tersebut menerapkan tax exemption for foreign sourced income, para
investor lokal akan memilih untuk memindahkan investasinya ke luar negeri. Namun bagi investor
yang memiliki immovable properties seperti tanah dan bangunan akan sangat sulit untuk
memindahkan investasinya karena tingkat likuiditasnya yang sangat rendah.

3. Time test selama 183 hari dalam waktu 12 bulan. Apabila time test tersebut dihitung dalam waktu
satu tahun, apakah konsekuensi yang timbul? Jelaskan dengan singkat dan lugas!

Time test merupakan salah satu cara untuk mengetahui status subjek pajak apakah Subjek Pajak
Luar Negeri (SPLN) atau Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN) dengan demikian selanjutnya diketahui
subjek pajak tersebut merupakan Wajib Pajak Luar Negeri (WPLN) atau Wajib Pajak Dalam Negeri
(WPDN). Dalam kasus di atas, apabila SPLN telah melebihi time test 183 hari dalam waktu 12 bulan di
dalam negeri (misalkan Indonesia) maka status SPLN tersebut berubah menjadi SPDN. Karena untuk
menjadi SPDN keberadaannya di Indonesia harus lebih dari 183 hari atau punya niat untuk menetap
atau bertempat tinggal di Indonesia. Apabila yang bersangkutan menetap di Indonesia lebih dari 183
hari, atas penghasilan yang diterimanya di Indonesia berhak untuk memajaki penghasilannya dengan
berpedoman pada asas sumber.

Statement berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 4 dan 5


Pada asas penghasilan sumber, maka atas penghasilan dari investasi dianggap memenuhi asas sumber
apabila :
a. Penghasilan tersebut diperoleh dari aset yang dimanfaatkan dalam proses bisnis atau
perdagangan; atau
b. Aktivitas bisnis atau perdagangan dianggap sebagai factor material dalam menghasilkan
penghasilan tersebut.

4. Grab (formerly known as GrabTaxi) is a Singapore-based technology company that offers ride-
hailing and logistics services through its app in Singapore and neighbouring Southeast Asian
nations such as Malaysia, Indonesia, Philippines, Vietnam, Thailand, Myanmar and Cambodja.
Jelaskan pengenaan pajak atas penghasilan Grab di Indonesia berdasarkan statement diatas

Berdasarkan statement di soal disebutkan bahwa penghasilan memenuhi asas sumber jika
penghasilan tersebut berasal dari aset yang dimanfaatkan atau aktivitas bisnis dianggap sebagai faktor
yang material. GrabTaxi berkedudukan di singapura dan dulu hanya memiliki kantor perwakilan
perusahaan asing di indonesia, KPPA ini tidak diperkenankan melakukan kegiatan komersil di
indonesia, tetapi pada kenyataan GrabTaxi mendapatkan penghasilan yang lumayan besar dari
indonesia. Penghasilan tersebut memenuhi asas penghasilan sumber yaitu proses bisnisnya memang
terjadi di indonesia yaitu pemberian jasa transportasi walaupun melalui aplikasi, dan juga memanfaatkan
asetnya ( Human Capital) atau pengemudinya yang mendapatkan gaji dari GrabTaxi.
Setelah memenuhi persyaratan penghasilan sumber tentunya indonesia berhak memungut
pajak penghasilan yang didapat oleh GrabTaxi, mengingat indonesia menganut asas sumber sesuai UU
PPh yang berlaku. Dan juga sesuai dengan asas fundamental pajak internasional yaitu “The source
jurisdiction of taxation” yang berarti bahwa suatu negara mengenakan pajak terhadap non-resident, baik
individu maupun korporasi atas penghasilannya yang muncul di lingkup domestik negara itu
dikarenakan hubungan antara negara dengan aktivitas (proses bisnis) yang material dalam menghasilkan
penghasilan tersebut.
Subjek pajak dalam UU PPh terdiri dari subjek pajak luar negeri (SPLN) dan dalam negeri (SPDN).
SPLN terdiri dari badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat tinggal di indonesia yang menjalankan
usaha / kegiatan melalui badan usaha tetap (BUT) di indonesia mapun yang mendapatkan penghasilan
dari indonesia tidak dari BUT. GrabTaxi telah memenuhi syarat sebagai SPLN yang tidak menjalankan
usahanya melalui BUT dan pengenaan pajaknya sesuai dengan pasal 26 dengan mekanisme witholding
tax. Sedangkan GrabTaxi dalam menjalankan usahanya tidak melalui perusahaan dalam negeri,
transaksi dilakukan langsung melalui aplikasi system dan konsumen membayarnya langsung ke
rekening GrabTaxi, sehingga tidak ada pemotong pajak yang memungut pajak atas penghasilan tersebut.
Oleh karena itu GrabTaxi bisa lolos dari pengenaan pajak di Indonesia, salah satu solusinya dengan
meminta GrabTaxi untuk mendirikan BUT di indonesia.
Berdasarkan P3B antara indonesia dengan singapura yang ditandatangani 8 Mei 1990 yang berlaku
efektif mulai 1 januari 1992 menjelasakan bahwa time test untuk perusahaan singapura yang
menyerahkan jasa lainnya di indonesia adalah 90 hari dalam rentang waktu 12 bulan. GrabTaxi telah
melewati time test tersebut dan seharusnya mendirikan BUT aktivitas jika tetap ingin melanjutkan
praktik bisnis jasanya di indonesia.
Pendirian BUT sangatlah penting untuk memisahkan aset antara aset yang berada di indonesia
dengan kantor pusatnya, sehingga dapat menentukan penghasilan mana yang dapat dipungut pajak
di indonesia sebagai negara sumber. Penghasilan BUT dijelaskan dalam UU PPH Pasal 5 yaitu :
1. Penghasilan dari usaha atau kegiatan bentuk usaha tetap tersebut dan dari harta yang dimiliki
atau dikuasai.
2. Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan, penjualan barang, atau pemberian jasa di
Indonesia yang sejenis dengan yang dijalankan atau yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap di
Indonesia
3. penghasilan sebagaimana tersebut dalam Pasal 26 yang diterima atau diperoleh kantor pusat,
sepanjang terdapat hubungan efektif antara bentuk usaha tetap dengan harta atau kegiatan
yang memberikan penghasilan dimaksud
Penghasilan BUT dikenakan pajak seperti SPDN Badan yaitu dikenakan PPh pasal 17 sebesar
25 persen dari penghasilan kena pajak, dan setelah dipungut pajak badan karena berstatus BUT maka
DJP akan mengenakan pajak tambahan berupa branch profit tax sebesar 20 persen jika penghasilan
tersebut tidak ditanam lagi di indonesia.
GrabTaxi indonesia telah menjadi badan hukum indonesia setelah didirikannya PT Solusi
Transportasi Indonesia dengan manajer direkturnya Ridzki Kramadibrata. Dengan status PT ini maka
Grab berstatus subjek pajak dalam negeri yang dikenakan PPh tahunan badan dan menjadi pemungut
PPh 21 bagi karyawannya.

5. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa doing business as Go-JEK is an indonesian hyperlocal transport,
logistics and payment startup founded in 2010. It is the first startup of indonesian origin to be
classified as a transport system company after closing a round of funding in August 2016. Go-
JEK’s fleet now exceeds 400.000 drivers and includes motorcycles, cars and trucks. It is the largest
Unicorn company based in Jakarta Indonesia
Jelaskan Pengenaan pajak atas penghasilan Go-Jek di Indonesia berdasarkan statemen di atas

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia
sehingga termasuk dalam subjek pajak dalam negeri. Go-jek dikenakan asas domisili (residence) karena
sudah menjadi badan hukum legal yang didirikan dan bertempat kedudukan di indonesia.
Untuk saat ini Go-jek masih beroperasi lokal di indonesia dan jika dilihat dari statement disoal, Go-
Jek mendapatkan penghasilan dari aset yang dimanfaatkan dalam praktik bisnisnya yaitu berupa
(Human Capital), kantor maupun aset bergerak lainnya yang berada di indonesia. Selain itu penghasilan
yang didapatkan berasal dari penyediaan jasa transportasi yang dilakukan di indonesia dan merupakan
faktor penting yang menghasilkan penghasilan. Oleh karena itu baik berdasarkan asas sumber maupun
asas residence, Indonesia berhak memungut pajak dari penghasilan Go-Jek.
Go-Jek juga berencana akan go internasional, maka kelak penghasilan dari luar negeri juga akan
dikenakan pajak di indonesia karena prisip worldwide income sesuai pasal 4 UU PPh dan tentunya
berdasarkan tax treaty dari negara sumber penghasilan. Go-Jek dikenakan pajak atas penghasilannya
berupa PPh tahunan badan sesuai dengan pasal 17 UU PPh yaitu 25 Persen dari penghasilan kena pajak.
Selain itu Gojek juga melakukan pemotongan dan pemungutan pajak seperti :
a. PPh 21 untuk karyawan tetap
b. PPh 23 untuk bagi hasil jasa driver, iklan
c. PPN untuk penjualan perlengkapan driver, pulsa, dan jasa perantara.
Dan jika Go-jek mendapatkan penghasilan dari luar negeri maka boleh mengkreditkan pajak yang
dipungut luar negeri dengan plafon tertentu sesuai formula yang telah diatur dalam pasal 24 UU PPh.

6. Jika PT Bintaro Tbk subjek 25% pajak atas worldwide income dan penghasilannya dari
perusahaan cabang Bintaro France S.A di Perancis subjek pajak 30% pajak. Bagaimana
pengenaan pajak atas perusahaan-perusahaaan tersebut bila menggunakan konsep Capital
export Neutrality? Jelaskan dengan seksama.

Pengenaan pajak atas perusahaaan PT Bintaro (Kantor Pusat) yang berada di indonesia adalah sama
seperti SPDN lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan Pasal 17 dan 31 E UU PPh. Termasuk juga
penghasilan dari investasi diluar negeri. Konsep capital export neutrality merupakan netralitas yang
dimaksudkan agar suatu negara mengenakan beban pajak yang sama terhadap subjek pajak dalam negeri
yang melakukan investasi di negaranya sendiri (domestic investment) maupun ketika subjek pajak dalam
negeri tersebut melakukan investasi di negara lain (foreign investment). Dengan demikian, dalam capital
export neutrality, investor tidak diperlakukan berbeda jika melakukan aktivitas investasi di dalam
maupun di luar negeri.
Maka jangan sampai bila berinvestasi di luar negeri, beban pajaknya lebih besar karena
menanggung pajak dari dua negara. Hal ini akan melandasi UU PPh Psl 24 yang mengatur kredit pajak
luar negeri. misalnya dengan tarif PPh cabang bintaro France S.A di perancis yang cenderung tinggi (30
Persen) dibandingkan dengan tarif domestik maka kredit pajak luar negerinya dihitung menggunakan
formula sesuai pasal 24, dicari mana yang terkecil antara pajak yang dihitung berdasarkan proporsional
atau pajak yang telah dipungut, dan jika yang terendah adalah sesuai dengan formula maka akan
menggunakan kredit pajak yang dihitung bukan yang telah dipungut di perancis.
Jadi, kemanapaun berinvestasi baik itu di negara yang tarif tinggi maupun di negara yang tarif
rendah, maka beban pajak akan relatif sama karena penghasilan dari luar negeri digabungkan dengan
penghasilan dalam negeri (worldwide income tax). dan kredit pajaknya dihitung sesuai proporsional
sehingga kredit (pengurang ) pajaknya tidak terlalu besar dan tidak juga dikenakan pajak berganda dari
dua negara.

7. Jika PT Bintaro Tbk subjek 25% pajak atas world wide income dan penghasilannya dari
perusahaan cabang Bintaro Orchard LLC di Singapore subjek 17% pajak. Bagaimana
pengenaan pajak atas perusahaan-perusahaan tersebut bila Indonesia menerapkan konsep
exempted pajak terhadap perusahaan cabang di SIngapore? Jelaskan dengan seksama

Dalam metode exempted pajak, Wajib Pajak dalam negeri sebuah Negara ditetapkan pajak hanya
berdasarkan penghasilan domestik (Source Income) dan tidak berhak atas penghasilan luar negeri
(Foreign Income). Terdapat dua jenis metode pengecualian yaitu Metode full exemption dan Metode
exemption with progressionn. Artinya, penghasilan perusahaan cabang Bintaro Orchard LLC di
Singapore tidak dapat dipajaki.

Simulasi perhitungan pajak dengan metode exemption :


1. Full exemption
Penghasilan Netto PT Bintaro Tbk = 1.000.000
Penghasilan Netto Bintaro Orchard LLC = 1.000.000
WWI = 2.000.000
Pajak atas Penghasilan PT Bintaro TBK = 1.000.000 x 25%
= 250.000
Pajak atas Penghasilan Bintaro Orchard LLC = 1.000.000 x 17%
= 170.000
Total Pajak Terutang di Indonesia = 250.000

Dengan menggunakan metode full exemption, Indonesia tidak berhak atas penghasilan dari Bintaro
Orchard LLc. Sehingga Indonesia tidak mendapatkan pajak atas penghasilan tersebut

2. Exemption with progression


Penghasilan Netto PT Bintaro Tbk = 1.000.000
Penghasilan Netto Bintaro Orchard LLC = 1.000.000
WWI = 2.000.000
Pajak atas Penghasilan PT Bintaro TBK = 1.000.000 x 30%
= 300.000
Pajak atas Penghasilan Bintaro Orchard LLC = 1.000.000 x 17%
= 170.000
Total Pajak Terutang di Indonesia = 300.000

Dalam metode ini, menggunakan pengecualian penuh dengan menyertakan penghasilan luar negeri
untuk mengukur tarif pajak yang akan digunakan. Sebagai ilustrasi, Tarif pajak Indonesia adaah 25%
untuk penghasilan 0 sd. 1.000.000 juta dan 30% untuk penghasilan 1.100.000 s.d. 5.0000.000 . Karena
WWI yang diperoleh sebesar 2.000.000 maka tarif pajak yang berlaku adalah sebesar 30%. Dan tetap
saja, Indonesia tidak berhak atas pajak penghasilan cabang singapura.

8. PT Ceger Raya menerima royalty dari Kuala Pilih Bhd sebesar US$ 100 atas pemakaian lisensi.
Kondisi Kuala Pilih Bhd adalah untuk memperoleh setiap US$ 100 Penghasilan Bruto
dikurangkan biaya sebesar US$ 60. Berdasarkan informasi tersebut, berapakah tariff pajak
efektif yang dikenakan Otortitas Pajak Indonesia terhadap pembayaran royalty tersebut?

Tarif pajak efektif yang dikenakan DJP atas royalti tersebut adalah sebesar 25%, setelah digabung
dengan penghasilan lainnya. Dengan catatan wajib pajak tidak mendapat fasilitas pasal 31 E undang-
undang pph. Atas penghasilan tersebut, WP berhak atas kredit pajak pph pasal 24 sejumlah potongan
pajak yang tidak melebihi perhitungan pajak penghasilan yang berlaku di Indonesia.

9. Agoda (Nasdaq:BKNG) is one of the world’s fastest-growing online travel booking platforms.
Established in 2005, the start-up quickly expanded in Asia and was acquired in 2007 by Booking
Holdings Inc. – the world’s largest seller of rooms online. Agoda is headquartered in Singapore,
with 53 offices in major cities across over 30 countries and over 3,700 staff worldwide. It provides
a network of over 2 million accommodation properties, including apartments, villas, homes, and
hotels backed by over 15 million real traveler reviews. Agoda was a pioneer in non-hotel
accommodation, offering villas and homes throughout the region from the very start.
Bagaimana Otoritas pajak Indonesia agar memperoleh penghasilan dari aktifitas Agoda yang
dilakukan di Indonesia? Jelaskan dengan mendasarkan pada asas/konsep dimana Indonesia dan
Singapore menerapkan World Wide Income.

Dengan mendasar pada konsep World Wide Income, Singapura berhak atas penghasilan yang
diperoleh agoda di Indonesia karena Agoda berkantor pusat di Singapura. Dan Indonesia juga berhak
atas penghasilan dari Agoda karena penghasilan tersebut didapatkan atas aktivitas ekonomi di Indonesia.
Dalam kasus ini, Agoda terkena double taxation. Karena mendapatkan pajak di singapur dan di
Indonesia. Namun, untuk mengatasi masalah tersebut dibuatlah Perjanjian Penghindaran Pajak
Berganda (P3B) antara Indonesia dan Singapura. Atas penghasilan Agoda di Indonesia dikenakan pajak
15% sesuai tarif P3B.

10. WPDN mendirikan CFC di low tax jurisdiction, dan seterusnya income dari LN dialihkan ke
CFC. Dengan adanya CFC maka WPDN tidak meminta haknya atas laba bersih CFC untuk
menunda pajak.
Jelaskan konsekuensi perpajakan jika Otoritas Pajak Indonesia mengenakan “tax foreign surced
income: (a) on an accrual basis atau (b) on a receipts basis”

a. Konsekuensi perpajakan jika Otoritas Pajak di Indonesia mengenakan “tax foreign sourced income
on an accrual basis” atas penghasilan CFC yang ditangguhkan haknya oleh WPDN maka pengakuan
atas penghasilan tersebut adalah pada saat penghasilan itu diperoleh. Artinya, penundaan atas laba
bersih CFC tersebut tidak menangguhkan kewajiban perpajakannya. Jadi tidak harus menunggu
penghasilan laba bersih CFC masuk ke Indonesia untuk memungutnya.

b. Konsekuensi perpajakan jika Otoritas Pajak di Indonesia mengenakan “tax foreign sourced income
on a cash basis” atas penghasilan CFC yang ditangguhkan haknya oleh WPDN maka pengakuan atas
penghasilan tersebut adalah pada saat penghasilan itu diterima oleh WPDN. Artinya, jika Wajib
Pajak tersebut belum dapat dikenakan pajak sampai penghasilan atas laba bersih CFC tersebut
diterima oleh WPDN (masuk ke Indonesia). Dengan kata lain, penangguhan hak atas laba bersih
CFC juga menunda pengenaan pajaknya.

Keterangan untuk no 11 s/d 13


PT Berprestasi Tbk
Home Income, Indonesia : Rp. 900.000.000,- ,
Foreign Income
1. Besukacita Bhd, Malaysia : Rp. 400.000.000,-
2. Bigsmile LLC, Singapore : Rp. 600.000.000,-
3. Monthong Ltd, Thailand : Rp. 350.000.000,- (Loss) kerugian di luar negeri tidak diakui
Tax rate :
Indonesia : 25 %
Malaysia : 24 %
Singapore : 17 %
Thailand : 20 %
Notes: Indonesia stipulates concepts of World wide income on tax principles.
11. Berapa pajak terutang jika menggunakan asas Exemption?
12. Berapa pajak terutang jika menggunakan asas Full credit?
13. Berapa pajak terutang jika menggunakan asas Ordinary credit?

11. Exemption Method

Foreign Source Income (IDR)


Malaysia 400.000.000
Singapore 600.000.000
Total Foreign source income 1.000.000.000
Domestic source income (IDR) 900.000.000
Worldwide Income (IDR) 1.900.000.000

Foreign tax payable on foreign source income


Malaysia ( 24% x 400.000.000) 96.000.000
Singapore ( 17% x 600.000.000) 102.000.000
Total tax payable on fsi 198.000.000
Domestic tax payable on domestic source
(25% x 900.000.000) 225.000.000
Total tax payable 423.000.000

12. Full Credit


Foreign Source Income (IDR)
Malaysia 400.000.000
Singapore 600.000.000
Total Foreign source income 1.000.000.000
Domestic source income (IDR) 900.000.000
Worldwide Income (IDR) 1.900.000.000

Foreign tax payable on foreign source income


Malaysia ( 24% x 400.000.000) 96.000.000
Singapore ( 17% x 600.000.000) 102.000.000
Total tax payable on fsi 198.000.000

Domestic tax payable on world wide income


(25% x 1.900.000.000) 475.000.000
Less : full credit for foreign tax paid on fsi (198.000.000)
Tax payable in Indonesia 277.000.000
Total tax payable 475.000.000

13. Ordinary Credit


Foreign Source Income (IDR)
Malaysia 400.000.000
Singapore 600.000.000
Total Foreign source income 1.000.000.000
Domestic source income (IDR) 900.000.000
Worldwide Income (IDR) 1.900.000.000

Foreign tax payable on foreign source income


Malaysia ( 24% x 400.000.000) 96.000.000
Singapore ( 17% x 600.000.000) 102.000.000
Total tax payable on fsi 198.000.000

Domestic tax payable on world wide income


(25% x 1.900.000.000) 475.000.000
Less : ordinary credit for foreign tax paid on fsi
Malaysia (96.000.000)
Maximum creditable amount
(400/1.900 x 475.000.000) = 100.000.000
Singapore (102.000.000)
Maximum creditable amount
(600/1.900 x 475.000.000) = 150.000.000
Total credit 198.000.000

Tax payable in Indonesia 277.000.000


Total tax payable 475.000.000

14. Indonesia menggunakan OECD Model dan UN Model sebagai acuan penyusunan Double Tax
Treaty.
a. Jelaskan mengapa Indonesia sebagai negara berkembang (developing country) menggunakan
OECD Model sebagai acuan?
Indonesia menggunakan OECD Model dalam kebijakan P3B indonesia untuk Capital Gains karena
1) keuntungan yang diperoleh dari pengalihan harta tidak bergerak dapat dipajaki oleh negara
tempat harta tidak bergerak tersebut terletak (negara sumber);
2) keuntungan dari pengalihan harta bergerak yang merupakan bagian kekayaan suatu BUT,
termasuk keuntungan dari pengalihan BUT itu sendiri, dapat dipajaki oleh negara tempat BUT
tersebut terletak (negara sumber);
3) keuntungan yang diperoleh dari pengalihan kapal laut atau pesawat udara yang dioperasikan
dalam jalur lalu lintas internasional atau harta bergerak yang terkait dengan pengoperasian
pesawat udara tersebut hanya akan dikenakan pajak di negara domisili; dan
4) keuntungan dari pengalihan harta lainnya selain yang disebut hanya akan dikenakan pajak di
negara domisili, yaitu negara di mana orang/badan yang mengalihkan harta tersebut menjadi
penduduknya.
OECD Model juga digunakan dalam kebijakan P3B Indonesia untuk Other Income, dimana
penghasilan lain yang timbul di negara sumber dapat dipajaki di negara sumber.

b. Apakah keuntungan Indonesia mengacu pada UN Nation Model? Berikan contohnya!


Keuntungan Indonesia mengacu pada UN Nation Model, adalah sebegai berikut
 Kegiatan pemberian jasa oleh penduduk negara domisili yang dilakukan di negara sumber
dapat menimbulkan BUT di negara sumber, sehingga Indonesia sebagai negara sumber ingin
mempertahankan hak pemajakan atas business profits.
Contoh : P3B Indonesia dengan negara Australia, Austria, Kanada, Mesir.
 Indonesia sebagai negara sumber dividen, interest, dan royalti, memperoleh hak pemajakan
dengan pembatasan tarif yang besarannya akan ditentukan dengan negosiasi. Apabila
Indonesia sebagai pengekspor pendapatan, Indonesia memperjuangkan tarif pembatasan
serendah mungkin agar porsi hak pemajakan lebih besar. Sebaliknya, bila Indonesia sebagai
pengimpor pendapatan, maka akan memperjuangkan tarif pembatas yang tinggi. Bila
Indonesia kurang jelas sebagai posisi apa, pembagian hak pemajakan sebesar fifty-fifty.
 Contoh : P3B Indonesia dengan Kanada, Bulgaria, atau Hungaria untuk dividen menerapkan
tarif sebesar 15% atas Dividen.

15. Apakah Indonesia cocok bila menerapkan konsep CARICOM Agreement dalam menyusun
DTA? Jelaskan secara singkat dan lugas.
Konsep CARICOM Agreement belum cocok diterapkan di Indonesia karena pajak hanya
dikenakan pada negara sumber penghasilan saja. Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki
sumber daya yang besar. Konsep tersebut sebenarnya akan menguntungkan Indonesia di sisi penerimaan
pajak karena dapat menerapkan pajak tanpa memperhatikan perhitungan negara pembayar pajak.
Namun negara investor akan sulit, bahkan enggan menyetujui perjanjian tersebut, terutama investor dari
negara maju. Hal tersebut akan menghambat investor untuk berinvestasi ke Indonesia. Sementara
Indonesia sedang dalam masa pembangunan. Selain itu, Indonesia juga tidak dapat memperoleh bagian
perhitungan pajak di negara investasi.