Anda di halaman 1dari 2

Malaria

No.Dokumen: PUSK.L.BAJO.VIII/ /
/2016
No.Revisi :
SOP
Tanggal Terbit:
Halaman :1/2

UPTD BELASIUS KABUR


PUSKESMAS Nip : 19660228 199003 1 010
NANGALILI
1.Pengertian Tata laksana penanganan malaria
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan karena plasmodium yang dapat ditandai
dengan demam, hepatosplenomegali dan anemia
2.Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam memberikan terapi bagi pasien
dengan diagnosa Malaria
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor:
Tentang pelayanan klinis
4.Referensi 1. Permenkes no 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di
FKTP
2. Permenkes no 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
5.Prosedur
1. Dokter melakukan anamnesis untuk menemukan keluhan yang menyertai penyakit
malaria yaitu : demam, menggigil, berkeringat dan dapat disertai sakit kepala, mual ,
muntahdiare dan nyeri otot atau pegal-pegal dan disertai riwayat berkunjung atau
tinggal di daerah endemic malaria
2. Dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk menemukan tanda yaitu :demam ( >37,5
°C),konjungtiva atau telapak tangan pucat, pembesaran limpa, pembesaran hati,
penurunan kesadaran , ikterus,oliguria, urin berwarna coklat, kejang.
3. Dokter memberikan pengantar laboratorium kepada pasien untuk melakukan
pemeriksaan darah tepi ( DDR atau RDT)
4. Dokter mengakkan diagnose malaria dari hasil anamnesis , pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan darah
5 Dokter memberikan terapi sesuai jenis malaria ( terapi terlampir )

6. Bagan Alir

Dokter menegakkan
Dokter memberikan
diagnosa tonsilitis konseling

Dokter memberikan terapi sesuai hasil pemeriksaan:

 Tonsillitis virus : antipiretik dan antivirus


 Tonsilitis streptococcus group A :
Amoksisilin/ eritromisin/ Penisilin benzatin G dan
antipiretik serta deksamethasone
 Tonsilitis difteri : serum anti difteri dan antipiretik serta
eritromisin atau penisilin
 Tonsilitis Angina Plaut Vincent : penisilin atau eritromisin
dan vitamin C dan vitamin B compleks

 Isoprenosine/amoksisilin/nystatin
 Antitusif/ ekspektoran
 Deksamethasone

7. Hal – hal yang Pasien dirujuk jika ada kompikasi tonsillitis akut ( abses peritonsilar,septicemia,
perlu meningitis,glomerulonephritis, demam reumatik akut ), indikasi tonsilektomi absolute,
diperhatikan tonsillitis difteria
8. Unit Terkait Semua unit pelayanan di Puskesmas

9. Dokumen Rekam medis


Terkait
10. Rekaman
Historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Perubahan diberlakukan