Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN LATIHAN KERJA PEMINATAN AKK

PUTRA SPECIALIST HOSPITAL


MELAKA MALAYSIA
TAHUN 2018

Disusun Oleh:

Tria Anik 1613201149

Yohana Savitri 1613201155

Yuhelna Wahyu 1613201157

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


STIKES FORT DE KOCK BUKITTINGGI
2018

1
LEMBAR PERSETUJUAN

Judul : Laporan Latihan Kerja Peminatan di Putra Specialist


Hospital Melaka Malaysia Tahun 2018

Anggota Kelompok :
Tria Anik
Yohana Savitri
Yuhelna Wahyu

Laporan LKP ini telah diperiksa, disetujui untuk diseminarkan dan dipertahankan
dihadapan Tim Penguji Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Fort
De Kock Bukittinggi.

Bukittinggi, Juli 2018


Pembimbing

(ADRIANI, S.Kp, M.KES)

2
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT, Tuhan Semesta alam yang Maha

Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas

kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada

kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan pelaksanaan kegiatan Latihan

Kerja Peminatan di Putra Specialis Hospital Malaka Tahun 2018.

Laporan hasil ini telah disusun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan

dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan hasil ini.

Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang

telah berkontribusi dalam pembuatan laporan ini.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada yang terhormat

1. Ibu Hj. Nurhayati, SST, M.Kes. selaku Ketua STIKes Ford Kock De

Bukittinggi

2. Bapak Harisnal, SKM, M.Epid selaku ketua Program Studi Ilmu

Kesehatan Masyarakat STIKes Fort De Kock Bukitttinggi.

3. Ibu Cici Cici Apriza Yanti, SKM, M,HSc selaku Pembimbing

4. Bapak dan Ibu Dosen di lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat

Stikes Ford De Kock Bukittinggi

5. Bapak, Ibu, Saudara/i yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang

telah membantu terlaksananya latihan kerja peminatan ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada

kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa dari penulisan

laporan hasil ini.

3
Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari

pembaca agar penulis dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga laporan hasil pelaksasanan Latihan

Kerja Peminanatan yang dilaksanakan di Putra Spesialist Hospital Malaka

Malysia Tahun 2018 memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca

serta tim penulis sendiri.

Bukittinggi, Juli 2018

Kelompok

4
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sertifikasi ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu atau sertifikasi ISO

14001 untuk sistem manajemen lingkungan merupakan langkah strategis dari

organisasi untuk meningkatkan image organisasi dan juga agar sistem organisasi

dapat berjalan dengan lebih baik. Untuk mendapatkan sertifikat ISO tentu perlu

membangun sistem manajemen sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan

dalam klausul-klausul ISO serta menentukan badan sertifikasi ISO yang akan

menilai kesesuaian organisasi anda dengan persyaratan yang ada dan juga untuk

memberikan bukti implementasi ISO kepada organisasi berupa sertifikat ISO.

Sertifikasi ISO dapat menjadi alat yang berguna untuk meningkatkan

kredibilitas, dengan menunjukkan bahwa organisasi memenuhi harapan

pelanggan. Untuk beberapa industri, sertifikasi ISO merupakan persyaratan

tender atau kontrak. Yang perlu diingat adalah ISO tidak melakukan sertifikasi.

ISO mengembangkan standar internasional, seperti ISO 9001 dan ISO 14001,

tetapi ISO tidak terlibat dalam kegiatan sertifikasi, dan tidak mengeluarkan

sertifikat.

Sertifikasi ISO dilakukan oleh lembaga sertifikasi eksternal. Lembaga

sertifikasi ISO, juga dikenal sebagai Registrar, adalah sebuah organisasi pihak

ketiga yang dikontrak untuk mengevaluasi kesesuaian dari sistem manajemen

organisasi. Lembaga sertifikasi tersebut sebelumnya telah diakreditasi oleh badan

akreditasi tertentu. Di Indonesia ada banyak lembaga sertifikasi ISO seperti

TUV, ACM, OSS, DAS, dll. Lembaga sertifikasi ISO tersebut telah diakreditasi

5
oleh lembaga akreditasi seperti UKAS (Inggris), ANAB (Amerika), JAS-ANZ

(Australia), KAN (Indonesia), atau dari negara lainnya.

Banyak organisasi memutuskan untuk menggunakan lembaga sertifikasi

ISOberdasarkan logo lembaga sertifikasi ISO tersebut . Namun ada juga alasan

yang baik untuk dipertimbangkan dalam memilih badan-badan sertifikasi.

Sebelum memilih lembaga sertifikasi ISO tersebut sebaiknya melakukan:

1. Cek akreditasi dari lembaga sertifikasi ISO tersebut, apabila keperluan

anda adalah untuk mendapatkan sertifikat SNI, tentu anda akan memilih

badan sertifikasi yang telah diakreditasi oleh KAN

2. Cek apakah jenis kegiatan usaha terdapat pada ruang lingkup badan

sertifikasi ISO tersebut.

3. Cek perusahaan lain yang telah menggunakan jasa badan sertifikasi

tersebut, apakah pelayanannya memuaskan? Apakah organisasi yang telah

disertifikasi tersebut benar-benar didaftarkan oleh lembaga sertifikasi

ISO tersebut untuk ISO yang telah diaudit?

4. Tentu saja juga perlu mempertimbangkan harga untuk audit tahun pertama,

kedua, ketiga dan seterusnya.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De kock Bukittinggi merupakan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan yang bertujuan mengarah pada pendidikan

profesional, yaitu menghasilkan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan

akademik dan keterampilan profesional yang dapat menerapkan,

6
mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi

di bidang kesehatan diantaranya ilmu bidang kesehatan masyarakat.

Saat ini tuntutan lulusan Perguruan Tinggi sangtlah besar, lulusan perguran

tinggi harus memiliki academic knowledge, skill of thingking, management

skiil, dan communication skiil. Kekurangan atas salah satu dari keempat

keterampilan/kemarihan tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu

lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam

kecepatan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapinya. Perilaku dan

pemikiran yang ditunjukan akan bersifat kontruktif realistis, serta kreatif (unik

dan bermanfaat) serta diwujudkan.

Putra Specialist Hospital Melaka memiliki department infeksi control

Rumah Sakit,di kelola oleh perawat yang sudah berpengalaman di bidang

infection control. Infection control atau HAIs (Hospital-Acquired Infections) ini

dikenal sebagai Infeksi Nosokomial atau disebut juga sebagai infeksi di rumah

sakit yang merupakan komplikasi paling sering terjadi di pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data infection desease tahun 2017 penyakit dengue yang

paling tinggi tahun 2017 sebanyak 98 kasus tahun 2018 mengalami penurunan

sebanyak 47 kasus.Kasus Influenza A tahun 2017 sebanyak 27 kasus, tahun

2018 turun menjadi 13 kasus. Penyakit Hepatitis B tahun 2017 sebanyak 22

kasus sedangkan tahun 2018 menjadi 6 kasus. Dari data tahun 2016 sampai

2018 data PTB dan Extra TB yaitu tahun 2016 sebanyak 40 kasus dan pada

tahun 2017 sebanyak 22 kasus, tahun 2018 (Januari s.d April) sebanyak 7

kasus. Needle stick injury (NSI) tahun 2016 sebanyak 9 kasus tahun 2017

7
sebanyak 11 kasus.surgical site infection januari –desember 2017 sebanyak 2

kasus.Total HAIs 2017 yaitu yang paling tinggi adalah VAP sebanyak 3 kasus.

Ventilator associated pneumonia (VAP) adalah pneumonia nosokomial

yang terjadi setelah 48 jam pada pasien dengan bantuan ventilasi mekanik baik itu

melalui pipa endotrakeal maupun pipa trakeostomi VAP didefinisikan sebagai

pneumonia yang didapat oleh pasien-pasien yang memakai ventilator mekanik

selama > 2 hari terhitung sejak hari pertama pemasangan ventilator dimana

ventilator tersebut masih dalam keadaan terpasang sehari sebelum atau tepat pada

hari pasien tersebut mendapat pneumonia.

Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat

dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati pendidikan tinggi.

Terlebih lagi persaingan di dunia kerja sangtlah keras, tidak hanya yang

memiliki pengetahuan yang mempuni yang dapat berhasil tetapi juga

pengalaman dan pengetahuan menganalisis lingkungan sekitar. Melalui dasar

pemikiran inilah, sehingga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bukittinggi

program studi Kesehatan Masyarakat selalu berupaya agar lulusannya tidak

hanya hebat dalam pengetahuan tetapi memiliki keterampilan yang baik

sehingga mampu menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif.

Untuk itu perlu adanya Pelaksanaan Kegiatan Latihan Kerja Peminatan untuk

meningkatkan kompetensi mahasiswa dan bagaimana menerapkan semua

pengetahuan yang telah di dapat selama perkuliahan dalam dunia praktis.

Dengan demikian mahasiswa akan dapat membandingkan bagaimana

penerapan pengetahuan yang telah didapat selama perkuliahan dengan

8
pelaksanaan di dunia praktis di lingkungan sekitar mahasiswa dengan lokasi

pelaksanaan studi banding. Juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa

untuk bertanya langsung tentang manajemen kesehatan yang dilaksanakan di

lokasi studi banding sesuai dengan program studi / peminatan mahasiswa,

terutama strategi Rumah Sakit/ perusahaan/pelaku usaha hingga mencapai

keberhasilan.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Pada mata kuliah Latihan Kerja Peminatan ini, diharapkan

mahasiswa mahasiswi yang mengikuti kegiatan LKP mampu

mendiskripsikan pelaksanaan program administrasi kebijakan kesehatan

di rumah sakit dengan menerapkan ilmu yang telah diperoleh

sebelumnya.

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan atau kompetensi khusus yang harus dicapai

mahasiswa mahasiswi dalam LKP ini adalah :

a) Mengobservasi pelayanan di bagian infection control di Rumah

Sakit Putra Specialis Hospital Melaka Malaysia

b) Memberikan gambaran pelayanan kesehatan yang berhubungan

dengan Administrasi Kebijakan Kesehatan di Rumah Sakit Putra

Specialis Hospital Melaka Malaysia

9
c) Menganalisis informasi untuk peningkatan pelayanan di Rumah

Sakit Putra Specialis Hospital Melaka Malaysia.

C. Manfaat

1. Bagi Mahasiswa

a) Mengetahui dan memahami informasi tentang gambaran Rumah

Sakit Putra Specialis Hospital

b) Mengetahui dan memahami pelayanan kesehatan di Rumah Sakit

Putra Specialis Hospital

c) Mendapatkan pengalaman dan ilmu terkait pelayanan kesehatan

masyarakat di Rumah Sakit

d) Mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara

langsung dilapangan

2. Bagi Rumah Sakit

Menjadi ruang diskusi dan share dengan akademis terkait dengan

permasalahan-permasalahan yang ditemukan oleh mahasiswa selama

pelaksanaan latihan kerja lapangan di lokasi.

3. Bagi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat

10
Menjadi wadah aktualitas kerja sama dengan berbagai instansi dan

stakeholder lainnya.

BAB II
PENYAJIAN DATA

A. ANALISA SITUASI RUMAH SAKIT PUTRA MELAKA

Rumah sakit Putra merupakan salah satu pusat pengobatan swasta

yang mana ke pakaran, kemudahan dan kelengkapan R.S Putra adalah

sebanding dengan R.S swasta milik Negara asing di Melaka. Lokasi R.S

Putra Melaka amat strategis sekali yaitu terletak di pusat kota bandaraya

bersejarah berdekatan dengan mall mahkota dan dataran pahlawan. Ini

memudahkan masyarakat luar khususnya dari Indonesia bisa datang

berlibur sambil berobat.

11
Objek utama R.S Putra Melaka adalah untuk menyediakan

pelayanan kesehatan yang bagus, mudah didapati, dan mampu ditanggung

oleh penduduk dimalaysia maupun dari luar Negara khususnya rakyat

Indonesia. R.S Putra adalah antara lubah sakit yang serba lengkap dan

modern untuk memenuhi keperluan dan permintaan semasa.


Rumah sakit Putra Melaka mulai beroperasi tahun 1992 dan

dahulunya dikenal dengan The Southern Hospital Melaka. Bangunan R.S

Putra Melaka terdiri dari pada bagunan 12 tingkat dan mampu menampung

sejumlah 241 tempat tidur pasien. Selain memounyai kamar rawat biasa,

kami juga mempunyai kamar rawat inap VIP dan VVIP (kamar Di-Raja)

yang hanya terdapat di RS Putra Melaka Saja.


Rumah Sakit Putra Melaka juga dilengkapi dengan 50 klinik dokter

pakar. Dari berbagai bidang, 5 tempat tidur unit rawataan rapi (ICU) dan 5

Kamar Operasi. Selain dokter-dokter pakar yang berpengalaman khusu

dalam bidangnya masing-masing, R.S Putra juga mempunyai tenaga medis

(jururawat) dan para karyawan yang professional dan terlatih untuk

memberikan rawatan dan pelayanan yang terbaik.


Unit gawat darurat (UGD) beroperasi sepanjang 24 jam, 7 hari

seminggu termasuk cuti umum yang senantiasa bersedia memberikan

rawatan emergensi/darurat yang serba lengkap dan tenaga medis yang di

latih khas dalam memberikan pertolongan dan rawatan darurat dengan

pantas.
Data kunjungan rawat jalan dan rawat inap pada tahun 2017 yaitu

pada rawat jalan ada sebanyak 50.237 Orang dan pada rawat inap ada

12.027 Orang

Spesialis Unggulan Rumah Sakit Putra

12
 Spesialis Bedah Orthopedi dan Trauma

 Spesialis Bedah Saraf dan Otak

 Spesialis Bedah Umum

 Spesialis Kandungan dan Kebidanan

 Speseialis Mata

 Spesialis Perawatan Jantung

 Spesialis Urologi

Spesialis Lain:

 Spesialis Anak

 Spesialis Anatesi dan Perawatan Intensif

 Spesialis Bedah Mulut

 Spesialis Bedah Plastik dan Kosmetik

 Spesialis Gigi dan Orthodontik

 Spesialis Ginjal

 Spesialis Jiwa

 Spesialis Penyakit Dalam

 Spesilais Radiologi

 Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan

 Spesialis Usus dan Pencernaan

13
 Paket Medical Check – Up

Peralatan Canggih

 Magnetik Resonance Imaging (MRI)

 Lithotriptor (Pemecah Batu Karang).

 CT Scan

 Angiocardiografi dan Angioplasty

 Endoskopi

 Fluoroskopi dll.

Fasilitas – fasilitas

 Unit Gawat darurat 24 jam

 Radiologi

 Unit Rawatan

 Unit Rawatan Jantung

 Hemodialisis

 Pusat Pemeriksaan Kesehatan

 Phisioterapi

 Apotik 24 jam

 Toko Serba Aneka 24 Jam

Pelayanan Tambahan

14
 Menjemput/ menghantar pasien dan keluarga dari / ke bandara

dengan Transportasi Rumah Sakit Putra

 Mobil Ambulan 24 jam, menjemput/ mengantar pasien dari/ ke

bandara

 Diskon harga kamar hotel-hotel yang mempunyai kerjasama

dengan R.S Putra Melaka

 Melanjutkan Visa Pasien

 Konfirmasi tiket pesawat pasien dan keluarga

 Mengantar ketempat-tempat wisata

 Pembayaran kredit : visa, master dll.

VISI RUMAH SAKIT PUTRA


Menyediakan perkhidmatan perubahan yang cemerlang dan

berkualiti
MISI RUMAH SAKIT PUTRA
Memberikan perkhidmatan perubatan yang berkualiti kepada

pelanggan melalui khidmat pelanggan yang seragam dengan menggunakan

kepakaran dan teknologi terkini.


Tujuan utamanya adalah

- Integrity - Progresif

- Respect - Inovatif

- Empati

Salah-satu rumah sakit bertaraf Internasional di Malaysia yang

acap dikunjungi warga Indonesia adalah Rumahsakit Putra Malaka (Putra

15
Spesialist Hospital). Rumah sakit yang dikenal memberikan pelayanan

prima ini, ternyata memiliki prasaran pendukung kesehatan setara dengan

rumahsakit sawasta lainnya di Malaka.

Lebih dari 500 ribu orang warga Indonesia lebih memilih negeri

Malaysia dan Singapura sebagai tempat berobat dan mendapat pelayanan

kesehatan. Ini dibuktikan dengan catatan Yayasan Selasih Pekanbaru,

bahwa lebih dari 250 ribu warga Indonesia (sebagian besar warga

Pekanbaru, Bengkalis dan Dumai) pergi berobat ke Malaka Malaysia

setiap tahunnya.

Dari beberapa rumah sakit berstandar internasional di Malaysia

yang dikunjungi warga Indonesia di Malaysia, Rumahsakit Putra Malaka

(Putra Spesialist Hospital) menjadi pilihan utama bagi warga Indonesia

untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Rumah sakit Putra merupakan salah satu pusat pengobatan swasta

milik tempatan yang kepakaran dan ketersediaan sarana dan prasaran

pendukung kesehatannya setara dengan rumahsakit sawasta lainnya di

Malaka. Seperti RS Mahkota Medical Centre dan RS Pantai, RS Putra juga

berstandar internasional. Memiliki lebih dari 50 klinik specialist dengan

dokter pakar yang telah berpengalaman puluhan tahun lebih.

RS Putra terletak di pusat Bandar Negeri Malaka dan cabangnya di

Batupahat Johor. Lokasinya sangat strategis. Terletak di pusat kota Bandar

raya Bersejarah yang berdekatan dengan tempat-tempat wisata budaya,

Mall Mahkota dan dataran pahlawan. Hal ini memudahkan masyarakat

luar, khususnya dari Indonesia bisa datang berobat sambil berlibur.

16
Sejak mengembangkan sayap dengan membentuk Representatif

Hospital di beberapa daerah di Indonesia setahun silam, PSH telah

dikunjungi lebih dari 58.000 pasien dari Indonesia per tahun. Kini rumah

sakit ini ditasbihkan menjadi ikon kesehatan baru negeri jiran itu. Apa sih

keunggulannya.

Dari hasil kunjungan langsung STIKES Fort De Kock Bukittinggi

ke rumah sakit Putra Spesialist Hospital (PSH) di Malaka beberapa waktu

lalu, setidaknya ada lima hal penyebab pasien memilih berobat ke luar

negeri. Yakni pelayanan kesehatan yang lebih memadai, tindak laku

pengelola rumah sakit dalam menghadapi pasien, kepakaran dokter yang

sudah teruji.

Belum lagi teknologi pengobatan dan kelengkapan rumah sakit

yang modern, serta adanya beragam paket khusus yang ditawarkan

rumahsakit yang menarik minat pasien dan keluarganya untuk berkunjung

ke Malaysia, seperti paket berobat sambil berlibur mengunjungi tempat-

tempat wisata.

Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh PSH sudah terasa tidak

saja ketika pasien sudah sampai di rumah sakit, tetapi sudah dimulai dari

tempat tinggal sang pasien itu sendiri. Ketika pasien sudah memutuskan

untuk berobat ke PSH, representatif (perwakilan) rumahsakit yang berada

di kota tempat tinggal pasien sudah mulai bertugas memberikan

pelayanan.

Petugas representatif tersebutlah yang menguruskan segala

keperluan berangkat pasien, mulai dari kebutuhan surat-surat administrasi

17
keimigrasian, evakuasi keberangkatan, penjemputan dengan ambulan di

pelabuhan (kalau pasien berangkat dengan ferry) atau penjemputan ke

bandara kalau pasien berangkat dengan pesawat terbang.

Sesampai di rumah sakit, pasien atau keluarganyapun tidak pula

direpotkan lagi oleh masalah administrasi rumah sakit, karena sebelumnya

petugas representatif sudah mendaftarkannya lebih dulu.

Dokter RS Putra Malaka Siap Berikan yang Terbaik

- Selain itu pasien pun tidak perlu lagi menunggu lama

kedatangan dokter ahli atau menurut istilah di Malaysia dokter

pakar yang akan mengobati. Karena dokter sudah siap sedia

menanti kedatangan pasien untuk sesegera mungkin diobati.


- Penentuan dokter pakar ini juga dilakukan oleh petugas

representatif yang diantaranya ada yang berprofesi sebagai

dokter. Seperti di Pekanbaru, Dokter representatif PSH di

Pekanbaru adalah Datuk Dr Abdullah Qayyum. Sebelum ke

Malaka, Dr Qayyum sudah melakukan diagnosis awal penyakit

pasien. Berdasarkan hasil diagnosis ini, Dr Qayyum melakukan

konsultasi dengan dokter pakar yang ada di PSH terkait teknis

pengobatan yang akan dilakukan kepada pasien.

RS Putra Malaka Beri Konsultasi

- Hasil konsultasi tersebut dikonsultasikan dengan pasien dan

keluarganya sehingga dapat diputuskan hal-hal terbaik yang

dapat dilakukan untuk kesembuhan pasien.


- Khusus mengenai komunikasi yang transparan antara pasien

dengan dokter ini agaknya menjadi keunggulan utama rumah

18
sakit PSH. Terasa bahwa pengelola rumahsakit benar-benar

lebih mengedepankan pasien daripada sebagai konsumen.

Pelayanan terhadap pasien lebih diutamakan.


- Waktu yang disediakan dokter pakar untuk pasien cukup untuk

konsultasi atau tidak terburu-buru dalam menghadapi pasien.

Dan Dokter bertugas menegakkan diagnosis berdasarkan hasil

pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan peralatan

modern yang tingkat ketelitian dan keakuratannya lebih baik.

RS Putra Malaka Pelayanan Kesehatan Terbaik

- Hal ini memang jauh berbeda bila di dalam negeri. Di

Indonesia waktu yang disediakan dokter untuk memeriksa

pasien sangat singkat. Hebatnya, dalam waktu singkat itu

dokter dapat langsung bisa menegakkan diagnosis terhadap

penyakit yang diderita pasien.


- Dengan pelayanan seperti itu, terasa bahwa masalah biaya tidak

lagi menjadi persoalan. Masalah tarif atau biaya pelayanan

memang lebih tinggi dibanding di dalam negeri, tetapi nilai itu

terasa lebih rendah karena sebanding dengan pelayanan yang

diterima.

Putra Spesialist Hosiptal Melaka sudah melakukan inhouse training

kepada seluruh karyawan untuk mengetahui cara pencegahan HAIs ini yaitu

dengan cara mencuci tangan pakai sabun atau handrub (Hand Hygiene), cara

pemakaian Alat Pelindung Diri (APD).

1. Manajemen linen

19
Linen merupakan bagian yang penting dalam operasional Putra

Spesialist Hospital Melaka dan rumah sakit pada umumnya. Linen yang

dimaksud ini adalah kain yang digunakan di rumah sakit dalam

kegiatan operasi, persalinan dan kain yang digunakan untuk perlengkapan

pasien (seperti jas operasi, duk, sarung bantal sprei dan lain)

Dalam mekanisme pemakaian kesehariannya linen terbagi menjadi tiga

bagian yaitu:

1) Linen yang digunankan dalam penanganan pasien.

2) Linen yang disimpan

3) Linen yang di cuci untuk menghindari infeksi nosokomial yang

dapat ditimbulkan.

Karena itu linen diperlukan suatu sistem perencanaan yang baik

agar dalam penyelenggaraan linen dapat menjamin pemenuhan kebutuhan

dalam memberikan pelayanan, serta agar selalu tersedia dalam kondisi siap

untuk segera dapat digunakan secara efektif pada tempat dan waktu yang

telah di tentukan. Beberapa kesalahan dalam linen dapat menimbulkan

dampak terhad apinfeksi nokosomial yang akan dialami dari berbagai

pihak baik pasien atau karyawan Rumah Sakit Alur linen yang tidak baik

dapat menciptakan infeksi nokosomial.

Linen harus dibedakan menjadi 2 yaitu linen non infeksius dan

linen infeksius masing-masing inen harus di tempatkan pada kantong yang

sesuai, bila salah penempatan Linen dapat menularkan penyakit. Bak atau

tempat linen di bagi menjadi 2 yaitu bak penampungan linen kotor dan bak

penampungan linen bersih. Bak linen kotor digunakan untuk menampung

20
linen kotor atau linen yang belum di cuci di laundry, sedangkan bak

penampungan linen bersih digunakan untuk membawa linen bersih. Bak

linen bersih dan linen kotor berbentuk gerobak dengan keadaan tertutup.

Jika tidak tertutup dapat menularkan infeksi (infeksi nosokomial).

2. Pengelolaan sampah dan limbah medis Rumah Sakit

Upaya kesehatan lingkungan rumah sakit bertujuan untuk

mewujudkan lingkungan rumah sakit baik in door ataupun out door yang

aman, nyaman dan sehat bagi para pasien, pekerja, pengunjung dan

masyarakat di sekitar rumah sakit, kejadian pencemaran lingkungan dan

gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh rumah sakit dapat ditekan

sekecil mungkin atau bila mungkin dihilangkan.

Pengelolaan limbah dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan

yang dilakukan terhadap limbah mulai dari tahap pengumpulan di tempat

sumber, pengangkutan, penyimpanan serta tahap pengolahan akhir yang

berarti pembuangan atau pemusnahan.

Tata laksana penanganan limbah medis:

1. Pemilahan Limbah

Dilakukan pemilihan jenis limbah medis mulai dari sumber yang

terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, limbah

farmasi, sitotoksis, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah kontainer

bertekanan dan dengan kandungan logam berat yang tinggi.

Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil

limbah adalah kunci pembuangan yang baik. Tempat Penampungan

Sementara Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, maka

21
limbah medis harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit

lain atau pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan

pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu

ruang.

2. Pengumpulan Limbah Medis.

Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah

menggunakan troli khusus yang tertutup

3. Pewadahan Limbah Medis

Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air,

dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya, misalnya

fiberglass.Di setiap sumber penghasil limbah medis harus tersedia tempat

pewadahan yang terpisah dengan limbah non-medis. Tempat pewadahan

limbah medis infeksius dan sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan

limbah harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan

dipergunakan kembali, sedangkan untuk kantong plastik yang telah di

pakai dan kontak langsung dengan limbah tersebut tidak boleh digunakan

lagi.

3. CSSD (Central Sterile Suply Departmen)

Sentralisasi sentral adalah suatu bagian pelayanan penunjang

medik yang memberikan pelayanan sterilisasi pada seluruh unit pelayanan

yang memerlukan bahan atau alat steril secara terpusat yang bertujuan

memelihara efektivitas secara akurat terhadap proses pembersihan,

desinfeksi dan sterilisasi yang berkaitan dengan pemgendaliaan infeksi.

22
Instalisasi sterilisasi sentral juga merupakan suatu bagian dari

Rumah Sakit dengan staf dan perlengkapan khusus yang bertanggung

jawab atas penyelenggaraan proses pencucian atau dekontaminasi,

pengemasan, sterilisasi dan penyimpanan serta distribusi alat atau

instumen medis dari berbagai department atau unit pelayanan di Rumah

Sakit.

B. LAPORAN MASALAH YANG DITEMUI PADA BAGIAN


PENGENDALIAN PENYAKIT

1. Analisis Swot Rumah Sakit Putra Melaka

Faktor Internal Faktor Eksternal


Kelebihan Kekurangan Peluang Ancaman
(Strength) (Weakness) (Opportunities) (Threats)
Komunikasi yang Tenaga Dapat bekerjasama Berdirinya
transparan antara paramedic, dengan perhotelan Rumah Sakit
pasien dan dokter perawat dan dan perusahaan di Swasta milik
petugas laennya sekitar rumah sakit negara asing di
tidak mempunyai Melaka.
wewenang untuk
membuat
keputusan.
Mempunyai dokter Penampilan dari Menyediakan

23
Spesialis / dokter tenaga kesehatan pelayanan
Pakar yang yang di rumah kesehatan yang
berkompeten sakit putra kurang baik, mudah
menarik. dijangkau, dan
mampu ditanggung
oleh penduduk
Malaysia maupun
luar negara
khususnya warga
Indonesia
Teknologi
pengobatan dan
kelengkapan
rumah sakit yang
modern
Adanya kegiatan
workshop for
clinical dan non
clinical
Adanya Tranning
yang diberikan
kepada staf
clening service
agar lebih
terlindungi dari
infeksi yang ada
dirumah sakit.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan adanya Program Latihan Kerja Peminatan dan laporan ini, kami

menyimpulkan bahwa pada studi bandingnya di lokasi kami tidak menemukan

unit kerja langsung yang terkait secara langsung dengan peminatan kami di

perkuliahan yang mana kami yang melaksanakan studi banding adalah

mahasiswa program studi Kesehatan masyarakat peminatan Administrasi

24
Kebijakan Kesehatan. Namun kami menyadari bahwa segala sesuatu yang

terjadi dan yang dialami setiap orang adalah pembelajaran dalam proses

pendewasaan prilaku dan kami mengambil hikmah serta memahami secara

positif. Dan secara umum Kami mahasiswa menyimpulkan studi banding ini :

a. Meningkatkan kompotensi kualitas akademik agar lebih siap dalam

menghadapi dunia kerja

b. Serta tahu bagaimana mempunyai system manajemen yang kuat dari

Analsisa SWOT.

c. Menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman kami tentang

bagaimana sistem keamanan dan keselamatan kerja yang dilaksanakan

di lokasi Latihan Kerja Peminatan.

B. Saran

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua mahasiswa dan dosen.

Sehingga ada tindak lanjut atau berkelanjutan yang mempunyai nilai tambah

bagi kampus. Dan saran yang dapat kami berikan berupa :

a. Untuk Latihan Kerja Peminatan yang akan dilakukan di tahun tahun

mendatang dapat lebih spesifik sesuai dengan peminatan pada program

studi mahasiswa.

b. Ada bentuk kerjasama yang terukur dan jelas dari pihak Stikes dengan

lokasi Latihan Kerja Peminatan dalam menentukan kualifikasi dari

studi banding misalnya jika program studi Kesehatan Masyarakat

peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan yang melaksanakan studi

25
banding hendaknya ke Rumah sakit yang tersedia unit kerja/ instalasi

Administrasi Kebijakan Kesehatan .

26