Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L)

DI PT. KUNANGO JANTAN

BIDANG K3 KESEHATAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA


DAN BAHAN BERBAHAYA BERACUN (B3), DAN
ERGONOMI

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM

ANGKATAN KE - 64

KELOMPOK 4

1. AHMAD FAUZAN
2. AZRI RISANDI
3. IRFAN YUDA HANDOKO
4. NADYA KHAIRANNISA ANDRIZAL
5. NANDA ILHAM
6. ROBBY ZAMRONI
7. TRIA ANIK
8. YOHANES

PENYELENGGARA

PT. DUTA SELARAS SOLUSINDO

Padang, 1 Februari 2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah

memberikan rahmat dan karunia-Nya serta kesempatan kepada penulis sehingga

dapat menyelesaikan tugas Laporan PKL.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut

membantu dalam pembuatan tugas ini, sehingga akhirnya tugas ini dapat

terselesaikan. Penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan

laporan ini. Semoga tugas ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan

kita semua. Penulis juga mohon kritik dan saran dari pembaca demi

kesempurnaan tugas ini.

Padang, Februari 2018

Kelompok 4
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................i

DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB I. PENDAHULUAN......................................................................................1

I.1. Latar Belakang......................................................................................1

I.2. Maksud dan Tujuan..............................................................................3

I.3. Ruang Lingkup.....................................................................................4

I.4. Dasar Hukum........................................................................................4

BAB II. KONDISI PERUSAHAAN.......................................................................6

II.1. Gambaran Umum Tempat Kerja..........................................................6

II.2. Temuan Positif dan Negatif.................................................................7

BAB III ANALISA TEMUAN..............................................................................12

BAB IV PENUTUP...............................................................................................24

IV.1. Kesimpulan.......................................................................................24

IV.2. Saran.................................................................................................24
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Laporan Kunjungan Praktek Lapangan ini merupakan salah satu persyaratan


untuk mendapatkan sertifikat AK3 Umum yang diadakan oleh PT. Duta Selaras
Solusindo bekerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan. Dilatarbelakangi
oleh hal tersebut, maka pada tanggal 31 Januari 2018 kami melakukan Kunjungan
Praktek Kerja Lapangan di PT. KUNANGO JANTAN.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada dasarnya menjadi tanggung jawab


semua pekerja dalam suatu perusahaan atau industri. PT. KUNANGO JANTAN
salah satu industri manufaktur yang memproduksi pipa bulat, sambungan pipa,
cinder blok atau blok beton, tiang besi, tiang pancang beton pracetak, pipa, tiang
listrik beton, plat, tiang pancang kotak, tiang pancang bulat, tiang listrik besi, pipa
galvanis, elbow, reducer, box culvert yang dalam setiap kegiatannya selalu
mengutamakan sistem keselamatan dan kesehatan kerja meliputi tempat kerja,
metode kerja, mesin dan peralatan, serta sasaran dan fasilitas untuk melindungi
keselamatan dan kesehatan kerja pekerja PT. KUNANGO JANTAN.

Sesuai visi perusahaan yaitu. PT. KUNANGO JANTAN “Ikut Menunjang


Pembangunan Listrik dan Infrastruktur bagi Masyarakat Luas”. Menyadari bahwa
gedung beserta sarana dan prasarannya haruslah dipelihara dengan baik untuk
menjaga keamanan, keselamatan dan kemungkinan terjadinya bencana. Selain itu,
pencegahan pencemaran lingkungan sekitar, terjadinya penyakit dan kecelakaan
akibat kerja harus selalu diperhatikan dalam setiap kegiatannya. Hal tersebut
ditujukan dengan penghargaan “Zero Accident” yang diperoleh sebanyak 3 (tiga)
kali berturut-turut dari Disnaker.

Sebagai komitmen yang harus direalisasikan, kesehatan dan keselamatan


kerja di PT. KUNANGO JANTAN pada dasarnya adalah menjadi tanggung jawab
semua pekerja disetiap satuan kerja dan merupakan salah satu faktor penting
dalam menunjang produktifitas pekerja. Agar pekerja dapat berdaya guna dan
berhasil guna secara optimal, perlu dilakukan pembinaan sebaik-baiknya. Bagi

Kelompok 4 DSS Batch 64 1


pekerja PT. KUNANGO JANTAN dilakukan pemeriksaan kesehatan pada awal
tahun 2017.

PT. KUNANGO JANTAN di berbagai tingkatan pimpinan harus


memperhitungkan faktor keselamatan, kesehatan dan potensi timbulnya
kecelakaan disemua aktivitas. Hal ini harus dilaksanakan sebagai kebiasaan oleh
setiap pekerja untuk menghindari kecelakaan. Setiap pekerja secara personal
bertanggung jawab terhadap jalannya pekerjaan mereka, memberikan perhatian
utama untuk keselamatan pekerja, keselamatan rekan kerja, prasarana dan sarana,
untuk itu perlu adanya pembinaan atau peningkatan pengetahuan dan
keterampilan sumber daya manusia yang ada, di bidang keselamatan dan
kesehatan kerja.

Didalam kelompok masyarakat, khususnya, perusahaan mutlak memiliki


tenaga P3K yang terampil terutama di lingkungan kerja atau perusahaan yang
banyak menggunakan mesin dan teknologi canggih serta bahan berbahaya dan
beracun (B3). Bahkan ketidakdisiplinan pekerja juga bisa menyebabkan penyakit
dan kecelakaan pekerja. Untuk memberikan kenyamanan dan produktivitas kerja
maka juga perusahaan perlu memerhatikan aspek ergonomi pada setiap bekerja.

Untuk mengantisipasi masalah itu maka pemerintah menerbitkan Undang-


undang Nomor 1 tahun 1970 yang mengatur tentang Keselamatan Kerja dan
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 3 tahun 1982 tentang Kewajiban
Melaksanakan Pelayanan Kesehatan Kerja di Perusahaan. Untuk melaksanakan
peraturan tersebut, maka perusahaan industri menengah dan besar mendirikan
poliklinik bahkan rumah sakit. Dengan mempekerjakan tenaga dokter dan
paramedik untuk melayani pekerja sebagai safety officer atau pelaksana P3K agar
dapat menumbuhkan kondisi aman bekerja dan mampu menyelamatkan diri
apabila suatu saat terjadi kecelakaan kerja.

Pengertian Bahan Berbahaya dan Beracun menurut OSHA (Occupational


Safety and Health Administration) adalah bahan yang karena sifat kimia maupun
kondisi fisiknya berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia,
kerusakan properti dan lingkungan. Sedangkan menurut PP No 7 tahun 2001
tentang pengelolaan B3 didefinisikan sebagai bahan yang karena sifat atau

Kelompok 4 DSS Batch 64 2


konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung
dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup atau dapat membahayakan
lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup
lainnya. Mengingat risiko dampak B3 bagi manusia, lingkungan, kesehatan dan
kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lainnya, pemerintah telah
melakukan pengaturan pengelolaan B3, meliputi pembuatan, pendistribusian,
penyimpanan, penggunaan hingga pembuangan limbah B3.

PT. KUNANGO JANTAN dalam menjalankan fungsi operasionalnya juga


menggunakan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan menghasilkan limbah, baik
itu limbah B3 cair, limbah B3 padat, limbah organik, dan limbah non organik.
Kondisi tersebut disebabkan karena berbagai karakteristik dan jenis limbah yang
berpotensi menghasilkan dampak yang tergolong sebagai limbah yang
mengandung B3.

Program penanganan B3 dan limbah B3 adalah salah satu upaya untuk


menghindarkan atau mengurangi risiko bahan berbahaya melalui produksi,
distribusi, dan penggunaan bahan berbahaya yang semakin meningkat jumlah
maupun jenisnya serta dalam proses menghasilkan limbah, baik itu limbah B3
cair, limbah B3 padat, limbah organik, dan limbah non organik. Penggunaan
bahan berbahaya yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan penanganannya
dapat menimbulkan ancaman atau bahaya terhadap kesehatan manusia dan
lingkungan khususnya bahan yang digunakan di PT. KUNANGO JANTAN.

Definisi ergonomi menurut Greek berasal dari kata Ergon dan Nomos. Ergon
berarti kerja, Nomos berarti kebijakan hukum. Menurut Murrel (1949), ergonomik
adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungan
kerjanya. Pengertian ergonomi menurut International Labour Organization (ILO)
merupakan penerapan ilmu biologi manusia sejalan dengan ilmu rekayasa untuk
mencapai penyesuaian bersama antara pekerja dan manusia secara optimum,
dengan tujuan agar bermanfaat demi efisiensi dan kesejahteraan.

Kelompok 4 DSS Batch 64 3


1.2 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah :


1. Untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai aplikasi K3 di
PT. KUNANGO JANTAN khususnya di bidang Kesehatan Kerja,
Lingkungan Kerja, B3 dan ergonomi.
2. Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi peserta Calon Ahli K3
umum agar dapat mengidentifikasi, menganalisa, dan memberikan saran
serta rekomendasi kepada PT. KUNANGO JANTAN khususnya.

1.3 Ruang Lingkup

Ruang Lingkup Praktek Kerja Lapangan ini adalah

1. Pelaksanaan K3 di Bidang Kesehatan Kerja


2. Pelaksanaan di Bidang Lingkungan Kerja
3. Pengelolaan Bahan Berbahaya Beracun (B3)
4. Pelaksanaan K3 di Bidang Ergonomi

1.4 Dasar Hukum

Dasar Hukum Pengawasan Kesehatan Kerja :


1. Undang-Undang No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 Tahun 1964 tentang Syarat
Kesehatan, Kebersihan, serta Penerangan dalam Tempat Kerja
3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Koperasi Per-
01/MEN/1976 tentang Kewajiban Pelatihan Hyperkes Bagi Dokter
Perusahaan
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan
Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja
5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per- 01/MEN/1981
tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja
6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per- 03/MEN/1982
tentang Pelayanan Kesehatan Kerja
7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per- 03/MEN/1998 tentang Tata Cara
Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan

Kelompok 4 DSS Batch 64 4


8. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 333 Tahun 1989 tentang Diagnosa
dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja
9. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE-01/MEN/1979 tentang
Pengadaan Kantin dan Ruang Makan
10. Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE-86/BW/1989 tentang Perusahaan
Catering yang Mengelola Makanan Bagi Tenaga Kerja
11. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Tansmigrasi No. Per-15/MEN/2008
tentang P3K di Tempat Kerja

Dasar Hukum Pengawasan Lingkungan Kerja dan Bahan Kimia Berbahaya :


1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-187/MEN/1999 tentang
Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja
3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per-
08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per-13/MEN/2011
tentang NAB Fisika dan Kimia di Tempat Kerja

Dasar Hukum Pengawasan Ergonomi

1. Undang-Undang No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Kelompok 4 DSS Batch 64 5


BAB II
KONDISI PERUSAHAAN

2.1 Gambaran Umum Tempat KerjaPT. Kunango Jantan Group

a. Profil Perushaan
Nama Perusahaan : PT. Kunango Jantan
N.P.W.P :01.622.858.7.201.000
Status Usaha : Swasta
Alamat desa/Kel :Jalan Bypass Km. 25 Kenagarian Kasang
KecamatanBatang Anai Kabupaten Padang
Pariaman Provinsi Sumatera Barat, Indonesia
Kode Pos : 25586
No. Telepon/Fax : 0751 4851886/9751 4851887
Website : kunangojantansteel.com
Anggota Asosiasi : None
Kategori Perusahaan : Manufacturer
Komponen bangunan dan struktur baja, Tiang
Pancang, Beton Pracetak, Tiang Besi, Cinder
Block atau blok beton, Sambungan Pipa, Pipa
Bulat, Plat Kembang/Plat Bordes, Produk besi
Baja.
Logo Perusahaan :

Gambar 3. 1 Logo PT. Kunango Jantan Group

PT. Kunango Jantan pertama kali beridiri pada tahun 1993. Pada awalnya
perusahaan ini merupakan sebuah bengkel yang kemudian berkembang menjadi
perusahaan yang bergelut dibidang material baja. PT. Kunango Jantan Group
adalah Kelompok Usaha yang fokus dalam penyediaan, pemrosesan, dan

Kelompok 4 DSS Batch 64 6


distribusi material baja dan beton siap pakai untuk industri konstruksi, kelistrikan,
pertambangan, telekomunikasi dan perhubungan.Kunango Jantan Grup beroperasi
di dua lokasi utama, Padang dan Pekanbaru dimana setiap anak perusahaan
memiliki fasilitas produksi sendiri dan Grup juga memiliki pusat R&D di Padang.

PT. Kunango Jantan Group merupakan perusahaan yang bergerak dibidang


manufacture dan trading. Terdiri dari beberapa bagian :

1. PT. Kunango Jantan Beton


2. PT. Kunango Jantan Steel
3. PT. Tiga Pilar Sakato
4. PT. Kunago Jantan Concrete
5. Workshop PT. Kunango Jantan

Gambar 3. 2 PT. Kunango Jantan Group

b. Visi dan perusahaan

Visi perusahaan:

“Ikut Menunjang Pembangunan Listrik dan Infrastruktur bagi Masyarakat


Luas”.

Kelompok 4 DSS Batch 64 7


Misi perusahaan:

a. Menjadi sebuah pabrik tiang besi dan beton yang terpercaya selalu
mengutamakan kualitas demi kepuasan pelanggan.

b. Menjadi sebuah perusahaan yang mampu memberikan harga hemat kepada


Negara tanpa mngurangi mutu.

c. Menjadi sebuah perusahaan yang bisa membuka lapangan kerja seluas-


luasnya bagi orang banyak.

d. Mengembangkan perusahaan dengan mendapatkan profit tanpa


mengurangi efisiensi belanja Negara.

e. Memperhatikan serta peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar pabrik.

f. Mengembangkan perusahaan dengan manajemen yang professional.

g. Menyadari bahwa setiap produksi yang dipakai bermanfaat terhadap orang


banyak.

2.2 Hasil Temuan


a. K3 Kesehatan Kerja
1. Poliklinik
Temuan Positif :
 Ada Ruang P3K
 Kecelakaan kerja dapat ditangani di P3K, kalau tidak bisa, dirujuk ke
TRAUMA CENTRE
Temuan Negatif :
 Belum Ada Poliklinik perusahaan
2. Dokter Pemeriksa Kesehatan TK
Temuan Positif :
 Pada awal tahun 2017, Perusahaan telah melakukan pemeriksaan
kesehatan terhadap tenaga kerja seperti audiometri, pemeriksaan
mata, pernafasan yang bekerja sama dengan Hyperkes
 Semua tenaga kerja telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan
BPJS Kesehatan

Kelompok 4 DSS Batch 64 8


Temuan Negatif :
 Belum adanya pemeriksaan awal untuk tenaga baru
3. Paramedis/ Petugas P3K
Temuan Positif :
 Memiliki 1 orang perawat
Temuan Negatif :
 Perawat yang ada belum disertifikasi oleh Hyperkes
4. Kotak P3K dan isinya
Temuan Positif :
 Ada di area produksi, dan didalamloker, kantor dan posisi letaknya
telah sesuai dengan ketentuan
 Temuan Negatif
 Semua isi kotak P3K belum lengkap sesuai dengan di persyaratkan.
5. Kantin dan Gizi Kerja, Ergonomi dll
Temuan Positif :
 Ada cafe
 Setiap karyawan diberikan 2 botol susu kaleng per minggu dan
tunjangan makan
 Tempat sampah sudah tersedia
Temuan Negatif :
 Tidak ada kantin
 Tempat sampah yang sudah tersedia belum memadai (belum
dipisahkan sesuai dengan kategori)
 Sosialisasi tentang Narkoba dan HIV/ AIDS belum pernah dilakukan
 Tenaga Kerja belum menerapkan prinsip ergonomi dalam bekerja
6. Penyakit Akibat Kerja
 Terganggunya pendengaran pekerjaan akibat tingginya tingkat
kebisingan di perusahaan (125 dB) pada area tertentu

b. K3 Lingkungan Kerja dan B3


1. House Keeping / 5S
Temuan Positif :
 Adanya sosialisasi dan slogan mengenai 5S
Temuan Negatif :
 Area kantor kotor
 Peralatan dan material masih terlihat berantakan
2. Toilet
Temuan Positif :
 Terdapat 34 toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan

Kelompok 4 DSS Batch 64 9


Temuan Negatif :
 Dengan jumlah karyawan 500, belum mencukupi untuk kesediaan
toilet.
3. K3 Kimia
Temuan Positif :
 Terdapat gudang untuk B3 dan telah dilakukan pemisahan sesuai
dengan kategori B3 yaitu padat, cair
 Sudah ada SOP tentang penanganan B3
 Sudah ada label, simbol dan MSDS
Temuan Negatif :
 Penempatan limbah B3 belum tertata rapi karena gudang terlalu kecil
sehingga sebagian ada diluar
 Kapasitas TPS belum memenuhi
 Dan sebagian limbah padat diberikan kepada pihak ketiga dan dijual
4. NAB Fisika
Temuan Positif :
 Telah dilakukan pengukuran lingkungan fisik, seperti kebisingan
Temuan Negatif :
 Nilai Ambang Batas Fisika melebihi baku mutu seperti kebisingan
125 dB
5. NAB Kimia
Temuan Positif :
 Telah dilakukan pengukuran lingkungan berupa faktor kimia, seperti
SO2, CO, NO2, dan debu
6. APD
Temuan Positif :
 Perusahaan telah menyediakan APD pada setiap karyawan setahun
sekali
Temuan Negatif :
 Masih ada karyawan yang tidak memakai APD (kurangnya
kesadaran karyawan dalam menggunakan APD)
7. K3 Confined Space

Kelompok 4 DSS Batch 64 10


Temuan Negatif :
 Ruang terbatas tidak ada
8. K3 Deteksi Gas
Temuan Positif :
 Prosedur kerja untuk tanggap darurat sudah ada
 Sudah ada petugas
9. Personil K3 Kimia
Temuan Positif :
 Sudah ada Ahli K3 Umum sebanyak 2 orang, petugas detektor sudah
ada
Temuan Negatif :
 Belum ada Ahli K3 Kimia dan tidak ada petugas ruang terbatas

Kelompok 4 DSS Batch 64 11


BAB III
ANALISA TEMUAN

3.1 Hasil Temuan

Foto Temuan Analisa Potensi Bahaya Saran Dasar Hukum


Poliklinik Temuan Positif : Untuk poliklinik sementara Permenaker No.
 Ada Ruang P3K seharusnya diperhatikan 03/Men/1982
 Kecelakaan kerja dapat ditangani di kebutuhan peralatan untuk tentang pelayanan
P3K, kalau tidak bisa dirujuk ke menangani apabila terjadi kesehatan tenaga
TRAUMA CENTRE kecelakaan kerja kerja.
Temuan Negatif :
 Tidak ada Poliklinik bagi karyawan

Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Temuan Negatif : Pelayanan kesehatan berupa Permenaker No.
Kerja  Tidak adanya dokter K3 pemeriksaan awal dilakukan 01/Men/1976 pasal 2
 Belum adanya pemeriksaan awal untuk setiap ada penerimaan tentang wajib latihan
tenaga baru karyawan baru dan hiperkes bagi dokter
dilanjutkan dengan perusahaan
pemeriksaan khusus bagi Permenaker No.
pekerjaan tertentu dan 03/Men/1982 pasal 2
berkala dilakukan setiap tentang pelayanan
tahun untuk menjaga kesehatan kerja.
produktivitas dan kesehatan Keputusan Dirjen
para pekerja No.
22/DJPPK/V/2008
tabel 2 tentang cara

Kelompok 4 DSS Batch 64 12


penyelenggaraan
26
pelayanan kesehtan
kerja yang
dilaksanakan sendiri
oleh perusahaan.
Paramedis/ Petugas P3K Temuan Positif : Untuk paramedis yang Permenaker No.
 Memiliki 1 orang perawat menangani kecelakaan kerja 01/Men/1979 Pasal
Temuan Negatif : sebaiknya yang telah 4 tentang kewajiban
 Perawat yang ada belum disertifikasi mengikuti pelatihan dan pelatihan hiperkes
oleh Hyperkes memperoleh disertifikasi bagi paramedis.
Keputusan Dirjen
No.
22/DJPPK/V/2008
tabel 2 tentang cara
penyelenggaraan
pelayanan kesehtan
kerja yang
dilaksanakan sendiri
oleh perusahaan.
Permenaker No.
15/MEN/VIII/2008
pasal 3 tentang
petugas P3K dan
lampiran I tentang
jumlah tugas P3K.

Kelompok 4 DSS Batch 64 13


Kotak P3K dan Isinya Temuan Positif : Kotak P3K diisi sesuai Permenaker No.
 Ada di area produksi , kantor dan dengan persyaratan (21 15/MEN/VIII/2008
laboratorium item) pasal 10 butir a serta
lampiran II tentang
Temuan Negatif : lambang kotak P3K
 Isinya tidak lengkap dan disimpan serta isi kotak P3K,
sebagian besar didalam locker Lampiran III tentang
jumlah kotak P3K

Kantin dan Gizi Kerja Temuan Positif : Sebaiknya perusahaan Surat Edaran
 Ada cafe menyediakan kantin bagi Menaker No. SE.
 Setiap karyawan diberikan 2 buah susu karyawan 01/MEN/1979
kaleng per minggu dan tunjangan makan tentang pengadaan
kantin dan ruang
Temuan Negatif : makan.
 Kantin dikelola oleh pihak ketiga Surat Edaran
sehingga setiap karyawan yg makan Menaker NO. :
harus membayar SE.86/BW/1989.
 Sosialisasi tentang Narkoba dan HIV/ Tentang perusahaan
AIDS belum pernah dilakukan catering yang
 Tenaga Kerja belum menerapkan prinsip mengelola makanan
ergonomi dalam bekerja

Kelompok 4 DSS Batch 64 14


Ergonomi Temuan Negatif : Sebaiknya ada sosialisai UU No. 1 Tahun
 Tenaga kerja belum menerapkan prinsip mengenai ergonomi dalam 1970 tentang
ergonomi dalam bekerja cara kerja keselamatan kerja
pasal 3 butir 1.
PMP No.7 Tahun
1964 pasal 9 tentang
syarat kesehatan,
kebersihan serta
penerangan dalam
tempat kerja.
PP No. 50 tahun
2012 lampiran II
7.2.2

Housekeeping/5S Temuan Positif : Tingkatkan kebersihan area Peraturan Mentri


 Adanya sosialisasi dan slogan mengenai kerja Perburuhan No. 7
5S Tahun 1964 pasal 3
 Tempat sampah sudah tersedia tentang Syarat
Kesehatan,
Kebersihan Serta
Penerangan Di
Tempat kerja.

Kelompok 4 DSS Batch 64 15


Temuan Negatif :
 Area produksi kotor
 Peralatan dan material masih terlihat
berantakan
 Tempat sampah yang sudah tersedia
belum memadai (belum dipisahkan
sesuai dengan kategori)

Kelompok 4 DSS Batch 64 16


Toilet Temuan Positif : Sebaiknya perusahaan Peraturan Mentri
 Terdapat 34 toilet yang terpisah antara menambah jumlah toilet Perburuhan No. 7
laki-laki dan perempuan agar memenuhi persyaratan Tahun 1964 pasal 6
Temuan Negatif : undang-undang tentang Syarat
 Dengan jumlah karyawan 500, belum Kesehatan,
mencukupi untuk kesediaan toilet. Kebersihan Serta
Penerangan Di
Tempat kerja.

Kelompok 4 DSS Batch 64 17


B3 Temuan Positif : Penerapan 5R (khususnya Keputusan Menteri
 Terdapat gudang untuk B3 dan telah kerapian) sebaiknya Tenaga Kerja No. 187
dilakukan pemisahan sesuai dengan dilaksanakan Tahun 1999 tentang
kategor B3 yaitu padat dan cair Pengendalian Bahan
 Sudah ada SOP tentang penanganan B3 Kimia Berbahaya di
 Sudah ada label, simbol dan MSDS Tempat Kerja
Temuan Negatif :
 Penempatan limbah B3 belum tertata
rapi karena gudang terlalu kecil
sehingga sebagian ada diluar
 Kapasitas TPS belum memenuhi
 dan sebagian limbah padat diberikan
kepada pihak ketiga dan dijual

Kelompok 4 DSS Batch 64 18


Kelompok 4 DSS Batch 64 19
NAB Kimia Temuan Positif : Peraturan Menteri
Tenaga Kerja dan
 Telah dilakukan pengukuran lingkungan Transmigasi Nomor
berupa faktor kimia, seperti SO2, CO, Per.13/MEN/X/2011
NO2, dan debu Tahun 2011 tentang
Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika dan
Faktor Kimia.
Peraturan Menteri
Perburuhan Nomor 7
Tahun 1964 tentang
Syarat Kesehatan,
Kebersihan Serta
Penerangan di
Tempat Kerja
NAB Fisika Temuan Positif : Sebaiknya dilakukan Peraturan Menteri
 Telah dilakukan pengukuran lingkungan pengendalian berupa Tenaga Kerja dan
fisik, seperti kebisingan engineering control seperti Transmigasi Nomor
Temuan Negatif : mengisolasi dan mengurangi Per.13/MEN/X/2011
 Nilai Ambang Batas Fisika melebihi jam paparan kepada pekerja Tahun 2011 tentang
batu mutu seperti kebisingan 125 dB serta sistem rotasi pekerja Nilai Ambang Batas
pada area tertentu Faktor Fisika dan
Faktor Kimia.
Peraturan Menteri
Perburuhan Nomor 7
Tahun 1964 tentang
Syarat Kesehatan,
Kebersihan Serta

Kelompok 4 DSS Batch 64 20


Penerangan di
Tempat Kerja
APD Temuan Positif : Sosialisasi tentang Kewajiban dalam
 Perusahaan telah menyediakan APD pentingnya keselamatan penggunaan APD di
pada setiap karyawan setahun sekali kerja menggunakan APD tempat kerja diatur
untuk meningkatkan dalam Undang-Undang
kesadaran dari pekerja No.1 Tahun
1970 tentang
Keselamatan Kerja
dan Permenakertrans
No.PER.08/MEN/VI
I/2010 tentang Alat
Pelindung Diri.

Temuan Negatif :
 Masih ada karyawan yang tidak
memakai APD (kurangnya kesadaran
karyawan dalam menggunakan APD)

Kelompok 4 DSS Batch 64 21


K3 confined space (prosedur kerja, Temuan Negatif : Perlu diadakan confined UU No. 01 Tahun
petugas, dll)  Ruang terbatas tidak ada space 1970 tentang
Keselamatan Kerja
Permenaker No.
15/MEN/VIII/2008
tentang P3K
Keputusan Menteri
Tenaga Kerja No. 187
Tahun 1999 tentang
Pengendalian Bahan
Kimia Berbahaya di

Kelompok 4 DSS Batch 64 22


Tempat Kerja
K3 deteksi gas, dll (prosedur kerja, Temuan Positif : UU No. 01 Tahun
petugas, dll)  Prosedur kerja untuk tanggap darurat 1970 tentang
sudah ada Keselamatan Kerja
 Sudah ada petugas Permenaker No.
15/MEN/VIII/2008
tentang P3K
Keputusan Menteri
Tenaga Kerja No. 187
Tahun 1999 tentang
Pengendalian Bahan
Kimia Berbahaya di
Tempat Kerja

Personil K3 : Petugas & Ahli K3 Temuan Positif : Keputusan Menteri


Kimia, Petugas Ruang Terbatas,  Sudah ada Ahli K3 Umum sebanyak 2 Tenaga Kerja No. 187
Petugas Detektor Gas orang, petugas detektor sudah ada Tahun 1999 tentang
Pengendalian Bahan
Temuan Negatif :
Kimia Berbahaya di
 Belum ada Ahli K3 Kimia dan tidak ada Tempat Kerja
petugas ruang terbatas

Kelompok 4 DSS Batch 64 23


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil temuan, PT KUNANGO JANTAN telah melaksanakan
program K3 khususnya di bidang Kesehatan Kerja, Lingkungan Kerja, B3
dan ergonomi sebagai berikut :

1. PT. KUNANGO JANTAN secara umum telah melakukan syarat-syarat K3


yang diwajibkan di lingkungan kerja.
2. Penerapan K3 khususnya di bidang Kesehatan Kerja di PT. KUNANGO
JANTAN belum berjalan dengan baik karena sebagian besar sistem
kesehatan kerja perusahaan belum terpenuhi (pengadaan poliklinik dan
kantin perusahaan, dokter perusahaan, isi kotak P3K sesuai persyaratan).
3. Penerapan K3 khususnya di bidang Lingkungan Kerja di PT. KUNANGO
JANTAN telah berjalan dengan cukup baik karena ada beberapa hal sistem
kerja di lingkungan kerja yang telah terpenuhi (pengukuran NAB kimia
dan fisika, sosialisasi 5S, pengadaan APD dan toilet). Namun, masih
ditemukan pekerja yang belum menggunakan APD saat bekerja.
4. Penerapan K3 khususnya dalam hal pengelolaan limbah B3 di PT.
KUNANGO JANTAN telah berjalan dengan cukup baik. Hal ini
dibuktikan dengan ditemukannya gudang TPS limbah B3, namun kapasitas
gudang tidak memadai dengan jumlah limbah yang ada yang
mengakibatkan ada sebagian limbah B3 yang diletakkan diluar gudang.
Limbah B3 dilengkapi dengan SOP, label dan MSDS.
5. Penerapan K3 khususnya di bidang ergonomi di PT. KUNANGO
JANTAN belum berjalan dengan baik karena masih ditemukan pekerja
yang bekerja tidak sesuai dengan ergonomi.

4.2 Saran

1. Penerapan K3 khususnya di bidang kesehatan kerja, lingkungan kerja,


pengelolaan limbah B3 dan ergonomi di PT KUNANGO JANTAN perlu
ditingkatkan pada beberapa sektor (pengadaan poliklinik perusahaan

Kelompok 4 DSS Batch 64 24


beserta dokter perusahaan, pemenuhan isi kotak P3K sesuai persyaratan,
penggunaan APD pada pekerja saat bekerja, perluasan gudang TPS limbah
B3 sesuai dengan kebutuhan jumlah limbah yang dihasilkan serta pekerja
bekerja sesuai dengan ergonomi).
2. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan awal, khusus dan berkala bagi para
pekerja.

Kelompok 4 DSS Batch 64 25