Anda di halaman 1dari 13

Quality Control

Deddy Rachman
PT. ACSET INTERNUSA
24 -MARET- 2018
Peraturan Beton di Indonesia

 Peraturan Lama : PBI 1971 N.I-2


 Peraturan Baru : SNI 2847 – 2002
 Peraturan Terbaru : SNI 2847 – 2013

 Secara resmi begitu peraturan baru disahkan, maka peraturan lama


tidak berlaku lagi. Namun karena proses kelengkapan SNI pendukung
dan sosialisasi untuk peraturan baru SNI 2847 – 2013 masih perlu
dilakukan/disosialisasikan, maka kondisi saat ini PBI 1971 belum
sepenuhnya ditinggalkan.
Dari PBI ke SNI

 PBI 1971 N.I-2 tentang  SNI 03-2847-1991


Peraturan Bertulang Indonesia  Tentang Tata Cara Perhitungan
 Adopsi dari CEB Struktur beton untuk Bangunan
Gedung
 SNI 03-2847-2002 (ACI
318-1995)
 Perlu disesuaikan dengan
peraturan terbaru.
 ACI 318-2006
 ACI 318-2011
 ACI 318-2014
SNI 2847 - 2013

 SNI 2847-2002  SNI 2847-2013


 Tatacara Perhitungan  Persyaratan Beton
Struktur Beton untuk Struktural untuk
Bangunan Gedung Bangunan Gedung
 Didopsi dari ACI 318-  Diadopsi dari ACI 318-
1995 2011
 More Comprehensif and
Unified
MUTU KEKUATAN BETON
σ’bk
Jenis Beton fc’ (Mpa) Keterangan
(kg/cm2)

Umumnya digunakan untuk beton


prategang seperti tiang pancang beton
Mutu tinggi > 45 > 500
prategang, gelagar beton prategang,
pelat beton prategang dan sejenisnya

Umumnya digunakan untuk beton


bertulang seperti pelat lantai jembatan,
gelagar beton bertulang, diafragma,
Mutu sedang 20 < x < 45 250 < x < 500
kereb beton pracetak, gorong-gorong
beton bertulang, bangunan bawah
jembatan, perkerasan beton semen

Umumya digunakan untuk struktur


beton tanpa tulangan seperti beton
15 < x < 20 175 < x < 250 siklop, trotoar dan pasangan batu
Mutu rendah kosong yang diisi adukan, pasangan
batu
Digunakan sebagai lantai kerja,
10 < x <15 125 < x < 175
penimbunan kembali dengan beton
Sumber : Seksi 7.1 Spesifikasi Umum 2010
KORELASI fc’ – σ’bk
Mutu Beton Kuat Tekan Karakteristik (kg/cm2)
fc’ ’bk Benda Uji Kubus
Benda Uji Silinder
(Mpa) (kg/cm2) 150x150x150mm
150mm – 300mm
50 K600 500 600
45 K500 450 500
40 K450 400 450
35 K400 350 400
30 K350 300 350
25 K300 250 300
20 K250 200 250
15 K175 150 175
10 K125 100 125

Sumber : Seksi 7.1 Spesifikasi Umum 2010


Pengertian

KEANDALAN BANGUNAN adalah kondisi bangunan


gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan,
kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan sesuai dengan
kebutuhan fungsi yang telah ditetapkan.
Persyaratan Teknis Keandalan BG

Keselamatan Struktur
Keselamatan (Beton)

Kesehatan
Pengamanan Kebakaran
Kenyamanan

Kemudahan Penangkal Petir

Pengamanan Instalasi
Tenaga Listrik

Bahan Peledak
BETON :
adalah bahan campuran yang terdiri dari komponen
bahan-bahan :

- SEMEN
- AGREGAT HALUS (pasir)
- AGREGAT KASAR (batu)
- A I R
- Bahan Tambah (bila diperlukan)

dengan proporsi tertentu untuk mencapai kriteria mutu


tertentu
HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI
KEANDALAN BANGUNAN

PEMILIHAN
BAHAN

PROPORSI CAMP
PENGENDALIAN
(BETON)
MUTU (QC)

STRUKTUR
BANGUNAN

TENAGA KERJA PELAKSANAAN


(KEAHLIAN)

PERALATAN
(KAPASITAS & JML) SISTEM
KONSTRUKSI

UTILITAS
TEKNOLOGI
KEANDALAN
BANGUNAN
BAHAN PEMBENTUK BETON
 SEMEN ( OPC;PCC;PPC ETC)
PASTA
 AIR PENCAMPUR
SEMEN

 RONGGA UDARA
MORTAR
 AGREGAT HALUS

 AGREGAT KASAR BETON

TULANGAN

BETON
BERTULANG

KEMBALI
LANGKAH-LANGKAH
PEMBUATAN BETON
P E R TA M A
PEMERIKSAAN MUTU BAHAN YANG AKAN DIGUNAKAN
SESUAI DENGAN METODE YANG BERLAKU
K ED UA
PERENCANAAN CAMPURAN BETON, UNTUK MENDAPATKAN
PROPORSI YANG TEPAT DAN EKONOMIS (YG DIMULAI
DARI AGG.GABUNGAN.)
KETIGA
METODE PELAKSANAAN DAN PENGGUNAAN ALAT YANG
TEPAT, AGAR BETON YANG DIHASILKAN SESUAI RENCANA
K E E M PAT
PENGENDALIAN MUTU BETON, UNTUK MENDAPATKAN
MUTU PELAKSANAAN SESUAI PERSYARATAN