Anda di halaman 1dari 51

DEDDY RACHMAN

Agregat

Secara umum agregat yang baik haruslah agregat yang


mempunyai bentuk yang menyerupai kubus atau bundar, bersih,
keras, kuat, bergradasi baik dan stabil secara kimiawi

Keuntungan digunakannya agregat :


- Murah
- Menimbulkan sifat volume yang stabil:
mengurangi susut
mengurangi rangkak
memperkecil pengaruh suhu
Acuan yang Digunakan

Agregat untuk beton harus memenuhi salah satu


ketentuan berikut:
1. ASTM C 33, Spesifikasi agregat untuk beton
2. SNI 03-2461-1991, Spesifikasi agregat ringan untuk
beton struktur
Klasifikasi Agregat

Berdasarkan ASTM C-33, agregat dibagi atas dua kelompok, yaitu:

Batas bawah pada ukuran 4.75


Kasar mm atau ukuran saringan
no.4 (ASTM)

Agregat
(ASTM C-33)
Batas bawah ukuran pasir = 0.075
Halus mm (no. 200) Batas atas ukuran
pasir = 4.75 mm (no. 4)
Klasifikasi Bentuk dan Tekstur Agregat

Karakteristik bagian luar agregat, terutama bentuk


partikel dan tekstur permukaan memegang peranan
penting terhadap sifat beton segar dan yang sudah
mengeras.

Menurut BS 812 : Part 1: 1975, bentuk partikel agregat


dapat dibedakan atas:
- Rounded - Irregular
- Flaky - Angular
- Elongated - Flaky & Elongated
Bentuk Partikel Agregat
Menurut BS 812 : Part 1: 1975

Flaky
and
Rounded Irregular Angular Flaky Elongated Elongated
Partikel dengan ratio luas permukaan terhadap
volume yang tinggi menurunkan workability
campuran beton (contoh partikel yang
bentuknya flaky dan ellongated), disamping itu
juga akan menurunkan kekuatan tekan dan tarik
beton, karena agregat kasar yang flaky &
ellongate menjadi regas dan mudah pecah.
Menurut BS 812 : Part 1 : 1975, tekstur permukaan
agregat dapat dibedakan atas:
- Glassy - Smooth
- Granular - Rough
- Crystalline - Honeycombed

Bentuk dan tekstur permukaan agregat sangat


berpengaruh terhadap sifat-sifat beton segar seperti
kelecakan.
Sifat Mekanik Agregat

1. Gaya lekat (bond)


Semakin kasar tekstur, semakin besar daya lekat antara agregat
dengan pasta semen

2. Mekanisme lekatan (bond) antara Agregat


dan Pasta Semen
Ikatan Fisik, yaitu agregat yang mempunyai permukaan yang kasar dapat
mengembangkan ikatan yang baik dengan pasta semen
Ikatan Kimia, yaitu agregat yang mengandung silica (jenis slag) dapat mengikat
dengan pasta semen secara kimiawi (reaksi hidrasi pada permukaan agregat)
3. Kekuatan
Informasi mengenai kekuatan partikel agregat harus diperoleh dari
pengujian tak langsung antara lain dari pengujian tekan sampel batuan,
nilai crushing tumpukan agregat atau performance agregat dalam beton
4. Toughness
Didefinisikan sebagai daya tahan agregat terhadap kehancuran akibat
beban impact.

5. Hardness
Daya tahan terhadap keausan agregat, merupakan sifat yang penting
bagi beton yang digunakan untuk jalan atau permukaan lantai yang
harus memikul lalu lintas berat
Sifat Fisik Agregat

1. Specific Gravity
2. Apparent Specific Gravity
3. Bulk Specifik Gravity (SSD)
4. Bulk Density
5. Porositas dan Absorpsi

Sifat-sifat fisik agregat di atas dibutuhkan dalam perhitungan proporsi


agregat dalam campuran beton
Sifat-Sifat Lainnya

Gradasi
Gradasi dan ukuran maksimum agregat sangat
penting karena akan mempengaruhi proporsi agregat
dalam campuran, kebutuhan air, jumlah semen, biaya
produksi, sifat susut dan durabilitas beton

Kandungan air
Perlu diketahui untuk mengontrol besarnya jumlah air
didalam suatu campuran beton
Uji Bahan Pembentuk Beton

Setiap bahan yang digunakan pada pelaksanaan konstruksi


beton harus dilakukan pengujian untuk menentukan apakah
bahan tersebut mempunyai mutu yang telah ditetapkan.

Pengujian bahan maupun pengujian beton harus dilakukan


sesuai dengan tata cara yang terdapat pada SNI dan ASTM
Standard.
Acuan Normatif yang Dapat Digunakan

SNI 1974-2011, Metode pengujian kuat tekan beton


SNI 032458-1991, Metode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton
segar
SNI 03-2834-1992, Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal
ASTM C 33, Standart spesifikasi agregat untuk beton
ASTM C 33-93, Standar spesifikasi untuk agregat beton
ASTM C 33-93a, Standar metode uji untuk kuat tekan benda uji silinder beton
dan lain-lain
Uji material yang biasanya dilakukan di laboratorium
adalah:
1. Pemeriksaan berat volume agregat
2. Pemeriksaan zat organik dan kadar lumpur pada agregat halus
3. Pemeriksaan kadar air agregat
4. Analisis Specific-gravity dan penyerapan agregat kasar dan agregat halus
5. Analisa saringan agregat kasar dan halus
Pemeriksaan Berat Volume Agregat
1. Tujuan:
Menentukan berat isi agregat halus dan kasar yang
didefinisikan sebagai perbandingan antara berat
agregat
kering dengan volumenya.

2. Peralatan
- Timbangan dengan ketelitian 0.1% berat contoh
- Talam kapasitas cukup besar untuk mengeringkan
contoh agregat
- Tongkat pemadat diameter 15 mm, panjang 60 cm
yang ujungnya bulat, terbuat dari baja tahan karat
- Mistar perata, sekop
- Wadah baja yang cukup kaku berbentuk selinder
3. Material yang digunakan adalah agregat halus dan agregat kasar.
4. Prosedur pengerjaan
a. Persiapan bahan

--
Siapkan agregat Masukkan Agregat ke Talam diisi agregat
secukupnya dalam talam sebanyak kapasitas Agregat dikeringkan dengan
wadah baja silinder oven pada suhu (110+5) C
sampai berat menjadi tetap
b. Berat isi lepas

Benda uji yang sudah di Meratakan


Menyiapkan oven dimasukkan kedalam
wadah baja benda uji
wadah dengan hati-hati dengan mistar
kosong agar tidak terjadi perata
Wadah ditimbang pemisahan butiran, dari Menimbang berat
pada timbangan ketinggian 5 cm di atas wadah + benda uji
dengan ketelitian wadah sampai penuh (W2), jadi didapat
0.1% (W1) berat benda uji
(W3=W2-W1)
c. Berat Isi Dengan Penusukan atau Pemadatan

1/3 h
wada
h

Menyiapkan
wadah baja Mengisi wadah Meratakan
dengan benda uji Wadah telah
terisi oleh 3 benda uji
kosong dengan 3 lapis yang dengan mistar
Wadah ditimbang sama tebal. Setiap lapis
yang benda uji
masing- perata
pada timbangan lapis dipadatkan Menimbang berat
dengan ketelitian dengan tongkat masing telah
ditumbuk 25
0.1% (W1) pemadat, ditusukkan wadah + benda uji
(W2), jadi didapat
25 kalilapisnya
secara merata kali
setiap berat benda uji
(W3=W2-W1)
Pemeriksaan Berat Volume

Benda uji dipadatkan dengan tongkat Wadah diisi dengan benda uji dengan 3 lapis
pemadat (untuk kondisi padat) sama tebalnya, setiap lapis dipadatkan
seperti
gambar sebelumnya
Meratakan benda uji dengan mistar perata Menimbang agregat untuk mengetahui
berat agregat
Pemeriksaan Berat Volume

Benda uji (agregat halus) Benda uji (agregat


ditimbang untuk mengetahui kasar) ditimbang untuk mengetahui
beratnya.
beratnya.
Pemeriksaan Zat Organik Pada Agregat Halus

1. Tujuan
Untuk menentukan adanya bahan organik dalam agregat halus
yang akan digunakan pada campuran beton. Kandungan
yang berlebih akan menghambat waktu pengikatan semen, yang
organik
akan mempengaruhi mutu beton
2. Peralatan
- Botol gelas tidak berwarna denga volume sekitar 350 ml
yang mempunyai tutup karet gabus (yang tidak larut dalam
larutan NaOH)
- Standar Warna (organic plate)
- Larutan NaOH 3%
Pemeriksaan Zat Organik Agregat Halus

Pasir
Galunggung
Pasir Tomo
(Kualitas Baik)
(Kualitas Jelek)
3. Material yang digunakan adalah contoh pasir dengan volume 115 ml (1/3 volume
botol)
4. Prosedur pemeriksaan

NaOH 3%
-
Benda uji
berupa agregat Menyiapkan Masukkan air Masukkan benda uji, Setelah itu akan terjadi
halus botol gelas secukupnya + kemudian kocok sampai perubahan pada warna
tembus NaOH3 %, tercampur. Lalu ditutup cairan, kemudian
pandang dikocok sampai & didiamkan selama 24 bandingkan dengan warna
larut jam yang ada pada organic plate
Pemeriksaan Kadar Lumpur Pada Agregat Halus

1. Tujuan
Pemeriksaan ini bertujuan menentukan besarnya
(persentase) kadar lumpur dalam agregat halus yang
digunakan sebagai campuran beton. Kandungan
lumpur kurang dari 5 % merupakan ketentuan bagi
penggunaan agregat halus untuk pembuatan beton.

2. Peralatan
- Gelas ukur
- Alat pengaduk
Pemeriksaan Kadar Lumpur Agregat Halus

Pasir
Galunggung
(Kualitas Baik) Pasir Tomo
(Kualitas Jelek)
3. Material yang digunakan adalah contoh pasir secukupnya dalam
kondisi lapangan dengan bahan pelarut, yaitu air biasa.
4. Prosedur pemeriksaan

V2

V1

Memasukkan contoh Tambahkan air ke dalam gelas Mengukur tinggi pasir


benda uji ke dalam ukur untuk melarutkan lumpur, (V1) dan lumpur (V2)
gelas ukur setelah itu gelas ukur didiamkan
selama 24 jam
Pemeriksaan Kadar Air Agregat

1. Tujuan
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan besarnya kadar air yang
terkandung dalam agregat dengan cara pengeringan.
Kadar air agregat adalah perbandingan antara berat agregat dalam
kondisi kering terhadap berat semula yang dinyatakan dalam persen
dan berfungsi sebagai koreksi terhadap pemakaian air untuk campuran
beton yang disesuaikan dengan kondisi agregat dilapangan

2. Peralatan
- Timbangan dengan ketelitian 0,1 % dari berat contoh.
- Oven suhunya dapat diatur sampai (110+5)0 C
- Talam logam tahan karat berkapasitas cukup besar bagi tempat
pengeringan benda uji
3. Berat minimum contoh agregat tergantung pada ukuran maksimum agregat tersebut.
4. Prosedur pengerjaan

--
Memasukan Benda uji dioven
benda uji ke sampai
Menimbang dan dalam talam yang
mencapai Hitung berat bobot tetap Setelah kering

mencatat
talam berat
(W1) telah ditimbang
(W2) benda uji
(W3=W2-W1) benda uji (W4)
ditimbang

lalu dihitung
berat kering (W5)
Analisis Specivic – Gravity dan Penyerapan
Agregat Halus
1. Tujuan
Untuk menentukan “bulk and apparent” specific gravity dan
penyerapan (absorpsi) dari agregat halus menurutprosedur
menurut
ASTM C 127. Nilai ini diperlukan untuk menetapkan besarnya
komposisi volume agregat dalam adukan beton

2. Peralatan
- Timbangan dengan ketelititan 0,5 gram yang mempunyai
kapasitas minimum sebesar 1000 gram
- Piknometer dengan kapasitas 500 gram
- Cetakan kerucut pasir (Metal Sand Cone Mold)
- Tongkat pemadat dari logam untuk cetakan kerucut
pasir
3. Berat contoh agregat halus disiapkan sebanyak 1000 gram.
4. Prosedur pengerjaan

Mengeringkan agregat Sebagian dari contoh dimasukan dalam metal


halus sampai kondisi sand cone mold. Benda uji dipadatkan dengan Mengisi piknometer
tercurah dengan baik tongkat pemadat (tamper). Jumlah tumbukan dengan air, kemudian
adalah 25 kali. Kondisi SSD diperoleh, jika menimbangnya
cetakan diangkat, butir-butir pasir longsor/runtuh
Memisahka
n
benda uji dari Mengeringkan
piknometer benda uji pada Menimbang
suhu (213-230) benda uji
yang F dalam waktu telah
Sebanyak 500 gr pasir dalam pikno+contoh
Menimbang berat 24 jam dikeringkan
kondisi SSD dimasukkan
dalam piknometer berisi air
digoyangkan lalu didiamkan
selama 24 jam
Analisis Specivic – Gravity dan Penyerapan
Agregat Kasar

1. Tujuan
Untuk menentukan “bulk and apparent” specific gravity dan penyerapan
(absorpsi) dari agregat halus menurut prosedur ASTM C 127, Nilai
diperlukan untuk menetapkan besarnya komposisi volume agregat dalam
ini
adukan beton
2. Peralatan
- Timbangan dengan ketelitian 0.5 gr dengan kapasitas
minimum 5 kg.
- Keranjang besi dengan diameter 8” dan tinggi 2.5”.
- Alat penggantung keranjang.
- Oven, handuk.
3. Berat contoh agregat disiapkan sebanyak 11 liter dalam
keadaan
kering muka (SSD = Surface Saturated Dry), butiran agregat yang
lolos saringan No.4 tidak digunakan sebagai benda uji.
4. Prosedur pengerjaan

---
Menyiapkan Merendam
benda uji benda uji Keringkan
berupa agregat selama 24 jam, benda uji di
kasar setelah itu oven pada
keringkan
dengan Menghitung temp (212-130)
benda uji F Setelahdalam
itu ditimbang
di dalam air contoh kondisi
ditimbang untuk mengetahui berat
handuk dan berat benda uji
kering
Analisis Saringan Agregat Kasar dan Halus
1. Tujuan
Analisis saringan agregat halus dan kasar dilakukan untuk
menentukan modulus kehalusan (fineness modulus) agregat halus,
ukuran maksimum agregat kasar dan gradasi agregat. Ukuran
maksimum agregat kasar digunakan untuk menetapkan berat air
dan persentase udara yang ada dalam unit beton

2. Peralatan
- Timbangan dengan ketelitian 0,2 % dari berat benda uji
- Seperangkat saringan dengan ukuran tertentu
- Oven yang dilengkapi pengatur suhu
- Mesin penggetar saringan.
- Talam.
- Kuas, sikat kuningan, sendok
Perangkat Saringan Agregat Kasar

Ukuran Lubang
Nomor Saringan Keterangan

mm inci
- 25.0 1

- 19.0 3/4
PERANGKAT
- 12.5 1/2 SARINGAN
- AGREGAT KASAR
9.5 3/4

No. 4 4.76 - Berat contoh : 5000


gram
No. 8 2.38 -
Perangkat Saringan Agregat Halus

Ukuran Lubang
Nomor Saringan Keterangan

mm inci
- 9,5 3/8

No.4 4,75 -

No.6 2,36 - PERANGKAT SARINGAN


No.16 AGREGAT HALUS
1,18 -

No.30
No.50 0,60 - Berat contoh minimum :
0,003 - 500 gram

No.100 0,150
-

No.200 0,075
-
Analisis Saringan

Analsisi saringan untuk Analsisi saringan


untuk agregat halus agregat kasar
Gambar Satu Set Perangkat Saringan
Prosedur pengerjaan

a. Persiapan bahan

Memasukkan Agregat dikeringkan dengan oven


Agregat sebelum dioven
agregat ke dalam pada suhu (110+5)0 C sampai berat
talam menjadi tetap
b. Analisis saringan

Benda uji yang


tertahan pada
tiap no. saringan
Menyiapkan Memasukkan benda dituangkan ke
talam Benda uji + talam
perangkat saringan uji yang sudah dioven ditimbang, lalu
agregat yang ke dalam saringan dihitung berat
sudah disusun (berat contoh harus Saringan + benda benda uji tersebut
berdasarkan no. sesuai dengan tabel uji digoyang
saringan saringan) dengan mesin
selama 15 menit
N ·. Laporan : 123/LB .TITest/11.2004
Tanggal Te m, · 27 J _ nua
Pem!b ri Tug.as
_ · :2004·
I R.lr- : 'radjat oeda�
Proyek � Trial NUx
J enis B@·nd� ji : Pasvrlomo

D ATA T ST LABORATORI
1

No,
Jenis Sample s ndar Pem&11UJ1ain
est .Je s Test. Pash' Tomo Ra,ta..r.ata AS

1. Kaaar Lumpur (%) 6.67 .. 6.67 C_ 142 - :i max

2.. Kaaar Air ('%) 201,482 19 3:12 19.,907 .


3. Ka a O ganik { . OJ 1 1 '1 C.4.0 ·- 3 max

Berat Volume Pa sa 11190 1.197 1.194 iC 2


KglL Gembur �010 1,014· 1 •. 012 C .. 29
·
A� et,e t SpecG ."fy 2,1615 .2.S57 2,636 c. :28
Bulk S ee Gravl ty { Ke -rng)
1
2.. 078 2.126 2:.102 C.1.28 -
5 2:.4 i I

_
Bum;;, S _-ec Gravity (SSU) 2.• 283 2,3216 2.305 c_ 12a. -2.4
rmn

e sen�se .Absorp.9i Air (%} 9j'89 1


·e•. 1 965 c.
.28-4 O max

6. od lus Kehalusa · 2.0.4 - 2.04


C.136, 2.2-3.2 ax
Ukuran Beral
P,ernentas.e I
Perse.rntase
I j SPECAST
Sarlng TeJtah Tertah
Tertahan Perseotase. M Kumulat1f
Lotos C33·90
an(mm) an (g1r) a;n K1.unut�dif

9'.,5'0 I 0 a 0 rno I 100


4J5 0 0,00 0,00 100�00 95-100
2,36 4 I 11,81 0,81 99,19 80-100
1.1 40 8,- I 8.8 91! see
a 0S, 9 27,.47
0,60 9,2 18.59 11I s 72.53 25-60 I

0,30 2.35. 47.47 74.95 25,05 10-30 I

0,1 0 17,3 92.3 7,68 2,,1


Ill
5 0 7 2 0

0,075 11 36 7.27' S9J30 Om40


PAN I 2 0,,40 100 c
Modulus, K.ehatusan
2,04
J· nis :Sam r.t" e .stand - r e ngtlj.fan
.
st
TO·� J& tS Test P:aslr Galunggung Ra·ta-ra AST
·

1. Kadar Lu r (%) 1.31 1.37 c_142 - 5 max

2. Kadar Arr (%) 9.53

.3 1 1 CAO. - 3 rnax

Pad at .. 1.505 508 C.29


Ber.at Volume
4.
Kgll.t
Ge bur 1..414, 1 ..408 1A 1

Apparen S ec Gr.avity 21676 2 672 c. 12a.


2.503 .2.500 c. 12.e - .2 i4
min

Bui S.�ec Graviily (SS D) 2.00 2.5.64 .2 .• 56 C.128 -· 2.4


mjri

Perserntase Abs.orpsi Air {%} 2.669 2.564 C.128 -- .. O


ax

6. 3.3
estJl/2. 04 Cont
s

P'erse.nmase
Tertahan

0 0 100 100
4.1'5 0 0,00 0-"00 100.00 95-1100
2.36 65 13.03 86 97 so-
1, 18 190 36,,06 _51.10 48,.90 oo�0-85.
0.60. 140 2it06 79 16. 20,84. 25-(30
_Q.30 14, 1-4,83 93.99 6, 01
1
10-30 ....
,Q,1 14 2,81 II : • ':"•:'!""" •
I I • •

•••••• • • ,
I

5 :
0,075 14. 2.81 99 ,,60
1
040 • •I•
•r """"". • '"" ! •
o •
•• • ••••:"I:••:·: • I I I
I


- -.I,-.,.I .I,. .. Ir...,I ..
I

. - , ,. ••

PAIN 2 Q,,,4JQ 100 0 .....



• •

I
I
I
, -

I
I
I
I
I
I
I I IO I

Modulus Kehah..isan .;3,34 ...............


I
.r _. I
._.....
I I'•
• ..

.. ······ ,""'":"'"='"(....(·;.·;
. ; . - ..... ,,; !

......... �. ...-·, .. --;


.., ..·· - .· -: . r ·r :- .
, 4 o I I I I

............ " II

o •
• • I I
'
I I
I
1""'" ,., •••II" "" •• _. 1:. a I Ir:..• ...:,•"" • • •: •
• I • • •

,...,._a,
' ' o • I I I •

�·
I I • o

r
I • I I I I •
I I •

'

··-- .,
_
I
. .._ -
, I
. .. I

. .
• !I I • '' •

. I

; : : ; � : :
� . 1
. • •
. ..
I
.
10 •
: l'I P • •• • • .,., •�• • • • • , .. ,. • ••� ., .. •::--•"'
a
• • I •
I I

.
' I o '

OJl-..--� ,;.�-:.........i...�-=-_..��!........:..........:...-- .
.:........:........:...:--!.+-����-----·;........;......:....:....:.�
0,01 0.1 1 .. 10


1 �
·• ••••••• "' "


•11:.. I .;, I


"" •
No.
Test Jen¥ Test .Rata--
:rata
1 . Karjar Lumpur (%)

Kaa r .· "'r (%) ,,' ,145

3. (No)

adat 1,445 1 52 1,449


Ber.a Volume
4.
t Ge lb 1,302 .1 307 1 C..2
·r 305 9
2,718 2,722 C.127

2�· 76 2.476 C.127 -2.4


5
2,56 2.513 . C.1 1 =·
2.4 min

ersentase Abso si Air (%} 3,627

e. M .d lust< ha usa.n
.ANALISIS SARINGAN AGREGAT KA;S
AST 13B-14alAASHTO T. 2�4.
23JL B ITestlX/2003 Conrtoh Benda Uji
� 27 Janus i 2003, Sumber . Bantla ran
: DR. · r, Dradjat Hoedajanto

Be rat Persentas.e Peir:s.enrase �ersenlaJSe


Ukuran
Tsrtahan Tertahan tolos
Sarringan TenahanSPECASTM CJ3·90
(mm')
(gr) I Kumullanf' Kumulatif'
1

25.00 I 0 0 0 100 100

19.00. I 860 18 I

18, 82 I 90�100

9.50 3315 67 84. 16· I 2:0-55 I

4.7:5 770 15 100 0


0�19
2.3.8 13 0 100 0 0-5,

1
0

·1 10
100
IUkunm Saring.an
Jeni ·s· mpl Standa1tr Pen �Jian
Or.
-
es' Jenils est SpNt Lagadar R � a AS MIBS
11 _ Kadar ILu n,pur (%) .,.. - - -

2. Kadar Air {%) 1.523 2,04 1.782 .,.,.

3. Kadar ·Organ 1k (No) ... - -

p dat t43 1 ·31 1.433 C.29


sera Volume
Kg}U
Gem bu 11265 1,2· 0 .2(38 C.29
-
Appa n Spec Gravl :2. 40 2.7 0 2.740 C 127
y.
B _I Spec <.lravity (Kering) 2mSB8 2:.382 .2 385 C_ 127 .... 2 4 min 1

5.
Bu1&:: Spec G E.y (SSC) 25 7 2·.s13 2,5 5 C..127 ..... 2�4 min
1

I
I
Pe,rs�a�e AJbsorpsi A.ir [%) 5,374 5.485 S.4,30 c_ 127 -.4.,0 max
,f5. Modulus Kehalusain 7 35 ... 7135 C.136
Kumulatif

25,00 0 0 0 mo 100

19,00 2105 43 43 57 90-100


9,.50-._�- .2483 50 93 7 20,.55

4,75 364 7 100 0 0-10


2,38 0 0 100 0 0-5

1
..
0
o����....;..--���--i;:;:;;;..��.......���--
-'-��.:.._ :..�����
1 10
100
Ukuran Sa.ringan