Anda di halaman 1dari 129

BAB III

TUGAS PERENCANAAN PELABUHAN BARANG

3.1 URAIAN TUGAS

1. Mencari/membuat/mengasumsi data hasil penyelidikan tanah (boring

log dan data lab) yang sesuai dengan ketentuan kondisi pelabuhan

diatas atau sesuai dengan kebutuhan.

2. Merencanakan kebutuhan dan lokasi fasilitas darat dan fasilitas

perairan untuk pelabuhan (lengkap dengan skema/gambar rencana).

3. Menghitung perkiraan jumlah arus muatan barang dan penumpang

untuk kebutuhan

a. 2 tahun yang akan datang

b. 10 tahun yang akan datang

c. 30 tahun yang akan datang

4. Merencanakan kebutuhan kapal dan menghitung lalu lintas (keluar

masuknya) kapal untuk kebutuhan :

a. 2 tahun yang akan datang

b. 10 tahun yang akan datang

c. 30 tahun yang akan datang

5. Merencanakan dan merancang dermaga :

a. Menentukan bentuk dan ukuran dermaga

b. Merancang konstruksi dermaga

68
6. Merancang kolam pelabuhan, dan menghitung volume pengerukan

yang dibutuhkan

7. Merancang alur pelayaran

a. Jalur pelayaran 1 arah

b. Jalur pelayaran 2 arah

8. Merancang bangunan pemecah ombak (breakwater)

3.2 PELAKSANAAN TUGAS

3.2.1 Mencari Data Hasil Penyelidikan Tanah (Boring Log Dan Data Lab)

Tabel 3.1 Data Boring log

Tanah merah longgar


0m
dan Pasir kelanauan γ = 1,15 ton/m3; φ = 4,0o ; C = 2,10 t/m2
2m
Lanau kelempungan
3 o 2
γ = 1,28 ton/m ; φ = 5,6 ; C = 2,81 t/m
Agak keras 10 m
11 m
Pasir
Abu-abu terang 3 o 2
γ = 1,52 ton/m ; φ = 15 ; Cu = 0 t/m
Agak kaku
17 m
Pasir Batu 3 o
γ = 1,97 ton/m ; φ = 29 ; Cu = 9,30 t/m 2

Keras 18 m
Lempung kelanauan
Agak kaku γ = 1,97 ton/m3; φ = 30o ; Cu = 9,32 t/m2
23 m

Lempung
Keras γ = 1,86 ton/m3; φ = 31o ; Cu = 30,11 t/m2
Abu gelap

Lempung berpasir 48 m
3 o 2
Keras γ = 2,26 ton/m ; φ = 32 ; Cu = 24,69 t/m
Abu-abu terang 50 m

69
3.2.2 Merencanakan Kebutuhan dan Lokasi Fasilitas Darat dan Fasilitas

Perairan Untuk Pelabuhan

Gambar 3.1 Layout Pelabuhan

Pada pelabuhan barang ini dibagi dalam 3 zona pelabuhan, yaitu zona 1

untuk pelabuhan barang padat, zona 2 untuk pelabuhan barang curah dan

zona 3 dikhususkan untuk barang cair.

Berikut ini adalah keterangan fasilitas darat maupun fasilitas air yang

terdapat pada pelabuhan ini :

70
Tabel 3.2 Fasilitas Darat dan Air Pada Pelabuhan

1 Kapal 13 Tangki

2 Transit Shed 14 Pos Keamanan

3 Lapangan Penumpukan 15 Mercusuar

4 Silo 16 Instalasi Air

5 Cold Storage 17 Pemecah Gelombang

6 Kontainer 18 Jalur Pelabuhan

7 Gudang 19 SPBU

8 Kantor Utama 20 Gedung Pemeliharaan

9 Kantor Dermaga 21 Kantin

10 Pemadam Kebakaran 22 Parkir

11 Musholla 23 Instalasi Listrik

12 Toilet 24 Alur Pelayaran

3.2.3 Menghitung Perkiraan Jumlah Arus Muatan Barang dan Penumpang

Untuk Kebutuhan

a. 2 tahun yang akan datang

b. 10 tahun yang akan datang

c. 30 tahun yang akan datang

Dari hasil penelitian diperkirakan akan terjadi arus muatan dengan volume

jenis muatan sebagai berikut :

71
Tabel 3.3 Arus dan Volume Jenis Muatan

Jumlah
Jangka Waktu Jenis Muatan Keterangan
Muatan/Tahun
Barang padat 3 juta ton ..................
2 tahun yang akan
Barang curah 5 juta ton Transhipment 40 %
datang
Barang cair 2 juta ton ..................
Barang padat 5 juta ton ..................
10 tahun yang akan
Barang curah 7 juta ton Transhipment 40 %
datang
Barang cair 3 juta ton ..................
Barang padat ................. ..................
30 tahun yang akan
Barang curah ................. ..................
datang
Barang cair ................. ..................

BARANG PADAT

Jumlah Arus Muatan Barang Padat : 2, 10, 30 tahun yang akan datang
Diperkirakan dengan fungsi garis lengkung dengan persamaan Y = P.X2 + C
Dimana Y = tahun, dan X = volume barang tiap tahun.

Y = 2 tahun ; X = 3 x 106 ton/tahun

Y = 10 tahun ; X = 5 x 106 ton/tahun

Y = P.X2 + C ; maka

2 = 9 x 1012 P + C ……..(1)

10 = 25 x 1012 P + C ……..(2) -

8 = 16 x 1012 P Sehingga P = 5 x 10-13

Substitusi ke (1) : 2 = (9 x1012) (5 x 10-13) + C

2 = 4,5 + C

72
Maka didapat C = - 2,5

Sehingga persamaan lengkungnya : Y = 5 x 10-13 (X2) – 2,5

Untuk Y = 10 tahun: 10 = 5 x 10-13 (X2) – 2,5

12,5 = 5 x 10-13 (X2)

X = 5 x 106

Untuk Y = 30 tahun: 30 = 5 x 10-13 (X2) – 2,5

32,5 = 5 x 10-13 (X2)

X = 8.062.258

BARANG CURAH

Jumlah Arus Muatan Barang curah : 2, 10, 30 tahun yang akan datang
Y = 2 tahun ; X = 5 x 106 ton/tahun

Y = 10 tahun ; X = 7 x 106 ton/tahun

Y = P.X2 + C ; maka

2 = 25 x 1012 P + C ……..(3)

10 = 49 x 1012 P + C ……..(4) -

8 = 24 x 1012 P Sehingga P = 3,33 x 10-13

Substitusi ke (3) : 2 = (25 x1012) (3,33 x 10-13) + C

2 = 832,5 + C

Maka didapat C = - 6,325

Sehingga persamaan lengkungnya : Y = 3,33 x 10-13 (X2) – 6,325

73
Untuk Y = 10 tahun: 10 = 3,33 x 10-13 (X2) – 6,325

16,325 = 3,33 x 10-13 (X2)

X = 7.001.716

Untuk Y = 30 tahun: 30 = 3,33 x 10-13 (X2) – 6,325

36,325 = 3,33 x 10-13 (X2)

X = 10.444.333

BARANG CAIR

Jumlah Arus Muatan Barang curah : 2, 10, 30 tahun yang akan datang
Y = 2 tahun ; X = 2 x 106 ton/tahun

Y = 10 tahun ; X = 3 x 106 ton/tahun

Y = P.X2 + C ; maka

2 = 4 x 1012 P + C ……..(5)

10 = 9 x 1012 P + C ……..(6) -

8 = 5 x 1012 P Sehingga P = 1,6 x 10-12

Substitusi ke (5) : 2 = (4 x1012) (1,6 x 10-12) + C

2 = 6,4 + C

Maka didapat C = - 4,4

Sehingga persamaan lengkungnya : Y = 1,6 x 10-12 (X2) – 4,4

Untuk Y = 10 tahun: 10 = 1,6 x 10-12 (X2) – 4,4

14,4 = 1,6 x 10-12 (X2)

74
X = 3 x 106

Untuk Y = 30 tahun: 30 = 1,6 x 10-12 (X2) – 4,4

34,4 = 1,6 x 10-12 (X2)

X = 4.636.809

Berdasarkan perhitungan diatas, diperoleh grafik garis lengkung dengan


persamaan Y = P.X2 + C sebagai berikut :

12000000

10000000
Jumlah Muatan (ton/tahun)

8000000

6000000 Barang padat


Barang Curah
4000000
Barang Cair

2000000

0
0 5 10 15 20 25 30 35
Tahun

Gambar 3.2 Garis lengkung persamaan Y = P.X2 + C

75
3.2.4 Merencanakan Kebutuhan Kapal dan Menghitung Lalu-Lintas

(Keluar Masuknya) Kapal Untuk Kebutuhan :

d. 2 tahun yang akan datang

e. 10 tahun yang akan datang

f. 30 tahun yang akan datang

A. Untuk jangka waktu 2 tahun yang akan datang

1. Barang Padat

Jumlah barang padat tiap tahun = 3 juta ton x 1 = 3 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 5000 DWT s/d 10.000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
5,000 5,000 30 4
8,000 8,000 30 4
10,000 10,000 40 4

WPK rata-rata :

(0,3x4)+(0,3x4)+(0,4x4) = 4 hari ≈ 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,3x5000)+(0,3x8000)+(0,4x10000) = 7900 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

= 1 x 7900

= 7.900 ton

76
jumlah barangxWPK .rata  rata
Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(1,8 x10 6 ) x 4
= = 4,22 kapal / WPK
7900x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi, dalam 1 tahun terdapat = xWPK = 90 x WPK
4

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 4,22 x 90 = 379,75 kapal

Persamaan 135a = 379,75 kapal

a = 2,81 kapal

Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK


I 3.05
II 3.52
III 3.98
IV 4.45
V 4.92

77
VI 5.39

Panjang Panjang
Bulan Jumlah Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal Total
ke Kapal (m)
(m) (m)
5,000 30 0.914 1 109 109
I 8,000 30 0.914 1 126 126 509
10,000 40 1.219 2 137 274
5,000 30 1.055 2 109 218
II 8,000 30 1.055 2 126 252 744
10,000 40 1.406 2 137 274
5,000 30 1.195 2 109 218
III 8,000 30 1.195 2 126 252 744
10,000 40 1.594 2 137 274
5,000 30 1.336 2 109 218
IV 8,000 30 1.336 2 126 252 744
10,000 40 1.782 2 137 274
5,000 30 1.477 2 109 218
V 8,000 30 1.477 2 126 252 744
10,000 40 1.969 2 137 274
5,000 30 1.617 2 109 218
VI 8,000 30 1.617 2 126 252 881
10,000 40 2.157 3 137 411

2. Barang Curah

Jumlah barang curah tiap tahun = 5 juta ton x 0,6 = 3 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 10000 DWT s/d 15000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
10,000 10,000 40 4
15,000 15,000 60 4

78
WPK rata-rata :

(0,4x4)+(0,6x4) = 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,4x10000)+(0,6x15000) = 13000 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

= 1 x 13000

= 13000 ton

jumlah barangxWPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(3x10 6 ) x 4
  2,56 kapal / WPK
13000 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi, dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 2,56 x 90 = 230,77 kapal

Persamaan 135a = 230,77 kapal

a = 1,71 kapal

79
Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK
I 1.85
II 2.14
III 2.42
IV 2.71
V 2.99
VI 3.28

Panjang
Bulan Jumlah Panjang Total Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal
ke Kapal (m) (m)
(m)
10,000 40 0.741 1 140 140
I 454
15,000 60 1.111 2 157 314
10,000 40 0.855 1 140 140
II 454
15,000 60 1.282 2 157 314
10,000 40 0.969 1 140 140
III 454
15,000 60 1.453 2 157 314
10,000 40 1.083 2 140 280
IV 594
15,000 60 1.624 2 157 314
10,000 40 1.197 2 140 280
V 594
15,000 60 1.795 2 157 314
10,000 40 1.311 2 140 280
VI 594
15,000 60 1.966 2 157 314

80
Transhipment

Jumlah barang tiap tahun = 5 juta ton x 0,4 = 2 juta ton

` Kapal yang masuk diperkirakan antara 10000 s/d 15000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
10,000 10,000 40 4
15,000 15,000 60 4

WPK rata-rata :

(0,4x4)+(0,6x4) = 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,4x10000)+(0,6x15000) = 13000 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

= 1 x 13000

= 13000 ton

jumlah barangxWPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(2 x10 6 ) x 4
=  1,71 kapal / WPK
13000 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi, dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

81
= 90 x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 1,71 x 90 = 153,85 kapal

Persamaan 135a = 153,85 kapal

a = 1,14 kapal

Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK


I 1.23
II 1.42
III 1.61
IV 1.80
V 1.99
VI 2.18

Panjang Panjang
Bulan Jumlah Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal Total
ke Kapal (m)
(m) (m)
10,000 40 0.494 1 140 140
I 15,000 60 0.741 1 157 157 297
II 10,000 40 0.57 1 140 140 297

82
15,000 60 0.855 1 157 157
10,000 40 0.646 1 140 140
III 15,000 60 0.969 1 157 157 297
10,000 40 0.722 1 140 140
IV 15,000 60 1.083 2 157 314 454
10,000 40 0.798 1 140 140
V 15,000 60 1.197 2 157 314 454
10,000 40 0.874 1 140 140
VI 15,000 60 1.311 2 157 314 454

3. Barang Cair

Jumlah barang curah tiap tahun = 2 juta ton x 1 = 2 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 10000 DWT s/d 15000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
10,000 10,000 40 4
15,000 15,000 60 4

WPK rata-rata :

(0,4x4)+(0,6x4) = 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,4x10000)+(0,6x15000) = 13000 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

= 1 x 13000

= 13000 ton

jumlah barangxWPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(2 x10 6 ) x 4
  1,71 kapal / WPK
13000 x360

83
1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi,dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 1,71 x 90 = 153,85 kapal

Persamaan 135a = 153,85 kapal

a = 1,14 kapal

Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK


I 1.23
II 1.42
III 1.61
IV 1.80
V 1.99
VI 2.18

84
Panjang Panjang
Bulan Jumlah Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal Total
ke Kapal (m)
(m) (m)
10,000 40 0.494 1 130 130
I 15,000 60 0.741 1 148 148 278
10,000 40 0.570 1 130 130
II 15,000 60 0.855 1 148 148 278
10,000 40 0.646 1 130 130
III 15,000 60 0.969 1 148 148 278
10,000 40 0.722 1 130 130
IV 15,000 60 1.083 2 148 296 426
10,000 40 0.798 1 130 130
V 15,000 60 1.197 2 148 296 426
10,000 40 0.874 1 130 130
VI 15,000 60 1.311 2 148 296 426

B. Untuk jangka waktu 10 tahun yang akan datang

1. Barang Padat

Jumlah barang padat tiap tahun = 5 juta ton x 1 = 5 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 3000 DWT s/d 10.000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
5,000 5,000 30 4
8,000 8,000 30 4
10,000 10,000 40 4

WPK rata-rata :

(0,3x4)+(0,3x4)+(0,4x4) = 4 hari ≈ 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,3x5000)+(0,3x8000)+(0,4x10000) = 7900 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

85
= 1 x 7900

= 7900 ton

jumlah barangxWPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(5 x10 6 ) x 4
  7,03 kapal / WPK
7900 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi,dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90 x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 7,03 x 90 = 632,91 kapal

Persamaan 135a = 632,91 kapal

a = 4,69 kapal

86
Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK
I 5.08
II 5.86
III 6.64
IV 7.42
V 8.20
VI 8.99

Panjang Panjang
Bulan Jumlah Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal Total
ke Kapal (m)
(m) (m)
5,000 30 1.524 2 109 218
I 8,000 30 1.524 2 126 252 881
10,000 40 2.032 3 137 411
5,000 30 1.758 2 109 218
II 8,000 30 1.758 2 126 252 881
10,000 40 2.344 3 137 411
5,000 30 1.992 2 109 218
III 8,000 30 1.992 2 126 252 881
10,000 40 2.657 3 137 411
5,000 30 2.227 3 109 327
IV 8,000 30 2.227 3 126 378 1116
10,000 40 2.969 3 137 411
V 5,000 30 2.461 3 109 327 1253

87
8,000 30 2.461 3 126 378
10,000 40 3.282 4 137 548
5,000 30 2.696 3 109 327
VI 8,000 30 2.696 3 126 378 1253
10,000 40 3.594 4 137 548

2. Barang Curah

Jumlah barang curah tiap tahun = 7 juta ton x 0,6 = 4,2 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 10000 DWT s/d 15000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
10,000 10,000 40 4
15,000 15,000 60 4

WPK rata-rata :

(0,4x4)+(0,6x4) = 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,4x10000)+(0,6x15000) = 13000 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

= 1 x 13000

= 13000 ton

jumlah barangxWPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(4,2 x10 6 ) x 4
  3,59 kapal / WPK
13000 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

88
360
Jadi, dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 3,59 x 90 = 323,08 kapal

Persamaan 135a = 323,08 kapal

a = 2,39 kapal

Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK


I 2.59
II 2.99
III 3.39
IV 3.79
V 4.19
VI 4.59

89
Panjang Panjang
Jumlah Jumlah
Bulan DWT % Pembulatan Kapal Total
Kapal (m)
ke (m) (m)
10,000 40 1.04 2 140 280
I 15,000 60 1.56 2 157 314 594
10,000 40 1.2 2 140 280
II 15,000 60 1.79 2 157 314 594
10,000 40 1.36 2 140 280
III 15,000 60 2.03 3 157 471 751
10,000 40 1.52 2 140 280
IV 15,000 60 2.27 3 157 471 751
10,000 40 1.68 2 140 280
V 15,000 60 2.51 3 157 471 751
10,000 40 1.83 2 140 280
VI 15,000 60 2.75 3 157 471 751

Transhipment

Jumlah barang tiap tahun = 7 juta ton x 0,4 = 2,8 juta ton

` Kapal yang masuk diperkirakan antara 10000 s/d 15000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
10,000 10,000 40 4
15,000 15,000 60 4

WPK rata-rata :

(0,4x4)+(0,6x4) = 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,4x10000)+(0,6x15000) = 13000 DWT

Kapasitas bongkar muat = 100% x DWT kapal

= 1 x 13000

= 13000 ton

90
jumlah barangxWPK .rata  rata
Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(2,8 x10 6 ) x 4
  2,39 kapal / WPK
13000 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi, dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 2,39 x 90 = 215,38 kapal

Persamaan 135a = 215,38 kapal

a = 1,6 kapal

Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK


I 1.73
II 1.99

91
III 2.26
IV 2.53
V 2.79
VI 3.06

Panjang Panjang
Bulan DWT % Jumlah Pembulatan Kapal Total Jumlah
ke Kapal (m) (m) (m)
10,000 40 0.69 1 140 140
I 15,000 60 1.04 2 157 314 454
10,000 40 0.8 1 140 140
II 15,000 60 1.2 2 157 314 454
10,000 40 0.9 1 140 140
III 15,000 60 1.36 2 157 314 454
10,000 40 1.01 2 140 280
IV 15,000 60 1.52 2 157 314 594
10,000 40 1.12 2 140 280
V 15,000 60 1.68 2 157 314 594
10,000 40 1.22 2 140 280
VI 15,000 60 1.83 2 157 314 594

3. Barang Cair

Jumlah barang curah tiap tahun = 3 juta ton x 1 = 3 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 10000 DWT s/d 15000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
10,000 10,000 40 4
15,000 15,000 60 4

WPK rata-rata :

(0,4x4)+(0,6x4) = 4 hari

DWT kapal rata-rata:

92
(0,4x10000)+(0,6x15000) = 13000 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

= 1 x 13000

= 13000 ton

jumlah barangxWPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(13x10 6 ) x 4
  2,56 kapal / WPK
13000 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi,dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 2,56 x 90 = 230,77 kapal

Persamaan 135a = 230,77 kapal

a = 1,71 kapal

93
Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK
I 1.85
II 2.14
III 2.42
IV 2.72
V 2.99
VI 3.28

Panjang Panjang
Bulan Jumlah Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal Total
ke Kapal (m)
(m) (m)
10,000 40 0.741 1 130 130
I 15,000 60 1.111 2 148 296 426
10,000 40 0.855 1 130 130
II 15,000 60 1.282 2 148 296 426
10,000 40 0.969 1 130 130
III 15,000 60 1.453 2 148 296 426
10,000 40 1.083 2 130 260
IV 15,000 60 1.624 2 148 296 556
10,000 40 1.197 2 130 260
V 15,000 60 1.795 2 148 296 556
10,000 40 1.311 2 130 260
VI 15,000 60 1.966 2 148 296 556

94
C. Untuk jangka waktu 30 tahun yang akan datang

1. Barang Padat

Jumlah barang padat tiap tahun = 8.062.258 ton x 1 = 8.062.258 ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 5000 DWT s/d 10.000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
5,000 5,000 30 4
8,000 8,000 30 4
10,000 10,000 40 4

WPK rata-rata :

(0,3x4)+(0,3x4)+(0,4x4) = 4 hari ≈ 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,3x5000)+(0,3x8000)+(0,4x10000) = 7900 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

= 1 x 7900

= 7900 ton

jumlah barangxWPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(8.062.258) x4
=  11,34 kapal / WPK
7900x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi,dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

95
= 90 x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 11,34 x 90 = 1.020,53 kapal

Persamaan 135a = 1.020,53 kapal

a = 7,56 kapal

Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK


I 8.19
II 9.45
III 10.71
IV 11.97
V 13.23
VI 14.49

Panjang Panjang
Bulan Jumlah Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal Total
ke Kapal (m)
(m) (m)
I 5,000 30 2.457 3 109 327 1253

96
8,000 30 2.457 3 126 378
10,000 40 3.276 4 137 548
5,000 30 2.835 3 109 327
II 8,000 30 2.835 3 126 378 1253
10,000 40 3.780 4 137 548
5,000 30 3.213 4 109 436
III 8,000 30 3.213 4 126 504 1625
10,000 40 4.284 5 137 685
5,000 30 3.591 4 109 436
IV 8,000 30 3.591 4 126 504 1625
10,000 40 4.788 5 137 685
5,000 30 3.969 4 109 436
V 8,000 30 3.969 4 126 504 1762
10,000 40 5.292 6 137 822
5,000 30 4.347 5 109 545
VI 8,000 30 4.347 5 126 630 162
10,000 40 5.796 6 137 822

2. Barang Curah

Jumlah barang curah tiap tahun = 10.444.333 ton x 0,6 = 6.266.599 ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 10000 DWT s/d 15000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
10,000 10,000 40 4
15,000 15,000 60 4

WPK rata-rata :

(0,4x4)+(0,6x4) = 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,4x10000)+(0,6x15000) = 13000 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

97
= 1 x 13000

= 13000 ton

Jumlah kapal = jumlah barangxWPK .rata  rata


kapasitas bongkar muat
(6,266,599) x 4
  5,36 kapal / WPK
13000x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi, dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 5,36 x 90 = 482,05 kapal

Persamaan 135a = 482,05 kapal

a = 3,57 kapal

98
Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK
I 3.87
II 4.46
III 5.06
IV 5.65
V 6.25
VI 6.84

Panjang Panjang
Bulan Jumlah Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal Total
ke Kapal (m)
(m) (m)
10,000 40 1.55 2 140 280
I 751
15,000 60 2.32 3 157 471
10,000 40 1.79 2 140 280
II 751
15,000 60 2.68 3 157 471
10,000 40 2.02 3 140 420
III 1048
15,000 60 3.04 4 157 628
10,000 40 2.26 3 140 420
IV 1048
15,000 60 3.39 4 157 628
10,000 40 2.5 3 140 420
V 1048
15,000 60 3.75 4 157 628
10,000 40 2.74 3 140 420
VI 1205
15,000 60 4.11 5 157 785

Transhipment

Jumlah barang tiap tahun = 10.444.333 ton x 0,4 = 4.177.733 ton

` Kapal yang masuk diperkirakan antara 10000 s/d 15000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
10,000 10,000 40 4
15,000 15,000 60 4

99
WPK rata-rata :

(0,4x4)+(0,6x4) = 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,4x10000)+(0,6x15000) = 13000 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

= 1 x 13000

= 13000 ton

jumlah barangxWPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(4,177,733) x 4
  3,57 kapal / WPK
13000 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi,dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 3,57 x 90 = 321,36 kapal

Persamaan 135a = 321,36 kapal

a = 2,38 kapal

100
Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK
I 2.58
II 2.98
III 3.37
IV 3.77
V 4.17
VI 4.56

Panjang Panjang
Bulan Jumlah Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal Total
ke Kapal (m)
(m) (m)
10,000 40 1.03 2 140 280
I 594
15,000 60 1.55 2 157 314
10,000 40 1.19 2 140 280
II 594
15,000 60 1.79 2 157 314
10,000 40 1.35 2 140 280
III 751
15,000 60 2.02 3 157 471
10,000 40 1.51 2 140 280
IV 751
15,000 60 2.26 3 157 471

101
10,000 40 1.67 2 140 280
V 751
15,000 60 2.5 3 157 471
10,000 40 1.83 2 140 280
VI 751
15,000 60 2.74 3 157 471

3. Barang Cair

Jumlah barang curah tiap tahun = 4.636.809 ton x 1 = 4.636.809 ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 10000 DWT s/d 15000 DWT

Bongkar Prosentase kapal masuk


DWT WPK
100% %
10,000 10,000 40 4
15,000 15,000 60 4

WPK rata-rata :

(0,4x4)+(0,6x4) = 4 hari

DWT kapal rata-rata:

(0,4x10000)+(0,6x15000) = 13000 DWT

Kapasitas bongkar muat : = 100% x DWT kapal

= 1 x 13000

= 13000 ton

jumlah barangxWPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas bongkar muat

(4.636.809 ) x 4
  3,96 kapal / WPK
13000 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

102
360
Jadi,dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90 x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 3,96 x 90 = 356,68 kapal

Persamaan 135a = 356,68 kapal

a = 2,64 kapal

Bulan Ke Jumlah kapal/1xWPK


I 2.86
II 3.30
III 3.74
IV 4.18
V 4.62
VI 5.06

Panjang Panjang
Bulan Jumlah Jumlah
DWT % Pembulatan Kapal Total
ke Kapal (m)
(m) (m)
I 10,000 40 1.145 2 130 260 556

103
15,000 60 1.717 2 148 296
10,000 40 1.321 2 130 260
II 556
15,000 60 1.982 2 148 296
10,000 40 1.497 2 130 260
III 556
15,000 60 2.246 2 148 296
10,000 40 1.673 2 130 260
IV 704
15,000 60 2.510 3 148 444
10,000 40 1.849 2 130 260
V 704
15,000 60 2.774 3 148 444
10,000 40 2.026 2 130 260
VI 852
15,000 60 3.038 4 148 592

3.2.5 Merencanakan dan Merancang Dermaga

a. Menentukan Bentuk dan Ukuran Dermaga

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan dan

merancang dermaga adalah sebagai berikut:

a. Letak dan kedalaman perairan dermaga yang direncanakan

b. Beban muatan yang harus dipikul dermaga, baik beban merata maupun

beban terpusat (mesin hisap, dan lain-lain)

c. Gaya-gaya lateral yang disebabkan manuver kapal maupun gempa.

d. Karakteristik tanah; terutama yang bersangkutan dengan daya dukung

tanah, stabilitas bangunan dan kemungkinan penurunan bangunan

sebagai akibat konsolidasi tanah.

e. Sistem angkutan dan sistim penanganan muatan.

f. Pemanfaatan dari bahan-bahan bangunan yang tersedia, melalui

penyelidikan bahan agar dicapai biaya investasi yang cukup wajar dan

dengan kwalitas konstruksi yang baik.

104
g. Tenaga kerja dan peralatan yang tersedia guna melaksanakan rencana

tersebut, sedemikian hingga pelaksanaan pekerjaan lancar dan pada

waktu pelaksanaan yang baik.

Ukuran suatu Pelabuhan ditentukan berdasarkan panjang dermaga,

lebar dan kedalaman kolamnya. Ketiga hal tersebut sangat menentukan

kelancaran dan kemampuan pelayaran pelabuhan terhadap kapal, dan

barang yang dibongkar/ muat di Pelabuhan. Besarnya investasi ditentukan

juga oleh ukuran dan bentuk konstruksi, sehingga perencanaan yang tepat

akan menjadikan operasi Pelabuhan yang efisien.

Perkiraan kedatangan kapal-kapal yang akan berlabuh dan

bertambat pada Pelabuha didasarkan atas penyelidikan (survey) jenis

komoditi volume angkutan, baik bagi penumpang dan barang.

Penyelidikan ini sangat membantu dalam mendimensi panjang, lebar, dan

kedaaman kolam yan bersangkutan agar peleyanan akan sarana-sarana

dapat lebih efektif, efisien, murah serta lancar. Hal ini tergantung pula dari

cara penentuan bongkar muat, yaitu penanganan muatan (cargo handling).

Secara umum uuran dermaga direncanakan atas dasar peprkiraan

jenis kapal yang akan berlabuh pada pelabuhan tersebut. Sesuai dengan

bentuk-bentuk tambatan dan dermaga tersebut harus didasarkan pada

ukuran-ukuran minimal demi untuk menjaga kapal dapat dengan aman

bertambat meninggalkan dermaga dan melakukan bongkar muat barang.

105
A. BARANG PADAT
I. Internasional
Untuk 2 tahun yang akan datang :

Kapal
Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)
(DWT)
5,000 109 16.4 6.8
8,000 126 18.7 8
10,000 137 19.9 8.5

Direncanakan bentuk dermaga seperti yang tergambar, yaitu kapal


yang memiliki nilai DWT besar ditempatkan diluar dekat mulut. Hal
ini dimaksukan untuk mempermudah dan memperlancar lalu lintas
kapal.

Ukuran panjang dermaga : d = [(2 x 109) + (2 x 126) + (3 x 137)]

+ ((7-1) x 15)+ 50

= 1.021 m

Lebar dermaga : b = (2 x 19.9) + 35 = 74.8 m

Untuk 10 tahun yang akan datang :

Kapal
Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)
(DWT)
5,000 109 16.4 6.8
8,000 126 18.7 8
10,000 137 19.9 8.5

106
Ukuran panjang dermaga : d = [(3 x 109) + (3 x 126) + (4 x 137)]

+ ((10-1) x 15)+ 50

= 1.438 m

Lebar dermaga : b = (2 x 19.9) + 35 = 74.8 m

Untuk 30 tahun yang akan datang :

Kapal
Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)
(DWT)
5,000 109 16.4 6.8
8,000 126 18.7 8
10,000 137 19.9 8.5

Ukuran panjang dermaga : d = [(5 x 109) + (5 x 126) + (6 x 137)]

+ ((15-1) x 15)+ 50

= 2.272 m

Lebar dermaga : b = (2 x 19.9) + 35 = 74.8 m

107
B. BARANG CURAH
I. Internasional
Untuk 2 tahun yang akan datang :

Kapal (DWT) Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)


10,000 140 18.7 8.1
15,000 157 21.5 9

Ukuran panjang dermaga :

d = [(2 x 140) + (2 x 157)] + ((4-1) x 15)

+ 50 = 689 m

Lebar dermaga : b = (2 x 21.5) + 35

= 78 m

Untuk 10 tahun yang akan datang :

Kapal (DWT) Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)


10,000 140 18.7 8.1
15,000 157 21.5 9

108
Ukuran panjang dermaga : d = [(2 x 140) + (3 x 157)]

+ ((5-1) x 15) + 50

= 861 m

Lebar dermaga : b = (2 x 21.5) + 35 = 78 m

Untuk 30 tahun yang akan datang :

Kapal (DWT) Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)


10,000 140 18.7 8.1
15,000 157 21.5 9

109
Ukuran panjang dermaga : d = [(3 x 140) + (5 x 157)]

+ ((8-1) x 15) + 50

= 1360 m

Lebar dermaga : b = (2 x 21.5) + 35 = 78 m

II. Transhipment
Untuk 2 tahun yang akan datang :

Kapal (DWT) Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)


10,000 140 18.7 8.1
15,000 157 21.5 9

110
Ukuran panjang dermaga :

d = [(1 x 140) + (2 x 157)] + ((3-1) x 15)

+ 50 = 534 m

Lebar dermaga : b = (2 x 21.5) + 35


= 78 m

Untuk 10 tahun yang akan datang :

Kapal (DWT) Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)


10,000 140 18.7 8.1
15,000 157 21.5 9

Ukuran panjang dermaga :

d = [(2 x 140) + (2 x 157)] + ((4-1) x 15)

+ 50 = 689 m

Lebar dermaga : b = (2 x 21.5) + 35


= 78 m

111
Untuk 30 tahun yang akan datang :

Kapal (DWT) Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)


10,000 140 18.7 8.1
15,000 157 21.5 9

Ukuran panjang dermaga : d = [(2 x 140) + (3 x 157)]

+ ((5-1) x 15) + 50

= 861 m

Lebar dermaga : b = (2 x 21.5) + 35 = 78 m

C. BARANG CAIR
I. Internasional
Untuk 2 tahun yang akan datang :

Kapal (DWT) Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)


10,000 130 20.1 8
15,000 148 22.8 9

112
Ukuran panjang dermaga : d = [(1 x 140) + (2 x 157)]

+ ((3-1) x 15) + 50

= 506 m

Lebar dermaga : b = (2 x 22.8) + 35 = 80.6 m

Untuk 10 tahun yang akan datang :

Kapal (DWT) Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)


10,000 130 20.1 8
15,000 148 22.8 9

Ukuran panjang dermaga : d = [(2 x 140) + (2 x 157)]

+ ((4-1) x 15) + 50

= 651 m

Lebar dermaga : b = (2 x 22.8) + 35 = 80.6 m

113
Untuk 30 tahun yang akan datang :

Kapal (DWT) Panjang (m) Lebar (m) Draft (m)


10,000 130 20.1 8
15,000 148 22.8 9

Ukuran panjang dermaga : d = [(2 x 140) + (4 x 157)]

+ ((6-1) x 15) + 50

= 977 m

Lebar dermaga : b = (2 x 22.8) + 35 = 80.6 m

b. Merancang konstruksi dermaga

Muatan-muatan yang bekerja pada dermaga:


A. MUATAN HORIZONTAL /LATERAL
a. Akibat angin dan arus
Akibat angin :
p = 0,00256 x v2 x 1.3
dimana : v = kecepatan angin (mil/jam)
diketahui : v= 35 km/jam = 21,7 mil/jam
jadi : p = 0,00256 x (21,7)2 x 1,3
= 1,57 lbs/sq.ft

Akibat arus :
p = (γ/2g) x v2

114
dimana :
γ = berat jenis zat cair dimana kapal tersebut terapung = 1 t/m3
g = percepatan gravitasi = 9,8 m/det2
v = kecepatan arus = 4 m/det
Jadi : p = (1/2(9,8)) x 42
= 0,82 kg/m2

Ukuran kapal terbesar :


Kapal 15000 DWT dengan L = 157 m
B = 21,5 m
Draft = 9 m
Luas kapal diatas permukaan air = 1,3 x 157 x (11-9)
= 408,2 m2 = 4393,83 sq ft
Jadi :
Pangin = 1,57 x 4393,83 = 6898,31 lbs = 3129,02 kg
Parus = 0,82 x 157 x 9 = 1158,66 kg
Ptotal = 4287,68 kg

b. Akibat benturan kapal


1 1 W  2
E=  m  v 2       v  sin 
2 2 g
Dimana : E : Energi kinetik
m : massa kapal
W : berat kapal
g : percepatan gravitasi
α : sudut pendekatan (approaching angle), diambil = 10°
v : kecepatan kapal pada saat bertambat dengan sudut
α=10°
Untuk kapal besar biasanya kecepatan v = 7,5-15 cm/det; diambil :
v = 15 cm/det

115
Jadi :
(v x sin α)2 = (15 x sin 10°)2 = 0,00068 m2/det2
Ukuran kapal terbesar (30 th) :
Kapal 15.000 DWT dengan : L = 157 m
B = 21,5m
Draft = 9 m
W = L x B x draft x (b.j) x β, dimana : β = koef. koreksi (0,8)
W = 15700 x 2150 x 900 x 1 x 0,8
= 2,43036 x 1010 gram = 24303,6 ton
Jadi :
1 24303,6
E= x x0,00068  0,84 ton meter
2 9,8

c. Akibat Gempa
Besarnya gaya gempa dihitung sebagai berikut :
F = k x W = f x ki x L x B x W
dimana :
F : Gaya gempa
W : beban vertikal dengan beban hidup penuh
k : koefisien gempa
ko : koefisien gempa pada dasar bangunan
ki : koefisien gempa berdasarkan tingkat
f : koefisien sesuai dengan penggunaan bangunan (pelabuhan f = 2)
L : faktor lajur gempa (Dalam perhitungan diambil L=0,25)
B : faktor tanah yang mendukung bangunan(untuk lempung, beton
bertulang B = 0,8)
Besar koefisien gempa dasar ditentukan berdasarkan tinggi rendah
bangunan, yaitu :
1. H<10 meter

116
ko = 0,1

2. 10 m ≤ H ≤ 40 m

ko = 1/(10+0,1 x H)

kn = (1 + 0,05 x H) x ko

ko : koef pada puncak

kn : koef pada alas

Untuk perhitungan gempa, jarak-jarak tiang diperkirakan sebagai


berikut :

117
Gambar 3.3. Denah Pondasi Dermaga

118
Gambar 3.4 Potongan Pondasi Dermaga

Diperhitungkan gaya gempa pada jalur selebar 3 m.

1) Muatan hidup
Beban merata (2-4 t/m2) = 4 t/m2 . 3 m = 12 t/m
Beban terpusat akibat crane = 20 ton

2) Muatan mati
Besar balok 35/60 = 0,35 . 0,6 . 2,4 = 0,504 t/m
Plat bawah = 0,25 . 3,0 . 2,4 = 1,800 t/m
Plat atas = 0,20 . 3,0 . 2,4 = 1,440 t/m
Pasir = 0,95 . 3,0 . 1,75 = 4,987 t/m
= 8,731 t/m

Total beban merata = 12 + 8,731 = 20,731 t/m


Panjang Dermaga = 3,0 x 6 = 18 m
Jadi, besarnya beban vertikal yang bekerja= 18 x 20,731 = 373,158 t

119
Kedalaman kolam 11 m dihitung dari lowest water level.
 H = 0,25 + 0,35 + 1,00 + 11 = 12,6 m
 Ko = 1/(10 + 0,1 . H) = 1/(10 + 0,1 . 12,6) = 0,089
 Kn = (1+ 0,05 H) Ko = (1 + 0,05 . 12,6) 0,089 = 0,145
 Ki = Ko + 4,04/4,64 (Kn – Ko)

= 0,089 + (4,04/4,64) (0,145 – 0,089)

= 0,138

Dengan demikian, besarnya gaya gempa,


 Akibat beban merata = 2 x 0,138 x 0,25 x 0,8 x 373,153 = 20,598 ton
 Akibat crane = 2 x 0,138 x 0,25 x 0,8 x 20 = 1,104 ton
Total gaya gempa = 21,702 ton

120
d. Muatan hidup horizontal
Besarnya muatan hidup horizontal diambil 5 sampai 10% dari beban
vertikal yang bekerja pada dermaga. Dalam perencanaan ini, akan
digunakan muatan hidup horizontal sebesar 9% dari muatan hidup
vertikal.
 Akibat beban merata = 0,09 x 12 x 18 = 19,44 ton
 Akibat crane = 0,09 x 20 = 1,8 ton
Total gaya gempa = 21,24 ton

B. MUATAN VERTIKAL
Untuk memudahkan perhitungan, besarnya muatan vertikal yang
direncanakan sama dengan muatan vertikal gempa. W= 373,158 ton. dermaga
menggunakan 7 tiang penyangga, dengan demikian tiap- tiap tiang menerima
beban 53,308 ton. Sementara itu, crane diletakkan di tiang no. 4, maka tiang
no. 4 menerima beban sebesar 73,308 ton.

Perencanaan Tiang Pancang


Gaya Pada Tiang-Tiang Pancang:
a. Akibat Beban Merata dan Gempa Kiri

Gambar 3.5 Gaya pada Tiang Pancang

121
Gaya yang bekerja pada dermaga:
a) Gaya horisontal:
H = gaya gempa + muatan hidup horisontal = 21,702 + 21,24 = 42,942 ton
b) Gaya vertikal akibat muatan mati dan muatan hidup merata:
W = 373,153 ton
Gaya horisontal H yang bekerja pada dermaga diimbangi oleh tiang-tiang
certikal (V) dan tiang-tiang miring (R) yang membentuk sudut α = arc.tan (2)
dengan horisontal. Maka didapat:
α = arc.tan (2) = 63,435°
V = H x tan α = 85,884 ton
R = 96,021 ton
Bila: h = (9 – 1,5 – 0,3) x 2 = 14,4 m
PI = W/7 = 373,1586 /7 = 53,308 ton
PII = -V/7 = -85,884/7 = -12,269 ton
PIII = R/2 = 96,021/2 = 48,011 ton
MA = H x h = 42,942 x 14,4 = 618,35 ton.m

Maka yang diterima oleh tiap tiang:


a) Tiang vertikal dengan ukuran 50 x 50 cm2:
Pvertikal = PI +PI + M.c/I
b) Tiang miring dengan ukuran 30 x 30 cm2:
Pmiring = PIII + M.c/I

Tabel 3.4 Perhitungan Gaya pada Tiang


Tiang no. c (m) c2 (m2) c/I M . c/I PI PII PIII Ptotal
1 -9 81 -0.035 -21.946 53.308 -12.269 - 19.093
2 -6 36 -0.024 -14.631 53.308 -12.269 - 26.408
3 -3 9 -0.012 -7.315 53.308 -12.269 - 33.724
4 0 0 0.000 0.000 53.308 -12.269 - 41.039
5 3 9 0.012 7.315 53.308 -12.269 - 48.354
6 6 36 0.024 14.631 53.308 -12.269 - 55.670
7 9 81 0.035 21.946 53.308 -12.269 - 62.985

122
8 0.89 0.792 0.004 2.170 - - 48.011 50.181
9 -0.89 0.792 -0.004 -2.170 - - 48.011 45.841
I= 253.584

b. Akibat Beban Merata dan Gempa Kanan

Gambar 3.6 Gaya pada Tiang Pancang

Gaya yang bekerja pada dermaga:


a) Gaya horisontal:
H = gaya gempa + muatan hidup horisontal = 21,702 + 21,24 = 42,942 ton
b) Gaya vertikal akibat muatan mati dan muatan hidup merata:
W = 373,153 ton
Gaya horisontal H yang bekerja pada dermaga diimbangi oleh tiang-tiang
certikal (V) dan tiang-tiang miring (R) yang membentuk sudut α = arc.tan (2)
dengan horisontal. Maka didapat:
α = arc.tan (2) = 63,435°
V = H x tan α = 85,884 ton
R = 96,021 ton
Bila: h = (9 – 1,5 – 0,3) x 2 = 14,4 m

123
PI = W/7 = 373,1586 /7 = 53,308 ton
PII = -V/7 = -85,884/7 = -12,269 ton
PIII = R/2 = 96,021/2 = 48,011 ton
MA = H x h = 42,942 x 14,4 = 618,35 ton.m
Maka yang diterima oleh tiap tiang:
a) Tiang vertikal dengan ukuran 50 x 50 cm2:
Pvertikal = PI +PI + M.c/I
b) Tiang miring dengan ukuran 30 x 30 cm2:
Pmiring = PIII + M.c/I

Tabel 3.5 Perhitungan Gaya pada Tiang

Tiang no. c (m) c2 (m2) c/I M . c/I PI PII PIII Ptotal


1 -9 81 -0.035 -21.946 53.308 -12.269 - 19.093
2 -6 36 -0.024 -14.631 53.308 -12.269 - 26.408
3 -3 9 -0.012 -7.315 53.308 -12.269 - 33.724
4 0 0 0.000 0.000 53.308 -12.269 - 41.039
5 3 9 0.012 7.315 53.308 -12.269 - 48.354
6 6 36 0.024 14.631 53.308 -12.269 - 55.670
7 9 81 0.035 21.946 53.308 -12.269 - 62.985
8 0.89 0.792 0.004 2.170 - - 48.011 50.181
9 -0.89 0.792 -0.004 -2.170 - - 48.011 45.841
I= 253.584

Penentuan Kedalaman Tiang Pancang


Berhubungan kondisi tanah adalah tanah kohesif (lempung lekat), maka tiang
pancang yang dipakai adalah jenis “friction pile”. Secara teoritis daya dukung
tiang ini dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Q = c.Nc.A + k.c.O.L
Dimana : A = Luas tiang pancang
O = keliling tiang pancang
L = dalamnya pemancangan tiang
Nc = faktor daya dukung

124
K = perbandingan antara gaya perletakan dengan kekuatan geser
C = kekuatan geser tanah (undrained)
a. Tiang Vertikal 50 x 50 cm
Untuk tiang 1 s/d 5
P max = 62,985 Ton
Data tanah : Lempung lekat
Ø = 30o
c = 5,883 t/m2
Nc = 100
k = 1 – sin(30) = 0,5
faktor keamanan diambil = 3
 Pada pembebanan maksimum :
Q = c.Nc.A + k.c.O.L
3 x 62,985 = 5,883 x 100 x (0,5 x 0,5) + 0,5 x 5,883 x (4 x 0,5) x L
Didapat L = 7,119 m diambil L = 7,5 m
 Kontrol pada pembebanan maksimum :
Qijin = 5,883 x 100 x (0,5 x 0,5) + 0,5 x 5,883 x (4 x 0,5) x 7,5
= 191,198 ton < 3 x 62,985 = 188,955 ton (Aman)
Jadi dalam pemancangan dipakai L = 7,5 m yang menghasilkan daya
dukung 191,198 ton.

b. Tiang miring : (40 x 40) cm2


P max = 50,181 ton
Faktor keamanan diambil = 3
 Pada pembebanan maksimum :
Q = c.Nc.A + k.c.O.L
3 x 50,181 = 5,883 x 100 x (0,4 x 0,4) + 0,5 x 5,883 x (4 x 0,4) x L
Didapat L = 11,987 m diambil L = 12 m
 Kontrol pada pembebanan maksimum :
Qijin = 5,883 x 100 x (0,4 x 0,4) + 0,5 x 5,883 x (4 x 0,4) x 12
= 150,605 ton < 3 x 50,181 = 150,543 ton (Aman)

125
Jadi dalam pemancangan dipakai L = 12 m yang menghasilkan daya
dukung 150,543 ton.

Penulangan Tiang Pancang


a. Penulangan Tiang Vertikal
P tetap max = 53,308 Ton
P sementara max = 62,985 Ton
L = 7,5 m
Lk = 0,5 . 7,5 = 3,75
A = 50 cm
Ab = 50 . 50 = 2500 cm2
Beton K – 225
Pembebanan Tetap = 1400 kg/cm2
Pembebanan Sementara = 2000 kg/cm2
Faktor keamanan = 1,5
Jadi pada pembebanan tetap :
1,5 . 53308 = (1,3 – 0,03 . 375/50) . Pw
Pw = 74383,256 Kg
74383,256 = (0,33 . 225 . 2500 + 1400 . A’)
A’ < 0
Pada pembebanan sementara :
1,5 . 62985 = (1,5 – 0,03 . 375/50) . Pw
Pw = 74100 Kg
74100 = (0,56 . 225 . 1600 + 2000 . A’)
A’ < 0
A minimum = 1,5 % luas penampang beton
= 1,5 % . 2500 = 37,5 cm2
Jadi tiang vertikal dipakai tulangan minimum :
A = 37,5 cm2 dipakai 10 Ø 23

126
Gambar 3.7 Detail Tulangan Tiang Vertikal

Penulangan Tiang Miring


P sementara = Tekan = 50,181 Ton
= Tarik = 0 Ton
Terhadap gaya normal tekan :
Lk = 0,5 . L = 0,5 . 12 =6m
A = 40 cm
Ab = 40 . 40 = 1600 cm2
Faktor Keamanan diambil = 1,5
Pwb = (1,3 – 0,03 Lk/a) . Pw
1,5 . 50181 = (1,3 – 0,03 . 600/40) . Pw
Didapat Pw = 88554,706 kg
88554,706 = 0,56 . 225 . 1600 + 2000 . A’
didapat A’ < 0
Terhadap gaya normal tarik :
Dianggap gaya tarik hanya diterima oleh tulangan
A = P/a = 0/2000 = 0 cm2
A minimum = 1,5 % . luas penampang beton
= 1,5 % . 1600 = 13,5 cm2
Jadi untuk tiang miring dipakai tulangan A = 13,5 cm2 dipakai 4 Ø 22

127
Gambar 3.8 Detail Tulangan Tiang Miring

Penulangan Pelat Bawah


Pelat dianggap menumpu pada keempat tepinya secara menerus (terjepit
elastis). Untuk menghitung momen-momen yang terjadi di dalam pelat (akibat
beban merata) digunakan tabel yang terdapat dalam PBI 1971.

Lx = 3 m

Ly = 3 m

Gambar 3.9 Pemodelan Pelat

Karena plat menumpu pada keempat tepinya maka pelat menahan dalam dua
arah.
Ly/Lx = 3/3 = 1, Dari tabel 14 (Dasar – dasar perencanaan beton
bertulang) didapat:
Mlx = -Mtx = 0,036. q x lx2
Mly = -Mty = 0,036 x q x ly2
Penulangan pelat dihitung untuk per meter lebar, dimana:
q = 20,731/3 = 6,91 t/m = 6910 kg/m

128
Jadi:
Mlx = 0,036 x 6910 x (3)2 = 2238,84 kg.m
Mtx = -2238,84 kg.m
Mly = 0,036 x 6910 x (3)2 = 2238,84 kg.m
Mty = -2238,84 kg.m
Tebal pelat = 250 mm (SNI T-12-2004 pasal 5.5.2)
fc’ = 25 Mpa
fy = 400 Mpa
Diameter tulangan = 14 mm
Selimut beton = 40 mm (SNI T-12-2004 pasal 4.6.3)
β1 = 0,85 (SNI T-12-2004 pasal 5.1.1.1)
0,85 x 1xfc ' x 600
ρ balance =
fyx(600  fy )
0,85 x 0,85 x 25 x600
=
400 x (600  400)
= 0,0271
ρ max = (0,75) ρ balance = (0,75) 0,0271 = 0,0203
untuk kontrol lendutan diisyaratkan: ρada ≤ 0,5 ρ max
= 0,5 x 0,0203 = 0,01015
1 1
ρ min =   0, 0025 (SNI T-12-2004 pasal 5.5.3)
fy 400

Tulangan Arah X
b = 1000 mm
d = 250 – 40 – 0,5 x 14 = 203 mm
Mu = 2238,84 kg.m = 22388400 N.mm
Mu 22388400
Rn = 2
  0,679
bd 0,8x1000x2032
fy 400
m =   18,823
0,85 xfc ' 0,85 x 25

129
1  2mxRn 
ρ = x 1  1  
m  fy 

1  218,823x0,679 
= x 1  1  
18,823  400 
= 0,002
ρ perlu = 0,002 < 0,0203 (ρmax) → OK!!
< 0,01015 (kontrol lendutan) → OK!!
ρ perlu = 0,002 > 0,0025 (ρmin)
Jadi ρperlu yang digunakan dalam menentukan jumlah tulangan
Sehingga tulangan yang diperlukan:
As perlu =ρxbxd
= 0,0025 x 100 x 20,3
= 5,075 cm2 (tiap 1 meter)
Maka dipilih tulangan dengan diameter 14 mm dengan jumlah 5 batang dan
jarak tulangan 200 mm.
As terpasang = 5 x 1,539 cm2 = 7,695 cm2> 5,075 cm2 → OK!
Kontrol Spasi Maksimum
Syarat jarak tulangan tidak boleh melebihi 2 x tebal pelat pada penampang
kritis.
S max = 2 x t = 2 x 250 = 500
S terpasang = 200 mm < S max → OK!

Tulangan Arah Y
Karena besarnya momen arah Y sama dengan momen arah X maka tulangan
untuk arah X sudah cukup kuat untuk digunakan pada tulangan arah Y, jadi
untuk arah Y digunakan tulangan Ø 14 – 20 cm.

130
Penulangan Balok Beton
q balok = 20,731 t/m
Ukuran balok = 35 x 60 cm2
Jarak bentang = 3 meter
fc' = 25 MPa
fy = 240 MPa
Tulangan balok = Ø20 mm
Tulangan sengkang = Ø 10 mm
Selimut beton = 40 mm (SNI T-12-2004 pasal 4.6.3)
M lap. max = 1/12 x q x L2 = 1/12 x 20731 x 32 = 15548,25 kg.m
M tump. max = -1/12 x q x L2 = -1/12 x 20731 x 32 = -15548,25 kg.m

Untuk Pembebanan Tetap


M lap. max = - M tump. max = 15548,25 kg.m
Tetapan kekuatan maksimum dan penulangan yang diizinkan oleh peraturan
SNI untuk penampang yang bertulangan tunggal. Letak dari garis netral untuk
keadaan regangan berimbang.
 tulangan utama
d = h – selimut – Ø sengkang -
2
20
= 600 – 40 – 10 –
2
= 540 mm
cu 0,003
xb  (d)  ( 540) = 385,714 mm
cu  y 0,003  240 5
2 (10 )
x maks = 0,75xb = 0,75 (385,714) = 289,286 mm
C maks = 0,85fc’β1 x = 0,85 (25) (350) (0,85) (289,286) = 1828829,931 N
a maks = 0,8 (x maks) = 0,8 (289,286) = 231,429 mm

 d - a maks
Mn maks penulangan tunggal = C maks  
 2 
 540-231,429 
= 1828829,931  
 2 

131
= 282161940,32 Nmm
= 28216,194 kg.m
Mn perlu = 15548,25 kg.m < 28216,194 kg.m
Mn yang diperlukan kurang dari kekuatan maksimum yang diperoleh tanpa
menggunakan tulangan tekan, sehingga tidak perlu tulangan tekan. Namun
tetap saja digunakan tulangan tekan sebagai tempat melekatnya sengkang
dengan presentase tulangan = 50 % dari tulangan tarik.
Mu 155482500
Rn = 2
  1,904
bd 0,8x350x54 02
fy 240
m =   11, 294
0,85 xfc ' 0,85 x 25

1,4 1,4
ρ min =   0,0058 (SNI T-12-2004 pasal 5.1.1.5)
fy 240

1  2mxRn 
ρ = x 1  1  
m  fy 

1  211,294x1,904 
= x 1  1  
11,294  240 
= 0,008 > ρ min = 0,0058
Maka diambil ρ = 0,008, sehingga tulangan yang diperlukan:
As perlu = ρ x b x d
= 0,008 x 350 x 540
= 1512 mm2
Maka digunakan tulangan 5 – D20 dengan As terpasang = 1570 mm2

Tulangan Geser
Vu = 1/2 x q x L = 1/2 x 20731 x 3 = 31096,5 kg = 310965 N
 fc'   
Vc =  xbxd   25  x350 x540  157500 N
 6   
   6 
1 Vc = 1 x0,6 x157500  47250 N
2 2

132
Vu > 1 Vc maka dibutuhkan tulangan geser
2
Vu 310965
Vs perlu =  Vc   157500  360775 N
 0,6
Vs = m =
310965
 518275 N / m  518,275 N / mm
0,6
Vs kritis = 310965 – 540(518,275) = 31096,5 N
Avxfyxd 157 x 240 x540
Jarak Sengkang (s) =   654,324mm
Vskritis 31096,5
Karena jarak sengkang lebih dari 50 mm, maka tulangan sengkang tunggal
1 1
fc' xbwxd  25 x350 x540  3145000 N
3 3

Vs kritis < 3145000 N, maka spasi maksimum adalah nilai terkecil dari 1 d
2
dan 600 mm.
1 d  1 540  270 mm
2 2
Luas penampang tulangan minimum sesuai SK SNI T-15-1991-03 :
3 xAvxfy 3x157 x 240
Smax =   322,971mm
bw 350
Maka, nilai terkecil yang dipakai adalah jarak spasi maksimum 270 mm untuk
keseluruhan panjang balok.

Gambar 3.10 Tulangan Balok

133
Pelat Beton di Atas Tanah
Pelat beton di atas tanah ini dihitung akibat beban terpusat dari wheel loader.
Pelat beton ini dibuat per unit berbentuk segi enam. Bentuk segi enam ini
dipilih karena pertemuan berupa sudut tumpul sehingga tidak mudah rusak.
Digunakan beton dengan mutu K-350.
Tegangan ijin beton:
Tekan : σb = 0,56 x σbk = 0,56 x 350 = 196 kg/cm2 = 2791 psi

Tarik : σb = 0,63 x  bk = 0,63 x 350 = 12,72 kg/cm2 = 181 psi

Beban roda max: P = 10000/4 = 2500 kg = 5519 lbs


Ada tiga kemungkinan bedasarkan tempat bekerjanya beban roda maksimum:
1) Beban roda bekerja pada sudut pelat:
Dengan beban roda bekerja pada sudut pelat, tegangan kritis dalam beton
adalah tegangan tarik pada permukaan atas dari pelat.
Tegangan tarik kritis yang terjadi adalah:
0,6
3P   a 2   E.h3
ft = 2 1     dengan L = 4
h   L   12(1   2 )k
Dimana:
P = beban roda max = 5519 lbs
h = tebal pelat rencana = 20 cm (8 in)
a = radius kontak = 4 in

E = 9600  bk = 9600 350 =179599,55 kg/cm2 = 2557857 psi

μ = rasio poisson = 0,15


k = modulus of subgrade reaction = 300 lb/in3 (pasir)
Jadi:

2557857 x83
L = 4  24,7 in
12(1  0,152 )300
0,6
3x5519   4 2  
ft = 1     = 152 psi < 181 psi
82   24, 7  

134
2) Beban roda bekerja pada tengah-tengah pelat:
Tegangan kritis dalam beton berupa tegangan tarik pada tepi bawah pelat.
P
fb = 0,316 x 2
x [log h3 – 4.log 1,6 xa 2  h2  0,675h  log k  6, 48 ]
h
5519
= 0,316 x 2
x [log 83 – 4.log 1,6 x42  82  0,675(8)  log 300  6,48 ]
8
= 116,51 psi < 181 psi

3) Beban roda pada tengah-tengah dari salah satu sisi:


Tegangan tarik kritis pada tepi bawah pelat, tepat di bawah beban.
P
fb = 0,572 x 2
x [log h3 – 4.log 1,6 xa 2  h2  0,675h  log k  5,77 ]
h
5519
= 0,572 x x [log 83 – 4.log 1,6 x42  82  0,675(8)  log 300  5,77 ]
82
= 175,88 psi < 181 psi

Jadi pelat beton di atas tanah dengan tebal 20 cm sudah cukup kuat
untuk menahan beban yang terjadi.

Perencanaan Tambatan Kapal


Untuk dapat bongkar muat (loading and loading), juga naik turunya
barang, sebuah kapal harus ditambat pada daratan atau pada benda-benda lain
agar kedudukan kapal tetap, tidak berubah.
Kapal ditambat dengan menggunakan tros (tali manila atau nilon),
kabel baja atau tali rantai yang dipasang pada tiang tambatan. Biasanya tali
yang dipasang pada kedua ujung kapal adalah tros dan lainnya adalah kabel
baja. Tiang tambatan dibuat dari baja cor. Agar perhitungan aman, maka gaya
akibat angin dan arus dianggap hanya diterima oleh kedua ujungnya saja.

135
Gambar 3.11 Bollard

Gaya akibat angin dan arus diperhitungkan terhadap kapal yang terbesar yaitu
Kapal 15.000 DWT. Telah dihitung bahwa gaya akibat angin dan arus =
4287,68 kg = 42,877 ton. Gaya ini diterima oleh 2 buah tali yang masing-
masing membentuk sudut α dengan tepi dermaga. k1
tg α = 17,5/30 = 0,583

k2 
sin α = 0,5038

Sehingga gaya tarik pada tali :


P
K1 = K2 = K = P/(2 sin α) = 42,877 ton /(2 . 0,5038) = 42,564 ton

Jadi untuk perhitungan tambatan, gaya tarik maksimum pada tali = 42,564 ton

= 42564 kg.

Tambatan dipilih tipe bollard dengan ukuran:

h = 60 cm

e = 40 cm

ø = 50 cm

W = (1/6 b h2)

136
= (1/6 . 0,8 . 0,62) = 0,048

m3

Gambar 3.12 Bollard Tampak Samping dan Tampak Atas

Kontrol tegangan beton:

M = K . 0,4 = 42564 kg (0,4) = 17025,6 kgm

M 17025,6
   354700 kg / m 2
W 0,048
  35,470 kg / cm 2    125 kg / cm 2 OK !

Jadi beton cukup kuat.

Menentukan Diameter Baut

Gaya pada baut : T = M/d , dimana d = jarak baut kiri dan kanan

T = 17025,6/0,60 = 28376 kg

Gaya tiap baut : T1 = T/3 = 28376/3 = 9458,667 kg

Tegangan pada baut: σ = T1/F < σijin

T1 < F . σijin

9458,667 kg < ¼ π d2 . 1400

137
d > 2,934 cm

diambil baut dengan diameter 3 cm

Perencanaan Fender
Pada saat kapal akan menambat di dermaga, maka baik bagi kapal maupun
dermaga perlu dilindungi, agar ridak terjdi kerusakan akibat benturan. Energi
akibat benturan ini, sebagian diserap oleh fender dan sisanya ditahan oleh
konstruksi dermaga. Pada dasarnya dari segi konstruksi, ada 2 jenis sistem
fender, yaitu :

1. Fender Pelindung (Protective Fender)

a. Fender kayu

b. Fender gantung (langsung dan berbobot/suspended gravity fender)

2. Fender Bentur (Impact Fender)

a. Fender hidrolik (sifatnya tidak elastis, maka jarang dipakai)

b. Fender per baja (steel springs)

c. Fender karet (sifatnya elastis dan lebih sering digunakan),


bentuknya antara lain :

i. Persegi / rectangular

ii. Silindris

iii. Tipe V (bridge stone super arch)

iv. Tipe H

Dalam suatu pemilihan fender, kita berusaha untuk memilih fender yang
sesuai dengan bentuk pelabuhan (seekonomis mungkin).

138
Beberapa pertimbangan dalam pemilihan tipe fender, yaitu :

1. Dipilih tipe fender, dimana energi dalam bentuk gaya dorong terhadap
konstruksi dermaga sekecil mungkin, sehingga gaya yang
mempengaruhi kestabilan dermaga tidak besar.

2. Dipilih fender yang lebih ringan dibandingkan dengan tipe fender


lainnya.

3. Harga masing-masing fender yang berbeda-beda.

4. Kapasitas energi yang dapat diserap fender sesuai dengan energi yang
harus diserap oleh fender.

Energi dan Gaya Bentur :

Fender berguna untuk menyerap sebagian tenaga yang diakibatkan


oleh benturan kapal pada dermaga. Sebagian tenaga harus dapat diserap
oleh sistem fender dan sisanya oleh konstruksi dermaga, sehingga dermaga
bebas dari berbagai kerusakan yang terjadi.

V V.sina

E/2 W
a

(F.d)/2

Gambar 3.13 Fender

Energi yang timbul akibat benturan kapal pada dermaga adalah :

E = ½ . (W/g) . (V.sinα)2

139
Dimana, E = Energi kinetik

W = Berat kapal

V = kecepatan kapal pada saat menambat

g = percepatan grafitasi

α = Sudut pendekatan

Bila F adalah resultan gaya fender dan d adalah pergeseran fender, maka :

E  F.d
2 2
W
F E  .(V .sin  ) 2
d 2.d .g

Besarnya E tergantung dari cara pendekatan kapal pada saat bertambat,


maka panjang sentuh antara kapal dan tambatan sangat menentukan. Besar
energi ini dapat dihitung dari nilai ‘k’ berdasarkan grafik di bawah ini,
dimana :
 W .V 2 
E   .k
 2.g 

Besarnya nilai ‘k’ tergantung dari panjang sentuh kapal (berthing points),
diambil = L/5.

Gambar 3.14 Grafik Hubungan L dengan k

140
Energi yang timbul akibat benturan kapal pada dermaga adalah
15000000
E (0,15) 2 x0,41  7059,949kgm  7,059tm
2 x9,8

Jadi, energi yang diserap fender = ½ E = ½ . 7,059 tm = 3,53 tm

Dipakai fender tipe V(FV 002-4-4).(lihat Tabel B.3.Dimensi dan


Kapasitas fender buku Bambang T.,1996)

Gambar 3.15 Fender Tipe V

Σ lubang = 8 buah

E = 3,53 tm

Dimensi : A = 250 cm

B = 260 cm

C = 78,5 cm

Kapasitas R = 19 ton

Luas kontak = 0,327 m2

R/E = 5,382 m

Jadi, P = ½ E . R/E = (3,53) .(5,382) = 18,998 ton

141
Gambar 3.16 Dimensi Fender Tipe V

Gambar 3.17 Macam-macam Tipe Fender

142
3.2.6 Merancang Kedalaman Kolam Pelabuhan dan Menghitung Volum
Pengerukan Yang Dibutuhkan

+ 3.00
HWS +1.50 0.50-1.50
Diambil 1.50
MSL ±0.00

LWS -1.25
draft D

draft D

0,80-1,00

Gambar 3.18 Kedalaman kolam

Untuk menentukan dalamnya kolam pelabuhan, terlebih dahulu

kita harus mengetahui draft kapal yang terbesar, air surut pada kolam yang

akan ditambatkan kapal tersebut. Dalamnya kolam pelabuhan ini

ditentukan oleh:

1. Draft kapal terbesar yang akan ditambatkan.

2. Tinggi permukaan air pada waktu surut.

3. Clearance : diambil 1,00 m.

Perencanaan untuk Jangka Waktu 30 Tahun yang Akan Datang:

143
Tabel 3.6 Kedalaman Kolam

Draft Kapal Dalamnya


Kolam Untuk Terbesar LWS Clearance Kolam
I Barang Padat 8.5 -1.25 1 -10.75
II Barang Curah 9 -1.25 1 -11.25
III Barang Cair 9 -1.25 1 -11.25

a. Menentukan Luas Minimum Daerah Penumpukan Barang Curah

Jenis barang yang akan dilakukan penumpukan adalah barang curah berupa biji-

bijian hasil pertanian, seperti beras, gandum, dan jagung. Penempatan

penumpukan barang curah ini dilakukan di lapangan tertutup yang berada pada

suatu bangunan (close storage) dalam bentuk Kontainer

Ukuran peti kemas standar yang digunakan menurut International Organization


for Standardization (ISO) ditampilkan dalam tabel berikut:

Tabel 3.7 Dimensi Peti Kemas

Peti kemas 20 kaki Peti kemas 40 kaki Peti kemas 45 kaki


inggris metrik inggris metrik inggris metrik
dimensi panjang 19' 6.058 m 40′ 0″ 12.192 m 45′ 0″ 13.716 m
luar 10½"
lebar 8′ 0″ 2.438 m 8′ 0″ 2.438 m 8′ 0″ 2.438 m
tinggi 8′ 6″ 2.591 m 8′ 6″ 2.591 m 9′ 6″ 2.896 m
dimensi panjang 18′ 10 5.758 m 39′ 5 12.032 m 44′ 4″ 13.556 m
dalam 5/16" 45/64″
lebar 7′ 8 2.352 m 7′ 8 2.352 m 7′ 8 2.352 m
19/32 ″ 19/32″ 19/32 ″
tinggi 7′ 9 2.385 m 7′ 9 2.385 m 8′ 9 2.698 m
57/64″ 57/64″ 15/16″
bukaan width 7′ 8 ⅛″ 2.343 m 7′ 8 ⅛″ 2.343 m 7′ 8 ⅛″ 2.343 m
pintu tinggi 7′ 5 ¾″ 2.280 m 7′ 5 ¾″ 2.280 m 8′ 5 2.585 m
49/64″
volume 1,169 33.1 m³ 2,385 67.5 m³ 3,040 86.1 m³
ft³ ft³ ft³
berat kotor 52,910 24,000 kg 67,200 30,480 kg 67,200 30,480 kg
lb lb lb
berat kosong 4,850 2,200 kg 8,380 3,800 kg 10,580 4,800 kg

144
lb lb lb
muatan bersih 48,060 21,800 kg 58,820 26,680 kg 56,620 25,680 kg
lb lb lb

Perencanaan untuk 30 Tahun yang Akan Datang

Penumpukan barang curah dalam bentuk kontainer direncanakan selama 4 hari (1

kali WPK). Dalam hal ini, luas close storage ditentukan oleh jumlah kontainer

maksimum yang akan dibongkar, yaitu pada bulan ke VI dan VII. Hal ini

dikarenakan berdasarkan grafik hubungan antara WPK dengan jumlah kapal, pada

bulan-bulan tersebut terjadinya pemaksimalan jumlah kapal yang akan melakukan

bongkar muat barang.

Kontainer ditumpuk pada 4 zona yaitu:

Zona I terdiri dari : 2 kapal 10.000 DWT

145
Zona II terdiri dari : 2 kapal 15.000 DWT

Zona III terdiri dari : 1 kapal 10.000 DWT dan 1 kapal 15.000 DWT

Zona IV terdiri dari : 2 kapal 15.000 DWT

Jumlah barang yang akan dibongkar dalam 1 WPK ( 4 hari )

Zona I:

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Zona III:

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

1 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 15.000 ton

Total = 25.000 ton

Zona IV:

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

146
b. Menentukan Ukuran Open Storage

Gambar 3.19 Tumpukan Barang

a. Tinggi maksimum penumpukan = 8,0 meter ( ini memberikan tekanan sebesar

3 t/m2 pada lantai )

b. Berat jenis biji-bijian (tongkol jagung) = 0,721 t/m3

c. Dimensi Kontainer panjang 13,716 m , lebar 2,438 dan tinggi 2,896 m

d. Volume 1 Kontainer = 86,1 m³

Direncanakan akan ditumpuk sebanyak 3 kontainer sehingga tinggi container

menjadi 3 x 2,896 = 8,688 meter

Volume 1 tumpukan = 13,716 x 2,438 x 8,688 = 290,523 m³

Zona I

Volume tiap tumpukan :

20.000 / 0,721 = 27.739,25 m3

147
Jumlah tumpukan = 27.739,25 m3 / 290,523 m³ = 95,48 ≈ 96 tumpukan

Jadi ukuran tiap daerah penumpukan :

P =165 m (12 tumpukan)

L = 20 m (8 tumpukan)

Zona I I dan Zona IV

Pada zona II dan Zina IV jumlah barang yang akan dibongakar sama yaitu 30.000

ton.

Volume tiap tumpukan :

30.000 / 0,721 = 41.608,877 m3

Jumlah tumpukan = 41.608,877 m3 / 290,523 m³ = 143,221 ≈144 tumpukan

Jadi, ukuran tiap daerah penumpukan :

P =206 m (15 tumpukan)

L = 25 m (10 tumpukan)

Zona III

Volume tiap tumpukan :

25.000 / 0,721 = 34.674,064 m3

Jumlah tumpukan = 34.674,064 m3 / 290,523 m³ = 119,350 ≈ 120 tumpukan

Jadi, ukuran tiap daerah penumpukan :

P =165 m (12 tumpukan)

L = 25 m (10 tumpukan)

148
Transhipment

Untuk 30 Tahun yang Akan Datang

Penumpukan barang curah direncanakan selama 4 hari (1 kali WPK).

Kontainer ditumpuk pada 3 zona yaitu:

Zona I terdiri dari : 2 kapal 10.000 DWT

Zona II terdiri dari : 2 kapal 15.000 DWT

Zona III terdiri dari : 1 kapal 15.000 DWT

Jumlah barang yang akan dibongkar dalam 1 WPK ( 4 hari )

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

149
Zona III:

1 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 15.000 ton

Luas daerah penumpukan barang curah untuk Transhipment

Zona I

Volume tiap tumpukan :

20.000 / 0,721 = 27.739,25 m3

Jumlah tumpukan = 27.739,25 m3 / 290,523 m³ = 95,48 ≈ 96 tumpukan

Jadi, ukuran tiap daerah penumpukan :

P =165 m (12 tumpukan)

L = 20 m (8 tumpukan)

Zona I I

Volume tiap tumpukan :

30.000 / 0,721 = 41.608,877 m3

Jumlah tumpukan = 41.608,877 m3 / 290,523 m³ = 143,221 ≈144 tumpukan

Jadi, ukuran tiap daerah penumpukan :

P =206 m (15 tumpukan)

L = 25 m (10 tumpukan)

Zona I I I

Volume tiap tumpukan :

15.000 / 0,721 = 20.804,438 m3

150
Jumlah tumpukan = 20.804,438 m3 / 290,523 m³ = 71,21 ≈72 tumpukan

Jadi, ukuran tiap daerah penumpukan :

P = 165 m (12 tumpukan)

L = 15 m (6 tumpukan)

c. Menentukan Luas Minimum Daerah Penumpukan Barang Cair

1. Untuk 2 tahun yang akan datang

Direncanakan selama 4 hari ( 1 x WPK )

Jumlah barang cair yang akan dibongkar selama 4 hari :

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 30.000 ton

Total = 40.000 ton

Volume = 40.000/0,8 = 50.000 m3

Dipakai tangki dengan ukuran :

d = 20 meter

H = 10 meter

Volume 1 tangki = ¼. π.(20)2.10 = 3142 m3

Jadi, dibutuhkan = 50.000/3142 = 15,91 ≈ 16 tangki

Kolam tangki

Volume kolam yang dibutuhkan : (2/7) x 3142 = 898 m3

Tinggi tanggul = 2,50 meter

Jadi Ukuran kolam a x a = a2

151
(a2 x 2,50) – (1/4 x π x 202 x 2,5 ) = 898

a = 25,94 meter ( dambil a = 26 meter)

2. Untuk 10 tahun yang akan datang

Direncanakan selama 4 hari ( 1 x WPK )

Jumlah barang cair yang akan dibongkar selama 4 hari :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 20.000 ton

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 30.000 ton

Total = 50.000 ton

Volume = 50.000/0,8 = 62.500 m3

Dipakai tangki dengan ukuran :

d = 20 meter

H = 10 meter

Volume 1 tangki = ¼. π.(20)2.10 = 3142 m3

Jadi, dibutuhkan = 62.500/3142 = 19,89 ≈ 20 tangki

Kolam tangki

Dipakai dengan ukuran tangki yang sama sehingga kolam tangki untuk 10

tahun y.a.d sama seperti untuk 2 tahun yang akan datang.\

3. Untuk 30 tahun yang akan datang

Direncanakan selama 4 hari ( 1 x WPK )

Jumlah barang cair yang akan dibongkar selama 4 hari :

152
2 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 20.000 ton

4 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 60.000 ton

Total = 80.000 ton

Volume = 80.000/0,8 = 100.000 m3

Dipakai tangki dengan ukuran :

d = 20 meter

H = 10 meter

Volume 1 tangki = ¼. π.(20)2.10 = 3142 m3

Jadi, dibutuhkan = 100.000/3142 = 31,83 ≈ 32 tangki

Kolam tangki

Dipakai dengan ukuran tangki yang sama sehingga kolam tangki untuk 30

tahun y.a.d sama seperti untuk 2 dan 10 tahun yang akan datang.

d. Fasilitas Bongkar Muat dan Pengangkutan

Untuk menentukan banyaknya fasilitas bongkar/muat dan pengangkutan

diperlukan data tentang jumlah barang yang dimuat/dibongkar dalam 1x WPK.

Banyaknya barang dibagi dengan kapasitas alat bongkar muat dan pengangkutan

menentukan banyaknya alat-alat yang harus disediakan. Untuk perhitungan

dibawah ini dianggap bahwa pelabuhan bekerja terus menerus selama 8 jam sehari

(waktu bersih).

153
A. Fasilitas bongkar muat (Kapal Barang)

a. Barang padat

Dalam jangka waktu 2 tahun yang akan datang :

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke I dan XII

per 1 x WPK.

Zona Barang Padat :

1 kapal 5.000 DWT = 1 x 1 x 5.000 = 5.000 ton

1 kapal 8.000 DWT = 1 x 1 x 8.000 = 8.000 ton

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Total = 33.000 ton

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke II, III, IV,

V, VIII, IX, X, XII per 1 x WPK.

Zona Barang Padat :

2 kapal 5.000 DWT = 1 x 2 x 5.000 = 10.000 ton

2 kapal 8.000 DWT = 1 x 2 x 8.000 = 16.000 ton

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Total = 46.000 ton

3. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke VI dan

XII per 1 x WPK.

Zona Barang Padat :

2 kapal 5.000 DWT = 1 x 2 x 5.000 = 10.000 ton

2 kapal 8.000 DWT = 1 x 2 x 8.000 = 16.000 ton

154
3 kapal 10.000 DWT = 1 x 3 x 10.000 = 30.000 ton

Total = 56.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

Zona Barang Padat :

(2 x33.000)  (8 x 46.000)  (2 x56.000)


 45.500ton
12

Dalam jangka waktu 10 tahun yang akan datang :

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke I , II, III,

X, XI, XII per 1 x WPK.

Zona Barang Padat :

2 kapal 5.000 DWT = 1 x 2 x 5.000 = 10.000 ton

2 kapal 8.000 DWT = 1 x 2 x 8.000 = 16.000 ton

3 kapal 10.000 DWT = 1 x 3 x 10.000 = 30.000 ton

Total = 56.000 ton

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke IV dan

IX per 1 x WPK.

Zona Barang Padat :

3 kapal 5.000 DWT = 1 x 3 x 5.000 = 15.000 ton

3 kapal 8.000 DWT = 1 x 3 x 8.000 = 24.000 ton

3 kapal 10.000 DWT = 1 x 3 x 10.000 = 30.000 ton

Total = 69.000 ton

155
3. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke V, VI,

VII, VII per 1 x WPK.

Zona Barang Padat :

3 kapal 5.000 DWT = 1 x 3 x 5.000 = 15.000 ton

3 kapal 8.000 DWT = 1 x 3 x 8.000 = 24.000 ton

4 kapal 10.000 DWT = 1 x 4 x 10.000 = 40.000 ton

Total = 79.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

Zona Barang Padat :

(6 x56.000)  (2 x69.000)  (4 x76.000)


 65.834ton
12

Dalam jangka waktu 30 tahun yang akan datang :

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bula-bulan ke I, II, XI,

XII per 1 x WPK.

Zona Barang Padat :

3 kapal 5.000 DWT = 1 x 3 x 5.000 = 15.000 ton

3 kapal 8.000 DWT = 1 x 3 x 8.000 = 24.000 ton

4 kapal 10.000 DWT = 1 x 4 x 10.000 = 40.000 ton

Total = 79.000 ton

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulann-bulan ke III, IV,

IX, X per 1 x WPK.

156
Zona Barang Padat :

4 kapal 5.000 DWT = 1 x 4 x 5.000 = 20.000 ton

4 kapal 8.000 DWT = 1 x 4 x 8.000 = 32.000 ton

5 kapal 10.000 DWT = 1 x 5 x 10.000 = 50.000 ton

Total = 102.000 ton

3. Jumlah barang yang dibongkar dalam bula-bulan ke V dan VIII

per 1 x WPK.

Zona Barang Padat :

4 kapal 5.000 DWT = 1 x 4 x 5.000 = 20.000 ton

4 kapal 8.000 DWT = 1 x 4 x 8.000 = 32.000 ton

6 kapal 10.000 DWT = 1 x 6 x 10.000 = 60.000 ton

Total = 112.000 ton

4. Jumlah barang yang dibongkar dalam bula-bulan ke VI dan VII

per 1 x WPK.

Zona Barang Padat :

5 kapal 5.000 DWT = 1 x 5 x 5.000 = 25.000 ton

5 kapal 8.000 DWT = 1 x 5 x 8.000 = 40.000 ton

6 kapal 10.000 DWT = 1 x 6 x 10.000 = 60.000 ton

Total = 125.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

157
Zona Barang Padat :

(4 x 79.000)  (4 x102.000)  (2 x112.000)  (2 x125.000)


 99.834ton
12

b. Barang curah

Dalam jangka waktu 2 tahun yang akan datang :

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke I, II, III,

X, XI , XII per 1 x WPK.

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke IV , V,

VI, VII, VII, IX per 1 x WPK.

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

(6 x 20.000)  (6 x 20.000)
Zona I :  20.000ton
12

(6 x30.000)  (6 x30.000)
Zona II :  30.000ton
12

158
Transhipment

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke I, II, III,

X, XI , XII per 1 x WPK.

Zona I :

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

Zona II :

1 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 15.000 ton

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke IV , V,

VI, VII, VII, IX per 1 x WPK.

Zona I :

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

(6 x10.000)  (6 x 20.000)
Zona I :  10.000ton
12

(6 x15.000)  (6 x30.000)
Zona II :  22.500ton
12

Dalam jangka waktu 10 tahun yang akan datang :

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke I, II, XI ,

XII per 1 x WPK.

159
Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Zona III :

Tidak ada barang

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke III, IV, V,

VI, VII, VIII, IX, X per 1 x WPK.

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Zona III :

1 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 15.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

(4 x 20.000)  (8 x 20.000)
Zona I :  20.000ton
12

(2 x30.000)  (8 x30.000)
Zona II :  30.000ton
12

(4 x 0)  (8 x15.000)
Zona III :  10.000ton
12

160
Transhipment

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke I, II, III,

X, XI , XII per 1 x WPK.

Zona I :

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke IV , V,

VI, VII, VII, IX per 1 x WPK

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

(6 x10.000)  (6 x 20.000)
Zona I :  15.000ton
12

(6 x30.000)  (6 x30.000)
Zona II :  30.000ton
12

Dalam jangka waktu 30 tahun yang akan datang :

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bula-bulan ke I, II, XI ,

XII per 1 x WPK.

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

161
Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Zona III :

1 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 15.000 ton

Zona IV :

Tidak ada barang

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bula-bulan ke III, IV, V,

VIII, IX, X per 1 x WPK.

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Zona III :

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

Zona IV :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

3. Jumlah barang yang dibongkar dalam bula-bulan ke VI dan VII

per 1 x WPK.

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

162
Zona III :

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

1 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 15.000 ton

Total = 25.000 ton

Zona IV :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

(4 x 20.000)  (6 x 20.000)  (2 x 20.000)


Zona I :  20.000ton
12

(4 x30.000)  (6 x30.000)  (2 x30.000)


Zona II :  30.000ton
12

(4 x30.000)  (6 x10.000)  (2 x 25.000)


Zona III :  19.167ton
12

(4 x0)  (6 x30.000)  (2 x30.000)


Zona IV :  20.000ton
12

Transhipment

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bula-bulan ke I, II, XI ,

XII per 1 x WPK.

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

163
Zona III :

Tidak ada barang

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bula-bulan ke III, IV, V,

VI, VII,VII ,IX ,X per 1 x WPK.

Zona I :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

Zona II :

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Zona III :

1 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 15.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

(4 x 20.000)  (8 x 20.000) 
Zona I :  20.000ton
12

(4 x30.000)  (8 x30.000)
Zona II :  30.000ton
12

(4 x0)  (8 x15.000)
Zona III :  10.000ton
12

c. Barang cair

Dalam jangka waktu 2 tahun yang akan datang

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke I, II,

III,X, XI, XII per 1 x WPK.

Zona Barang cair :

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

164
1 kapal 15.000 DWT = 1 x 1 x 15.000 = 15.000 ton

Total = 25.000 ton

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke IV, V, VI,

VII,VIII , IX per 1 x WPK.

Zona Barang cair :

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Total = 30.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

(6 x 25.000)  (6 x30.000)
Zona Barang Cair :  27.500ton
12

Dalam jangka waktu 10 tahun yang akan dating

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke I, II,

III,X, XI, XII per 1 x WPK.

Zona Barang cair :

1 kapal 10.000 DWT = 1 x 1 x 10.000 = 10.000 ton

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Total = 40.000 ton

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke IV, V,

VI, VII,VIII , IX per 1 x WPK.

Zona Barang cair :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

165
2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Total = 50.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

(6 x 40.000)  (6 x50.000)
Zona Barang Cair :  45.000ton
12

Dalam jangka waktu 30 tahun yang akan dating

1. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke I, II,

III,X, XI, XII per 1 x WPK.

Zona Barang cair :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

2 kapal 15.000 DWT = 1 x 2 x 15.000 = 30.000 ton

Total = 50.000 ton

2. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke IV, V,

VIII, IX per 1 x WPK.

Zona Barang cair :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

3 kapal 15.000 DWT = 1 x 3 x 15.000 = 45.000 ton

Total = 65.000 ton

3. Jumlah barang yang dibongkar dalam bulan-bulan ke VI, VII

per 1 x WPK.

Zona Barang cair :

2 kapal 10.000 DWT = 1 x 2 x 10.000 = 20.000 ton

166
4 kapal 15.000 DWT = 1 x 4 x 15.000 = 60.000 ton

Total = 80.000 ton

Jadi jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun

tiap 1 x WPK ( 4 hari ) adalah :

Zona Barang Cair :

(6 x50.000)  (4 x65.000)  (2 x80.000)


 60.000ton
12

Penentuan Jumlah Alat Bongkar Muat Barang Padat yang Dipakai:

Untuk jangka waktu 2 tahun mendatang

Untuk membongkar muatan barang padat kapal dipakai “ Kran ” dengan

kapasitas sebagai berikut:

- Kran berkapasitas 20 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan = 3 menit

Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage selama 1 x

WPK

Zona Barang Padat

45.500
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  11.375 ton
4

11.375
Jadi diperlukan = x3  3,55 ≈ 4 Kran
8 x60 x 20

167
Untuk jangka waktu 10 tahun mendatang

Untuk membongkar muatan barang padat kapal dipakai “ Kran ” dengan

kapasitas sebagai berikut:

- Kran berkapasitas 20 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan = 3 menit

Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage selama 1 x

WPK

Zona Barang Padat

65.834
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  16.458,50 ton
4

16.458,50
Jadi diperlukan = x3  5,14 ≈ 6 Kran
8 x 60 x 20

Untuk jangka waktu 30 tahun mendatang

Untuk membongkar muatan barang padat kapal dipakai “ Kran ” dengan

kapasitas sebagai berikut:

- Kran berkapasitas 20 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan = 3 menit

Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage selama 1 x

WPK

168
Zona Barang Padat

99.834
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  24.958,50 ton
4

24.958,50
Jadi diperlukan = x3  7,79 ≈ 8 Kran
8 x60 x 20

Tabel 3.8 Jumlah Alat Bongkar Muat Barang Padat

Waktu Zona Barang Padat


2 tahun y.a.d 4 Kran
10 tahun y.a.d 6 Kran
30 tahun y.a.d 8 Kran

Penentuan Jumlah Alat Bongkar Muat Barang Curah yang Dipakai:

Untuk jangka waktu 2 tahun mendatang

Untuk membongkar muatan barang curah kapal dipakai “ Kran ” dengan

kapasitas sebagai berikut:

- Kran berkapasitas 10 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan = 3 menit

Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage selama 1 x

WPK

a. Internasional

Zona I

20.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  5.000 ton
4

169
5000
Jadi diperlukan = x3  3,125 ≈ 4 Kran
8 x60 x10

Zona II

30.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  7.500 ton
4

7500
Jadi diperlukan = x3  4,69 ≈ 5 Kran
8 x60 x10

b. Transhipment

Zona I

10.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  2.500 ton
4

2500
Jadi diperlukan = x3  1,56 ≈ 2 Kran
8 x 60 x10

Zona II

22.500
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  5.625 ton
4

5.625
Jadi diperlukan = x3  3,52 ≈ 4 Kran
8 x60 x10

Untuk jangka waktu 10 tahun mendatang

Untuk membongkar muatan barang curah kapal dipakai “ Kran ” dengan

kapasitas sebagai berikut:

- Kran berkapasitas 10 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan = 3 menit

Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage

selama 1 x WPK.

170
a. Internasional

Zona I

20.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  5.000 ton
4

5000
Jadi diperlukan = x3  3,125 ≈ 4 Kran
8 x60 x10

Zona II

30.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  7.500 ton
4

7500
Jadi diperlukan = x3  4,69 ≈ 5 Kran
8 x60 x10

Zona III

10.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  2.500 ton
4

2.500
Jadi diperlukan = x3  1,56 ≈ 2 Kran
8 x 60 x10

b. Transhipment

Zona I

15.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  3750 ton
4

3750
Jadi diperlukan = x3  2,34 ≈ 3 Kran
8 x60 x10

Zona II

30.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  7.500 ton
4

7.500
Jadi diperlukan = x3  4,68 ≈ 5 Kran
8 x60 x10

171
Untuk jangka waktu 30 tahun mendatang

Untuk membongkar muatan barang curah kapal dipakai “ Kran ” dengan

kapasitas sebagai berikut:

- Kran berkapasitas 10 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan = 3 menit

Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage selama 1

x WPK.

a. Internasional

Zona I

20.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  5.000 ton
4

5000
Jadi diperlukan = x3  3,125 ≈ 4 Kran
8 x60 x10

Zona II

30.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  7.500 ton
4

7500
Jadi diperlukan = x3  4,69 ≈ 5 Kran
8 x60 x10

Zona III

19.167
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  4.791,75 ton
4

4.971,75
Jadi diperlukan = x3  3,11 ≈ 4 Kran
8 x60 x10

172
Zona IV

20.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  5.000 ton
4

5000
Jadi diperlukan = x3  3,125 ≈ 4 Kran
8 x60 x10

b. Transhipment

Zona I

20.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  5.000 ton
4

5000
Jadi diperlukan = x3  3,125 ≈ 4 Kran
8 x60 x10

Zona II

30.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  7.500 ton
4

7.500
Jadi diperlukan = x3  4,68 ≈ 5 Kran
8 x60 x10

Zona III

10.000
Jumlah barang padat yang dibongkar perhari =  2.500 ton
4

2.500
Jadi diperlukan = x3  1,56 ≈ 2 Kran
8 x 60 x10

Tabel 3.9 Jumlah Alat Bongkar Muat Barang Curah

Waktu Internasional Transhipment


Zona Zona Zona Zona Zona
Zona I Zona I
II III IV II III
2 tahun y.a.d 4 5 Kran - - 2 4 Kran -

173
Kran Kran
10 tahun 4 3
5 Kran 2 Kran - 5 Kran -
y.a.d Kran Kran
30 tahun 4 4
5 Kran 4 Kran 4 Kran 5 Kran 2 Kran
y.a.d Kran Kran

Penentuan Jumlah Alat Bongkar Muat Barang Cair yang Dipakai :

Untuk jangka waktu 2 tahun mendatang

Untuk membongkar muat barang cair digunakan rumah-rumah pompa dan pipa-

pipa untuk pengangkutan. Tiap rumah pompa bekerja 8 jam sehari.

Jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun tiap 1 x WPK adalah

27.500 ton.

Digunakan 2 rumah pompa

1 rumah pompa melayani terbanyak : 15.000 ton

Volume barang cair = 15.000/0.8 = 18.750 m3 per 1 x WPK ( 4 hari )

18.750
Kapasitas pompa yang diperlukan =  0,16 m3/det.
4 x8 x3600

Digunakan rumah pompa dengan kapasitas 0,2 m3/det sebanyak 2 buah.

Untuk jangka waktu 10 tahun mendatang

Untuk membongkar muat barang cair digunakan rumah-rumah pompa dan pipa-

pipa untuk pengangkutan. Tiap rumah pompa bekerja 8 jam sehari.

Jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun tiap 1 x WPK adalah

45.000 ton.

174
Digunakan 2 rumah pompa

1 rumah pompa melayani terbanyak : ( 10.000 + 15.000 ) = 25.000 ton

Volume barang cair = 25.000/0.8 = 31.250 m3 per 1 x WPK ( 4 hari )

31.250
Kapasitas pompa yang diperlukan =  0,27 m3/det.
4 x8 x3600

Digunakan rumah pompa dengan kapasitas 0,3 m3/det sebanyak 2 buah.

Untuk jangka waktu 30 tahun mendatang

Untuk membongkar muat barang cair digunakan rumah-rumah pompa dan pipa-

pipa untuk pengangkutan. Tiap rumah pompa bekerja 8 jam sehari.

Jumlah barang rata-rata yang dibongkar sepanjang tahun tiap 1 x WPK adalah

60.000 ton.

Digunakan 2 rumah pompa

1 rumah pompa melayani terbanyak : ( 2 x 10.000 + 15.000 ) = 35.000 ton

Volume barang cair = 35.000/0.8 = 43.750 m3 per 1 x WPK ( 4 hari )

43.750
Kapasitas pompa yang diperlukan =  0,37 m3/det.
4 x8 x3600

Digunakan rumah pompa dengan kapasitas 0,5 m3/det sebanyak 2 buah.

Tabel 3.10 Jumlah Alat Bongkar Muat Barang Cair

Waktu Zona Barang Padat Kapasitas


2 tahun y.a.d 2 Rumah Pompa 0,2 m3/det
10 tahun y.a.d 2 Rumah Pompa 0,3 m3/det
30 tahun y.a.d 2 Rumah Pompa 0,5 m3/det

175
B. Fasilitas Pengangkutan

Penentuan Jumlah Alat Pengangkutan Barang Padat yang Dipakai:

Pengangkutan barang padat direncanakan menggunakan Head Truck + Chassis.

Head Truck + Chassis adalah alat bongkar muat kapal yang Merupakan truck

yang dirancang dapat menarik chassis ukuran 20 feet maupun 40 feet, mempunyai

flexibilitas tinggi dalam hal pengangkutan petikemas karena chassis dapat dilepas.

Untuk jangka waktu 2 tahun mendatang

Untuk mengangkut barang padat dipakai “Truck ” dengan kapasitas sebagai

berikut:

- Truck berkapasitas 40 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan 10 menit

Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage selama 1 x

WPK

60
Jadi, Kapasitas Truck per hari adalah = 8 x x 40  1920 ton
10

Zona Barang Padat

45.500
Jadi diperlukan =  5,92 ≈ 6 Truck
4 x1920

Untuk jangka waktu 10 tahun mendatang

Zona Barang Padat

176
65.834
Jadi diperlukan =  8,57 ≈ 9 Truck
4 x1920

Untuk jangka waktu 30 tahun mendatang

Zona Barang Padat

99.834
Jadi diperlukan =  12,99 ≈ 13 Truck
4 x1920

Tabel 3.11 Jumlah Alat Pengangkut Barang Padat

Waktu Zona Barang Padat


2 tahun y.a.d 6 Truck
10 tahun y.a.d 9 Truck
30 tahun y.a.d 13 Truck

Penentuan Jumlah Alat Pengangkutan Barang Curah yang Dipakai:

Pengangkutan barang curah direncanakan menggunakan Head Truck + Chassis.

Head Truck + Chassis adalah alat bongkar muat kapal yang Merupakan truck

yang dirancang dapat menarik chassis ukuran 20 feet maupun 40 feet, mempunyai

flexibilitas tinggi dalam hal pengangkutan petikemas karena chassis dapat dilepas.

Untuk jangka waktu 2 tahun mendatang

Untuk mengangkut barang curah dipakai “Truck ” dengan kapasitas sebagai

berikut:

- Truck berkapasitas 40 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan 10 menit

177
Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage selama 1 x

WPK

60
Jadi, Kapasitas Truck per hari adalah = 8 x x 40  1920 ton
10

a. Internasional

Zona I

20.00
Jadi diperlukan =  2,60 ≈ 3 Truck
4 x1920

Zona II

30.000
Jadi diperlukan =  3,91 ≈ 4 Truck
4 x1920

b. Transhipment

Zona I

10.000
Jadi diperlukan =  1,30 ≈ 2 Truck
4 x1920

Zona II

22.500
Jadi diperlukan =  2,93 ≈ 3 Truck
4 x1920

Untuk jangka waktu 10 tahun mendatang

Untuk mengangkut barang curah dipakai “Truck ” dengan kapasitas sebagai

berikut:

- Truck berkapasitas 40 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan 10 menit

178
Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage selama 1

x WPK

60
Jadi, Kapasitas Truck per hari adalah = 8 x x 40  1920 ton
10

a. Internasional

Zona I

20.000
Jadi diperlukan =  2,60 ≈ 3 Truck
4 x1920

Zona II

30.000
Jadi diperlukan =  3,91 ≈ 4 Truck
4 x1920

Zona III

10.000
Jadi diperlukan =  1,30 ≈ 2 Truck
4 x1920

b. Transhipment

Zona I

15.00
Jadi diperlukan =  1,95 ≈ 2 Truck
4 x1920

Zona II

30.000
Jadi diperlukan =  3,91 ≈ 4 Truck
4 x1920

Untuk jangka waktu 30 tahun mendatang

Untuk mengangkut barang curah dipakai “Truck ” dengan kapasitas sebagai

berikut:

179
- Truck berkapasitas 40 ton

- Waktu yang diperlukan sekali jalan 10 menit

Jam kerja sehari adalah 8 jam, dan barang ditumpuk di Open Storage selama 1

x WPK

60
Jadi, Kapasitas Truck per hari adalah = 8 x x 40  1920 ton
10

a. Internasional

Zona I

20.000
Jadi diperlukan =  2,60 ≈ 3 Truck
4 x1920

Zona II

30.000
Jadi diperlukan =  3,91 ≈ 4 Truck
4 x1920

Zona III

19.167
Jadi diperlukan =  2,49 ≈ 3 Truck
4 x1920

Zona IV

20.000
Jadi diperlukan =  2,60 ≈ 3 Truck
4 x1920

b. Transhipment

Zona I

20.000
Jadi diperlukan =  2,60 ≈ 3 Truck
4 x1920

Zona II

180
30.000
Jadi diperlukan =  3,91 ≈ 4 Truck
4 x1920

Zona III

10.000
Jadi diperlukan =  1,30 ≈ 2 Truck
4 x1920

Tabel 3.12 Jumlah Alat Pengangkut Barang Curah

Waktu Internasional Transhipment


Zona Zona Zona
Zona I Zona II Zona I Zona II
III IV III
3 4 2 3
2 tahun y.a.d - - -
Truck Truck Truck Truck
10 tahun 3 4 2 2 4
- -
y.a.d Truck Truck Truck Truck Truck
30 tahun 3 4 3 3 4 2
y.a.d Truck Truck Truck 3 Truck Truck Truck Truck

Penentuan Jumlah Alat Pengangkutan Barang Cair yang Dipakai :

Untuk mengangkut barang cair digunakan pipa-pipa, padanya dibutuhkan rumah

pompa dan beberapa peralatan selang.

Rumah
Pompa Slang

Kapal

Gambar 3.20 Pengangkutan Barang Cair

181
3.2.7 Merancang Alur Pelayaran :
a. Jalur pelayaran 1 arah

A Alur Pelayaran

Alur pelayaran berfungsi agar lalu lintas kapal di dalam pelabuhan

dapat berjalan dengan lancer (tidak macet) dan menghindari adanya

tubrukan maupun kecelakaan antar kapal.

B Pengerukan

Pengerukan berfungsi untuk mencapai suatu kedalaman yang

diinginkan pada suatu pelabuhan, sehingga dapat diketahui

kedalaman tanah setempat yang belum memebuhi syarat dengan

melakukan tindakan pengerukan. Hal ini dikarenakan, dangkalnya

pelabuhan akan mengakibatkan kandasnya kapal dan bila keadaan

air laut sedang surut, maka kapal-kapal tersebut akan sulit merapat

ke dermaga.

C Penimbunan

Dengan mengadakan penimbunan dari tanah yang diperoleh dari

hasil pengerukan, maka kita akan memperoleh area daratan yang

baru. Penimbunan dilaksanakan ke arah laut, sehingga tanah sekitar

pelabuhan tidak banyak yang perlu dibebaskan untuk pembuatan

kompleks pelabuhan itu sendiri.

182
Selain itu terdapat pula “turning circle” (tempat putar kapal) yang

berdiameter 1,5 kali panjang kapal terbesar. Turning circle ini ditempatkan

sedemikian hingga tidak mengganggu kelancaran masuknya kapal di

pelabuhan dan harus berdekatan dengan kolam pelayaran yang paling

sibuk.

Pembagian Alat-alat yang Digunakan untuk Pengerukan :

1. Alat-alat yang bekerja secara mekanis

a. Crabs

Alat ini dinaik/turunkan dengan cara dibuka/tutup menggunakan tenaga

mesin aupa atau motor diesel yang ditempatkan diatas

pontoon.

b. Kapal Keruk

Prinsipnya adalah seuumlah ember (buckets) yang dipasang pada lantai

keliling lengkap dengan sebuah tangga (ladder). Rantai dan ember diputar

pada bidang vertikal. Untuk mengeruk tanah, ember akan berputar pada

kedalaman tertentu yang kita inginkan. Kapal keruk digunakan untuk

mengeruk kolam-kolam pelabuhan, meratakan dasar perairan untuk

bangunan baru, dan lain sebagainya.

2. Alat-alat yang bekerja dengan sistem vakum

a. Kapal Hisap Lumpur

Adalah sebuah kapal yang dilengkapi dengan pompa sentrifugal yang

dapat menghisap lumpur atau pasir.

183
b. Cutter Dredger

Digunakan bila bahan yang akan dikeruk sangat keras/padat, sehingga

tidak dapat dihisap begitu saja dan harus dipotong terlebih dahulu.

Misalnya adalah tanah jenis lempung lekat. Cutter dredger atau lebih

dikenal dengan cutter suction dredger banyak digunakan untuk pembuatan

alur pelayaran, kolam pelabuhan, dan lain sebagainya. Cutter dredger

yang dilengkapi dengan hopper disebut dengan cutter hopper dredger.

Hopper adalah ruangan khusus dalam kapal untuk menimbun lumpur yang

dilengkapi dengan klep dibawahnya untuk mengeluarkan lumpur.

Penempatan alat-alat pengerukan ini tidak boleh mengganggu lalu lintas kapal.

Lokasi pembuangan lumpur pun dipilih disuatu tempat yang tidak memungkinkan

kembalinya lumpur tersebut ke tempat yang baru dikeruk.

Dasar Perhitungan Pengerukan :

A
B

Gambar 3.21 Potongan Melintang Pengerukan

184
tanah asli

dredged line

t = jarak antara penampang

Gambar 3.22 Potongan Memanjang Pengerukan

Luas Penampang A + Luas Penampang B


Volume Pengerukan = .t
2

Dasar Perhitungan Penimbunan :

t = jarak antara penampang

A
B

Gambar 3.23 Potongan Memanjang Penimbunan

Dalam menentukan ukuran (measurement) alur pelayaran,

perencana harus memperhatikan :

185
a. Besar kapal yang akan dilayani : meliputi panjang, lebar, sarat, dan

kecepatan kapal.

b. Jalur lalu lintas yaitu searah atau dua arah (dua jalur).

c. Bentuk lengkung alur.

d. Arah angin, arah arus, dan gerakan perambatan gelombang.

e. Stabilitas pemecah gelombang (breakwater).

Menghitung Volume Pengerukan :

Untuk 30 tahun yang akan datang,

MSL ± 0,00

9,0 m
11,0 m 10,0 m

2m
1,0 m
A B C
2,0 Km 4,0 Km

Gambar 3.24 Potongan Memanjang Dasar Pelabuhan

186
198,0 m

1:
2
A 1:
2 11,0 m

22,0 m 154,0 m 22,0 m

Gambar 3.25 Potongan Melintang Dasar Pelabuhan Titik A

Luas A = ½ x (198,0 + 154,0 ) x 11,0 = 1939 m2

9,0 m
162,0 m
1:
2 B 1:
2 2,0 m

154,0 m
4,0 m 4,0 m

Gambar 3.26 Potongan Melintang Dasar Pelabuhan Titik B

Luas B = ½ x (162,0 + 154,0 ) x 2,0 = 316 m2

187
10,0 m
158,0 m

1:
2
C 1:
2 1,0 m

154,0 m
2,0 m 2,0 m

Gambar 3.27 Potongan Melintang Dasar Pelabuhan Titik C

Luas C = ½ x (158,0 + 154,0 ) x ,0 = 156 m2

Volume pengerukan :

Antara A-B = ½ x (1939 + 316 ) x 2.000 = 2. 255.000 m3

Antara B-C = ½ x (316 + 156) x 4.000 = 944.000 m3

Volume pengerukan total = 2. 255.000 + 944.000 = 3.199.000 m3

Penimbunan :

Penimbunan sangat sedikit, sehingga tidak diperhitungkan.

Pembuatan alur Pelayaran

Jalur Pelayaran Searah :

188
Bila lebar kapal adalah B, maka lebar jalur lalu lintas adalah (120 – 150%)

x B dan jalur pengaman adalah 150% x B. Ukuran lebar alur dihitung dari

titik alas dari kemiringan alur.

(2-3)m

1,5.B (1,2-1,5).B 1,5.B

Gambar 3.28 Jalur Pelayaran Searah

Untuk 2 tahun yang akan datang :

a. Kapal Barang Padat

Lebar kapal terbesar (B) = 19,9 m

Lebar alur pelayaran diambil = 4,5 B = 4,5 x 19,9 = 89,55 ≈ 90 m

Draft terbesar = 8,5 m

Dalamnya dasar = 8,5 + 2 = 10,5 meter

b. Kapal Barang Curah

Lebar kapal terbesar (B) = 21,5 m

Lebar alur pelayaran diambil = 4,5 B = 4,5 x 21,5 = 96,75 ≈ 97 m

Draft terbesar =9m

Dalamnya dasar = 9 + 2 = 11 meter

c. Kapal Barang Cair

189
Lebar kapal terbesar (B) = 22,8 m

Lebar alur pelayaran diambil = 4,5 B = 4,5 x 22,8 = 102,6 ≈ 103m

Draft terbesar =9m

Dalamnya dasar = 9 + 2 = 11 meter

Untuk tahun selanjutnya menggunakan kapal dengan DWT yang sama

baik untuk barang padat, curah, maupun cair. Sehingga untuk tahun

berikutnya pada tahun ke 10 maupun tahun ke 30 tidak menambah

ukuran kapal akan tetapi menamba jumlah kapal.

b. Jalur pelayaran 2 arah

Gambar 3.29 Jalur Pelayaran Dua Arah

Untuk 2 tahun yang akan datang :

a. Kapal Barang Padat

Lebar alur pelayaran diambil = 5,4 B + 30,0

= ( 5,4 x 19,9 ) + 30,0

190
= 137,46 m ≈ 138 meter

b. Kapal Barang Curah

Lebar alur pelayaran diambil = 5,4 B + 30,0

= ( 5,4 x 21,5 ) + 30,0

= 141,1 m ≈ 142 meter

c. Kapal Barang Cair

Lebar alur pelayaran diambil = 5,4 B + 30,0

= ( 5,4 x 22,8 ) + 30,0

= 153,12 m ≈ 154 meter

Untuk tahun selanjutnya menggunakan kapal dengan DWT yang sama

baik untuk barang padat, curah, maupun cair. Sehingga untuk tahun

berikutnya pada tahun ke 10 maupun tahun ke 30 tidak menambah

ukuran kapal akan tetapi menamba jumlah kapal.

3.2.8 Merancang Bangunan Pemecah Ombak (Breakwater)

Perencanaaan pemecah gelombang memakai konstruksi dari tumpukan

batu/tetrapod (rubble mounds breakwater) dengan tipe breakwater yaitu penahan

gelombang lepas pantai. Dibuat beberapa lapis batu alam atau buatan, dimana

lapis yang paling bawah mempunyai diameter dan berat batu yang lebih kecil

daripada lapisan bagian atas. Hal ini dikarenakan lapisan paling atas (lapis

lindung) yang terkena langsung gelombang / ombak, sehingga harus dari

tumpukan batu yang berdiameter besar atau berat.

Data yang diberikan

191
Kedalaman air = 10 m

Hs = 1,89 m

HWS = 1,5 m

Ho = 1,89 m

Lo = 70 m

Tm = 8,78 detik

a. Menentukan Elevasi Puncak Pemecah Gelombang (Breakwater)

Penentuan elevasi puncak pemecah gelombang sebagai berikut :

Et = HHWL + Ru + 0,5

Dimana, Et = Elevasi pemecah gelombang (m)

HHWL = Elevasi muka air tertinggi = 2,5 m

Ru = Runup (m) yaitu momentum gelombang yang

berubah menjadi gerakan air yang meluncur ke atas lereng

dan merupakan fungsi dari bilangan irribaren (Ir) untuk

berbagai jenis lapis lindung.

tan 
Ir 

H
Lo

0.5

Dengan α = Sudut kemiringan breakwater (30°)

H = Tinggi gelombang (m)

Lo = Panjang gelombang = 70 m

Maka, bilangan irribaren (Ir)

192
tan 30o
Ir  0.5
= 2,624
 3,5 
 70 

Dengan mengeplot nilai Ir pada grafik runup gelombang maka

material yang digunakan adalah batu pecah (Dai Kamel), didapat Ru/H = 0,76.

Sehingga nilai Ru (runup gelombang) = 0,76 x H = 0,76 x 1,89 = 1,44 meter.

Elevasi pemecah gelombang (Et) = HHWL + Ru+0,5

Et = 2,5 + 1,89 + 0,5 = 4,89 meter

Tinggi pemecah gelombang (HB) = Et – El . dasar laut rata – rata :

HB = 4,89 – (-11,25) = 16,14 meter

b. Menghitung Berat Butir Lapisan Lindung


Berat butiran batu pelindung dapat dihitung dengan
menggunakan rumus Hudson berikut :

rH 3
W
K D ( S r  1)3 cot 
Dimana : γr = Berat jenis batu (kg/m3) = 2,65 ton/m3

H = Tinggi gelombang perencanaan (m) = 1,89 m

KD = Koefisien kestabilan = 4 (untuk batu pecah, bersudut kasar, dan

gelombang tidak pecah)

Sr = Perbadingan berat jenis batu dengan air laut = 2,65/1,03

θ = Sudut kemiringan breakwater (°) = 30°

2,65.1,893
W
2,65
4(  1) 3 cot 30
1,03

193
W  0,66 ton

c. Menghitung Lebar Puncak Pemecah Gelombang (Breakwater)


Lebar puncak breakwater dirumuskan sebagai berikut :
13
W 
B  nk   
Wr 
Dimana, B = Lebar puncak breakwater (m)

n = Jumlah butiran (n min = 3)

W = Berat butir batu pelindung 0,66 ton

Wr = Berat jenis batu (2,65 ton/m3)

kΔ = Koefisien lapis untuk batu alam kasar = 1,15 (lihat

lampiran koefisien lapis)

13
 0,66 
B  3.1,15 
 2,65 
B  2,17 meter

d. Menghitung Tebal Lapis Dinding


Tebal lapis pelindung dirumuskan sebagai berikut :
13
W 
t  nk   
Wr 
Dimana, t = Tebal lapis pelindung (m)
n = Jumlah lapis batu dalam lapis pelindung untuk batu alam kasar =
2 (lihat lampiran koefisien lapis)
kΔ = Koefisien lapis untuk batu alam kasar = 1,15
W = Berat butir batu pelindung = 0,66 ton
Wr = Berat jens batu (2,65 ton/m3)

194
13
 0,66 
t  2.1,15 
 2,65 
t  1,45 meter

e. Menghitung Jumlah Batu Pelindung


Jumlah batu pelindung dirumuskan sebagai berikut :
23
 P  Wr 
N  Ank  1 
 100   W 
Dimana, N = Jumlah butir batu dalam satu luasan

A = luas permukaan yang dihitung per 10 m2

n = Jumlah lapis batu dalam lapis pelindung = 2

kΔ = Koefisien lapis = 1,15

W = Berat butir batu pelindung = 0,66 ton

Wr = Berat jenis batu = 2,65 ton/m3

P = Porositas rerata dari lapis pelindung (%) untuk batu alam kasar

dengan (n=2) = 37 %

23
 37   2,65 
N  10.2.1,151   
 100   0,66 
N = 36,607 buah = 37 buah

f. Menghitung Diameter Batu Pelindung


Berdasarkan hasil analisa per 10 m2 luas permukaan, didapat jumlah batu

pelindung sebanyak 37 buah. Diameter batu pelindung tersebut dapat ditentukan

dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

A(1  P)
r2 
N

195
Dimana, r = jari-jari batu pelindung (m)

A = luas permukaan per 10 m2

P = Porositas rerata dari lapis pelindung (%) untu batu alam kasar

dengan (n=2) = 37 %

N = Jumlah butir batu = 37 buah

10(1  37 )
2
r  100 = 0,054 r  0,054  0,232 meter
37.3,14
Maka, diameter batu pelindung (d) = 2r = 2 x (0,232) = 0,464 m. Hasil

analisa terhadap dimensi bangunan pemecah gelombang (breakwater) disajikan

dalam tabel berikut.

Tabel 3.13 Dimensi Breakwater


Dimensi Ukuran Satuan
El. Puncak Breakwater 4,89 Meter
Tinggi Breakwater 16,14 Meter
Berat Butir Lapis Lindung 0,66 Ton
Lebar Puncak Breakwater 2,17 Meter
Tebal Lapis Dinding 1,45 Meter
Jumlah Batu Pelindung 37 Buah
Diameter Batu Pelindung 0,464 Meter

Gambar 3.30 Breakwater

196