Anda di halaman 1dari 2

Epidemiologi kusta

Penyakit ini tersebar di seluruh dunia dengan konsentrasi terutama di Negara- Negara
berkembang yang hygiene dan sanitanya kurang baik. Pada tahun 2002 dilaporkan terdapat
620.000 penderita kusta di dunia, dimana terdapat 90 % di brazil, Nepal, india dan beberapa
Negara di afrika, dengan angka prevalensi 5-15 per 10.000 penduduk. Di Amerika serikat
penyakit ini masih ditemukan dikalifornia, florida, new York yang sebagain besar berasal dari
imigran dan pengungsi yang tertular dari Negara asal mereka.

Prevalensi penyakit kusta di Indonesia pada tahun 1990 sebesar 5,9 per 10.000 penduduk.
Pada tahun 1998 sebesar 0.62 per 10.000 penduduk. Di jawa tengah pada tahun 1998 prevalensi
penyakit kusta sebesar 0,72 per 10.000 penduduk. Dari beberapa daerah di Indonesia prevalensi
penyakit kusta yang tertinggi adalah di papua (6.5), Maluku (5.43), dan NAD (2.77). prevalensi
terendah di DIY (0.19), Bengkulu (0,27) dan SUMUT (0,33). Dalam target Global WHO pada
eradikasi Kusta tahun (EKT) 2000 di harapkan prevalensi penyakit kusta kurang dari 1 per
10.000 penduduk

Defenisi kusta

Penyakit kusta adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
leprae yang terjadi pada kulit dan saraf tepi. Penyakit kusta bersifat menahun karena bakteri
kusta memerlukan waktu 12- 21 hari untuk membelah diri dan masa tunasnya rata- rata 2-5
tahun. Penyakit kusta dapat di tularkan kepada orang lain melalui saluran pernafasan dan kontak
kulit. Bakteri mycobacterium leprae banyak terdapat pada kulit, tangan , daun telinga dan
mukosa hidung. Penyakit kusta bila tidak di tangani dengan cermat dapat menyebabkan cacat.
Keadaan ini menjadi penghalang bagi penderita kusta dalam menjalani kehidupan bermasyarakat
dan untuk memenuhi kebutuhan social dan ekonominya. Kekuatan mekanisme penyakit kusta di
rumah tangga dengan kontak/ hubungan dekat dalam waktu yang lama, sangat berperan dalam
penularan kusta. Kusta juga menyerang anak-anak usia 15-20 tahun dengan cara kontak melalui
kulit secara terus menerus dan berlangsung secara berulang- ulang. Pria cenderung mengalami
kusta lebih tinggi dari paad pria.
Gejala-gejala penyakit kusta

Tanda -tanda penyakit kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari
penyakit tersebut. berikut tanda- tanda penyakit kusta yaitu:

1. Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia


2. Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar
dan banyak.
3. Adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus
seryta peroneus. Kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan
mengkilat.
4. Adanya bintil-bintil kemerahan (leproma, nodul) yarig tersebar pada kulit
5. Alis rambut rontok
6. Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa)

Gejala-gejala umum pada lepra, reaksi :

1. Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.


2. Anoreksia.
3. Nausea, kadang-kadang disertai vomitus.
4. Cephalgia.
5. Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.
6. Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.
7. Neuritis.

Daftar pustaka:

Tosepu, Ramadhan. 2016. Epidemiologi Lingkungan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Medika.