Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

Anak sekolah adalah generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan


bangsa dimasa yang akan datang. Dinasib mereka bangsa dan negara terletak. Bangsa
indonesia akan menjadi masyarakat yang besar dan kuat hanya apabila manusianya
mempunyai kualitas tinggi yang mampu menguasai ilmu dan teknologi. (Depkes RI,
2000). Pada anak usia sekolah yang mengalami kekurangan yodium, cenderung akan
mengalami gangguan pada fungsi mentalnya. Hal ini dikarenakan otak gagal mengalami
proses perkembangan yaitu dalam tahap menyelinisasi sehingga proses neurotransmiter
otak juga mengalami gangguan yang berakibat menurunkan daya ingat dan kecerdasan
anak.

Manusia maupun hewan mamamalia muda memerlukan hormon tiroid untuk


pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Kekurangan dari hormon tiroid pada saat
kandungan berakibat penurunan mental dan daya pikir anak tersebut. Hubungan antara
penyakit gondok dengan kurangnya konsumsi yodium telah diketahui lebih dari 130
tahun yang lalu. Beberapa abab sebelumnya, penyakit gondok ditangani dengan
mengkonsumsikan pasien benda yang kaya akan yodium seperti karang laut yang dibakar.
Yodium berinteraksi dengan protein yang disebut dengan thyroglobulin, dan cincin
aromatik dari protein ter-iodinisasi.Dua dari molekul yang ter-iodinisasi tersebut
berinteraksi, membentuk suatu unit thyroxine yang berikatan dengan protein.Unit
aromatik ini kemudian lepas dan menghasilkan suatu hormon tiroid thyroxine yang sangat
kuat. Yodium yang kita dapatkan dari mengkonsumsi makanan dan minuman berada
dalam bentuk ion yodium, dan besarnya bergantung dari kadar yodium dalam tanah.
Tanah dengan kadar yodium rendah mengakibatkan banyak pasien menderita penyakit
gondok dan dapat ditanggulangi dengan mengkomsumsi garam yang ber-iodinisasi NaI
(100mg yodium per gram garam).

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Defenisi Struma
Struma disebut juga goiter adalah suatu pembengkakan pada leher oleh karena
pembesaran kelenjar tiroid akibat kelainan glandula tiroid dapat berupa gangguan fungsi
atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya. Dampak struma terhadap tubuh
terletak pada pembesaran kelenjar tiroid yang dapat mempengaruhi kedudukan organ-
organ di sekitarnya. Di bagian posterior medial kelenjar tiroid terdapat trakea dan
esophagus. Struma dapat mengarah ke dalam sehingga mendorong trakea, esophagus dan
pita suara sehingga terjadi kesulitan bernapas dan disfagia. Hal tersebut akan berdampak
terhadap gangguan pemenuhan oksigen, nutrisi serta cairan dan elektrolit. Bila
pembesaran keluar maka akan memberi bentuk leher yang besar dapat asimetris atau
tidak, jarang disertai kesulitan bernapas dan disfagia.

2.2. Anatomi Tiroid

Kelenjar tiroid/gondok terletak di bagian bawah leher, kelenjar ini memiliki dua
bagian lobus yang dihubungkan oleh ismus yang masing-masing berbetuk lonjong
berukuran panjang 2,5-5 cm, lebar 1,5 cm, tebal 1-1,5 cm dan berkisar 10-20 gram.
Kelenjar tiroid sangat penting untuk mengatur metabolisme dan bertanggung jawab atas
normalnya kerja setiap sel tubuh. Kelenjar ini memproduksi hormon tiroksin (T4) dan
triiodotironin (T3) dan menyalurkan hormon tersebut ke dalam aliran darah. Terdapat 4
atom yodium di setiap molekul T4 dan 3 atom yodium pada setiap molekul T3. Hormon
tersebut dikendalikan oleh kadar hormon perangsang tiroid TSH (thyroid stimulating
hormone) yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Yodium adalah bahan
dasar pembentukan hormon T3 dan T4 yang diperoleh dari makanan dan minuman yang
mengandung yodium.

2.3. Fisiologi Kelenjar Tiroid

Hormon tiroid memiliki efek pada pertumbuhan sel, perkembangan dan


metabolisme energi. Selain itu hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan pematangan
jaringan tubuh dan energi, mengatur kecepatan metabolisme tubuh dan reaksi metabolik,
menambah sintesis asam ribonukleat (RNA), menambah produksi panas, absorpsi

2
intestinal terhadap glukosa,merangsang pertumbuhan somatis dan berperan dalam
perkembangan normal sistem saraf pusat. Tidak adanya hormon-hormon ini, membuat
retardasi mental dan kematangan neurologik timbul pada saat lahir dan bayi.

2.4. Zat Gizi dan Diet

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi


secara normal melalui proses pencernaan, absobsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan
kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
(Supariasa, dkk, 2002)

Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh status keseimbangan antara
jumlah asupan (intake) zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan (requirement) oleh tubuh
untuk berbagai fungsi biologis: (pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas,
pemeliharaan kesehatan, dan lainnya). (Suyatno, 2009). Status gizi adalah ekspresi dari
keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutrisi dalam
bentuk variabel tertentu (Supariasa, dkk, 2001).
Keadaan gizi seseorang merupakan gambaran apa yang dikonsumsinya dalam
jangka waktu yang cukup lama. Bila kekurangan itu ringan, tidak akan dijumpai penyakit
defisiensi yang nyata, tetapi akan timbul konsekwensi fungsional yang lebih ringan dan
kadang-kadang tidak disadari kalau hal tersebut karena faktor gizi. (Ari Agung, 2002).
Diet adalah susunan bahan makanan dalam sehari yang disusun untuk keperluan
tertentu.. Diet seimbang adalah diet yang memberikan semua nutrien dalam jumlah yang
memadai, tidak terlampau banyak dan juga tidak terlalu sedikit (Almatsier, 2003).

2.5. Yodium

Yodium ditemui dalam bentuk anorganik (yodida) dan organik dalam jaringan
tubuh. Yodium adalah penting untuk sistem reproduksi disamping untuk produksi
hormon tiroid yaitu hormon yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan
perkembangan fungsi otak dan sebagian besar metabolisme sel tubuh, kecuali sel otak.
Yodium juga dibutuhkan untuk sel darah merah dan pernafasan sel serta menjaga
keseimbangan metabolisme tubuh (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII, 2004).

3
Tubuh yang sehat mengandung 15-20 mg iodium dimana 70-80% ada di kelenjar
gondok dalam bentuk thyroglobulin. Sisanya di kelenjar air liur, kelenjar lambung,
jaringan dan sebagian kecil beredar di seluruh tubuh umumnya bahan makanan sumber
hewani seperti ikan dan kerang mengandung tinggi yodium. Bahan makanan sumber
nabati yang mengandung tinggi yodium adalah rumput laut (Widyakarya Nasional
Pangan dan Gizi VIII, 2004).

4
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Goitrogenik

Goitrogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan iodium oleh


kelenjar gondok, sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi rendah. Aktivitas
bahan goitrogenik pada prinsipnya bekerja pada tempat yang berlainan dalam rantai
proses pembentukan hormon tiroid, dapat dibagi atas dua macam yaitu (Soekatri, 2001).

 Menghambat pengambilan iodium oleh kelenjar thyroid, golongan ini termasuk


kelompok perchlorate.
 Menghalangi pembentukan ikatan organik antara iodium dan thyroxin untuk
menjadi hormon thyroid, golongan ini adalah kelompok tiouracils imidazoles.

Thyroid adalah kelenjar yang terletak di leher kanan bagian bawah. Thyroid
mengontrol kecepatan pembakaran energi, membangun energi tubuh, dan mengatur
tingkat sensitivitas tubuh terhadap hormon2. Selain itu, thyroid juga menghasilkan
hormon Tiroksin (T4), Triiodotironin (T3) yang berperan dalam metabolisme dan
pertumbuhan tubuh keseluruhan, dan thyroid juga memproduksi hormon kalsitonin
(calcitonin) yang berperan dalam homeostasis kalsium

Contoh Makanan yang mengandung Goitrogen (dapat menyebabkan gondok):


 Brokoli, kembang kol, kubis, lobak cina
 Kedelai
 Mustard
 Sawi hijau dan sawi putih, bayam
 Rutabagas
 Crucifer
 Brassicae
 Struma Cibaria

Berdasarkan dengan sifat-sifat alami produk-produk yang mempunyai pengaruh


goitrogenik, dapat dibedakan 3 jenis hipertrofi, yaitu:

a) Gondok kobis atau “struma cibaria”

5
Struma cibaria disebabkan oleh bagian vegetatif berbagai tanaman famili cruciferae
yang digunakan untuk nutrisi manusia dan atau untuk makanan hewan domestik.
Metabolisme iodine: penurunan kemampuan kalenjar tiroid untuk mengambil elemen
iodine.
b) Gondok Biji Brassicae
c) Gondok dari kedelai dan kacang-kacangan lainnya

3.2. Senyawa-senyawa anti thyroid alami.

Sifat-sifat Alami Senyawa dan Mekanisme Kerja Anti Thyroid Alami :

a. Thiosianat ( N=C-S-R) dan Isosianat (R-N=C=S)


Dalam tubuh hewan, tiosianat secara alami dapat berasal dari kombinasi sulfur
dengan senyawa sianat (sianida, nitril, glukosida sianogenetik) yang telah masuk
tubuh atau dari masukan lewat mulut dalam keadaan belum terbentuk atau keduanya.
Karena kekayaan akan glikosida sianogenetik dan sulfur bivalent maka makanan
goitrogenik dapat menyumbang, baik secara langsung maupun tidak langsung,
melalui metabolisme, untuk menaikkan tiosianat dalam darah.

b. Cheiroline
Dari daun dan biji Rapistrum nigosum (turnip liar) dan Brassica campescris
(crucifere di Tasmania dan Queensland) glikosida telah diisolasi dan disebut gliko-
cheiroline yang telah diperoleh dari hasil hidrolisis 3-metil-sulfonil-propil-
isothiosianat atau cheiroline (CH3-SO2-(CH2)3-NCS). Senyawa ini dapat dipersiapkan
dalam keadaan murni, dan dalam pengujian bentuk pendek, itu menunjukkan aktifitas
antitiroid yang serupa dengan yang dikeluarkan tiosianat.

c. Progoitrin dan Goitrin (Thio-oxazolidone)


Dalam jaringan tubuh, goitrin tidak terdapat dalam keadaan bebas, tetapi dalam
bentuk tioglukosida, glukopiraferin disebut progoitrin yang telah dipersiapkan dalam
bentuk kristal. Tanaman: turnip kuning atau rutabaga (brassica oleracea rapefera),
famili cruciferae, biji rape (brassica conpetris dan brassica napus). Biji rape terutama
kaya akan tiooxazolidone dan isotiosianat.

6
Kebanyakan brassica mengandung goitrin, dan tidak hanya dalam biji tetapi
juga dalam bagian yang dikonsumsi manusia. Tiooxazolidone pada dasarnya berbeda
dengan tiosianat, senyawa-senyawa ini beraksi sampai dengan tiourea dan tiourasil
dan tidak mengganggu cukup banyak terhadap pengambilan iodine oleh tiroid seperti
dalam biosintesis tiroksin.

d. Polifenol
Karena polifenol sanggup membentuk senyawa dengan iodine oleh
penggantian, mereka bersaing dengan tirosin dan oleh pengambilan beberapa iodine,
mereka melemahkan biosintesis tiroksin. In vitro, penambahan zat warna alami
polifenolik (seperti antosianin, flavone, katecol, dsb.), pada kultur medium, dari
potongan-potongan tiroid, menurunkan jumlah radio-iodine dalam fraksi organik
sebanyak 50-60%. pengaruh ini tidak lagi tampak jika substansi polifenolik lebih
dahulu di-iodat-kan. In vivo, penambahan ferrol murni, yaitu: resonsinol dan
phlorogensinol, sangat mengurangi penggabungan radio-iodine ke dalam kalenjar
tiroid tikus dan seperti penghambatan ini adalah hasil dari persaingan yang dapat
dikontrol dengan kenaikan supply iodine.

e. Haemoglutinin (phytotoxins)
Dari biji-bijian Leguminoceae (kacang-kacangan), telah diisolasi senyawa
toksis yang mengandung nitrogen, yang mampu menggumpalkan eritrosit yang
didapatkan dari berbagai jenis hewan. Karena senyawa ini mempunyai afinitas
terhadap membran, mereka menyerang sel-sel dari membran mukosa usus sehingga
sangat mengurangi kapasitas absorpsi.

Pengobatan Gondok :

 Operasi
 Obat-Obat Anti Thyroid
 Suplementasi Yodium

Pencegahan yang dapat kita lakukan adalah:

- Mengurangi konsumsi makanan-makanan yang mengandung goitrogen.

7
- Memperbanyak konsumsi kuning telur, daun peterseli, buah aprikot, prunes, ikan,
ayam, keju dan susu

3.3. Hipoteroidisme

Banyak penelitian yang dilakukan untuk membangun hubungan antara goitrogens


& Gangguan tiroid (hipotiroidisme) terutama gondok baik dalam manusia dan hewan.
Hipotiroidisme adalah sebuah kondisi dimana kelenjar tiroid memproduksi hormon
dalam jumlah yang kurang dari normal, Gejala- gejalanya adalah lelah, lesu, depresi, kulit
menjadi kering, penurunan berat badan, sensitif terhadap suhu dingin, dan mengalami
masalah dalam ingatan. Purve et al., menunjukkan bahwa pembesaran kelenjar gondok
kelenjar adalah kompensasi hipertrofi. Zat-zat ini terutama menghambat sintesis hormon
tiroid oleh pemblokiran penyerapan yodium ke sel-sel tiroid yang menghasilkan
peningkatan kadar tiroid stimulating hormone (TSH) (negatif umpan balik) karena
kelebihan sekresi hormon tiroid dan peningkatan pertumbuhan kelenjar tiroid dapat
mengakibatkan gondok. Ini memperburuk kasus hipotiroidisme menyebabkan kurangnya
respon terhadap tiroid. Terapi untuk mencegah perkembangan lebih lanjut dari penyakit
ini dengan diet goitogen telah terbukti sangat efektif. Goitrin (a berwarna, bahan kristal)
di dalamnya adalah ditemukan bertanggung jawab atas antitiroid aktivitas. Itu
diidentifikasi sebagai L-5 vinyl, 2, tio-oxazolidone yang bertindak dengan memblokir
enzim peroksidase tiroid (TPO). Itu prekursor goitrin disebut sebagai progoitrin
(Thioglycoside dengan sulfat dan glukosa dalam Selain goitrin yang hadir sebagai
aglycone). Sebagai gugus hidroksil di aglycone tidak stabil itu mengalami siklisasi di
hadapan air (hidrolisis). Genistein adalah isoflavon utama dalam kedelai yang telah
menunjukkan baik estrogenik dan kegiatan goitrogenik. Ini menghambat kedua TPO
kopling Catalyzed dan iodinasi. Dilansir dari Moudgal et al., bahwa arachinoside
(Glikosida) kadar di kacang tanah menunjukkan goitrogenicity oleh iodinasi metabolit
fenolik dalam sel tiroid. Linamarin, Cyanogenic glukosida ada dalam singkong yang
mengandung tiosianat yang menghambat transportasi yodium untuk kelenjar tiroid.
Sebagian besar penelitian tentang diet goitrogen difokuskan pada memproyeksikan
dampak yang menghancurkan dari berbagai goitrogenics diambil sebagai makanan pokok
namun makanan seperti yang diambil lebih dari tiga kali minggu berpengaruh signifikan.

8
Tabel 1: Klasifikasi Goitrogen

Goitrogen Efek Ringan Efek Moderat Efek Sedikit dipertanyakan


Sayur-sayuran Sirsak (tinggi ditandai Turnip, Kubis, Ubi jalar, singkong Afrika,
efek Bayam, Wortel Rebung, brokoli, Wasabi,
Kubis Brussel, paprika hijau,
Jagung, Kale, kohlrabi,
lobak, kacang,
Selada air, Mustard, lobak
dan collard hijau
Kacang-kacangan Kacang pinus, kacang, Biji labu,
Biji rami, Almond Kenari, Aprikot,
Jambu
Butir-gluten Barley(semacam Bulgur, Durham,
gandum), tepung Farina, Kasha,
Gram, semolina, dan Gandum
Kamet, Matzo makan,
Rye (gandum hitam)
Buah-buahan Tahu, kacang Pear, Peach, Anggur, Nektar jeruk.
garbanzo, Strawberry, Kedelai
Edamame, Miso, produk, kedelai
Tempe. minyak kacang,
kedelai
susu, saus kedelai,
tepung kedelai.
Makanan Cepat Makanan olahan,
Makanan yang di
goring,
Makanan yang
mengandung gula
Jus Soda, jus dilarutkan,
Soda rasa jeruk

9
The The hitam dan the
hijau
Makanan laut salmon, Ikan jubin, tiram,
Hiu, ikan pedang. Ikan makarel.

Produk susu Susu, keju, krim. Mentega, susu bubuk,


Kefir
Buncis dan Tahu, kacang Produk kedelai,
produknya garbanzo, minyak kacang
Edamame, Miso, kedelai,
Tempe. Susu kedelai, saus
kedelai,
Tepung kedelai.

Chlorinated Air yang mengandung


Air klor

Makanan yang perlu dihindari pada penderita hipotiroidisme yaitu:

1. Diproses lebih dan makanan disempurnakan. Hal ini mengacu pada roti putih,
tepung putih, dan makanan sampah dasar. Ini tidak menawarkan nilai gizi banyak
dan dapat berkontribusi untuk masalah dengan resistensi insulin dan kesulitan
hormonal.
2. Batasi makanan goitrogenik seperti sayuran. Memasak mereka tampaknya
memecah enzim cukup untuk membuat anti-tiroid mempengaruhi non-faktor:
kubis, brokoli, lobak, sawi, kangkung, bayam, kubis Brussel, persik, pir, stroberi,
dan lobak kembang kol, dan Afrika singkong, kentang, jagung.
3. Menghilangkan produk kedelai. Isoflavon kedelai juga dapat mendatangkan
malapetaka pada tiroid dengan menyebabkan anti-tiroid antibodi yang akan
diproduksi. Ini akan menciptakan situasi di mana tiroid akan menyerang sendiri
seperti dalam Tiroiditis autoimun. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan
hipotiroidisme terjadi atau memburuk, jika sudah ada.

10
Pedoman diet untuk penderita hipotiroidisme :

1. Karbohidrat, karbohidrat kompleks seperti di kedua biji-bijian seperti bayam,


quinoa, dan beras merah dan sayuran dari asparagus ke ubi sangat baik untuk
mengontrol kadar gula darah, yang membantu kita untuk mengontrol rasa lapar.
2. Protein seperti ayam, kalkun ikan, dan daging merah yang dipangkas kelebihan
lemak dan tidak termasuk teknik pengolahan juga membantu metabolisme
berjalan lancar. Omega-3 dan Omega-6 adalah asam lemak esensial. Mereka
disebut penting karena tubuh tidak dapat memproduksi lemak dan harus
mendapatkannya dari makanan. Omega-3 berasal dari biji rami, sayuran berdaun
hijau dan tinggi lemak, ikan air dingin seperti salmon, cod, dan ikan haring.
Omega-6 pada dasarnya ditemukan dalam biji-bijian dan kacang-kacangan.
Kadang-kadang, orang akan mengambil suplemen minyak ikan untuk
meningkatkan asupan Omega-3, namun hanya beberapa porsi ikan atau kacang
seminggu akan memberikan jumlah yang cukup dari EFA (asam lemak esensial).
3. Asam Lemak Esensial / lemak baik (EFA) dapat membantu meningkatkan gejala
hipotiroid. Mereka dapat menambahkan bersinar dan keharuman pada rambut
rapuh, membuat kuku lebih kuat, dan meningkatkan fungsi otak. Ketika datang
penurunan berat badan, EFA meningkatkan energi, membantu menjaga kenyang
lebih lama, sehingga mengurangi rasa lapar dan bahkan dapat meningkatkan
thermogenesis, yang merupakan istilah yang menggambarkan pembakaran lemak.
4. Santapan makanan kaya selenium, seperti: Brazil Nuts, Wheat Germ, Yeast
Brewer, tuna, ikan berminyak lainnya, kerang, biji bunga matahari, kacang, dan
kacang mete.
5. Sea Salt & Celtic dimurnikan Sea Salt: Bisa dibeli di setiap toko makanan
kesehatan. Pastikan ia mengatakan dimurnikan dan beryodium. Ini akan muncul
abu-abu atau berwarna merah dan "pasir". Pengganti garam meja biasa dan garam
laut dengan garam dimurnikan. Gunakan dalam memasak dan salad. Garam
mentah alami mengandung yodium bioavailable yang secara alami akan
membantu untuk mendukung fungsi tiroid.

11
Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan kelenjar tiroid adalah
makanan yang dikonsumsi. Beberapa makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi bagi
penderita hipotiroid diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Kacang Brazil
Hanya satu ons kacang Brazil memberikan 780% dari nilai harian yang
direkomendasikan untuk selenium. Selenium merupakan suatu antioksidan kuat yang
tidak hanya mencegah kerusakan sel dari radikal bebas, tapi juga diperlukan untuk
pembentukan hormon tiroid. Selenium diperlukan untuk pembentukan triiodothyronine
(T3) hormon tiroid dan membantu mengatur fungsi tiroid. Anda juga dapat menemukan
selenium dalam ikan tuna, daging sapi, udang, dan jamur crimini.

b. Rumput Laut
Contoh rumput laut dari beberapa varietas yang populer adalah nori, kombu,
Wakame, dan dulse. Rumput laut terkenal karena digunakan untuk membuat gulungan
sushi. Selain itu, rumput laut juga digunakan dalam sup dan salad dan tersedia dalam
bentuk snack kering. Rumput laut mengandung nutrisi berharga dan berbagai mineral
yang diambil dari air laut tempat dimana mereka tumbuh. Diantaranya adalah iodium,
mineral yang diperlukan oleh kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid T3 dan
T4 (tiroksin).

c. Ikan dan Minyak Ikan


Ikan mengandung asam lemak omega-3 EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA
(docosahexaenoic acid) yang tinggi. Menurut para ahli, kedua bahan tersebut sangat
penting untuk fungsi tiroid, bahkan membantu sel agar lebih sensitif terhadap hormon
tiroid. Asam lemak Omega-3 juga memiliki efek anti-inflamasi yang bermanfaat untuk
penyakit aoutoimun tiroid, yang biasanya dikaitkan dengan peradangan.

d. Daging Merah dan Tiram


Beberapa orang yang menderita hipotiroid akan mengalami risiko defisiensi zat
besi. Oleh karena itu dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan
zat besi, seperti daging sapi, kerang, tiram, daging kalkun gelap, dan bayam.

Selain itu, Jenis makanan lain yang dianjurkan untuk penderita hipotiroidisme
yaitu:

12
 Makanan yang mengandung yodium: garam meja, seafood, supplemen yang
mengandung yodium.
 Makanan yang mengandung rendah gula karena dapat mengontrol produksi
insulin dalam tubuh. Makan makanan seperti ice cream, permen adalah makanan
yang mengandung kadar gula tinggi, tapi tdak hanya itu, masih ada makanan lain
yang mengandung kadar gula tinggi seperti: wortel, jagung, roti, beras putih,
kentang .
 Makanan yang rendah protein: seafood, daging yang berwarna putih, telur.
 Makanan yang banyak mengandung serat: gandum, lentil, apel, kacang merah,
sayuran berdaun hijau.
 Vitamin dan Mineral: Zink dan Selenium

Penderita hipotiroid wajib hindari 2 jenis goitrogen. Makanan goitrogen adalah


jenis makanan yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Jika dimakan secara berlebihan, zat
tertentu dalam makanan goitrogen ini akan menghambat fungsi normal tiroid dan bisa
memicu terjadinya gondok (pembesaran kelenjar tiroid). Tidak semua makanan goitrogen
perlu dihindari oleh penderita hipotiroid.

Namun, ada dua jenis makanan goitrogen yang harus dihindari penderita
hipotiroid untuk mencegah terganggunya fungsi tiroid, yaitu:

a. Kacang Kedelai
Makanan yang terbuat dari kacang kedelai mengandung kadar isoflavon yang tinggi yang
merupakan salah satu goitrogen. Bukti menunjukkan bahwa jika mengonsumsi makanan
yang terbuat dari kedelai, termasuk susu kedelai, tahu, dan tempe, bisa menimbulkan
kelainan tiroid termasuk gondok dan autoimun tiroiditis. Susu formula dari kacang
kedelai dianggap berbahaya bagi kesehatan kelenjar bayi dan dikaitkan dengan penyakit
autoimun tiroid.

b. Gluten / Glutein
Glutein, ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, barley, rye, dan oat. Hampir semua
makanan olahan merupakan goitrogen potensial yang dapat memicu penyakit Hashimoto,
penyebab utama hipotiroidisme di Amerika. Makanan lain yang termasuk kategori
makanan goitrogenik adalah brokoli, kembang kol, kubis, kubis Brussel, dan lain-lain.

13
Sayuran ini bisa menjadi goitrogen, terutama bila dikonsumsi ketika mentah dan
dalam jumlah besar. Tetapi sayuran tersebut mengandung banyak nutrisi sehat sehingga
masih bisa dikonsumsi dalam jumlah moderat dan sebaiknya dikukus atau direbus
terlebih dahulu sebelum dimakan.

14
BAB IV
PENUTUP

Goitrogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan iodium oleh


kelenjar gondok (tiroid), sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi rendah.
Aktivitas bahan goitrogenik pada prinsipnya bekerja pada tempat yang berlainan dalam
rantai proses pembentukan hormon tiroid. Thyroid adalah kalenjar yang terletak di
sebelah kanan bawah yang berfungsinya mengontrol kecepatan pembakaran energi,
membangun energi tubuh, dan mengatur tingkat sensitivitas tubuh terhadap hormone-
hormon. Kebanyakan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat goitrogen seperti
kacang kedelai, gluten, mustar, brokoli, dan sebagainya dapat menyebabkan penyakit
gondok. Selai itu, ketika kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan hormon tiroid yang
mencukupi kebutuhan maka akan menyebabkan penyakit hipotiroidisme. Jika kondisi
hipotiroid tidak bisa teratasi dengan tepat dan cepat, maka penyakit lainnya akan muncul.
Penyakit itu diantaranya penyakit jantung, infertilitas, nyeri sendi, obesitas, bayi lahir
cacat, myxedema, kerusakan saraf perifer, gangguan kesehatan mental dan penyakit
gondok.

15
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia, Jakarta.


Anwar Ruswana. Fungsi dan Kelainan Kelenjar Tiroid.[online].2005.
http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/2010/05/fungsi_dan_kelainan_kelenjar.pdf.
(Diakses 25 Maret 2018)
Dardjito, E. 2005.Bahan Ajar Gizi Kesehatan Masyarakat. Universitas Jenderal
Soedirman, Purwokerto.
Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Raja
Grafindo, Jakarta.
Depkes RI. 2000. Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penetapan Indikator
Propinsi Sehat dan Kabupaten Sehat. Depkes RI, Jakarta.
Faizi M, EP Netty. Hipotiroid. [online]. 2011.
http://www.pediatrik.com. (Diakses 25 Maret 2018).
Islamuddin A. Penatalaksanaan Perioperatif Hipotiroid. [online]. 2011.
http://internis.files.wordpress.com/2011/01/penatalaksanaan-perioperatif-
hipotiroid.pdf. (Diakses 25 Maret 2018).
Ruchi Mathur. Hypothyroidism. [online]. 2011.
Available from: URL: http://www.medicinenet.com/hypothyroidism/article.html.
(Diakses 25 Maret 2018).

16