Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

KASUS ASUHAN KEPERAWATAN


 Contoh Kasus Anemia :
Ny. R masuk RSUD Depok pada malam hari tanggal 20 Mei 2016 melalui
ruang IGD, lalu masuk ruang rawat inap bedah. Keesokan harinya pada pukul 10.30 WIB
dengan kesadaran Compos Mentis, dan keluhan utama pusing, klien mengeluh pandangan
kabur, badannya terasa lemah, dan cepat lelah saat beraktivitas, klien tampak pucat,
lemah, konjungtiva anemis dan akral klien dingin dan berkeringat, HB awal 6,1 gr/dl,
CTR >3dtk, Klien mengatakan cemas dengan penyakitnya dan ingin cepat pulang. Hasil
TTV: TD: 80/60 mmHg, N : 120 x/menit, RR : 22x/menit, S: 36,5c. Saat di timbang
berat badannya 62kg, klien mengatakan berat badan menurun karena tidak nafsu makan.
Klien mengeluh mual dan muntah. Diagnosa Anemia.

 Pengkajian
1. Pengkajian
a. Identitas klien
Nama: Ny. R
b. Keluhan utama :
Pusing
c. Keadaan kesehatan saat ini
Klien pusing, kelemahan, pandangan kabur,dan penurunan kesadaran
1.) Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum : Keadaan tampak lemah
b. Kesadaran : Compos mentis
c. Tanda-tanda vital :
TD : 80/60 mmHg
N : 120 x/menit
RR : 22x/menit
S : 36.5c
d. BB :
62 kg
e. Kulit
Kulit teraba dingan, keringat yang berlebihan, pucat, akral dingin dan
berkeringat
f. Mata
konjungtiva anemis,
2.) Pemeriksaan penunjang
Kadar Hb : awal 6,1 gr/dl, CTR >3dtk
3.) Kebutuhan dasar
pemberian IVFD NaCl 500 mg.
4.) Data psikologis
Klien merasa cemas dengan penyakitnya dan ingin cepat pulang .

 Analisa Data

No. Data Fokus Masalah Etiologi

1. Data Subjektif: Intoleransi aktivitas Penurunan oksigen


Klien mengatakan: jaringan

 Pusing
 Pandangan kabur

Data Objektif:

TTV :

TD : 80/60 mmHg

N : 120 x/menit

RR : 22x/menit

S : 36.5c

2 Data Subjektif: Perubahan perfusi Penurunan komonen


jaringan seluer yang diperlukan
Klien mengatakan:
unutk pegiriman oksigen
 - pusing (+)
nutrisi ke sel.
 Pandangan kabur
 Badanya terasa lemah

Data Objektif:

 Tampak pucat
 Tampak lemah
 Konjungtiva anemis
 Akral dingin
berkeringat.

- TTV :
TD : 80/60 mmHg

N : 120 x/menit

RR : 22x/menit

S : 36.5c

-
3 Data Subjektif : Perubahan nutrisi kurang Ketidakmamouan

Klien mengeluh lmah dan dari kebutuhan. mencerna atau absorbs


1.
nutrisi yang diperlukan
letih
untuk SDM nirmal
2. Klien mengeluh tidak
nyaman saat beraktivitas
Data Objektif :

- Klien terlihat pucat


- TTV :

TD : 80/60 mmHg

N : 120 x/menit

RR : 22x/menit

S : 37c
 Diagnosa

No. Diagnosa

1. Intoleran aktivitas b.d. penurunan oksigen ke jaringan.

2. Perubahan perfusi jaringan b/d penurunanan komponen seluler yang diperlukan untuk
pengiriman oksigen nutrisi.

3. Perubahan nutrsi kurang dari kebutuhan tubuh b/d ketidakmampuan mencerna atau
absorbsi nutrsi yang diperlukan untuk SDM normal.

 Intervensi

Hari/
Diagnosa Tujuan dan Kriteria Rasional
No. tanggal Intervensi
keperawatan Hasil
1. Senin, Intoleran aktivitas Setelah dilakukan Terapi aktivitas :
20 mei b.d. penurunan tindakan keperawatan
1. Membantu klien
1. 1. Pertimbangkan
2016 oksigen ke 1X24 jam, intoleransi dalam
kemampuan pasien pemenuhan
jaringan. aktivitas dapat teratasi
aktivitas
dalam berpartisipasi mela
dengan kriteria hasil :
lui aktivitas fisik
1. pemenuhan istirahat
klien terpenuhi. 2. Bantu pasien
2. Mengidentifikasi
mengidentifikasi
pola aktivitas
2. Penurunan tingkat
aktivitas yang diinginkan pada pasien.
keletihan.

2. 3. Bantu pasien memilih


3. Peningkat kenyamanan
3. Membantu
aktivitas
lingkungan mencari
informasi
Kolaborasi : terhadap
aktivitas yang
diinginkan
1. 4. Kolaborasi dengan ahli
pasien
fisik, dan terapis
rekreasional dalam
perencanaan dan 4. Memenuhi
pemenuhan
pemantauan program
intake pada
aktivitas. pasien

5. Kolaborasi dengan
dokter untuk pemberian
IVFD NaCl 500 mg.
5. Untuk
memenuhi
pemenuhan
kebutuhan
elektrolit pada
pasien.
2. Senin Perubahan perfusi Setelah dilakukan Manajemen energi :
20 mei jaringan b/d tindakan keperawatan
1. 1. Kaji status pasien
2016 penurunanan selama 1x24 jam, 1. Menegtahui
yang menyebabkan factor pemicu
komponen seluler diharapkan perfusi jarigan
yang dapat
kelelahan sesuai dengan
yang diperlukan adekuat dengan kriteria membuat
konteks usia dan kelelahan pada
untuk pengiriman hasil :
pasien sesuai
perkembangannya.
oksigen nutrisi. dengan usia
1. 1. Klien tidak tampak 2. 2. Perbaiki defisit status pasien.
pucat fisiologis sebagai
2. Memberikan
prioritas utama perbaikan pada
2. 2. CRT < 2 detik status
psikologisnya
untuk menjadi
3. Konjungtiva tidak
prioritas utama
3. 3. Tentutkan jenis dan
anemis
banyak aktivitas yang
3. Agar pasien
dibutuhkan untuk
dapat memenuhi
menjaga ketahanan kebutuhan
aktivitas
4.

4. 4. Monitor intake nutrisi


4. Mengetahui
untuk mengetahui
pemasukan
sumber energi yang nutrisi yang
adekuat
adekuat
Kolaborasi :

5. Konsul dengan ahli


5. Untuk dapat
gizi mengenai cara memberikan serta
dapat memantau
meningkatkan asupan
pola nutrisi yang
energi dari makanan diberikan kepada
pasien.

3. Senin Perubahan nutrsi Setelah dilakukan Rencana nutrisi :


20 mei kurang dari tindakan keperawatan
1. 1. Identifikasi adanya
2016 kebutuhan tubuh 1X24 jam, 1. Untuk
alergi atau intoleransi mengetahui
b/d ketidakseimbangan nutrisi
adanya alergi
makanan yang dimiliki
ketidakmampuan dapat teratasi, dengan makanan pada
pasien. pasien
mencerna atau kriteria hasil :
2.
absorbsi nutrsi
1. 1. Keseimbangan asupan 3. 2. Anjurkan pasien untuk 2. Agar
yang diperlukan
pemenuhan
dan intake cairan. makan sedikit tpi sering.
untuk SDM nutrisi pada
2. Nafsu makan bertambah pasien terpenuhi
normal.
3. 2. Meminimalkan tingkat
keparahan mual dan
4. 3. Anjurkan pasien untuk
3. Untuk
muntah
memantau kalori dan mengetahui dan
4. Berat badan memantau
intake makanan.
jumlah kalori
meningkat
yang ada serta
pemasukkan
makanan

4. Memberikan
5. 4. Anjurkan pasien pengetahuan
terkait dengan kebutuhan kepada klien
mengenai
makanan tertentu kebutuhan
berdasarkan pasien pada
perkembangan
perkembangan atau usia. dan usia.
6.
7. 5. Tawarkan makanan 5. Untuk membuat
ringan yang padat gizi. pasien agar tidak
bosan dalam
8. Kolaborasi : pemenuhan
kebutuhan
9. 6. Konsul dengan ahli 6. Untuk menjalin
kerja sama
gizi mengenai cara
dengan ahli gizi
meningkatkan asupan agar dapat
meningkatkan
energi dari makanan
pemenuhan
asupan energy
dari makanan.

 Implementasi

Hari/tanggal, jam No Dx. Implementasi


Senin 20 18:00 1 1. Mempertimbangkan kemampuan pasien dalam
berpartisipasi melalui aktivitas fisik
mei 2016
2. Membantu dalam pasien mengidentifikasi aktivitas
yang diinginkan
3. Membantu pasien untuk memilih aktivitas

Kolaborasi :

4. Berkolaborasi dengan ahli fisik, dan terapis rekreasional dalam


perencanaan dan pemantauan program aktivitas.
5. Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian IVFD NaCl 500
mg.

Senin 20 20:00 2 1. Mengkaji status pasien yang menyebabkan kelelahan sesuai


mei 2016 dengan konteks usia dan perkembangannya.
2. Memperbaiki defisit status fisiologis sebagai prioritas utama
3. Menentutkan jenis dan banyak aktivitas yang dibutuhkan untuk
menjaga ketahanan
4. Memonitori intake nutrisi untuk mengetahui sumber energi yang
adekuat

Kolaborasi :

5. Konsultasikan dengan ahli gizi mengenai cara meningkatkan


asupan energi dari makanan
Senin 20 22;00 3 1. Mengidentifikasi adanya alergi atau intoleransi makanan yang
mei 2016 dimiliki pasien.
2. Menganjurkan pasien untuk makan sedikit tpi sering.
3. Menganjurkan pasien untuk memantau kalori dan intake
makanan.
4. Menganjurkan pasien terkait dengan kebutuhan makanan
tertentu berdasarkan perkembangan atau usia.
5. Menawarkan makanan ringan yang padat gizi.
Kolaborasi :
6. Konsultasikan dengan ahli gizi mengenai cara meningkatkan
asupan energi dari makanan

 Evaluasi

Hari tanggal Jam No dx Respond

Senin 20 mei 18:00 1 S: Klien mengatakan pusing berkurang


2016
O: Ttv kembali normal

A: Masalah teratasi

P: Intervensi dihentikan

Senin 20 mei 20:00 2 S : Klien Mengatakan Klien Sudah Membaik Dari Sebelumnya
2016 O : Klien Sudah Tidak Tampak Pucat
A : Masalah Teratasi
P : Intervensi Dihentikan

Senin 20 mei 22:00 3 S : Klien Sudah Mampu Melakukan Aktivitas Dengan Sendirinya
2016 O : Klien Sudah Tidak Tampak Pucat
A : Masalah Teratasi
P : Intervensi Dihentikan