Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kegiatan sehari- hari, uang selalu saja dibutuhkan untuk membeli atau
membayar berbagai keperluan. Dan yang menjadi masalah terkadang kebutuhan yang ingin
dibeli tidak dapat dicukupi dengan uang yang dimilikinya. Kalau sudah demikian, mau tidak
mau kita mengurangi untuk membeli berbagai keperluan yang dianggap tidak penting, namun
untuk keperluan yang sangat penting terpaksa harus dipenuhi dengan berbagai cara seperti
meminjam dari berbagai sumber dana yang ada.
Pegadaian sebagai satu-satunya perusahaan diindonesia yang menyelenggarakan bisnis
gadai dan sarana pendanaan alternatif telah ada sejak lama dan banyak dikenal masyarakat
Indonesia, terutama dikota kecil. Selama ini Pegadaian selalu identik dengan kesusahan dan
kesengsaraan, orang yang datang biasanya berpenampilan lusuh dengan wajah tertekan, tetapi
hal itu kini semua berubah. Pegadaian telah berubah diri dengan membangun citra baru.
Cukup membawa agunan, seseorang terbuka peluang untuk mendapatkan pinjaman sesuai
dengan nilai taksiran barang tersebuta. Agunan dapat berbentuk apa saja asalokan berupa
benda bergerak dan bernilai ekonomis. Disamping itu, pemohon juga perlu menyerahkan
surat atau bukti kepemilikan dan identitas diri, selain itu, kini porum pegadaian banyak
menawarkan produk lain selain hanya gadai tradisional.

1.2 Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud Pegadaian ?


2. Bagaimana terbentuknya Pegadaian ?
3. Apa saja kegiatan usaha pegadaian ?
4. Bagaimana proses pinjaman atas dasar gadai ?
5. Apa Kelebihan dan kekurangan serta perbedaan antara Pegadaian dengan lembaga
keuangan lain ?
6. Apa manfaat adanya Pegadaian itu?
1.3 Tujuan Masalah
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya sebagai berikut :
1. Bagi pengembangan ilmu pengetahuan, diharapkan makalah ini dapat menambah
khasanah dinamika keilmuan apa itu Pegadaian.
2. Makalah ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan
informasi mengenai Pegadaian.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pegadaian
Gadai. Menurut kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150, gadai adalah hak
yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang
bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai
utang atau oleh seorang lain atas nama orang yang mempunyai utang. Seorang yang berutang
tersebut memberikan kekuasaan kepada orang berpiutang untuk menggunakan barang
bergerak yang telah diserahkan untung melunasi utang apabila pihak yang berutang tidak
dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.
Perusahaan umum pegadaian adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang
secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa
pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai seperti
dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150 di atas.

2.2 Sejarah Pegadaian


Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Penjajahan Belanda (VOC)
mendirikan BANK VAN LEENING yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit
dengan sistem gadai, lembaga ini pertama kali didirikan di Batavia pada tanggal 20 Agustus
1746.
Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Indonesia dari tangan Belanda (1811-1816)
Bank Van Leening milik pemerintah dibubarkan, dan masyarakat diberi keleluasaan untuk
mendirikan usaha pegadaian asal mendapat lisensi dari Pemerintah Daerah setempat
(liecentie stelsel).Namun metode tersebut berdampak buruk, pemegang lisensi menjalankan
praktek rentenir atau lintah darat yang dirasakan kurang menguntungkan pemerintah berkuasa
(Inggris). Oleh karena itu, metode liecentie stelsel diganti menjadi pacth stelsel yaitu
pendirian pegadaian diberikan kepada umum yang mampu membayarkan pajak yang tinggi
kepada pemerintah.
Pada saat Belanda berkuasa kembali, pola atau metode pacth stelsel tetap dipertahankan
dan menimbulkan dampak yang sama dimana pemegang hak ternyata banyak melakukan
penyelewengan dalam menjalankan bisnisnya. Selanjutnya pemerintah Hindia Belanda
menerapkan apa yang disebut dengan ‘cultuur stelsel’ dimana dalam kajian tentang
pegadaian, saran yang dikemukakan adalah sebaiknya kegiatan pegadaian ditangani sendiri
oleh pemerintah agar dapat memberikan perlindungan dan manfaat yang lebih besar bagi
masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan
Staatsblad (Stbl) No. 131 tanggal 12 Maret 1901 yang mengatur bahwa usaha Pegadaian
merupakan monopoli Pemerintah dan tanggal 1 April 1901 didirikan Pegadaian Negara
pertama di Sukabumi (Jawa Barat), selanjutnya setiap tanggal 1 April diperingati sebagai hari
ulang tahun Pegadaian.
Pada masa pendudukan Jepang, gedung Kantor Pusat Jawatan Pegadaian yang terletak
di Jalan Kramat Raya 162 dijadikan tempat tawanan perang dan Kantor Pusat Jawatan
Pegadaian dipindahkan ke Jalan Kramat Raya 132. Tidak banyak perubahan yang terjadi
pada masa pemerintahan Jepang, baik dari sisi kebijakan maupun Struktur Organisasi
Jawatan Pegadaian. Jawatan Pegadaian dalam Bahasa Jepang disebut ‘Sitji Eigeikyuku’,
Pimpinan Jawatan Pegadaian dipegang oleh orang Jepang yang bernama Ohno-San dengan
wakilnya orang pribumi yang bernama M. Saubari.
Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, Kantor Jawatan Pegadaian sempat
pindah ke Karang Anyar (Kebumen) karena situasi perang yang kian terus memanas. Agresi
militer Belanda yang kedua memaksa Kantor Jawatan Pegadaian dipindah lagi ke Magelang.
Selanjutnya, pasca perang kemerdekaan Kantor Jawatan Pegadaian kembali lagi ke Jakarta
dan Pegadaian kembali dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dalam masa ini
Pegadaian sudah beberapa kali berubah status, yaitu sebagai Perusahaan Negara (PN) sejak 1
Januari 1961, kemudian berdasarkan PP.No.7/1969 menjadi Perusahaan Jawatan (PERJAN),
selanjutnya berdasarkan PP.No.10/1990 (yang diperbaharui dengan PP.No.103/2000)
berubah lagi menjadi Perusahaan Umum (PERUM) dan pada tanggal 1 april 2012 sampai
sekarang berubah bentuk menjadi Persero.
Kini usia Pegadaian telah lebih dari seratus tahun, manfaat semakin dirasakan oleh
masyarakat, meskipun perusahaan membawa misi public service obligation, ternyata
perusahaan masih mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam bentuk pajak dan
bagi keuntungan kepada Pemerintah, disaat mayoritas lembaga keuangan lainnya berada
dalam situasi yang tidak menguntungkan.

2.3 Berbagai Jenis Pinjaman di Pegadaian dan Syarat Pengajuannya

Pegadaian telah memiliki berbagai macam jenis produk pinjaman yang bisa dipilih
sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut jenis dan cara memperoleh pinjaman di Pegadaian.

1. Produk KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman)


Produk KCA ini merupakan sistem gadai yang diperuntukkan ke semua nasabah, baik
itu untuk kebutuhan konsumtif ataupun produktif. KCA adalah solusi terpercaya bagi Anda
yang ingin mendapatkan pinjaman dengan cara mudah, aman, serta cepat. Untuk produk ini
sendiri, nasabah di haruskan untuk membawa agunan berupa barang berharga atau surat
penting kendaraan.

 Keunggulan Produk KCA

a. Layanan produk ini ada di semua outlet Pegadaian di seluruh pelosok Indonesia.

a. Prosedur yang di jalankan bisa dibilang sangat mudah, nasabah hanya cukup
membawa agunan atau jaminan ke outlet.
b. Proses pencairan tidak memakan waktu yang lama, kurang lebih 15 menit dana itu
akan cair.
c. Pinjaman bisa dari 50 ribu hingga 200 juta lebih tergantung kepada agunan yang telah
diajukan pihak nasabah.
d. Jangka waktu pinjaman paling lama hanya 4 bulan atau 120 hari, serta dapat di
lakukan perpanjangan dengan hanya membayar sewa modal saja atau bisa di sebut
dengan mengangsur sebagian uang pinjaman.
e. Pelunasan bisa dilakukan kapan saja tanpa adanya batasan waktu.
f. Tidak memerlukan rekening.
g. Nasabah mendapatkan pinjaman berbentuk uang tunai.

 Syarat Mengajukan KCA

a. Menyerahkan agunan atau jaminan berupa barang berharga (misalnya emas).


b. Fotokopi KTP ataupun identitas diri lainnya.
c. Jika agunan tersebut berupa kendaraan, maka harus membawa BPKB dan STNK asli.
d. Nasabah di haruskan menandatangani SBK (Surat Bukti Kredit).

2. Produk Krasida (Kredit Angsuran dengan Sistem Gadai)

Produk Krasida diperuntukkan bagi mereka pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil
Menengah) untuk tujuan pengembangan usaha. Dengan adanya produk ini, nasabah akan
mendapatkan pinjaman berupa uang tunai dengan sistem gadai, namun pembayarannya
dengan sistem kredit.
 Keunggulan Produk Krasida

a. Proses mudah, kredit dapat cair dalam rentan waktu tidak lebih dari 1 minggu
saja.
b. Agunan berupa emas atau mobil.
c. Pinjaman mulai dari 1 juta hingga 250 juta (tergantung agunan).
d. Pinjaman mencapai 95% dari taksiran agunan.
e. Bunga pinjaman terbilang cukup murah dengan sistem angsuran tetap.
f. Jangka waktu cukup fleksibel mulai dari 3, 6, hingga 12 bulan.
g. Pelunasan bisa dilakukan kapan saja tentu dengan pemberian diskon untuk
bunganya.
h. Krasida bisa diajukan di seluruh outlet pegadaian di kota Anda.

 Syarat Mengajukan Krasida

a. Fotokopi KTP dan KK (Kartu Keluarga).


b. Menyerahkan dokumen berupa surat keterangan usaha dari kelurahan, serta
surat pendukung lainnya.
c. Menyerahkan jaminan atau agunan.
d. Semua surat menyurat jaminan harus ditunjukkan ke pihak lembaga gadai
untuk dicek kebenarannya.

3. Produk Kreasi (Kredit Angsuran Sistem Fidusia)

Produk ini merupakan produk yang ditujukan untuk pelaku UMKM dan hampir sama
dengan Krasida, hanya saja terdapat perbedaan dalam agunan atau jaminan, jenis usaha, serta
jangka waktunya saja. Untuk produk Kreasi hanya dengan BPKB kendaraan, nasabah sudah
bisa mengajukan peminjaman ke pihak Pegadaian. Sedangkan jenis usaha yang masuk ke
produk Kreasi yaitu usaha yang telah bergerak minimal 1 tahun di buktikan dengan surat
pernyataan dari kecamatan setempat. Kelebihannya lagi, produk ini memberikan pilihan tenor
lebih lama dibanding dengan Krasida, yaitu 12, 18, 24, hingga 36 bulan, serta dapat dilunasi
kapan saja.
4. Produk Krista (Kredit Usaha Rumah Tangga)

Produk satu ini diberikan kepada wanita yang sedang berwirausaha. Di mana
tergabung dalam kelompok pengembangan usaha dengan memakai sistem tanggung renteng.
Produk ini bisa dibilang solusi paling terpercaya bagi kaum perempuan untuk mendapatkan
modal usaha yang mudah dan juga cepat.

 Keunggulan Produk Krista

a. Prosedur pengajuan kredit mudah.


b. Pinjaman dari 3 juta hingga 200 juta.
c. Proses cepat hanya butuh waktu 3 hari.
d. Agunan atau jaminan berupa alat rumah tangga seperti TV, kulkas, meja,
kursi, elektronik, dan lain sebagainya.
e. Jangka waktu pinjaman mulai dari 12, 18, 24, dan 36 bulan.
f. Pelunasan biaya dilakukan kapan saja.
g. Pelayanan yang cepat juga mudah.

 Persyaratan Produk Krista

a. Kredit hanya diberikan untuk kelompok wanita minimal beranggotakan 3


orang dan maksimalnya 5 orang.
b. Telah memiliki usaha yang minimalnya telah berjalan 6 bulan.
c. Diterapkannya sistem tanggung renteng kepada setiap anggota.
d. Memiliki domisili tetap dengan menunjukan bukti seperti Kartu Keluarga
(KK) dan KTP ataupun dengan surat domisili asli.

5. Produk Kremada (Kredit Perumahan Rakyat)

Dengan produk ini, Anda dapat mewujudkan untuk memiliki rumah idaman berupa
pinjaman dari PT. Pegadaian. Juga dengan produk Kremada, Anda dapat melakukan renovasi
ataupun melakukan pembangunan rumah baru dengan cukup mudah. Produk ini ditunjukkan
bagi mereka yang memiliki penghasilan rendah (kurang dari 2 juta per bulan). Nasabah yang
memakai produk ini tergabung dalam sebuah kelompok usaha.

 Keunggulan produk Kremada


a. Dapat meringankan masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) untuk
dapat melakukan renovasi rumah maupun baru akan membangun rumah.
b. Besaran pinjamannya mulai dari 5 juta hingga 10 juta.

 Persyaratan Produk Kremada

a. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dan KTP.


b. Pengajuan kredit nasabah.
c. Harus adanya pengesahan dari Pokja Pemda setempat.

6. Produk Kagum (Kredit Aneka Guna untuk Umum)

Kredit angsuran sistem Fidusia, di mana kredit ini ditujukan untuk pegawai atau
karyawan suatu instansi yang telah mempunyai penghasilan tetap tiap bulan. Layanan Kagum
ini sendiri dapat diperoleh oleh sebuah perusahaan atau instansi yang telah menjalin
kerjasama dengan PT. Pegadaian. Sementara dananya dapat digunakan untuk membiayai
seluruh kegunaan ekonomi tanpa dikenakan syarat penggunaan.

 Keunggulan Produk Kagum

a. Prosedur pengaduan cepat dan mudah.


b. Pembayaran angsuran dipotong langsung dari gaji setiap bulannya.
c. Bunga relatif mudah.

 Persyaratan Kagum

a. Nasabah meurpakan pegawai dari instansi atau lembaga yang sudah memiliki
masa kerja minimal dua tahun, dan saat pinjaman telah jatuh tempo maka
masa kerja masih satu tahun.
b. Instansi atau lembaga tersebut harus sudah menjalin kerjasama dengan
Pegadaian.
c. Memiliki barang jaminan tambahan seperti halnya mobil, motor, alat rumah
tangga, dan lain sebagainya.
d. Lampiran slip gaji beserta semua rincian penghasilan dari nasabah.
e. Melengkapi semua persyaratan administratif lainnya yang mendukung.
7. Produk KTJG (Kredit Tunda Jual Gabah)

Produk ini hanya dikhususkan untuk para petani, atau bisa dibilang dana talangan
terlebih dahulu sebelum musim panen tiba. Tentu jaminannya adalah gabah kering giling
milik dari petani tersebut.

 Keunggulan Produk KTJG

a. Proses mudah sehingga petani bisa langsung mendapatkan modal dengan


cepat.
b. Pinjaman lebih bersifat lindung nilai, di mana jika harga gabah mengalami
penurunan maka petani tersebut bisa terlindungi dari kerugian.
c. Bunga pinjaman relatif rendah.

 Persyaratan Poduk KTJG

a. KTJG ditunjukan untuk para petani dimana domisili mereka hanya disekitar
cabang kantor Pegadaian.
b. Mekanisme dari pemberian modal nantinya harus melalui para agen yang telah
ditentukan oleh pihak Pegadaian.
c. Persyaratan lainnya seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), dan lain sebagainya.

8. Produk Mulia

Produk mulia ini merupakan produk investasi emas, bila Anda berminat untuk
melakukan investasi emas di PT. Pegadaian maka Anda harus memenuhi segala persyaratan
yang telah ditentukan sebelumnya oleh Pegadaian tersebut.

2.4 Cara Penyelesaian Kredit Macet

Adapun cara penyelesaian kredit macet adalah sebagai berikut :

1. Persyaratan Kembali (Restructuring)

Kredit yang resmi biasanya berhubungan langsung dengan pihak bank sebagai
penyedia layanan kredit. Oleh karena itu, segala kondisi yang menyebabkan kredit macet
perlu sepengetahuan dari bank yang bersangkutan. Anda bisa datang kepada bank untuk
meminta persyaratan kembali. Maka, bank akan menaksir beberapa kemungkinan yang
sesusai dengan keadaan Anda sehingga kredit bisa diatur ulang.
2. Penjadwalan Kembali (Rescheduling)

Kredit macet pada umumnya terjad karena ketidakmampuan konsumen untuk


membanyar dalam tenggang waktu tertentu. Biasanya sudah ada peringatan sebelum
kredit macet ini terjadi. Jika sudah sampai peringatan terakhir tetapi sang konsumen
masih belum dapat membayar kreditnya, dia bisa mengajukan penjadwalan kembali. Hal
ini memuat penambahan waktu pembayaran yang mampu dilakukan oleh konsumen.

3. Menambah fasilitas kredit

Kredit merupakan fasilitas terbaik saat ini. Anda bisa menggunakan barang secara
langsung tanpa harus membayar lunas dalam hari itu juga. Namun, jika kredit masih
belum mampu untuk dibayar, maka seorang konsumen bisa berkonsultasi kepada bank
dan meminta untuk ditambah fasilitas kredit. Contohnya dengan membagi pembayaran
lebih kecil sehingga tidak memberatkan konsumen.

4. Mengonversi tunggakan menjadi pokok kredit baru

Kredit yang berkepanjangan berpotensi untuk menimbulkan bunga pembayaran.


Hal tersebut yang membuat orang semakin malas dan tidak mampu mengeluarkan uang
untuk membayar kreditnya. Jika Anda di posisi yang demikian, maka cobalah untuk
datang kepada bank dan meminta konversi tunggakan. Hal ini akan membuat Anda bisa
membayar kredit dan membayar bunganya di belakang sehingga tidak berat.

5. Pembebasan bunga kepada debitur

Jika cara yang di atas mewajibkan seseorang membayar bunga kreditnya, maka
cara yang ini berbeda. Biasanya bank akan menghapuskan bunga yang dimiliki oleh
konsumen. Konsumen hanya diwajibkan untuk membayar sisa pinjaman pokok. Hanya
saja hal ini harus melalui proses yang panjang dan memastikan bahwa konsumen yang
akan dikenai fasilitas ini memang tidak mampu secara finansial.

6. Melakukan prinsip peminjaman yang tekun

Pada dasarnya pinjaman ditujukan bukan semakin memberatkan orang yang


menggunakan sebuah barang. Oleh karena itu, yang Anda perlukan hanyalah melakukan
prinsip peminjaman dengan tekun, yaitu membayarkan kredit tepat pada waktunya. Maka
hutang yang ada tidak akan menumpuk dan Anda tidak keberatan untuk membayarkan
sisanya.

7. Menjaminkan barang gadai

Jika Anda benar-benar tidak memiliki uang yang tersisa untuk melakukan
pembayaran, maka Anda bisa mengatasinya dengan dengan menggadaikan barang yang
memiliki taksiran yang sama. Sebab, ketika barang tersebut digadaikan, Anda tidak perlu
repot untuk memikirkan bagaimana cara melunasi. Sebab, barang gadai yang tidak dapat
dilunasi akan tersita secara langsung oleh pegadaian.
8. Bermain dengan collector

Saran ini adalah untuk para pelaku usaha yang menjalankan sistem kredit.
Maksudnya adalah seorang collector yang mau selalu mengingatkan kondisi konsumen.
Tidak perlu menggunakan kekerasan, hanya butuh mengigatkan setiap saat dengan datang
ke rumah atau via telepon. Siapa tahu konsumen yang dihadapi sebenarnya lupa kapan
harus membayar kreditnya.

9. Memperketat taksiran ulang

Bagi pelaku usaha juga penting untuk menjalankan sistem ini. Hal ini berfungsi
agar tidak mempermudah orang yang sulit dalam pelunasan untuk melakukan sejumlah
pembayaran. Selain itu, taksiran juga dapat difasilitasi dengan mempertanyakan berapa
barang yang telah masuk kredit, yang dapat menjadi pertimbangan pelaku usaha.

10. Meluangkan sejumlah uang khusus untuk pembayaran kredit

Sebuah kegiatan yang jarang disadari oleh sebagian orang adalah meluangkan
sejumlah uang. Hal ini akan mempermudah setiap debitur dalam melunasi hutangnya
setiap bulan. Luangkan uang sesuai gaji yang Anda terima, jika di awal, maka bayarlah di
awal, demikian juga ketika menerima gaji di akhir bulan.

2.5 Cara Mengevaluasi Kelaakan Pinjaman

Perum Pegadaian sebelum menyalurkan dana melalui pembiayaan pada nasabah, pihak
Perum Pegadaian terlebih dahulu melakukan penilaian nasabah (analisis pembiayaan) untuk
mengetahui layak atau tidaknya nasabah tersebut menerima pembiayaan. Perusahaan menetapkan
kebijakan dalam pemberian kredit antara lain menetapkan standard untuk menerima atau menolak
resiko kredit yaitu menentukan siapa yang berhak menerima kredit yang telah memenuhi syarat
5C: bagaimana karakter nasabah (character), kapasitas melunasi kredit (capacity), kemampuan
modal yang memiliki nasabah (capital), jaminan yang dimiliki nasabah untuk menanggung resiko
kredit (collateral), dan kondisi ekonomi saat ini yang mempengaruhi usaha nasabah (condition of
economic).
Adanya perkembangan teknologi komputer di bidang sistem informasi merupakan
tanggungjawab pihak manajemen menengah dan puncak yang harus dilakukan secara tepat dan
efisien sehingga penyaluran dana kredit tepat kepada calon nasabah yang layak menerima kredit
tersebut melalui Sistem Pendukung Keputusan. Teknik pengambilan keputusan yang digunakan
dalam analisis kebijaksanaan di Perum Pegadaian adalah AHP (Analytic Hierarchy Process).
AHP digunakan dalam di Perum Pegadaian yaitu untuk menentukan calon debitur mana yang
layak menerima kredit
dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan oleh pihak Perum Pegadaian
tersebut. Adapun kriteria-kriteria yang menjadi dasar pengambilan keputusan oleh pihak Perum
Pegadaian dalam menentukan calon debiturnya adalah status kredit, produktivitas usaha, kondisi
usaha, jaminan, dan kolektibilitas. Walaupun pemilihan calon nasabah yang akan menerima
kredit tetap ditentukan sepenuhnya oleh pihak Perum Pegadaian, namun Sistem Pendukung
Keputusan ini akan menampilkan nilai prioritas global dari yang tertinggi hingga terendah dari
calon nasabah tersebut, sehingga akan memudahkan dan membantu pihak Perum Pegadaian
dalam mengambil keputusan. AHP adalah prosedur yang berbasis matematis yang sangat baik
dan sesuai untuk kondisi evaluasi atribut-atribut kualitatif. Atribut-atribut tersebut secara
matematik dikuantitatif dalam satu set perbandingan berpasangan. Pada hakekatnya AHP
merupakan suatu model pengambil keputusan yang komprehensif dengan memperhitungkan hal-
hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Dalam model pengambilan keputusan dengan AHP pada dasarnya berusaha menutupi
semua kekurangan dari model-model sebelumnya. AHP juga memungkinkan ke struktur suatu
sistem dan lingkungan kedalam komponen saling berinteraksi dan kemudian menyatukan mereka
dengan mengukur dan mengatur dampak dari komponen kesalahan sistem (Saaty, 2008).
Penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2009) disebutkan bahwa AHP dapat digunakan dalam
pengambilan keputusan yang multikriteria dan cukup baik dalam menyelesaikan permasalahan
identifikasi customer funding yang membutuhkan banyak kriteria. Amborowati (2008) juga
melakukan penelitian dengan metode AHP pada Sistem Penunjang Keputusan pemilihan