Anda di halaman 1dari 18

PENGEMBANGAN SMK REVITALISASI

PEMENUHAN FASILITAS SARANA PRASARANA DAN


RENOVASI/REHABILITASI GEDUNG

DIREKORAT PEMBINAAN SMK


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2018
POLA TATA LETAK
RANCANGAN MASTERPLAN SMK
CONTOH MASTERPLAN SMK
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG DAN RENOVASI GEDUNG SMK
A. SITEPLAN/MASTERPLAN SEMULA
B. RENCANA PENGEMBANGAN, BERIKUTNYA (3D)
Pembuatan Konsep Pra Perancangan;
 Gambar Denah tipe ruang Khusus/praktik tampak dan potongan;
 Gambar Denah, tampak, potongan ruang teori;
 Gambar Denah Adminstrasi dan Penunjang lainnya;
 Gambar lay out penempatan peralatan dan perabot;

D. Kebutuhan luas gerak praktik siswa dan sirkulasi sesuai dengan


tuntutan kompetensi;
E. Daftar Kebutuhan Peralatan Utama dan dan Peralatan
Pendukung;
C. Pengembangan dan Detail desain
 Rencana Anggaran Biaya;
 Penyusunan Spesifikasi Teknis;
KATAGORI REHABILITASI
Upaya –upaya yang dapat dilakukan dalam perbaikan bangunan dengan
mengelompokan kedalam katagori sebagai berikut :
 1. REHABILUITASI
Perbaikan elemen bangunan sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi, dimana
tingkat kerusakan tersebut hanya sebagian dengan elemen yang masih berfungsi
tetap (baik bentuk maupun struktur utama bangunan)

2. RENOVASI
Perbaikan elemen bangunan dimana sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi,
dimana tingkat kerusakan tersebut hanya sebagian serta dimungkinkan adanya
perubahan fungsi, bentuk maupun struktur utamanya.

3. RESTORASI
Perbaikan elemen bangunan dimana kondisi sudah mengalami tingkat kerusakan
berat, fungís bangunan dapat berubah atau sesuai dengan fungís semula. Seluruh
bentuk, struktur utama maupun elemen penunjang dapat mengalami perubahan.
KONDISI RENOVASI GEDUNG PADA PELAKSANAAN DILAPANGAN :
1. REHABILITASI GEDUNG/ RENOVASI GEDUNG SESUAI RENCANA AWAL;
2. REHAB/RENOVASI DI LANTAI 1, 2 ATAU LANTAI 3;
3. REHAB/RENOVASI PADA LOKASI SATU MASA GEDUNG;
4. REHAB/RENOVASI BERBEDA PADA BLOK MASA GEDUNG;
5. REHAB/RENOVASI PADA UKURAN TIDAK STANDAR (< />);
6. REHAB/RENOVASI BERBEDA LANTAI BLOK;
7. REHAB/RENOVASI DI LAHAN JENJANG LAINNYA;
8. REHAB/RENOVASI PADA PADA LEVEL /KONTUR;
9. REHAB/RENOVASI PADA KONDISI GEDUNG LABIL;
10. REHAB/RENOVASI BANGUNAN UMUR BARU;
11. REHAB/RENOVASI MENYELESAIKAN KOMPONEN GEDUNG PADA BANGUNAN YG
SUDAH DIBANTU DAN BELUM TUNTAS..?
KEBUTUHAN RUANG SESUAI FUNGSI :
1. Ruang Pembelajaran Umum;
2. Ruang Penunjang Pembelajaran;
3. Kebutuhan peralatan praktiK.
TINGKAT KERUSAKAN REHABILITASI
Kerusakan bangunan adalah tidak berfungsinya bangunan atau
komponen bangunan akibat penyusutan/berakhirnya umur
bangunan, atau yang diakibatkan oleh pengaruh alam seperti
beban fungsi yang berlebih, kebakaran, gempa bumi atau sebab
lain yang sejenis.
Perbaikan elemen bangunan sesuai dengan tingkat kerusakan
yang terjadi, dimana tingkat kerusakan tersebut hanya
sebagian dengan elemen yang masih berfungsi tetap (baik
bentuk maupun struktur utama bangunan)
Intensitas kerusakan bangunan dapat digolongkan menjadi tiga
tingkat kerusakan, yaitu :
Kerusakan Ringan ( sampai dengan 30 % )
Kerusakan Sedang (31 % s.d 45 %)
Kerusakan Berat ( 46% s.d 65 %)
TINGKAT KERUSAKAN RENOVASI

Perbaikan elemen bangunan dimana sesuai dengan


tingkat kerusakan yang terjadi, dimana tingkat
kerusakan tersebut hanya sebagian serta
dimungkinkan adanya perubahan fungsi, bentuk
maupun struktur utamanya.
Intensitas kerusakan bangunan dapat digolongkan
menjadi tiga tingkat kerusakan, yaitu :
Kerusakan Ringan ( sampai dengan 30 % )
Kerusakan Sedang (31 % s.d 45 %)
Kerusakan Berat ( 46% s.d 65 %)
TINGKAT KERUSAKAN RESTORASI
Perbaikan elemen bangunan dimana kondisi sudah
mengalami tingkat kerusakan berat, fungsi
bangunan dapat berubah atau sesuai dengan
fungís semula. Seluruh bentuk, struktur utama
maupun elemen penunjang dapat mengalami
perubahan

Intensitas kerusakan bangunan dapat digolongkan


menjadi tiga tingkat kerusakan, yaitu :
Kerusakan Ringan ( sampai dengan 30 % )
Kerusakan Sedang (31 % s.d 45 %)
Kerusakan Berat ( 46% s.d 65 %)
RENCANA PENGEMBANGAN SMK
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP)
TARGET PENCAPAIN :
1. AKREDITASI
2. KURIKULUM
3. PROSES PEMBELAJARAN
4. PENILAIAN
5. PENDIDIK, TENAGA KEPENDIDIKAN
6. SARANA DAN PRASARANA
7. PENGELOLAAN
8. PEMBIAYAAN
STRATEGI IMPLEMENTASI -1
1. LAYANAN SMK :
AKREDITASI DAN SERTIFIKASI (TUK;LSP P1)

 Memiliki Kompetensi Unggulan minimal 2 Kompetensi


 Memiliki Perpustakaan lengkap, mudah diakses dalam memberikan
langsung Online.
 Memfasilitasi kerjasama sekolah dengan Industri lain
(asosiasi/LSP/Lembaga Training provider)
 Memfasilitasi kerjasama pengiriman tenaga kerja ke luar negeri
 Sebagai model dan pemberian layanan sekolah berwawasan
lingkungan yang nyaman dan asri
 Mendapat dukungan dan pendanaan dari pemerintah daerah
STRATEGI IMPLEMENTASI-2
2. MANAJEMEN SMK :
TATAKELOLA (EMIS/KEUANGAN/MANAJEMEN LINGKUNGAN)

 Melaksanakan peningkatan mutu sekolah


 Penelusuran tamatan
 Melaksanakan akreditasi sekolah
 Melaksanakan study banding untuk guru dan personil
 Membuat program sarana dan prasarana sekolah
 Mengikuti lomba sekolah bersih dan sehat
 Mengikuti sertakan siswa dalam lomba lomba
 Melaksanakan home visit bagi siswa – siswa yang bermasalah
 Menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan masyarakat
 Meningkatkan peran dan fungsi komite sekolah
 Menyusun program kerja sekolah
 Membuat rencana pengembangan sekolah
STRATEGI IMPLEMENTASI-3
3. PROSES PEMBELAJARAN :
KURIKULUM (SKL/PROSES/BUDI PEKERTI - KARAKTER/LITERASI)
- Perangkat Pembelajaran sesuai maple kelompok A,B,C
- Program pembelajaran pengayaan, pembelajaran Remedial
- Membangun Sistem pembelajaran
- Melaksanakan pembelajaran 2 bahasa, produktif dan cara
pembelajaran
- Memiliki sekurang kurangnya 2 sampai 3 ruang praktik sesuai bidang
keahlian.
- Terdapat alat dan sarana praktik sesuai tuntutan kualitas dan
kuantitas
- Memiliki paket pelatihan kewirausahaan
- Terdapat inovasi produk sekolah
- Melibatkan DU/DI dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
pembelajaran
STRATEGI IMPLEMENTASI-4
4. SARANA PRASARANA :
STANDAR WORKSHOP/TEACHING FACTORY/FAILITAS TERPENUHI
- Terdapat sertifikat kepemilikan lahan , luas lahan dan luas bangunan
sesuai;
- Terdapat gambar siteplan/Masterplan;
- Tersedia ruang ruang Pembelajaran, Ruang penunjang, Ruang Khusus
Praktek, sarana olah raga, kesenian;
- perpustakaan yang lengkap dan modern digital library;
- Insfrastruktur yang menunjang – lapangan parkir;
- Memiliki lahan pengembangan;
- Laboratorium IPA/Fisika dan Kimia/Biologi;
- Smart workshop, peralatan yang ideal terpenuhi;
- Teaching Factory;
- Peralatan dan adanyan Perlengkapan keselamatan kerja;
STRATEGI IMPLEMENTASI-5
5. LULUSAN SMK :
PRESTASI AKADEMIK NON AKADEMIK

- Meningkatnya jumlah siswa memperoleh sertifikat juara lomba


kompetensi kejuruan tingkat kabupaten/provinsi dan internasional
mewakili Indonesia.
- Meningkatnya jumlah siswa yang sudah diterima kerja sebelum lulus
- Meningkatnya prosentase lulusan yang bekerja di Industri bertaraf
Nasional dan Internasional.
- Kualitas ahklak lulusan diterima dan diakui bernilai positif di masyarakat
sekitar dan masyarakat industri
STRATEGI IMPLEMENTASI-6
6. SMK PUSAT BELAJAR :
PUSAT PENGEMBANGAN KEAHLIAN DAN LABORATORIUM
- Menjadi model/bancmarkdalam pengelolaan sumberdaya dan
pengembangan sekolah.