Anda di halaman 1dari 12

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Kebutuhan Nutrisi

Posted on October 2, 2016 by arwenurses

as

BAB I

KONSEP TEORI

1. Nutrisi

Tubuh memerlukan makanan untuk mempertahankan kelangsungan fungsinya. Kebutuhan


nutrisi ini diperlukan sepanjang kehidupan manusia, namun jumlah nutrisi ini diperlukan tiap
orang berbeda sesuai dengan karakteristiknya, seperti jenis kelamin, usia, aktivitas dan lain-
lain.

Pemenuhan kebutuhan nutrisi bukan hanya sekedar untuk menghilangkan rasa lapar,
melainkan mempunyai banyak fungsi. Adapun fungsi umum dari nutrisi di antaranya adalah
sebagai sumber energy, memelihara jaringan tubuh, mengganti sel tubuh yang rusak,
mempertahankan vitalitas tubuh, dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam memenuhi kebutuhan
nutrisi perlu diperhatikan zat gizinya (nutrient).

Untuk itu, maka intake nutrisi ke dalam tubuh harus adekuat. Artinya, nutrisi yang kita
makan harus mengandung nutrient esensial tertentu yang seimbang. Nutrient esensial tersebut
meliputi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Makanan yang masuk ke
dalam tubuh sampai dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk sampah metabolisme terjadi
melalui proses pencernaan. Gangguan pada proses pencernaan dapat menyebabkan individu
mengalami gangguan nutrisi.

Dalam masa kehamilan, kebutuhan zat-zat gizi meningkat. Hal ini diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan tumbuh-kembang janin, pemeliharaan kesehatan ibu, dan persediaan
laktasi baik untuk ibu maupun janin. Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan anemia,
abortus, partus prematurus, inersia uteri, perdarahan pascapersalinan, sepsis puerperalis, dan
lain-lain. Kelebihan nutrisi karena dianggap makan untuk dua orang dapat berakibat
kegemukan, preeklamsia, janin besar, dan lain-lain.

Selama kehamilan, terjadi peningkatan kalori sekitar 80.000 kilokalori sehingga dibutuhkan
penambahan kalori sebanyak 300 kilokalori/hari. Penambahan kalori ini dihitung melalui
protein, lemak yang ada pada janin, lemak pada ibu, dan konsumsi O2 ibu selama 9 bulan.

2. Metabolisme Basal

Metabolisme basal meningkat 15-20% karena hal-hal berikut.

1. Pertumbuhan janin, plasenta, jaringan pada tubuh.


2. Peningkatan aktivitas kelenjar-kelenjar endokrin.
3. Keaktifan jaringan protoplasma janin sehingga meningkatkan kebutuhan kalori.
4. Karbohidrat

Metabolisme karbohidrat ibu hamil sangat kompleks, karena terdapat kecenderungan


peningkatan ekskresi dextrose dalam urine. Hal ini ditunjukkan oleh frekuensi glukosuria ibu
hamil yang relative tinggi dan adanya glukosuria pada kebanyakan wanita hamil setelah
mendapat 100 gram dextrose per oral. Normalnya, pada wanita hamil tidak mendapat
glukosuria. Kebutuhan karbohidrat lebih kurang 65% dari total kalori sehingga perlu
penambahan.

4. Protein

Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan janin, uterus, payudara, hormone, penambahan cairan
darah ibu, dan persiapan laktasi. Kebutuhan protein adalah 9 gram/hari. Sebanyak ⅓ dari
protein hewani mempunyai nilai biologis tinggi. Kebutuhan protein untuk fetus adalah 925
gram selama 9 bulan. Efisiensi protein adalah 70%. Terdapat protein loss di urine +30%

5. Lemak

Selama hamil, terdapat lemak sebanyak 2-2,5 kg dan peningkatan terjadi mulai bulan ke-3
kehamilan. Penambahan lemak tidak diketahui, namun kemungkinan dibutuhkan untuk
proses laktasi yang akan datang.

6. Mineral
7. Ferum (Fe)

 Dibutuhkan untuk pembentukan Hb, terutama hemodilusi.


 Pemasukan harus adekuat selama hamil untuk mencegah anemia.
 Wanita hamil memerlukan 800 mg atau 30-50 gram/hari.
 Anjuran maksimal: penambahan mulai awal kehamilan, karena pemberian yang hanya
pada trimester III tidak dapat mengejar kebutuhan ibu/fetus dan juga untuk cadangan
fetus.

1. Kalsium (Ca)

 Diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi.


 Vitamin D membantu penyerapan kalsium.
 Kebutuhan 30-40 g/hari untuk janin.
 Wanita hamil perlu tambahan 600 mg/hari.
 Total kebutuhan ibu hamil selama kehamilan adalah 1200 mg/hari.

1. Natrium (Na)

 Natrium bersifat mengikat cairan sehingga akan memengaruhi keseimbangan cairan


tubuh.
 Ibu hamil normal kadar natriumnya bertambah 1,6-88 gram/minggu sehingga
cenderung akan timbul edema.
 Dianjurkan ibu hamil mengurangi makanan yang mengandung natrium.

1. Vitamin

 Vitamin A

Untuk kesehatan kulit, membrane mukosa, membantu penglihatan pada malam hari, dan
menyiapkan vitamin A bagi bayi.

 Vitamin D

Untuk absorpsi dan metabolisme kalsium dan fosfor.

 Vitamin E

Dibutuhkan penambahan +10mg.

 Vitamin K

Untuk pembentukan protrombin.

 Vitamin B kompleks

Untuk pembentukan enzim yang diperlukan dalam metabolisme karbohidrat.

 Vitamin C

Untuk pembentukan kolagen dan darah yang membantu penyerapan Fe.

 Asam Folat
Untuk pembentukan sel-sel darah, untuk sintesis DNA, serta untuk pertumbuhan janin dan
plasenta.

7. Air

Bertambah 7L. untuk volume dan sirkulasi darah bertambah ±25% sehingga dengan demikian
fungsi jantung dan alat-alat lain akan meningkat.

Peningkatan kebutuhan gizi selama kehamilan dipergunakan antara lain untuk pertumbuhan
plasenta, pertambahan volume darah, mamae yang membesar, dan metabolisme basal yang
meningkat. Kenaikan berat badan wanita hamil rata-rata 6,5-16 kg. jika berat badan naik
lebih dari semestinya, anjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat.
Lemak jangan dikurangi, apalagi sayur mayor, dan buah-buahan. Jika berat badan tetap saja
atau menurun, semua makanan dianjurkan terutama yang mengandung protein dan besi. Jika
terdapat edema kaki, sedangkan kenaikan berat badan sesuai dengan kehamilan, anjurkan
tidak memakan makanan yang mengandung garam atau makanan yang kaya ion natrium dan
klorida. Hal yang penting diperhatikan adalah cara mengatur menu dan cara pengolahan
menu makanan.

1. Gangguan/Masalah yang Berhubungan dengan Nutrisi


2. Obesitas

Obesitas merupakan peningkatan berat badan yang melebihi 20% batas normal berat bada
seseorang. Obesitas terjadi karena adanya kelebihan asupan kalori dari kebutuhan normal dan
diiringi dengan penurunan penggunaan kalori (kurang aktivitas fisik). Status nutrisinya
adalah melebihi kebutuhan metabolisme karena kelebihan asupan kalori dan penurunan
dalam penggunaan kalori.

2. Malnutrisi

Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan gizi pada tingkat
seluler atau dapat dikatakan sebagai masalah asupan yang tidak sesuai dengan kebutuhan
tubuh. gejala umumnya adalah berat badan rendah meskipun asupan makanannya cukup dari
kebutuhan tubuh, adanya kelemahan otot dan penurunan energy, kulit pucat, konjungtiva, dan
lain-lain.

1. Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Nutrisi

Kebutuhan nutrisi tidak berada dalam kondisi yang menetap. Ada kalanya kebutuhan nutrisi
seseorang meningkat. Begitu pula kebalikannya, kebutuhan nutrisi seseorang menurun. Ada
beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan seseorang terhadap nutrisi. Pada bagian ini
dikemukakan dua kategori faktor yaitu faktor yang meningkatkan kebutuhan nutrisi dan
faktor yang menurunkan kebutuhan nutrisi.

Faktor yang meningkatkan kebutuhan nutrisi antara lain sebagai berikut:


1. Pertumbuhan yang cepat, seperti bayi, anak-anak, remaja, dan ibu hamil.
2. Selama perbaikan jaringan/pemulihan kesehatan karena proses suatu penyakit.
3. Peningkatan suhu tubuh. Setiap kenaikan suhu 1° F, maka kebutuhan kalori
meningkat 7%.
4. Aktivitas yang meningkat.
5. Sebagian orang akan makan sebagai kompensasi karena mengalami stress.
6. Terjadi infeksi.

Faktor yang menurunkan kebutuhan nutrisi antara lain sebagai berikut:

1. Penurunan laju pertumbuhan, misalnya pada lansia.


2. Penurunan basal metabolisme rate (BMR).
3.
4. Jenis kelamin. Umumnya kebutuhan nutrisi pada wanita lebih rendah disbanding laki-
laki. Hal ini karena pada wanita BMR-nya lebih rendah disbanding BMR laki-laki.
5. Gaya hidup pasif.
6.

1. Tindakan untuk Mengatasi Masalah Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi


2. Pemberian Nutrisi melalui Oral

Pemberian nutrisi melalui oral merupakan tindakan pada pasien yang tidak mampu
memenuhi kebutuhan nutrisi secara mandiri. Tindakan yang dilakukan adalah dengan
membantu memberikan makanan/nutrisi melalui oral (mulut). Tujuannya untuk memenuhi
kebutuhan nutrisi pasien dan membangkitkan selera makan pasien.

2. Pemberian Nutrisi melalui Pipa Penduga/Lambung

Pemberian nutrisi melalui pipa penduga merupakan tindakan pada pasien yang tidak mampu
memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
pasien.

BAB II

KASUS DAN PEMBAHASAN

1. Kasus

Seorang perempuan berumur 25 tahun sedang memeriksakan diri di poli kebidanan dengan
keluhan mual-mual dan muntah. Hasil pemeriksaan didapatkan, ekspresi muka sedih, terlihat
pasien mau muntah, hasil test pack didapatkan positif hamil, dari hasil wawancara pasien
mengeluh tidak nafsu makan, makan hanya 3 sendok makan. Ditentukan kehamilan pasien 8
minggu.

1. Pembahasan
2. Pengkajian
3. Identitas Pasien

 Nama : Ny. X
 Umur : 25 tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Agama : Islam
 Alamat : Jalan Kiwi 1 No. 26

1. Analisa Data

 Data Subjektif :
 Pasien mengeluh mual dan muntah.
 Pasien mengeluh tidak nafsu makan dan makan hanya 3 sendok makan.
 Data Objektif :
 Ekspresi muka pasien terlihat sedih.
 Pasien terlihat mau muntah.
 Hasil test pack pasien positif hamil.
 Pasien ditentukan hamil 8 minggu.

2. Diagnosa Keperawatan
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
masukan nutrient yang tidak adekuat.
4. Mual dan muntah berhubungan dengan kurangnya intake makanan.
5. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan kecemasan kehamilan.

3. Intervensi

Diagnosa Tujuan dan Kriteria


No. Intervensi Rasional
Keperawatan Hasil
Tujuan: 1. Berikan penkes 1. Agar pasien
mengenai pentingnya mengetahui
Kebutuhan nutrisi pasien memenuhi kebutuhan pentingnya nutrisi
Ketidakseimbangan
terpenuhi. nutrisi terutama bagi ibu
nutrisi kurang dari
hamil
kebutuhan tubuh
1. Kriteria Hasil: 2. Monitor kalori
berhubungan dengan
dan intake nutrisi 2. Untuk
masukan nutrient
1. Pasien mengetahui pasien mengetahui kalori dan
yang tidak adekuat.
pentingnya memenuhi nutrisi pasien
kebutuhan nutrisi terpenuhi atau tidak
2. Nafsu makan 3. Untuk
pasien meningkat menentukan jumlah
3. Kolaborasi kalori dan nutrisi
3. Nutrisi pasien dengan ahli gizi untuk yang dibutuhkan
terpenuhi menentukan jumlah pasien.
kalori dan nutrisi yang
dibutuhkan pasien
1. Berikan informasi
tentang kebutuhan 1. Agar pasien
nutrisi mengetahui tentang
kebutuhan nutrisi

2. Untuk
2. Anjurkan pasien meringankan gejala
Tujuan: untuk makan dalam mual dan muntah
porsi kecil tapi sering pasien
Mual dan muntah pasien
teratasi. 3. Monitor kalori 3. Untuk
dan intake nutrisi mengetahui kalori dan
Kriteria Hasil: pasien nutrisi pasien
Mual dan muntah terpenuhi atau tidak
berhubungan dengan 1. Pasien mengetahui
2.
kurangnya intake tentang kebutuhan
makanan nutrisi
4. Untuk
2. Pasien sudah tidak menentukan jumlah
mual dan muntah kalori dan nutrisi
4. Kolaborasi yang dibutuhkan
3. Intake makan dengan ahli gizi untuk pasien.
pasien tercukupi menentukan jumlah
kalori dan nutrisi yang 5. Untuk
dibutuhkan pasien meredakan gejala
mual dan muntah
5. Kolaborasi pasien jiika pasien
dengan dokter untuk masih merasa mual
pemberian obat anti dan muntah
emetic
1. Gunakan
Tujuan: 1. Agar pasien
pendekatan yang
dapat tenang dan
menenangkan
Gangguan rasa nyaman nyaman saat
Gangguan rasa
teratasi berkomunikasi
nyaman berhubungan
dengan kecemasan
3. Kriteria Hasil: 2. Agar pasien
kehamilan. 2. Temani pasien
merasa aman dan
untuk memberikan
1. Mampu tidak takut lagi
keamanan dan
mengontrol kecemasan
mengurangi takut
3. Untuk
2. Dapat mengontrol mendapatkan
3. Dengarkan
ketakutan dengan penuh perhatian kepercayaan pasien

3. Status kenyamanan 4. Untuk


meningkat mengetahui tingkat
kecemasan pasien dan
agar tidak salah
4. Identifikasi dalam penanganan
tingkat kecemasan
5. Agar pasien
memahami situasi
seperti apa yang dapat
menimbulkan
kecemasan dan
bagaimana cara
mengatasinya

6. Untuk
membantu pasien
mengatasi rasa
takutnya

5. Bantu pasien
mengenal situasi yang
menimbulkan
kecemasan

6. Dorong pasien
untuk mengungkapkan
perasaan, ketakutan,
persepsi

4. Implementasi

Hari/Tgl/Jam No.Dx Intervensi Hasil TTD


Minggu/ 25 1. 1. Berikan penkes 1. Pasien mengetahui
September mengenai pentingnya pentingnya memenuhi
2016 memenuhi kebutuhan kebutuhan nutrisi
nutrisi
Pkl. 08.00
2. Monitor kalori dan
Pkl. 08.15 intake nutrisi pasien 2. Intake nutrisi pasien
belum tercukupi
3. Kolaborasi dengan
ahli gizi untuk menentukan 3. Jumlah kalori dan
Pkl. 08.30 jumlah kalori dan nutrisi nutrisi yang dibutuhkan
yang dibutuhkan pasien pasien dapat ditentukan
Minggu/ 25
September 1. Anjurkan pasien
2016 untuk makan dalam porsi
1. Mual pasien telah
kecil tapi sering
berkurang
Pkl 09:00

Pkl 10:00
2. 2. Monitor kalori dan
2. Intake nutrisi pasien
intake nutrisi pasien
telah meningkat
Pkl 10:30 3. Kolaborasi
3. Pasien sudah tidak
dengan dokter untuk
mual dan muntah lagi
pemberian obat anti
emetic

1. Gunakan pendekatan
Minggu/ 25 1. Pasien merasa tenang
yang menenangkan
September
2016

Pkl 11:00

Pkl 11:15
2. Temani pasien untuk
memberikan keamanan dan
2. Pasien merasa aman
mengurangi takut
dan takutnya telah
berkurang
3. Dengarkan dengan
3. penuh perhatian

4. Identifikasi tingkat
Pkl 11:30 3. Pasien merasa
kecemasan
nyaman
5. Bantu pasien
4. Pasien berada di skala
mengenal situasi yang
Pkl 12:00 3 dari 0-4
menimbulkan kecemasan

Pkl 12:05 5. Pasien telah mengenal


6. Dorong pasien untuk
situasi yang menimbulkan
mengungkapkan perasaan,
ketakutan, persepsi kecemasan

6. Pasien terdorong
untuk mengungkapkan
perasaannya menurut
persepsinya.

Pkl 12:20

5. Evaluasi

No.
Hari/Tgl/Jam Evaluasi TTD
Dx
1 S : Pasien mengatakan nafsu makannya sudah
meningkat.

O : Klien terlihat

A : Masalah teratasi.

P : Rencana tindakan dihentikan.

S : Pasien mengatakan sudah tidak mual dan


2. muntah lagi.

Selasa/ 27 O : Pasien terlihat sudah tidak mual dan muntah


September 2016/ lagi
pkl.10.00
A : Masalah teratasi.

P : Rencana tindakan dihentikan.

S : Pasien mengatakan sudah tidak cemas lagi


3.
O : Ekspresi pasien terlihat tenang dan tidak sedih
lagi

A : Masalah teratasi.

P : Rencana tindakan dihentikan.


BAB III

KESIMPULAN

Tubuh memerlukan makanan untuk mempertahankan kelangsungan fungsinya. Kebutuhan


nutrisi ini diperlukan sepanjang kehidupan manusia, namun jumlah nutrisi ini diperlukan tiap
orang berbeda sesuai dengan karakteristiknya, seperti jenis kelamin, usia, aktivitas dan lain-
lain.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh sampai dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk sampah
metabolisme terjadi melalui proses pencernaan. Gangguan pada proses pencernaan dapat
menyebabkan individu mengalami gangguan nutrisi.

Dalam masa kehamilan, kebutuhan zat-zat gizi meningkat. Hal ini diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan tumbuh-kembang janin, pemeliharaan kesehatan ibu, dan persediaan
laktasi baik untuk ibu maupun janin. Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan anemia,
abortus, partus prematurus, inersia uteri, perdarahan pascapersalinan, sepsis puerperalis, dan
lain-lain.

Gangguan/masalah yang berhubungan dengan nutrisi yaitu obesitas dan malnutrisi.


Kebutuhan nutrisi tidak berada dalam kondisi yang menetap. Ada kalanya kebutuhan nutrisi
seseorang meningkat. Begitu pula kebalikannya, kebutuhan nutrisi seseorang menurun.
Tindakan untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi yaitu pemberian nutrisi
melalui oral dan pemberian nutrisi melalui pipa penduga/lambung.
DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar
Klien. Jakarta: Salemba Medika.

Kusuma Hardi, Amin Huda Nurarif. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan berdasarkan
Diagnosa Medis dan NANDA NIC-NOC Jilid 2. Jogjakarta: MediAction.

Tim Penulis Poltelkkes Jakarta III. 2011. Panduan Praktik Kebutuhan Dasar Manusia I
Berbasis Kompetensi. Jakarta: Salemba Medika.

Uliyah, M dan A. Aziz Alimul H. 2008. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk
Kebidanan, Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

Yulaikhah, Lily. 2008. KEHAMILAN: SERI ASUHAN KEBIDANAN. Jakarta: EGC.