Anda di halaman 1dari 6

Pengkajian Umum

3.1 Data dasar

Pegumpulan data pada pasien dan keluarga dilakukan dengan cara anamnesa, pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan penunjang

3.1.1 Data Pasien

Identitas pasien, nomor registrasi, umur, alamat, agama, pendidikan terakhir, status
perkawinan, suku bangsa, tanggal masuk rumah sakit, tanggal pengkajian, diagnose medis, dan
penanggung jawab.

3.1.2 Keluhan Utama

Pasien datang dengan berat badan sebelum sakit 70 kg, dibawa ke rumah sakit karena
panas dan kaki kiri bengkak serta sulit digerakkan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan hasil kaki
bengkak pasien disebabkan gigitan nyamuk. Suhu badan 38,3oC dan tekanan darah didapatkan
100/70. sebelumnya klien mengalami gatal setelah di gigit nyamuk, setelah keesokan harinya
kaki Pasien ini semakin bengkak, dan nyeri. Pasien juga tidak memahami penyakit apa yang
dideritanya, pasien hanya mengetahui jika kakinya hanya bengkak.

3.1.3 Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien meringis terus (kemungkinan dikarenakan rasa nyeri di bagian kaki kiri) klien
mengatakan sekala nyeri 8/10, nyeri yang dirasakan seperti nyeri, panas, dan sakit yang menjalar
dari pangkal kaki sampai ke ujung kaki dan pasien mengatakan nyeri berulang-ulang. Suhu tubuh
klien meningkat, berat badan mulai menurun, dan tidak ada nafsu.

3.1.4 Riwayat penyakit keluarga

Dari hasil wawancara dengan Ibu pasien, diketahui bahwa keluarga tidak memiliki
riwayat penyakit kulit. Keluarga juga tidak memiliki alergi terhadap makanan atau benda yang
lainnya.

3.1.5 Riwayat Penyakit Sebelumnya


a) penyakit yang pernah dialami

klien sering mengalami demam tinggi beberapa waktu lalu

b) pengobatan/ tindakan yang dilakukan

klien hanya berobat di puskesmas

c) alergi

klien mengatakan tidak ada alergi baik obat-obatan, makanan dan minuman.

3.1.6 Riwayat Sosial

Klien sehari-hari berjulan sayur mayur di pasar. Tempat berjualan klien kotor banyak
nyamuknya, air yang selalu menggenang, dan jika terjadi hujan keadaan jalan akan banjir.

3.1.7 Riwayat Tumbuh Kembang Kulit

Kulit kaki pasien sebelah kiri terlihat lebih gelap dari pada sebelah kanan, kaki kiri tidak
terdapat tahu lalat (Keratosis sebororrohoica), terdapat kista sebasea di kulit kaki sebelah kiri,
tidak terdapat keloid

3.2 Pola fungsi kesehatan

1. pola persepsi dan tata laksana kesehatan


pasien biasa makan makanan di warung dekat took jualan sayurnya, pasien biasa
mandi 2 kali sehari, pasien tidak merokok tapi pasien jarang berolahraga

2. pola nutrisi dan metabolisme


pasien tidak terlalu memperhatikan 4 sehat 5 sempurna karena keterbatasan
ekonomi.

3. pola eliminasi
pola BAB dan BAK pasien teratur, setiap pagi pasien BAB pasien juga bak 7 kali
sehari.

4. pola aktivitas
penderita biasanya mengalami keterbatasan aktivitas dikarenakan kaki sebelah
kiri membesar dan nyeri, biasanya pasien beraktivitas pada pukul 04.00 WIB di pasar
untuk berjualan.

5. pola istirahat dan tidur


biasanya pasien tidak tidur siang namun tidur malam pukul 20.00 atau 21.00.
namun setelah kaki bengkak dan nyeri, pasien terkadang tidak bisa tidur sampai larut
malam.

6. pola kognitif dan persepsi sensori


pasien tidak memahami penyakit yang sedang di derita pasien, pasien hanya
memahami bahwa kakinya bengkak dan nyeri, pasien juga sering bertanya ketika
dilakukan pemeriksaan biopsi kulit dan tidak memahami tentang pemeriksaan yang akan
dijalaninya.

7. pola konsep diri


penderita takut akan penyakit yang dialaminya. Pasien takut kakinya diamputasi.
Pasien juga sangat kawatir akan pemeriksaan biopsi yang akan dilakukan.

8. pola hubungan peran


istri pasien selalu mendampingi pasien di ruangannya dan selalu memberikan
semangat, kedua anaknya juga sering mengunjungi pasien dirungannya.

9. pola seksual-seksualitas
selama sakit pasien tidak terdapat gangguan dalam hubungan reproduksi sosial.

10. pola mekanisme koping


keluarga pasien selalu memberikan dukungan dan semangat untuk sembuh.

11. pola nilai dan kepercayaan


pasien selalu optimis dan berdoa agar penyakit yang diderita dapat sembuh.

3.3 pemeriksaan fisik

 Keadaan umum : status gizi pasien menurun, personal hygine kurang baik, berat badan
menurun, suhu tinggi, tekanan darah meningkat, kulit terlihat kering terutama pada kaki
sebelah kiri kulit terlihat kering dan berbintik bintik.
3.4 pemeriksaan body system

1. System pernafasan

biasanya tidak ditemukan gangguan pada system pernafasan.

Inspeksi : Bentuk dada simetris tidak ada lesi, pasien tidak ada batuk dan terdapat

penggunaan otot bantu pernafasan

Palpasi : Tidak teraba benjolan, krevitasi tidak ada, tactil premitus klien normal

Perkusi : Disaat perkusi sonor

Auskultasi : Suara nafas vesikuler

2. System kardiovaskular

Pada penyakit filariasis biasanya Perubahan TD, menurunnya volume nadi perifer,
perpanjangan pengisisan kapiler.

Inspeksi : Bentuk jantung tidak simetris, tidak ada lesi, pasien tidak ada lesi

Palpasi : Tidak teraba benjolan, krevitasi tidak ada, tactil fremitus klien normal

Perkusi : Perkusi terdapat bunyi pekak

Auskultasi : bunyi jantung normal Lub Dub

3. Sistem Persyarafan

Syaraf kranial : atrofi otot sternokleidomastoideus dan trapezius bilateral dan unilateral
Sistem motorik : pemeriksaan tonus otot, pasien mengalami kesulitan untuk menekuk dan
meluruskan sendi lutut

4. Sistem perkemihan

Pada sistem perkemihan pasien tidak memiliki perubahan

5. System pencernaan

Inspeksi :

1. Warna feses :kuning

2. Bentuk feses : lunak

3. Bau feses : khas

Auskultasi :

1. Bunyi abnormal saat BAB : tidak ada

2. System integument : Sistem integumen tidak mengalami kelainan

7. Abdomen

Inspeksi : tidak terdapat lesi, dan perut pasien tidak membuncit.

Auskultasi : bising usus normal ( 6 – 12 x/ menit)

Palpasi : tidak teraba masa

Perkusi : perkusi terdengar tympani

8. System endokrin

Tidak ada perubahan


9. System reproduksi

Tidak ada perubahan

10. System musculoskeletal

Tonus otot buruk, terdapat ke kakuan sendi dan dan kekuatan otot 2 yaitu gerakan otot penuh
melawan gravitasi, dengan topangan

3.5 pemeriksaan diagnostic

Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

1) Penyakit kaki gajah ini umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis darah,
sampai saaat ini hal tersebut masih dirasakan sulit dilakukan karena microfilaria hanya
muncul dan menampilkan diri dalam darah pada waktu malam hari selama beberapa jam
saja (nocturnal periodicity).

2) Selain itu, berbagai method pemeriksaan juga dilakukan untuk mendiagnosa penyakit
kaki gajah. Diantaranya ialah dengan system yang dikenal sebagai penjaringan membran,
metode konsentrasi knott dan teknik pengendapan.

3) Metode pemeriksaan yang mendekati kearah diagnose dan diakui oleh WHO dengan
pemeriksaan system “tes kartu”, hal ini sangatlah sederhana dan peka untuk mendeteksi
penyebaran parasit (larva). Yaitu dengan mengambil sample darah system tusukan jari
droplests diwaktu kapanpun, tidak harus dimalam hari.