Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.

1 2013

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENYIAR RADIO


TERBAIK

Rika Yunitarini
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik,Universitas Trunojoyo Madura
Jl. Raya Telang Po.Box 2 Kamal
Email: rika_yunitarini@yahoo.com

ABSTRAK
Radio merupakan salah satu sarana informasi dan hiburan bagi masyarakat.Penyiar radio sebagai salah satu
unsur penting dalam suatu radio sangat menentukan penyampaian informasi maupun hiburan kepada
pendengar.Reward ataupun pembinaan keahlian dan ketrampilan dapat menjadi motivasi ataupun
penghargaan bagi kerja penyiar. Oleh Karena itu perlu adanya suatu sistem yang membantu kerja program
director dalam memilih seorang penyiar radio yang dapat dikategorikan sebagai penyiar radio terbaik
berdasarkan kriteria-kriteria yang ada.Dari permasalahan tersebut maka dibuatlah sistem yang dapat
mengakomodir semua faktor kriteria.Perhitungan penilaian kriteria menggunakan metode SMART ini
disebabkan karena pendekatan SMART (Simple multi atribut rating technique) ini dapat bekerja pada situasi
yang kompleks dan memungkinkan untuk melakukan suatu analisa dengan data yang minimum. Untuk
implementasi pada penelitian ini digunakan bahasa pemrograman Borland Delphi dengan SQL Server
sebagai basis datanya. Hasil atau keluaran berupa report atau laporan nilai untuk penyiar radio terbaik Radio
Delta FM Surabaya berdasarkan kriteria maupun sub kriteria yang telah ditentukan.

Kata Kunci: Sistem pendukung keputusan,SMART (simple multi-atributrating technique),penyiar radio


.

ABSTRACT
Radio was one of information and entertainment media for people. It needs a system to assist program
director to choose one of the best radio announcer based on criteria.Based on the problem, it built a system
that can manage the criteria. Criteria assesment based on SMART method, because this method can apply in
a complex situation and can do analyze with minimum data. Implementation of this system is using
programming language Borland Delphi with SQL Server as database management system. The output is
scoring report for each radio announcer based on criteria.

Key Words: Decision Support System, SMART (simple multi-atributrating technique), Radio
announcer
.

43
Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1 2013

1. Pendahuluan latar belakang diatas, muncul beberapa


permasalahan antara lain bagaimana
Kemajuan teknologi informasi sebagai membuat suatu sistem untuk pemilihan
pengelolaan informasi yang baik akan penyiar radio terbaik yang didasarkan pada
sangat bermanfaat agar informasi tersebut beberapa kriteria dan sub kriteria dan
dapat digunakan pada waktu yang tepat bagaimana membuat suatu sistem yang
secara efektif dan efisien. Dalam situasi menggunakan perhitungan dengan metode
tersebut, seseorang dituntut mampu SMART. Adapun tujuan dari penelitian ini
mengambil keputusan dengan cepat dan adalah membuat suatu sistem pendukung
tepat sehingga dapat memberikan keputusan untuk pemilihan penyiar radio
keputusan bagi dirinya dan orang lain. Bagi terbaik yang didasarkan pada beberapa
perusahaan yang bergerak di bidang kriteria dan sub kriteria yang menggunakan
informasi dan hiburan seperti radio Delta perhitungan dengan metode SMART.
FM untuk memilih penyiar radio terbaik
tidaklah mudah,karena dalam proses Dalam perancangan dan pembuatan sistem
pemilihan memiliki kriteria-kriteria tertentu pendukung keputusan pemilihan penyiar
yang perlu diperhatikan. Untuk itu seorang radio terbaik ini, memiliki beberapa batasan
program director dalam Perhitungan masalah yaitu:
penilaian terhadap kriteria harus benar- 1. Pembuatan sistem pendukung
benar relevan karena pada dasarnya akan keputusan yang dibahas merupakan
berpengaruh pada hasil akhirnya. Kriteria perangkat lunak yang spesifik untuk
menunjukkan definisi masalah dalam mendukung pengambilan keputusan dalam
bentuk yang kongkret dan kadang-kadang proses pemilihan penyiar radio terbaik
dianggap sebagai sasaran yang akan Radio Delta FM.
dicapai. Analisis atas kriteria penilaian 2. Dalam penelitian ini lebih ditekankan
dilakukan untuk memperoleh standar pada pengembangan Sistem Pendukung
pengukuran, untuk kemudian dijadikan Keputusan itu sendiri, sedangkan untuk
sebagai alat dalam membandingkan penilaian-penilaian subkriteria yang
berbagai alternatif. Harus diingat bahwa ditetapkan didasarkan pada data penilaian
kriteria dan arti pentingnya akan yang dilakukan atau dimiliki oleh pihak
menentukan hasil evaluasi terutama jika program director.
proses perbandingan benar-benar 3. Sistem yang akan dibuat menggunakan
terkuantifikasi dan terstruktur. Pengolahan metode SMART.
data dalam sistem ini menggunakan data 4. Studi kasus untuk pembuatan sistem
atau pengukuran kualitatif dan kuantitatif. ini yaitu di Radio Delta FM Surabaya.
Pendekatan kuantitatif pada dasarnya 5. Keluaran atau implementasi dari
merupakan upaya penggambaran dunia sistem ini berupa akan ditampilkan laporan
nyata melalui bentuk-bentuk matematis dan report hasil usulan keputusan berupa nama
dilakukan melalui pendekatan pemodelan penyiar yang berbasis desktop.
secara matematis 6. Adapun kriteria yang digunakan
meliputi prestasi kerja,sikap dalam bekerja,
Pada proses pemilihan penyiar radio terbaik banyak pendengar, disiplin, announcing
akan dilakukan penilaian berdasarkan skill, kreatifitas, sense of music, kerjasama
kriteria-kriteria yang telah ditentukan. dan keandalan. Untuk subkriteria meliputi
Penilaian yang dilakukan secara manual kemauan dan semangat, kehadiran dan
yang akan dikelola menimbulkan kesulitan ketepatan waktu, kualitas bicara, kualitas
dalam hal waktu pengambilan keputusan. penyampaian, proses belajar, menghasilkan
Untuk mengatasi kesulitan tersebut, sebuah ide-ide baru, mencoba hal–hal baru,
Sistem Pendukung Keputusan merupakan pengetahuan musik, komposisi/urutan lagu,
solusi yang mampu menganalisa terhadap bertukar pikiran, kerajinan, berbagi
masalah pemilihan penyiar radio terbaik di tugas,tanggung jawab atas tugas,
Radio Delta FM khususnya dalam kekompakan dan tingkat kepercayaan.
pengambilan keputusan dengan
mengunakan metode SMART (Simple
Multi-Atribute Rating Technique). Dari
44 | P a g e
Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1 2013

2. Tinjauan Pustaka berbeda dan saling berkait bekerja sama


untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan
Dalam Jurnal sistem pendukung informasi adalah data/fakta yang telah
pengambilan keputusan pemilihan ponsel diproses dan telah memiliki arti yang
dengan metode SMART [8] dijelaskan bermanfaat terutama dalam kebutuhan
bahwa Telepon Seluler (Ponsel) merupakan komunikasi. Jadi sistem informasi
salah satu media komunikasi yang sedang mencakup sejumlah komponen (manusia,
berkembang pesat dan banyak digunakan di komputer, teknologi informasi, dan
kalangan masyarakat umum. Tidak semua prosedur kerja), ada sesuatu yang
orang mengetahui tentang kekurangan dan diproses(data menjadi informasi), dan
keunggulan yang ada pada suatu jenis dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran
ponsel. Banyak konsumen awam yang akan atau tujuan.
membeli ponsel merasa kebingungan untuk
menentukan suatu ponsel yang sesuai B. Definisi Pengambilan Keputusan
dengan kriteria-kriteria yang diinginkan. Pengambilan keputusan merupakan [7]
Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang proses pemilihan alternatif tindakan untuk
dapat membantu konsumen dalam mencapai tujuan atau sasaran tertentu.
mengambil keputusan untuk membeli Pengambilan keputusan dilakukan dengan
ponsel yang sesuai dengan apa yang mereka pendekatan sistematis terhadap
inginkan, dan jenis ponsel yang sesuai permasalahan melalui proses pengumpulan
dengan kriteria-kriteria tersebut. Dalam data menjadi informasi serta ditambah
jurnal yang lain dengan judul sistem dengan faktor-faktor yang perlu
pendukung keputusan anggota kepolisian dipertimbangkan dalam pengambilan
terhadap calon seleksi alih golongan keputusan.
menggunakan metode SMART [9]
dipaparkan bahwa pada instansi kepolisian C. Jenis Keputusan
sangat penting dalam peningkatan SDM, Keputusan-keputusan yang dibuat pada
dikarenakan polisi adalah pengayom dan dasarnya dikelompokkan dalam 2 jenis,
pelindung masyarakat, maka diperlukan antara lain [6]:
kenaikan golongan agar dapat menjalani 1. Keputusan Terprogram
fungsi dan tugas pokok kepolisian dengan Keputusan ini bersifat berulang dan rutin,
baik. Dalam mencari peningkatan SDM sedemikian hingga suatu prosedur pasti
maka di dalam kepolisian ada yang disebut telah dibuat menanganinya sehingga
dengan Seleksi Alih Golongan (SAG), keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan
dimana seorang panitia seleksi setiap tahun de novo (sebagai sesuatu yang baru) tiap
nya mengadakan seleksi alih golongan, kali terjadi.
maka dari itu, perlu dibuat sebuah sistem 2. Keputusan Tak Terprogram
pendukung keputusan untuk pemilihan Keputusan ini bersifat baru, tidak
calon seleksi alih golongan. terstruktur dan jarang konsekuen. Tidak ada
metode yang pasti untuk menangani
Menurut penulis, dengan adanya kasus masalah ini karena belum ada sebelumnya
diatas, maka metode yang cocok untuk atau karena sifat dan struktur persisnya tak
menyelesaikan masalah terhadap kasus terlihat atau rumit atau karena begitu
tersebut adalah SMART. Dengan beberapa pentingnya sehingga memerlukan perlakuan
jurnal di atas dapat dibandingkan bahwa yang sangat khusus.
sistem pendukung keputusan dengan obyek
penyiar radio masih belum ada dan metode D. Definisi Sistem Pendukung Keputusan
SMART dapat diaplikasikan untuk berbagai Menurut Herbert A.Simon [6] :“ Sistem
kasus pengambilan keputusan termasuk Pendukung Keputusan merupakan
pemilihan penyiar radio. penggabungan sumber–sumber kecerdasan
individu dengan kemampuan komponen
A. Definisi Sistem Informasi untuk memperbaiki kualitas keputusan.
Dilihat dari segi arti kata, sistem informasi Sistem Pendukung Keputusan juga
berarti [4]: sistem adalah beberapa merupakan sistem informasi berbasis
komponen yang memiliki fungsi yang
45 | P a g e
Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1 2013

komputer untuk manajemen pengambilan alternatif. Model yang digunakan dalam


keputusan yang menangani masalah– SMART yaitu:
masalah semi struktur”.Dengan pengertian
diatas dapat dijelaskan bahwa sistem Maximaze ∑ ,
pendukung keputusan bukan merupakan Teknik Metode SMART
alat pengambilan keputusan, melainkan Adapun teknik atau langkah-langkah dalam
merupakan sistem yang membantu proses SMART, antara lain :
pengambil keputusan dengan melengkapi 1. Identifikasi user yang nantinya
mereka dengan informasi dari data yang bertanggung jawab dalam mengambil
telah diolah dengan relevan dan diperlukan keputusan.
untuk membuat keputusan tentang suatu 2. Identifikasi Permasalahan yang ada
masalah dengan lebih cepat dan akurat. Dengan melihat akar permasalahan
Sehingga sistem ini tidak dimaksudkan dan batasan-batasan yang ada agar
untuk menggantikan pengambilan nantinya tidak menyimpang dari tujuan
keputusan dalam proses pembuatan yang ingin dicapai.
keputusan. 3. Identifikasi alternatif yang ada untuk
mencapai tujuan dari sistem yang akan
E. Metode SMART (Simple Multi-Atribute dibuat.
Rating Technique) 4. Identifikasi kriteria-kriteria yang akan
SMART merupakan metode dalam mendukung pengambilan keputusan
pengambilan keputusan multiatribut.Teknik 5. Memberikan peringkat atau bobot
pengambilan keputusan multiatribut ini untuk setiap kriteria. Pemberian
digunakan untuk mendukung pembuat peringkat atau bobot ini ditentukan
keputusan dalam memilih beberapa oleh user dan sistem akan memberikan
alternatif.Setiap pembuat keputusan harus bobot skala default dari peringkat yang
memiliki sebuah alternatif yang sesuai dimasukkan.
dengan tujuan yang dirumuskan.Setiap 6. Memberikan penilaian setiap kriteria
alternatif terdiri dari sekumpulan atribut untuk setiap alternatif. Juga dilakukan
dan setiap atribut mempunyai nilai- oleh user dimana penilaian setiap
nilai.Nilai ini dirata-rata dengan skala kriteria dapat bersifat kualitatif
tertentu.Setiap atribut mempunyai bobot maupun kuantitatif untuk setiap
yang menggambarkan seberapa penting alternatifnya.
skala tertentu. Setiap atribut mempunyai 7. Mengembangkan Single-Atribute
bobot yang menggambarkan seberapa Utilities yang mencerminkan seberapa
penting suatu atribut dibandingkan dengan baik setiap alternatif dilihat dari setiap
atribut lain. Pembobotan dan pemberian kriteria. Tahap ini adalah memberikan
peringkat ini digunakan untuk menilai suatu nilai pada semua kriteria untuk
setiap alternatif agar diperoleh alternatif setiap alternatif dengan nilai yang
terbaik. berskala 0 sampai 1.
8. Menghitung penilaian terhadap setiap
SMART mengunakan linier adaptif model alternatif
untuk meramal nilai setiap
alternatif.SMART lebih banyak digunakan Kelebihan Metode SMART
karena kesederhanaannya dalam merespon SMART memiliki beberapa kelebihan
kebutuhan pembuat keputusan dan caranya dibandingkan dengan metode pengambilan
menganalisa respon.Analisis yang terbaik keputusan yang lain yaitu :
adalah transparan sehingga metode ini 1. Mungkin melakukan penambahan /
memberikan pemahaman masalah yang pengurangan alternatif Pada metode
tinggi dan dapat diterima oleh pembuat SMART penambahan atau pengurangan
keputusan.Pembobotan pada SMART alternatif tidak akan mempengaruhi
mengunakan skala 0 sampai 1, sehingga perhitungan pembobotan karena setiap
mempermudah perhitungan dan penilaian alternatif tidak saling bergantung
perbandingan nilai pada masing-msing 2. Sederhana

46 | P a g e
Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1 2013

Perhitungan pada metode SMART lebih 4. Indeks : File – file tambahan yang
sederhana sehingga tidak diperlukan meningkatkan kecepatan akses dari baris-
perhitngan matematis yang rumit dengan baris tabel.
pemahaman matematika yang kuat 5. View : Menyediakan cara melihat data
3. Transparan yang berbeda di dalam satu atau lebih tabel.
Proses dalam menganalisa alternatif dan 6. Stored Procedure : Program–program
kriteria dalam SMART dapat dilihat oleh Transact-SQL yang disimpan didalam
user sehingga user dapat mamahami server yang menjalankan tugas–tugas yang
bagaimana alternatif tertentu dapat dipilih. telah ditentukan
Alasan-alasan bagaimana alternatif itu
dipilih dapat dilihat dari prosedur-prosedur G. Borland Delphi 7.0
yang dilakukan dalam SMART mulai dari Delphi adalah software buatan Borland
penentuan kriteria, pembobotan, dan yang sangat populer, yaitu sebuah bahasa
pemberian nilai pada setiap alternatif. pemrograman , language development,
4. Fleksibelitas Pembobotan aplikasi untuk membuat aplikasi. Delphi
Pembobotan yang dipakai di dalam motode digunakan untuk membangun aplikasi
SMART ada 3 jenis yaitu pembobotan windows, aplikasi grafis, aplikasi visual,
secara langsung (direct weighting), bahkan aplikasi jaringan (client/server)dan
pembobotan swing (swing weighting), berbasis internet [3].
pembobotan centroid (centroid weighting).
Konsep dasar Pemrograman Delphi :
F. SQL Server a. Form
SQL Server adalah sebuah database Semua program windows memiliki form
relasional yang dirancang untuk dan form adalah komponen utama dalam
mendukung aplikasi dengan arsitektur pengembangan aplikasi karena form
client/server dimana database terdapat pada merupakan induk dari semua
komputer pusat yang disebut server, dan komponen.form merupakan tempat
informasi digunakan bersama – sama oleh komponen – komponen lain diletakkan,
beberapa user yang yang menjalankan seperti button, combobox, listbox, atau
aplikasi didalam komputer lokalnya yang editbox.
disebut dengan client arsitektur semacam b. Properti
ini memberikan integritas data yang tinggi Sebuah objek diakses melalui
karena semua user bekerja dengan propertinya.Properti dari objek Delphi
informasi yang sama. Melalui aturan aturan mempunyai nilai yang dapat diubah pada
bisnis, kendali diterapkan kepada semua saat aplikasi dijalankan, anda harus
user mengenai informasi yang ditambahkan menuliskan sedikit program.
ke dalam database [5]. Database SQL c. Komponen Delphi
Server dibagi kedalam beberapa komponen Dukungan Delphi terhadap aplikasi
logikal, seperti misalnya tabel, view, dan database merupakan salah satu fitur kunci
elemen–elemen lain yang terlihat oleh user. lingkungan pemrograman. Delphi
memberikan seperangkat komponen serta
SQL Server 7.0 mempunyai beberapa pelengkap lainnya sehingga pembuatan
komponen yaitu: aplikasi database menjadi lebih mudah,
1. Database : mengandung objek – objek bahkan untuk pemula sekalipun.(Andi,
yang digunakan untuk mewakili, 2004).
menyimpan, dan mengakses data.
2. Tabel : menyimpan baris – baris atau H. Profil Radio Delta FM Surabaya
record – record data dan hubungannya Tumbuhnya kota Surabaya menjadi kota
dengan tabel lain. metropolitan kedua setelah Jakarta telah
3. Database Diagram : secara grafis menjadikan kota Surabaya sebagai market
menampilkan objek database, sehingga potensial bagi bisnis radio siaran swasta,
dapat dimanipulasi tanpa menggunakan bidang yang kami geluti dengan serius
bahasa Transact-SQL sejak 1978, saat berdirinya Radio Delta FM
Jakarta. Dalam perkembangannya usaha

47 | P a g e
Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1 2013

radio Delta FM Jakarta untuk melayani Keputusan merupakan solusi yang mampu
target audience 30-50 AB telah menyentuh menganalisa terhadap masalah pemilihan
dimensi usaha radio network, sehingga pada penyiar radio terbaik di Radio Delta FM.
tahun 2000, tepatnya pada bulan Oktober, 2. Penentuan Kebutuhan Sistem
komitmen tersebut diwujudkan di depan Pada tahap ini analisa sistem, tujuan, atau
Notaris sebagai tanda lahirnya Radio Delta fungsi yang akan dilakukan sistem lebih
FM berikutnya di luar Jakarta. Itulah bukti dalam lagi untuk memperkecil kesalahan
kesungguhan kami untuk mewujudkan cita- yang mungkin terjadi. Seperti kebutuhan
cita menjadi radio jaringan terbaik di berupa analisis user, analisis data input, dan
Indonesia dalam segala hal. Kemudian analisis data output.
tanggal 9 April 2004 Radio Delta FM 3. Studi Literatur
mengudara untuk pertama kalinya di kota Mengumpulkan dan mempelajari literatur –
Surabaya. Berdirinya Radio Delta FM di literatur yang terkait dengan perumusan
kota Surabaya dimaksudkan untuk untuk masalah untuk perancangan sistem yang
memberikan siaran radio yang memiliki ada. Antara lain tentang sistem pendukung
nilai manfaat bagi segmen pendengar 30 – keputusan dan metode SMART sebagai
50 tahun AB dan masyarakat Surabaya metode pengambilan keputusan.
pada umumnya. Manfaat tersebut adalah 4. Desain sistem
nilai-nilai dalam kehidupan sosial Pada tahap ini ditentukan konfigurasi yang
masyarakat seperti nilai moral, spiritual, dibutuhkan oleh sistem dan metode yang
budaya, etika, seni, hingga kesehatan. digunakan dalam mengambil keputusan.
5. Evaluasi
3. Metodologi Penelitian Pada tahap ini dilakukan pengujian dari
kinerja sistem, mencari dan memperbaiki
Untuk memperoleh data di dalam error yang terjadi
penyusunan penelitian kali ini, maka 6. Dokumentasi
digunakan beberapa metode diantaranya : Pada tahap ini dilakukan penyusunan
1. Perumusan Masalah dokumentasi pengembangan sistem
a) Melakukan survey lapangan dengan pendukung keputuan pemilihan penyiar
observasi langsung ke Radio Delta FM radio terbaik.
Surabaya.
b) Melakukan wawancara dengan berbagai 4. Pengujian Dan Pembahasan
narasumber terkait, khususnya program
director dari radio Delta FM Surabaya, A. Deskripsi sistem
terkait parameter-parameter apa saja yang Dalam proses pemilihan penyiar radio
mempengaruhi penentuan pemilihan terbaik tidaklah mudah,karena
penyiar radio terbaik. mempertimbangkan kriteria-kriteria antara
c) Mengumpulkan data – data lain internal maupun eksternal.Untuk
Data-data yang dikumpulkan antara lain penilaian terhadap kriteria biasa
data alternatif calon penyiar yang akan menggunakan pendekatan tertentu sehingga
dinilai, data kriteria-kriteria yang prosesnya terlampau panjang,timbul
berpengaruh dalam penentuan sistem kebosanan,ketidak sabaran dan yang paling
pendukung keputusan pemilihan penyiar merugikan adalah timbulnya ketidak
radio terbaik. konsistennya di dalam prosesnya.Maka
d) Membuat perumusan masalah dibuatlah suatu sistem yang dapat
Berdasarkan latar belakang permasalahan mengakomodir semua faktor kriteria.
yang dialami di Radio Delta FM Surabaya Sedangkan di radio Delta FM Surabaya
tentang proses pemilihan penyiar radio belum tersedianya sistem tersebut.
terbaik akan dilakukan penilaian
berdasarkan kriteria-kriteria yang telah Sistem pendukung keputusan merupakan
ditentukan. Penilaian yang dilakukan secara sistem yang sesuai untuk mengatasi
manual yang akan dikelola menimbulkan permasalahan tersebut,karena dalam sistem
kesulitan dalam hal waktu pengambilan pendukung keputusan memiliki proses
keputusan. Untuk mengatasi kesulitan perhitungan penilaian kriteria menggunakan
tersebut, sebuah Sistem Pendukung metode SMART yang dapat bekerja pada
48 | P a g e
Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1 2013

situasi yang kompleks dan memungkinkan 2.Tim Penilai : Bertugas untuk menghitung
untuk melakukan suatu analisa dengan data bobot kriteria dengan metode SMART,
yang minimum, sehingga dalam melakukan penilaian alternatif setiap kriteria,penilaian
proses pemilihan menjadi lebih efisien dan utility dan penilaian akhir dan membuat
efektif tentunya menghasilkan keputusan report penyiar terbaik.
yang lebih cepat, tepat dan seobyektif 3.Manager : Bertugas untuk melihat report
mungkin. hasil penyiar radio terbaik

B. Analisis Kebutuhan C. Use Case Diagram


Data Inputan, meliputi : Pada rancangan sistem pendukung
1. Data-data penyiar diperoleh dari bagian keputusan pemilihan penyiar radio terbaik
personalia meliputi nama-nama penyiar, yang dibuat, terdapat dua aktor yang terlibat
alamat, tanggal lahir, no.telepon. yaitu user (Tim penilai) dan administrator
2. Data-data kriteria penyiar diperoleh dari (program director).Adapun aktoraktor
bagian program director meliputi Kriteria tersebut berinteraksi dengan sistem melalui
internal dan eksternal. fungsi-fungsi yang dimiliki oleh sistem.
3. Data-data nilai diperoleh dari bagian tim Hubungan antara aktor dengan use case
penilai meliputi hasil penilaian/perhitungan dapat dilihat lebih jelas pada Gambar 1
alternatif setiap kriteria,penilaian utility,dan
penilaian akhir.
4. Data-data Bobot diperoleh dari bagian
tim penilai meliputi pembobotan kriteria
dengan metode SMART

Data output, meliputi :


1. Keluaran berupa report hasil usulan
keputusan berupa nama penyiar radio
terbaik
2. Keluaran berupa tabel penilaian dari hasil
penilaian alternatif setiap kriteria
3. Keluaran berupa tabel perhitungan dari
hasil pembobotan kriteria dengan metode
SMART

Analisis Proses, meliputi :


1. Pengentrian data-data penyiar radio
dinputkan kedalam database
2. Pengentrian data-data kriteria baik
internal maupun eksternal diinputkan
kedalam database.
3. Melakukan pembobotan setiap kriteria-
kriteria yang ada dengan menggunakan Gambar 1. Diagram use case SPK Pemilihan
metode SMART. penyiar radio terbaik
4. Penilaian alternatif-alternatif untuk setiap
kriteria setelah pembobotan kriteria D. CDM (Conceptual Data Model) dan
dilakukan. PDM(Physical Data Model)
5. Penilaian Utility dikerjakan setelah CDM(Conceptual Data Model) merupakan
penilaian alternatif selesai desain database secara konseptual melalui
entity apa saja yang digunakan serta
Analisis User, meliputi : hubungan antara entity yang ada.
1.Program Director : Bertugas untuk Pemodelan konseptual ini membutuhkan
memasukkan atau menginput data-data table yang digunakan untuk menyimpan
penyiar,data-data kriteria penyiar dan data- data yang ada.Adapun CDM dari SPK
data sub kriteria. dijelaskan melalui Gambar 2.

49 | P a g e
Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1 2013

Gambar 4. Implementasi antar muka Halaman


untuk login Program Director

Prosesnya dengan mengisi data-data yang


akan ditambahkan lalu klik tambah dan
untuk menampilkan isi id terlebih dahulu
lalu klik tampilkan,kemudian, untuk proses
meng-update data seperti mengedit data
maka masuk data yang akan diupdate lalu
Gambar 2. CDM Pemilihan penyiar radio klik update secara otomatis data akan ter-
terbaik update. Sama halnya dengan menghapus
data cukup masukkan id penyiar yang akan
E. PDM (Physical Data Model) dihapus lalu klik delete secara otomatis data
PDM merupakan desain database secara akan terhapus seperti yang ditunjukkan
fisik, artinya pemodelan ini pada Gambar 4. Kemudian pada Gambar 5,
mengimplementasikan table secara fisik Gambar 6, dan Gambar 7 merupakan
dan dibuat berdasarkan pada pemodelan implementasi penilaian dengan metode
konseptual. Dalam pemodelan fisik SMART hingga mengeluarkan laporan
digambarkan bagaimana proses relasi dari berupa daftar penyiar terbaik.
beberapa tabel seperti pada Gambar 3.

Gambar 5. Implementasi antar muka halaman


untuk Manajemen Data Penyiar

Gambar 3. PDM SPK Pemilihan penyiar radio Gambar 5 di atas merupakan implementasi
terbaik antar muka untuk melakukan penambahan,
penghapusan serta pengubahan data
Halaman untuk login Program Director penyiar. Data penyiar ini meliputi data-data
Program Director dapat melakukan login atribut yang menjelaskan penyiar tersebut
dengan menuliskan username berupa nama yang nantinya akan diberikan masing-
dan password seperti Gambar 4. masing nilai.

50 | P a g e
Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1 2013

5. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil
pembuatan program aplikasi desktop untuk
sistem pendukung keputusan pemilihan
penyiar radio terbaik menggunakan metode
SMART adalah :
1. Dalam pembuatan Sistem Pendukung
Keputusan ini dapat mempercepat kerja
Tim Penilai dalam proses pemilihan penyiar
radio terbaik yang didasarkan pada
beberapa kriteria dan sub kriteria khususnya
untuk Radio Delta FM Surabaya.
2. Dalam pembuatan Sistem Pendukung
Keputusan dengan menggunakan metode
SMART dapat mempermudah untuk
Gambar 6. Implementasi antar muka halaman proses perhitungan pemilihan penyiar radio
untuk penilaian SPK terbaik.
Gambar 6 di atas merupakan implementasi 6. Saran
antar muka untuk proses penilaian Sistem Pendukung Keputusan untuk
pemilihan penyiar radio terbaik dengan
Aplikasi pemilihan penyiar radio terbaik ini
metode SMART. Dalam antar muka di atas
bisa dikembangkan lebih lanjut dengan
terdapat bobot untuk masing-masing
menambahkan menu-menu yang lain yang
kriteria dan sub kriteria yang digunakan lebih kompleks.
untuk menentukan tingkat kepentingan
masing-masing parameter.
Daftar Pustaka
[1] Andi. [2004], Tip dan Trik
Pemrograman Delphi 7.0.
Yogyakarta : Komputer Wahana.
[2] Harliantara. [2000], Proposal
Pendirian PT. Radio Surabaya Cipta
Perdana (Delta FM Surabaya).
Surabaya.
[3] Husni. [2004], Pemrograman
Database dengan Delphi.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
[4] Kadir, Abdul [2003], Pengenalan
Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi
Offset.
[5] Ramalho, Jose. SQL Server 2000.
Jakarta:PT Elex Media Komputindo.
Gambar 7. Implementasi antar muka Halaman [6] Simon, A. H. [1995], Decision
untuk hasil penilaian SPK Support Sistem and Expert Sistem.
Prentice Hall Inc.
Gambar 7 di atas merupakan implementasi
antar muka untuk menampilkan hasil [7] Daihani, D. U. [2001], Komputerisasi
penilaian dengan metode SMART Pengambilan Keputusan. Jakarta:
berdasarkan bobot kriteria yang telah PT.Elex Media Komputindo.
dimasukkan dan masing-masing nilai yang [8] Wulandari, P. [2007], Sistem
dimiliki oleh setiap alternatif penyiar. Pendukung Pengambilan Keputusan
Pemilihan Ponsel Dengan Metode
51 | P a g e
Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1 2013

SMART, [9] Budiman, H. D. [2013], Sistem


http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php Pendukung Keputusan Anggota
?option=com_repository&Itemid=34 Kepolisian Terhadap Calon Seleksi
&task=detail&nim=613041006, Alih Golongan Menggunakan
diakses tanggal 26 November 2013. Metode SMART.
http://repository.upi.edu/, diakses
tanggal 26 November 2013.

52 | P a g e