Anda di halaman 1dari 12

Asuhan Keperawatan Oleh :

Fransiska Oktafiani
pada Anak Todler dengan Diare Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Wilayah Cirebon

di Ruang Ade Irma Suryani


RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon
Latar Belakang

Indonesia negara berkembang


Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat 2016
Banyak penduduk indonesia yang
hidup dibawah garis kemiskinan Provinsi Jawa Barat
Sulit mendapatkan kesehatan 1.084.766 kasus.
Kota Cirebon
Diare
6.303 kasus
Fenomena penanganan diare di Indonesia Kab. Cirebon
Kementerian Kesehatan (2011) sebanyak 35% respondens memberikan oralit,
22% pemberian larutan gula garam (LGG), 61% pemberian sirup atau pil, 32.342
14% diberi obat tradisional, 30% diberi minuman lebih banyak.
“ Definisi Diare
Diare adalah defekasi encer lebih dari tiga kali sehari, dengan atau
tanpa darah dan/atau lendir dalam feses. Secara epidemiologik,
biasanya diare didefinisikan sebagai pengeluaran feses lunak atau cair
tiga kali atau lebih dalam satu hari (Sodikin, 2012: 118).
Etiologi Diare

Menurut Hidayat (2012) :


1. Virus
2. Jamur
3. Alergi makanan
4. Obat-obatan
5. Psikologis
Sedangkan Wong (2009) mengatakan :
1. Makanan dan air yang terkontaminasi
2. Lingkungan yang kurang bersih
3. Hygiene yang buruk
4. Sanitasi yang jelek
Pathway
Pengkajian Keperawatan

1. Identitas pasien
2. Keluhan Utama
Buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali sehari
3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan masa lalu (pasien dan keluarga)
b. Riwayat medis dan pembedahan
c. Riwayat pertumbuhan
d. Penyakit saat ini
Yang ditemukan riwayat penyakit sekarang :
a. Mula-mula anak cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, napsu makan berkurang
b. dan timbul diare.
c. Tinja makin cair dan/atau disertai lendir atau darah.
d. Anus dan sekitarnya timbul lecet.
Lanjutan Pengkajian...
1. Keadaan Umum Suharyono, (1999: 59) dikutip dari Nursalam,
▸Baik sadar (tanpa dehidrasi) Susilaningrum & Utami (2009)
▸Gelisah, rewel (dehidrasi ringan atau sedang)
▸Lesu, lunglai, atau tidak sadar (dehidrasi berat)
2. Berat Badan
Terjadi penurunan berat badan.
3. Kulit
Turgor kulit kembali lambat.
4. Kepala
Anak berusia di bawah 2 tahun biasanya ubun-ubunnya cekung ketika mengalami dehidrasi.
5. Mata
Kelopak mata cekung
6. Mulut dan lidah
mulut dan lidah kering
7. Abdomen
Mungkin mengalami distensi, kram, dan bising usus meningkat.
8. Anus
Iritasi atau lecet
Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan tahun 2016 oleh Wilkinson (2016)
1. Diare berhubungan dengan masuknya patogen dalam saluran pencernaan, makanan atau air
yang terkontaminasi
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan berlebih melalui feses
atau emesis
3. Nyeri akut berhubungan dengan distensi abdomen, peningkatan defekasi
4. Mual berhubungan dengan proses infeksi dan rasa cemas
5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi lapisan rektum akibat feses yang
bersifat asam
6. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kehilangan
cairan melalui feses, masukan yang tidak adekuat
7. Defisiensi pengetahuan (orang tua) berhubungan dengan kurangnya informasi
penyakit,prognosis dan pengobatan
8. Gangguan kenyamanan : mual dan muntah berhubungan dengan proses infeksi saluran cerna
9. Ketakutan berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua, prosedur tindakan
10. Risiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan kekurangan volume cairan
11. Risiko syok berhubungan dengan gangguan sirkulasi darah, kekurangan volume cairan
12. Risiko infeksi berhubungan dengan iritasinya lapisan anus, perdarahan mukosa usus
Intervensi Keperawatan
Oleh Wilkinson (2016)
1. Diare berhubungan dengan masuknya patogen dalam saluran pencernaan,
makanan atau air yang terkontaminasi
► Kaji feses mengenai frekuensi, warna, konsistensi, dan jumlah (ukuran) feses
► Kaji tanda-tanda dehidrasi seperti kesadaran, pernafasan, nadi, turgor kulit, mukosa mulut
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan berlebih melalui
feses atau emesis
► Kaji intake dan output cairan anak dalam 24 jam
► Hitung kebutuhan cairan harian anak berdasarkan berat badan.
3. Nyeri akut berhubungan dengan distensi abdomen, peningkatan defekasi
► Kaji nyeri pada anak dengan menggunakan skala wajah atau skala bergambar lainnya.
► Lakukan perubahan posisi dan anjurkan orang tua untuk masase punggung anak.
4. Mual berhubungan dengan proses infeksi dan rasa cemas
► Catat jumlah, warna dan frekuensi muntah.
► Pantau asupan dan haluaran cairan.
Lanjutan Intervensi...

Oleh Wilkinson (2016)


5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi lapisan rektum akibat feses yang bersifat asam
▸ Observasi tanda-tanda kerusakan integritas kulit
▸ Anjurkan orang tua untuk mengganti popok setiap jam atau basah.
6. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kehilangan
cairan melalui feses, masukan yang tidak adekuat
▸ Kaji status nutrisi pasien dengan menimbang berat badan pasien dan kaji asupan nutrisi dalam 24 jam.
▸ Berikan makanan dalam porsi sedikit tapi sering.
7. Defisiensi pengetahuan (orang tua) berhubungan dengan kurangnya informasi penyakit, prognosis dan
pengobatan
▸ Kaji tingkat pengetahuan pasien atau orang tua terhadap penyakit maupun terapi yang dilakukan.
▸ Berikan penyuluhan mengenai penyakit dan kondisi anak.
8. Gangguan kenyamanan : mual dan muntah berhubungan dengan proses infeksi saluran cerna
▸ Kaji sumber ketidaknyamanan (misalkan demam, mual, muntah).
▸ Memfasilitasi dukungan untuk pasien oleh keluarga ataupun teman.
Lanjutan Intervensi...

Oleh Wilkinson (2016)


9. Ketakutan berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua, prosedur tindakan
▸ Kaji respon takut subjektif dan objektif pasien.
▸ Lakukan terapi bermain
10. Risiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan kekurangan volume cairan
▸ Pantau tanda dan gejala ketidakseimbangan elektrolit
▸ Catat asupan dan haluaran secara akurat.
11. Risiko syok berhubungan dengan gangguan sirkulasi darah, kekurangan volume cairan
▸ Observasi intake dan output cairan.
▸ Pantau tanda-tanda vital.
12. Risiko infeksi berhubungan dengan iritasinya lapisan anus, perdarahan mukosa usus
▸ Pantau tanda dan gejala infeksi
▸ Anjurkan keluarga untuk menjaga personal hygiene
Terima Kasih