Anda di halaman 1dari 12

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Tempat Penelitian

Ungaran adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang yang

memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Wisata alam dan wisata kulinernya

pun tidak kalah menariknya dengan wisata di daerah Semarang lainnya sehingga

wilayah tersebut dapat dijadikan salah satu tujuan wisatawan asing maupun

domestik. Namun hal tersebut tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum

sehingga menjadi sebuah kendala untuk berkembangnya wilayah tersebut.

Desa Langensari Kecamatan Ungaran memiliki luas wilayah 940,268

hektar yang terdiri dari rumah, sawah, pekarangan, tanah dan lain-lain. Desa

Langensari memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.294 orang yang terbagi

menjadi 6 dukuh,3 RW dan 43 RT. Dari jumlah penduduk tersebut terdiri 1.714

penduduk laki-laki dan 1.580 penduduk perempuan.

Bidan Praktek Mandiri (BPM) Heni Suharni Desa Langensari terletak di

RT 05 RW 03 Desa Langensari Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang adalah

salah satu klinik bersalin milik perseorangan yang dikelola secara mandiri.

Adapun jenis pelayanan kesehatan yang diberikan BPM Heni Suharni Desa

Langensari yaitu: 1) Ante Natal Care (ANC), pelayanan ini bisa didapatkan setiap

hari; 2) Intra Natal Care (INC); 3) Post Natal Care; 4) Imunisasi; 5) Keluarga

Berencana; 6) Pengobatan anak, balita, dewasa, dan orang tua.


Adapun sarana dan prasarana yang tersedia di B BPM Heni Suharni Desa

Langensari adalah ruang KIA dengan 2 tempat tidur periksa, 1 ruang persalinan, 1

ruang tempat pencucian perlengkapan pasien dan alat-alat dan 2 ruang perawatan

zaal dengan 4 tempat tidur. Sedangkan untuk prasarana meliputi partus set,

resusitasi set, dan Incubator. Sumber tenaga kesehatan yang mendukung

operasional BPM Heni Suharni Desa Langensari adalah bidan sebanyak 1 orang,

Asisten bidan ada 2 orang, pekarya ada 1 orang dan 1 orang tenaga administrasi.

B. Hasil Penelitian

1. Gambaran Tingkat Pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe di Desa


Langensari Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang

Tabel 4.1. Distribusi frekuensi Pengetahuan Ibu hamil tentang tablet Fe


di Desa Langensari Kecamatan Ungaran Kabupaten
Semarang Tahun 2013

Pengetahuan Frekuensi Persentase


Baik 29 43,3%
Cukup 22 32,8%
Kurang 16 23,9%
Jumlah 67 100%

Berdasarkan Tabel 4.1. tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa

sebagian besar ibu hamil di Desa Langensari Kecamatan Ungaran

mempunyai pengetahuan yang baik tentang tablet Fe sebanyak 29 responden

(43,3%) dan sebagian kecil mempunyai pengetahuan yang kurang tentang

tablet Fe sebanyak 16 responden (23,9%).


2. Perilaku ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dengan benar di Desa
Langensari Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang

Tabel 4.3. Distribusi frekuensi Perilaku Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi


Tablet Fe dengan Benar di Desa Langensari Kecamatan
Ungaran Kabupaten Semarang Tahun 2013

Perilaku Frekuensi Persentase


Melakukan 42 62,7%
Tidak melakukan 25 37,3%
Jumlah 67 100%

Berdasarkan Tabel 4.2. tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa

sebagian besar ibu hamil di Desa Langensari Kecamatan Ungaran

melakukan konsumsi tablet Fe dengan benar sebanyak 42 responden (62,7%)

dan sebagian kecil tidak mengkonsumsi tablet Fe dengan benar sebanyak 25

responden (37,5%). Adapun gambaran perilaku berdasarkan pengetahuan ibu

hamil tentang tablet Fe dapat dilihat pada tabel berikut ini :

3. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tablet Fe Dan


Perilaku Ibu Cara Minum Yang Benar Di Bpm Heni Suharni Desa
Langensari Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang
Tabel 4.6. Tabel Silang Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
Tablet Fe Dan Perilaku Ibu Cara Minum Yang Benar Di Bpm
Heni Suharni Desa Langensari Kecamatan Ungaran Kabupaten
Semarang Tahun 2013

Perilaku
Tidak Total
Pengetahuan melakukan
melakukan
f % f % f %
Baik 23 34,3 6 9,0 29 43,3
Cukup 15 22,4 7 10,4 22 32,8
Kurang 4 6,0 12 17,9 16 23,9
Jumlah 42 62,7 25 37,3 67 100,0

Berdasarkan tabel silang tersebut diatas dapat diketahui bahwa ibu

hamil di Desa Langensari Kecamatan Ungaran yang mempunyai


pengetahuan baik tentang tablet Fe sebagian besar mempunyai perilaku

mengkonsumsi tablet Fe dengan benar sebanyak 23 responden (34,3%), ibu

hamil yang mempunyai pengetahuan cukup tentang tablet Fe sebagian besar

mempunyai perilaku mengkonsumsi tablet Fe dengan benar sebanyak 15

responden (22,4%)dan ibu hamil yang mempunyai pengetahuan kurang

tentang tablet Fe sebagian besar tidak mengkonsumsi tablet Fe dengan benar

sebanyak 12 responden (17,9%).

C. Pembahasan

1. Gambaran Pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe Di Desa Langensari


Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang Tahun 2012

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar ibu

hamil di Desa Langensari Kecamatan Ungaran mempunyai pengetahuan yang

baik tentang tablet Fe sebanyak 29 responden (43,3%) dan sebagian kecil

mempunyai pengetahuan yang kurang tentang tablet Fe sebanyak 16

responden (23,9%).

Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang

melakukan penginderaan terhadap suatu obyek. Penginderaan terjadi melalui

panca indera manusia, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan

raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan

telinga. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk

terbentuknya tindakan seseorang, dari pengalaman dan penelitian terbukti

bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan langgeng daripada

perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2007).


Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting

untuk terbentuknya tindakan seseorang karena dari pengalaman dan

penelitian, ternyata perilaku yang di dasari pengetahuan akan lebih langgeng

dari pada perilaku yang tidak di dasari oleh pengetahuan. (Notoatmodjo,

2003: 121).

Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai dengan lahirnya

janin.Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari)

dihitung dari hari pertama haid terakhir (Prawirohardjo, 2006,hlm 89).

Kehamilan merupakan proses alamiah untuk menjaga kelangsungan

peradaban manusia. Kehamilan baru bisa terjadi jika seorang wanita sudah

mengalami pubertas yang ditandai dengan terjadinya menstruasi (Hani

dkk,2011,hlm 21).

Tablet Fe atau tablet tambah darah adalah tablet yang mengandung

200 mg Fero Sulfat dan 0,25 mg asam folat (setara dengan 60 mg besi dan

0,25 mg asam folat).Tablet Fe berwarna merah berselaput film dan dikemas

dalam dalam sachet alumunium warna perak,berisi 30 tablet setiap

sachet.dalam kemasan terdapat logo tetesan darah warna merah ,terdapat

tulisan “Tablet tambah darah untuk ibu hamil, ibu dan bayi menjadi sehat”

serta tanda “Tidak untuk diperjual belikan”(Depkes RI,2004) Tablet fe atau

tambah darah adalah mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah

merah (hemoglobin).(Soebroto,2009).

Menurut Proverawati (2010:h.30) jumlah seluruh besi di dalam tubuh

orang dewasa terdapat sekitar 3,5 gram, 70 persennya terdapat dalam


hemoglobin, 25 persennya merupakan besi cadangan (iron strorage) yang

terdiri dari feritin dan hemosiderin terdapat dalam hati, limfa dan sumsum

tulang. Besi simpanan berfungsi sebagai cadangan untuk memproduksi

hemoglobin dan ikatan-ikatan besi lainnya yang mempunyai sifat fisiologis.

Metabolisme yang tinggi pada ibu hamil memerlukan kecukupan

oksigenasi jaringan yang diperoleh dari pengikatan dan pengantaran oksigen

melalui hemoglobin di dalam sel-sel darah merah. Untuk menjaga konsentrasi

hemoglobin yang normal, diperlukan asupan zat besi bagi ibu hamil dengan

jumlah 30 mg/hari terutama setelah trimester kedua. Bila tidak ditemukan

anemia pemberian besi per minggu cukup adekuat (Saifudin, 2006,hlm 286).

Tablet besi merupakan mineral yang di butuhkan oleh semua sistem

biologi di dalam tubuh. Besi merupakan unsur esensial untuk sintesis

hemoglobin, sintesis katekolmin, produksi panas dan sebagai komponen

enzim-enzim tertentu yang di perlukan untuk produksi adenosine trifosfat

yang terlibat dalam respirasi sel. Zat besi di simpan dalam hepar, lien dan

sumsum tulang.Sekitar 70% zat besi yang ada di dalam tubuh berada dalam

hemoglobin dan 3% berada dalam mioglobin (simpanan oksigen

intramuskular). Defisiensi tablet besi akan mengakibatkan anemia yang

menurukan jumlah maksimal oksigen yang dapat di bawa oleh darah. Jumlah

zat besi yang di serap akan bergantung pada sejumlah faktor seperti

kandungan makanan,simpanan zat besi di dalam tubuh, kecepatan produksi sel

darah merah dan apakah pasien meminum suplemen zat besi atau tidak

(Jordan, 2003 :271).


Kekurangan zat besi terutama menyerang golongan rentan, salah

satunya ibu hamil. Dampaknya, si ibu terkena anemia defisiensi besi, sehingga

menyebabkan gangguan perkembangan janin. Karena, zat besi sebagai

hemeiron (makanan yang mengandung zat-zat sangat baik untuk pembentukan

hemoglobin), selain berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh wanita hamil,

juga membantu pertumbuhan dan perkembangan janin (Solihah, 2007; h.100-

101).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil di

Desa Langensari Kecamatan Ungaran mempunyai pengetahuan yang baik

tentang tablet Fe. Hal ini dapat dilihat dari pemahaman ibu hamil tentang

manfaat tablet Fe bagi kehamilan. Pengetahuan baik tentang tablet Fe pada

ibu hamil tersebut biasanya diperoleh dari pendidikan kesehatan yang

dilakukan oleh bidan desa Langensari yang tidak henti-hentinya

menganjurkan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi Tablet Fe selama

kehamilan karena dapat mencegah anemia atau dalam bahasa masyarakat

Langensari adalah kurang darah. Disamping itu pengetahuan ini juga

diperoleh ibu hamil dari berbagai sumber informasi seperti televisi, koran dan

majalah. Dengan pengetahuan yang sudah baik ini diharapkan masyarakat

Desa Langensari dapat mematuhi anjuran dari bidan tersebut sehingga angka

anemia pada ibu hamil di desa Langensari dapat dicegah atau diturunkan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Dian

Puji Astuti (2010) tentang Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tablet

Tablet FE Di BPS NY. Erisa Desa Harjosari Kecamatan Bawen Kabupaten


Semarang dengan hasil Gambaran Pengetahuan terhadap tablet zat besi

dengan kategori hasil yang cukup sebanyak 12 orang, baik 20 orang dan yang

kurang sebanyak 3 orang.

2. Gambaran perilaku mengkonsumsi tablet Fe dengan benar Di Desa


Langensari Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang Tahun 2012

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar ibu hamil

di Desa Langensari Kecamatan Ungaran melakukan konsumsi tablet Fe

dengan benar sebanyak 42 responden (62,7%) dan sebagian kecil tidak

mengkonsumsi tablet Fe dengan benar sebanyak 25 responden (37,5%).

Perilaku (manusia) adalah respons individu terhadap suatu stimulus

atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik,

durasi dan tujuan baik disadari maupaun tidak (A.Wawan dan Dewi,2011,hlm

50-52).

Menurut Notoatmodjo (2012, hlm 131) dikutip dari Skiner (1938)

seorang ahli psikolog,merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau

reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Menurut

Notoatmodjo (2012,hlm134-135), maka perilaku kesehatan adalah suatu

respons seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit

dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, serta lingkungan.

Waktu yang tepat untuk minum tablet Fe yaitu sebaiknya diminum

pada malam hari menjelang tidur, karena untuk mengurangi efek mual yang

timbul setelah ibu meminumnya (Depkes RI). Untuk cara minum tablet Fe

yang benar yaitu diminum dengan air putih bersamaan dengan vitamin C atau
buah yang mengandung vitamin C. Makanan kaya asam askorbat (vitamin C)

seperti buah jeruk dapat memacu absorbsi zat besi (Varney, 2007; h. 102).

Tablet Fe tidak boleh diminum bersamaan teh, kopi atau susu karena akan

menghambat penyerapan (Depkes RI).

Kalsium dan Magnesium juga mempengaruhi absorbsi zat besi. Maka,

suplemen zat besi dikonsumsi dengan segelas jus jeruk dan suplemen

multivitamin tidak dikonsumsi secara bersamaan (Varney, 2007, hlm 102).

Pemantauan cara minum yang benar karena hal ini akan sangat

mempengaruhi efektifitas penyerapan zat besi. Vitamin C dan protein hewani

merupakan elemen yang sangat membantu dalam penyerapan zat besi,

sedangkan kopi, teh, garam kalsium, magnesium akan menghambat

penyerapan zat besi. Namun demikian bukan berarti zat makanan yang

menghambat penyerapan zat besi tidak bermanfaat bagi tubuh. Zat- zat ini

tetap di konsumsi namun jangan di minum bersamaan dengan tablet zat besi.

Berilah jarak waktu kurang lebih dua jam dari pemberian zat besi

(Sulistyawati, 2009 h. 108-109).

Anemia yang terjadi pada ibu hamil ini karena kurangnya kepatuhan

dalam mengkonsumsi tablet besi. Ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi

tablet besi menyebabkan kadar hemoglobinnya untuk mengangkut oksigen

kurang. Sehingga hal ini menyebabkan dia menderita penyakit kekurangan

darah yaitu anemia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil sudah

mengkonsumsi tablet Fe dengan benar. Perilaku yang ditunjukkan oleh ibu


hamil dalam mengkonsumsi Tablet Fe ini sebagai perwujudan pengetahuan

ibu hamil yang baik tentang tablet Fe. Ibu hamil yang sudah mengetahui akan

manfaat dan kegunaan tablet Fe tentu akan dengan patuh dan tanpa paksaan

dalam mengkonsumsi tablet Fe, karena ibu hamil tidak ingin menderita

anemia yang sangat berbahaya baik bagi ibu hamil itu sendiri maupun

terhadap perkembangan janin yang sedang dikandungnya.


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang gambaran tingkat pengetahuan ibu

hamil tentang tablet fe dan perilaku ibu cara minum yang benar di BPM Heni

Suharni Desa Langensari Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang

1. Sebagian besar ibu hamil di Desa Langensari Kecamatan Ungaran

mempunyai pengetahuan yang baik tentang tablet Fe sebanyak 29 responden

(43,3%) dan sebagian kecil mempunyai pengetahuan yang kurang tentang

tablet Fe sebanyak 16 responden (23,9%)..

2. Sebagian besar ibu hamil di Desa Langensari Kecamatan Ungaran

melakukan konsumsi tablet Fe dengan benar sebanyak 42 responden (62,7%)

dan sebagian kecil tidak mengkonsumsi tablet Fe dengan benar sebanyak 25

responden (37,5%).

3. Berdasarkan tabel silang tersebut dapat diketahui bahwa ibu hamil di Desa

Langensari Kecamatan Ungaran yang mempunyai pengetahuan baik tentang

tablet Fe sebagian besar mempunyai perilaku mengkonsumsi tablet Fe dengan

benar sebanyak 23 responden (34,3%), ibu hamil yang mempunyai

pengetahuan cukup tentang tablet Fe sebagian besar mempunyai perilaku

mengkonsumsi tablet Fe dengan benar sebanyak 15 responden (22,4%)dan ibu

hamil yang mempunyai pengetahuan kurang tentang tablet Fe sebagian besar

tidak mengkonsumsi tablet Fe dengan benar sebanyak 12 responden (17,9%).


B. Saran

1. Bagi Penulis

Hasil penelitian dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru tentang

penelitian tentang manfaat Tablet Fe pada wanita hamil sehingga diharapkan

dapat mengaplikasikan ilmu yang di peroleh selama perkuliahan.

2. Bagi Bidan Desa Langensari

Disamping itu juga dapat bermanfaat bagi bidan desa Langensari untuk

meningkatkan angka kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet besi khususnya

pada ibu hamil sehingga dapat menurunkan angka terjadinya anemia.

1. Bagi Responden

Bagi responden dari penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu

pengetahuan bagi ibu hamil , sehingga ibu hamil lebih patuh mengkonsumsi

tablet besi.

3. Bagi Institusi

Untuk Institusi Pendidikan STIKES Karya Husada hasil penelitian diharapkan

dapat menambah referensi dan wawasan serta pengetahuan bagi mahasiswi

Akademi DIII Kebidanan.